Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Jumat, 09 November 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 030

KGK dalam Setahun hari ke 30

Versi Bahasa Indonesia


II. Allah mewahyukan nama-Nya

203. Allah mewahyukan Diri kepada bangsa-Nya Israel dengan memberitahukan nama-Nya. Nama mengungkapkan hakikat seseorang, identitas pribadi dan arti kehidupannya. Allah mempunyai nama. [2143] Ia bukanlah kekuatan tanpa nama. Menyatakan nama berarti memperkenalkan diri kepada orang lain; berarti seakan akan menyerahkan diri sendiri, membuka diri, supaya dapat dikenal lebih dalam dan dapat dipanggil secara pribadi. [2808]

204. Allah menyatakan Diri kepada bangsa-Nya langkah demi langkah dan dengan berbagai nama. [63] Namun wahyu pokok untuk Perjanjian Lama dan Baru adalah wahyu nama Allah kepada Musa pada penampakan dalam semak duri bernyala sebelum keluar dari Mesir dan sebelum perjanjian Sinai.


Allah yang hidup

205. Allah menyapa Musa dari tengah semak duri yang menyala tanpa terbakar. [2575] Ia berkata kepada Musa: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub" (Kel 3:6). Allah adalah Allah para bapa, yang memanggil bapa-bapa bangsa dan membimbing mereka dalam perjalanan mereka. Ia adalah Allah yang setia dan turut merasakan, yang ingat akan para bapa dan akan perjanjian-Nya. Ia datang untuk membebaskan keturunannya dari perbudakan. Ia adalah Allah yang dapat dan mau melakukan ini tanpa bergantung pada waktu dan tempat. Ia melaksanakan rencana-Nya melalui kemaha-kuasaan-Nya. [268]

"Aku adalah AKU ADA"

"Musa berkata kepada Allah: 'Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang namanya? - apakah yang harus kujawab kepada mereka?' Firman Allah kepada Musa: 'AKU ADALAH AKU.' Lagi firman-Nya: 'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu'... itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun" (Kel 3:13- 15).

206. Dengan mewahyukan nama-Nya yang penuh rahasia, YHWH: "Aku adalah Dia yang ada" atau "Aku adalah AKU ADA", Allah menyatakan siapa Dia dan dengan nama apa orang harus menyapa-Nya. Nama Allah ini penuh rahasia, sebagaimana Allah sendirijuga penuh rahasia. Ia adalah nama yang diwahyukan dan pada waktu yang sama boleh dikatakan sebuah penolakan untak menyatakan suatu nama. Tetapi justru karena itu ia menegaskan dengan cara yang paling baik, Siapa sebenarnya, Allah: Yang mengatasi segala sesuatu, yang tidak dapat kita mengerti atau katakan, Yang Mulia tak terbatas. [43] Ia adalah "Allah yang tersembunyi" (Yes 45:15), nama-Nya tidak terkatakan1 dan bersama itu pula Ia adalah Allah yang menghadiahkan kehadiran-Nya kepada manusia.

207. Bersama dengan nama-Nya Allah mewahyukan sekaligus kesetiaan-Nya yang ada sejak dulu dan akan tinggal selama-lamanya: Ia setia, "Aku ini Allah nenek moyangmu" (Kel 3:6) dan akan tetap setia, "Aku ada beserta kamu" (Kel 3:12). Allah, yang menamakan Diri "AKU ADA", mewahyukan Diri sebagai Allah yang selalu hadir, selalu menyertai bangsa-Nya untuk meluputkannya.

208. Mengingat kehadiran Allah yang penuh rahasia dan pesona, manusia menyadari kehinaannya. Di depan semak berduri yang menyala, Musa membuka sandalnya dan menutup mukanya sebab takut memandang Allah.2 [724] Di depan kemuliaan Allah yang tiga kali kudus, Yesaya berseru: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir" (Yes 6:5). Melihat tanda-tanda ilahi yang Yesus lakukan, Petrus berseru: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini orang berdosa" (Luk 5:8). [448] Tetapi karena Allah itu kudus, Ia dapat mengampuni manusia yang mengakui diri sebagai orang berdosa di hadapan-Nya: "Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu... sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu" (Hos11:9). [388] Demikian juga Rasul Yohanes berkata: "Demikian pula kita boleh mene-nangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar daripada hati kita serta mengetahui segala sesuatu" (1 Yoh 3:19-20).

209. Karena hormat kepada kekudusan Allah, bangsa Israel tidak mengucapkan nama Allah. Waktu membaca Kitab Suci, nama yang diwahyukan diganti dengan gelar martabat ilahi "Tuhan" ("Adonai", dalam bahasa Yunani "Kurios"). Dengan gelar ini ke-Allah-an Yesus diakui secara meriah: "Yesus adalah Tuhan". [446]



Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 30

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section2:The Profession of the Christian Faith (185 - 1065)
Chapter1:I Believe in God the Father (198 - 421)
Article1:"I believe in God the Father almighty, Creator of heaven and earth" (199 - 421)
Paragraph1:I Believe in God (199 - 231)
II. GOD REVEALS HIS NAME
203     God revealed himself to his people Israel by making his name known to them. A name expresses a person's essence and identity and the meaning of this person's life. God has a name; he is not an anonymous force. To disclose one's name is to make oneself known to others; in a way it is to hand oneself over by becoming accessible, capable of being known more intimately and addressed personally.
204     God revealed himself progressively and under different names to his people, but the revelation that proved to be the fundamental one for both the Old and the New Covenants was the revelation of the divine name to Moses in the theophany of the burning bush, on the threshold of the Exodus and of the covenant on Sinai.
The living God
205     God calls Moses from the midst of a bush that burns without being consumed: "I am the God of your father, the God of Abraham, the God of Isaac, and the God of Jacob." God is the God of the fathers, the One who had called and guided the patriarchs in their wanderings. He is the faithful and compassionate God who remembers them and his promises; he comes to free their descendants from slavery. He is the God who, from beyond space and time, can do this and wills to do it, the God who will put his almighty power to work for this plan.
"I Am who I Am"
Moses said to God, "If I come to the people of Israel and say to them, 'The God of your fathers has sent me to you', and they ask me, 'What is his name?' what shall I say to them?" God said to Moses, "I AM WHO I AM." And he said, "Say this to the people of Israel, 'I AM has sent me to you'... this is my name for ever, and thus I am to be remembered throughout all generations."
206     In revealing his mysterious name, YHWH ("I AM HE WHO IS", "I AM WHO AM" or "I AM WHO I AM"), God says who he is and by what name he is to be called. This divine name is mysterious just as God is mystery. It is at once a name revealed and something like the refusal of a name, and hence it better expresses God as what he is — infinitely above everything that we can understand or say: he is the "hidden God", his name is ineffable, and he is the God who makes himself close to men.
207     By revealing his name God at the same time reveals his faithfulness which is from everlasting to everlasting, valid for the past ("I am the God of your father"), as for the future ("I will be with you"). God, who reveals his name as "I AM", reveals himself as the God who is always there, present to his people in order to save them.
208     Faced with God's fascinating and mysterious presence, man discovers his own insignificance. Before the burning bush, Moses takes off his sandals and veils his face in the presence of God's holiness. Before the glory of the thrice-holy God, Isaiah cries out: "Woe is me! I am lost; for I am a man of unclean lips." Before the divine signs wrought by Jesus, Peter exclaims: "Depart from me, for I am a sinful man, O Lord." But because God is holy, he can forgive the man who realizes that he is a sinner before him: "I will not execute my fierce anger... for I am God and not man, the Holy One in your midst." The apostle John says likewise: "We shall... reassure our hearts before him whenever our hearts condemn us; for God is greater than our hearts, and he knows everything."
209     Out of respect for the holiness of God, the people of Israel do not pronounce his name. In the reading of Sacred Scripture, the revealed name (YHWH) is replaced by the divine title "LORD" (in Hebrew Adonai, in Greek Kyrios). It is under this title that the divinity of Jesus will be acclaimed: "Jesus is LORD."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar