Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Sabtu, 04 September 2021

ADAKAH KESELAMATAN DI LUAR GK ?

 SUMBER ekaristi.org

Tom321

Posted: Tue, 19-01-2010 10:52 pm    Post subject: Keselamatan diluar GK

Bro Saya mau tanya lagi ni

saya belajar dari buku Agama Katolik di skolah
dari bocah ampe skrng sma 2

slalu dikatakan
GK percaya sama Keselamatan/Kebenaran diLuar GK..

bagimana Tanggapan Saudara" soal keselamatan/Kebenaran diluar GK??
Soalnya saya liad(termasuk di forum ini) byk yang menentang kebenaran/Keselamatan diluar GK

Kalo merasa ga pantes ada diforum ini
tolong di delete
thx

Flamen

Posted: Tue, 19-01-2010 11:06 pm    Post subject:

Coba baca topik EENS yg di sticky. Semua sudah dibahas disana sampai ada orang yg di ban.thread ini delete saja..tapi untUk masuk sana memerlukan pemikiran yg benar2 matang,jgn masuk kalo masiH setengah2.
_________________
The XiputLUS has been under attack by KeongLAKUS {I_Am_XK}

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Wed, 20-01-2010 5:22 am    Post subject:

"Kebenaran" dan "keselamatan" berbeda.


Kebenaran memang ada diluar Gereja. Ini sangat obvious. Kalau kebenaran tidak ada diluar Gereja bagaimana mungkin orang-orang yang dulunya berada diluar Gereja bisa masuk kedalamnya. Unsur-unur kebenaran dan unsur pengudusan ada diluar Gereja. Unsur-unsur ini merupakan karunia Allah bagi Gereja Katolik.
Dan unsur-unsur ini mendorong orang kepada kesatuan yang Katolik.

Lumen Gentium

8. ... [A]lthough many elements of sanctification and of truth are found outside of its visible structure. These elements, as gifts belonging to the Church of Christ, are forces impelling toward catholic unity.



8. ... [M]eskipun banyak unsur-unsur pengudusan dan kebenaran ditemukan diluar struktur kelihatan [Gereja]. [Unsur-unsur ini, sebagai karunia yang merupakan milik Gereja Kristus, adalah daya-daya yang mendorong kepada kesatuan Katolik.




Mengenai kesalamatan, sama sekali tidak ada keselamatan diluar Gereja Katolik. Kalau orang mau selamat, dia harus berada dalam pelukan Gereja Katolik. Orang yang mengikuti kebenaran tentunya akan didorong oleh daya-daya kebenaran tersebut untuk masuk kedalam kesatuan Katolik ini sehingga bisa selamat.

Rasanya ucapan para Paus dibawah ini lebih credible dari buku pelajaran agama-mu:

Pope Pelagius II (A.D. 578 - 590):
"Consider the fact that whoever has not been in the peace and unity of the Church cannot have the Lord. ...Although given over to flames and fires, they burn, or, thrown to wild beasts, they lay down their lives, there will not be (for them) that crown of faith but the punishment of faithlessness. ...Such a one can be slain, he cannot be crowned. ...[If] slain outside the Church, he cannot attain the rewards of the Church." (Denzinger 246-247)


"Mempertimbangkan fakta bahwa siapapun yang tidak berada dalam damai dan kesatuan dengan Gereja tidak bisa mendapatkan Tuhan... Meskipun dilemparkan dalam api membara yang membakar mereka, atau dilemparkan ke binatang buas, mereka menyerahkan nyawa [pada binatang buas tersebut], tidak akan ada mahkota Iman (bagi mereka ini), tapi hanya ada penghukuman atas ke-tak-ber-iman-an... Begitu pula seseorang bisa terbantai tapi dia tidak bisa mendapatkan mahkota ... [Bila] dia dibantai diluar Gereja, dia tidak dapat mendapatkan hadiah dari Gereja.



Pope Saint Gregory the Great (A.D. 590 - 604):
"Now the holy Church universal proclaims that God cannot be truly worshipped saving within herself, asserting that all they that are without her shall never be saved." (Moralia)


"Sekarang Gereja Kudus universal menyatakan bahwa Allah tidak bisa disembah dengan layak tanpa berada dalam dirinya (nya = Gereja), bahwa mereka yang berada tanpa dia (dia = Gereja) tidak akan pernah selamat



Pope Innocent III (A.D. 1198 - 1216):
"With our hearts we believe and with our lips we confess but one Church, not that of the heretics, but the Holy Roman Catholic and Apostolic Church, outside which we believe that no one is saved." (Denzinger 423)


"Dengan hati kita, kita percaya dan dengan bibir kita, kita mengaku akan satu Gereja bukan yang berasal dari penganut ajaran sesat, tapi Gereja Katolik Roma yang Kudus dan Apostolik, yang diluarnya (nya = Gereja) kita percaya bahwa tidak ada satupun yang selamat"



Pope Innocent III and Lateran Council IV (A.D. 1215):
"One indeed is the universal Church of the faithful outside which no one at all is saved..."


"Inilah satu-satunya Gereja universal dari semua umat, yang diluarnya tidak ada satupun yang selamat..."



Pope Boniface VIII in his Papal Bull Unam Sanctam (A.D. 1302):
"We declare, say, define, and pronounce that it is absolutely necessary for the salvation of every human creature to be subject to the Roman Pontiff."

"Kami mendeklarasikan, mengatakan, mendefinisikan dan mengumumkan bahwa sangatlah perlu sekali bagi keselamatan seluruh umat manusia untuk menjadi subyek dari Paus Roma."



Pope Eugene IV and the Council of Florence (A.D. 1438 - 1445):
"[The Holy Roman Church] firmly believes, professes, and proclaims that those not living within the Catholic Church, not only pagans, but also Jews and heretics and schismatics cannot become participants in eternal life, but will depart `into everlasting fire which was prepared for the devil and his angels' (Matt. 25:41), unless before the end of life the same have been added to the flock; and that the unity of the ecclesiastical body is so strong that only to those remaining in it are the sacraments of the Church of benefit for salvation, and do fastings, almsgiving, and other functions of piety and exercises of Christian service produce eternal reward, and that no one, whatever almsgiving he has practiced, even if he has shed blood for the name of Christ, can be saved, unless he has remained in the bosom and unity of the Catholic Church."


"Gereja Roma yang Kudus benar-benar mempercayai, meyakini dan menyatakan bahwa mereka yang tidak hidup dalam Gereja Katolik, tidak hanya Kafir, tapi juga penganut Yudaisme, bidat dan skismatik tidak bisa menjadi pengikut serta dalam kehidupan kekal, tapi akan pergi 'ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya' (Mat 25:41), kecuali sebelum akhir hidupnya mereka ditambahkan ke kumpulan domba; dan kesatuan dari tubuh Gereja begitu kuatnya sehingga hanya kepada mereka yang berada didalam kesatuan tersebut sakramen Gereja berdaya untuk keselamatan. Dan [hanya didalam Gerejalah] puasa, kemurahan dan fungsi kebaikan kristen lain bisa memberikan hadiah, dan bahwa tidak seorangpun, apapun kemurahan yang dia lakukan, bahkan bila dia telah menumpahkan darah untuk nama Kristus, bisa diselamatkan, kecuali dia berada didalam pelukan dan kesatuan dari Gereja Katolik."



Pope Leo XII (A.D. 1823 - 1829):
"We profess that there is no salvation outside the Church. ...For the Church is the pillar and ground of the truth. With reference to those words Augustine says: `If any man be outside the Church he will be excluded from the number of sons, and will not have God for Father since he has not the Church for mother.'"
(Encyclical, Ubi Primum)

"Kita meyakini bahwa tidak ada keselamatan diluar Gereja. ...
Karena Gereja adalah tiang penopang dan dasar kebenaran. Dengan merujuk ke kata-kata tersebut Agustinus berkata: 'Jika seorang berada diluar Gereja dia akan dikucilkan dari para putra, dan tidak akan mempunyai Allah sebagai Bapa karena dia tidak mempunyai Gereja sebagai ibu



Pope Gregory XVI (A.D. 1831 - 1846):
"It is not possible to worship God truly except in Her; all who are outside Her will not be saved." (Encyclical, Summo Jugiter)


"Tidaklah mungkin untuk menyembah Tuhan secara benar kecuali didalamnya (nya = Gereja); semua yang berada di luarnya (nya = Gereja) tidak akan selamat."


Pope Pius IX (A.D. 1846 - 1878):
"It must be held by faith that outside the Apostolic Roman Church, no one can be saved; that this is the only ark of salvation; that he who shall not have entered therein will perish in the flood." (Denzinger 1647)


"Ini haruslah diyakini sebagi Iman bahwa diluar Gereja Roma yang Apostolik, tidak ada yang bisa selamat; [Gereja] ini adalah satu-satunya bahtera keselamatan; dia yang tidak masuk didalamnya (nya = bahtera = gereja) akan musnah dalam banjir."



Pope Leo XIII (A.D. 1878 - 1903):
"This is our last lesson to you; receive it, engrave it in your minds, all of you: by God's commandment salvation is to be found nowhere but in the Church." (Encyclical, Annum Ingressi Sumus)


"Ini adalah ajaran terakhir kami bagi kamu; terimalah, torehkanlah di pikiran kamu, kamu semuanya; Berdasarkan perintah Allah, keselamatan tidak bisa ditemukan dimanapun kecuali didalam Gereja."


Pope Saint Pius X (A.D. 1903 - 1914):
"It is our duty to recall to everyone great and small, as the Holy Pontiff Gregory did in ages past, the absolute necessity which is ours, to have recourse to this Church to effect our eternal salvation." (Encyclical, Jucunda Sane)


"Adalah tugas kita untuk mengingatkan pada semua orang, besar dan kecil, seperti yang dilakukan Paus suci Gregory di jaman terdahulu, kepentingan absolut yang ada pada kita, untuk memasrahkan pada Gereja ini, keselamatan abadi kita."


Pope Benedict XV (A.D. 1914 - 1922):
"Such is the nature of the Catholic faith that it does not admit of more or less, but must be held as a whole, or as a whole rejected: This is the Catholic faith, which unless a man believe faithfully and firmly, he cannot be saved." (Encyclical, Ad Beatissimi Apostolorum)


"Begitulah sifat dari iman Katolik bahwa [iman ini] tidak hanya mengakui lebih atau kurang, tapi harus diyakini secara penuh atau secara penuh ditolak: Ini adalah iman Katolik, yang kalau seseorang tidak mempercayai dengan iman dan tegas, dia tidak bisa diselamatkan."


Pope Pius XI (A.D. 1922 - 1939):
"The Catholic Church alone is keeping the true worship. This is the font of truth, this is the house of faith, this is the temple of God; if any man enter not here, or if any man go forth from it, he is a stranger to the hope of life and salvation. ...Furthermore, in this one Church of Christ, no man can be or remain who does not accept, recognize and obey the authority and supremacy of Peter and his legitimate successors." (Encyclical, Mortalium Animos)


"Hanya Gereja Katoliklah yang mempunyai penyembahan yang sejati. Inilah wadah kebenaran, inilah rumah iman, inilah kuil Allah; Bila ada orang yang masuk tidak disini, atau bila ada orang yang keluar darinya, dia akan menjadi asing terhadap hidup dan keselamatan. ... Lebih lanjut, didalam satu-satunya Gereja Kristus ini, tidak ada orang yang bisa berada didalamnya tanpa menerima, mengakui dan mematuhi otoritas dan supremasi dari Petrus dan penerusnya yang sah."


Pope Pius XII (A.D. 1939 - 1958):
"By divine mandate the interpreter and guardian of the Scriptures, and the depository of Sacred Tradition living within her, the Church alone is the entrance to salvation: She alone, by herself, and under the protection and guidance of the Holy Spirit, is the source of truth." (Allocution to the Gregorian, October 17, 1953)


"Atas mandat Ilahi penafsir dan penjaga Kitab Suci, dan penyimpan Tradisi Suci yang hidup didalamnya (nya = Gereja), hanya Gerejalah pintu masuk keselamatan: Hanya dialah (dia = Gereja), oleh dirinya (nya = Gereja) sendiri, dan dibawah perlindungan dan tuntunan Roh Kudus, adalah sumber kebenaran."



Pope John XXIII (A.D. 1958 - 1963)
"How beautiful is the Church of Christ, the 'fold of the sheep!' Into this fold of Jesus Christ no man may enter unless he be led by the Sovereign Pontiff, and only if they be united to him can men be saved."


"Sebagaimana indahnyakah Gereja Kristus, 'sarang para domba!' Kedalam sarang dari Yesus Kristus ini tidak seorangpun bisa masuk kecuali kalau dia dipimpin oleh Paus Utama, dan hanya jika mereka disatukan dengan dia (Gereja) manusia bisa diselamatkan."


"Outside the true Catholic Faith no one can be saved, so help me God!"

"Diluar Iman Katolik yang sejati tidak ada seorangpun yang bisa selamat, tolonglah aku tuhan!"



Pope Paul VI (A.D. 1963 - 1978)
[color=darkred]"The means of salvation and sanctification are known by all men, and are necessary to everyone who wishes to be saved."


"Alat untuk keselamatan dan pengudusan sudah diketahui oleh manusia, dan sangat penting bagi mereka yang ingin selamat."


Pope John Paul I (A.D. 1978)
St Paul asked: "Who are you, Lord?" —"I am that Jesus whom you are persecuting". A light, a flash, crossed his mind. I do not persecute Jesus, I don't even know him: I persecute the Christians. It is clear that Jesus and the Christians, Jesus and the Church are the same thing: indissoluble, inseparable. Read St Paul: "Corpus Christi quod est Ecclesia". Christ and the Church are only one thing. Christ is the Head, we, the Church, are his limbs. It is not possible to have faith and to say, "I believe in Jesus, I accept Jesus but I do not accept the Church." We must accept the Church, as she is. (
General Audience, September 13,1978)

St. Paulus bertanya: "Siapakah engkau Tuhan?" — "Aku adalah Yesus yang kau aniaya". Sebuah kilasan, sebercik sinar, menerjang pikirannya. Aku tidak menganiaya Yesus, aku bahkan tidak kenal dia: Aku menganiaya umat Kristen. Jelaslah disini bahwa Yesus dan umat Kristen, Yesus dan Gereja adalah satu hal yang sama: tidak terberaikan, tidak terpisahkan. Baca St. Paulus: "Corpus Christi quod est Ecclesia". Kristus dan Gereja adalah satu. Kristus adalah Kepala, kita, Gereja, adalah organ-organnya. Tidaklah mungkin untuk mempunyai iman dan berkata, "Aku mempercayai Yesus, aku menerima Yesus tapi aku tidak menerima Gereja." Kita harus menerima Gereja sebagai apa adanya.


"The ship of the Church is guided by Christ and by His Vicar... It alone carries the disciples and receives Christ. Yes, it is tossed on the sea, but outside one would perish immediately. Salvation is only in the Church; outside it one perishes." (First Allocution, August 27, 1978, L'Osservatore Romano, August 28,29, 1978.)

"Perahu Gereja dituntun oleh Kristus dan wakilNya... Hanya inilah yang membawa para murid dan menerima Kristus. Betul bahwa perahu ini dilemparkan ke laut, tapi diluarnya seseorang akan lenyap dengan seketika. Keselamatan hanya ada di Gereja; diluarnya siapapun lenyap."



Pope John Paul II (A.D. 1978 - 2005)
"The mystery of salvation is revealed to us and is continued and accomplished in the Church, and from this genuine and single source, like 'humble, useful, precious and chaste' water it reaches the whole world. Dear young people and members of the Faithful, like Brother Francis we have to be conscious of and absorb this fundamental and revealed truth contained in the phrase consecrated by tradition: there is no salvation outside the Church. From Her alone there flows surely and fully the life giving force destined in Christ and in His Spirit, to renew the whole of humanity, and therefore directing every human being to become a part of the Mystical Body of Christ." (Pope John Paul II, Radio Message for Franciscan Vigil in St. Peter's and Assisi, October 3, 1981, L'Osservatore Romano, October 12, 1981.)


"Misteri keselamatan dinyatakan kepada kita dan diteruskan dan tercapai didalam Gereja, dan dari sumber yang asli dan satu-satunya ini, bagaikan air yang 'rendah hati, berguna, berharga, dan murni' misteri ini mencapai dunia. Para muda dan umat tercinta, seperti Brother Francis kita harus sadar akan dan menyerap kebenaran fundamental yang diwahyukan ini, yang terkandung didalam kata-kata yang di sucikan oleh tradisi: Tidak ada keselamatan diluar Gereja. Hanya dari dia-lah (Gereja) kuasa hidup menuju Kristus dan RohNya mengalir secara pasti dan secara penuh, untuk memperbaharui seluruh kemanusiaan, dan karenanya mengarahkan setiap manusia untuk menjadi bagian dari Tubuh Mistik Kristus."


"We are the guardians of something given, and given to the Church universal, something which is not the result of reflection, however competent, on cultural and social questions of the day, and is not merely the best path among many, but the one and only path to salvation." (John Paul II, "I Confirm You to Truth," Address to Joint Assembly of the U. S. Archbishops and the Department Heads of the Roman Curia, March 11, 1989, The Pope Speaks, 34 (September/October, 1989), pp. 254-55.)

"Kita adalah penjaga dari sesuatu yang diserahkan, dan diserahkan ke Gereja universal; sesuatu yang bukan dihasilkan dari refleksi, bagaimanapun kompetennya, atas pertanyaan kultural dan sosial akhir-akhir ini, dan bukan hanya jalan terbaik diantara banyak jalan, tapi satu-satunya jalan keselamatan."


_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Wed, 20-01-2010 5:26 am    Post subject:

Topik ini aku buka kembali.


Bila ada kelompok orang yang tidak berkehendak baik terhadap pribadi moderator atau forum ini yang memperkeruh suasana, maka admistrator ekaristi.org memperingatkan adanya ban massal.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

Nemo
Location: Jakarta

Posted: Wed, 20-01-2010 7:39 am    Post subject:

Pro : DV

Di posting yg lalu anda meralat bahwa tidak menjadi katolik adalah masalah berat (bukan dosa berat). Kalau boleh tau apa bedanya?

Apakah seseorang yg mati dgn memiliki masalah berat pasti masuk neraka?

Bagaimana dgn seseorang yg berada di luar GK tapi mati tanpa memiliki dosa berat, apakah ia tetap masuk neraka?

Yg lalu anda mengatakan bahwa yg berada di Surga adalah hanya org2 katolik. Bagaimana dgn Abraham, Ishak, Yakub dan nabi2 /org2 kudus PL, apakah mereka katolik? Mungkin kamu akan menjawab Ya,mereka semua katolik... btw jawaban ini mirip seperti klaim agama tetangga yg mengatakan bahwa Abraham bukan yahudi, bukan nasrani tapi islam...

Flamen
Location: Djakarta

Posted: Wed, 20-01-2010 8:14 am    Post subject:

@ DV : bung DV, jika para manusia yg berada diluar gereja, sudah menemukan kebenaran dalam agamanya masing2, bagaimana bisa mereka memilih GK? Menurut saya, Pada umumnya orang yg sudah nyaman atau sudah dekat dengan 1 hal yg bersifat "benar", akan terus pada hal tsb dan umumnya tidak akan berpindah, bahkan mungkin menyalahkan "kebenaran2" yg lain. Yg saya tangkap adalah, kebenaran bersifat relatif, dan keselamatan bersifat mutlak. Pada GK ada kebenaran + keselamatan, pada agama lain ada kebenaran tapi - keselamatan, apakah ada perbedaan spesifik dari 2 hal tersebut?? Apakah harus kembali pada dogma EENS? Karena dengan adanya ciri spesifik antara paket benar + selamat, kita dapat mewartakan kepada para agama yg hanya benar. Supaya kita dapat meyakinkan mereka.
_________________
The XiputLUS has been under attack by KeongLAKUS {I_Am_XK}

Last edited by Flamen on Wed, 20-01-2010 8:18 am; edited 1 time in total

LovingStAnthony



Location: Jakarta

Posted: Wed, 20-01-2010 8:20 am    Post subject:

Numpang lewatsss...

Biar dijawab DV.

Dia termasuk yang didefinisikan dalam Lumen Gentium 16 atau tidak?

Saya tidak tahu apakah DV mengatakan demikian. Tetapi, saya memang mengatakan sesuatu yang agak mirip (tidak 100% sama) dengan itu (untuk member Cah_Samosir). Kira-kira saya mengatakan kepada dia: Semua yang ada di sorga mengimani (sebenarnya: melihat) apa yang diimani oleh orang Katolik di dunia. Ini berarti: di sorga, mereka "melihat" apa yang sebenarnya sudah diwahyukan kepada Gereja Katolik.

Orang-orang kudus PL masuk ke dalam sorga setelah mereka "menerima penginjilan" dari Kristus di dalam limbus patrum. Setelah menerima penginjilan dari Kristus, mereka praktis memiliki iman yang sama dengan yang diwahyukan kepada Gereja Katolik = mereka mengimani apa yang diimani oleh Gereja Katolik.

NB: ini tidak berarti semua yang ber-KTP Katolik atau punya surat baptis Katolik pasti masuk sorga.
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)

crabbypatty

Posted: Wed, 20-01-2010 8:24 am    Post subject:

@ DV kalau misalnya seperti ortu saya yang ketipu Protestant gimana donk?
Apakah saya boleh memohon kerahiman Yesus untuk mereka?
Mereka (keduanya) sudah wafat.
_________________
Wir danken dir Gott, wir danken dir.

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Wed, 20-01-2010 8:37 am    Post subject:


"Masalah berat" adalah "grave matter" (ditopik "Dosa berat dan dosa ringan" aku menyebutnya "materi berat") Salah satu syarat untuk menjadi dosa berat adalah masalahnya berat. Mencuri Rp. 100 bukan masalah berat. Berbohong sedang sakit gigi supaya tidak disuruh ayah membeli rokok bukan masalah berat. Mencuri satu atau dua biji rambutan dari pohon tetangga bukanlah masalah berat. Jadi yang merupakan masalah berat adalah mencuri 1 juta rupiah, berbohong kepada polisi/hakim, mencuri 10 biji durian dari pohon durian tetangga.

Orang yang melakukan perbuatan yang merupakan masalah berat SAJA berarti dia tidak melakukan dosa berat, berarti dia melakukan dosa ringan saja, berarti dia bisa masuk surga (harus di Api Penyucian dahulu utnuk membersihkan dosa ringan).



KALAU MEMANG ADA orang yang mati diluar Gereja Katolik tapi tidak berdosa berat, maka dia akan masuk neraka tapi disiksa minimal. Aku mengatakan "KALAU MEMANG ADA" karena rasanya tidak ada kejadian seperti ini.



Orang-orang benar pada Perjanjian Lama telah diwartai Injil oleh Yesus di Limbus Patrum sehingga mereka menjadi Katolik. Sebelum Yesus "turun ke tempat penantian" dan meng-Katolik-kan para orang benar Perjanjian Lama, mereka ada di neraka (Limbus Patrum alias "tempat penantian" berada di neraka meskipun tidak ada siksaan indrawi disitu) dan tidak bisa masuk surga.



PS
POst diatas dibuat sebelum melihat post LovingStAnthony. Jawabannya kurang lebih sama dengan LovingStAnthony mengenai para kudus PL yang meninggal.

DeusVult
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 8:50 am    Post subject:

Kalau memang mereka [edit]err in good faith[/edit] maka Allah pasti membantu orang yang tulus ini untuk masuk ke dalam GerejaNya. Entah dengan baptis keinginan (bagi non-Kristen) atau dengan sesal sempurna (bagi Kristen yang terbaptis).


Katakanlah Pendeta Budi merasa bahwa Protestant is the best. Dia benar-benar tulus meyakini itu. Dia bahkan merasa bahwa Gereja Katolik adalah "pelacur Babilon." Maka tentunya Allah tidak akan meninggalkan orang yang benar-benar tulus. Dia yang mencariNya pasti akan menemukanNya, ini janji seorang Allah (Mat 7:7). Allah pasti akan membuat Pendeta Budi berda dalam pelukan Gereja Katolik. Bagaimana? Allah bisa merancang sedemikian rupa sehingga Pendeta Budi sadar akan kekeliruan Protestant dan masuk Katekisasi paroki terdekat (mungkin dengan mempertemukan Pendeta Budi dengan forum ini, atau dengan mengawinkan Pendeta Budi dengan seorang Katolik yang taat). Cara yang lebih luar biasa adalah mungkin sedetik sebelum Pendeta Budi mati dia mendapat penerangan akan kebenaran Gereja dan sehinga dia mendapatkan sesal sempurna dan mati dalam keadaan bertobat dan Katolik.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 8:52 am    Post subject:

Boleh. Atas suatu peristiwa di masa lampau yang kita benar-benar tidak tahu, kita bisa berdoa memohon. Tapi kalau kita tahu bahwa waktu SD nilai matrematika kita 4, tidak bisa kita berdoa agar masa lalu berubah dan nilai matematika menjadi 9.


Orangtua-mu bisa saja menerima rahmat luar biasa (extra ordinary) sehingga sesaat sebelum benar-benar mati kerahiman ilahi menyapa mereka, mewartakan kebenaran kepada mereka, sehingga mereka bertobat dan menerimanya. Atas dasar pengharapan ini, kita bisa berdoa.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

Flamen

Posted: Wed, 20-01-2010 9:02 am    Post subject:

DV,tolong berikan link topic, yg menyatakan bahwa hanya GK 1 1 nya pembawa keselamatan. Saya ingat pernah ada pembahasan itU, Saya sekarang 99% brows pakai HP,jadi ribet sekali kalau pakai search, thanks.
_________________
The XiputLUS has been under attack by KeongLAKUS {I_Am_XK}

mf inge

Posted: Wed, 20-01-2010 9:33 am    Post subject:

pemahaman EENS setelah KV2 sudah berubah, perbedaan pendapat yang telah didiskusikan sebelum nya adalah ada beberapa orang yang mengamini EENS, tapi dengan pengecualian para invincible ignorants [di luar GK] bisa selamat.

untuk menyamakan persepsi, bisakah ditampilkan juga ucapan para Paus mengenai invincible ignorants / ignorances?

thanks....
_________________
be it done to me according to thy word

Flamen

Posted: Wed, 20-01-2010 9:53 am    Post subject:

Para IG tersebut tidak akan bisa selamat jika di luar GK, jikalau pun mrk selamat, pasti Tuhan dgn kuasanya yg ajaib telah menarik mereka kedalam GK,Meski hanya seper sekian detik sblm mati.
_________________
The XiputLUS has been under attack by KeongLAKUS {I_Am_XK}

LovingStAnthony

Posted: Wed, 20-01-2010 10:28 am    Post subject:

Ada 2 hal:
1. Kamu tampaknya tidak tahu bahwa pemahaman EENS setelah KV2 tidak berubah.
2. Kamu tampaknya tidak tahu apa yang dimaksud dengan "invincible ignorant".

Nomor 1 disebabkan oleh yang nomor 2.

Ini ucapan beberapa paus tentang "invincible ignorant":

Pius XII (Mystici Corporis, 103):
"...those who do not belong to the visible Body of the Catholic Church . . . by an unconscious desire and longing they have a certain relationship with the Mystical Body of the Redeemer".

 

John Paul II (Redemptoris Missio, 10):
For such people salvation in Christ is accessible by virtue of a grace which, while having a mysterious relationship to the Church, does not make them formally part of the Church but enlightens them in a way which is accommodated to their spiritual and material situation.

 

Benediktus XVI (sewaktu masih menjadi Ketua Kongregasi Ajaran Iman dalam Dominus Iesus, 21):
With respect to the way in which the salvific grace of God — which is always given by means of Christ in the Spirit and has a mysterious relationship to the Church — comes to individual non-Christians, the Second Vatican Council limited itself to the statement that God bestows it “in ways known to himself”.

 

Benediktus XVI (sewaktu masih menjadi Ketua Kongregasi Ajaran Iman ketika menjelaskan Dominus Iesus):
God gives light to everyone. Those who seek the truth find themselves objectively on the path that leads to Christ, and thus also on the path to the community in which he remains present in history, that is, to the Church. To seek the truth, to listen to one's conscience, to purify one's interior hearing, these are the conditions of salvation for all. They have a profound, objective connection with Christ and the Church.



Kuncinya: "relationship to the church". Seorang invincible ignorant bisa selamat di dalam pangkuan Gereja (dan ketika mati tidak dalam keadaan dosa berat). Hanya Allah yang tahu bagaimana mereka bisa memiliki relationship dengan gereja (berada di dalam pangkuan gereja).
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)


Last edited by LovingStAnthony on Wed, 20-01-2010 10:44 am; edited 1 time in total

hwijaya
Location: USA

Posted: Wed, 20-01-2010 10:40 am    Post subject:

Selain contoh dari DV diatas, banyak org-org yg tadinya diluar Katolik, dengan rahmat Allah, mencari kebenaran sejati, dituntun masuk ke Katolik. Salah satu contoh nyata adalah Scott Hahn, coba baca Rome Sweet Home...

DeusVult
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 10:41 am    Post subject:

Dogma tidak bisa perubah. vatikan II adalah konsili pastoral yang tidak membuat apalagi merubah dogma.

Pemahaman yang merubah "diluar Gereja tidak ada keselamatan" menjadi "diluar Gereja tidak ada keselamatan kecuali bagi orang-orang tertentu" adalah pemahaman yang "mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya" (Humani Generis - Pius XII).


mf_inge, silahkan hasilkan dokumen resmi Gereja yang mengatakan bahwa para invincible ignorant bisa selamat diluar Gereja di post selanjutnya.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

digerd

Posted: Wed, 20-01-2010 1:22 pm    Post subject:

Dv,apakah penginjilan Kritus di Limbus Patrum,hingga detik ini msh terus terjadi,bahkan sampai kedatangan Kristus ke dunia lagi?kalaupun masih berlangsung,apakah artinya masih ada kesempatan bagi orang benar,yang termasuk invinsible ignorant untuk disatukan dalam Gereja Katolik?

maaf ,jika pertanyaan berikut ini dibilang nyeleneh alias ngeyel..

Apakah rahmat luar biasa(extra ordinary) termasuk didalamnya rahmat pertobatan,atau prosesnya rahmat pertobatan dulu baru rahmat luar biasa ?

Pada manusia tentunya ada freewill,jika menjelang kematiaan ,freewill manusia msh tetap bekerja?apakah bisa rahmat ini bekerja jika tanpa ada freewill manusia sendiri?

mohon pencerahannya...

mf inge

Posted: Wed, 20-01-2010 2:39 pm    Post subject:

sumber : http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic ..amp;&start=27
_________________
be it done to me according to thy word

mf inge

Posted: Wed, 20-01-2010 2:43 pm    Post subject:

adanya pengertian para invincible ignorants ada kemungkinan masuk dalam persekutuan GK entah di sepersekian detik sisa hidupnya, dengan cara yang “misterius”.

dalam KGK 1257 – 1260, dikatakan memang syarat utama untuk selamat adalah menjadi Katolik namun di situ disebutkan juga bahwa :

- ...Karena itu, dengan rela hati ia mematuhi perintah yang diterimanya dari Tuhan, supaya membantu semua orang yang dapat dibaptis, untuk memperoleh "kelahiran kembali dari air dan Roh". Tuhan telah mengikatkan keselamatan pada Sakramen Pembaptisan, tetapi Ia sendiri tidak terikat pada Sakramen-sakramen-Nya. (1257)

- ...Setiap manusia yang tidak mengenal Injil Kristus dan Gereja-Nya, tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu, dapat diselamatkan. Orang dapat mengandaikan bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan. (1260)

yup. itulah, “relationship to the church” … apakah relationship itu harus secara eksplisit dan terselami oleh akal manusia, bukankah cara Tuhan misterius dan tidak terselami oleh pikiran manusia... karena Tuhan datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.

_________________
be it done to me according to thy word

mf inge

Posted: Wed, 20-01-2010 2:45 pm    Post subject:


terus terang saya tidak punya dokumen resmi Gereja yang kamu minta.

pengertian konsep EENS yang saya pahami hanyalah dari membaca diskusi di sini, membaca surat Paus dan mendengar homili romo di paroki saya.

saya mengamini EENS, namun bagi non-Katolik tidak tertutup kemungkinan BISA selamat entah dengan berada di pangkuan GK pada akhir hidupnya secara eksplisit ataupun secara implisit. bukankah Yesus datang untuk menebus seluruh umat manusia, namun jalan keselamatan bagi masing2 orang adalah berbeda dan tentunya sesuai dengan rancangan Allah (misterius).

apakah ajaran Paus dan para romo dianggap sekedar toleransi dan dialog, justru sekarang saya ingin mencari tahu mengapa beliau mengajarkan demikian.
bila dikatakan kebenaran bukan mengandalkan jumlah, saya setuju … namun sekali lagi … mengapa bisa demikian berbeda?

bila postingan pertanyaan saya dianggap memperkeruh suasana dan mengacaukan jalannya diskusi, saya bersedia di banned. thanks.
_________________
be it done to me according to thy word

m2us

Posted: Wed, 20-01-2010 2:48 pm    Post subject:

@ mf_inge kalau baca sesuatu secara lengkap..kamu menebalkan point-point yang kamu anggap penting tapi kamu luput akan satu yang penting ini juga..

menurut kamu apa maksud dari JP II menulis paragraph ini?

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK

Last edited by m2us on Wed, 20-01-2010 2:48 pm; edited 1 time in total

F Apul Anton
ius Siboro

Posted: Wed, 20-01-2010 2:52 pm    Post subject:

duh bahan yang di ungkapkan itu sudah pernah di bahas dan juga sudah pernah di uraikan oleh member yang lain.

mba inge baca2 dulu saja topik2 yang berhubungan dengan EENS ini.

LovingStAnthony

Posted: Wed, 20-01-2010 2:55 pm    Post subject:

Pertama: terjemahan audiensi itu tidak begitu bagus (coba baca tanggapan Modie Athanasios di sini [topik yang sama yang kamu beri linknya tapi berbeda page]). Dan silakan baca terus tanggapan Modie Athanasios di situ.

Untuk gampangnya, saya sudah memberi warna merah apa yang "tidak kamu lihat" tetapi sudah ditekankan Modie Athanasios di link itu.

Intinya, Paus tetap mengimani Extra Ecclesiam Nulla Salus, dan invincible ignorant dapat selamat di dalam pangkuan Gereja.
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)

LovingStAnthony

Posted: Wed, 20-01-2010 3:12 pm    Post subject:

Salah satunya boleh saja semacam itu yang terjadi. Intinya, ia meninggal dalam pangkuan Gereja Katolik (dan tidak dalam keadaan dosa berat).

Memang, ketika Allah tidak terikat pada sakramen-sakramen-Nya, Ia tetap "terikat" untuk memberikan rahmat-Nya yang sudah diberikan lewat Gereja. Jadi, ketika Allah memberikan rahmat-Nya, ia pasti memberikan rahmat yang memiliki "cap Gereja". Hal ini sudah dikatakan oleh para paus yang saya kutipkan untuk kamu (ingat "misterious relationship?). Allah tidak akan menggunakan rahmat lain, selain rahmat yang sudah diberikan-Nya lewat gereja. Di sinilah "misterious relationship" itu terjadi.

Dan, dari sudut manusia, sebenarnya, tidak ada cara lain: sakramen baptis. "Cara lain" adalah "cara" Allah, hanya Dia yang tahu--dan kita tidak bisa mengatakan kepada orang bahwa keselamatan dapat diperoleh dengan 2 cara: baptis dan "cara lain". Tidak. Jika orang mau selamat, orang harus dibaptis. Di luar cara itu, biar itu adalah urusan Allah (dari berbagai kutipan paus yang saya berikan dan dari audiensi Paus JP II yang kamu berikan, "cara yang hanya diketahui Allah itu", entah bagaimana caranya, membuat orang itu "terhubung" dengan Gereja). Itu maksud Katekismus 1257 yang kamu kutip.

Lihat, sekali lagi kamu melihat yang ingin kamu lihat, tetapi mengabaikan yang tidak ingin kamu lihat. Saya bantu kamu melihat yang tidak "ingin" kamu lihat--yang saya beri warna merah. Yang berwarna merah adalah fakta bahwa para invincible ignorant--yaitu yang dideskripikan dalam kalimat sebelumnya, yang kamu favoritkan sehingga kamu bold--seandainya mereka tahu dan mengenal Gereja Katolik, mereka pasti minta dibaptis. Jadi, para invincible ignorant, setidaknya, punya keinginan implisit untuk dibaptis.

Relationship yang paling formal dan eksplisit adalah baptis. Di luar itu, jika mau diandaikan (walaupun sebenarnya "misterius"), paling ada relationship yang nonformal dan implisit. Bagaimana persisnya, relationship ini, hanya Allah yang tahu. Intinya: di luar gereja [di luar relationship dengan gereja], tidak ada keselamatan.
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)


Last edited by LovingStAnthony on Wed, 20-01-2010 3:25 pm; edited 1 time in total

Nemo

Posted: Wed, 20-01-2010 3:22 pm    Post subject:


Sangat mungkin...
Seseorang yg sedang menghadapi sakratul maut, diinjili oleh seorang protestan. Menjelang meninggal, ia percaya dan dibaptis. Setelah dibaptis ia meninggal.

Disini baptisan oleh pendeta protestan menghapuskan segala dosa (dosa ringan maupun dosa berat) dan ia meninggal dalam keadaan tanpa dosa berat namun berada di luar Geeja Katolik (karena ia diinjili oleh protestan otomatis artikel iman yg diimani adalah artikel iman protestan).
Seandainya ia tdk sempat terbaptis, ia tetap terbaptis oleh baptis rindu.

Dan baptis rindu tsb menghapuskan seluruh dosa (dosa ringan maupun dosa berat) sehingga ia meninggal dalam kondisi tanpa dosa berat namun dgn mengimani artikel iman protestan.

Begitupula dgn non Kristen. Mereka tidak memiliki konsep dosa ringan - dosa berat, mereka jg tidak tau yg mana perbuatan termasuk dalam dosa berat, mereka mgkn jg tidak menyadari bahwa satu buah perbuatan dosa berat dapat mengakibatkan neraka meskipun ia "memiliki" sejuta perbuatan baik.
Jadi jelas mereka tidak full knowledge, bahkan mgkn jg tidak full knowledge. Maka materi berat yg non Kristen lakukan tidak berbuah menjadi dosa berat. Kemudian si non Kristen meninggal. Non Kristen tsb meninggal dgn tanpa dosa berat.
[Pemikiran ini berangkat dari asumsi bahwa dosa asal bukanlah dosa berat (karena non Kristen tidak memiliki konsep ini sehingga tidak memenuhi kriteria full knowledge dan full consent)]

Hal apa lagi yg dpt membuat seseorang masuk neraka selain dosa berat?

m2us

Posted: Wed, 20-01-2010 3:31 pm    Post subject:

Nemo, saya ada pertanyaan, mohon di jelaskan:

Apakah baptisan protestan menghapuskan segala dosa? Bisa minta referensinya? Terima kasih.

rgds,
m2us

Tony
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 3:35 pm    Post subject:

Semua baptisan yg valid (formulasi Tritunggal dan pengertiannya yg benar) menghapus semua dosa mau itu yg baptis protestan bahkan islam atau ateis sekalipun kalau dengan niat dan kehendak yg dibaptis saat dalam bahaya mau mati ataupun dalam keadaan sehat tentu kalau protestan yg memiliki formulasi dan pengertian teologis yg benar mengnenai Tritunggal tentu adalah valid dan mengapus semua dosa mau dosa asal atau perbuatan sebelum dibaptis. Ingat ini hanya mengenai keabsahan/ validitas baptisan.

_________________
Salam dan doa
F A Q
Katekismus
Kitab Hukum Kanonika
Homili
Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B
Matt 12:32

m2us

Posted: Wed, 20-01-2010 3:47 pm    Post subject:


Thank you Tony atas penjelasannya.

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK

Nemo

Posted: Wed, 20-01-2010 3:52 pm    Post subject:

ketinggalan belum ditanggapi...
Jadi bisa dibilang para org kudus PL menjalani katekumen di Limbus Patrum...(kesimpulan).
Btw bagaimana dgn Elia & Henokh yg lgs ke Surga tanpa katekumen dulu?

LovingStAnthony

Posted: Wed, 20-01-2010 3:56 pm    Post subject:

Saya belum cek-recek. Ini pendapat saya pribadi. Kemungkinan besar, mereka masuk ke limbus patrum dulu.
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)

Tony
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 3:56 pm    Post subject:

Ngga masalah apa Tuhan ngga mampu katekasi saat sebelum atau lagi naik atau setiba disurga? Sederhana ya
_________________
Salam dan doa
F A Q
Katekismus
Kitab Hukum Kanonika
Homili
Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B
Matt 12:32

Nemo

Posted: Wed, 20-01-2010 4:02 pm    Post subject:

Nah ada satu pemikiran lagi...

Seseorg yg terbaptis di gereja protestan dan baptisannya dinilai sah/valid oleh GK, ia ( ketika memutuskan utk menjadi katolik)tidak dibaptis lagi dalam GK. Ia langsung diterima sbg anggota dlm GK dan boleh menerima komuni. Saya tidak tau bagaimana praktek yg sebenarnya, apakah seseorang dgn baptis protestan yg valid ketika diterima ke dalam Gereja katolik ia harus melakukan sakramen tobat terlebih dahulu baru boleh menerima komuni, mengingat walaupun baptisan protestannya valid (menghapus segala dosa- dosa ringan maupun dosa berat), namun pasca pembaptisan protestan, ia masih mgkn berbuat dosa berat (e.g.tidak mengimani artikel iman katolik)?

Mohon pencerahan...

Tony
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 4:06 pm    Post subject:

Tidak. Ada prosesnya yaitu katekasi Katolik karena untuk menerima sakramen lainnya sebagai Katolik penuh ada prosesnya seperti berikut secara kronologis.

Katekasi dan menerima sakramen Tobat
Katekasi dan menerima sakramen Ekaristi
Menerima sakramen pengurapan orang sakit kalau perlu dan sakit.
Setelah itu dia adalah katolik yg dapat menerima semua sakramen hingga nanti cukup umur dan menerima sakramen penguatan/ Krisma dan juga sakramen perkawinan kalau ia nikah nanti atau sakramen tahbis kalau dia masuk jadi deakon kemudian romo dan kemudia uskup.

Hope that helps
_________________
Salam dan doa
F A Q
Katekismus
Kitab Hukum Kanonika
Homili
Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B
Matt 12:32

Nemo

Posted: Wed, 20-01-2010 4:06 pm    Post subject:


Maksudnya?

Kenyataan para org kudus PL dikumpulkan dulu di Limbus Patrum buat ngejalani kelas katekumen yg mana dgn katekumen tsb para org kudus PL menjadi katolik (karena menurut DV, yg ada di Surga hanya org katolik).

Tony
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 4:08 pm    Post subject:

Itu kan jaman PL karena surga belum dibuka untuk umum dan baru terbuka untuk mereka saat kenaikan Yesus.
_________________
Salam dan doa
F A Q
Katekismus
Kitab Hukum Kanonika
Homili
Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B
Matt 12:32

DeusVult
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 5:29 pm    Post subject:

Pertama
Berada di pangkuan Gereja harus eksplisit, bukan implisit. Tapi ini perlu dijelaskan lebih lanjut.

Begini, ada tiga bentuk baptisan. Air, darah, keinginan. Dari ketiganya, hanya baptisan air-lah yang merupakan sakramen dan membuat seseorang menjadi anggota Gereja. Sedangkan baptisan darah dan keinginan tidak sakramental dan tidak membuat orang menjadi anggota Gereja. Meskipun demikian, baik baptisan darah maupun baptisan keinginan memasukkan orang ke dalam Gereja.

Jadi ada dua golongan, katakanlah, dalam Gereja. Pertama adalah "anggota." Kedua adalah "non-anggota." Meskipun berbeda status kedua-duanya berada dalam pelukan Gereja Katolik karena itu pasti selamat [asalkan tidak berdosa berat].



Kedua
Invincible ignorant yang tulus mencari Allah dan berusaha melakukan kehendakNya bisa selamat kalau berada dalam pangkuan Gereja Katolik.

Untuk berada dalam pangkuan Gereja Katolik tidak berarti dia harus dibaptis Romo, menghadiri Misa, atau percaya terhadap dogma Maria terkandung tanpa noda dosa asal.

Untuk berada dalam Gereja Katolik seseorang harus dibaptis. Ini karena baptisan adalah necessitas medii, alias "keperluan sarana."
Bagi invincible ignorant bentuk baptisan yang mungkin adalah baptisan keinginan.

"Keinginan" disini bukan sekedar "ingin," tapi "haruslah sebuah keinginan atau niatan yang nyata, dan tidak sekedar velleity [ie. sekedar keinginan tingkat paling lemah yang tidak disertai upaya untuk mendapatkan apa yang diinginkan]. Tindakan kehendak dimana votum akan Gereja yang implisit dan yang menyelamatkan itu terkandung, harus lebih dari sekedar velleity. Operasi tersebut juga harus merupakan sebuah tindakan kehendak yang efektif dan nyata. " (Mgr. Fenton)


Bagi orang dewasa, untuk dibaptis perlu adanya iman (disamping adanya keinginan yang implisit [tidka harus eksplisit] sebagaimana dijelaskan di paragraph atas). Di paroki-paroki pun orang yang akan dibaptis harus melalui katekisasi. Karena "tanpa iman tidaklah mungkin untuk menyenangkan Allah" (Ibr 11:6).

Ada minimal kandungan iman EKSPLISIT yang harus dipercayai oleh si invincible ignorant agar dia layak dibaptis (sementara yang lain-lainnya bisa implisit).

Katakanlah kandungan iman minimal EKSPLISIT itu adalah: percaya bahwa Allah berinkarnasi, percaya bahwa hanya Allah yang mampu mengampuni dosa, percaya bahwa surga dan neraka adalah kekal. Maka untuk bisa dibaptis keinginan, si invincible ignorant harus mempercayai secara EKSPLISIT ketiganya. Sedangkan mengenai artikel-artikel iman lain, seperti dogma maria, sakramentologi, ajaran tentang dosa asal dll, bisa diimani secara implisit.

Gereja belum memutuskan apa saja yang harus diimani secara eksplisit supaya kandungan minimal terpenuhi. Tapi paling tidak ada dua hal yang harus diimani secara eksplisit, yaitu eksistensi Allah dan fakta bahwa Dia mengganjar yang benar dan menghukum yang jahat (Ibr 11:6). "Apakah itu saja?" Tidak tahu. Tapi kecenderunganya adalah memang ada hal lain yang harus dipercayai secara eksplisit selain dua hal itu (ketika seorang misionaris mengirim surat kepada seorang Paus dan bertanya bolehkah dia membaptis seseorang yang hanya percaya Akan Allah dan bahwa dia mengganjar/menghukum yang baik/jahat, sang Paus menjawab bahwa sang misionaris tidak diperkenankan membaptis kecuali orang itu diajar mengenai inkarnasi dan trinitas). "Apa saja yang lainnya?" Tidak tahu. Gereja belum memutuskan.

Nah, katakanlah si invincible ignorant telah memenuhi syarat dengan mengimani secara eksplisit apa yang memang harus diimani secara eksplisit. Maka dia akan dibaptis keinginan. Dia akan berada dalam pangkuan Gereja Katolik sebagai non-anggota.

Bila dia mati dalam kondisi itu, dia akan masuk surga. Dia masuk surga karena berada dalam pangkuan Gereja Katolik.



Ketiga
Tidak pernah Gereja mengajarkan bahwa ada keselamatan diluar Gereja. Kalau ada hierarkhi yang mengajarkan demikian, maka ajaran itu bukan ajaran Gereja.



Keempat
Mengapa banyak orang/hierarkhi yang mengajarkan ada keselamatan di luar Gereja? Susah menjawabnya. Kalau dipaksa, aku akan menjawab bahwa setelah Vatikan II (yang menghasilkan dokumen-dokumen yang ambigu dan kompromistis, dimana fakta ini diakui oleh orang yang pro dan kontra Vatikan II) banyak orang yang menganggap terjadi perubahan fundamental dalam Gereja termasuk dogmanya.



Kelima
ekaristi.org sangat berterima kasih akan pengertian dan kooperasinya.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 5:40 pm    Post subject:


Tidak ada lagi penginjilan seperti ketika Yesus turun ke tempat penantian.


Aku tidak tahu maksud dari rahmat luar biasa.

Rahmat bekerja dengan mengingat Free Will. Kalau manusianya menolak, rahmat itu tidak akan bekerja.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 6:08 pm    Post subject:


Baptis air maupun baptis keinginan memasukkan seseorang ke dalam pelukan Gereja Katolik. Jadi orang diatas telah menjadi Katolik dan mati dalam pelukan Gereja Katolik. Tidak bisa dikatakan dia mati diluar Gereja Katolik.


Dosa asal adalah dosa berat.

Terlepas dari itu, meskipun Islam punya konsep "balance of merit" tetap saja mereka tahu bahwa pornografi adalah dosa yang serius dibandingkan mencuri mangga.

Begini, orang yang mati duluar Gereja Katolik itu pasti punya ikatan dosa berat. Misalnya bayi yang punya dosa asal. Untuk invincible ignorant pun kalau mereka tidak dibaptis keinginan maka mereka tidak berada dalam Gereja DAN dosa asal mereka tidak terhapus. Jadi kalau ada invincible ignorant yang berada di luar Gereja, pasti dia akan masuk neraka karena dosa asalnya. Kalau dia dibaptis keinginan berarti dosa asalnya dihapus, berarti dia berada dalam Gereja.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos

Posted: Wed, 20-01-2010 6:09 pm    Post subject:

The Intention to be Possessed in Baptism *

[Response of the Holy Office, December 28, 1949]


2304 To this Supreme Sacred Congregation ... the question has been proposed:

"Whether, in judging matrimonial cases, baptism conferred in the sects of the Disciples of Christ, the Presbyterians, Congregationalists, Baptists, Methodists, when the necessary matter and form have been used, is to be presumed as invalid because of the lack of the required intention in the minister of doing what the Church does, or what Christ instituted; or whether it is to be presumed as valid unless in a particular case it is proven to the contrary." The reply: In the negative to the first part; in the affirmative to the second.


_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Wed, 20-01-2010 6:12 pm    Post subject:

Elia dan Henokh juga tidak berada di surga dengan beatific vision. Kata "surga" di ayat mengenai Henokh dan Elia tidak harus diartikan surga dimana ada beatific vision. In fact, kata "surga" punya banyak arti di Alkitab (baca Catholic Encyclopedia: Heaven)
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Wed, 20-01-2010 6:15 pm    Post subject:

Ada penerimaan sakramen tobat sebelum penerimaan komuni pertama kali (juga ada latihan dan sedikit katekisasi). Ini berlaku bagi semua orang yang akan menerima komuni untuk pertama kali, termasuk anak-anak yang beranjak dewasa, dan convert dari Protestantisme.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

m2us

Posted: Thu, 21-01-2010 7:21 am    Post subject:


DV sori saya hanya mau memperjelas saja, kalau saya tidak salah menangkap, Holy Office mengatakan bahwa baptisan diluar GK adalah valid selama form dan matternya benar kecuali terbukti bahwa lack of the required intention in minister of doing what the Church does, or what Christ instituted
Bisa kasih contoh tidak intention yang dimaksud ini?

Kemudian seseorang yang dibaptis diluar GK, walaupun valid bukankah dia tetap mempunyai dosa karena terpisah dari tubuh mistis Kristus? Thank you sebelumnya atas penjelasannya.

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Thu, 21-01-2010 8:51 am    Post subject:

Ada dua pertanyaan. Pertanyaan pertama menanyakan apakah baptisan dari sekte-sekte Protestant itu, bila memang materi dan formulasinya sudah tepat, boleh diasumsikan sebagai baptisan yang invalid karena kurangnya niat dari si pembaptis untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja. Jawabannya adalah tidak boleh diasumsikan demikian.

Bagian kedua menanyakan apakah baptisan dari sekte-sekte Protestant itu, bila memang materi dan formulasinya sudah tepat, boleh diasumsikan sebagai baptisan yang valid kecuali di kasus-kasus tertentu ada bukti yang berlawanan [ie. bukti yang menunjukkan ketidak-validan dari baptisan tersebut). Jawabannya adalah "ya."

Jadi untuk baptisan dari sekte tersebut ktia selalu mengasumsikan sebagai sah KECUALI dalam kasus tertentu ada bukti kuat bahwa terjadi pembaptisan yang tidak sah.


Lalu, "intention of doing what the Church does" alias "niat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja," maksudnya adalah si orang yang melakukan sakramen tersebut punya niatan untuk melakukan sakramen sebagaimana dilakukan Gereja.

Katakanlah ada seorang moslem yang sedang dalam perjalanan. di tengah jalan dia ketemu orang yang sekarat. Si orang yang sekarat ini berkata kepada moslem bahwa dia adalah seorang Kristen tapi belum dibaptis dan sebelum mati dia meminta si moslem untuk membaptisnya. Dia berkata kepada si moslem bahwa baptisan adalah perlu baginya dan dia mengajarkan kata-kata baptisan dan mengajarkan perlunya air. Si moslem yang kasihan berkehendak memabntu permintaan terakhir orang ini. Sambil menuangkan air ke kepala si sekart, si moslem mengatakan formulasi baptisan, "aku membaptismu dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus." Terbaptislah si sekarat dan dia mati dalam pelukan Gereja atolik

Nah, meskipun materi dan formulasinya sah, si moslem sama sekali tidak mengiminai Trinitas, Gereja Katolik, apalagi sakramen baptis. Tapi dalam memberikan baptisan si moslem berkehendak untuk melakukan suatu ritual yang biasa dilakukan oleh orang Kristen. Inilah yang dimaksud dengan niatan untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja. Oleh karena itu baptisan si moslem adalah sah.

Kasus yang sama terjadi ketika ada seorang Romo yang tidak percaya bahwa dengan doa konsekrasi roti dan anggur berubah menjadi tubuh dan darah Kistus (ada Romo yang seperti ini, mukjijat Lanciano merupakan pembuktian ilahi bagi si Romo di Lanciano yang tidak percaya perubahan roti da anggur). Sekalipun si Romo tidak percaya sama sekali bahwa roti dan anggur menajdi tubuh dan darah saat konsekrasi, TAPI kalau si Romo berniat melakukan semua ritualnya sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Gereja sejak dahulu, maka roti dan anggur itu tetap terkonsekrasi.

Kalau dia invincible ignorant, itu berarti dia tidak berdosa.
Invincible ignorant itu ketidaktahuan yang bukan dikarenakan kesalahannya sendiri. Di singulari quadam yang aku kutip di topik yang di lock Tony, Pius IX mengatakan bahwa invincible ignorant tidak bisa dipersalahkan atas ke-invincible ignorance-an mereka
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

ceceps01

Posted: Thu, 21-01-2010 10:49 am    Post subject:

Mau tanya,

Apakah syarat asalkan tidak berdosa berat menggunakan apa yg dikategorikan dosa berat oleh GK.

Jadi seseorang yg poligami karena oleh kepercayaannya bukan merupakan dosa, tapi menurut GK itu adalah zinah yg merupakan dosa berat, maka ia tdk bisa selamat walaupun memenuhi syarat IG.

Jika memang demikian maka semakin kecil lagi kemungkinan keselamatan di luar Gereja, krn 'ukuran' yg digunakan tetap menggunakan 'ukuran' GK.

Last edited by ceceps01 on Thu, 21-01-2010 10:50 am; edited 1 time in total

m2us

Posted: Thu, 21-01-2010 11:41 am    Post subject:

Thanks DV, penjelasannya sangat jelas.

DV, bagaimana dengan kasus ini:

Kita tahu ada seseorang yang masuk kategori invicible ignorant. Nah karena kita ingin orang ini selamat maka kita melakukan pewartaan ke orang ini, namun apa yang kita jelaskan ke dia ditolak dan dia tetap tidak mau mengimaninya. Berartikan orang ini sudah tahu akan Yesus dan GerejaNya tapi menolaknya. Jadi neraka yang didapatnya.

Dalam kasus ini, pasti timbul pemikiran, lebih baik tidak usah melakukan pewartaan kepada orang ini karena harusnya dia punya kesempatan masuk surga dengan invicible ignorancenya itu. Sedangkan Yesus mengutus kita untuk melakukan pewartaan. Bagaimana tanggapan DV? Thanks.

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK

Stanley

Posted: Thu, 21-01-2010 12:15 pm    Post subject:

sangat manusiawi sekali bila sampai timbul pemikiran seperti di paragraf kedua itu.

Namun, barang siapa tidak melaksanakan dengan sengaja perintah Yesus yg terakhir sebelum dia naek ke surga.... berarti... ehm... he's in big problems waktu nanti di hari akhir.

Saya rasa, Tuhan juga melihat penyebab penolakan si invinsible ignorant itu, Bisa jadi karena kegagalan kita menjelaskan. Dan hal2 seperti itu kita serahkan pada Tuhan. Lagipula, dari mana kita berani justifikasi seseorang dlm posisi invinsible ignorant?

Edit: tambahan ayat: "apa yang kau lakukan u/ saudaraKu yg paling hina ini, kau lakukan juga untuk Aku"

thx
MGBU
_________________
This is Spartaaa!

Last edited by Stanley on Thu, 21-01-2010 12:26 pm; edited 2 times in total

mf inge

Posted: Thu, 21-01-2010 12:52 pm    Post subject:

untuk point 1 – 2, sudah jelas soal baptis eksplisit (anggota GK) dan implisit (non-anggota GK), mengenai rahmat keselamatan untuk para baptist implisit adalah merupakan misteri, hanya Tuhan yang tahu.


untuk point 3, apa yang diajarkan bapa Paus dan para Uskup / Romo sejauh yang saya tangkap masih sejalan dengan penjelasan DV di point 1 dan 2.


untuk point 4, oke (walau saya tidak begitu paham dengan maksud "dokumen2 ambigu") tapi okelah…


untuk point 5, saya ucapkan : sama2 dan terimakasih kembali, Tuhan memberkati.
_________________
be it done to me according to thy word

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Thu, 21-01-2010 4:45 pm    Post subject:

Ya.
Syarat dosa berat ada tiga. Ketiga syarat itu harus dipenuhi semuanya sehingga bisa disebut dosa berat. Silahkan baca topik "Dosa berat dan Dosa Ringan" untuk menilai mengenai kasus polygamy.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Thu, 21-01-2010 4:45 pm    Post subject:

Darimana pemikiran bahwa sekedar invincible ignorance saja bisa menyelamatkan? Seakan-akan lebih baik seseorang itu invincible ignorance daripada tahu Yesus dan menolak? Iya kalau si orang itu akhirnya mendapat rahmat baptisan keinginan. Kalau tidak?

Lalu mengenai orang yang dibweritahu tentang Yesus lalu menolaknya. Apakah kita tahu bahwa nanti-nanti di masa depan dia akan merenungkan pewartaan tentang Yesus dan kemudian sadar dan bertobat?


The point is, kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Karena itu kita mengusahakan yang terbaik untuk saat ini.


Dulu aku pernah mendengar pemikiran, "lebih baik anak jangan dibaptis saja. Ya kalau dewasa menjadi seorang kristen yang baik. Tapi kalau malahan menjadi orang fasik? Bukankah itu akan memalukan agama Kristen."

Pemikiran in sama dengan pemikiranmu diatas. Kekeliruan ini adalah sikap over pesimistis atas masa depan.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Thu, 21-01-2010 4:46 pm    Post subject:

Maksudnya, multi-tafsir.
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

ceceps01

Posted: Thu, 21-01-2010 8:11 pm    Post subject:


Sorry,
saya mengambil contoh poligami,
tapi intinya ada hal2 yg menurut GK adalah dosa berat tapi di kepercayaan lain bukanlah dosa berat.

Jadi walaupun orang tsb 'bisa' dikategorikan IG, tapi karena dia melakukan apa yg boleh menurut kepercayaannya tapi hal tsb dosa besar menurut GK maka dia tdk bisa selamat.

m2us
Location: Roman Catholic Church

Posted: Thu, 21-01-2010 9:50 pm    Post subject:


Saya rasa point ini yang penting. Ok DV, thank you atas penjelasannya.

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Fri, 22-01-2010 8:05 am    Post subject:


Sudah lihat link-nya? Sudah baca tiga syarat dosa berat yang harus dipenuhi semuanya?

ceceps01

Posted: Fri, 22-01-2010 5:22 pm    Post subject:


Apakah berarti ukuran yg digunakan utk menentukan apakah yg dilakukan dosa berat adalah pengetahuan dari si pelaku?

Apollos

Posted: Fri, 22-01-2010 8:02 pm    Post subject:


Ada tertulis : Kristus mati satu kali dan memperoleh kemuliaan-NYA di sisi kanan Allah. Lagi tertulis : Kristus mati satu kali untuk selamanya menghapus semua dosa manusia. Ada tertulis : Setiap orang yang melakukan dosa menyalibkan kembali Kristus.

Jadi Kristus tidak turun kembali ke tempat penantian, karena Keselamatan dikerjakan sekali di Kayu Salib, dan selanjutnya adalah Rahmat Keselamatan yang diberikan oleh Kristus melalui Roh kepada Gereja Katolik. Ada tertulis : Lambung Kristus ditikam dan dari sana keluar darah dan air. Ada tertulis lagi : Inilah Ibumu.

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Sat, 23-01-2010 4:57 am    Post subject:


Tentu saja. Siapa lagi?
_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

ceceps01

Posted: Sat, 23-01-2010 5:49 am    Post subject:

Thanks DV.

Totus Tuus

Posted: Sun, 24-01-2010 8:49 am    Post subject:

@DV, Tony, LSA, All

Aku, Totus Tuus sudah mengerti dengan amat tentang apa yang dijelaskan dan dimaksudkan oleh EDO mengenai EENS dan cara penjelasannya.

EENS adalah EENS tidak bisa disangkal, TIDAK BISA SALAH. Misteri Ilahi adalah misteri yang tidak perlu diungkap karena itu bukan ranah Totus Tuus atau manusia. Kita perlu mengetahui batasannya, agar tidak ada relativisme.

Dalam Pewartaan tentang EENS, mengapa DV (EDO) menekankan pada Baptis Air. Karena selayaknya kita sebagai yang Terbaptis Air itulah salah satu tugas kita dalam pewartaan membawa Non sampai pada pengertian tentang Trinitas dan Baptis Air. Ini adalah salah satu salib yang terpatri dalam sebuah Baptis Air, menjadi seorang Martir ketika dalam pewartaan. Totus Tuus inilah yang akan kulakukan, bukan dengan caraku tapi dengan CaraNya yang aku sendiri tidak tahu.
Please God Bless us.


@Tony, terus terang soal AKU PASTI SELAMAT, boro2 deh... percaya pada diriku sebagai seorang yang baik saja, masih jauh api dari panggang (babi .... hmm yummy
). Mau lagi orang yang benar, ini namanya "kurang ajar" .

@DV, thanks for your great work and fantastic effort. Sorry, if I am too hard. Promise to read more, so that you have more time. Aku saat ini sedang membaca Liturgi. EENS sudah tuntas sampai sini dulu. Thanks for everything you have done, and you too Tony.

@All, thanks for everything and I am sorry for the troubles. Totus Tuus

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Mon, 25-01-2010 4:40 am    Post subject:

Misteri Ilahi itu tidak bisa mengingkari EENS. Seakan-akan ada orang yang berada diluar pelukan Gereja Katolik tapi tiba-tiba selamat melalui Misteri Ilahi. Ini sama sekali tidak bisa dan membuat Allah sebagai seorang pembohong.

Kalau seorang invincible ignorant yang tulus mencari Allah dan berusaha melakukan kehendakNya ingin selamat melalui Misteri Ilahi, tetap saja dia harus "dibaptis" (air, darah, keinginan) dan "berada dalam pelukan Gereja." Karena kedua hal itu adalah necessitas medii alias keperluan sarana. Satu-satunya sarana untuk selamat adalah berada dalam Gereja (dimana baptisan [air, darah, keinginan] adalah pintu masuk Gereja).

Karena itu, yang dimaksud Misteri Ilahi tentunya adalah suatu misteri bagaimana seseorang bisa berada dalam pelukan Gereja Katolik melalui baptisan (air, darah, keinginan).
Tidak ada cara lain. Itulah satu-satunya jalan.

Pope John Paul II (A.D. 1978 - 2005)
"We are the guardians of something given, and given to the Church universal, something which is not the result of reflection, however competent, on cultural and social questions of the day, and is not merely the best path among many, but the one and only path to salvation."
(John Paul II, "I Confirm You to Truth," Address to Joint Assembly of the U. S. Archbishops and the Department Heads of the Roman Curia, March 11, 1989, The Pope Speaks, 34 (September/October, 1989), pp. 254-55.)

"Kita adalah penjaga dari sesuatu yang diserahkan, dan diserahkan ke Gereja universal; sesuatu yang bukan dihasilkan dari refleksi, bagaimanapun kompetennya, atas pertanyaan kultural dan sosial akhir-akhir ini, dan bukan hanya jalan terbaik diantara banyak jalan, tapi satu-satunya jalan keselamatan."


_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

Totus Tuus

Posted: Mon, 25-01-2010 10:41 pm    Post subject:

Thanks DV. understood. THE ONE AND THE ONLY PATH TO SALVATION, HARUS Baptis Air, Darah, Keinginan sebagai syarat untuk masuk dalam Pelukan Gereja.

Aku jadi teringat dengan pertanyaanku 1 tahun yl di PM denganmu, ada yang menyangkut tentang Misteri Ilahi. Aku baca dulu sesuai janjiku. Totus Tuus

Kristofer

Posted: Tue, 26-01-2010 2:52 pm    Post subject:

Apa maksud dari Subyek dari Paus Roma?
_________________
Ora et Labora

Universalist

staquinas

Posted: Tue, 26-01-2010 4:26 pm    Post subject:


Subject/subyek itu kalau tidak salah bawahan atau hamba.
Jadi adalah perlu sekali bagi keselamatan umat manusia untuk tunduk, taat, kepada Paus sebagai subyeknya.

Tony
Evangelos

Posted: Tue, 26-01-2010 4:39 pm    Post subject:

Good job, dan persis itu maksudnya. TUNDUK kepada Paus.
_________________
Salam dan doa
F A Q
Katekismus
Kitab Hukum Kanonika
Homili
Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B
Matt 12:32

DeusVult
Evangelos
Location: Orange County California

Posted: Thu, 28-01-2010 4:33 am    Post subject:

niklau81, silahkan lanjutkan pembicaraan di topik yang aku buat yang rasanya lebih sesuai:

"
EENS versi Protestant"


Aku ingin topik ini (ie. "Keselamatan diluar GK") lebih bersih, jadi diteruskan disana saja. Nanti akan aku hapusi diskusi yang telah terjadi supaya topik ini lebih fokus.

_________________
Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran ... yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. ... Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut].
HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen

biji sesawi

Posted: Sun, 31-01-2010 9:05 am    Post subject:

Salam,

Saya ingin lebih memahami tentang baptis keinginan...

Apakah jika seseorang, sesaat sebelum meninggalnya, ia mengakui dalam hatinya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, dan ia berharap dapat menerima baptis, tetapi tidak sanggup mengutarakan maksudnya sehingga keinginan itu hanya ada di dalam keinginannya, ia dapat dikatakan telah terbaptis oleh baptis keinginan?

Jika ya, bukankah itu berarti ia telah selamat dengan 'hanya iman saja' tanpa melakukan perbuatan nyata, selain keinginannya..?

Atau harus ada usaha fisik, yang walaupun tidak dipahami oleh orang lain, tetapi sudah merupakan wujud usahanya, sehingga ia selamat karena 'iman dan perbuatan'?

Mohon penjelasannya...

ragevize

Posted: Sun, 31-01-2010 6:33 pm    Post subject:

Menurutku, pengandaian ini kurang spesifik, masih terlalu general. Dalam pengandaian general yang anda berikan ini, jawabannya kita sebagai manusia tidak mungkin tahu, dan hanya bisa berharap dan berdoa iya.

Mungkin akan lebih jelas kalau dispesifikan. Contohnya, apakah ia mempunyai kehendak yang kuat untuk berusaha semaksimal mungkin untuk menyerahkan diri dibaptis dalam kesempatan pertama yang ada, atau apakah ia sadar dan memahami bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Kristus dan karena kesadaran dan pemahaman ini ia tidak akan menolak menjadi bagian dari GerejaNya?

Kalau jawaban dari kedua contoh spesifik tersebut adalah "tidak" maka ia tidak bisa mendapat baptisan keinginan.

Orang tersebut tidak selamat 'hanya iman saja', tapi selamat karena iman (di mana iman bagi Gereja Katolik adalah akar dari keselamatan, bukan perbuatan) dan juga Tuhan juga memperhitungkan fakta (kalau ini benar faktanya) bahwa orang itu tidak melakukan perbuatan yang jahat.

Hanya karena orang beriman tersebut selamat meskipun tidak sempat atau tidak mampu melakukan sebuah gerakan fisik yang baik bukan berarti Tuhan tidak memperhitungkan pengaruh perbuatan pada iman dan keselamatan umat manusia.

Pemahaman yang bertentangan dengan ajaran Gereja ialah bahwa Tuhan tidak memperhitungkan perbuatannya sama sekali untuk pembenaran, sehingga perbuatan dosa pun membuat dia tetap selamat hanya karena imannya yang benar. Atau pemahaman tidak tepat lainnya adalah orang beriman tidak mungkin berbuat jahat.
_________________
"both capitalism and communism rest on the same idea: a centralization of wealth which destroys private property.". G.K. Chesterton
http://distributism.blogspot.com

biji sesawi

Posted: Mon, 01-02-2010 3:44 am    Post subject:

Salam,

Terima kasih atas penjelasannya. Saya rasa saya dapat memahami penjelasan tentang iman dan keselamatan. Tetapi saya ingin lebih mendalami lagi tentang baptis keinginan...

Bukankah seorang yang telah menerima baptis secara sakramen pun perbuatannya kemudian dapat menyebabkan hilangnya jaminan keselamatan itu? Atau jika perbuatannya hanya berupa dosa kecil, bukankah ia akan selamat juga walaupun harus melalui api penyucian...?

Jika seseorang yang memang berkehendak kuat semaksimal mungkin ingin menyatakan bahwa ia ingin menjadi anggota Gereja Katolik melalui pembaptisan, tetapi karena keadaannya yang menjelang meninggalnya, ia tidak dapat menyatakan secara jelas sehingga tidak ada yang paham apa maksudnya, tetapi keinginannya yang kuat dan pengakuannya terhadap Gereja Katolik sebagai Gereja Kristus ada di dalam hatinya, apakah ia telah memenuhi syarat untuk dikatakan telah menerima baptis keinginan..?

Tentang perbuatan jahatnya yang mungkin telah dilakukan di masa lalu sebelum ia mempunyai keinginan dibaptis tadi, bukankah itu bisa ditebus dengan memasuki api penyucian, jika ia memang memenuhi syarat untuk disebut telah menerima baptis keinginan..?

Mohon penjelasannya..

LovingStAnthony

Posted: Mon, 01-02-2010 6:35 am    Post subject:

Iya.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa orang yang tidak "memiliki" rahmat pengudus dalam dirinya ketika meninggal, ia tidak dapat selamat. Rahmat ini dianugerahkan oleh Allah, pertama kali melalui baptis dan--jika hilang karena dosa berat--dianugerahkan kembali melalui sakramen tobat. Dalam kasus yang kamu sebutkan, baptisnya adalah "baptis kerinduan", dan tobatnya adalah tobat/sesal sempurna. Tobat/sesal sempurna ini adalah salah satu bentuk perbuatan baik yang sempat dia lakukan sebelum meninggal. Allah tidak sekadar memungkinkan orang itu memiliki kerinduan untuk dibaptis tetapi juga tobat/sesal sempurna.

Lihat jawaban saya di atas.
_________________
Belonging to the Church, the Mystical Body of Christ, however implicitly and indeed mysteriously, is an essential condition for salvation.

Paus Yohanes Paulus II (“All Salvation Comes through Christ”, May 31, 1995)

biji sesawi

Posted: Mon, 01-02-2010 8:01 am    Post subject:

Salam,

Terimakasih, LSA, atas penjelasannya. Saya rasa saya bisa memahami hubungan antara baptis kerinduan dengan iman dan perbuatan. Terimakasih untuk ekaristi.org yang selalu merespon.

Salam.

ceceps01

Posted: Fri, 21-05-2010 5:24 pm    Post subject:


Beberapa perikop diatas menuju kepada situasi saat ini dimana muncul begitu banyak denominasi.

Denom2 tsb. melakukan persis yg dikatakan dalam Mat 7:22 dan banyak orang Katolik yg terkesima dan akhirnya mengikuti nabi2 palsu tsb. yg memanggil2 Tuhan dalam kegiatannya.

Tetapi denom2 tsb. menolak sebagian ajaran GK termasuk didalamnya menerima dan menyambut Tubuh dan Darah Kristus.

Walaupun ada denom2 yg melakukan 'perjamuan kudus', tapi perjamuan mereka tdk bisa menghadirkan Tubuh dan Darah Kristus krn mereka tdk mempunyai tahbisan apostolik.
Memang benar perjamuan mereka hanyalah simbol/tiruan dari Perjamuan Kudus dari GK, jadi walaupun mereka memakan 'roti dan anggur' hanyalah roti dan anggur saja.

ceceps01

Posted: Fri, 21-05-2010 5:48 pm    Post subject:

Dalam Yoh 6:53-56 menunjukkan bagaimana hanya umat GK yg bisa hidup kekal, sehingga benar apa yg dikatakan EENS.

maruko_lien
Penghuni Ekaristi

Posted: Tue, 13-05-2008 7:40 am    Post subject:

tidak ada moderator yang kabur satu persatu seperti yang anda bayangkan, yang ada adalah kami tidak mau memperlebar diskusi jadi kemana2, fokus pada topik2 khusus saja supaya alur diskusi jadi jelas..dan juga memenuhi permintaan moderator Athanasios sebagai moderator utama di topik ini yang meminta agar diskusi lebih terarah pada topik2 khusus saja.

boleh tanya sedikit, apakah kalau misalnya dalam 1 jalan sempit yang mau dilalui oleh 300 orang sekaligus, dan lalu ada petugas yang mengatur supaya jalan tersebut tidak macet dengan mengarahkan misalnya 100 orang lewat jalan B, 100 orang lewat jalan C supaya jalan sempit A tersebut jadi tidak macet, lalu kemudian si petugas disebut sebagai orang yang "kurang dewasa"?

oh ya, sebelumnya, ketika (hampir) semua moderator menanggapi anda, anda mengatakan bahwa "kami kebakaran jenggot", lalu kemudian ketika dikhususkan cukup 1 moderator saja yang menanggapi Anda, lalu anda berkata "kami kabur satu per satu"..lalu ketika alur diskusi dibuat ter-arah, kami dibilang "kurang dewasa", nanti kalau alur diskusi dibiarkan acak2an, kami dibilang "ngga becus moderasi"...

...trus "mau"-nya Anda gimana?? Terus terang kami (moderator) di sini jadi serba salah, sedikit2 salah, sedikit2 salah, salah kok sedikit2??
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

cah_samosir

Posted: Tue, 13-05-2008 7:54 am    Post subject:

maaf ikut nimbrung sedikit...
sebenarnya saya mau diam saja...tetapi jujur saja, setelah sekian lama mengikuti topik ini, saya jadi ingin memberikan masukan sedikit...
marilah kita menjalani tugas dan tanggung jawab kita masing2 secara proporsional...
moderator sebagai moderator yg baik...dan biarawan sebagai biarawan yang baik...
dan alangkah baiknya, jika biarawan lebih bersikap arif...tidak terbawa emosi dan perduli..bahwa room ini adalah room KATOLIK, yg nota bene gunanya adalah utk perkembangan iman UMAT KATOLIK..dan saya rasa, semua orang katolik yg diroom ini bangga sebagai ORANG KATOLIK..dan saya berharap para biarawan juga lebih bangga krn menjadi BIARAWAN yang tentu mendapat penghormatan khusus dibandingkan kaum awam...
marilah kita (yg sama2 katolik) mengambil bagian masing2 sesuai dgn bidangnya...sehingga kerukunan antar sesama orang katolik tetap terjaga dan iman orang2 katolik yg mau menambah ilmu di room ini juga bisa berkembang...

Salam Damai..
_________________
Tuhan memberkati engkau dan menyelamatkan engkau, Tuhan Menyinari engkau dengan wajah-NYA dan memberikan engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah NYA kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

clemens malau

Posted: Tue, 13-05-2008 9:11 am    Post subject:

[/quote]

terimakasih atas penjelasannya. saya kurang setuju ketika forum ini menjadi forum tertutup antara saya dan para moderator yang kini diarahkan kepada anthenaios. mengapa anggota lainnya tidak boleh nimbrung??? dan mengapa harus (maaf sepertinya) "dikerjain" -dipindah ke tempat yang lain. contohnya:

apakah anggota lain dilarang keras untuk ikut dalam forum ini? sayang bila ini yg terjadi. biarkanlah mereka nimrung dengan menggagas apa yang mau diutarakan seputar dua tema besar yang suda dan sedang didiskusikan dalam kolom ini.

apakah ini namanya logika berpikir seperti itu dapat dikatakan benar? masak sih kamu pakai analogi yang sama sekali tidak sesuai dengan kasus ini.

[/quote]

maaf saya tidak berpikir seperti itu. hanya saya mau mengajak semua kita dapat mendekati kebenaran ajaran gereja, dan bila ada yang kurang kita sama-sama mengarahkan ke arah yang sesuai. enak bukan.

maaf selera humor anda tinggi juga ternyata tapi sayang itu bukan dari anda. comotan humor tersebut anda ambil bulat-bulat dari forum demogcragy. haahahhahhhahahah...................

santabi dihamu lae, mandok mauliate ma ahu tu hamu atas akka na denggan ni. dang adong maksud hanami na laho songoni. sada do tujuanku, mambahen da toho, aha na didokkon dan diajarhon gareja. sahali nai lae mauliate ma tu sude na didokkon munai. godang tabe tu sude keluarga. mauliate. horas


Last edited by clemens malau on Tue, 13-05-2008 9:12 am; edited 1 time in total

cah_samosir

Posted: Tue, 13-05-2008 9:43 am    Post subject:



Nauli jala denggan do tujuan mu na i amang...menurut ahu, memang hurasa ikkon adong do akka songan halak amang di room on..asa lobi adong na mangajari...tung beha pe...aung godang do parbinotoan muna mengenai gereja dohot suhut2 na..(injil, tradisi, kanon, dll) sian halak awam songon iba...alai amang nami...dung piga leleng ahu diroom on, sada do na huboto mengenai akka moderator manang member di room on...akka na kritis do sude na...jala dang adong tawar menawar molo nga menyangkut katolik...sipata, olo do ga be dohot emosi..mungkin ala na akka na poso i do pe amang nami..jadi, hamu na ma na lobi boi manganju...
mauliate tabe muna tu keluarga nami..jala pasahat hamu tong tabe nami tu sude keluarga dohot akka sude biarawan didia hamu maringanan...
mauliate...HORAS...

Maaf klo jadi room batak ya...hehehehe...ga ada kata2 yg sara ko disitu...klo ada yg mau tau terjemahannya, boleh pv saya...

Salam Damai...
_________________
Tuhan memberkati engkau dan menyelamatkan engkau, Tuhan Menyinari engkau dengan wajah-NYA dan memberikan engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah NYA kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

clemens malau

Posted: Tue, 13-05-2008 11:50 am    Post subject:

Dengan kerendahan hati saya mengucapkan terima kasih kepada semua moderator dan para anggota forum ekaristi ini. Saya tidak punya maksud apa-apa, apalagi mencederai perasaan anda semua sebagai umat Allah dan sebagai Gereja. Kita sama-sama Gereja yaitu tempat Tuhan bersemayam dan berkarya untuk saling mencerahkan, bukan untuk saling menjatuhkan. Saya sangat senang masuk dalam anggota ini, namun sayang waktu saya sudah habis dan mohon diri karena saya harus studi ke Roma, mohon maaf kalau ada hal yang menggelapkan pikiran dan mengotori perasaan anda bila karena saya. Saya akan terus berkarya dalam pewartaan dimanapun dan kapanpun dan saya juga akan mengheningkan diri dengan doa saya semoga umat katolik di indonesia semakin dewasa (gede, mawas dan sadar) dalam iman, bukan sebaliknya malah menjadi buta terhadap iman. Karena iman haruslah realistis dan untuk membentuknya butuh kritis

Salam pamit, terima kasih semuanya, dan titip salam buat Athanasius yang lagi gak enak badan, semoga semangat anda adalah semangat Jesus yang selalu bersinar seperti matahari pagi untuk menerangi semua yang hidup dalam kegelapan.

Sekedar usul untuk semua anggota, bila anda berseberangan atau pendapat moderator anda rasa tidak sesuai, maka anda dapat menanyakan hal itu kepada para Romo yang lebih ahli di bidangnya atau anda ikut dalam forum diskusi yang moderatornya seorang kaum religius atau anda dapat bertanya dlama kolom konsultasi iman di majalah Hidup..

Wasalam, syalom alaikheem

Athanasios
Penghuni Ekaristi

Posted: Tue, 13-05-2008 12:24 pm    Post subject:

Aku sedang persiapkan reply untuk kamu. Sebentar lagi selesai. Harap ditunggu.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2

Athanasios
Penghuni Ekaristi

Posted: Tue, 13-05-2008 12:34 pm    Post subject:



Topik ini berisi kritikan Anda terhadap kami. Jadi sudah sangat wajar kalau topik ini diisi oleh kritikan Anda dan kemudian tanggapan kami (moderator) dan karena kami lebih banyak maka wajar saja kalau kemudian satu orang yang didelegasikan untuk menjawab. Simple kan?

Lebih lagi karena alasan teknis, yaitu untuk mempermudah membaca dan mereply. Karena kalau tidak dibatasi maka post yang mau dibalas bisa tidak masuk dalam kolom topik review dan terpaksa buka dua tab baru. Ini merepotkan.
Apa yang di-bold sebenarnya bisa jadi merupakan pujian, terutama kalau itu datang dari teolog yang kurang ortodoks dan cenderung liberal. Jika seorang yang kurang ortodoks dan cenderung liberal mengatakan kami lebih kaku daripada dogma dan lebih kejam daripada kitab hukum kanonik maka itu berarti bahwa kami berada di jalan yang benar. Deo Gratias!

Kedua silakan diajak sebanyak-banyaknya konfrater Anda dan pakar-pakar yang Anda kenal. Terimakasih sudah mau berpromosi untuk forum ini (walaupun disisi lain Anda banyak kritik juga).

Dan sekarang mari kita meneruskan diskusi kita yang tertunda karena badanku sedang tidak fit.

Bagus..berarti Anda sudah mengakui bahwa EENS adalah dogma Gereja.

Dogma tambahan? Apa maksudnya?

Ingat bahwa sebelumnya aku sudah menyertakan bagaimana St. Ignatius dari Anthiokhia (pra-Cyprian) mengimani EENS. Ini aku kutipkan lagi (dan kuterjemahkan dalam bahasa Indonesia)
Ignatius of Antioch
"Be not deceived, my brethren: If anyone follows a maker of schism [i.e., is a schismatic], he does not inherit the kingdom of God; if anyone walks in strange doctrine [i.e., is a heretic], he has no part in the passion [of Christ]. Take care, then, to use one Eucharist, so that whatever you do, you do according to God: For there is one flesh of our Lord Jesus Christ, and one cup in the union of his blood; one altar, as there is one bishop, with the presbytery and my fellow servants, the deacons" (Letter to the Philadelphians 3:3–4:1 [A.D. 110]).

"Jangan tertipu, saudaraku: Jika seorang mengikuti pembuat skisma, ia tidak akan masuk kedalam Kerajaan Allah; jika seseorang berjalan dalam ajaran yang aneh, ia tidak memiliki bagian dalam sengsara (Kristus). Berhati-hatilah, untuk menggunakan satu Ekaristis, agar apapun yang kau lakukan, kau lakukan menurut kehendak Allah. Karena hanya ada satu dagung Tuhan kita Yesus Kristus dan satu piala dalam persekutuan dengan darahNya; satu Altar, sebagaimana ada satu Uskup bersama dengan para penatua dan pelayanku yang terdekat, para diakon" (Surat kepada orang-orang Filadelfia 3: 3-4:1)


Kedua, soal charismata di luar Gereja. Yang bisa ada di luar Gereja itu gratia gratis datae atau gratia gratum faciens? Dan karena charismata seperti kenabian merupakan gratia gratis datae dan terus terang saja gratia gratis datae tidak ada hubungannya secara langsung dengan keselamatan.

Ketiga, pernyataan Anda yang ku-bold diatas dan aku tampilkan lagi disini:
Walau begitu dogma tersebut, karena kekebalannya dari kesalahan, tetap tak mungkin dikoreksi.

Sudah menunjukkan betapa kacaunya logika Anda!
Pertama Anda mengatakan bahwa EENS adalah dogma yang kebal salah dan kemudian Anda mencoba mengubah artinya secara amat kacau dan tidak ber-logika sehingga "Di luar Gereja Tidak Ada Keselamatan" menjadi "Di Luar Gereja Ada Keselamatan".
Sungguh logika yang amat tidak jalan!

Apakah Anda tahu kenapa Feeney dihukum?

Disini saya akan menunjukkan letak kesalahan Feeney. Dalam salah satu tulisannya Feeney (Bread of Life-klik kalau mau baca) mengatakan:

Q. What. does "Baptism of Desire" mean?
A. It means the belief in the necessity of Baptism of Water for salvation, and a full intent to receive it.

Q. Can "Baptism of Desire" save you?
A. Never.

Q. Could "Baptism of Desire" save you if you really believed it could?
A. It could not.

Q. Could it possibly suffice for you to pass into a state of justification?
A. It could.

Q. If you got into the state of justification with the aid of "Baptism of Desire," and then failed to receive Baptism of Water, could you be saved?
A. Never.


Disitu jelas terlihat kesalahan Feeney. Yaitu bahwa dia mengatakan baptisan keinginan tidak menyelamatkan.

Dan, seriously, mengatakan bahwa pengecaman terhadap Feeney berarti Gereja telah menolak atau mengubah EENS merupakan suatu pernyataan yang amat sangat ceroboh. Kenyataannya adalah Feeney telah mengajarkan EENS versinya sendiri yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.

Hal ini bisa kita lihat dari Suprema Haec Sacra yang merupakan pernyataan Gereja terhadap Feeney dimana disana dinyatakan bagaimana itu ajaran EENS yang diimani oleh Gereja sendiri:
Kami terikat oleh iman yang ilahi dan Katolik untuk mempercayai semua hal yang terkandung dalam sabda Allah, apakah itu di Kitab Suci atau Tradisi, dan [semua hal] yang diajukan oleh Gereja untuk dipercayai sebagai sesuatu yang diwahyukan secara ilahi, bukan hanya melalui keputusan meriah tapi juga melalui kuasa [ie. "office"] mengajar biasa dan universal (Denzinger, n. 1792).

Sekarang, diantara perkara-perkara yang selalu dikhotbahkan Gereja dan tidak akan pernah berhenti untuk dikhotbahkan, terkandung juga pernyataan takbisasalah yang mana kita diajarkan bahwa tidak ada keselamatan diluar Gereja.

Namun dogma ini harus dimengerti dalam artian yang dimengerti Gereja sendiri. Karena, bukanlah kepada keputusan pribadi Penebus Kita memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang terkandung dalam deposito iman, tapi kepada otoritas mengajar Gereja.

Nah, pertama-tama, Gereja mengajarkan bahwa dalam perkara ini ada pertanyaan mengenai sebuah perintah yang ketat oleh Yesus Kristus. Karena Dia secara eksplisit menginstruksikan kepada rasul-rasulNya untuk mengajarkan kepada semua bangsa untuk melakukan segala sesuatu yang Dia sendiri perintahkan (Mat 28:19-20).

Nah, diantara perintah-perintah Kristus, yang tidak kita yakini paling bawah, adalah [bahwa] kita diperintahkan untuk di-inkorporasi-kan oleh baptisan kepada tubuh Mistik Kristus, yang adalah Gereja, dan tetap bersatu kepada Kristus dan kepada WakilNya, yang melalui [sang Wakil tersebut] Dia sendiri secara kasat mata memerintah Gereja di bumi.

Karenanya, tidak seorangpun akan diselamatkan, [kalau dia] mengetahui bahwa Gereja telah diinstitusikan secara ilahi oleh Kristus, tapi menolak untuk tunduk kepada Gereja atau menarik ketaatan dari Paus Roma, Wakil Kristus di bumi.

Tidak hanya Sang Penyelamat memerintahkan agar semua bangsa masuk Gereja, tapi Dia juga mendekritkan Gereja sebagai sebuah sarana keselamatan yang tanpanya tidak seorangpun dapat masuk kerajaan kemuliaan abadi.

Dalam kerahiman takterbatasnya Allah telah menghendaki bahwa efek-efek, diperlukan bagi seseorang untuk diselamatkan, dari bantuan-bantuan kepada keselamatan yang diarahkan kepada tujuan akhir manusia, tidak oleh keperluan intrinsik [intrinsic necessity], tapi oleh institusi ilahi, juga dapat didapatkan dalam keadaan-keadaan tertentu ketika bantuan-bantuan tersebut digunakan hanya dalam keinginan dan kerinduan. Ini kita lihat jelas dinyatakan dalam Konsili Kudus Trent, baik pada acuan kepada sakramen regenerasi [ie. baptisan] dan pada acuan kepada sakramen tobat (Denzinger, nn. 797, 807).

Yang sama dalam tingkatannya sendiri juga harus dinyatakan dengan teguh akan Gereja, sepanjang dia [ie. Gereja] adalah bantuan yang umum kepada keselamatan. Karenanya, jikalau seseorang bisa mendapatkan keselamatan abadi, tidaklah selalu dipersyaratkan bahwa dia di-inkorporasi-kan kedalam Gereja secara aktual sebagai seorang anggota, tapi adalah perlu bahwa paling tidak dia bersatu dengannya [ie. Gereja] oleh keinginan dan kerinduan.

Namun keinginan ini tidak perlu selalu bersifat eksplisit, sebagaimana yang terdapat pada katekumen; tapi ketika seseorang pribadi terlibat dalam ketidaktahuan yang tidak bisa diatasi [invincible ignorance] Allah menerima juga suatu keinginan implisit, [yang dinamakan demikian] karena [keinginan implisit tersebut] termasuk didalam disposisi yang baik dari jiwa dimana seorang pribadi ingin kehendaknya diselaraskan kepada kehendak Allah.

Hal-hal ini jelas diajarkan dalam surat dogmatis yang di-issu-kan oleh Paus yang Berdaulat, Paus Pius XII pada 29 Juni 1943, Mengenai Tubuh Mistik Kristus [Mystici Corporis Christi] (AAS, Vol. 35, an. 1943, p. 193 ff.). Sebab dalam surat ini Paus Yang Berdaulat jelas membedakan antara mereka yang secara aktual di-inkorporasi-kan kedalam Gereja sebagai anggota-anggota, dan mereka yang bersatu kepada Gereja hanya oleh keinginan.

Ketika membahas anggota-anggota dimana tubuh Mistik Kristus di dunia terdiri dari, Paus terhormat yang sama berkata: "Secara aktual hanya mereka yang termasuk sebagai anggota-anggota Gereja [adalah mereka] yang telah dibaptis dan mengikrarkan iman sejati, dan yang tidak secara patut disayangkan memisahkan diri mereka sendiri dari kesatuan Tubuh, atau dikecualikan [dari kesatuan Tubuh] oleh otoritas yang sah karena kesalahan-kesalahan berat yang telah dilakukan."

Menuju ke akhir dari surat ensiklik yang sama, ketika dengan penuh perhatian [Paus Pius XII] mengundang kepada kesatuan mereka yang tidak merupakan milik dari tubuh Gereja Katolik, dia menyebutkan bahwa mereka yang "berhubungan kepada Tubuh Mistik sang Penebus oleh suatu kerinduan dan keinginan bawah sadar," dan mereka-mereka ini tidak dimaksudkan beliau [ie. Pius XII] terkecualikan dari keselamatan abadi, tapi disisi lain menyatakan bahwa mereka dalam sebuah kondisi "dimana mereka tidak dapat pasti akan keselamatan mereka" karena "mereka masih tetap terkurangkan dari banyak karunia-karunia dan bantuan-bantuan surgawi yang hanya bisa dinikmati dalam Gereja Katolik" (AAS, 1. c., p. 243). Dengan kata-kata bijak ini, dia menegur mereka yang mengecualikan dari keselamatan semua yang bersatu dengan Gereja hanya oleh keinginan implisit, dan mereka yang secara keliru meneguhkan bahwa orang-orang bisa diselamatkan dengan sama baiknya dalam semua agama (bdk. Paus Pius IX, Allocution, Singulari quadam, di Denzinger, n. 1641 ff.; juga Paus Pius IX di surat ensiklik, Quanto conficiamur moerore, di Denzinger, n. 1677).

Tapi tidak boleh dipikirkan bahwa tiap jenis keinginan apapun untuk memasuki Gereja telah memadai untuk [membuat] seseorang diselamatkan. Adalah perlu bahwa keinginan tersebut yang membuat seseorang dihubungkan dengan Gereja, digerakkan oleh kasih sempurna. Tidak pula keinginan yang implisit akan menghasilkan efek ini, kecuali seseorang mempunyai iman yang adikodrati [supernatural]: "Karena dia yang datang kepada Allah harus mempercayai bahwa Allah itu ada dan [Dia] adalah pengganjar [hadiah] bagi mereka yang mencariNya" (Ibr 11:6). Konsili Trent mendeklarasikan (Sessi VI, Bab. 8): "Iman adalah permulaan keselamatan seseorang, dasar dan akar dari semua pembenaran, tanpanya tidaklah mungkin untuk menyenangkan Allah dan mendapatkan persahabatan dengan anak-anakNya" (Denzinger, n. 801).

Dari apa yang telah dikatakan sudahlah terbukti bahwa hal-hal yang diajukan dalam [terbitan] periodik from the Housetops, fascicle 3, sebagai ajaran Gereja Katolik yang asli adalah jauh dari itu [ie. jauh dari ajaran Gereja Katolik asli] dan merupakan sesuatu yang sangat merusak baik kepada mereka yang berada dalam Gereja dan mereka diluarnya.

Dari deklarasi-deklarasi ini yang berkenaan dengan ajaran, mengikut beberapa kesimpulan yang berkenaan dengan disiplin dan perlakuan, dan yang tidak dapat tak-diketahui oleh mereka yang secara bersemangat membela [ajaran] perlunya, dimana semua orang terikat [atas keperluan tersebut], berada dalam Gereja sejati dan tunduk kepada otoritas Paus Roma dan Uskup-Uskup "yang ditempatkan Roh Kudus . . . untuk memerintah Gereja" (Acts 20:28).

Karena itu, tidak dapat dimengerti bagaimana Pusat St. Benediktus bisa secara konsisten meng-klaim sebagai sekolah Katolik dan ingin dianggap sebagaimananya [ie. sebagai sekolah Katolik], dan tidak mematuhi preskripsi kanon 1381 dan 1382 dari Hukum Kanon, dan tetap eksis sebagai sebuah sumber perpecahan dan pemberontakan melawan otoritas gerejawi dan sebagai sumber gangguan banyak suara hati.

Terlebih, adalah diluar pemahaman bagaimana seorang anggota dari sebuah Institusi religius, yaitu Romo Feeney, menyatakan diri sendiri sebagai seorang "Pembela Iman," dan pada saat yang sama tidak ragu-ragu untuk menyerang instruksi katekesis yang dinyatakan oleh otoritas yang sah, dan bahkan tidak takut untuk menerima ancaman sanksi berat oleh kanon-kanon kudus karena pelanggaran yang serius akan tugasnya sebagai seorang kaum religius, seorang imam, dan seorang anggota biasa dari Gereja.

Pada akhirnya, tidaklah bisa dengan bijaksana ditoleransi bahwa umat-umat Katolik tertentu dapat meng-klaim bagi diri mereka sendiri hak untuk mempublikasikan sebuah periodikal, dengan tujuan untuk menyebarluaskan ajaran-ajaran teologis, tanpa ijin dari otoritas Gereja yang kompeten, yang disebut "imprimatur," sebagaimana diatur dalam kanon-kanon suci.

Karenanya, biarlah mereka yang dalam bahaya berat sedang melawan Gereja, dengan serius mengingat bahwa setelah "Roma berbicara" mereka tidak dapat dimaklumi bahkan oleh alasan ketulusan iman[catatan DeusVult: untuk frase "good faith" aku terjemahkan "ketulusan iman"]. Tentunya, ikatan dan tugas atas kepatuhan mereka [ie. orang-orang Pusat St. Benediktus] kepada Gereja adalah lebih berat daripada mereka yang masih berhubungan dengan Gereja "hanya melalui suatu keinginan bawah sadar." Biarlah mereka sadar bahwa mereka adalah anak-anak Gereja yang dengan penuh kasih dipelihara oleh susu-susu ajaran dan sakramennya, dan karenanya, setelah mendengarkan suara jelas dari sang Bunda [ie. Gereja sebagai bunda], mereka tidak dapat lepas dari ketidaktahuan yang timbul atas kesalahan mereka sendiri, dan karenanya kepada mereka terkenakan tanpa batasan prinsip: ketundukan kepada Gereja Katolik dan kepada Paus Yang Berdaulat dipersyaratkan sebagai sesuatu yang perlu bagi keselamatan.
.

Nah kita disini melihat bahwa dalam respon Gereja terhadap Feeney samasekali tidak ada "penolakan' terhadap EENS melainkan peneguhan terhadap EENS.

Kedua, posisi yang kami pegang tentu saja bukan EENS menurut Feeney tetapi EENS menurut ajaran Gereja yang benar.


Dari Suprema Haec Sacra kita tahu bahwa yang dimaksud dalam Lumen Gentium art 16 ini adalah mereka yang secara implisit memiliki kerinduan untuk memasuki Gereja.

Dan lebih lagi Lumen Gentium art 16 tidak menyatakan bahwa mereka itu selamat di luar Gereja.

Mereka yang disebut dalam Lumen Gentium art 16 itu jelas selamat dalam persatuan dengan Gereja karena keinginan dan kerinduan.

Thus, Lumen Gentium art 16 itu meneguhkan Extra Ecclesiam Nulla Salus.


Ini namanya beralih dari ekstrim kanan ala Feeney ke eksterim kiri yang menentang ajaran Katolik yang resmi.

Dan baik posisi Feeney maupu posisi Anda bukanlah ajaran Vatikan II dan bukan ajaran Gereja Katolik.

Lihat penjelasan saya diatas tentang Lumen Gentium art 16.


Pertama, Gereja memang tidak menolak apa yang suci dan benar dari agama lain (misalnya agama lain mengajarkan monotheisme, larangan berzinah, ajaran untuk saling menolong etc). Tentunya ini tidak berarti agama lain itu benar dalam segala hal apalagi sampai menyelamatkan.

Kedua, bagian yang aku bold dari post Anda menunjukkan bagaimana Nostra Aetate 2 dengan cara yang sangat halus mengatakan bahwa agama lain itu tidak memadai dan para pengikutnya perlu mengenal Kristus yang melalui Dia Alalh telah mendamaikan semuanya kepada diriNya.


Ini adalah bagian awal dari Lumen Gentium art 16 yang bagian endingnya tadi sudah aku bahas. Aku kira pembahasanku diatas (beserta terhadap yang Nostra Aetate art 2) masih memadai digunakan disini

Diatas saudara Clemens adalah Anda sendiri yang mengatakan bahwa:
1. EENS adalah dogma
2. EENS itu kebal salah (walaupun kemudian Anda berusaha keras mengaburkan maknanya)

So, Anda seharusnya sudah bisa menilai dimana posisi Romo Deshi Ramadhani dalam hal ini.

Bagian yang ku-bold diatas menunjukkan bagaimana Yohanes Paulus II masih mengimani EENS.

Tanggapanku sudah masuk secara ter-integrasi disana. Dokumen ini jelas sangat sejalan dengan dokumen-dokumen pra-Vatikan II seperti Suprema Haec sacra, dan Quanto Conficiamur Moerore.

Karena Suprema Haec Sacra sudah dibahas diatas, jadi sekarang aku akan menampilkan Quanto Conficiamur Moerore dari Beato Pius IX

7.
Here, too, our beloved sons and venerable brothers, it is again necessary to mention and censure a very grave error entrapping some Catholics who believe that it is possible to arrive at eternal salvation although living in error and alienated from the true faith and Catholic unity. Such belief is certainly opposed to Catholic teaching. There are, of course, those who are struggling with invincible ignorance about our most holy religion. Sincerely observing the natural law and its precepts inscribed by God on all hearts and ready to obey God, they live honest lives and are able to attain eternal life by the efficacious virtue of divine light and grace. Because God knows, searches and clearly understands the minds, hearts, thoughts, and nature of all, his supreme kindness and clemency do not permit anyone at all who is not guilty of deliberate sin to suffer eternal punishments.

8. Also well known is the Catholic teaching that no one can be saved outside the Catholic Church. Eternal salvation cannot be obtained by those who oppose the authority and statements of the same Church and are stubbornly separated from the unity of the Church and also from the successor of Peter, the Roman Pontiff, to whom "the custody of the vineyard has been committed by the Savior."[4] The words of Christ are clear enough: "If he refuses to listen even to the Church, let him be to you a Gentile and a tax collector;"[5] "He who hears you hears me, and he who rejects you, rejects me, and he who rejects me, rejects him who sent me;"[6] "He who does not believe will be condemned;"[7] "He who does not believe is already condemned;"[8] "He who is not with me is against me, and he who does not gather with me scatters."[9] The Apostle Paul says that such persons are "perverted and self-condemned;"[10] the Prince of the Apostles calls them "false teachers . . . who will secretly bring in destructive heresies, even denying the Master. . . bringing upon themselves swift destruction."[11]



Terlihat sangat serupa dengan perkataan dari Yohanes Paulus II.

Mengenai tafsir ulang dari Romo Edi dan artikel copy paste entah dari mana. Aku tidak menanggapinya karena nanti terlalu lama.

Intinya kedua artikel itu hanya menekankan bahwa mereka yang bukan Katolik bisa selamat. Sementara apakah mereka itu selamat di luar Gereja atau di dalam Gereja, relatif tidak terbahas.

Dan disini aku merasa sudah cukup menunjukkan bahwa EENS masih diimani oleh Gereja sekarang.

Dan selamat jalan untuk saudara (frater) Clemens (aku gak tahu apakah kamu tertahbis ataukah masih awam i.e. masih biarawan dan belum menjadi diakon atau imam). Kalau di Roma dan koneksi internet mudah didapat semoga kamu masih mau kemari lagi. Semoga study nya lancar dan cepat beres.

Aku ada beberapa kali mengedit supaya tampilan menjadi lebih baik.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2

Kinasih

Posted: Tue, 13-05-2008 12:44 pm    Post subject:

Waduh.. satu lagi netter yang "bersebrangan" dengan para moderator pergi. Seingat saya ada juga yang pakai nama mbah... (dari Yogya maaf lupa dan malas search ) juga secara halus meninggalkan forum ini.

Buat Pater Clemens, selamat jalan dan selamat menjalankan studi di Roma. Kalau sempat ya mampir-mampir lagi ke forum ini biar tetap ada kontak. BTW saya menyukai gaya dan cara Anda menyampaikan pendapat.

Sebenarnya tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan Cah_Samosir dalam bahasa batak itu, tapi ketika menyebut SARA. Apa mungkin itu bisa menyakiti hati orang yang membacanya?

@ cah_samosir


Pernyataan diatas walaupun kelihatannya netral tapi sungguh tidak simpati. Dalam pemahaman saya seperti orang yang mau mengatakan "kalau mau disini ikuti moderator dan style-nya, biarawan hidup di biara saja" duh....!! Soal ilmu yang mau dikembangkan, ilmu apa yang kamu maksud cah_samosir? mengenali perbedaan pendapat, melihat cara orang menyampaian pendapat, belajar menghadapi keberagaman, itu juga sebuah ilmu yang patut dipelajari.

Tidak mudah jadi moderator, tuan rumah yang harus menjamu berbagai macam orang dengan berbagai karakter dan isi kepala. Tapi mohon kalau memang ada waktu dan sempat bicarakanlah lagi, bagaimana mekanisme diskusi yang bisa disepakati bersama. Saya menghargai kerja keras moderator oleh karena itu saya masih suka mengunjungi forum ini. Tapi tentu anda semua setuju agar kita semua tidak pernah berhenti belajar, agar forum ini tetap bisa dijadikan pilihan untuk kita barbagi dan belajar menjadi orang katolik yang baik.

Salam - Kin
_________________
Tyas Dalem Sang Kristus Ingkang Maha Suci... Nyuwun Kawelasan.

cah_samosir

Posted: Tue, 13-05-2008 1:29 pm    Post subject:

Makanya saya katakan, klo mau tau apa yg saya katakan dalam b. batak itu, silahkan pv saya or pater malau....jangan ambil kesimpulan dari sepatah kata saja...


@ cah_samosir

 

Maaf klo kesannya spt itu...saya hanya prihatin melihat ada perdebatan, bahkan tulisan yg sangat keras antara biarawan dan awam..
or even itu antara awam dgn awam...

please, anda jgn mengambil kesimpulan sendiri yg salah...tanyakan dulu...anda bisa hanya menambah panas hati orang yg baca...or apa maksud anda spt itu ??

menurut anda ilmu apa ??

Saya juga sangat salut atas kerja dan ilmu dari para moderator disini...
mari kita lebih menambah ilmu, tentu dengan penuh kasih dan damai..

dan untuk mencegah terjadinya salah persepsi spt sodara/i kinasih, ini saya tuliskan arti b. batak yg ucapkan kepada pater malau :

Nauli jala denggan do tujuan mu na i amang...
sangat bagus dan mulia skr maksudmu tersebut pater...

menurut ahu, memang hurasa ikkon adong do akka songan halak amang di room on..
menurut saya, memang harus ada orang2 spt pater (biarawan) di room ini

asa lobi adong na mangajari...tung beha pe...aung godang do parbinotoan muna mengenai gereja dohot suhut2 na..
biar ada yg lebih mengajari...biar bagaimanapun, lebih banyak ilmu pater tentang gereja dan tetek bengeknya..

(injil, tradisi, kanon, dll) sian halak awam songon iba...alai amang nami...
(injil, tradisi, kanon, dll) dibandingkan orang awam spt aku...tetapi pater..

dung piga leleng ahu diroom on, sada do na huboto mengenai akka moderator manang member di room on...
stelah beberapa lama diroom ini, 1 hal yg kutau tentang moderator or member di room ini...

akka na kritis do sude na...jala dang adong tawar menawar molo nga menyangkut katolik...
mereka adalah orang2 yg kritis..juga ga ada tawar menawar klo sudah menyangkut katolik...

sipata, olo do ga be dohot emosi..mungkin ala na akka na poso i do pe amang nami..
kadang kala, emosi jadi terbawa...munking krn masih muda2 pater...

jadi, hamu na ma na lobi boi manganju...
jadi, pater lah yg lebih bisa manganju (apa yg bahasa indonesia nya...lebih tepat lebih sabar kali)

mauliate tabe muna tu keluarga nami..jala pasahat hamu tong tabe nami tu sude keluarga dohot akka sude biarawan didia hamu maringanan...
terimakasih utk salam ke keluarga kami...juga sampaikan salam kami utk semua keluarga juga semua biarawan dimanapun pater ditempatkan...

[color=blue]mauliate...HORAS...
terimakasih...HORAS....

Salam Damai..
_________________
Tuhan memberkati engkau dan menyelamatkan engkau, Tuhan Menyinari engkau dengan wajah-NYA dan memberikan engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah NYA kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Last edited by cah_samosir on Tue, 13-05-2008 1:44 pm; edited 1 time in total

Tidak ada komentar:

Posting Komentar