Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Selasa, 04 Desember 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 055

KGK ke 55

Versi Bahasa Indonesia


II. "Satu dalam jiwa dan badan"

362. Pribadi manusia yang diciptakan menurut citra Allah adalah wujud jasmani sekaligus rohani. [1146, 2332] Teks Kitab Suci mengungkapkan itu dalam bahasa kiasan, apabila ia mengatakan: "Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup" (Kej 2:7). Manusia seutuhnya dikehendaki Allah.

363. Dalam Kitab Suci istilah jiwa sering berarti kehidupan manusia2 atau seluruh pribadi manusia.3 [1703] Tetapi ia berarti juga unsur terdalam pada manusia,4 yang paling bernilai padanya,5 yang paling mirip dengan citra Allah: "Jiwa" adalah prinsip hidup rohani dalam manusia.

364. Tubuh manusia mengambil bagian pada martabat keberadaan "menurut citra Allah": ia adalah tubuh manusiawi karena ia dijiwai oleh jiwa rohani. [1004] Pribadi manusiawi secara menyeluruh sudah ditentukan menjadi kanisah Roh dalam Tubuh Kristus.6
"Manusia, yang satu jiwa maupun raganya, melalui kondisi badaniahnya sendiri menghimpun unsur-unsur dunia jasmani dalam dirinya, sehingga melalui dia unsur-unsur itu mencapai tarafnya tertinggi, dan melambungkan suaranya untuk dengan bebas memuliakan Sang Pencipta. Oleh karena itu manusia tidak boleh meremehkan hidup jasmaninya; tetapi sebaliknya, ia wajib memandang baik serta layak dihormati badannya sendiri, yang diciptakan oleh Allah dan harus dibangkitkan pada hari terakhir" (GS 14, 1). [2289]

365. Kesatuan jiwa dan badan begitu mendalam, sehingga jiwa harus dipandang sebagai "bentuk" badan, artinya jiwa rohani menyebabkan, bahwa badan yang dibentuk dari materi menjadi badan manusiawi yang hidup. Dalam manusia, roh dan materi bukanlah dua kodrat yang bersatu, melainkan kesatuan mereka membentuk kodrat yang satu saja.

366. Gereja mengajarkan bahwa setiap jiwa rohani langsung diciptakan Allah7 - ia tidak dihasilkan oleh orang-tua - dan bahwa ia tidak dapat mati:8 [1005] ia tidak binasa, apabilapada saat kematian ia berpisah dari badan, dan ia akan bersatu lagi dengan badan baru pada hari kebangkitan. [997][33, 2500, 1730, 1776, 1703]

367. Kadang kata jiwa dibedakan dengan roh. Santo Paulus berdoa demikian: "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus" (1 Tes 5:23). Gereja mengaiarkan bahwa perbedaan ini tidak membagi jiwa menjadi dua.1 Dengan "roh" dimaksudkan bahwa manusia sejak penciptaannya diarahkan kepada tujuan adikodratinya2 dan bahwa jiwanya dapat diangkat ke dalam persekutuan dengan Allah3 karena rahmat.

368. Tradisi rohani Gereja juga menekankan pentingnya hati dalam arti biblis sebagai "dasar hakikat" atau "batin" (Yer 31:33), di mana manusia memutuskan berpihak kepada Allah atau melawan Allah


Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 55

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section2:The Profession of the Christian Faith (185 - 1065)
Chapter1:I Believe in God the Father (198 - 421)
Article1:"I believe in God the Father almighty, Creator of heaven and earth" (199 - 421)
Paragraph6:Man (355 - 384)
II. "BODY AND SOUL BUT TRULY ONE"
362     The human person, created in the image of God, is a being at once corporeal and spiritual. The biblical account expresses this reality in symbolic language when it affirms that "then the LORD God formed man of dust from the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living being." Man, whole and entire, is therefore willed by God.
363     In Sacred Scripture the term "soul" often refers to human life or the entire human person. But "soul" also refers to the innermost aspect of man, that which is of greatest value in him, that by which he is most especially in God's image: "soul" signifies the spiritual principle in man.
364     The human body shares in the dignity of "the image of God": it is a human body precisely because it is animated by a spiritual soul, and it is the whole human person that is intended to become, in the body of Christ, a temple of the Spirit:
Man, though made of body and soul, is a unity. Through his very bodily condition he sums up in himself the elements of the material world. Through him they are thus brought to their highest perfection and can raise their voice in praise freely given to the Creator. For this reason man may not despise his bodily life. Rather he is obliged to regard his body as good and to hold it in honor since God has created it and will raise it up on the last day.
365     The unity of soul and body is so profound that one has to consider the soul to be the "form" of the body: i.e., it is because of its spiritual soul that the body made of matter becomes a living, human body; spirit and matter, in man, are not two natures united, but rather their union forms a single nature.
366     The Church teaches that every spiritual soul is created immediately by God — it is not "produced" by the parents — and also that it is immortal: it does not perish when it separates from the body at death, and it will be reunited with the body at the final Resurrection.
367     Sometimes the soul is distinguished from the spirit: St. Paul for instance prays that God may sanctify his people "wholly", with "spirit and soul and body" kept sound and blameless at the Lord's coming. The Church teaches that this distinction does not introduce a duality into the soul. "Spirit" signifies that from creation man is ordered to a supernatural end and that his soul can gratuitously be raised beyond all it deserves to communion with God.
368     The spiritual tradition of the Church also emphasizes the heart, in the biblical sense of the depths of one's being, where the person decides for or against God.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar