Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Rabu, 07 November 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 028

KGK hari ke-28

Versi Bahasa Indonesia



192. Sesuai dengan kebutuhan aneka ragam zaman timbullah dalam peredaran zaman banyak pengakuan atau simbola iman. Simbola beberapa Gereja apostolik tua,  "Quicumque" yang disebut simbolon Atanasian, pengakuan iman dari konsili dan sinode tertentu4 atau Paus tertentu, umpamanya "Fides Damasi"  dan "Credo Umat Allah" (SFP) dari Paus Paulus VI 1968.


193. Tidak satu pun pengakuan dari berbagai zaman dalam kehidupan Gereja dapat dipandang sebagai kedaluwarsa atau tidak bernilai. Semuanya mencakup iman segala zaman secara singkat dan membantu kita sekarang untuk menangkapnya dan mengertinya dengan lebih dalam.Dua pengakuan mendapat tempat yang sangat khusus dalam kehidupan Gereja:

Dua pengakuan mendapat tempat yang sangat khusus dalam kehidupan Gereja: 

194. Syahadat apostolik,  yang dinamakan demikian karena dengan alasan kuat ia dipandang sebagai rangkuman setia dari iman para Rasul. Itulah pengakuan Pembaptisan lama dalam Gereja Roma. Karena itu ia mempunyai otoritas tinggi: "Itulah simbolum yang dijaga Gereja Roma, di mana Petrus, yang pertama di antara para Rasul, mempunyai takhtanya dan ke mana ia membawa ajaran iman para Rasul itu" (Ambrosius, symb. 7).

195. Juga apa yang dinamakan  Syahadat Nicea-Konstantinopel  mempunyai otoritas besar [242, 245, 465] karena ia dihasilkan oleh kedua konsili ekumenis yang pertama (325 dan 381) dan sampai hari ini merupakan milik bersama semua Gereja besar di Timur dan di Barat.


196. Penjelasan kita mengenai iman akan mengikuti pengakuan iman apostolik, yang boleh dikatakan merupakan "Katekismus Romawi tertua". Namun penjelasan itu akan dilengkapi dengan selalu menunjuk kepada pengakuan iman Nisea-Konstantinopel yang sering lebih rinci dan lebih dalam.

197. Marilah menjadikan pengakuan iman yang menghidupkan itu, milik kita seperti pada hari Pembaptisan kita, ketika seluruh kehidupan kita dipercayakan kepada "pengajaran benar" (Rm 6:17).[1064] Mendoakan syahadat dengan iman berarti bertemu dengan Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus;  tetapi juga berarti dihubungkan dengan Gereja universal yang meneruskan iman kepada kita dan yang di dalam persekutuannya kita beriman.

"Simbolum ini adalah meterai rohani, renungan hati kita dan penjaga yang selalu hadir;  dengan
sesungguhnya ia adalah pusaka jiwa kita" (Ambrosius, sym. 1). [1274]



Versi Bahasa Inggris


Read the Catechism: Day 28

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section2:The Profession of the Christian Faith (185 - 1065)
THE CREEDS
192     Through the centuries many professions or symbols of faith have been articulated in response to the needs of the different eras: the creeds of the different apostolic and ancient Churches, e.g., the Quicumque, also called the Athanasian Creed; the professions of faith of certain Councils, such as Toledo, Lateran, Lyons, Trent; or the symbols of certain popes, e.g., the Fides Damasi or the Credo of the People of God of Paul VI.
193     None of the creeds from the different stages in the Church's life can be considered superseded or irrelevant. They help us today to attain and deepen the faith of all times by means of the different summaries made of it.
Among all the creeds, two occupy a special place in the Church's life:
194     The Apostles' Creed is so called because it is rightly considered to be a faithful summary of the apostles' faith. It is the ancient baptismal symbol of the Church of Rome. Its great authority arises from this fact: it is "the Creed of the Roman Church, the See of Peter the first of the apostles, to which he brought the common faith".
195     The Niceno-Constantinopolitan or Nicene Creed draws its great authority from the fact that it stems from the first two ecumenical Councils (in 325 and 381). It remains common to all the great Churches of both East and West to this day.
196     Our presentation of the faith will follow the Apostles' Creed, which constitutes, as it were, "the oldest Roman catechism". The presentation will be completed however by constant references to the Nicene Creed, which is often more explicit and more detailed.
197     As on the day of our Baptism, when our whole life was entrusted to the "standard of teaching", let us embrace the Creed of our life-giving faith. To say the Credo with faith is to enter into communion with God, Father, Son and Holy Spirit, and also with the whole Church which transmits the faith to us and in whose midst we believe:
This Creed is the spiritual seal, our heart's meditation and an ever-present guardian; it is, unquestionably, the treasure of our soul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar