Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Minggu, 14 Oktober 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - Hari 003


Versi Bahasa Indonesia

PROLOG


“Bapa ... Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yoh 17:3). Allah, Juru Selamat kita “Juruselamat kita, menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1Tim 2:3-4). Sebab, “di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:12), selain nama YESUS. 
V. Petunjuk praktis untuk menggunakan Katekismus
1.      Katekismus ini dimaksudkan sebagai satu penjelasan organis seluruh iman Katolik. Dengan demikian, orang harus membacanya sebagai satu kesatuan. Petunjuk yang banyak dalam catatan kaki dan pada tepi teks[*], demikian pula indeks pada akhir buku memungkinkan orang melihat tiap tema dalam hubungannya dengan iman secara menyeluruh.
( [*] Nomor pembanding pada tepi teks Buku KGK – kami sajikan dalam bentuk digital ini di belakang tiap topik. Anda bisa klik nomor tersebut untuk menemukan nomor/topik yang dimaksud. Nomor saya sajikan dalam [warna merah dalam kurung besar] – untuk membedakan dengan nomor asli KGK)
2.      Sering kali Kitab Suci tidak dikutip secara harafiah, tetapi hanya ditunjuk saja (pada catatan kaki). Membaca ulang teks-teks Kitab Suci yang bersangkutan sangat membantu suatu pengertian yang lebih mendalam. Penunjukan teks-teks Kitab Suci ini pun dimaksudkan sebagai bantuan untuk katekese.
3.      Bagian yang dicetak dengan huruf kecil mengandung catatan historis atau apologetik atau juga penjelasan dan pelajaran yang melengkapi.
4.      Kutipan-kutipan dengan huruf kecil diangkat dari sumber patristik, liturgi, magisterium, atau hagiografi guna memperkaya penjelasan ajaran. Sering kali teks-teks ini dipilih sekian, agar bisa langsung digunakan dalam katekese.
5.      Pada akhir tiap tema, teks-teks singkat menyimpulkan isi ajaran yang hakiki dalam rumusan padat. Teks-teks itu ingin mendorong katekese lokal untuk merumuskan kalimat-kalimat singkat yang dapat dihafal.

VI. Penyesuaian yang perlu
6.      Katekismus ini pada tempat pertama sekali bermaksud untuk menjelaskan ajaran. Gunanya ialah untuk memperdalam pengetahuan iman. Dengan demikian, ia bertujuan agar iman semakin matang, semakin berakar dalam kehidupan, dan semakin bercahaya dalam kesaksian[1].
7.      Berdasarkan tujuannya maka katekismus ini sendiri tidak dapat membuat penyesuaian dalam penjelasan dan metode kateketik yang dituntut oleh perbedaan dalam kultur, tahap kehidupan, dalam kehidupan rohani, dalam situasi kemasyarakatan dan gerejani dari para alamat. Penyesuaian yang mutlak perlu ini merupakan tugas katekismus-katekismus lokal dan terutama tugas mereka yang bertanggung jawab atas pengajaran umat beriman:
"Barang siapa menjalankan tugas mengajar, harus 'menjadi segala-galanya untuk semua' (1 Kor 9:22), supaya memenangkan semua mereka untuk Kristus... janganlah ia mengira bahwa manusia yang dipercayakan kepada pelayanannya semuanya mempunyai sifat yang sama, sehingga ia dapat mengajar mereka semua dengan cara yang sama menurut skema yang mapan dan pasti, untuk membentuk mereka ke arah kesalehan yang benar. Sebaliknya sebagian dari mereka adalah bagaikan 'bayi yang baru lahir' (1 Ptr 2:2); yang lain baru mulai bertumbuh dalam Kristus; sedangkan beberapa sudah termasuk usia dewasa... Mereka yang dipanggil untuk tugas ini harus mengerti bahwa sangat perlu, agar dalam usaha mengajarkan misteri iman dan perintah kehidupan, ajaran disesuaikan dengan daya pikir dan daya tangkap para pendengar" (Catech.R. Pengantar 11).




[1]     Bdk. CT 20-22; 25.
1.      Pada akhir pengantar ini perlu diingatkan lagi akan pedoman pastoral, yang dalam Katekismus Roma dirumuskan sebagai berikut:
"Seluruh nasihat dan pengajaran harus diarahkan kepada cinta yang tidak mengenal titik akhir. Jadi, kalau orang hendak menjelaskan sesuatu yang harus diimani, diharapkan atau dilaksanakan - maka selalu harus terutama cinta kepada Tuhan kita dianjurkan, supaya setiap orang dapat mengerti bahwa semua amal kebajikan kesempurnaan Kristen hanya bersumber pada cinta dan hanya mengenal satu tujuan, yaitu cinta" (Pengantar 10).


Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 3

Prologue (1 - 25)
"FATHER, ... this is eternal life, that they may know you, the only true God, and Jesus Christ whom you have sent." "God our Savior desires all men to be saved and to come to the knowledge of the truth." "There is no other name under heaven given among men by which we must be saved" - than the name of JESUS.
V. PRACTICAL DIRECTIONS FOR USING THIS CATECHISM
18     This catechism is conceived as an organic presentation of the Catholic faith in its entirety. It should be seen therefore as a unified whole. Numerous cross-references in the margin of the text (numbers found at the end of a sentence referring to other paragraphs that deal with the same theme), as well as the analytical index at the end of the volume, allow the reader to view each theme in its relationship with the entirety of the faith.
19     The texts of Sacred Scripture are often not quoted word for word but are merely indicated by a reference (cf.). For a deeper understanding of such passages, the reader should refer to the Scriptural texts themselves. Such Biblical references are a valuable working-tool in catechesis.
20     The use of small print in certain passages indicates observations of an historical or apologetic nature, or supplementary doctrinal explanations.
21     The quotations, also in small print, from patristic, liturgical, magisterial or hagiographical sources, are intended to enrich the doctrinal presentations. These texts have often been chosen with a view to direct catechetical use.
22     At the end of each thematic unit, a series of brief texts in small italics sums up the essentials of that unit's teaching in condensed formula. These IN BRIEF summaries may suggest to local catechists brief summary formula that could be memorized.
VI. NECESSARY ADAPTATIONS
23     The Catechism emphasizes the exposition of doctrine. It seeks to help deepen understanding of faith. In this way it is oriented towards the maturing of that faith, its putting down roots in personal life, and its shining forth in personal conduct.
24     By design, this Catechism does not set out to provide the adaptation of doctrinal presentations and catechetical methods required by the differences of culture, age, spiritual maturity, and social and ecclesial condition among all those to whom it is addressed. Such indispensable adaptations are the responsibility of particular catechisms and, even more, of those who instruct the faithful:
Whoever teaches must become "all things to all men" (1 Cor 9:22), to win everyone to Christ. ... Above all, teachers must not imagine that a single kind of soul has been entrusted to them, and that consequently it is lawful to teach and form equally all the faithful in true piety with one and the same method! Let them realize that some are in Christ as newborn babes, others as adolescents, and still others as adults in full command of their powers. ... Those who are called to the ministry of preaching must suit their words to the maturity and understanding of their hearers, as they hand on the teaching of the mysteries of faith and the rules of moral conduct.
Above all — Charity
25     To conclude this Prologue, it is fitting to recall this pastoral principle stated by theRoman Catechism:
The whole concern of doctrine and its teaching must be directed to the love that never ends. Whether something is proposed for belief, for hope or for action, the love of our Lord must always be made accessible, so that anyone can see that all the works of perfect Christian virtue spring from love and have no other objective than to arrive at love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar