Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Sabtu, 04 September 2021

MASIH SEKITAR SOLA SCRIPTURA

 

Sedikit soal sola scriptura: saya pribadi percaya bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam kehidupan kita sebagai pengikut Kristus, dan semua perkataan manusia yang mengatas namakan Tuhan harus diuji kebenarannya dengan Alkitab, karena bukankah manusia bisa salah?? Kita sudah seringkali mendengar orang yang berkata ini dan itu, bernubuat yang aneh-aneh atas nama Tuhan, dan mereka sudah menyesatkan banyak orang (contoh: pondok nabi), kenapa? Karena mereka yang mendengarkannya tidak melihat apakah yang dikatakan itu sesuai dengan Firman. 

 

Jadi apa yang bisa dijadikan tolok ukur kebenaran perkataan itu?? Tidak lain dan tidak bukan adalah Firman Tuhan sendiri yaitu Alkitab. Kalau kita bilang ada dua sumber yang pasti benar, namun tiba2 memberikan pernyataan yang berbeda, yang mana yang kita pegang? Karena kita tentu harus punya patokan untuk menentukan mana salah dan mana benar. Kalau kita tidak punya patokan bukannya kita malah jadi hidup dalam keraguan? 

 

Misalnya jika kamu sendiri mendengar khotbah apakan kamu terima mentah-mentah dan yakini sebagai kebenaran?? Kalau saya akan kembali menyelidiki apa benar itu yang Alkitab katakan? Kenapa? Karena kebenaran mutlak hanya dalam perkataan Tuhan BUKAN perkataan manusia, sekalipun yang berkata adalah mereka yang mengatasnamakan Tuhan. 


Glory to the Highest our Lord Jesus Christ.



Benar seperti kata kamu bahwa Alkitab harus diuji dan karena itu alkitab justru membuktikan bahwa iman sola scriptura kamu adalah salah. Sebab siapa yg menguji Alkitab adalah pasti dan nyata berupakan sumber dari luar alkitab, apakah alkitab dapat menguji dirinya sendiri? Ini teori dan filsafat yg sama dengan fiksi ala "Planet of the apes". 

1. Bagaimana kamu tau alkitab adalah komplit dan benar? 
2. Bagaimana kamu tau bahwa alkitab mengandung seluruh FIRMAN ALLAH? 
3. Apakah alkitab telah menyatakan bahwa daftar isi dari kulit muka s/d belakang adalah seperti kanon yg kamu terima? Siapa dan kuasa apa yg menganonkan? Apakah kuasa ini terdapat dalam alkitab? 
4. Apakah alkitab menyatakan doktrin Sola Scriptura? Dimana? 
5. Apakah terdapat tradisi atau sejarah sebelum abad ke 16 mengenai sola scriptura? 
6. Bagaimana kamu tau maksud dan arti yg terdapat dalam alkitab tanpa guru atau referensi buku2 lainnya? Yg adalah faktual sumber diluar alkitab yg berarti anti sola scriptura. 
7. Apakah kamu seorang sakti yg dapat begitu buka alkitab, baca dan langsung mengerti Firman Allah, kemudian mencari untuk dibaptis oleh pendeta yg sekali lagi adalah sebuah kuasa diluar alkitab dan menjadi pengikut Yesus? 
8. Berarti kamu tidak BOLEH kegereja pada hari minggu dan mendegarkan khotbah pendeta yg memberikan alkitab VERSI dia, karena sola scriptura menuntut praktek yg merupakan "HANYA kamu dan ALKITAB" karena ini baru yg namanya HANYA ALKITAB tanpa pengaruh luar! 

Apakah kamu pasti sepertinya begitu LITERAL dan EKSPLISTInya alkitab yg telah mengajarkan sola scriptura seperti dugaan kamu bahwa ekaristi adalah simbolis? coba tunjukan bagiannya dalam alkitab? Sebab omong kosong dan isapan jempol itu dapat dilakukan siapa saja. Seperti kata kamu sendiri OMONGAN MANUSIA adalah BOHONG! Dapat saja saya berkata tadi malam saya melihat dan berbicara sama Malaikat yg diutus dan saya harus mendirikan gereja yg memerintahkan untuk mengajarkan kawin sesama jenis dan juga kawin sama binatang...ini kan nyata2 isapan jempol saya belaka bukan? 

Saya tanya kamu secara jujur dan sangat mengharapkan jawaban yg jujur dari seorang yg mengaku pengikut Yesus. Apakah kamu mengerti alkitab dengan cara pandang kamu yg protestan liberal (yg dimaksud bukan fundamentalis yg membaca secara literal) tanpa guru dan belajar bersama pendeta atau sekolah minggu? silahkan uraikan cara kamu mendalami alkitab. Lihat alkitab berkata apa kepada mereka yg sok tau. 

Berikut adalah contoh seorang bangsawan terpelajar dan sekertaris keuangan ratu Etiopia yg membaca kitab Yesaya. 

Kisah para rasul 8: 29-31 

29 Roh Allah berkata kepada Filipus, "Pergilah mendekati kendaraan itu." 30 Maka Filipus pergi mendekati kendaraan itu, lalu ia mendengar orang itu membaca Buku Yesaya. Filipus bertanya kepadanya, "Apakah Tuan mengerti yg Tuan baca itu?" 
31 Orang itu menjawab, "Bagaimana aku mengerti, kalau tidak ada yg menjelaskannya kepadaku?" Lalu ia mengajak Filipus naik ke kereta dan duduk bersama-sama dia. 

Pada ayat2 tsb jelas sekali si bangsawan terpelajarpun tidak dapat mengerti isi dan arti alkitab, karena itu terdapat sumber diluar alkitab yaitu Filipus yg menerangkan dan MENGAJARKAN artinya. Alkitab mengajarkan bahwa sola scriptura adalah palsu dan buatan manusia. Nah, Yesus memberikan kuasa kepada siapa? Alkitab atau Rasul = Apostolos = Apostolik = Gereja = Katolik. Mat 16:18, Mat 18:18, Yoh 20:19, Mat 28 :19-20, Yoh 21:15-17. Tolong tunjukan dimana Yesus pernah memberikan kuasa kepada alkitab agar sola scriptura kamu dapat dikatakan sebagai KUASA Yesus didunia? 

Sola scriptura = hanya alkitab ... apakah bila saya memberikan sebuah alkitab kepada yg tidak dapat membaca dia akan mengerti tanpa bantuan saya? Bukankah bantuan saya adalah merupakan sebuah ajaran, pandangan dan sumber dari luar alkitab itu sendiri? Apakah bila saya memberikan seorang muslim alkitab dan kemudian dia baca, apakah dia akan mengerti isinya mengenai Tritunggal misalnya? Ini merupakan fakta yg tidak dapat digugat dan yg literal membuktikan bahwa semua yg sebenarnya mengimani doktrin sola scriptura adalah pendusta dan telah membohongi dirinya sendiri karena tidak satupun yg telah murni dan benar2 mengimaninya. Apakah Billy Graham menjadi pandai alkitab dengan hanya membaca alkitab? hehehehehe ..... billy graham saja telah terlampau banyak menggunakan buku, tulisan, ajaran dan tafsiran yg berada diluar alkitab ....... apakah ini yg dimaksudkan dengan HANYA ALKITAB? Contoh ini jelas membuktikan kemunafikan dan kebohonngannya sola scriptura. 
Kemudian dilema paling besar yg dihadapi penganut sola scriptura adalah ajaran tsb sama sekali tidak dapat ditemukan dalam alkitab Embarassed Embarassed Embarassed mana ada dalam alkitab ayat yg mengaktakan SOLA SCIPTURA Embarassed Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak 

Lucu sekali, mau mengajarkan bahwa seluruh dan segalanya harus terdapat dalam alkitab akan tetapi ajaran yg mengajarkannya saja tidak ada dalam alkitab Embarassed 

Apakah Jaman Musa, Yesaya, Yesus dst mereka semua menganut sola scriptura? Apakah jaman gereja muda sebelum adanya perjanjian baru mereka menganut sola scriptura? Apakah st. Paulus menganut sola scriptura, sedangkan surat2 dia dan surat2 Yohanes, Petrus, Judas, Yakobus pun belum ditulis alias belum ada, jadi ajaran sola yg mana dan dari mana nih? Apakah Yesus pernah memerintahkan untuk MENULIS ALKITAB agar kamu bisa mengimani sola scriptura? Tolong tunjukan dimana? Bagaimana dapat kamu tau dan patuhi ajaran2 Yesus yg tidak tertulis dalam alkitab seperti yg diajarkan oleh Yohanes di Yoh 21:25 bahwa banyak ajaran Yesus yg tidak ditulis ... bagaimana kamu bisa mengimani dan patuh sama Yesus dengan baik hanya dengan sola-sola kamu? Apakah kamu tidak ingin mengetahui Yesus sepenuhnya dan patuh kepada Yesus sepenuhnya? Ngga rindu untuk mengetahui-Nya sepenuhnya seperti kata Yohanes! Apakah kamu tidak penasaran dengan ajaran Yesus yg tidak tertulis dalam alkitab? 

Yoh 21:25 Masih banyak hal lain yg dilakukan oleh Yesus. Andaikata semuanya itu ditulis satu-persatu, saya rasa tak ada cukup tempat diseluruh bumi untuk memuat semua buku yg akan ditulis

Wah ternyata sola scriptura kamu tidak KOMPLIT! 

Bila saya mendengar bahwa Yesus berada dan dapat ditemukan dan kita dapat bersatu dengan-Nya dalam sakramen Ekaristi dalam gereja Katolik, saya tidak akan memikirkannya dua kali, saya akan langsung angkat kaki dan berangkat untuk menemui-Nya ..... kenapa kamu menolak-Nya dan angkuh dengan prinsip sola scriptura yg salah dan palsu yg hanya merupakan AJARAN MANUSIA (Seperti kata kamu) untuk menerima-Nya bukankah alkitab dengan jelas mengatakan Yesus berada dalam sakramen Ekaristi? Berangkatlah untuk menemui dan menerima-Nya dalam sakramen Ekaristi. 

Saya berdoa agar kamu mau menjauhkan ajaran sesat dan yg menyesatkan yaitu sola scriptura yg praktek sola-nyapun adalah jelas2 palsu dan bohong besar karena tidak satupun diantara kalian yg benar2 mengimani sola scriptura dan dapat menjadi protestan seperti sekarang hanya karena diberikan alkitab = sola scriptura, melainkan karena ajaran para pendeta dan orang2 anti Tradisi Suci dan Katolik yg telah membohongi kamu dengan ajaran yg palsu yaitu sola scriptura. Nyata dan tidak bisa digugat bahwa para guru2 kalian adalah nyata sebuah sumber DILUAR ALKITAB! Itu berarti kamu tidak sepenuhnya mempraktekan sola scriptura......... 

Segeralah berangkat untuk menemui-Nya dalam sakramen Ekaristi Kudus dan pulanglah ke gereja-Nya yg satu, kudus, apostolik dan katolik dimana kamu dapat bertemu dan mengetahui Yesus sepenuhnya. 


Rindulah akan Yesus sang roti yg turun dari surga. 

Rindulah akan Yesus yg tidak tertulis dalam alkitab. 

Rindulah kepada kuasa yg diberikan Yesus didunia. 

Rindulah untuk dapat bersatu dengan Yesus didunia ini. 

Rindulah untuk gereja-Nya yg benar. 

Rindulah ............ 

Salam

Sola Scriptura 

Inilah ayat yang menyanggah konsep Sola Scriptura 

2 Thessalonians 2:15 (KJV) 
Therefore, brethren, stand fast, and hold the traditions which ye have been taught, whether by word, or our epistle 

2 Tesalonika 2:15 
Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 


Bisa dilihat bahwa ini sudah sangat sesuai dengan ajaran Gereja Katolik yang menolak mentah2 Sola Scriptura karena tidak Alkitabiah. Gereja Katolik menganggap bahwa Tradisi Suci dan Kitab suci adalah sumber iman umat Kristus, ini sudah sangat sesuai dengan ayat diatas. Plus, Kitab Suci sebenarnya adalah bagian dari Tradisi, jaman dahulu umat Kristus tidak memakai Alkitab seperti sekarang ini (dan Gereja KAtoliklah yang pada akhirnya menyusun Alkitab). 

Namun ini aku hadirkan satu yang menurutku paling menarik yang JELAS-JELAS menolak doktrin Sola Scriptura


THE SECOND ECUMENICAL COUNCIL OF NICAEA (787 AD) 


EXTRACTS FROM THE ACTS. 

SESSION I. 

(Labbe and Cossart, Concilia, Tom. VII., col. 53.) 

[Certain bishops who had been led astray by the Iconoclasts came, asking to be received back. The first of these was Basil of Ancyra.] 

... 

Anathema to those who spurn the teachings of the holy Fathers and the tradition of the Catholic Church, taking as a pretext and making their own the arguments of Arius, Nestorius, Eutyches, and Dioscorus, that unless we were evidently taught by the Old and New Testaments, we should not follow the teachings of the holy Fathers and of the holy Ecumenical Synods, and the tradition of the Catholic Church.
 



KONSILI EKUMENIS NICAEA YANG KEDUA (787 AD) 


EKSTRAK DARI AKTA. 

SESSI I. 

(Labbe dan Cossart, Concilia, Tom. VII., col. 53.) 

[Beberapa uskup yang telah disesatkan oleh para Ikonoklas datang [dan] meminta untuk diterima kembali [kedalam kesatuan Katolik]. Yang pertama dari mereka adalah Basil dari Ancyra.] 

... 

Anathema kepada mereka yang menolak dengan hina ajaran-ajaran para Bapa kudus dan tradisi Gereja Katolik, [dengan] menggunakan sebagai sebuah pretext dan mengambil bagi diri mereka sendiri argumen dari Arius, Nestorius, Eutyches, dan Dioscorus, bahwa kecuali kita secara terbukti diajarkan oleh [Kitab] Perjanjian Lama dan Baru, kita sepatutnya tidak mengikuti ajaran-ajaran para Bapa kudus dan [ajaran] Synode Ekumenis kudus [ie. Konsili-Konsili Ekumenis], dan tradisi Gereja Katolik.


Nah, bagian ini adalah akta atau catatan dari kejadian di Konsili Nicaea II tersebut. Bagian ini tidak ada di dokumen keluaran Nicaea II karena memang pernyataan iman pribadi atau kolektif seperti ini bukan tempatnya untuk ditulis dalam dokumen resmi hasil konsili. 

Namun disini kita lihat iman dari para hierarkhi yang mengikuti dan membuat keputusan di Konsili tersebut. Dan pengakuan ini dibacakan di tengah berlangsungnya konsili. 

Pengakuan yang mengutuk mereka yang menggunakan argumen yang dipakai Arius, Nestorius etc (yaitu para bidat sebelumnya). Argumen bahwa ajaran para Bapa, keputusan Konsili-konsili ekumenis dan tradisi Gereja Katolik tidak perlu diikuti kecuali semuanya itu terbukti cocok dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Jadi menggunakan Kitab Suci sebagai kriteria tunggal sehingga yang lain [ie. Tradisi] harus dicocokkan dengan Kitab Suci, adalah posisi yang dianathema. Kebetulan (atau mungkin "bukan kebetulan") bahwa posisi tersebut adalah posisi Protestant dengan ajaran Sola Scriptura mereka. 

Apa yang bisa lebih jelas dari ini? Ini adalah iman para Bapa, inilah iman Gereja Katolik, anathema to those who believe otherwise! 

PS 
"pretext" adalah "alasan yang bukan alasan sebenarnya." Sebagai contoh, cowok yang pinjam buku ke seorang cewek dan berkata bahwa dia ingin mengkopi catatan kelas. Padahal alasan sebenarnya adalah agar nanti dia bisa ketemu si cewek saat mengembalikan catatan, dan siapa tahu si cewek mau diajak kencan. Nah, yang disebut "pretext" disini adalah alasan "ingin mengkopi catatan kelas." Itu bukan alasan sebenarnya kenapa si cowok meminjam buku (meskipun mungkin si cowok juga tidak mencatat di kelas. Namun alasan utamanya adalah ingin ketemu si cewek lagi supaya bisa diajak kencan). 

Aku akan bantu shmily dan membahas kutipan dan argumen atas St. Athanasius. 

Patut diketahui bahwa tulisan dari tiani-oc yang di post di 
forum jawaban.com tersebut adalah terjemahan dari artikel Steve Rudd yang di post di website bible.ca. Di webpage bible.ca ini silahkan lihat tabel bawah yang ada nama para Bapa Gereja (Irenaeus, Clement of Alexandria, Tertullian, Hippolytus, Cyprian, Athanasius, Hilary of Potiers, Cyril of Jerusalem, Basil, Gregory of Nyssa, Jerome John Chrysostom, Augustine, John Casian, Theodoret). Kalau di klik nama-nama mereka maka akan tampak kutipan Bapa Gereja tersebut beserta argumen Steve Rudd yang menyatakan bahwa para Bapa Gereja mengajarkan Sola Scriptura. tiani_oc menerjemahkan tiap halaman dari tabel yang bersangkutan. 

Pertama-tama kita harus tahu definisi Sola Scriptura yang di-iman-i Steve Rudd di bible.ca ini. Pemahaman ini sangat penting karena akan membantu dalam menunjukkan kontradiksi dari perkataan Steve Rudd di kedepannya. 

Berikut adalah apa arti Sola Scriptura menurut Steve Rudd (
ada di webpage ini

Sola Scriptura means: 

1. The Bible alone without creeds. (ie Apostles creed, Nicene creed.) 

2. The Bible alone without councils. (ie Ecumenical Councils.) 

3. The Bible alone without church canons. (ie Canons of Dort.) 

4. The Bible alone without statements of faith. (most churches create one.) 

5. The Bible alone without oral tradition. (unless it is found in the Bible.) 

6. The Bible alone without church tradition. (unless it is found in the Bible.) 

7. The Bible alone without a "church interpreter". (Catholic, Orthodox, Jehovah's Witnesses all say only the church can correctly interpret the Bible, not the individual.) 

8. The Bible alone without individual illumination of the Holy Spirit. (Evangelicals, Baptists, Charismatics and Calvinists believe they are personally guided by the Holy Spirit to correctly interpret the Bible.) 

9. The Bible alone without modern day prophecy and inspiration. (Pentecostal, Charismatic and most of the 19th century cults, (Mormons, Seventh-day Adventists) all claimed to have living prophets.)
 



Sola Scriptura berarti: 

1. Hanya Alkitab tanpa kredo [syahadat]. (ie Syahadat Rasuli, Syahadat Nicea.) 

2. Hanya Alkitab tanpa konsili-konsili. (ie Konsili Ekumenis.) 

3. Hanya Alkitab tanpa [hukum] kanon gereja. (ie Canons of Dort.

4. Hanya Alkitab tanpa pernyataan-pernyataan iman. (kebanyakan gereja-gereja menciptakannya.) 

5. Hanya Alkitab tanpa tradisi lisan. (kecuali ditemukan di Alkitab.) 

6. Hanya Alkitab tanpa tradisi gereja. (kecuali ditemukan di Alkitab.) 

7. Hanya Alkitab tanpa sebuah "gereja penafsir". (Katolik, Orthodoks, Saksi Yehuwa semuanya berkata bahwa hanya gereja yang dapat menafsirkan dengan benar Alkitab, bukan individu.) 

8. Hanya alkitab tanpa penerangan individu dari Roh Kudus. (Evangelikal, Baptis, dan Calvinis mempercayai bahwa mereka secara pribadi dituntun oleh Roh Kudus untuk menafsirkan Alkitab dengan benar.) 

9. Hanya Alkitab tanpa nubuat dan inspirasi modern. (Pentekosta, Karismatik dan kebanyakan kultus abad 19 (Mormon, Adventis Hari Ketujuh) semua mengklaim mempunyai nabi yang hidup


Dari bagian ini saja "iman" Steve Rudd ini sudah terlihat aneh dan cukup berbeda dengan Protestant kebanyakan. 

Hal yang paling aneh menurutku adalah point 5. Dia tidak mengakui tradisi lisan (oral tradition) kecuali kalau tradisi lisan itu ada di Alkitab. Nah, kalau suatu tradisi lisan itu ada di Alkitab bukankah ini berarti tradisi tersebut adalah tradisi tertulis dan tidak bisa dikatakan tradisi lisan? Disini terlihat kontradiksi di pemikiran si Steve Rudd ini. 

No.4 juga sangat kontradiktif. Karena toh dengan membuat daftar seperti diatas maka itu adalah pernyataan iman dari "gereja" si Steve Rudd ini. Dan juga daftar seperti itu TIDAK ADA DI ALKITAB.

Bahkan dibagian agak bawah Steve Rudd lebih lanjut memaparkan keyakinannya: 

1. We view scripture itself as our only creed and statements of faith. 

2. We use no man-made creeds, catechisms, statements of faith. 

3. Reject all councils and canons not because they contain error, but because they compete with the authority of the Bible. We reject the "apostles creed" even though we agree with it, because it is not needed, since we have the Bible itself! 

4. Accept scripture is a complete inspired revelation from God in order to determine all essential matters of faith, liturgy and worship. 

5. Strongly believe God was smart enough that He could write the Bible in such a way, so as to be understood when read. 

6. We believe that, who God created man, wrote the Bible in such a way, so that man would be able to understand the Bible unaided. It is ridiculous to for Catholic traditionalists, to write a book to prove we cannot understand the divinely authored Bible ourselves, while expecting us to understand their humanly authored book itself. 

7. We believe it is insulting to God to think that Catholic and Orthodox defenders can write a book and be understood by the common man unaided, but God cannot write the Bible and be understood unaided. 

8. We believe it is insulting to God to think that "personal illumination" defenders can write a book and be understood by the common man unaided by the Holy Spirit, but God cannot write the Bible and be understood unaided. 

9. We utterly reject the idea that only the church organization (which is nothing more than a few fallible men at the top) can understand the Bible. 

10. We utterly reject as false doctrine that the Holy Spirit directly illuminates each individual into a correct understanding of the Bible. Such a doctrine is not taught in scripture. If it were true, then why do the "Pseudo-Sola Scriptura" churches that claim such "personal illumination" differ as greatly in their doctrine, as the "Anti-Sola Scriptura" do in regards to their tradition.
 



1. Kami memandang kitab suci sendiri sebagai satu-satunya kredo/syahadat dan pernyataan iman kami. 

2. Kita tidak menggunakan syahadat-syahadat, katekismus-katekismus, pernyataan-pernyataan iman buatan manusia. 

3. Menolak semua konsili dan kanon-kanon bukan karena mereka mengandung kesalahan, tapi karena mereka bertanding [compete] dengan otoritas Alkitab. Kita menolak "syahadat rasuli" meskipun kita setuju dengannya, karena [syahadat rasuli tersebut] tidak diperlukan, karena kita memiliki Alkitab itu sendiri! 

4. Menerima kitab suci sebagai wahyu terinpirasi dan komplit dari Allah untuk menetapkan semua perkara-perkara esensial atas iman, liturgi dan penyembahan. 

5. Dengan kuat mempercayai bahwa Allah cukup pandai sehingga Dia bisa menuliskan Alkitab sedemikian rupa sehingga bisa dipahami ketika dibaca. 

6. Kami mempercayai bahwa Allah menciptakan manusia, menulis Alkitab sedemikian rupa, sehingga manusia bisa memahami kitab suci tanpa bantuan. Adalah menggelikan bagi tradisionalis Katolik, untuk menulis buku untuk membuktikan bahwa kita tidak dapat memahami Alkitab yang dikarang secara ilahi [bagi] diri kita sendiri, sementara [para Katolik tradisionalis tersebut] mengharap kita untuk memahami buku karangan manusia itu sendiri. 

7. Kami mempercayai bahwa merupakan suatu ejekan bagi Allah untuk berpikiran bahwa pembela-pembela Katolik dan Orthodox bisa menulis sebuah buku dan dimengerti oleh manusia biasa, tapi Allah tidak bisa menulis Alkitab dan dimengerti tanpa bantuan. 

8. Kami mempercayai bahwa merupakan suatu ejekan bagi Allah untuk berpikiran bahwa pembela-pembela [ajaran] "penerangan pribadi" bisa menulis sebuah buku dan dimengerti oleh orang biasa tanpa bantuan Roh Kudus, tapi Allah tidak dapat menulis Alkitab dan dimengerti tanpa dibantu. 

9. Kami benar-benar menolak gagasan bahwa hanya organisasi gereja (yang tidak lebih hanya [terdiri dari] beberapa orang yang bisa salah di atasan) bisa mengerti Alkitab. 

10. Kami benar-benar menolak sebagai suatu ajaran palsu bahwa Roh Kudus secara langsung menerangi setiap individu kepada sebuah pemahaman yang benar akan Alkitab. Ajaran semacam itu tidak diajarkan di Alkitab. Kalau itu benar, lalu kenapa gereja-gereja "Sola Scriptura bohongan" mengklaim "penerangan pribadi" seperti itu berbeda besar dalam ajaran mereka sebagaimana para "Anti Sola Scriptura" [berbeda] dalam hal tradisi mereka.


Yang cukup menyolok bagiku dan bisa membuat orang yang awam tertipu adalah no.5 sampai no.8. Di point-point tersebut Steve Rudd berargumen bahwa Allah yang menciptakan manusia pasti bisa membuat buku yang bisa dimengerti manusia tanpa dibantu. Kalau Allah tidak bisa melakukan itu, maka tentunya manusia juga tidak bisa. Dan karena itu tidak ada gunanya tulisan-tulisan buatan manusia lain tentang iman. 

Rasanya cukup meyakinkan argumen ini dan masuk akal KALAU MEMANG ALLAH BERNIAT UNTUK MEMBUAT SUATU KITAB SUCI YANG BISA LANGSUNG DIPAHAMI MANUSIA TANPA BANTUAN! 

Faktanya, Allah memang tidak pernah mendesain Kitab Suci sedemikian rupa sehingga manusia bisa langsung mengerti tanpa bantuan. Kisah tentang kasim Ethiopia yang membaca kitab Yesaya dan tidak mengerti maksud kitab itu sampai akhirnya Filipus membantunya mengerti (Kis 28:35), menunjukkan bahwa perlu pengajar untuk memahami kitab suci. Ini juga di-amin-i Ef 4:11-16 dimana Gereja perlu pengajar, pastor, penginjil etc. 


Sampai disini rasanya aku akan berhenti mengomentari sambil menunjukkan kontradiksi dan kesalahan "pernyataan iman" si Steve Rudd tersebut (sekalipun dia berkata bahwa dia tidak punya pernyataan iman, toh daftar-daftar tesebut adalah pernyataan imannya YANG TIDAK TERDAPAT DI ALKITAB). Kalau itu terus aku lakukan aku tidak bisa konsentrasi ke hal utama, yaitu menanggapi tulisan Steve Rudd bahwa Athanasius, seorang Bapa Gereja dan Uskup Aleksandria, mengimani Sola Scriptura. 



Tulisan Steve Rudd di bible.ca wrote:

1. "the sacred and inspired Scriptures are sufficient to declare the truth" (Athanasius, Against the Heathen, part 1, 1, 3) 

Steve Rudd's argument: 
Athanasius states that in defending doctrine, the scriptures are all-sufficient! In the Arian theological wars, Athanasius uses scripture not tradition as a first line of attack!
 



2. "Now one might write at great length concerning these things, if one desired to go rate details respecting them; for the impiety and perverseness of heresies will appear to be manifold and various, and the craft of the deceivers to be very terrible. But since holy Scripture is of all things most sufficient for us, therefore recommending to those who desire to know more of these matters, to read the Divine word, I now hasten to set before you that which most claims attention, and for the sake of which principally I have written these things." (Athanasius, To the Bishops of Egypt, Ch 1, 4) 

Steve Rudd's argument: 
You will see a pattern with Athanasius, in that he states scripture as being all-sufficient to teach the truth. No appeal is made to tradition. 




3. "Vainly then do they run about with the pretext that they have demanded Councils for the faith's sake; for divine Scripture is sufficient above all things; but if a Council be needed on the point, there are the proceedings of the Fathers, for the Nicene Bishops did not neglect this matter, but stated the doctrine so exactly, that persons reading their words honestly, cannot but be reminded by them of the religion towards Christ, announced in divine Scripture" (Athanasius, de Synodis, Part 1, 6) 

Steve Rudd's argument: 
Athanasius states that the scriptures are all-sufficient. He also says that the decisions of the councils were identical with divine scripture, or as Athanasius, "you can't tell one from the other". When you read the Nicene Creed, you wonder if you are reading the Bible! No extra-Biblical tradition here in the mind of Athanasius!


Seperti yang sudah aku post-kan sebelumnya, ketiga kutipan ini sudah dijawab dengan sangat baik oleh Apologist Katolik Joseph (Joe) Gallegos di artikel ini: 

St. Athanasius and Sola Scriptura 
This essay contains an apologetic against recent attempts by James White (of Alpha & Omega ministries) in transforming St. Athanasius,the great Patriarch of Alexandria, into a proponent of sola scriptura


Juga baca artikel Joe Gallegos yang lain tentang St. Athanasius dan Tradisi Suci: 

St. Athanasius and Sacred Tradition 
Some proponents of sola Scriptura equate tradition with Scripture in the faith of the early Church Fathers. This essay examines the thought of St. Athanasius on Sacred Tradition.



Nah, sekarang mengenai kutipan dan argumen yang lain. 



Tulisan Steve Rudd di bible.ca wrote:

4. "Such then, as we have above described, is the madness and daring of those men. But our faith is right, and starts from the teaching of the Apostles and tradition of the fathers, being confirmed both by the New Testament and the Old. For the Prophets say: 'Send out Thy Word and Thy Truth,' and ' Behold the Virgin shall conceive and bear a son, and they shall call His name Emmanuel, which is being interpreted God with us.' But what does that mean, if not that God has come in the Flesh? While the Apostolic tradition teaches in the words of blessed Peter... [Athanasius then quotes: 1 Peter 4:1; Titus 2:13; Heb 2:1] (Athanasius, To Adelphius, Letter 60, 6) 

Steve Rudd's argument: 
Athanasius clearly refers to the "tradition of the fathers", which he views as an oral tradition distinct from scripture. However, look at what he says about this tradition! It is confirmed by scripture. Then notice that "Apostolic tradition" is scripture itself, when he quotes Peter (1 Peter 4:1) and Paul (Titus 2:13). Notice that the expression, "words of blessed Peter" might be seen as some oral tradition, but it just the plain Good old Bible Athanasius is referring to!



Mengenai kutipan dari St. Athanasius sendiri. kalau kita lihat kutipan dari St. Athanasius sendiri, sang Uskup Aleksandria mengatakan bahwa iman yang benar itu DIMULAI dari ajaran para rasul dan tradisi para Bapa ("
our faith is right, and starts from the teaching of the Apostles and tradition of the fathers") lalu kemudian di "confirmed both by the New Testament and the Old." Apakah Sola Scriptura mempelajari iman yang benar dengan cara seperti itu? Apakah Steve Rudd mempelajari iman yang benar dengan cara seperti itu? Tidak dan tidak. Kebanyakan Protestant langsung mulai dari Kitab Suci tanpa perlu tradisi para Bapa karena hal tersebut tidak perlu. Jadi jelas bahwa st. Athanasius tidak mempraktekkan Sola Scriptura seperti yang secara ngawur diklaim Rudd. 

Mengenai argumen Steve Rudd sendiri. Rudd mengatakan bahwa tradisi tersebut di-"
confirmed by scripture." But so what? Tentu saja umat Katolik bisa meng-amin-i ini karena toh Tradisi Lisan dan Tradisi Tertulis (Kitab Suci) berasal dari sumber yang sama sehingga sering terjadi overlap (sesuatu yang ada di Tradisi Lisan dan ada juga di Tradisi Tertulis). Jadi, sekedar menunjukkan adanya tradisi yang dikonfirmasi oleh Kitab Suci tidak membuktikan klaim penganut Sola Scriptura bahwa semua tradisi harus dikonfirmasi dengan Kitab Suci. Bahkan sebaliknya St. Athanasius mengecam orang yang mengacu kepada Kitab Suci tapi menolak pendapat para kudus: 

6. For not only in outward form did those wicked men dissemble, putting on as the Lord says sheep's clothing, and appearing like unto whited sepulchres; but they took those divine words in their mouth, while they inwardly cherished evil intentions. And the first to put on this appearance was the serpent, the inventor of wickedness from the beginning--the devil,--who, in disguise, conversed with Eve, and forthwith deceived her. But after him [ie. the devil] and with him [ie. the Devil] are all inventors of unlawful heresies, who indeed refer to the Scriptures, but do not hold such opinions as the saints have handed down, and receiving them as the traditions of men, err, because they do not rightly know them nor their[13] power. Therefore Paul justly praises the Corinthians[11], because their opinions were in accordance with his traditions. And the Lord most righteously reproved the Jews, saying, 'Wherefore do ye also transgress the commandments of God on account of your traditions[14].' For they changed the commandments they received from God after their own understanding, preferring to observe the traditions of men. And about these, a little after, the blessed Paul again gave directions to the Galatians who were in danger thereof, writing to them, 'If any man preach to you aught else than that ye have received, let him be accursed[15].' (Festal Letter II, 6)


St. Athanasius menyebut orang yang me-"
refer to scripture" tapi tidak memegang "opinions as the saints have handed down" dan menganggap "opinions" tersebut adalah sekedar "tradition of men" adalah orang yang "do not rightly know them nor their power" ("them" dan "their" yang dimaksud adalah "opinions as the saints have handed down"). Dan "opinions" itu bukanlah sembarang "opinions" tapi "opinions" yang menurut St. Athanasius adalah tradisi yang dibawa St Paulus kepada umat Korintus. 

Mengenai argumen Steve Rudd bahwa "
Apostolic tradition" adalah "scripture itself." Disini Rudd mencoba peng-identik-an "apostolic tradition = scripture" dengan mengacu kepada kutipan Athanasius yang menyebut Surat Petrus sebagai "apostolic tradition". 

Padahal, memang Kitab Suci itu adalah "Apostolic Tradition" tapi TIDAK SEMUA "apostolic tradition" adalah Kitab Suci. Jadi, hanya karena Athanasius kebetulan mengatakan bahwa Surat Petrus merupakan "
apostolic tradition" (yang bisa di-amin-i juga oleh semua umat Katolik) tidak bisa langsung disimpulkan bahwa Athanasius berpendapat kalau "apostolic Tradition = Scripture." 

Sebagai bukti, berikut adalah tulisan dari St. Athanasius yang menunjukkan bahwa formula yang ditulis para Bapa Konsili Nicea I adalah formula yang "
apostolical" dan sama dengan yang diajarkan oleh para rasul. Ini berarti bahwa yang apostolik bagi St. Athanasius itu tidak hanya Kitab Suci [seperti yang dikatakan Steve Rudd]: 

the Fathers [of the Nicene Council] pronounced the Arian heresy to be the forerunner of Antichrist(10), and drew up a suitable formula against it. And yet in this, many as they are, they ventured on nothing like the proceedings(11) of these three or four men(12). Without pre-fixing Consulate, month, and day, they wrote concerning Easter, 'It seemed good as follows,' for it did then seem good that there should be a general compliance; but about the faith they wrote not, 'It seemed good,' but, 'Thus believes the Catholic Church;' and thereupon they confessed how they believed, in order to shew that their own sentiments were not novel, but Apostolical; and what they wrote down was no discovery of theirs, but is the same as was taught by the Apostles. (Athanasius, De Synodis 5 [A.D. 362], in NPNF2, IV:453)






Tulisan Steve Rudd di bible.ca wrote:

5. "This is no Ecclesiastical Canon; nor have we had transmitted to us any such tradition from the Fathers, who in their turn received from the great and blessed Apostle Peter... but where only the fear of God and the Apostolical rule shall prevail; that so in the first place, the faith of the Church may be secure, as the Fathers defined it in the Council of Nicaea (Athanasius, History of the Arians, Part 5, 36) 

Steve Rudd's argument: 
Athanasius has already stated that "Ecclesiastical Canons" "tradition from the Fathers" "Apostolical rule" were based directly upon scripture. We do not question that Athanasius took the view that there was a tradition based upon succession of bishops in all the hundreds of churches. We simply point out that until the Roman Catholic and Orthodox churches can point out a single place where Athanasius or any early writer tells us: "This is a doctrine not found in scripture, because the Bible is not all-sufficient... this doctrine came directly from the extra-biblical oral tradition of the apostles." Until that time, we see Athanasius doing exactly what all churches today should do: Base their "church traditions" directly on scripture. We think Athanasius is a good example in this regard! Athanasius doesn't help the Roman Catholic and Orthodox apologists prove their point! Now remember, it is futile for the Catholic and Orthodox apologists to point out the fact that Athanasius believed a lot of doctrines in 325 AD that are not found in the Bible. (We would ask them for a list of such doctrines.) The point is that Athanasius never pointed to any of these doctrines and said, "This didn't come from scripture, but oral tradition of the apostles. Indeed, because Athanasius believed ALL HIS DOCTRINE, even the one's he was wrong about, came directly from scripture!



Pertama-tama, mengenai kutipan dari St. Athanasius yang dibahas Steve Rudd diatas. Latar belakangnya adalah sebagai berikut. Pihak Arian mendapat bantuan dari Kaisar Constantius untuk membujuk Uskup Roma, Paus Liberius, agar menghukum St. Athanasius. Sang Kaisar kemudian mengirimkan seorang kasim bernama Eusebius untuk membujuk Liberius sambil membawa hadiah kalau Liberius menghukum St. Athanasius. Liberius kemudian berusaha memberi pengertian kepada si kasim bahwa tidak bisa St. Athanasius dihukum karena dua konsili sudah membebaskan dia dari segala dakwaan. Lebih lanjut Liberius beralasan bahwa Gereja Roma sendiri (tempat Liberius) sudah menggugurkan tuduhan terhadap St. Athanasius. Lalu kemudian Liberius berkata seperti yang dikutip Rudd diatas. 

Jadi yang dikutip oleh St. Athanasius itu adalah ucapan Paus Liberius, bukan ucapannya sendiri. Lalu bagaimana mungkin Rudd bisa berargumen bahwa "
Athanasius has already stated that 'Ecclesiastical Canons' 'tradition from the Fathers' 'Apostolical rule' were based directly upon scripture."??? Yang ngomong itu sang Uskup Roma, Paus Liberius! 

Lalu.... 

Steve Rudd disini mencoba taktik pengaburan. Keberatan atas doktrin Sola Scriptura BUKANLAH karena Sola Scriptura sekedar mengajarkan bahwa semua ajaran harus didasarkan kepada kitab suci. Karena toh Gereja Katolik sekalipun selalu punya dasar Kitab Suci atas doktrin-doktrinnya yang dianggap Protestant seperti Steve Rudd sebagai ajaran yang diluar Kitab Suci dan berasal dari tradisi manusia (ex. infallibilitas Paus, dogma-dogma Maria dll) 

Masalahnya adalah, doktrin Sola Scriptura mengajarkan lebih dari itu. Seperti yang terlihat di daftar buatan Steve Rudd sendiri, ajaran Sola Scriptura menganggap tradisi lisan atau tradisi Gereja (kecuali ditemukan di Alkitab) sama sekali tidak perlu untuk memahami Kitab Suci. Nah, bagian inilah yang tidak akan pernah diimani St. Athanasius sendiri yang mengatakan (diambil dari 
website Joe Gallegos): 

"But beyond these [Scriptural] sayings, let us look at the very tradition, teaching and faith of the Catholic Church from the beginning, which the Lord gave, the Apostles preached, and the Fathers kept." 
Athanasius, Four Letters to Serapion of Thmuis, 1:28(A.D. 360), in SHAP, 133-134


Ini ditambah dua kutipan yang aku sediakan diatas. Semuanya menunjukkan akan perlunya Tradisi.

Jadi, sekalipun St. Athanasius punya dasar Alkitabiah atas doktrin-doktrin yang dia ajarkan, tidak berarti bahwa dia mengimani Sola Scriptura. Karena selain punya dasar Alkitabiah, St. Athanasius juga memakai Tradisi dalam memahami Kitab Suci. Dan ini bukan sikap seorang penganut Sola Scriptura karena bagi Sola Scriptura Tradisi tidak perlu untuk mengerti Kitab Suci. 

Lalu si Steve Rudd menantang umat Katolik dan Orthodox untuk menemukan di tulisan St. Athanasius [atau Bapa Gereja lain] yang menyebutkan suatu Tradisi Lisan yang sama sekali tidak ada di Alkitab. Well, tanpa menge-check tulisan para Bapa Gereja aku akan langsung sebutkan satu Tradisi Lisan yang benar-benar tidak ada di Kitab Suci tapi diimani semua umat Kristen termasuk Steve Rudd sendiri. 
Tradisi Lisan itu adalah kanon Kitab Suci! 

Faktanya, kita tidak menemukan dimanapun di Kitab Suci sendiri daftar buku apa saja yang termasuk kanon Kitab Suci. Jadi daftar itu adanya DILUAR Kitab Suci, terkandung dalam Tradisi Lisan para Bapa yang diterima dari para rasul. 


Tulisan Steve Rudd di bible.ca wrote:

6. "For where is there a Canon that a Bishop should be appointed from Court? Where is there a Canon that permits soldiers to invade Churches? What tradition is there allowing counts and ignorant eunuchs to exercise authority in Ecclesiastical matters, and to make known by their edicts the decisions of those who bear the name of Bishops? He is guilty of all manner of falsehood for the sake of this unholy heresy" (Athanasius, History of the Arians, Part 7, 51). 

Steve Rudd's argument: 
We do not deny that Athanasius appeals to Canons and tradition as a source of divine authority. But this is post Nicene Creed and the "rule of faith" made popular by Irenaeus and Tertullian 125 years earlier, has now flowered into a written document that is seen to have the same authority of scripture. We also agree that there were many canons that legislated many organizational and liturgical matters that were not found in scripture. But none of the represent a "distinct doctrine" as much as they represent detailed rules to govern existing doctrines. If the Roman Catholic and Orthodox churches point to these Canons and tradition as a source of divine extra-biblical authority, we would ask, why is Nicea the first time we hear about them? If these Canons and tradition are "divine rules practiced by the apostles" then why did later councils and creeds modify and reverse decisions of earlier councils and canons? Our whole point is that creed making, is the source of religious division, not the solution. Rather than getting progressively more complex with time, why not just stick with what the Bible says. It is quite certain that the Arians would have been exposed as false teachers had the Nicene or any creed not been written! Creed making seems to solve one problem but in fact creates a whole series of new ones!


Mengenai kutipan dari St. Athanasius yang diambil Steve Rudd. Kutipan itu merupakan satu bukti bagaimana Tradisi dijadikan otoritas dalam menentukan praktek kegerejaan. Praktek yang bukan sekedar disiplin tapi imani. Yaitu bahwa mereka yang bukan hierarkhi Gereja tidak mempunyai otoritas dalam perkara kegerejaan. Memang pada kenyataannya banyak penguasa (raja, militer etc) yang memaksakan kehendaknya dan mencampuri urusan kegerejaan. Tapi hal tersebut adalah pelanggaran dari ketentuan ilahi (bdk. Luk 20:25). 

Lalau mengenai argumen Steve Rudd. Well seluruh argumen tersebut tidak lebih dari sekedar silat lidah Rudd. 

Rudd mengakui bahwa St. Athanasius memang menggunakan kanon-kanon dan tradisi untuk banding (appeal) karena kanon-kanon dan tradisi tersebut adalah sumber otoritas ilahi. Kalau Rudd sudah mengakui demikian bukankah ini menunjukkan bahwa tidak mungkin St. Athanasius mengajarkan Sola Scriptura? Kalau ada suatu otoritas lain selain Kitab Suci dan otoritas itu bersifat ilahi (sama seperti otoritas Kitab Suci yang juga ilahi) bukankah itu berarti otoritas diluar Alkitab itu "
compete with the authority of the Bible" seperti ditulis di daftar Rudd? 

Lebih lanjut Rudd juga mengakui di paragraph diatas bahwa ada suatu dokumen tertulis yang, "
seen to have the same authority of scripture." Nah, bukankah pengakuan akan adanya otoritas yang sama dengan Kitab Suci merupakan pengkhianatan terhadap Sola Scriptura? Jadi bagaimana bisa disimpulkan bahwa St. Athanasius, sang Bapa Gereja, mengajarkan Sola Scriptura sejati versi Rudd? 

Rudd kemudian mengajukan dua pertanyaan bersambung, "
If the Roman Catholic and Orthodox churches point to these Canons and tradition as a source of divine extra-biblical authority, we would ask, why is Nicea the first time we hear about them? If these Canons and tradition are 'divine rules practiced by the apostles' then why did later councils and creeds modify and reverse decisions of earlier councils and canons?" Untuk menjawab yang pertama kita bisa katakan, "siapa bilang bahwa otoritas extra-biblical yang ilahi tersebut pertama kalinya muncul mulai setelah Konsili Nicea I?" Bagaimana si Rudd bisa mengasumsikan bahwa Gereja Katolik dan Gereja Orthodoks hanya mampu menunjuk ke Nicea untuk suatu otoritas extra-biblical yang ilahi? Faktanya baik Gereja Katolik dan Orthodox bisa menunjukkan adanya otoritas extra-biblical ilahi sebelum Nicea I. Berikut adalah sedikit kutipan: 

CHAP. II.--THE HERETICS FOLLOW NEITHER SCRIPTURE NOR TRADITION. 

1. When, however, they are confuted from the Scriptures, they turn round and accuse these same Scriptures, as if they were not correct, nor of authority, and [assert] that they are ambiguous, and that the truth cannot be extracted from them by those who are ignorant of tradition. For [they allege] that the truth was not delivered by means of written documents, but viva voce: wherefore also Paul declared, "But we speak wisdom among those that are perfect, but not the wisdom of this world."(1) And this wisdom each one of them alleges to be the fiction of his own inventing, forsooth; so that, according to their idea, the truth properly resides at one time in Valentinus, at another in Marcion, at another in Cerinthus, then afterwards in Basilides, or has even been indifferently in any other opponent,(2) who could speak nothing pertaining to salvation. For every one of these men, being altogether of a perverse disposition, depraving the system of truth, is not ashamed to preach himself. 

2. But, again, when we refer them to that tradition which originates from the apostles, [and] which is preserved by means of the succession of presbyters in the Churches, they object to tradition, saying that they themselves are wiser not merely than the presbyters, but even than the apostles, because they have discovered the unadulterated truth. For [they maintain] that the apostles intermingled the things of the law with the words of the Saviour; and that not the apostles alone, but even the Lord Himself, spoke as at one time from the Demiurge, at another from the intermediate place, and yet again from the Pleroma, but that they themselves, indubitably, unsulliedly, and purely, have knowledge of the hidden mystery: this is, indeed, to blaspheme their Creator after a most impudent manner! It comes to this, therefore, that these men do now consent neither to Scripture nor to tradition. (Irenaeus, Against Heresies, book III, Ch 2, 1-2)


Ini kutipan dari St. Irenaeus yang jelas-jelas ditulis pada jaman sebelum Nicea I. Dari judul babnya sendiri jelas sekali bahwa bagi St. Irenaeus para bidat adalah orang yang tidak mengikuti Kitab Suci DAN Tradisi. Jadi ada dua otoritas untuk menentukan bidat dengan bidaahnya. Di no.1 kita lihat bagaimana St. Irenaeus mengisahkan kalau para bidat menyangkal otoritas Kitab Suci. Nah, di no.2 kita lihat bahwa "
tradition which originates from the apostles" kemudian diajukan utuk mempertanyakan para bidat tersebut. Tapi lagi-lagi para bidat menolak tradisi karena menurut bidat-bidat tersebut para rasul telah keliru dan mereka [ie. para bidat] lebih bijaksana dari para rasul. St. Irenaeus kemudian menyimpulkan bahwa "these men do now consent neither to Scripture nor to tradition.

Hal yang sama juga di-amin-i St. Hyppolitus dari Roma (diambil 
dari scripturecatholic.com): 

'It is not by drawing on the Holy Scriptures nor by guarding the tradition of some holy person that the heretics have formulated these doctrines.' Hippolytus of Rome, Refutation of All Heresies 1, Preface (c. A.D. 230).


Sekali lagi otoritas tradisi disejajarkan dengan otoritas Kitab Suci dalam menilai bidaah para bidat. 

Lalu mengenai pertanyaan sambungan kedua dari Steve Rudd, yaitu mengapa konsili selanjutnya "
reverse (membalik)" atau "modified" keputusan konsili sebelumnya? Well, Gereja Katolik mengajarkan bahwa ada tradisi yang bersifat disipliner dan bisa berubah ada tradisi yang bersifat dogmatik. Yang pertama bisa berubah (ex. baju imam, tanggal hari raya etc) sementara yang kedua tidak (ex. kanon konsili ekumenis yang berkenaan dengan iman dan moral). Jadi sepanjang yang dimaksud Rudd adalah masalah disipliner maka pem-balik-an (ie. reversal) atas keputusan itu sah-sah saja karena toh masalah disiplin tidak dogmatis. Tapi kalau yang dimaksud Rudd adalah tradisi yang dogmatis, silahkan Rudd menunjukkan mana yang dibalik. Gereja tidak pernah membalik keputusannya yang definitif mengenai iman dan moral. Mengenai modifikasi, hal ini sah-sah saja baik bagi masalah displin atau dogmatis. Modifikasi boleh dilakukan untuk memperjelas asalkan tidak membalik atau berlawanan dengan keputusan sebelumnya (ex. Syhadat Nicea dimodifikasi dengan ditambahi klausa mengenai Roh Kudus dari Konsili Constantinople [381 AD]. Syahadat Nicea-Constantinople kemudian diimani para Bapa Gereja). 

Terakhir, Rudd mengatakan bahwa kalau saja dulu umat Kristen memakai Alkitab saja tanpa mengadakan Konsili Nicea I, maka "
quite certain" bahwa Arians akan tertunjukkan sebagai pengajar palsu. Well, terlepas dari kenyataan bahwa "quite certain" itu adalah sekedar pendapat pribadi Rudd yang bias, faktanya para Bapa Gereja dahulu, yang kata Rudd adalah penganut Sola Scriptura, berkumpul dalam satu konsili untuk menangani masalah Arianisme. Kalau Kitab Suci saja cukup kenapa mereka (yang menurut Rudd mempraktekkan Sola Scriptura) berkonsili? Kalau mereka berkonsili maka itu hanya membuktikan bahwa para Bapa Gereja bukan penganut Sola Scriptura dan merasa bahwa Kitab Suci saja tidak cukup untuk menumpas Arianisme. 


Tulisan Steve Rudd di bible.ca wrote:

7. "6. For not only in outward form did those wicked men dissemble, putting on as the Lord says sheep's clothing, and appearing like unto whited sepulchres; but they took those divine words in their mouth, while they inwardly cherished evil intentions. And the first to put on this appearance was the serpent, the inventor of wickedness from the beginning-the devil,-who, in disguise, conversed with Eve, and forthwith deceived her. But after him and with him are all inventors of unlawful heresies, who indeed refer to the Scriptures, but do not hold such opinions as the saints have handed down, and receiving them as the traditions of men, err, because they do not rightly know them nor their power. Therefore Paul justly praises the Corinthians [1 Cor 11:2] , because their opinions were in accordance with his traditions. And the Lord most righteously reproved the Jews, saying, `Wherefore do ye also transgress the commandments of God on account of your traditions.' For they changed the commandments they received from God after their own understanding, preferring to observe the traditions of men. And about these, a little after, the blessed Paul again gave directions to the Galatians who were in danger thereof, writing to them, `If any man preach to you aught else than that ye have received, let him be accursed." ... "7. Again we write, again keeping to the apostolic traditions, we remind each other when we come together for prayer; and keeping the feast in common, with one mouth we truly give thanks to the Lord" ... "8. We begin the fast of forty days on the 13th of the month Phamenoth (Mar. 9). After we have given ourselves to fasting in continued succession, let us begin the holy Paschal week on the 18th of the month Pharmuthi (April 13). Then resting on the 23rd of the same month Pharmuthi (April 18), and keeping the feast afterwards on the first of the week, on the 24th (April 19), let us add to these the seven weeks of the great Pentecost" (Athanasius, Festal Letters, Easter, Letter 2. For 330, 6,7,8) 

Steve Rudd's argument: 
Athanasius is engaged in the "Easter wars". All this talk about "apostolic traditions" by Athanasius shows us that he really thought his tradition was the true and 1st century tradition. Yet the Latin/western church and the Greek/eastern churches were divided then and the Roman Catholic and Orthodox churches were dare divided even today over which Easter Liturgy is really the true "apostolic tradition". Easter is not taught in scripture and none of the apostolic fathers knew anything about it! As we have seen, the early church celebrated the resurrection of Christ every week on the day he rose: Sunday. We actually appreciate Paul's statement in 1 Cor 11:2, where he praises the Corinthians for "holding firmly to the traditions, just as I delivered them to you." Paul was inspired, no church leader today is inspired. I would make sure that I listened and imitated everything Paul said just like the Corinthians did! What is amazing about this passage by Athanasius, is that it is basically his "sales pitch" for the people to do Easter HIS WAY, and not the way other churches were doing it. Obviously appealing to current tradition doesn't work! The solution to the Easter wars, was to abolish easter altogether, since it wasn't important enough for any of the apostles to mention it in scripture!


Mengenai kutipan dari St. Athanasius yang diajukan Rudd diatas. Kutipan tersebut adalah versi panjang dari kutipan yang aku kutip dan aku bahas diatas. Dan sudah aku tunjukan bagaimana kutipan tersebut malahan menyanggah Sola Scriptura. 

Selanjutnya mengenai argument Rudd. Pertama, tidak semua tradisi yang berasal dari rasul ("
apostolic tradition" atau "tradisi rasuli") adalah masalah dogmatis yang tidak bisa diubah. Beberapa tradisi rasuli tersebut bersifat disipliner, jadi bisa diubah. Tradisi yang bersifat disipliner ini ada juga di Perjanjian Baru, contohnya adalah mengenai kerudung bagi wanita. Di 1Kor 11:5 dikatakan bahwa wanita yang berdoa dengan kepalanya tidak berkerudung maka dia tidak menghormati kepalanya [ie. maksudnya suaminya]. Sekarang kita bisa tanya ke Steve Rudd, apakah dia juga menyuruh para wanita agar setiap mereka berdoa, mereka memakai kerudung? 

Kedua, Rudd tidak bisa menyimpulkan bahwa St. Athanasius mengabaikan tradisi karena dia memakai tradisinya sendiri dalam penentuan perayaan Paskah dan bukan tradisi Gereja-Gereja. Ini karena tradisi kapan perayaan Paskah pada jaman tersebut ada dua, dan dua-duanya diakui bersumber dari para rasul sendiri. Pertama adalah penetapan kapan jatuhnya Hari Paskah dengan cara penghitungan seperti yang dilakukan umat Gereja Katolik dan kebanyakan Protestant saat ini. Kedua adalah cara penghitungan seperti yang dilakukan oleh St. Athanasius yang sekarang dipakai oleh sebagain besar umat Gereja Orthodox. Cara pertama berasal dari otoritas St. Petrus dan St. Paulus. Sedangkan cara kedua berasal dari otoritas St. Yohanes penginjil. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa St. Athanasius memakai tradisinya sendiri dan mengabaikan tradisi apostolik. Justru penetapan Paskah oleh St. Athanasius tersebut berdasarkan suatu tradisi apostolik, yaitu tradisinya St. Yohanes penginjil. Nah, apakah adanya dua macam tradisi apostolik yang berbeda ini berarti bahwa antar tradisi apostolik saling kontradiktif dan bisa diubah-ubah? Tentu tidak. Karena masalah perayaan Paskah adalah tradisi yang bersifat disipliner dan tidak esensial dalam iman dan moral Kristen. 

Ketiga, Rudd menganjurkan agar Paskah tidak perlu dirayakan saja karena tidak ada di Kitab Suci [karena para rasul merasa tidak perlu untuk dituliskan di Kitab Suci] dan para Bapa Gereja sendiri tidak tahu kapan Paskah. Well, pada faktanya para Bapa Gereja tahu kapan merayakan paskah berdasarkan apa yang dipraktekkan para rasul. St. Irenenaeus sendiri mengatakan bahwa St. Polycarp merayakan paskah menurut tradisi dari St. Yohanes sang rasul dan penginjil (lihat 
CE: Easter Controversy, FIRST PHASE). Jadi adalah tradisi rasuli untuk merayakan Paskah. Para rasul dan para Bapa Gereja merayakannya. Kenapa kita tidak boleh merayakannya? 

Lagipula, bila memang benar bahwa para rasul dan Bapa Gereja mengimani Sola Scriptura seperti versi Rudd [dimana menurut versi ini Paskah tidak perlu], lalu kenapa mereka merayakan Paskah sampai-sampai timbul kontroversi besar yang sempat mengakibatkan skisma dan ekskomunikasi (baca di entry 
CE: Easter Controversy tersebut)? Jawabannya adalah, para rasul dan Bapa Gereja sebenarnya TIDAK mengimani Sola Scriptura versi Rudd! 


Tulisan Steve Rudd di bible.ca wrote:

8. "Let this, then, Christ-loving man, be our offering to you, just for a rudimentary sketch and outline, in a short compass, of the faith of Christ and of His Divine appearing to usward. But you, taking occasion by this, if you light upon the text of the Scriptures, by genuinely applying your mind to them, will learn from them more completely and clearly the exact detail of what we have said. For they were spoken and written by God, through men who spoke of God. But we impart of what we have learned from inspired teachers who have been conversant with them, who have also become martyrs for the deity of Christ, to your zeal for learning, in turn. (Athanasius, On the Incarnation of the Word, 56) 

Steve Rudd's argument: 
Whereas the Roman Catholic and Orthodox churches teach that only the church can correctly interpret the Bible, Athanasius really believed that scripture was understandable by the common man by simply reading it (Eph 3:3-5)! Notice it is addressed to the "Christ-loving man", to all! This kind of statement from Athanasius, should be troubling for Catholics and Orthodox alike, since, he is the a church leader who is not supposed to ask us to use our own powers of interpretation to know truth, he is supposed to interpret it for us and just tell us his opinions!



Mengenai kutipan dari St. Athanasius diatas. Lagi-lagi ini adalah kutipan yang menunjukkan bahwa St. Athanasius tidak mempraktekkan Sola Scriptura. Sebelumnya St. Athanasius memberikan penjelasan tentang inkarnasi. St. Athanasius menjelaskan bahwa penjelasannya tersebut dipelajari dari "
inspired teachers who have been conversant with them." "Them" disini mengacu kepada "men who spoke of God" yaitu para penulis Kitab Suci. Jadi ini adalah penjelasan yang BUKAN berasal dari Kitab Suci. Lalu kemudian St. Athanasius melanjutkan bahwa kalau pembaca suratnya tersebut meng-cross check apa yang dikatakannya dengan Kitab Suci, maka para pembaca akan mempelajari dengan lebih lengkap dan detail penjelasan St. Athanasius. 

Terlihat disini bahwa titik awal penjelasan St. Athanasius bukanlah Kitab Suci. Tapi adalah suatu penjelasan yang dia pelajari dari "
inspired teachers." Baru kemudian penjelasan ini bisa di check secara detail di Kitab Suci. Ini persis dengan tata cara yang dituliskan di Kis 17:11, dimana setelah Paul dan Silas menjelaskan para Yahudi di Berea mengenai firman, baru kemudian para Yahudi Berea tersebut menyelidiki Kitab Suci untuk mencocokkan. Apakah penganut Sola Scriptura versi Rudd memulai dari tradisi para "inspired teachers" baru kemudian mengecheck ke Kitab Suci? 

Lagipula, pola "tradisi lalu Kitab Suci" tersebut tidaklah baku. Kadang polanya adalah "Kitab Suci lalu tradisi." Maksudnya disini untuk mengerti apa yang dibaca di Kitab Suci perlu bantuan tradisi dari para pengajar. Kitab Suci sendiri berkesaksian atas pola kedua ini. Di Kis 8:26-39 terlihat bahwa kasim dari Ethiopia sedang membaca Kitab Suci tapi dia tidak mengerti. Baru setelah Filipus menjelaskannya sang kasim mengerti apa yang tertulis di Kitab Suci tersebut. Di bagian lain Kitab Suci juga ditunjukkan perlunya pengajar, penginjil, pastor [ie. gembala] dll untuk membangun Tubuh Kristus. 

Sekarang mengenai argument Steve Rudd. Rudd mengklaim bahwa Athanasius mengajarkan bahwa Kitab Suci bisa dipahami oleh orang biasa hanya dengan membacanya. Well ini tidak bisa disimpulkan dari kutipan tersebut apalagi mengingat di awal-awal St. Athanasius menjelaskan dahulu mengenai inkarnasi baru kemudian menyuruh pembaca untuk meng-cross check dengan Kitab Suci. Terlebih, berikut adalah kutipan dari St. Athanasius sendiri yang menyanggah klaim Steve Rudd tersebut: 

" Now what has been briefly said above may suffice to show their misunderstanding of the passages they then alleged; and that of what they now allege from the Gospels they certainly give an unsound interpretation, we may easily see, if we now consider the scope of that faith which we Christians hold, and using it as a rule, apply ourselves, as the Apostle teaches, to the reading of inspired Scripture. For Christ's enemies, being ignorant of this scope, have wandered from the way of truth, and have stumbled Romans 9:32 on a stone of stumbling, thinking otherwise than they should think." (St. Athanasius against the Arians [Apologia Contra Arianos], Discourse 3, Chapter 26, 28)


Kali ini St. Athanasius menunjukkan kesalahahan para Arian dalam memahami injil-injil. Bagaimana para Arian memberikan "
unsound interpretation" atas injil-injil tersebut. Lalu kalau cara par Arian membaca Kitab Suci menghasilkan penafsiran yang tidak benar lalu bagaimana caranya? St. Athanasius lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam membaca kita suci, pertama-tama kita harus mempertimbangkan cakupan dari iman yang dipegang umat Kristen dan menggunakannya sebagai aturan bagi kita. Cara seperti inilah yang diajarkan para rasul dalam membaca Kitab Suci

Jadi kalau kita membuka Kitab suci dan membacanya tanpa tahu cakupan dari iman Kristen sebagaimana diajarkan oleh "
inspired teachers" dan menggunakannya sebagai aturan, maka kita akan tersesat ke penafsiran yang keliru seperti para Arians. 

Terakhir mengenai Ef 3:3-5 yang dijadikan
dasar oleh Rudd bahwa kita semua bisa menafsirkan Kitab Suci dengan benar. Well, apa yang aku tulis sebelumnya cukup menunjukkan bahwa hal tersebut tidak pernah diimani St. Athanasius apalagi diajarkan Kitab Suci (terlebih mengingat tulisan Paulus satu bab sesudahnya di Ef 4:11-16 yang malahan menunjukkan perlunya pengajar, penginjil, pastor [ie. gembala] dan bagaimana mereka ini adalah pemberian dari Kristus yang naik ke surga. Lagipula, kalau meneliti Ef 3:3-5 kita lihat bahwa, seperti St. Athanasius, St Paulus memulai dari "pengertian"-nya dulu baru kemudian dia menganjurkan agar orang yang menerima "pengertian" darinya tersebut untuk meng-cross check dengan Kitab Suci (Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus [Ef 3:4]).

CATATAN DV atas RUDD

Setelah mengerjakan apologi khusus untuk St. Athanasius ini aku merasa bahwa tulisan Steve Rudd selevel dengan tulisan Loraine Boetner (berarti masih diatas Jack Chick, Hislop etc). 

Argumen-argumen dia
jauh dari maksud dan konteks tulisan Bapa Gereja dan bahkan mengkontradiksi keyakinan Rudd sendiri (ex. Rudd mengakui St. Athanasius memandang adanya otoritas ilahi selain Kitab suci, dan ini tidak sesuai dengan Sola Scriptura versi Rudd sendiri, tapi Rudd tetap bersikeras bahwa St. Athanasius mengajarkan Sola Scriptura). Hal ini tidak berlaku bagi kutipan St. Athanasius saja, tapi juga kutipan yang lain. 

Si tiani_oc tampaknya tidak sadar ini dan merasa hanya dengan mengutip tulisan Rudd yang banyak dan kelihatan meyakinkan maka dia bisa menyanggah keyakinan Katolik bahwa Bapa Gereja tidak pernah mengimani Sola Scriptura. tiani_oc tampaknya tidak meneliti secara seksama argumen-argumen Rudd sendiri yang penuh kekeliruan dan kontradiksi. 

Pada akhirnya terlihatlah kebenaran sejati bahwa para Bapa Gereja tidak pernah mengajarkan Sola Scriptura dan bahwa ajaran Sola Scriptura sendiri tidak sesuai dengan Kitab Suci.

Tambahan DV :

But just a few things. 


1. Ketika Bapa Gereja menyanjung Kitab Suci dan menggunakannya sebagai rule of faith itu tentu saja posisi yang sangat Katolik. Gereja Katolik menakui Kitab Suci DAN Tradisi [lisan] Suci sebagai rule of faith. Sehingga tidaklah cukup bagi apologist Protestant untuk sekedar menghadirkan kutipan Bapa Gereja yang menunjukkan apresiasi Bapa Gereja terhadap Kitab Suci untuk membuktikan bahwa Bapa Gereja mengimani Sola Scriptura. Apologist Protestant JUGA HARUS menunjukkan bahwa para Bapa Gereja menolak Tradisi [lisan] Suci sebagai rule of faith. Dan hal itu tidak akan pernah dapat dilakukan karena... lihat no. 2. 


2. Para Bapa Gereja menjunjung tinggi Tradisi [lisan] Suci dan otoritas Gereja sebagai rule of faithdan patokan ajaran yang Katolik dan apostolik. Berbagai kutipan di 
catholic.comwebsite Joe Gallegos dan scripturecatholic.com menunjukkan ini. 


3. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah apa yang dimaksud Bapa Gereja dengan "Kitab Suci." Di abad-abad awal jaman patristik (jaman Patristik berkisar dari abad kedua sampai abad ketujuh [ini pendapat paling populer]) kanonisasi belum dilakukan Gereja. Konsili lokal Roma pada 382 AD pertama kali mengkanonisasi Kitab Suci (lalu pada 397 AD di Chartage, Africa). Pasca konsili-konsili tersebut pun masih ada beberapa Bapa yang punya kanon berbeda karena berbagai alasan. 
Di daftar yang dikompilasi Dave Armstrong dari berbagai pengarang Protestant ini menunjukkan bahwa para Bapa punya kanon Perjanjian Baru yang berbeda satu sama lain. Ini belum lagi mengenai Perjanjian Lama. Para Bapa Gereja jelas-jelas menggunakan Deuterokanonika dan menganggapnya sebagai Kitab Suci

Nah, apakah Protestant mau mengakui bahwa Kitab Suci yang digunakan para Bpa Gereja untuk "mempraktekkan Sola Scriptura" adalah buku-buku seperti Shepard of Hermas (Apokripha), Epistle of Barnabas (Apokripha), Didache (Apokripha), Kebijaksanaan Solomo (Deuterokanonika), Sirakh (Deuterokanonika), Barukh (Deuterokanonika), Tambahan pada Kitab Daniel (Deuterokanonika), Makabe (Deuterokanonika) dll? 


4. Katakanlah kita setuju bahwa Bapa Gereja memang menggunakan Sola Scriptura namun faktanya Bapa Gereja juga mengakui artikel-artikel iman Katolik yang disangkal Protestant seperti: kehadiran nyata Yesus dalam ekaristi, primasi Paus Roma, efek regeneratif baptisan, sakramen-sakramen, doa kepada para kudus dan lain-lain. Ini berarti bahwa para Bapa Gereja, yang katanya menganut Sola Scriptura, merasa bahwa artikel-artikel iman Katolik tersebut memang ada di Kitab Suci. Nah, apakah Protestant sekarang mau menerima artikel-artikel iman tersebut?

John 5:39-40 
39 You search the scriptures, because you think that in them you have eternal life; and it is they that bear witness to me; 40 yet you refuse to come to me that you may have life. 

Luke 24:27 
25 And he said to them, "O foolish men, and slow of heart to believe all that the prophets have spoken! 26 Was it not necessary that the Christ should suffer these things and enter into his glory?" 27 And beginning with Moses and all the prophets, he interpreted to them in all the scripturesthe things concerning himself. 

Acts of the Apostles 8:26-35 
26 But an angel of the Lord said to Philip, "Rise and go toward the south to the road that goes down from Jerusalem to Gaza." This is a desert road. 27 And he rose and went. And behold, an Ethiopian, a eunuch, a minister of the Candace, queen of the Ethiopians, in charge of all her treasure, had come to Jerusalem to worship 28 and was returning; seated in his chariot, he was reading the prophet Isaiah. 29 And the Spirit said to Philip, "Go up and join this chariot." 30 So Philip ran to him, and heard him reading Isaiah the prophet, and asked, "Do you understand what you are reading?" 31 And he said, "How can I, unless some one guides me?" And he invited Philip to come up and sit with him. 32 Now the passage of the scripture which he was reading was this: "As a sheep led to the slaughter or a lamb before its shearer is dumb, so he opens not his mouth. 33 In his humiliation justice was denied him. Who can describe his generation? For his life is taken up from the earth." 34 And the eunuch said to Philip, "About whom, pray, does the prophet say this, about himself or about some one else?" 35 Then Philip opened his mouth, and beginning with this scripture he told him the good news of Jesus.


Jadi... ada beberapa orang yang gagal ber-Sola Scriptura seperti yang dicatat Alkitab. 

Yang pertama adalah para Yahudi. Mereka ini baca-baca Perjanjian Lama tapi tetap tidak mengerti bahwa PL justru berkesaksian atas Yesus. 

Yang kedua adalah para murid Yesus yang hidup dan diajar oleh Yesus sendiri. Nyatanya mereka tidak mengerti-mengerti petunjuk Kitab Suci bahwa Mesiah harus menderita untuk mencapai kemuliaan (ex. Hos 6:1-2; Yes 53:12 etc). Yesus, setelah bangkit, malahan terpaksa menafsirkan Kitab Suci kepada mereka. Karena tampaknya, kalau tidak ditafsirkan, para rasul ini tidak akan mengerti. 

Yang ketiga sangat gamblang. Si kasim dari Etiopia baca-baca Yesaya 53:7-8 tapi dia tidak mengerti dan minta petunjuk dari Philip. Setelah diberi petunjuk barulah si kasim mengerti dan mau dibaptis.

Nah, mungkin Protestant akan bilang "Yah, mereka yang gagal kan hanya baca PL. Kan PB belum ada. Kalau mereka lengkap Alkitabnya tentu saja mereka tidak akan gagal ber-Sola Scriptura." 

Namun kapan Alkitab lengkap itu ada? 

Sebagian besar Protestant meyakini bahwa pada 90AD Perjanjian Lama dikanonkan oleh para Yahudi (betapa kelirunya keyakinan ini bisa dibaca dengan mengklik 
artikel ini [harap-harap ada waktu nanti menterjemahkan]). Lalu Perjanjian Baru? Yah, tidak bisa tidak Protestant harus ikut Gereja Katolik karena memang daftar kanon Perjanjian Baru yang identik dengan yang ada di Alkitab sekarang ini, paling awal terdaftarkan pada Konsili Roma 382AD. Sehingga satu Alkitab lengkap baru ada pada 382 masehi. 

Jadi selama sekitar 3 abad setelah buku terakhir ditulis (Injil Yohanes adalah buku paling akhir diantara buku dan surat-surat lainnya. Kira-kira pada 96AD) umat Kristus tidak bisa ber-Sola Scriptura karena mereka tidak punya Alkitab yang lengkap. 

Sungguh aneh.

DV 

Mau tanya nih.... 


Quote:

Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].


1. "Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama", artinya apakah maksudnya Gereja Katolik Roma adalah perhujudan dari Yesus ? 

Quote:


1. "Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama", artinya apakah maksudnya Gereja Katolik Roma adalah perhujudan dari Yesus ?


Enggak (walaupun aku tidak yakin apa yang kamu maksud dengan perujudan)...dalam kitab suci Kristen hubungan antara Gereja dan Yesus digambarkan begitu eratnya sehingga dikatakan Yesus adalah Kepala dan Gereja adalah tubuhNya sehingga keduanya merupakan satu kesatuan.

Athanasios wrote:

Quote:


1. "Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama", artinya apakah maksudnya Gereja Katolik Roma adalah perhujudan dari Yesus ?



Enggak (walaupun aku tidak yakin apa yang kamu maksud dengan perujudan)...dalam kitab suci Kristen hubungan antara Gereja dan Yesus digambarkan begitu eratnya sehingga dikatakan Yesus adalah Kepala dan Gereja adalah tubuhNya sehingga keduanya merupakan satu kesatuan.


Ini yang saya tanya, berarti gereja sama Yesus itu sama kan. Artinya apa yang dilakukan gereja mewakili Yesus, berarti gereja tidak pernah salah karena gereja dan Yesus itu satu. 

Berarti pemimpin gereja tertinggi itu mewakili Yesus di dunia sekarang ini kurang lebih begitu ?

ronin03 wrote:


Ini yang saya tanya, berarti gereja sama Yesus itu sama kan. Artinya apa yang dilakukan gereja mewakili Yesus,


Tidak sesederhana itu. For a start, Gereja tidak identik dengan Yesus sebagaimana kepala tidak identik dengan tubuh (tapi keduanya sama-sama tak terpisahkan). 

Hubungan antara Yesus dan Gereja cukup kompleks dan kekompleksan ini adalah bahan teologi yang tak pernah kering untuk digali. 

Quote:

berarti gereja tidak pernah salah karena gereja dan Yesus itu satu.


Ketidakdapatsalahan Gereja tidak sama dengan ketidakdapatsalahan Allah [ie. Yesus]. 

Quote:

Berarti pemimpin gereja tertinggi itu mewakili Yesus di dunia sekarang ini kurang lebih begitu ?


Ini benar. Paus adalah wakil Kristus di Bumi.

DeusVult wrote:

 

Quote:

berarti gereja tidak pernah salah karena gereja dan Yesus itu satu.


Ketidakdapatsalahan Gereja tidak sama dengan ketidakdapatsalahan Allah [ie. Yesus]. 


Beda dimana ya ?

ronin03 wrote:

DeusVult wrote:

 

Quote:

berarti gereja tidak pernah salah karena gereja dan Yesus itu satu.


Ketidakdapatsalahan Gereja tidak sama dengan ketidakdapatsalahan Allah [ie. Yesus]. 


Beda dimanan ya ?



Ketidakdapatsalahan Gereja terbatas pada kuasa Paus dalam menetapkan doktrin sebagai sebuah kebenaran. 

Di luar kuasa mengajar tersebut, Gereja bisa salah dan berdosa. 

Berbeda dengan Tuhan Yesus yang tidak bisa salah dan tidak bisa berdosa 

GBU

Quote:

Di luar kuasa mengajar tersebut, Gereja bisa salah dan berdosa.


Aq rasa kalimatnya lebih tepat jika: 
Gereja memiliki kuasa mengajar tentang iman. Di luar kuasa mengajar tersebut, Gereja tidak memiliki wewenang. (cmiiw)

b_christ wrote:

Quote:

Di luar kuasa mengajar tersebut, Gereja bisa salah dan berdosa.



Aq rasa kalimatnya lebih tepat jika: 
Gereja memiliki kuasa mengajar tentang iman. Di luar kuasa mengajar tersebut, Gereja tidak memiliki wewenang. (cmiiw)


Ini juga keliru. 

Batasan infallibilitas Gereja adalah mengenai masalah iman dan moral. Itupun atas ajaran Gereja yang mengikat seluruh umat secara universal. 

Sementara wewenang Gereja tidak hanya berkenaan dengan iman dan moral. Gereja punya kuasa yuridis atas semua subyeknya [ie. seluru umat atolik dari atas samapi bawah), bahkan para penguasa dunia (ie. Raja, Presiden etc). 

Fundamentals of Catholic Dogma, Dr. Ludwig Ott, P,285 

7. The Nature of the Papal Primacy 

1. Dogma 

The pope posseses full and supreme power of jurisdiction over the whole Church, not merely in matters of faith and morals, but also in Church discipline and in the goverment of the Church. (De Fide.)


Against the various forms of Episcopalism, which limited the jurisdictive power of the Pope in favor of the Bishops (Conciliary Theory, Gallicanism, Febronianism), the Vatican Council declared: “If anyone shall say that the Roman Pontiff has the office merely of inspection and direction and not a full supreme power of jurisdiction over the whole Church, not only in things which belong to faith and morals, but also in those which relate to the discipline and government of the Church spread through the world; or asssert that he possesess merely the principal part (potiores partes) and not the fullness of this supreme power; or that this power which he enjoys is not ordinary and immediate, both over each and all Churches, and over each and all the pastors of the faithful; let him be anathema” D1831. Cf. D 1827, CIC 218. 

 

In consonance with this declaration, the Primatial power is: 

 

a) A true power of jurisdiction that is, a true governing power, not merely a warrant of supervision or direction, such as, for example, belongs to the president of a political party, or a society, or of a conference. As a govermental power, it embraces the full power of legislation, administration of justice (disputed and voluntary jurisdiction) and of its execution. Corresponding to it on the part of the subjects is the duty of subordination and of obedience. 

 

b)A universal power, that is, it extends personally to the pastors (bishops) and to the faithful, totally and individually, of the whole church. Materially it refers, not merely to matters of faith and morals (treaching office), but also to Church discipline and goverment (pastoral offive). 

 

c)Supreme power in the Church, that is, there’s no jurisdiction possessing a greater or equally great power. The power of the Pope transcends both the power of each individual bishop and also of all the other bishops together. The bishops collectively (apart from the Pope), therefore, are not equal to or superior to the Pope. 

 

d)A full power, that is, the Pope posses of himself alone, the whole fullness of the Church power of jurisdiction and not merely the greater share than the other bishops taken individually or conjointly. Thus the Pope can rule independently on any matter which come under the sphere of the Church’s jurisdiction without the concurence of the other bishops or of the rest of the Church. 

 

e) An ordinary power, that is, it is connected with the office, by virtue of divine ordinance, and is not delegated from a higher possessor or jurisdiction. Thus it can be exercised at any time, i.e., not merely in exceptional cases, e.g., where the bishops neglect their pastoral duties in their territoris (Febronius, Eybel). D 1500. 

 

f) A truly episcopal power, that is, the Pope is just as much a “universal bishop” of the whole Church, as he is bishop of his diocese of Rome (“Episcopus Urbis et Orbis” ; Jacob of Viterbo). Thus, the Papal power, like any other episcopal power, embraces the legislative, the juridicial and punitive power. Cf. CIC 218, Par 2 and 335). 

 

g) An immediate power, that is, the Pope can exercise his power, without the intervention of an intermediary, over the bishops and the faithful of the whole Church. 

 

2. Inference 

 

a) It follows from the supreme governing power of the Pope over the whole Church that he has the right, in the exercise of his office, of coming into free contact with all the bishops and faithful of the whole Church. For this reason the Church rejects all attempts by the State to subject official intercourse with the Apostolic See to state control, and to make the juridicial obligation of papal decrees dependent on the cocurrence of the State authorities (placet). D 1829. 

 

b)As the supreme lawgiver of the Church, the Pope is not legally bound by ecclesiastical decisions and usages, but by divine law alone. This demands that Papal power, in consonance with its purpose, should be employed for the building-up of the Mystical Body of Christ, not for its destruction (2 Cor. 10, 8). The divine law, therefore, is an efficacious brake on arbitrariness. The third Gallican article, which demanded a far reaching limitation of the exercise of the Papal power, was properly rejected. D 1324. 

 

c) As supreme judge of the Church, the Pope has the right of bringing every Church law-matter before his court, and to receive appeals in all Church disputes. He himself is judged by nobody (CIC 1556; prima sedes a nemine iudicator), because there’s no higher judge on Earth than he. For the same reason there’s no appeal to a higher court against the judgment of the Pope. The Church rejects an appeal from the Pope to General Council as this would mean putting General Council above the Pope. D 1830; CIC 228, Par. 2. Cf. D 1323 (22nd Gallican Article).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar