Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Selasa, 16 Oktober 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahaun - 006

Sampai juga pada hari ke 6.
Ingat, jika anda selesai mengikuti bacaan ini, anda akan mendapat Indulgensi sebagian. Jika anda ingin yang sekaligus lengkap, kirimkan permintaan ke buanasaulus@gmail.com untuk mendapatkan edisi lengkap Katekismus Gereja Katolik Lengkap. Gratis, bayar doa saja biar Gereja kita semakin dikenal dan berkembang di dunia.

Versi bahasa Indonesia


TEKS-TEKS SINGKAT
44. Manusia menurut kodrat dan panggilannya adalah makhluk religius. Karena ia datang
dari Allah  dan berjalan menuju Allah, maka hanya dalam hubungan sukarela dengan
Allah, manusia dapat menghayati kehidupan manusiawi yang utuh.
45. Manusia diciptakan, supaya hidup dalam persatuan dengan Allah, di mana ia
menemukan kebahagiaannya: "Kalau saya akan menggantungkan diri kepada-Mu
                                               
1
   Bdk. Konsili Vatikan I: DS 3005; DV 6; Tomas Aqu., s.th. 1, 1, 1. KGK – 11

dengan seluruh kepribadianku, maka tidak akan ada lagi kesedihan dan kesusahan yang
meresahkan aku, dan kehidupanku yang seluruhnya dipenuhi oleh Engkau barulah
menjadi kehidupan yang sebenarnya" (Agustinus, conf. 10, 28, 39).
46. Apabila manusia mendengarkan kabar makhluk-makhluk ciptaan dan suara hati
nuraninya, ia dapat sampai kepada kepastian bahwa Allah berada sebagai sebab dan
tujuan dari segala-galanya.
47. Gereja mengajarkan bahwa Allah yang satu-satunya dan yang benar, pencipta dan
Tuhan kita, dapat diketahui dengan pasti dari segala karya-Nya, berkat sinar kodrati
akal budi kita1
.
48. Dengan sesungguhnya kita dapat berbicara tentang Allah, apabila kita bertitik tolak dari
aneka ragam kesempurnaan makhluk ciptaan, yang olehnya mereka menjadi serupa
dengan kesempurnaan Allah yang tidak terbatas. Namun bahasa kita yang terbatas, tidak
dapat menyelami seluruh misteri-Nya.
49. "Tanpa Sang Pencipta makhluk lenyap menghilang" (GS 36). Karena itu kaum beriman
didorong oleh cinta Kristus untuk membawa terang Allah yang menghidupkan kepada
mereka, yang tidak mengenal-Nya atau menolak-Nya.

Versi Bahasa Inggris


Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section1:"I Believe" — "We Believe" (26 - 184)
Chapter1:Man's Capacity for God (27 - 49)
IN BRIEF
44     Man is by nature and vocation a religious being. Coming from God, going toward God, man lives a fully human life only if he freely lives by his bond with God.
45     Man is made to live in communion with God in whom he finds happiness: When I am completely united to you, there will be no more sorrow or trials; entirely full of you, my life will be complete (St. Augustine, Conf. 10, 28, 39: PL 32, 795).
46     When he listens to the message of creation and to the voice of conscience, man can arrive at certainty about the existence of God, the cause and the end of everything.
47     The Church teaches that the one true God, our Creator and Lord, can be known with certainty from his works, by the natural light of human reason (cf. Vatican Council I, can. 2 § 1: DS 3026),
48     We really can name God, starting from the manifold perfections of his creatures, which are likenesses of the infinitely perfect God, even if our limited language cannot exhaust the mystery.
49     Without the Creator, the creature vanishes (GS 36). This is the reason why believers know that the love of Christ urges them to bring the light of the living God to those who do not know him or who reject him.

Selamat merenungkan dan mengolahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar