Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Minggu, 09 Desember 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 059

KGK ke 59

Versi Bahasa Indonesia


II. Jatuhnya Para Malaikat

391. Di balik keputusan nenek moyang kita untuk membangkang terdengar satu suara penggoda yang bertentangan dengan Allah,4 yang memasukkan mereka ke dalam maut karena iri hati.5 [2538] Kitab Suci dan tradisi melihat dalam wujud ini seorang malaikat yang jatuh, yang dinamakan setan atau iblis.6 Gereja mengajar bahwa ia pada mulanya adalah malaikat baik yang diciptakan Allah. "Setan dan roh-roh jahat lain menurut kodrat memang diciptakan baik oleh Allah, tetapi mereka menjadi jahat karena kesalahan sendiri" (Konsili Lateran IV, 1215: DS 800).

392. Kitab Suci berbicara mengenai satu dosa para malaikat yang jatuh.7 [1850] "Jatuhnya mereka dalam dosa" merupakan keputusan bebas roh-roh yang tercipta ini, yang menolak Allah dan Kerajaan-Nya secara radikal dan tetap. Kita mendengar satu gema dari pemberontakan ini dalam apa yang setan katakan kepada nenek moyang kita: "Kamu akan menjadi seperti Allah" (Kej 3:5). Setan adalah "pendosa dari mulanya" (1 Yoh 3:8), "bapa segala dusta" (Yoh 8:44). [2482]

393. Karena sifat tetap keputusan mereka yang tidak dapat ditarik kembali dan bukan karena kekurangan belas kasihan ilahi yang tidak terbatas, maka dosa para malaikat itu tidak dapat diampuni. [1033-1037] "Bagi mereka tidak ada penyesalan sesudah jatuh sama seperti bagi manusia sesudah kematian" (Yohanes dari Damaskus, f.o. 2, 4). [1022]

394. Kitab Suci memberi kesaksian tentang pengaruh yang mencelakakan dari dia, yang Yesus namakan "pembunuh sejak awal" (Yoh 8:44) dan yang malahan mencoba menyesatkan Yesus dari perutusan yang diterima-Nya dari Allah.8 [538-540] "Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu" (1 Yoh 3:8). [550] Yang paling banyak membawa malapetaka dari semua perbuatan ini ialah godaan yang penuh tipu muslihat, yang telah menyebabkan manusia tidak mematuhi Tuhan lagi. [2846-2849]

395. Tetapi kekuasaan setan bukan tanpa batas. Ia hanya ciptaan belaka. [309] Walaupun kuat, karena ia adalah roh murni, namun ia tetap saja makhluk: ia tidak dapat menghindarkan pembangunan Kerajaan Allah. Setan ada di dunia karena kebenciaannya terhadap Allah dan ia bekerja melawan Kerajaan-Nya yang berlandaskan Yesus Kristus. Usahanya membawa kerugian fisik bagi tiap manusia dan tiap masyarakat. [1673] Walaupundemikian, usahanya itu dibiarkan oleh penyelenggaraan ilahi, yang mengatur sejarah manusia dan dunia dengan penuh kekuatan dan sekaligus dengan lemah lembut. [412] Bahwa Allah membiarkan usaha setan merupakan satu rahasia besar, tetapi "kita tahu, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Rm 8:28). [2850-2854]


Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 59

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section2:The Profession of the Christian Faith (185 - 1065)
Chapter1:I Believe in God the Father (198 - 421)
Article1:"I believe in God the Father almighty, Creator of heaven and earth" (199 - 421)
Paragraph7:The Fall (385 - 421)
II. THE FALL OF THE ANGELS
391     Behind the disobedient choice of our first parents lurks a seductive voice, opposed to God, which makes them fall into death out of envy. Scripture and the Church's Tradition see in this being a fallen angel, called "Satan" or the "devil". The Church teaches that Satan was at first a good angel, made by God: "The devil and the other demons were indeed created naturally good by God, but they became evil by their own doing."
392     Scripture speaks of a sin of these angels. This "fall" consists in the free choice of these created spirits, who radically and irrevocably rejected God and his reign. We find a reflection of that rebellion in the tempter's words to our first parents: "You will be like God." The devil "has sinned from the beginning"; he is "a liar and the father of lies".
393     It is the irrevocable character of their choice, and not a defect in the infinite divine mercy, that makes the angels' sin unforgivable. "There is no repentance for the angels after their fall, just as there is no repentance for men after death."
394     Scripture witnesses to the disastrous influence of the one Jesus calls "a murderer from the beginning", who would even try to divert Jesus from the mission received from his Father. "The reason the Son of God appeared was to destroy the works of the devil." In its consequences the gravest of these works was the mendacious seduction that led man to disobey God.
395     The power of Satan is, nonetheless, not infinite. He is only a creature, powerful from the fact that he is pure spirit, but still a creature. He cannot prevent the building up of God's reign. Although Satan may act in the world out of hatred for God and his kingdom in Christ Jesus, and although his action may cause grave injuries — of a spiritual nature and, indirectly, even of a physical nature — to each man and to society, the action is permitted by divine providence which with strength and gentleness guides human and cosmic history. It is a great mystery that providence should permit diabolical activity, but "we know that in everything God works for good with those who love him."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar