Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Senin, 22 April 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 190

KGK ke 190

BAGIAN TIGA

KEHIDUPAN DALAM KRISTUS

Bagian sentral dari sarkofagus Janius Bassus; berasal dari tahun 359 dan diketemukan di Roma di bawah Gereja Santo Petrus.

Kristus yang dimuliakan - ditampilkan dalam roman yang sangat muda (tanda ke-Allah-anNya) - duduk di atas takhta surgawi, dengan kaki bertumpu atas Uranos, allah surga dunia kafir. Di sebelah kiri dan kanan tampak kedua Rasul Petrus dan Paulus. Sambil berpaling kepada Kristus mereka menerima dua gulungan Kitab - hukum baru.

Sebagaimana Musa telah menerima hukum lama dari Allah di gunung Sinai, demikian sekarang para Rasul, yang diwakili oleh pemuka-pemukanya, menerima dari Kristus, Putera Allah, Tuhan langit dan bumi, hukum baru - bukan lagi ditulis di atas loh batu, melainkan oleh Roh Kudus di dalam hati umat beriman. Kristus memberi kekuatan, untuk menghidupi "kehidupan baru" (Bdk. 1697). Apa yang Ia perintahkan demi kebahagiaan kita, Ia laksanakan di dalam kita dengan perantaraan rahmat-Nya (Bdk. 2074).

PENDAHULUAN

Hai orang Kristen, kenalilah martabatmu

1691. "Hai orang Kristen, kenalilah martabatmu! Engkau sudah ikut mengambil bagian dalam kodrat ilahi, jangan kembali kepada kemalanganmu yang lama, dan janganlah hidup di bawah martabatmu. Ingatlah akan Kepala dan Tubuh, yang engkau menjadi anggotanya. Ingatlah bahwa engkau sudah diluputkan dari kuasa kegelapan dan telah diterima dalam terang dan Kerajaan Allah" (Leo Agung, serm. 21, 2-3).

1692. Pengakuan iman mengatakan betapa besar anugerah-anugerah yang Allah karuniakan kepada manusia dalam karya penciptaan-Nya dan lebih lagi dalam karya penebusan dan pengudusan. Yang diakui iman, disampaikan Sakramen-Sakramen. Oleh Sakramen kelahiran lembali, warga Kristen telah menjadi "anak-anak Allah" (Yoh 1:12; 1 Yoh 3:1) dan telah "mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4). Sambil melihat dalan iman martabatnya yang baru, orang Kristen harus mulai hidup sedemikian rupa, sehingga "sesuai dengan injil Kristus" (Flp 1:27). Untuk itu mereka disanggupkan oleh rahmat Kristus dan anugerah-anugerah Roh-Nya yang mereka terima melalui Sakramen-Sakramen dan melalui doa.

Hidup dari Allah Tritunggal

1693. Yesus Kristus lalu melakukan apa yang berkenan kepada Bapa.1 Ia hidup dalam persekutuan sempurna dengan Dia. Juga murid-murid-Nya dipanggil untuk hidup di
1 Bdk. Yoh 8:29.
depan hadirat Bapa, "yang juga melihat yang tersembunyi" (Mat 6:6), supaya mereka "menjadi sempurna, sebagaimana Bapa surgawi sempurna adalah sempurna adanya".1

1694. Warga Kristen "telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus" (Rm 6:11) karena mereka telah digabungkan di dalam Kristus melalui Pembaptisan.2 Dengan demikian, mereka mengambil bagian dalam kehidupan dari Dia yang telah bangkit.3 Dalam mengikuti Kristus dan bersatu dengan Dia,4 warga Kristen mampu meneladani Allah "sebagai anak-anak-Nya yang kekasih" (Ef 5:1) dan mengikuti-Nya pada jalan cinta kasih. Mereka berusaha supaya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, "menaruh pikiran dan perasaan" yang "terdapat juga dalam Yesus Kristus" (Flp 25) dan berpedoman pada teladan-Nya.5

1695. "Dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah" (1 Kor 6:11), "dikuduskan dalam Kristus Yesus dan dipanggil menjadi orang kudus" (1 Kor 1:2), orang Kristen telah menjadi "bait Roh Kudus".6 "Roh Putera" mengajar mereka supaya berdoa kepada Bapa.7 Dan karena Ia telah menjadi kehidupan mereka, Ia mendorong mereka supaya bertindak8 sehingga mereka dapat menghasilkan "buah-buah Roh" (Gal 5:22) melalui cinta kasih yang aktif. Roh Kudus menyembuhkan luka-luka dosa dan "membaharui roh dan pikiran" kita (Ef4:23). Ia menerangi dan meneguhkan kita supaya kita hidup dalam "kebaikan, keadilan, dan kebenaran" (Ef 5:9), dalam segala-galanya sebagai "anak-anak terang" (Ef 5:8).

Dua Jalan

1696. Jalan Kristus mengantar "menuju kehidupan", tetapi sebuah jalan yang berlawanan mengantar "menuju kebinasaan" (Mat 7:13-14). Perumpamaan Injil mengenai dua jalan mempunyai tempat tetap dalam katekese Gereja. Ia menunjukkan betapa pentingnya keputusan moral untuk keselamatan kita. "Ada dua jalan: yang satu menuju kehidupan, dan yang lain menuju kematian. Tetapi mereka berbeda jauh satu dari yang lain" (Didache, 1, 1).

Katekese tentang kehidupan dalam Kristus

1697. Katekese harus menunjukkan dengan jelas betapa besar kegembiraan yang terdapat di jalan Kristus, dan apa tuntutannya.9 Katekese mengenai kehidupan "sebagai manusia baru" (Rm 6:4) di dalam Kristus haruslah merupakan:
- Katekese Roh Kudus. Ia adalah guru batin tentang kehidupan yang sesuai dengan Kristus, tamu yang mengasihi dan sahabat yang menjiwai kehidupan ini, membimbingnya, meluruskannya dan menguatkannya.
1 Bdk. Mat 5:47.
2 Bdk. Rm 6:5.
3 Bdk, Kol 2:12.
4 Bdk. Yoh 15:5.
5 Bdk. Yoh 13:12-16.
6 Bdk. 1 Kor 6:19.
7 Bdk. Gal 4:6.
8 Bdk. Gal 5:25.
9 Bdk. CT 29.

- Katekese rahmat, karena oleh rahmat kita diselamatkan dan hanya oleh rahmat perbuatan-perbuatan kita dapat menghasilkan buah untuk kehidupan abadi.
- Katekese sabda bahagia, karena jalan Kristus disimpulkan dalam sabda bahagia, jalan satu-satunya menuju kebahagiaan abadi yang dirindukan hati manusia.
- Katekese mengenai dosa dan pengampunan. Kalau manusia tidak melihat bahwa ia pendosa, ia tidak dapat mengetahui kebenaran mengenai diri sendiri; tetapi kebenaran ini adalah prasyarat untuk tingkah laku yang baik. Tanpa tawaran pengampunan, manusia tidak dapat menanggung kebenaran ini.
- Katakese keutamaan manusiawi, yang membuat kita mengerti betapa indah dan betapa patut diinginkan kemampuan dan kesediaan untuk melakukan yang baik.
- Katekese keutamaan Kristen, yakni iman, harapan, dan kasih - satu katekese yang dengan besar hati mengambil patokan pada contoh orang-orang kudus.
- Katekese perintah ganda mengenai cinta kasih, yang dikembangkan dalam dekalog.
- Katekese gerejani, karena di dalam aneka ragam pertukaran "hal-hal rohani" dalam "persekutuan para kudus", kehidupan Kristen dapat bertumbuh, berkembang, dan berkomunikasi.

1698. Yesus Kristus selalu merupakan titik acuan yang pertama dan terakhir dari katekese. Ia adalah "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Kalau kita memandang kepada Kristus dengan penuh iman, kita dapat mengharapkan bahwa Ia akan memenuhi janji-janji-Nya dalam diri kita. Dan kalau kita mengasihi Dia, seperti Dia telah mengasihi kita, kita akan bertingkah laku sesuai dengan martabat kita.

"Aku minta kepadamu, ingatlah bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah Kepalamu dan bahwa engkau adalah salah satu anggota-Nya. Ia berfungsi untuk engkau, sebagaimana kepaIa untuk anggota-anggota. SegaIa sesuatu yang menjadi milik-Nya adalah milikmu: roh, hati, tubuh, jiwa, dan segaIa kemampuan. Engkau harus memanfaatkan semuanya, seakan-akan itu milikmu, untuk melayani, memuji, mengasihi, dan memuliakan Allah. Engkau ada untuk Kristus, sebagaimana satu anggota ada untuk kepala. Karena itu, Ia merindukan dengan sangat mempergunakan segaIa kemampuanmu, seakan-akan itu milik-Nya, untuk melayani Bapa dan memuliakan-Nya" (Yohanes Eudes, Cord. 1, 5).
"Bagiku, hidup adalah Kristus" (Flp 1:21).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar