Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Minggu, 26 Desember 2010

Hasil Konsultasi dengan Bapak Uskup

Sesuai yang menjadi kegundahan sebelumnya, dimana saya pribadi pertama-tama telah menyalahi apa yang diajarkan gereja, tentang pemakaian alat kontrasepsi, maka langkah utama adalah membuat pengakuan dosa. Dan tentu saja hal yang ini termasuk dosa berat atau dosa besar yang perlu pengampunan dari Tuhan melalui bapak Uskup.

Dari situlah saya merasa perlu untuk membagikannya dengan umat katolik lain-nya yang mungkin saja memiliki permasalahan yang sama atau bahkan kesalahan yang sama.

Pada dasarnya saya di teguhkan dalam pengakuan dosa yang lalu, bahwa pemakaian kontrapsepsi benar-benar tidak diperkenankan , karena dalam hubungan suami isteri, kita harus menyadari 3 alasan yang melatarbelakanginya :
1. bahwa hubungan suami isteri dilakukan adalah untuk kebahagiaan suami-isteri yang melakukannya
2. bahwa hubungan suami-isteri tidak boleh menghalangi kemungkinan mendapatkan keturunan
3. bahwa hubungan suami-isteri juga merupakan pendidikan terus menerus yang perlu dibina dan dipahami
    pasangan

Dalam hal ini. suami-isteri harus bekerja sama dengan baik, dan gereja memberikan sebuah solusi dengan teknik KBA yang telah dikenal, bagi gereja kita teknik ini jelas dan tegas, diajarkan dalam setiap kursus persiapan perkawinan.

Atas alasan yang masuk akal, Jelas juga, dijaman kita sekarang pembatasan jumlah anak perlu dilakukan, tetapi harus sesuai dengan apa yang kita imani dan prinsip-prinsip ajaran gereja yang mengacu pada ajaran Tuhan demi kebaikan kita dan keselamatan kita. Semua upaya ataupun cara yang menyebabkan terjadinya pengguguran sang janin, dengan spiral ataupun alat kontrasepsi lain, sama dengan 'pematian' bakal manusia yang berarti juga melenyapkan bakal mahluk hidup. Karenanya kesalahan ini atau dosa ini dikategorikan dosa berat. Dan bagi yang telah melakukannya segeralah mengakukan dosa, agar bisa diampuni secepatnya. Amin.

2 komentar:

  1. Bisakah anda menceritakan langkah2 meminta absolusi pengampunan dosa kepada uskup? Apakah susah menemui uskup? Saya masih awam soal ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di tempat saya, atau di paroki Katedral Bogor, waktu itu , masih Mgr. Cosmas Angkur OFM. Beliau biasanya turut memberikan pelayanan Pengakuan saat Paskah, jadi saya bisa menemuinya tanpa kesulitan.

      Dalam keadaan normal, sejauh saya tahu, karena kesibukan beliau, bisa menghubungi Sekretaris Pribadi Bp. Uskup, lalu anda akan dijadwalkan oleh beliau. Tentu saja kita harus menjelaskan maksud tujuan kita secara terbuka, karena tidak bisa sembarangan menyita waktu Bp. Uskup. Setahu saya begitu.
      Cara lain coba cari tahu, hari apa dan dimana Bp. Uskup memberikan pelayanan Ekaristi (pagi biasanya) , apakah itu di gedung keuskupan atau yang biasa beliau melayani misa pagi, segera temuai beliau sesaat setelah misa, biasanya seorang uskup tak akan menghindari memberikan pelayanan sakramen rekonsoliasi untuk orang yang menghadapnya, demikian setahu saya.

      Semoga membantu

      Hapus