Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Selasa, 30 Oktober 2012

Rosario Terakhir - Rm. Ivo OFMCap

Penutupan Bulan Maria, 31 Oktober 2012

Sebuah pengalaman Rm. Ivo yang meneguhkan. Saya copas dari APIK

THE LAST ROSARY (Rosario Terakhir)
oleh : Rm.Ivo OfmCap

Sulitkah anda memberi hadiah kepada orang lain karena itu sangat berharga untukmu? Apalagi hadiah itu tinggal satu? Atau merasa menyesalkah anda karena telah memberikannya?

Minggu yang lalu seorang pemuda tanggung nan gagah datang kepada saya selesai Perayaan Ekaristi. Dia meminta berkat karena ia akan berangkat ke Texas (USA) untuk mengikuti training karena ia diterima masuk menjadi tentara angkatan udara. Sehabis berkat itu meminta sebuah rosario. Segera anganku melayang ke realita yang aku miliki, "hanya tinggal satu Rosario dan itupun sudah tergantung dikaca spion mobil sekitar dua tahun."

Tetapi suara hatiku mengatakan berikan saja karena ia sangat membutuhkannya. Segera aku ambil Rosario itu dan berikan dengan ikhlas. Dia ceria menyambutnya, tetapi sebelum berangkat pulang tiba2 ia seperti menyimpan suatu rasa yang membuatnya agak kurang semangat. Terlontar darinya bahwa ia sedih karena ayahnya tidak bisa melihat kepergiannya karena ayahnya juga seorang tentara angkatan darat sedang ditugaskan di Afganistan.

Ayahnya memang akan kembali ke Guam namun bersamaan dengan harinya ia berangkat ke Texas. Tepatnya, jam keberangkatannya sama dengan waktu ayahnya mendarat di Guam jadi tidak akan bisa ketemu, khususnya lagi ayahnya akan mendarat dilapangan terbang khusus militer. Itulah yang ia sedihkan, pulang tetapi gak bisa bersua.

Saya berkata spontan berdoalah mana tahu pesawatmu ditunda atau pesawat ayahmu lebih cepat mendarat dari yang biasanya sehingga kamu bisa bertemu entah barang sejenak. Karena itulah saya meminta Rosario itu mau berdoa kepada bunda Maria supaya saya bisa melihat ayahku entah semenitpun.

Kemarin keluarganya mengatakan kepada saya bahwa terjadi pertemuan yang mengharukan antara anak dan ayahnya. Mereka mengisahkan bahwa pesawat ayahnya lebih cepat mendarat dua puluh lima menit dan ia memohon kepada komandannya agar diberi ijin ketemu anaknya yang sedang akan berangkat. Seyogianya anggota militer belum diperkenankan pergi meninggalkan korps sebelum selesai upacara militer sehabis mendarat. Namun komandannya memberi ijin. Tepat sepuluh menit sebelum keberangkatan, ia bertemu anaknya dan terjadilah suasana yang mengharukan yang menggembirakan.

Masyarakat Guam sangat mencintai Bunda Maria. Hampir setiap mobil selalu dihiasi dengan Rosario yang tergantung. Hal ini memang sangat mendukung karena Guam mayoritas Katolik. Namun bukan itu yang terpenting melainkan rasa percaya bahwa bunda Maria akan menghantar setiap permohonan kepada Allah yang dimohonkan. Bunda selalu juga mendoakan dan melindungi mereka.

Guam selalu libur nasional pada tanggal 8 Desember karena hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa dan biasanya ada perarakan raksasa yang dihadiri puluhan ribu. Namun beberapa tahun yang silam pemerintah mencabut kebiasaan itu, tidak ada lagi libur hari itu melainkan hari kerja. Apa yang terjadi? Tepat pada tanggal 8 Desember terjadi angin topan yang melanda Guam. Hari mendung dan semua masyarakat ketakutan. Akhirnya pemerintahnya mencabut kembali keputusannnya dan 8 Desember kembali hari libur nasional.

Para sahabatku terkasih, memang bulan Oktober, saat khusus menghormati Bunda Maria akan berakhir, tetapi itu tidak berarti saat itu juga kita berhenti dengan salah satu kekayaan iman Gereja berdoa Rosario. Teruslah berdoa Rosario bukan terutama karena anda menginginkan sesuatu yang luar biasa tetapi demi keteguhan imanmu. Berdoalah memohon pertolongan Bunda Maria maka keteladanannya, kelemahlembutannya, kesetiaan dan ketaatannya menyinari dirimu dan keluargamu. Yakinlah suatu saat anda akan mengalami suatu peristiwa hidup yang menggembirakan diluar pemikiranmu dan anda yakin itu karena berkat pertolongan Bunda Maria seperti yang dialami oleh anak dan ayah dalam kisah awal itu. Bunda Maria bunda pertolongan abadi doakanlah kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar