Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Minggu, 17 Maret 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 152

KGK ke 152


BAGIAN DUA
PERAYAAN MISTERI KRISTEN

Fresko dari Katakomba martir santo Petrus dan santo Marselinus, awal abad keempat. Lukisan menunjukkan pertemuan Yesus dengan wanita yang menderita pendarahan. Wanita ini, yang sudah menderita bertahun-tahun lamanya, disembuhkan oleh "tenaga yang keluar dari diri-Nya" (Bdk. Mrk 5:25-34), karena ia telah menjamah jubah-Nya.

Sakramen-Sakramen Gereja sekarang ini melanjutkan, apa yang Kristus telah laksanakan selama hidup-Nya di dunia (Bdk. 1115). Sakramen-Sakramen itu bagaikan "kekuatan" yang "keluar" dari tubuh Kristus, supaya menyembuhkan kita dari luka-luka dosa dan untuk menganugerahkan kepada kita kehidupan baru di dalam Kristus (Bdk. 1116).

Dengan demikian gambar ini melukiskan kekuatan ilahi yang menyelamatkan dari Putera Allah, yang menebus seluruh manusia - jiwa dan badan - oleh kehidupan sakramental.

PENDAHULUAN

Mengapa liturgi?

1066. Dalam syahadat iman Gereja mengakui misteri Tritunggal Mahakudus dan "keputusan-Nya yang berbelas kasih" untuk seluruh ciptaan: Bapa menyelesaikan "rahasia kesukaan Allah" (Ef 1:9), dengan menganugerahkan Putera-Nya yang kekasih dan Roh Kudus demi keselamatan dunia dan demi kehormatan nama-Nya. Inilah misteri Kristus.1 Ini diwahyukan dalam sejarah dan dilaksanakan menurut satu rencana, artinya menurut satu "tata" yang dipikirkan secara bijaksana, yang oleh santo Paulus dinamakan "tata misteri" (Ef 3:9), oleh tradisi para Bapa "tata Sabda yang menjadi daging atau "tata keselamatan".

1067. "Adapun karya penebusan umat manusia dan pemuliaan Allah yang, sempurna itu telah diawali dengan karya agung Allah di tengah umat Perjanjian Lama. Karya itu diselesai-kan oleh Kristus Tuhan, terutama dengan misteri Paska: sengsara-Nya yang suci, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan kenaikan-Nya dalam kemuliaan. Dengan misteri itu Kristus menghancurkan maut kita dengan wafat Nya, dan membangun kembali hidup kita dengan kebangkitan-Nya. Sebab dari lambung Kristus yang beradu di salib muncullah Sakramen seluruh Gereja yang mengagumkan" (SC 5). Karena itu dalam liturgi, Gereja merayakan terutama misteri Paska, yang olehnya Kristus menyelesaikan karya keselamatan kita.

1068. Di dalam liturgi, Gereja mewartakan dan merayakan misteri ini, sehingga umat beriman hidup darinya dan memberi kesaksian tentangnya di dalam dunia:
"Sebab melalui liturgilah, terutama dalam kurban ilahi Ekaristi, terlaksana karya penebusan kita. Liturgi merupakan upaya yang sangat membantu kaum beriman untuk dengan penghayatan Gereja yang sejati" (SC2).
1 Bdk. Ef 3:4.

Apa arti kata "liturgi"?

1069. Kata "liturgi" pada mulanya berarti "karya publik", "pelayanan dari rakyat dan untuk rakyat". Dalam tradisi Kristen, kata itu berarti bahwa Umat Allah mengambil bagian dalam "karya Allah".1 Melalui liturgi, Kristus Penebus dan Imam Agung kita, melanjut-kan karya penebusan-Nya di dalam Gereja-Nya, bersama dia dan oleh dia.

1070. Dalam Perjanjian Baru kata - liturgi - tidak hanya berarti "perayaan ibadat",2 tetapi juga pewartaan Injil3 dan cinta kasih yang melayani.4 Segala hal itu menyangkut pelayanan kepada Allah dan manusia. Dalam perayaan liturgi, Gereja adalah pelayan menurut teladan Tuhamya, "pelayan"5 satu-satunya, karena dalam ibadat, pewartaan, dan pelayanan cinta ia mengambil bagian pada martabat Kristus sebagai imam, nabi, dan raja.
"Maka memang sewajarnya juga liturgi dipandang bagaikan pelaksanaan tugas imamat Yesus Kristus; di situ pengudusan manusia dilambangkan dengan tanda-tanda lahir serta dilaksanakan dengan cara yang khas bagi masing-masing; di situ pula dilaksanakan ibadat umum yang seutuhnya oleh Tubuh Mistik Yesus Kristus, yakni Kepala beserta para anggota-Nya. Oleh karena itu setiap perayaan liturgis, sebagai karya Kristus Sang Imam serta Tubuh-Nya yakni Gereja, merupakan kegiatan suci yang sangat istimewa. Tidak ada tindakan Gereja lainnya yang menandingi daya dampaknya dengan dasar yang sama serta dalam tingkatan yang sama" (SC 7).
Liturgi sebagai sumber kehidupan

1071. Sebagai karya Kristus, liturgi itu juga tindakan Gereja-Nya. Liturgi melaksanakan dan menyatakan Gereja sebagai tanda persekutuan antara Allah dan manusia melalui Kristus. Ia mendorong umat beriman ke dalam persekutuan hidup baru. Ia mengandaikan bahwa semua orang mengambil bagian dalam liturgi kudus dengan "sadar, aktif, dan penuh makna" (SC 11). 1692

1072. "Liturgi kudus tidak mencakup seluruh kegiatan Gereja" (SC 9); penginjilan, iman dan pertobatan harus mendahuluinya; barulah ia dapat menghasilkan buahnya dalam kehidupan umat beriman: kehidupan baru dalam Roh Kudus, keterlibatan yang aktif dalam perutusan Gereja, dan pelayanan pada kesatuannya.
Doa dan liturgi

1073. Liturgi adalah juga keikut-sertaan dalam doa yang Kristus sampaikan kepada Bapa dalam Roh Kudus. Di dalamnya segala doa Kristen menemukan sumber dan penyelesaiannya. Oleh liturgi manusia batin akan berakar dalam "kasih yang besar", yang dengannya Bapa telah mengasihi kita dalam Putera-Nya yang kekasih (Ef 2:4) serta berdasar pada kasih itu.6 "Perbuatan Allah yang besar" ini dihidupkan dan diresapkan ke dalam batin, kalau orang "setiap waktu" "berdoa di dalam Roh" (Ef 6:18). 2558
1 Bdk. Yoh 17:4.
2 Bdk. Kis 13:2; Luk 1:23 Yn
3 Bdk. Rm 15: 16; Flp 2:14-17; 2:30.
4 Bdk. Rm 15:27; 2 Kor 9:12; Flp 2:25.
5 Bdk. Ibr 8:2.6 Yn.
6 Bdk. Ef 3:16-17.

Katekese dan Liturgi

1074. "Liturgi itu puncak yang dituju oleh kegiatan Gereja dan serta-merta sumber segala daya-kekuatannya" (SC 10). Dengan demikian ia adalah tempat yang paling istimewa untuk katekese Umat Allah. "Katekese mempunyai hubungan batin dengan seluruh kegiatan liturgis dan sakramental; sebab dalam Sakramen-Sakramen dan terutama dalam Ekaristi, Yesus Kristus berkarya sepenuhnya untuk mengubah manusia" (Yohanes Paulus II, CT 23).

1075. Katekese liturgis bermaksud untuk mengantar orang ke dalam misteri Kristus (ia adalah "mistagogi"), dengan melangkah dari yang tampak kepada yang tidak tampak, dari tanda kepada yang ditandai, dari "Sakramen-Sakramen" kepada "misteri". Untuk katekese ini perlu disiapkan katekismus lokal dan regional Katekismus ini yang ingin melayani seluruh Gereja dalam keanekaragaman ritus dan budaya,1 akan mengemukakan apa yang mendasar dan yang sama dalam seluruh Gereja: liturgi sebagai misteri dan sebagai upacara (Seksi satu) dan sesudah itu tujuh Sakramen dan sakramentali (Seksi dua).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar