Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Sabtu, 03 November 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 024

KGK ke - 24

Versi Bahasa Indonesia


ARTIKEL 5 : KAMI PERCAYA 

166. Iman adalah satu perbuatan pribadi:  jawaban bebas manusia atas undangan Allah yang mewahyukan Diri. Tetapi iman bukanlah satu perbuatan yang terisolir. Tidak ada seorang pun dapat percaya untuk dirinya sendiri, sebagaimana juga tidak ada seorang yang dapat hidup untuk dirinya sendiri. [875] Tidak ada seorang yang memberikan iman kepada diri sendiri, sebagaimana juga tidak ada seorang yang memberi kehidupan kepada diri sendiri. Yang percaya menerima kepercayaan dari orang lain; ia harus melanjutkan-nya kepada orang lain. Cinta kita kepada Yesus dan kepada sesama mendorong kita supaya berbicara kepada orang lain mengenai iman kita. Dengan demikian, setiap orang yang percaya adalah anggota dalam jalinan rantai besar orang-orang beriman. Saya tidak dapat percaya, kalau saya tidak didukung oleh kepercayaan orang lain dan oleh kepercayaan saya, saya mendukung kepercayaan orang lain.

167. "Aku percaya" (pengakuan iman apostolik): itulah iman Gereja, sebagaimana setiap orang beriman mengakui secara pribadi, terutama pada waktu Pembaptisan. [1124] "Kami percaya" (pengakuan iman dari Nisea-Konstantinopel Yn.): itulah iman Gereja, sebagaimana para Uskup yang berkumpul dalam konsili itu mengakui atau lebih umum, sebagaimana umat beriman mengakui dalam liturgi.  [2040] "Aku percaya": demikianlah juga Gereja, ibu kita berbicara, yang menjawab Allah melalui imannya dan yang mengajar kita berkata: "aku percaya", "kami percaya".


I. "Tuhan, perhatikanlah iman Gereja-Mu" 

168. Pertama-tama Gerejalah, yang percaya dan dengan demikian menopang, memupuk dan mendukung iman saya. Pada tempat pertama Gerejalah yang mengakui Tuhan di mana-mana ("Kepadamu Gereja kudus beriman, tersebar di seluruh dunia", demikian kita menyanyi dalam madah Te Deum), dan bersama dia dan dalam dia, kita juga mengakui: "aku percaya", "kami percaya". Melalui Gereja kita menerima dalam Pembaptisan iman dan kehidupan baru dalam Kristus.  [1253] Dalam ritus Romawi, pemberi Pembaptisan bertanya kepada yang menerima Pembaptisan: "Apa yang kau minta dari Gereja Allah?" Jawabannya: "Iman" - "Iman memberi apa kepadamu?" - "Kehidupan kekal" (RR. OBA).

169. Keselamatan datang hanya dari Allah, tetapi karena kita menerima kehidupan iman melalui Gereja, maka ia adalah  ibunda kita: "Kita mengimani Gereja sebagai ibu kelahiran kembali kita, dan bukan kita percaya akan Gereja, seakan-akan dialah pangkal keselamatan kita" (Faustus d. Riez, Spir. 1, 2). [750] Sebagai ibunda kita, ia juga adalah pendidik kita dalam iman. [2030]


II. Bahasa iman 

170. Kita tidak percaya kepada rumus-rumus, tetapi kepada kenyataan yang diungkapkannya dan yang dapat kita "raba" oleh karena iman. "Perbuatan orang beriman mempunyai tujuan bukan pada pengungkapan, melainkan pada kenyataan [yang diungkapkan]” (Tomas Aqu., s.th. 2-2, 1, 2 ad 2). Tetapi kita mendekati kenyataan-kenyataan ini dengan bantuan rumus-rumus iman.  [186]  Formula ini memungkinkan untuk menyatakan dan merumuskan iman, untuk merayakan bersama, untuk menjadikannya milik kita dan untuk semakin hidup darinya.

171. Sebagai "tiang dan dasar kebenaran" (1 Tim 3:15), Gereja menyimpan dengan setia "iman yang sudah satu kali diberikan Allah untuk selama-lamanya kepada umatnya" (Yud 3). [78, 84, 857] Ia menyimpan kata-kata Kristus dalam ingatannya; ia meneruskan pengakuan iman para Rasul dari generasi ke generasi. Sebagai seorang ibu yang mengajarkan anak-anaknya berbicara dan dengan demikian juga mengerti dan hidup bersama, Gereja, ibu kita, mengajarkan bahasa iman kepada kita supaya menghantar kita masuk ke dalam pengertian dan kehidupan iman. [185]




Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 24

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section1:"I Believe" — "We Believe" (26 - 184)
Chapter3:Man's Response to God (142 - 184)
Article2:We Believe (166 - 184)
166     Faith is a personal act — the free response of the human person to the initiative of God who reveals himself. But faith is not an isolated act. No one can believe alone, just as no one can live alone. You have not given yourself faith as you have not given yourself life. The believer has received faith from others and should hand it on to others. Our love for Jesus and for our neighbor impels us to speak to others about our faith. Each believer is thus a link in the great chain of believers. I cannot believe without being carried by the faith of others, and by my faith I help support others in the faith.
167     "I believe" (Apostles' Creed) is the faith of the Church professed personally by each believer, principally during Baptism. "We believe" (Niceno-Constantinopolitan Creed) is the faith of the Church confessed by the bishops assembled in council or more generally by the liturgical assembly of believers. "I believe" is also the Church, our mother, responding to God by faith as she teaches us to say both "I believe" and "We believe".
I. "LORD, LOOK UPON THE FAITH OF YOUR CHURCH"
168     It is the Church that believes first, and so bears, nourishes and sustains my faith. Everywhere, it is the Church that first confesses the Lord: "Throughout the world the holy Church acclaims you", as we sing in the hymn "Te Deum"; with her and in her, we are won over and brought to confess: "I believe", "We believe". It is through the Church that we receive faith and new life in Christ by Baptism. In the Rituale Romanum, the minister of Baptism asks the catechumen: "What do you ask of God's Church?" And the answer is: "Faith." "What does faith offer you?" "Eternal life."
169     Salvation comes from God alone; but because we receive the life of faith through the Church, she is our mother: "We believe the Church as the mother of our new birth, and not in the Church as if she were the author of our salvation." Because she is our mother, she is also our teacher in the faith.
II. THE LANGUAGE OF FAITH
170     We do not believe in formulas, but in those realities they express, which faith allows us to touch. "The believer's act [of faith] does not terminate in the propositions, but in the realities [which they express]." All the same, we do approach these realities with the help of formulations of the faith which permit us to express the faith and to hand it on, to celebrate it in community, to assimilate and live on it more and more.
171     The Church, "the pillar and bulwark of the truth", faithfully guards "the faith which was once for all delivered to the saints". She guards the memory of Christ's words; it is she who from generation to generation hands on the apostles' confession of faith. As a mother who teaches her children to speak and so to understand and communicate, the Church our Mother teaches us the language of faith in order to introduce us to the understanding and the life of faith.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar