Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Sabtu, 01 Desember 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 051

KGK hari ke 51

Versi Bahasa Indonesia


II. Dunia yang kelihatan

337. Allah sendiri telah menciptakan dunia yang kelihatan ini dengan segala kekayaannya, keaneka-ragamannya, susunannya. [290] Kitab Suci menggambarkan karya penciptaan secara simbolis sebagai satu rentetan "enam hari kerja" ilahi, yang ditutup dengan "istirahat" pada hari ketujuh7. Berhubungan dengan penciptaan Kitab Suci mengajarkan kebenaran-kebenaran yang Allah wahyukan demi keselamatan kita8 dan yang mendorong orang, "mengakui makna sedalam-dalamnya, nilai serta tujuan segenap alam tercipta yakni: demi kemuliaan Allah" (LG 36). [293][32, 54]

338. Tidak ada sesuatu pun, yang tidak menerima keberadaannya dari Pencipta. Dunia mulai, ketika ia diciptakan oleh Sabda Allah dari ketidakadaan. Segala makhluk yang ada, seluruh alam, seluruh sejarah umat manusia, berakar dalam kejadian pokok ini; oleh "kejadian" ini dunia dibentuk dan waktu mulai bergulir.9 [297]

339. Tiap makhluk memiliki kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. [2501] Dari tiap karya selama "enam hari itu", dikatakan: "Dan Allah melihat bahwa semuanya itu baik". "Sebab berdasarkan kenyataannya sebagai ciptaan, segala sesuatu dikaruniai kemandirian, kebenaran dan kebaikannya sendiri, lagi pula menganut hukum-hukum dan mempunyai tata susunannya sendiri" (GS 36, 2). [299] Makhluk-makhluk yang berbeda-beda itu mencerminkan dalam kekhususan mereka yang dikehendaki Allah, tiap-tiapnya dengan caranya sendiri, satu sinar kebijaksanaan dan kebaikan Allah yang tidak terbatas. Karena itu manusia harus menghormati kodrat yang baik dari setiap makhluk dan bersikap waspada terhadap penyalah-gunaan benda-benda itu. Kalau tidak, maka Allah dihina dan terjadilah akibat -akibat yang sangat buruk bagi manusia dan alam sekitarnya. [226]


340. Ketergantungan makhluk-makhluk satu sama lain dikehendaki Allah. [1937] Matahari dan bulan, pohon aras dan bunga liar, rajawali dan burung pipit - semua keanekaan dan ketidak-samaan yang tidak terhitung banyaknya itu mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yang mencukupi dirinya sendiri, bahwa makhluk-makhluk hanya ada dalam ketergantungan satu sama lain untuk saling melengkapi dalam pelayanan timbal balik.

341. Keindahan alam semesta: Peraturan dan harmoni dari dunia yang diciptakan berasal dari keaneka-ragaman makhluk dan hubungan antar mereka. Manusia menemukannya satu demi satu sebagai hukum alam. Mereka menimbulkan keheranan pada para ilmuwan. [283] Keindahan ciptaan mencerminkan keindahan Pencipta yang tidak terbatas. Ia harus membangkitkan rasa hormat dan menggerakkan manusia supaya menundukkan akal budi dan kehendaknya kepada Pencipta. [2500]

342. Tingkat-tingkat makhluk-makhluk dinyatakan oleh urutan "enam hari", yang melangkah dari yang kurang sempurna kepada yang lebih sempurna. Allah mencintai semua makhluk-Nya,1 memperhatikan tiap-tiapnya, bahkan burung pipit pun. [310] Walaupun demikian Yesus berkata: "Kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit" (Luk 12:7) dan "Manusia lebih berharga daripada seekor domba" (Mat 12:12).



Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 51

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section2:The Profession of the Christian Faith (185 - 1065)
Chapter1:I Believe in God the Father (198 - 421)
Article1:"I believe in God the Father almighty, Creator of heaven and earth" (199 - 421)
Paragraph5:Heaven and Earth (325 - 354)
II. THE VISIBLE WORLD
337     God himself created the visible world in all its richness, diversity and order. Scripture presents the work of the Creator symbolically as a succession of six days of divine "work", concluded by the "rest" of the seventh day. On the subject of creation, the sacred text teaches the truths revealed by God for our salvation, permitting us to "recognize the inner nature, the value and the ordering of the whole of creation to the praise of God."
338     Nothing exists that does not owe its existence to God the Creator. The world began when God's word drew it out of nothingness; all existent beings, all of nature, and all human history are rooted in this primordial event, the very genesis by which the world was constituted and time begun.
339     Each creature possesses its own particular goodness and perfection. For each one of the works of the "six days" it is said: "And God saw that it was good." "By the very nature of creation, material being is endowed with its own stability, truth and excellence, its own order and laws." Each of the various creatures, willed in its own being, reflects in its own way a ray of God's infinite wisdom and goodness. Man must therefore respect the particular goodness of every creature, to avoid any disordered use of things which would be in contempt of the Creator and would bring disastrous consequences for human beings and their environment.
340     God wills the interdependence of creatures. The sun and the moon, the cedar and the little flower, the eagle and the sparrow: the spectacle of their countless diversities and inequalities tells us that no creature is self-sufficient. Creatures exist only in dependence on each other, to complete each other, in the service of each other.
341     The beauty of the universe: The order and harmony of the created world results from the diversity of beings and from the relationships which exist among them. Man discovers them progressively as the laws of nature. They call forth the admiration of scholars. The beauty of creation reflects the infinite beauty of the Creator and ought to inspire the respect and submission of man's intellect and will.
342     The hierarchy of creatures is expressed by the order of the "six days", from the less perfect to the more perfect. God loves all his creatures and takes care of each one, even the sparrow. Nevertheless, Jesus said: "You are of more value than many sparrows", or again: "Of how much more value is a man than a sheep!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar