Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Selasa, 07 Maret 2017

ALLAH MENYESAL ???

Bacaan hari ini, sebagian tertera sbb :

Yun 3:5Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
Yun 3:6Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
Yun 3:7Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
Yun 3:8Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
Yun 3:9Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
Yun 3:10Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Orang Niniwe, hidupnya tidak beres, kelakuannya jahat. Allah berniat menghukumnya. Yunus, seorang Nabi Allah, diperintahkan Allah untuk ke Niniwe, dan mengabarkan akan niat Allah itu. Penduduk Niniwe dan Rajanya percaya kepada Allah, percaya kepada pemberitaan Yunus, mereka ketakutan. Dan ... mereka berbalik .... alias bertobat ... dengan melakukan puasa bersama-sama. Raja dan pembesar sama-sama memerintahkan puasa sebagai wujud pertobatan !!!

Reaksi Allah :  terlukis di ayat ke 10 :

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Allah yang penuh kasih dan panjang sabar, melihat iman dan perbuatan orang-orang Niniwe dia membatalkan malapetaka yang direncanakan ditimpakan kepada mereka.

Saudara-saudaraku, dengan berpegang pada Sabda di atas, kita percaya ... jika kita benar-benar bertobat (melalui iman dan perbuatan), Allah Bapa akan membatalkan hal-hal buruk yang direncanakanNya pada kita (keluarga, lingkungan, kota, provinsi, negara/bangsa dan dunia).

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar