Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Jumat, 07 Desember 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 058

KGK hari ke 58

Versi Bahasa Indonesia


PASAL 7. JATUH DALAM DOSA

385. Allah itu baik secara tak terbatas dan segala karya-Nya baik. Namun tidak ada seorang yang luput dari pengalaman penderitaan, kebobrokan alami - yang rupanya sudah termasuk keterbatasan ciptaan - dan terutama tidak seorang pun dapat mengelak masalah kejahatan moral. [309] Dari manakah datangnya kejahatan? "Aku bertanya-tanya mengenai awal kejahatan, tetapi tidak menemukan jalan keluar" demikian santo Agustinus (conf. 7, 7, 11), dan pencariannya yang menyedihkan hati, baru akan mendapat jalan keluar dalam pertobatannya kepada Allah yang hidup. "Kuasa rahasia kedurhakaan" (2 Tes 2:7) hanya menyingkapkan diri dalam cahaya "rahasia iman" (1 Tim 3:16). [457] Wahyu cinta ilahi yang terjadi dalam Kristus menunjukkan sekaligus banyaknya dosa dan melimpahnya rahmat.4 Kalau kita menghadapi pertanyaan mengenaiawal kejahatan, kita juga harus mengarahkan pandangan iman kita kepada Dia, yang mengalahkannya.1 [1848, 539]

I. Di mana dosa menjadi besar, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah

Kenyataan Dosa

386. Dalam sejarah manusia dosa itu hadir. Orang akan berusaha dengan sia-sia untuk tidak melihatnya atau untuk memberikan nama lain kepada kenyataan gelap ini. Supaya mengerti, apa sebenarnya dosa itu, orang lebih dahulu harus memperhatikan hubungan mendalam antara manusia dan Allah. [1847] Kalau orang tidak memperhatikan hubungan ini, kejahatan dosa tidak akan dibuka kedoknya dalam arti yang sebenarnya - sebagai penolakan Allah, sebagai pemberontakan terhadap-Nya - walaupun ia tetap membebani kehidupan dan sejarah manusia.

387. Hanya dalam terang wahyu ilahi orang melihat, apa itu dosa, terutama dosa asal. Wahyu ini memberi kepada kita pengetahuan mengenai Allah, dan tanpa itu orang tidak akan melihat dosa dengan jelas dan akan digoda untuk menjelaskan dosa sebagai satu gangguan dalam pertumbuhan, satu kelemahan jiwa, satu kesalahan atau sebagai akibat otomatis dari satu struktur masyarakat yang salah. [1848] Hanya kalau mengetahui, untuk mana Allah telah menentukan manusia, orang dapat mengerti bahwa dosa adalah penyalah-gunaan kebebasan, yang Allah berikan kepada makhluk yang berakal budi, supaya mereka dapat mencintai-Nya dan mencintai satu sama lain. [1739]

Dosa asal – satu kebenaran iman yang hakiki

388. Dengan kemajuan wahyu, kenyataan dosa pun diterangi. [431] Walaupun Umat Allah Perjanjian Lama dalam cahaya kisah dosa pertama yang diceriterakan dalam buku Kejadian, mengenal sedikit keadaan manusia, ia toh tidak dapat mengerti arti terdalam kisah ini; arti itu baru nyata dalam cahaya kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.2 [208] Orang harus mengenal Kristus sebagai sumber rahmat untuk mengerti Adam sebagai sumber dosa. [359] Roh Kudus, yang diutus Kristus yang bangkit untuk kita, sudah datang, "supaya menginsyafkan dunia akan dosa" (Yoh 16:8), dengan mewahyukan Dia, yang menyelamatkan dari dosa. [729]

389. Ajaran mengenai dosa asal boleh dikatakan "sisi gelap" dari warta gembira bahwa Yesus adalah Penebus segala manusia, bahwa semua orang membutuhkan keselamatan dan bahwa berkat Kristus keselamatan ditawarkan kepada semua orang. [422] Gereja yang mengetahui "pikiran Kristus"3 menyadari dengan jelas bahwa orang tidak dapat mempersoalkan wahyu tentang dosa asal, tanpa membahayakan misteri Kristus.


Kisah tentang kejatuhan dalam Dosa

390. Kisah tentang kejatuhan dalam dosa1 memakai bahasa gambar, tetapi melukiskan satu kejadian purba yang terjadi pada awal sejarah umat manusia.2 [289] Wahyu memberi kepada kita kepastian iman bahwa seluruh sejarah umat manusia telah diwarnai oleh dosa purba, yang telah dilakukan dengan bebas oleh nenek moyang kita.3



Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 58

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section2:The Profession of the Christian Faith (185 - 1065)
Chapter1:I Believe in God the Father (198 - 421)
Article1:"I believe in God the Father almighty, Creator of heaven and earth" (199 - 421)
Paragraph7:The Fall (385 - 421)
385     God is infinitely good and all his works are good. Yet no one can escape the experience of suffering or the evils in nature which seem to be linked to the limitations proper to creatures: and above all to the question of moral evil. Where does evil come from? "I sought whence evil comes and there was no solution", said St. Augustine, and his own painful quest would only be resolved by his conversion to the living God. For "the mystery of lawlessness" is clarified only in the light of the "mystery of our religion". The revelation of divine love in Christ manifested at the same time the extent of evil and the superabundance of grace. We must therefore approach the question of the origin of evil by fixing the eyes of our faith on him who alone is its conqueror.
I. WHERE SIN ABOUNDED, GRACE ABOUNDED ALL THE MORE
The reality of sin
386     Sin is present in human history; any attempt to ignore it or to give this dark reality other names would be futile. To try to understand what sin is, one must first recognize the profound relation of man to God, for only in this relationship is the evil of sin unmasked in its true identity as humanity's rejection of God and opposition to him, even as it continues to weigh heavy on human life and history.
387     Only the light of divine Revelation clarifies the reality of sin and particularly of the sin committed at mankind's origins. Without the knowledge Revelation gives of God we cannot recognize sin clearly and are tempted to explain it as merely a developmental flaw, a psychological weakness, a mistake, or the necessary consequence of an inadequate social structure, etc. Only in the knowledge of God's plan for man can we grasp that sin is an abuse of the freedom that God gives to created persons so that they are capable of loving him and loving one another.
Original sin — an essential truth of the faith
388     With the progress of Revelation, the reality of sin is also illuminated. Although to some extent the People of God in the Old Testament had tried to understand the pathos of the human condition in the light of the history of the fall narrated in Genesis, they could not grasp this story's ultimate meaning, which is revealed only in the light of the death and Resurrection of Jesus Christ. We must know Christ as the source of grace in order to know Adam as the source of sin. The Spirit-Paraclete, sent by the risen Christ, came to "convict the world concerning sin", by revealing him who is its Redeemer.
389     The doctrine of original sin is, so to speak, the "reverse side" of the Good News that Jesus is the Savior of all men, that all need salvation and that salvation is offered to all through Christ. The Church, which has the mind of Christ, knows very well that we cannot tamper with the revelation of original sin without undermining the mystery of Christ.
How to read the account of the fall
390     The account of the fall in Genesis 3 uses figurative language, but affirms a primeval event, a deed that took place at the beginning of the history of man. Revelation gives us the certainty of faith that the whole of human history is marked by the original fault freely committed by our first parents.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar