Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Minggu, 28 Oktober 2012

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 018

KGK Hari ke 18

Versi Bahasa Indonesia


IV. Kanon Kitab Suci 

120. Dalam tradisi apostolik Gereja menentukan, kitab-kitab mana yang harus dicantumkan dalam daftar kitab-kitab suci.4 [1117] Daftar yang lengkap ini dinamakan "Kanon" Kitab Suci. Sesuai dengan itu Perjanjian Lama terdiri dari 46 (45, kalau Yeremia dan Lagu-lagu Ratapan digabungkan) dan Perjanjian Baru terdiri atas 27 kitab.5
 
Perjanjian Lama: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, Yosua, Hakim-Hakim, Rut, dua buku
Samuel, dua buku Raja-Raja, dua buku Tawarikh, Esra dan Nehemia, Tobit, Yudit, Ester, dua buku
Makabe, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan, Yesus Sirakh, Yesaya,
Yeremia, Ratapan, Barukh, Yeheskiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum,
Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi.
Perjanjian Baru: Injil menurut Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, Kisah para Rasul, surat-surat Paulus:
kepada umat di Roma, surat pertama dan kedua kepada umat Korintus, kepada umat di Galatia, kepada
umat di Efesus, kepada umat di Filipi, kepada umat di Kolose, surat pertama dan kedua kepada umat di
Tesalonika, surat pertama dan kedua kepada Timotius, surat kepada Titus, surat kepada Filemon, surat
kepada orang Ibrani, surat. Yakobus, surat pertama dan kedua Petrus, surat pertama, kedua, dan ketiga
Yohanes, surat Yudas, dan Wahyu kepada Yohanes.

 Perjanjian Lama 

121. Perjanjian Lama adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kitab Suci. Buku-bukunya diilhami secara ilahi dan tetap memiliki nilainya1 karena Perjanjian Lama tidak pernah dibatalkan. [1093]

122. "Tata keselamatan Perjanjian Lama terutama dimaksudkan untuk menyiapkan kedatangan Kristus Penebus seluruh dunia."  [702,  762] Meskipun kitab-kitab Perjanjian Lama "juga mencantum hal-hal yang tidak sempurna dan bersifat sementara, kitab-kitab itu memaparkan cara pendidikan ilahi yang sejati. ... Kitab-kitab itu mencantum ajaran-ajaran yang luhur tentang Allah serta kebijaksanaan yang menyelamatkan tentang peri hidup manusia, pun juga perbendaharaan doa-doa yang menakjubkan, akhirnya secara terselubung [mereka] mengemban rahasia keselamatan kita" (DV 15). [708, 2568]

123. Umat Kristen menghormati Perjanjian Lama sebagai Sabda Allah yang benar. Gereja tetap menolak dengan tegas gagasan untuk menghilangkan Perjanjian Lama, karena Perjanjian Baru sudah menggantikannya [Markionisme].


124. "Sabda Allah, yang merupakan kekuatan Allah demi keselamatan semua orang yang beriman (lih. Rm 1:16), dalam kitab-kitab Perjanjian Baru disajikan secara istimewa dan memperlihatkan daya kekuatannya" (DV 17). Tulisan-tulisan tersebut memberi kepada kita kebenaran definitif wahyu ilahi. Tema sentralnya ialah Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia, karya-Nya, ajaran-Nya, kesengsaraan-Nya, dan pemuliaan-Nya begitu pula awal mula Gereja di bawah bimbingan Roh Kudus 2
 
Perjanjian Baru 

125. Injil-injil merupakan jantung hati semua tulisan sebagai "kesaksian utama tentang hidup dan ajaran Sabda Yang Menjadi Daging, Penyelamat kita" (DV 18). [515]


126. Dalam penyusunan Injil-injil dapat kita bedakan tiga tahap:

1.   Kehidupan dan kegiatan mengajar Yesus. Bunda Gereja kudus tetap mempertahankan dengan teguh dan sangat kokoh, bahwa keempat Injil "yang sifat historisnya diakui tanpa ragu-ragu, dengan setia meneruskan apa yang oleh Yesus  Putera Allah selama hidup-Nya di antara manusia sungguh telah dikerjakan dan diajarkan demi keselamatan kekal mereka, sampai hari Ia diangkat (lih. Kis 1:1-2)" (DV 19).

2.   Tradisi lisan. "Sesudah kenaikan Tuhan para Rasul meneruskan kepada para pendengar mereka apa yang dikatakan dan dijalankan oleh Yesus sendiri, dengan pengertian yang lebih penuh, yang mereka peroleh karena dididik oleh peristiwa-peristiwa mulia Kristus dan oleh terang Roh kebenaran" (DV 19). [76]

3.   Penulisan Injil-Injil.  "Adapun penulis suci mengarang keempat Injil dengan memilih berbagai dari sekian banyak hal yang telah diturunkan secara lisan atau tertulis; beberapa hal mereka susun secara agak sintetis, atau mereka uraikan dengan memperhatikan keadaan Gereja-Gereja;  akhirnya dengan tetap mempertahankan bentuk pewartaan, namun sedemikian rupa, sehingga mereka selalu menyampaikan kepada kita kebenaran yang murni tentang Yesus" (DV 19). [76]

127. Injil berganda empat itu menduduki tempat istimewa di dalam Gereja. Ini dibuktikan oleh penghormatan terhadapnya di dalam liturgi dan daya tarik yang tidak ada bandingnya, yang mempengaruhi orang kudus dari setiap zaman. [1154]

 "Tidak ada satu ajaran yang lebih baik, lebih bernilai dan lebih indah daripada teks Injil. Lihatlah dan peganglah teguh, apa yang tuan dan guru kita Kristus ajarkan dalam kata-kata-Nya dan lakukan dalam karya-karya-Nya" (Sesaria Muda).

"Terutama Injil sangat mengesankan bagi saya sewaktu saya melakukan doa batin;  [2705]  di dalamnya saya menemukan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh jiwa saya yang lemah ini. Di dalamnya saya selalu menemukan pandangan baru, dan makna yang tersembunyi dari penuh rahasia"
(Teresia dari Anak Yesus. ms autob. A 83v).




Versi Bahasa Inggris

Read the Catechism: Day 18

Part1:The Profession of Faith (26 - 1065)
Section1:"I Believe" — "We Believe" (26 - 184)
Chapter2:God Comes to Meet Man (50 - 141)
Article3:Sacred Scripture (101 - 141)
IV. THE CANON OF SCRIPTURE
120     It was by the apostolic Tradition that the Church discerned which writings are to be included in the list of the sacred books. This complete list is called the canon of Scripture. It includes 46 books for the Old Testament (45 if we count Jeremiah and Lamentations as one) and 27 for the New.
The Old Testament: Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, Deuteronomy, Joshua, Judges, Ruth, 1 and 2 Samuel, 1 and 2 Kings, 1 and 2 Chronicles, Ezra andNehemiah, Tobit, Judith, Esther, 1 and 2 Maccabees, Job, Psalms, Proverbs, Ecclesiastes, the Song of Songs, the Wisdom of Solomon, Sirach (Ecclesiasticus), Isaiah, Jeremiah, Lamentations, Baruch, Ezekiel, Daniel, Hosea, Joel, Amos, Obadiah, Jonah, Micah, Nahum, Habakkuk, Zephaniah, Haggai, Zachariah and Malachi.
The New Testament: the Gospels according to Matthew, Mark, Luke and John, theActs of the Apostles, the Letters of St. Paul to the Romans, 1 and 2 Corinthians, Galatians, Ephesians, Philippians, Colossians, 1 and 2 Thessalonians, 1 and 2 Timothy, Titus, Philemon, the Letter to the Hebrews, the Letters of James, 1 and 2 Peter, 1, 2 and 3 John, and Jude, and Revelation (the Apocalypse).
The Old Testament
121     The Old Testament is an indispensable part of Sacred Scripture. Its books are divinely inspired and retain a permanent value, for the Old Covenant has never been revoked.
122     Indeed, "the economy of the Old Testament was deliberately so oriented that it should prepare for and declare in prophecy the coming of Christ, redeemer of all men." "Even though they contain matters imperfect and provisional," the books of the Old Testament bear witness to the whole divine pedagogy of God's saving love: these writings "are a storehouse of sublime teaching on God and of sound wisdom on human life, as well as a wonderful treasury of prayers; in them, too, the mystery of our salvation is present in a hidden way."
123     Christians venerate the Old Testament as true Word of God. The Church has always vigorously opposed the idea of rejecting the Old Testament under the pretext that the New has rendered it void (Marcionism).
The New Testament
124     "The Word of God, which is the power of God for salvation to everyone who has faith, is set forth and displays its power in a most wonderful way in the writings of the New Testament" which hand on the ultimate truth of God's Revelation. Their central object is Jesus Christ, God's incarnate Son: his acts, teachings, Passion and glorification, and his Church's beginnings under the Spirit's guidance.
125     The Gospels are the heart of all the Scriptures "because they are our principal source for the life and teaching of the Incarnate Word, our Savior".
126     We can distinguish three stages in the formation of the Gospels:
  1. The life and teaching of Jesus. The Church holds firmly that the four Gospels, "whose historicity she unhesitatingly affirms, faithfully hand on what Jesus, the Son of God, while he lived among men, really did and taught for their eternal salvation, until the day when he was taken up."
  2. The oral tradition. "For, after the ascension of the Lord, the apostles handed on to their hearers what he had said and done, but with that fuller understanding which they, instructed by the glorious events of Christ and enlightened by the Spirit of truth, now enjoyed."
  3. The written Gospels. "The sacred authors, in writing the four Gospels, selected certain of the many elements which had been handed on, either orally or already in written form; others they synthesized or explained with an eye to the situation of the churches, the while sustaining the form of preaching, but always in such a fashion that they have told us the honest truth about Jesus."
127     The fourfold Gospel holds a unique place in the Church, as is evident both in the veneration which the liturgy accords it and in the surpassing attraction it has exercised on the saints at all times:
There is no doctrine which could be better, more precious and more splendid than the text of the Gospel. Behold and retain what our Lord and Master, Christ, has taught by his words and accomplished by his deeds.
But above all it's the gospels that occupy my mind when I'm at prayer; my poor soul has so many needs, and yet this is the one thing needful. I'm always finding fresh lights there; hidden meanings which had meant nothing to me hitherto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar