Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Sabtu, 04 September 2021

Inilah kesaksian para pengajar paling tinggi Gereja Katolik sendiri

 

Inilah kesaksian para pengajar paling tinggi Gereja Katolik sendiri


Pope Pelagius II (A.D. 578 - 590):
"Consider the fact that whoever has not been in the peace and unity of the Church cannot have the Lord. ...Although given over to flames and fires, they burn, or, thrown to wild beasts, they lay down their lives, there will not be (for them) that crown of faith but the punishment of faithlessness. ...Such a one can be slain, he cannot be crowned. ...[If] slain outside the Church, he cannot attain the rewards of the Church." (Denzinger 246-247)


"Mempertimbangkan fakta bahwa siapapun yang tidak berada dalam damai dan kesatuan dengan Gereja tidak bisa mendapatkan Tuhan... Meskipun dilemparkan dalam api membara yang membakar mereka, atau dilemparkan ke binatang buas, mereka menyerahkan nyawa [pada binatang buas tersebut], tidak akan ada mahkota Iman (bagi mereka ini), tapi hanya ada penghukuman atas ke-tak-ber-iman-an... Begitu pula seseorang bisa terbantai tapi dia tidak bisa mendapatkan mahkota ... [Bila] dia dibantai diluar Gereja, dia tidak dapat mendapatkan hadiah dari Gereja.



Pope Saint Gregory the Great (A.D. 590 - 604):
"Now the holy Church universal proclaims that God cannot be truly worshipped saving within herself, asserting that all they that are without her shall never be saved." (Moralia)


"Sekarang Gereja Kudus universal menyatakan bahwa Allah tidak bisa disembah dengan layak tanpa berada dalam dirinya (nya = Gereja), bahwa mereka yang berada tanpa dia (dia = Gereja) tidak akan pernah selamat



Pope Innocent III (A.D. 1198 - 1216):
"With our hearts we believe and with our lips we confess but one Church, not that of the heretics, but the Holy Roman Catholic and Apostolic Church, outside which we believe that no one is saved." (Denzinger 423)


"Dengan hati kita, kita percaya dan dengan bibir kita, kita mengaku akan satu Gereja bukan yang berasal dari penganut ajaran sesat, tapi Gereja Katolik Roma yang Kudus dan Apostolik, yang diluarnya (nya = Gereja) kita percaya bahwa tidak ada satupun yang selamat"



Pope Innocent III and Lateran Council IV (A.D. 1215):
"One indeed is the universal Church of the faithful outside which no one at all is saved..."


"Inilah satu-satunya Gereja universal dari semua umat, yang diluarnya tidak ada satupun yang selamat..."



Pope Boniface VIII in his Papal Bull Unam Sanctam (A.D. 1302):
"We declare, say, define, and pronounce that it is absolutely necessary for the salvation of every human creature to be subject to the Roman Pontiff."

"Kami mendeklarasikan, mengatakan, mendefinisikan dan mengumumkan bahwa sangatlah perlu sekali bagi keselamatan seluruh umat manusia untuk menjadi subyek dari Paus Roma."




Pope Eugene IV and the Council of Florence (A.D. 1438 - 1445):
"[The Holy Roman Church] firmly believes, professes, and proclaims that those not living within the Catholic Church, not only pagans, but also Jews and heretics and schismatics cannot become participants in eternal life, but will depart `into everlasting fire which was prepared for the devil and his angels' (Matt. 25:41), unless before the end of life the same have been added to the flock; and that the unity of the ecclesiastical body is so strong that only to those remaining in it are the sacraments of the Church of benefit for salvation, and do fastings, almsgiving, and other functions of piety and exercises of Christian service produce eternal reward, and that no one, whatever almsgiving he has practiced, even if he has shed blood for the name of Christ, can be saved, unless he has remained in the bosom and unity of the Catholic Church."


"[Gereja Roma yang Kudus] benar-benar mempercayai, meyakini dan menyatakan bahwa mereka yang tidak hidup dalam Gereja Katolik, tidak hanya Kafir, tapi juga penganut Yudaisme, penganut ajaran sesat dan skismatik tidak bisa menjadi participant dalam kehidupan kekal, tapi akan pergi 'ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya' (Mat 25:41), kecuali sebelum akhir hidupnya mereka ditambahkan ke kumpulan domba; dan kesatuan dari tubuh Gereja begitu kuatnya sehingga hanya kepada mereka yang berada didalam kesatuan tersebut sakramen Gereja berdaya untuk keselamatan. Dan [hanya didalam Gerejalah] puasa, kemurahan dan fungsi kebaikan kristen lain bisa memberikan hadiah, dan bahwa tidak seorangpun, apapun kemurahan yang dia lakukan, bahkan bila dia telah menumpahkan darah untuk nama Kristus, bisa diselamatkan, kecuali dia berada didalam pelukan dan kesatuan dari Gereja Katolik."



Pope Leo XII (A.D. 1823 - 1829):
"We profess that there is no salvation outside the Church. ...For the Church is the pillar and ground of the truth. With reference to those words Augustine says: `If any man be outside the Church he will be excluded from the number of sons, and will not have God for Father since he has not the Church for mother.'" (Encyclical, Ubi Primum)


"Kita meyakini bahwa tidak ada keselamatan diluar Gereja. ... Karena Gereja adalah tiang penopang dan dasar kebenaran. Dengan merujuk ke kata-kata tersebut Agustinus berkata: 'Jika seorang berada diluar Gereja dia akan dikucilkan dari para putra, dan tidak akan mempunyai Allah sebagai Bapa karena dia tidak mempunyai Gereja sebagai ibu



Pope Gregory XVI (A.D. 1831 - 1846):
"It is not possible to worship God truly except in Her; all who are outside Her will not be saved." (Encyclical, Summo Jugiter)


"Tidaklah mungkin untuk menyembah Tuhan secara benar kecuali didalamnya (nya = Gereja); semua yang berada di luarnya (nya = Gereja) tidak akan selamat."



Pope Pius IX (A.D. 1846 - 1878):
"It must be held by faith that outside the Apostolic Roman Church, no one can be saved; that this is the only ark of salvation; that he who shall not have entered therein will perish in the flood." (Denzinger 1647)


"Ini haruslah diyakini sebagi Iman bahwa diluar Gereja Roma yang Apostolik, tidak ada yang bisa selamat; [Gereja] ini adalah satu-satunya bahtera keselamatan; dia yang tidak masuk didalamnya (nya = bahtera = gereja) akan musnah dalam banjir."



Pope Leo XIII (A.D. 1878 - 1903):
"This is our last lesson to you; receive it, engrave it in your minds, all of you: by God's commandment salvation is to be found nowhere but in the Church." (Encyclical, Annum Ingressi Sumus)


"Ini adalah ajaran terakhir kami bagi kamu; terimalah, torehkanlah di pikiran kamu, kamu semuanya; Berdasarkan perintah Allah, keselamatan tidak bisa ditemukan dimanapun kecuali didalam Gereja."



Pope Saint Pius X (A.D. 1903 - 1914):
"It is our duty to recall to everyone great and small, as the Holy Pontiff Gregory did in ages past, the absolute necessity which is ours, to have recourse to this Church to effect our eternal salvation." (Encyclical, Jucunda Sane)


"Adalah tugas kita untuk mengingatkan pada semua orang, besar dan kecil, seperti yang dilakukan Paus suci Gregory di jaman terdahulu, kepentingan absolut yang ada pada kita, untuk memasrahkan pada Gereja ini, keselamatan abadi kita."



Pope Benedict XV (A.D. 1914 - 1922):
"Such is the nature of the Catholic faith that it does not admit of more or less, but must be held as a whole, or as a whole rejected: This is the Catholic faith, which unless a man believe faithfully and firmly, he cannot be saved." (Encyclical, Ad Beatissimi Apostolorum)


"Begitulah sifat dari iman Katolik bahwa [iman ini] tidak hanya mengakui lebih atau kurang, tapi harus diyakini secara penuh atau secara penuh ditolak: Ini adalah iman Katolik, yang kalau seseorang tidak mempercayai dengan iman dan tegas, dia tidak bisa diselamatkan."



Pope Pius XI (A.D. 1922 - 1939):
"The Catholic Church alone is keeping the true worship. This is the font of truth, this is the house of faith, this is the temple of God; if any man enter not here, or if any man go forth from it, he is a stranger to the hope of life and salvation. ...Furthermore, in this one Church of Christ, no man can be or remain who does not accept, recognize and obey the authority and supremacy of Peter and his legitimate successors." (Encyclical, Mortalium Animos)


"Hanya Gereja Katoliklah yang mempunyai penyembahan yang sejati. Inilah wadah kebenaran, inilah rumah iman, inilah kuil Allah; Bila ada orang yang masuk tidak disini, atau bila ada orang yang keluar darinya, dia akan menjadi asing terhadap hidup dan keselamatan. ... Lebih lanjut, didalam satu-satunya Gereja Kristus ini, tidak ada orang yang bisa berada didalamnya tanpa menerima, mengakui dan mematuhi otoritas dan supremasi dari Petrus dan penerusnya yang sah."



Pope Pius XII (A.D. 1939 - 1958):
"By divine mandate the interpreter and guardian of the Scriptures, and the depository of Sacred Tradition living within her, the Church alone is the entrance to salvation: She alone, by herself, and under the protection and guidance of the Holy Spirit, is the source of truth." (Allocution to the Gregorian, October 17, 1953)


"Atas mandat Ilahi penafsir dan penjaga Kitab Suci, dan penyimpan Tradisi Suci yang hidup didalamnya (nya = Gereja), hanya Gerejalah pintu masuk keselamatan: Hanya dialah (dia = Gereja), oleh dirinya (nya = Gereja) sendiri, dan dibawah perlindungan dan tuntunan Roh Kudus, adalah sumber kebenaran."



Pope John XXIII (A.D. 1958 - 1963)
"How beautiful is the Church of Christ, the 'fold of the sheep!' Into this fold of Jesus Christ no man may enter unless he be led by the Sovereign Pontiff, and only if they be united to him can men be saved."


"Sebagaimana indahnyakah Gereja Kristus, 'sarang para domba!' Kedalam sarang dari Yesus Kristus ini tidak seorangpun bisa masuk kecuali kalau dia dipimpin oleh Paus Utama, dan hanya jika mereka disatukan dengan dia (Gereja) manusia bisa diselamatkan."


"Outside the true Catholic Faith no one can be saved, so help me God!"

"Diluar Iman Katolik yang sejati tidak ada seorangpun yang bisa selamat, tolonglah aku tuhan!"



Pope Paul VI (A.D. 1963 - 1978)
"Is the hierarchy perhaps free to teach what they find most to their liking on matters of religion, or what they expect will be most pleasing to the proponents of certain current views opposed to all doctrine? Certainly not! The prime duty of the episcopate is to transmit strictly and faithfully the original message of Christ, the sum total of the truths which He revealed and confided to the Apostles as necessary for salvation."


"Apakah Hierarki bebas mengajarkan apapun menurut kesukaan mereka mengenai agama, atau apa yang mereka harap bisa menyenangkan sekelompok golongan dari pemikiran tertentu yang bertentangan dengan doktrin? Tentu saja tidak! Tugas utama dari episkopat (ke-uskupan) adalah untuk meneruskan secara langsung dan dengan penuh iman pesan asli dari Kristus, jumlah total kebenaran yang Dia wahyukan dan serahkan pada para Rasul adalah penting bagi keselamatan."


"The means of salvation and sanctification are known by all men, and are necessary to everyone who wishes to be saved."

"Alat untuk keselamatan dan pengudusan sudah diketahui oleh manusia, dan sangat penting bagi mereka yang ingin selamat."

"Not without sorrow can we hear people continually claiming to love Christ but without the Church; to listen to Christ but not to the Church; to belong to Christ but outside of the Church. the absurdity of this dichotomy is clearly evident in this phrase of the Gospel: 'Anyone who rejects you, rejects me'." (Apostolic Exhortation, Evangelii Nuntiandi, December 8, 1975)

"Tidaklah tanpa kesedihan kita mendengar orang terus menyatakan bahwa dia mencintai Kristus tapi tanpa Gereja; mendengar Kristus tapi tidak terhadap Gereja; menjadi milik Kristus tapi berada diluar Gereja. kemustahilan dari dikhotomi ini adalah bukti nyata dari kalimat ini didalam injil: 'barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku'."



Pope John Paul I (A.D. 1978)
"Jesus and the Church are the same thing; indissoluble, inseparable. Christ and the Church are only one thing. It is not possible to say: I believe in Jesus, I accept Jesus, but I do not accept the Church."


"Yesus dan Gereja adalah satu hal yang sama; tidak terberaikan, tidak terpisahkan. Kristus dan Gereja adalah hanya satu ujud. Tidaklah mungkin untuk berkata: Aku percaya Yesus, Aku menerima Yesus, tapi aku tidak menerima Gereja."


"The ship of the Church is guided by Christ and by His Vicar... It alone carries the disciples and receives Christ. Yes, it is tossed on the sea, but outside one would perish immediately. Salvation is only in the Church; outside it one perishes."

"Perahu Gereja dituntun oleh Kristus dan wakilNya... Hanya inilah yang membawa para murid dan menerima Kristus. Betul bahwa perahu ini dilemparkan ke laut, tapi diluarnya seseorang akan lenyap dengan seketika. Keselamatan hanya ada di Gereja; diluarnya siapapun lenyap."



Pope John Paul II (A.D. 1978 - now)
"As a sacrament of intimate union with God, the Church is in Christ, outside whom there is no salvation."


"Sebagai sakramen persatuan yang intim dengan Allah, Gereja berada didalam Kristus, diluarnya tidak ada keselamatan."


"The mystery of salvation is revealed to us and is continued and accomplished in the Church, and from this genuine and single source, like 'humble, useful, precious and chaste' water it reaches the whole world. Dear young people and members of the Faithful, like Brother Francis we have to be conscious of and absorb this fundamental and revealed truth contained in the phrase consecrated by tradition: there is no salvation outside the Church. From Her alone there flows surely and fully the life giving force destined in Christ and in His Spirit, to renew the whole of humanity, and therefore directing every human being to become a part of the Mystical Body of Christ."

"Misteri keselamatan dinyatakan kepada kita dan diteruskan dan tercapai didalam Gereja, dan dari sumber yang asli dan satu-satunya ini, bagaikan air yang 'rendah hati, berguna, berharga, dan murni' misteri ini mencapai dunia. Para muda dan umat tercinta, seperti Brother Francis kita harus sadar akan dan menyerap kebenaran fundamental yang diwahyukan ini, yang terkandung didalam kata-kata yang di sucikan oleh tradisi: Tidak ada keselamatan diluar Gereja. Hanya dari dia-lah (Gereja) kuasa hidup menuju Kristus dan RohNya mengalir secara pasti dan secara penuh, untuk memperbaharui seluruh kemanusiaan, dan karenanya mengarahkan setiap manusia untuk menjadi bagian dari Tubuh Mistik Kristus."


"We are the guardians of something given, and given to the Church universal; something which is not the result of reflection, however competent, on cultural and social questions of the day, and is not merely the best path among many, but the one and only path to salvation." (“I Confirm Yu To Truth

"Kita adalah penjaga dari sesuatu yang diserahkan, dan diserahkan ke Gereja universal; sesuatu yang bukan dihasilkan dari refleksi, bagaimana kompletennya, atas pertanyaan kultural dan sosial akhir-akhir ini, dan bukan hanya jalan terbaik diantara banyak jalan, tapi satu-satunya jalan keselamatan."







Para Paus sudah mengucapkan satu-satunya kebenaran yang utama sejak dari dulu. semuanya sudah jelas dan tidak ambigu. harus berkata apa lagi para Paus supaya mereka yang beranggapan bahwa ada keselamatan diluar Gereja bisa kembali ke iman yang benar? Kalau mereka memang tidak percaya pernyataan iman yang sudah diulang-ulang ini, maka meskipun di ulang seribu kali lagi disebelah telinga mereka, tampaknya mereka tetap akan tidak mau menerima! karena itulah Yesus bersabda:

Mat 7:24-25
24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 
26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."


Quote:

Baca Konsili Vatikan II, Lumen Gentium 16 !

Saya ini kutip dari buku Rm. Pidyarto O.Carm, "Mempertanggung jawabkan Iman Katolik"

Dalam halaman ke 34 dikatakan:”mengutip langsung apa yang diajarkan Kosili Vatikan II. Dalam kostitusi dogmatis Lumen Gentium nomer 16 Kosili Vatikan II mengajarkan, “Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta gereja-Nya, tapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal.”





Quote:

Bahkan dijelaskan di halaman 35:”Sebab kalau orang selamat hanya karena percaya kepada Yesus Kristus dan dibaptis, konsekuensinya besar sekali. Berapa banyak orang yang tidak sempat mengenal Yesus Kristus atau yang sudah beragama sebelum mengenal agama Kristen? Tak terhitung jumlahnya, bukan?


Jumlah tidaklah masalah.


Kitab Suci memang berkali-kali mengatakan bahwa yang akan selamat jauh lebih sedikit dari yang tidak. Jadi memang BUUUAAAANNNYYAAAAKKKK sekali yang akan masuk neraka.


Quote:

Mereka begitu yakin bahwa agama merekalah yang benar, dan mereka justeru takut masuk neraka kalau pindah keagama Kristen. Maka mereka dengan hati nurani yang tulus mengabdi Allah sesuai dengan keyakinan itu.


Allah tidak akan pernah menginspirasikan "kebohongan/kesalahan/error" kedalam hati manusia.


Mereka yang mencari Allah, akan menemukanNya Ams 8:17 Mat 7:7


Quote:

Nah, apakah Tuhan Allah yang maha rahim pasti memasukkan mereka kedalam neraka? Sulit menerima Allah yang demikian kejam, bukan?....”


Allah tidak kejam jika semua manusia dimasukkan ke Neraka.


Semua manusia memang pantas mendapatkan neraka.


Quote:

Di dalam halaman 36 dikatakan:”Jadi ajaran Kosili Vatikan II (tentang kemungkinan orang untuk selamat tanpa menjadi orang Kristen) tidak mengurangi……karena kita yakin bahwa agama kristen memberi jalan yang paling singkat dan pasti menuju keselamatan”


Ini adalah salah satu kesalahan dari Romo Pid dan dikoreksi langsung oleh Yohanes Paulus II.


(
sumber)
We are the guardians of something given, and given to the Church universal, something which is not the result of reflection, however competent, on cultural and social questions of the day, and is not merely the best path among many, but the one and only path to salvation. (John Paul II, "I Confirm You to Truth," Address to Joint Assembly of the U. S. Archbishops and the Department Heads of the Roman Curia, March 11, 1989, The Pope Speaks, 34 (September/October, 1989)

"Kita adalah penjaga dari sesuatu yang diserahkan, dan diserahkan ke Gereja universal; sesuatu yang bukan dihasilkan dari refleksi, bagaimana kompletennya, atas pertanyaan kultural dan sosial akhir-akhir ini, dan bukan hanya jalan terbaik diantara banyak jalan, tapi satu-satunya jalan keselamatan."


Quote:

Dan dihalaman 37 dikatakan:”Dalam Ensiklik Redemptoris Missio nomer 55 dikatakan:”Kenyataan bahwa para pemeluk agama-agama lain dapat menerima rahmat Allah dan dapat diselamatkan oleh Kristus terlepas dari sarana-sarana yang biasa yang telah Dia bangun sendiri,…..”



Kutipan asli:

The fact that the followers of other religions can receive God's grace and be saved by Christ apart from the ordinary means which he has established does not thereby cancel the call to faith and baptism which God wills for all people."


Menajdi Anggota Gereja dengan cara baptisan air, seperti yang dilakukan Gereja Katolik adalah cara yang biasa (ordinary means).


Cara yang luar biasa (extraordinary means) adalah dengan baptismus sanguinis (baptisan darah) dan in voto baptismus (baptisan keinginan). Kedua baptisan ini adalah cara extra ordinary yang terjadi per accidens. Namun, baik darah maupun keinginan, MEMPUNYAI efek yang sama dengan Baptisan Air dan karenanya sama-sama meng-incorperate individual kedalam Gereja Kudus. Sehingga pada akhrinya pun orang tersebut selamat karena menjadi anggota Gereja Kudus.


Bandingkan CCC 1258-1260



Quote:

Kemudian baca juga sumber ini

http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=174
Rm. Ismartono SJ

Sebelum Konsili Vatikan II, meskipun tidak selalu ditulis, sepertinya orang berpendapat bahwa di luar Gereja Katolik tidak ada keselamatan. Itu terungkap dari sebuah ungkapan Latin extra eklisium nulla salum. Ini adalah sebuah ungkapan dari abad pertama yang kemudian diabstraksikan dari konteksnya lalu dipakai hampir sepanjang sejarah. Di satu sisi, konsep itu menjadi motivasi untuk melakukan misi. Karena mereka menganggap bahwa di luar Gereja Katolik tidak ada keselamatan, maka orang lain harus diselamatkan.


Romo tersebut keliru karena "diluar Gereja tidak ada keselamatan" adalah ajaran terus menerus Gereja dengan level De Fide (of faith), yang artinya kebenarannya didapat dari wahyu ilahi (Ott, Fundamentals of Catholic Dogma)


Quote:

Saya, untuk memastikan apakah Gereja Katolik mengakui ada keselamatan di luar Gereja, saya sudah kontak, 2 Suster Ursulin, dan 1 Romo SVD
BUAT YANG TIDAK PERCAYA SILAKAN TANYA KE ROMO PAROKI/ ROMO KENALAN MASING-MASING

KALIAN BOLEH TANYA APAKAH PERKATAAN DEUSVULT DAN ATHANASIOS BENAR/ SALAH !!!


Aku pernah tanya LANGSUNG 5 Romo dan beberapa religius.


Pertanyaanku begini, "Romo/Bruder/etc apakah diluar Gereja ada keselamatan?"


100% dari semuanya menjawab "Ada!"



Apakah ini berarti memang benar bahwa diluar Gereja ada keselamatan? Tidak!


Lalu, apakah mereka (Romo+religius) tersebut salah? Benar!


Buktinya apa? Lihat ungkapan para Paus diatas terutama dari Konsili Ekumenis Florence yang dikepalai Paus Eugene IV (Cantate Domino).


Patut diketahui bahwa pada saat puncaknya bidaah Arianisme (menganggap Yesus hanya manusia) 97-99% Uskup Gereja Katolik, -ingat jaman dulu hanya ada satu Gereja di seluruh dunia, Gereja Katolik,-
menganut bidaah sesat ini. Apakah ini berarti bahwa Gereja tidak infallible? Tentu saja tidak. Karena meskipun hampir semua Uskup menganut ajaran bidaah (heresy), Gereja tidak pernah mengikat umat terhadap bidaah tersebut either lewat konsili ekumenis yang direstui Paus, atau lewat deklarasi ex cathedra Paus sendiri.

Jadi memang sangat tidak mengherankan bahwa banyak Romo dan religius Indonesia (dan juga di negara-negara lain) telah menapak jalan ke bidaah dengan menolak salah satu dogma sentral Gereja.


Quote:

Untuk Deusvult dan Athanasioi,

Kalian yang selalu menunjukkan bahwa andalah yang paling benar di milis ini (baca sendiri tulisan kalian yang selalu terkesan meremehkan tanggapan yang tidak sesuai dengan pengetahuan anda, tidak usah jauh-jauh, di topik ini saja, lihat halaman-halaman sebelumnya),


Ketika aku menunjukkan bahwa aku memang benar, aku tidak cuma bilang, "AKU BENAR, KAMU SALAH TITIK!" Aku telah menunjukkan kepada kamu dokumen-dokumen Gereja yang mendukung apa yang aku katakan.


Apakah sekarang kamu mau memfitnah dengan mengatakan kalau aku bisanya cuma omong dan tidak pernah mem-back-up apa yang aku omongkan?


Quote:

Kalian yang begitu sombong meremehkan literatur-literatur lain yang tidak sependapat dengan kalian,


Literatur yang mana?

Kalau literatur yang tidak sesuai dengan dokumen resmi Gereja, bukankah sebaiknya memang diremehkan?


Quote:

camkan ini :
Matius 18:6-7
"Tetapi barangsiapa MENYESATKAN salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepadaKu, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah yang mengadakannya"


Tentu saja aku sangat mengecamkan.

Karena itulah aku membuang begitu banyak waktu di topik ini menunjukkan ajaran keras yang memang tidak semua orang suka ini.


Quote:

Kembali mengenai keselamatan di luar Gereja, SAUDARA-SAUDARI YANG KU KASIHI YANG MANA AKU TIDAK INGIN KALIAN TERSESAT
baca juga ini

http://www.indocell.net/yesaya/id422.htm


Tulisan dari Rm George Paulus tidak sesuai dengan ajaran Gereja. Silahkan baca dibawah.


Quote:

kutipan
SAUDARA-SAUDARA YANG MEMISAHKAN DIRI

Kita lihat golongan pertama, yakni mereka - baik Gereja Orthodoks di Timur maupun Gereja Protestan di Barat - yang secara sadar mengambil langkah untuk memisahkan diri dari Gereja.

Pemisahan diri mereka dari Gereja tidak berarti penyangkalan akan seluruh iman dan rahmat dalam Gereja. Walaupun mereka menolak Gereja Katolik, saat pergi mereka membawa serta dan mempertahankan sejumlah besar keyakinan Gereja sebagai keyakinan mereka juga. Oleh karena itu, mereka, secara keseluruhan, tetap mewarisi kekayaan rahmat yang ada dalam Gereja, yang telah diturunkan oleh Kristus melalui para rasul sendiri, misalnya: Sakramen Pembaptisan, yang merupakan rahmat luar biasa yang disediakan Allah bagi penebusan dosa.


Kesalahan dari Rm George adalah menganggap bahwa karena Protestant dan Orthodox masih meyakini 80% ataupun 90% iman yang Katolik makapada hakikatnya mereka masih Katolik dan karenanya bisa selamat.

Ini sangat salah.

Menjadi umat Katolik sejati berarti harus mengikuti SELURUH ajaran Gereja Katolik. seperti yang diucapkan Paus Leo XIII berikut:

Satis Cognitum (On The Unity of The Church) – Pope Leo XII
Encyclical promulgated on 29 June 1896

The practice of the Church has always been the same, as is shown by the unanimous teaching of the Fathers, who were wont to hold as outside Catholic communion, and alien to the Church, whoever would recede in the least degree from any point of doctrine proposed by her authoritative Magisterium. Epiphanius, Augustine, Theodore :, drew up a long list of the heresies of their times. St. Augustine notes that other heresies may spring up, to a single one of which, should any one give his assent, he is by the very fact cut off from Catholic unity. "No one who merely disbelieves in all (these heresies) can for that reason regard himself as a Catholic or call himself one. For there may be or may arise some other heresies, which are not set out in this work of ours, and, if any one holds to one single one of these he is not a Catholic" (S. Augustinus,De Haeresibus, n. 88).


Juga berikut ucapan dari Paus Benedictus XV:

AD BEATISSIMI APOSTOLORUM (Appealing for Peace) - Pope Benedictus XV
Encyclical promulgated 1 November 1914

24. It is, moreover, Our will that Catholics should abstain from certain appellations which have recently been brought into use to distinguish one group of Catholics from another. They are to be avoided not only as "profane novelties of words," out of harmony with both truth and justice, but also because they give rise to great trouble and confusion among Catholics. Such is the nature of Catholicism that it does not admit of more or less, but must be held as a whole or as a whole rejected: "This is the Catholic faith, which unless a man believe faithfully and firmly; he cannot be saved" (Athanas. Creed). There is no need of adding any qualifying terms to the profession of Catholicism: it is quite enough for each one to proclaim "Christian is my name and Catholic my surname," only let him endeavour to be in reality what he calls himself.




Apakah kita mau menawar-nawar dengan Allah ketika diberi 10 perintah Allah? "Wah, Allah jangan yang no:6 dan no:9 dong, saya sering lihat VCD porno dan masturbasi. Lagipula kan gak ada yang disakiti. Daripada saya memperkosa atau main pelacur..."


Quote:

Walaupun mereka menyangkal ke-Katolik-an mereka, dengan iman dan cara-cara penyembahan yang Katolik mereka tetap bisa memperoleh keselamatan.


Tentu saja Protestant dan Orthodox BISA memperoleh keselamatan, KALAU mereka bertobat dan kembali menjadi Katolik.

Quote:

“Karena mereka ini, yang percaya kepada Kristus dan menerima pembaptisan dengan baik, berada dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik, walaupun tidak sempurna.” (Dekrit Konsili Vatikan II tentang Ekumene, Unitatis Redintegratio, no. 3).


Sayangnya syarat minimal keselamatan adalah kesatuan yang sempurna, mempercayai dan tunduk terhadap semua ajaran Gereja (lihat ensiklik dari Benedictus XV dan Leo XIII)


Quote:

Sehingga benarlah sabda Kristus: “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini.” (Yoh. 10:16)


Ayat lengkapnya sebenarnya adalah seperti ini:

John 10:16
16 And I have other sheep, that are not of this fold; I must bring them also, and they will heed my voice. So there shall be one flock, one shepherd.


Nah, apakah yang dimaksud domba yang lain adalah Islam, Protestant atau bahkan Orthodox? Lihat ayat diatas. Domba-domba yang lain ini mempunyai ciri khas berupa satu kawanan dan dibawah satu gembala. Siapakah gembala yang diperintahkan Yesus untuk menggembalakan SEMUA dombanya? Petrus (Yoh 21:15-17). Nah, apakah Islam, Protestant dan Orthodox patuh terhadap Paus Benedictus XVI yang adalah penerus Petrus? Tidak!

Jadi bagaimana bisa dikata bahwa Islam,Budha,Protestant,Orthodox adalah domba Kristus yang lain?

Lalu siapa domba lain ini? Mereka ini adalah kaum non-Yahudi. Yesus sendiri diutus kepada kaum Yahudi dan memang misinya terfokus pada kaum Yahudi (Mat 15:24) supaya genaplah nubuat yang mengatakan bahwa dia akan ditolak oleh kaumNya sendiri dimana penolakan ini akan menjadi jalan keselamatan bagi bangsa-bangsa lain non-Yahudi (Mazmur 118:22-23 bdk Mat 21:42-43).

Quote:

Di mana pun, apabila Injil Kristus sungguh-sungguh diberitakan dan pembaptisan dilakukan di dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus, rahmat Allah bekerja. Ketika Yohanes berkata kepada Yesus bahwa ia baru saja mencegah seorang yang bukan termasuk bilangan para murid Yesus mengusir setan dalam nama Yesus, Yesus menegurnya, “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.” (Luk. 9:50).

buka link di atas untuk mempelajari ini panjang lebar



Luk 11:23
23 He who is not with me is against me, and he who does not gather with me scatters.



Quote:

Baca juga ini
http://www.indocell.net/yesaya/id778.htm
Baptis karena kerinduan didasarkan pada keyakinan bahwa Kristus menghendaki segenap umat manusia diselamatkan.


Baptisan Keinginan (atau memang bisa juga disebut Baptisan Kerinduan) itu tidak sekedar ingin. Berikut penjelasan dari Ensiklopedi Katolik yang mengutip Konsili Ekumenis Trent.

Catholic Encyclopedia: Baptism

The council does not mean by votum a simple desire of receiving baptism or even a resolution to do so. It means by votum an act of perfect charity or contrition, including, at least implicitly, the will to do all things necessary for salvation and thus especially to receive baptism


Quote:

Tindakan penyelamatan Kristus, yaitu sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, memancar abadi menyentuh bahkan orang-orang yang mungkin tidak pernah secara gamblang mendapatkan manfaat dari kegiatan misisonaris, mengenal Injil, ataupun menerima Kristus melalui Sakramen Pembaptisan. Konsili Vatikan II mengatakan, “Sebab karena Kristus telah wafat bagi semua orang, dan panggilan terakhir manusia benar-benar hanya satu, yakni bersifat ilahi, kita harus berpegang teguh, bahwa Roh Kudus membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk bergabung dengan cara yang diketahui oleh Allah dengan misteri Paska itu” (Gaudium et Spes, Konstitusi Pastoral mengenai Gereja Dewasa Ini, No 22).
buka link di atas untuk mempelajari ini panjang lebar


Aku setuju ini dan aku merasa ini tidak bertentangan dengan apa yang pernah aku tulis di topik ini.

Quote:

LALU SEKARANG SAYA JUGA MAU MEMBAHAS TENTANG PANDANGAN MEREKA TENTANG BAYI MENINGGAL YANG BELUM DIBAPTIS

http://www.indocell.net/yesaya/id778.htm
(link yang sama dengan tulisan di atas)

Lalu, bagaimana dengan bayi-bayi yang mati tanpa menerima pembaptisan? Dalam hal ini, kita mempercayakan mereka dalam belas kasihan Allah yang tak terhingga, yang menghendaki semua orang diselamatkan. Tertanam dalam benak kita kisah indah dalam Injil di mana Yesus bersabda, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Mrk 10:14). Sebab itu, kita berpengharapan bahwa anak-anak ini, yang mati tanpa menerima Sakramen Pembaptisan, akan beroleh hidup yang kekal - demikianlah pengharapan segenap Gereja, keluarga si anak, anak itu sendiri yang tanpa dosa, yang dari kodratnya merindukan Tuhan, dan - kita yakin - pengharapan Allah Sendiri. Coba pikirkan akan Kanak-Kanak Suci yang mati akibat angkara murka Herodes; kita menganggap mereka kudus dan menghormati mereka setiap tanggal 28 Desember. Tetapi, sekali lagi, janganlah tergoda untuk berpikiran bahwa pembaptisan bukanlah soal penting - baptis merupakan sarana pasti yang membuka jalan keselamatan. Dengan tepat Katekismus Gereja Katolik mengingatkan, “Anak-anak yang mati tanpa Pembaptisan, hanya dapat dipercayakan Gereja kepada belas kasihan Allah, seperti yang ia lakukan dalam ritus penguburan mereka…. Gereja meminta dengan sangat kepada orangtua, agar tidak menghalang-halangi anak-anak, untuk datang kepada Kristus melalui anugerah pembaptisan kudus” (No 1261).


Pendapatku sebenarnya juga samadenganini.


Romo Geroge disini tepat untuk tidak mengatakan secara PASTI bahwa bayi-bayi tersebut akan masuk surga. Kita HARAP mereka masuk surga. Tapi kalaupun masuk Neraka, ya itu sudah sesuai.

Bahkan di 
entry ensiklopedi Katolik tentang Baptisan diatas, kita bisa lihat ajaran keras para Bapa Gereja Awal:

The absolute necessity of this sacrament is often insisted on by the Fathers of the Church, especially when they speak of infant baptism. Thus St. Irenæus (II, xxii): "Christ came to save all who are reborn through Him to God,infants, children, and youths" (infantes et parvulos et pueros). St. Augustine (III De Anima) says "If you wish to be a Catholic, do not believe, nor say, nor teach, that infants who die before baptism can obtain the remission of original sin." A still stronger passage from the same doctor (Ep, xxviii, Ad Hieron.) reads:"Whoever says that even infants are vivified in Christ when they depart this life without the participation of His Sacrament (Baptism), both opposes the Apostolic preaching and condemns the whole Church which hastens to baptize infants, because it unhesitatingly believes that otherwise they can not possibly be vivified in Christ," St. Ambrose (II De Abraham., c. xi) speaking of the necessity of baptism, says:" No one is excepted, not the infant, not the one hindered by any necessity." In the Pelagian controversy we find similarly strong pronouncements on the part of the Councils of Carthage and Milevis, and of Pope Innocent I. It is owing to the Church's belief in this necessity of baptism as a means to salvation that, as was already noted by St. Augustine, she committed the power of baptism in certain contingencies even to laymen and women. When it is said that baptism is also necessary, by the necessity of precept (praecepti), it is of course understood that this applies only to such as are capable of receiving a precept, viz. adults.

Quote:

BUAT YANG LAINNYA JUGA, HATI-HATI TERHADAP TULISAN-TULISAN DEUSVULT DAN ATHANASIOS, SEBAIKNYA KALIAN KONFIRMASI KE ROMO / ORANG-ORANG YANG HIDUP ROHANI MAJU/ PEMBIMBING ROHANI KALIAN. JANGAN SAMPAI DISESATKAN.


SEMUA TULISANKU LANGSUNG DAPAT DIKONFIRMASIKAN KARENA SELALU AKU SERTAKAN DOKUMEN RESMI GEREJA YANG MENDUKUNG APA YANG AKU KATAKAN.

Quote:

BUAT PENGIKUT FORUM INI HARAP HATI-HATI

Yang ingin mendalami imannya, silakan berkunjung ke www.indocell.net/yesaya/
di sana saya menemukan iman Katolik yang juga disertai bumbu cinta kasih. Kasih yang diinginkan Yesus untuk dimiliki murid-muridNya,

bukan ajaran-ajaran, pengetahuan-pengetahuan keras yang kemudian membawa kita jauh dari pola pikir Kristus sendiri.

Ajaran kebenaran memang keras !!! tapi Yesus menghendaki ada cinta kasih di balik itu. Bukannya cuma menerapkan kekerasan yang ada pada kebenaran.


Kepada murid yang susah menerima kerasnya ajaran Ekaristi, Yesus tidak mencegah dan membiarkan mereka pergi (Yoh 6:60,66).


Bagi mereka yang mau ke forum indocell whatever karena merasa apa yang aku tulis adalah "kata-kata keras" 
silahkan ke sana. Bila Yesus tidak panik, berdalih dan memanggil murid-murid tersebut kembali, maka akupun akan mengikuti teladan my Lord and Saviour.


Quote:

daripada berdiskusi di forum ini dimana Kerajaan Allah sudah mulai diselewengkan dengan adanya klaim di luar Katolik tidak ada keselamatan
Mengapa?
Karena jika anda mengimani ini, maka anda akan berusaha sekuat tenaga memindahkan domba-domba non Katolik ke Gereja Katolik supaya mereka selamat (karena anda mencintai domba-domba lain bukan?)
Padahal setelah Konsili Vatikan II, pencurian domba dan pindah-pindah agama adalah hal yang tidak ekumenis.
Kemudian bagi orang di luar Katolik anda akan mengklaim "kamu semua akan dipanggang di Neraka kalau ga di Katolik"


Tibalah kita pada bidaah sesat diatas ini.

Aku sungguh tidak sanggup berkata-apa-apa lagi terhadap pandangan sesat dan bidaah diatas.

PS

Quote:

"orang semakin sombong akan semakin sulit mengenali dirinya sombong. Orang sombong akan berpikir aku lebih bisa dari dia, aku lebih benar dari dia, aku lebih banyak tahu dari dia. Oleh karenanya orang sombong akan selalu menutup diri terhadap hal-hal baru yang bertentangan dengan apa yang diyakininya."


Aku memang menutup diri terhadap hal yang baru yang tidak sesuai dengan apa yang telah terus menerus diyakini Gereja sejak 2000 tahun. Sesuai iman Gereja aku memang sangat anti modernisme yang dikutuk Gereja sendiri (jadi ingat tulisanku tentang modernism yang belum selesai).


aw777 wrote:

Quote:

Jadi apa yang kamu kutip sama persis dengan apa yang di ajarkan Gereja yaitu "invincible ignorance ". PErhatikan yang aku italic diatas. Mungkin yang jadi masalah adalah kamu tidak mengerti apa itu "invincible ignorance" sehingga kamu pusing sendiri. Mendingan kamu ngerti dengan benar baru ngomong.



Benar !!! invincible ignorance !!! Saya sudah mengerti dengan benar
ga usah muter-muter, dengan demikian ada yang namanya "keselamatan di luar Gereja jika kasusnya invincible ignorance"


Disini terlihat bahwa sebenarnya kamu sama sekali tidak pernah membaca apa yang aku tulis.

Padahal aku DUA KALI mengutip tulisan lamaku tentang invincible ignorance di topik ini.


Nah, kalau kamu sebenarnya tidak memperhatikan apa yang aku tulis, bukankah perkataan kamu tentang aku mengenai ini dan itu merupakan kemunafikan?


Dan pada dasarnya invincible ignorant per se tidak menyelamatkan. Invincible ignorant adalah meng-"excuse"-kan (alasan). Orang yang invincible Ignorant pun masih harus mempunyai perfect charity dan perfect contrition yang membuat dia mencari Allah dengan tulus dan terhapus dari dosa-dosanya. Plus dia harus punya keinginan sejati untuk melakukan apa yang diperlukan untuk keselamatan bila dia kemudian tahu apa yang harus dilakukan.


Lebih dari itu, para invincible ignorant yang selamat pun menjadi selamat karena mereka pada akhrinya disatukan dengan Gereja yang mereka dambakan (votum) dan mereka usahakan untuk bergabung.

 

Quote:

Maksudnya sekalipun bukan Katolik, namun jika orang tersebut sungguh-sungguh berusaha hidup di rahmat Allah dan invincible ignorance maka orang itu bisa selamat !!


Betul.

Namun orang bukan Katolik itu tidak akan bisa selamat kalau tidak menjadi Katolik. Dia tidak bisa tetap menjadi "bukan Katolik" bila ingin selamat.

Quote:

Siapa yang menyelamatkan? Melalui Yesus = Gereja Katolik


Betul.

Quote:

Lebih mudah lagi, anugerah keselamatan dari GK tidak hanya diberikan pada mereka yang beragama Katolik


Keselamatan ditawarkan pada semua orang. Tergantung apakah mereka menanggapinya dengan bergabung dengan Gereja.

Bila mereka tidak bergabung dengan Gereja Katolik, berarti mereka menolak rahmat keselamatan tersebut.

Quote:

Sementara "keselamatan hanya dalam Gereja Katolik" anda perlu mengartikan konteksnya dengan benar berbeda dengan konteks Keselamatan di di luar Gereja yangi di atas.

Gereja dan Yesus adalah satu ! Tidak mungkin makanya ada lebih dari satu Gereja. Pada akhirnya yang membawa penyelamatan adalah Yesus sendiri melalui Gereja Katolik.

Maka tidak bisa diartikan mereka yang bukan Katolik maka akan binasa alias dipanggang di neraka.


Mereka yang bukan Katolik, bila mereka tetap begitu sampai mati, jelas akan dipanggang di Neraka.

Hanya bila yang bukan Katolik menjadi Katolik-lah baru mereka bisa selamat dan masuk Surga.

Quote:

link yang kuberi ga dibaca ya?

nih tak copy paste aja

GEREJA DAN KESELAMATAN

http://www.indocell.net/yesaya/id422.htm

Pertama-tama, sangatlah penting untuk mengerti bahwa doktrin di luar Gereja tidak ada keselamatan ini tidak ditujukan bagi orang-perorangan atau pribadi-pribadi non-Katolik, melainkan bagi komunitas-komunitas atau golongan-golongan non-Katolik. Jika ini benar bahwa hanya ada satu Tubuh Kristus, pastilah juga hanya ada satu Gereja. Setiap kelompok yang memisahkan diri dari Gereja atau yang sejak semula memang sudah tidak ada di dalam Gereja tidak mungkin dapat menjadi perantara kepada keselamatan. Hanya ada satu Gereja yang memiliki seluruh kepenuhan rahmat dan karenanya menjadi satu-satunya sarana untuk mencapai keselamatan di dunia ini.

 

Akan tetapi, dalam kenyataannya tidak ada satu pun kelompok-kelompok atau komunitas-komunitas non-Katolik yang sepenuhnya non-Katolik atau anti-Katolik. Dengan kata lain, nilai-nilai luhur yang membawa keselamatan, yang secara penuh terkandung dalam Gereja, secara tidak penuh juga ada di dalam mereka.


Penuh kesesatan yang cenderung ke bidaah.

1. Dogma ditujukan terhadap semua individu.

2. Adanya elemen kebenaran di Kristen non-Katolik tidak membuat mereka menjadi Katolik (berpikir sebaliknya adalah sangat super sesat). Gereja Katolik bahkah tidak pernah menyebut institusi Protestantisme sebagai suatu "Gereja" dengan "G" besar (sebutan yang digunakan adalah "komunitas gerejawi" [lihat LG 15 sebagai contoh]). Bisakah seseorang menaati 4 perintah saja dari 10 perintah Allah? sama sekali tidak.

3. Elemen kebenaran yang ada diluar Gereja berfungsi untuk mendorong mereka yang berada diluar Gereja, untuk segera masuk kedalam Gereja dimana mereka bisa diselamatkan (LG Par 8). Tanpa memasuki Gereja maka mereka sama sekali tidak bisa selamat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar