Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Kamis, 26 Januari 2017

DOA ROSARIO 7 DUKACITA MARIA

Kali ini saya tulis sebuah doa rosario yang baru saya pelajari beberapa minggu lalu, dan saya terjemahkan semampunya, tolong beri koreksi bagi yang lebih mengetahui.

Bentuk Rosario yang digunakan sbb :
Ada tujuh perisiwa yang disebut sebagai 7 Dukacita Maria, yakni peristiwa-peristiwa sbb :


  1. Nubuat Simeon (Luk 2:22-35)
  2. Mengungsi Ke Mesir (Mat 2:13-15)
  3. Kehilangan Yesus di Bait Allah (Luk 2:41-52)
  4. Maria bertemu Jesus di jalan menuju Kalvari (Luk 23:27-31)
  5. Maria berdiri di kaki Salib (Yoh 19:25-27)
  6. Maria Menerima Jenazah Jesus di Pangkuannya (Yoh 19:38-40)
  7. Jenazah Jesus di letakkan pada Makam(Yoh 19:41-42)
Dengan Gambar bisa dilihat sbb :


Bagaimana kita bisa mempraktekkannya ? Saya susun sbb :


Cara Berdoa Rosario Tujuh Dukacita Maria
    Berikut ini adalah uraian dari Rosario menakjubkan seperti yang diajarkannya kepada Marie-Claire di Kibeho sendiriDoa ini dapat dilakukan dengan lisan atau dalam  keheningan, pribadi atau bersama orang lain; kunci bagi para pendoa, lakukan refleksi dan meditasi dari lubuk hati kita yang dalam ... hal ini penting, ketika kita sampai  pada poin masing-masing dari Tujuh Dukacitasejenak  ambil waktu untuk merenungkan betapa besarnya penderitaan Maria. ..dan sadari betapa besar kasih Bunda kita.

Persiapan Doa:
    ---Doa Pembukaan:  
Tuhan, aku mempersembahkan Rosario ini bagi kemuliaan-Muagar aku dapat menghormati Bunda Yesus, Perawan Terberkati, sehingga aku dapat berbagi dan merenungkan penderitaan Yesus melalui penderitaan dirinya. Aku dengan rendah hati memohon kepada-Mu untuk memberikan pertobatan sejati bagi semua dosa-dosa yang telah kuperbuatdan mohon berilah aku kebijaksanaan, dan kerendahan hati.
  ---Doa tobat: Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku da tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa ini. Amin!

  ---Kemudian ucapkan 3 x Salam Maria:  lalu disambung dengan doa singkat berikut

Bersama airmata kasih sayang Dukacita Bunda kami dan untuk mempersembahkan paduan 
air mata kami dengan airmata-nya.
 
---Sebelum setiap misteri, Doakan: 
Bunda Kerahiman, ingatkan kami selalu pada derita Putera-mu, Jesus.


Dukacita Pertama: Nubuat Simeon (Luk 2:22-35)

"Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, (seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah"). Ada, imam tua Simeon memegang bayi Yesus di tangannya, dan Roh Kudus memenuhi hatinya. Simeon menyadari Yesus adalah Juruselamat yang telah dijanjikan dan menatangnya ke atas, berterima kasih pada Tuhan karena mengabulkan keinginannya untuk dapat hidup cukup lama agar melihat Mesias.

"
Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu," dia berkata… Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibuNya, " Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan (dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri), supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.
Perawan Terberkati tahu bahwa ia telah melahirkan Juruselamat umat manusia, dengan segera ia memahami dan menerima nubuat Simeon. Meskipun hatinya sangat tersentuh oleh kebaikan bayi Jesus dalam gendongannya, hatinya tetap terbebani dan susah, karena dia tahu apa yang tertulis tentang cobaan berat dan kematian yang harus dialami Puteranya Sang Juruselamat. Setiap kali ia menatap Puteranya, dia terus menerus ingat akan penderitaan yang harus ditanggung DIA, dan penderitaan-Nya itu melebur menjadi penderitaannya.

Doa: Bunda Maria terkasih, yang hatinya menderita karena terbebani kami , ajar kami untuk menanggung derita bersamamu dengan kasih, dan menerima seluruh derita Tuhan dan untuk menerima semua penderitaan Tuhan yang dianggap perlu bagi perjalanan hidup kami. Mari jalani penderitaan ini, hanya untuk diketahui Tuhan saja, sebagaimana engkau dan yang Yesus lakukan. Jangan memperlihatkan penderitaan kita pada dunia, sehingga lebih berguna untuk menebus dosa-dosa dunia. Engkau, Bunda, yang menderita bersama Penyelamat dunia, kami haturkan derita kami, dan penderitaan dunia, karena kami putera-puterimu. Satukan derita kami dengan dukacitamu dan semuanya bagi Tuhan Yesus Kristus, dan persembahkanlah kepada Allah Bapa.  Engkaulah Bunda terbesar bagi semua. 
(Doakan 1 Bapa Kami dan 7 Salam Maria)


Dukacita : Mengungsi Ke Mesir 
(Mat 2:13-15)

Hati Maria hancur dan pikirannya menjadi kalut ketika Yusuf menyampaikan pesan malaikat: bahwa mereka harus segera bangun dan melarikan diri ke Mesir karena Herodes ingin membunuh Yesus. Santa Perawan hampir tak memiliki waktu untuk memutuskan apa yang harus dibawa dan apa yang ditinggal; dia menggendong Bayi dan meninggalkan segala sesuatu yang lain, bergegas keluar mendahului Yusuf supaya mereka dapat segera pergi seperti yang Tuhan kehendaki. Kemudian dia berkata,”Meskipun Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu, DIA menghendaki kita melarikan diri bersama Jesus, Putera-Nya. Tuhan akan menunjukkan jalan pada kita, dan kita akan tiba tanpa tertangkap oleh musuh." 
Karena Santa Perawan adalah Bunda Yesus, maka dia mencintai-Nya lebih dari orang lain. Hatinya sangat gundah saat melihat ketidaknyamanan bayinya, dan dia sangat menderita karena Yesus kedinginan dan menggigil. Sementara dia dan suaminya sangat lelah, mengantuk, dan kelaparan selama perjalanan jauh, Maria hanya memikirkan tentang keamanan dan kenyamanan dari Puteranya. Dia takut ditemukan tentara yang mendapat perintah membunuh Yesus karena dia sadar musuhnya masih di Betlehem. Hatinya tetap sedih selama pelarian ini. Dan diapun tahu kemana mereka sampai, tidak akan ada wajah ramah yang menyambut mereka.
Doa:  Bunda terkasih, yang menderita begitu banyak, beri kami keberanian hatimu. Doakanlah kami agar memiliki kekuatan, supaya kami dapat memiliki keberanian seperti engkau dan menerima kasih Allah yang menderita untuk hidup kami. Bantu kami agar dapat menerima penderitaan yang ditimpakan atas diri kami sendiri dan derita yang menimpa kami dan oranglain. Bunda Sorgawi, engkau, dalam persatuan dengan Jesus, murnikanlah penderitaan kami, sehingga kami dapat memuliakan Allah dan menyelamatkan jiwa kami. Amin.


(Doakan 1 Bapa Kami dan 7 Salam Maria)

Dukacita Ketiga: Kehilangan Yesus di Bait Allah 
(Luke 2:41-52)

Yesus adalah Putera Tunggal Allah, tetapi Dia juga anak Maria. Santa Perawan lebih mengasihi Jesus daripada dirinya sendiri, karena Dia Tuhan-nya. Dibandingkan dengan anak-anak lain, DIA yang paling unik karena Dia hidup sebagai Tuhan. Ketika Maria kehilangan Jesus dalam perjalanan pulang dari Yerusalem, dunianya menjadi luas dan sepi, dia merasakan tak akan sanggup hidup terus tanpa Dia. Betapa besar deritanya itu.(Dia merasakan sakit yang sama seperti kesakitan saat Jesus ditinggal para rasul-Nya saat masa Sengsara)

Sebagai Bunda Kudus, ia tampak cemas karena putera tercintanya, hatinya sakit. Dia menyalahkan dirinya sendiri, mengapa dia kurang memberi perhatian kepada-Nya. Namun itu bukan salahnya. Jesus tidak membutuhkan perlindungan seperti sebelumnya.

Apa yang benar-benar melukai Maria adalah bahwa Puteranya telah memutuskan untuk tinggal tanpa persetujuannya. Selama ini Jesus telah membuatnya senang dalam segala hal. Dia tidak pernah membuatnya kesal atau mengecewakan orangtuanya. Dia selalu melakukan apa yang diperlukan, karena itu, Maria tidak pernah menduga-Nya menjadi tidak taat.

Doa: Bunda terkasih, ajarkan kami untuk menerima semua penderitaan karena dosa-dosa kami dan supaya dapat menebus dosa seluruh dunia.
 



(Doakan 1 Bapa Kami dan 7 Salam Maria)

Dukacita Keempat: Maria bertemu Jesus di jalan menuju Kalvari 
(Luk 23:27-31)

Maria melihat Jesus memikul salib yang berat seorang diri—Salib yang digunakan untuk menyalib-Nya. Hal ini tidak mengejutkan Santa Perawan karena dia telah mengetahui kematian yang mendekati Tuhan kita. Mencatat bagaimana Puteranya telah menjadi lemah karena cambukan para prajurit, dia dipenuhi rasa nyeri karena penderitaan-Nya. Para prajurit bergegas mendorongnya, meskipun Dia sudah tidak memiliki kekuatan. Dia jatuh, kelelahan, tak mampu berdiri dengan kekuatan sendiri. Pada saat itu, mata Maria, yang begitu penuh kelembutan dan kasih sayang , bertemu pandang dengan pandangan Puteranya, yang penuh derita dan tertutup lumuran darah. Hati mereka berbagi beban derita; setiap kesakitan yang DIA rasakan, Maria rasakan juga. Mereka tahu tidak ada yang dapat dilakukan kecuali yakin dan percaya kepada Allah dan mempersembahkan penderitaan mereka kepada-Nya. Segala yang bisa dilakukan adalah meletakkan segala sesuatu di tangan Allah.
Doa: Bunda terkasih, yang diserang kesedihan, bantulah kami untuk menanggung 
penderitaan kami dengan berani dan kasih sehingga kami dapat meringankan derita-mu 
dan derita Yesus. Dalam melakukannya, mudah-mudahan kami memuliakan Allah
yang menganugerahkan engkau dan Jesus bagi umat  manusia.  
Ketika engkau menderita, ajari kami untuk menerima derita kami dengan diam-diam 
dan sabar. Berikanlah kepada kami rahmat kasih Tuhan dalam segala sesuatu. 
O Bunda Dukacita, yang paling menderita dari semua ibu, 
kasihanilah orang-orang berdosa di seluruh dunia.



(Doakan 1 Bapa Kami dan 7 Salam Maria)
Dukacita Kelima: Maria berdiri di kaki Salib 
(John 19:25-27)

Santa Perawan Maria terus mendaki gunung Kalvary, mengikuti dibelakang Jesus yang kesakitan dan menderita, ia diam-diam ikut menderita. Ia melihat-Nya berjalan sempoyongan dan terjatuh beberapa kali dengan salib-Nya, dan ia menyaksikan Puteranya dipukuli para prajurit yang menarik rambut-Nya agar berdiri dengan paksa. Meskipun IA tak bersalah, ketika IA mencapai puncak Kalvary, DIA dipaksa mengaku bersalah di depan kerumunan orang, sehingga mereka dapat menertawakan-Nya. Maria merasakan nyeri di hatinya bagi kesakitan dan penghinaan yang dialami Puteranya, terutama ketika para penyiksaNya memaksa Dia telanjang melepaskan semua penutup tubuhNya. Santa Perawan merasa sakit hati ketika melihat para tiran menyalibkan Puteranya dengan tubuh telanjang, mempermalukan-Nya hanya untuk memberikan kesempatan khalayak ramai bergembira dengan mengejek-Nya. (Jesus dan Maria merasa jauh merasa lebih malu diperlakukan seperti itu, dibandingkan jika orang biasa mengalaminya, karena Jesus dan Maria tanpa dosa dan kudus ).

Santa Perawan Maria merasakan kesakitan yang dialami Jesus ketika Jesus direbahkan di atas bantalan kayu Salib. Para pembunuh dengan tertawa-tawa  menghampiri-Nya dengan memperlihatkan paku dan palu. Mereka menduduki-Nya dengan berat badanya sehingga DIA tak dapat bergerak ketika menekankan tubuhNya ke kayu. Ketika palu dipukulkan ke paku yang diletakkan di tangan dan kakiNya, Maria merasakan hatinya berdesir : seakan paku itu menghujam dagingnya sebagaimana paku-paku itu menembus tubuh Puteranya. Maria merasakan hidupnya memudar.

Para prajurit mengangkat salib dan menjatuhkan ke lubang yang mereka gali, dengan sentakan keras yang disengaja, menyebabkan berat tubuh-Nya memberikan efek tarikan yang menyebabkan  daging-Nya terobek dari tulang.  Sakitnya seolah kedalam tubuh-Nya ditembak-kan kobaran api.

Jesus tersiksa selama tiga jam terpaku di atas salib, namun rasa sakit fisik-Nya tidak sebanding dengan rasa tersiksa yang ditanggungNya karena melihat penderitaan Bunda-Nya di bawah salibNya. Syukurlah, akhirnya DIA wafat.

Doa: Bunda terkasih, Ratu para martir, beri kami keberanian seperti yang kau alami dalam derita-mu sehingga kami dapat menggabungkan penderitaan kami dan derita-mu agar memberikan kemuliaan bagi Allah. Bantu kami dan umat Gereja-Mu untuk dimampukan menjalankan seluruh perintah-Nya agar pengorbanan Tuhan kita tidak sia-sia, dan seluruh pendosa di dunia terselamatkan. Amin.


(Doakan 1 Bapa Kami dan 7 Salam Maria)
Dukacita Keenam: Maria Menerima Jenazah Jesus di Pangkuannya 
(John 19:38-40)

Sahabat Jesus, Joseph dan Nicodemus, menurunkan jenazah-Nya dari Salib dan meletakanNya pada pangkuan Santa Perawan. Kemudian Maria membersihkan-Nya dengan hormat dan kasih sebab ia ibuNya. Dia tahu lebih baik dari siapapun bahwa Dia adalah Allah yang menjelma dengan mengambil rupa manusia untuk menjadi juruselamat semua manusia. 
Maria dapat melihat luka mengerikan yang mengerikan pada tubuh Jesus akibat cambukan yang diterima karena Pilatus. Daging-Nya seperti di parut dan bergaris-garis besar pada bagian punggungNya. Seluruh tubuhNya terkoyak dengan luka yang menganga saling silang dari kepala hingga kaki. Maria mendapati bahwa luka akibat paku penyaliban tidak separah luka karena cambukan dan gesekan salib di bahu. Pikirannya dipenuhi rasa ngeri bahwa Puteranya berhasil membawa salib yang begitu berat, bahu-Nya koyak karena salib yang dipikul-Nya sepanjang jalan ke Kalvary. Dia melihat lingkaran darah akibat mahkota duri yang di dahi-Nya, dan dengan ngeri, menyadari begitu banyak duri yang menembus tengkorak-Nya sampai  dalam hingga menembus otak-Nya. Melihat kerusakan pada tubuh Puteranya, Bunda Suci tahu bahwa luka-lukanya yang menyebabkan kematian-Nya jauh lebih buruk dibandingkan  luka  siksaan yang dialami  penjahat keji sekalipun.
Selama ia membersihkan Tubuh-Nya yang rusak, ia membayangkan tahap-tahap hidup-Nya yang pendek, ingat saat pertama kali ia melihat BAYI-Nya yang elok yang dibaringkannya di palungan, dan kebersamaan mereka setiap hari, hingga saat ia memandikan Jenazah-Nya dengan hati tersayat.
Deritanya tiada henti selama mempersiapkan Anaknya dan Tuhannya untuk dimakamkan, namun dia penuh keberanian dan kuat, menjadi Ratu para Martir yang sejati.
Saat ia membasuh Anaknya dia berdoa agar setiap orang tahu kekayaan Surgawi dan memasuki Pintu Gerbang Sorga. Ia berdoa bagi setiap jiwa di dunia  untuk merangkul Kasih Allah, sehingga derita kematian Puteranya akan menguntungkan seluruh umat manusia dan tidak menjadi sia-sia. Maria berdoa bagi dunia ; dia berdoa bagi kita semua.
Doa: Kami berterima kasih, Bunda tercinta, untuk keberanianmu berada di dekat Anakmu saat sakratul maut dan menghibur-Nya di dekat Salib. Hingga Penyelamat kita menghembuskan nafas terakhir, engkau menjadi Bunda  yang menakjubkan bagi kami semua ; engkau menjadi Bunda Kudus bagi dunia. Kami tahu bahwa engkau mengasihi kami lebih dari orangtua kami dapat lakukan. Kami memohon agar engkau menjadi penasihat kami sebelum Pemahkotaan Kemurahan dan Berkat sehingga kami dapat sungguh menjadi anak-anakmu. Kami berterima kasih bagi Jesus , Penyelamat  dan Penebus kami, dan kami berterima kasih pada Jesus yang telah memberikan engkau kepada kami. Doakanlah kami, Bunda. Amin.


(Doakan 1 Bapa Kami dan 7 Salam Maria)

Dukacita Ketujuh: Jenazah Jesus di letakkan pada Makam 
(Yoh 19:41-42)

Kehidupan Santa Perawan Maria begitu erat terkait dengan Jesus sehingga baginya tidak ada lagi alas an untuk hidup lebih lama. Dia bersyukur atas kematiaan-Nya yang berarti mengakhiri penderitaan-Nya yang tak terkatakan. Bunda Dukacita kami, dengan bantuan St.Yohanes dan para wanita kudus, menempatkan dengan hormat Tubuh-Nya dalam Makam, dan dia meninggalkan-Nya. Dia pulang dengan menanggung kepedihan luar biasa dan dukacita mendalam; untuk pertama kalinya dia hidup tanpa DIA, dan rasa kesepian itu menjadi sumber baru untuk kepahitan dan kepedihan. Hatinya seolah mati sejak hati Anaknya berhenti berdenyut, namun dia tetap yakin bahwa Penyelamat kita akan segera dibangkitkan.

Doa: Bunda terkasih, yang terelok diantara semua ibu, Bunda Kerahiman, Bunda Yesus, dan Bunda kami semua, kami ini anak-anakmu dan meletakkan seluruh kepercayaan kami kepadamu. Ajarilah kami untuk melihat Allah dalam segala sesuatu dan semua keadaan, termasuk dalam derita-derita kami. Bantu kami untuk memahami pentingnya penderitaan, dan juga untuk memahami tujuan dari penderitaan kami sebagaimana yang dimaksudkan Tuhan.

Engkau sendiri yang dikandung dan dilahirkan tanpa dosa, yang dilindungi dari dosa, namun engkau lebih menderita dari orang lain. Engkau menerima penderitaan dan rasa sakit dengan kasih dan dengan  keberanian yang tak tertandingi. Engkau menyertai Anakmu mulai saat penangkapan sampai wafat-Nya. Engkau menderita bersama-Nya, merasakan setiap Kesakitan dan Siksaan yang dirasa-Nya. Engkau telah memenuhi Kehendak Allah Bapa; dan menuruti kehendak-Nya, engkau menjadi Bunda kami. Kami mohon padamu, Bunda yang baik, ajar kami untuk melakukan apa yang Yesus perbuat. Ajar kami untuk menerima salib kami dengan keberanian. Kami percaya padamu, Bunda Kerahiman, ajari kami untuk berkorban bagi seluruh pendosa di dunia. Tolong kami untuk mengikuti jejak langkah Puteramu, dan bahkan untuk menyerahkan nyawa bagi orang lain.



(Doakan 1 Bapa Kami dan 7 Salam Maria)

Penutup Doa

Ratu para Martir, hatimu begitu banyak menderita. Aku mohon, melalui manfaat air matamu yang tercurah dalam kengerian ini dan waktu dukacitamu, dapatkan bagiku dan seluruh pendosa di dunia anugerah ketulusan lengkap dan pertobatan. Amin.

Ucapkan, 3 kali: 

Maria yang dikandung tanpa dosa dan yang menderita bagi kami, doakanlah kami.
Doa Rosario ini, sebaiknya di doakan pada hari Selasa dan Jumat, hari lain dapat tetap menjalankan Rosario Biasa .

Salam

26 komentar:

  1. Apakah sdh ada yg menjalankannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya sudah, di Indonesia masih jarang. Tapi sudah ada, minimal saya sendiri mendoakannya seminggu dua kali. Selasa dan Rabu.

      Hapus
    2. Berkah Dalem, saya sudah, saat peringatan hari 7 Duka Maria, 15 September.

      Per Mariam Ad Jesum


      #wassuprebels

      Hapus
  2. terima kasih buat postingannya, sy jg ingin mulai mendoakan ini, s

    BalasHapus
  3. Amin, semoga kita akan semakin bergantung padaNya, lewat Bunda kita. Maria

    BalasHapus
  4. Mendoakan doa ini, tidak menggunakan Rosario bukan??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu menggunakan rosario khusus, perhatikan gambar rosario di awal tulisan. Kalau kesulitan mendapatkan rosarionya bisa buat sendiri, caranya bisa saya bagikan, kalau mau

      Hapus
    2. Bisa minta di bagikan ka...
      Trims ada kesediaanx
      Tuhan Yesus dan bunda maria memberkati Kita..Amin...

      Hapus
    3. Boleh, silakan sebarkan bagi yang berdevosi kepada Bunda Kita, biasanya di doakan hari selasa dan jumat, selamat berdevosi

      Hapus
  5. Bagaimana kalau ada yang ingin mendoakan doa ini setiap hari? Karena lebih dari 2 hari, minta pendapatnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu saja sangat boleh, ini kan salah satu devosi, tergantung rasa devosi kita yang menjalankannya. Apalagi kesetiaan sangat dibutuhkan dalam hal Doa, selamat menjalankannya

      Hapus
  6. Terimakasih untuk penjelasan cara berdoa Rosario Tujuh Dukacita Bunda Maria, Saya agak bingung dengan cara Berdoanya karena sedikit beda dengan Rosario pada umumnya, Semoga Bermanfaat untuk kita semua, Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, memang berbeda, walaupun disebut rosario, biji yang digunakan adalah tujuh, dengan di awali tiga biji saja di awal. nanti akan saya turunkan tulisan lain untuk melengkapinya. Sabar ya

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. atau masuk ke blog saya yg lain di sini :
      https://rosaritujuhdukacitamaria.blogspot.com/2018/11/berkenalan-dengan-rosario-tujuh.html

      Hapus
  7. terimakasih, saya baru memulai doa ini

    BalasHapus
  8. Senang sekali mendengarnya, semoga Adel bisa menjalankan dengan tekun.

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. Sama-sama Yuli, semoga kita semakin mencintai Bunda kita. Amin

      Hapus
  10. Terima kasih, tapi maaf saya mau tanya bukankah peristiwa yang keenam itu lambung Yesus ditikam? Maaf kalau saya salahπŸ™, mohon dibalas ya, biar saya tidak salah berdoa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peristiwa ke enam rosario ini? Atau mungkin anda sedang memikirkan hal yang lain?

      Kalau dalam doa 7 duka Maria, susunan itu, saya ambil sesuai urutannya.

      Silakan kalau ada koreksi, tak apa2, asalkan atas dasar sumber yg valid. Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™

      Hapus
    2. Peristiwa ke enam rosario ini? Atau mungkin anda sedang memikirkan hal yang lain?

      Kalau dalam doa 7 duka Maria, susunan itu, saya ambil sesuai urutannya.

      Silakan kalau ada koreksi, tak apa2, asalkan atas dasar sumber yg valid. Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™

      Hapus
  11. Apakah doa rosario 7 duka cita maria ini di doakan pda bln september sja atau bebas? Mohon pencerahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdoa pada September tentu saja baik. Tetapi petunjuk yg ada menganjurkan dilakukan setiap hari selasa dan jumat.
      Pada masa pra paskah sekarang akan makin melengkapi.

      Demikian

      Hapus
  12. Apa boleh saya minta gambar Bunda dan gambar 7 dukanya .karena sangat berkesan sekali.terima kasih kak Saulus

    BalasHapus
  13. Boleh saja, silakan. Kalau mau yg lain silakan cantumkan alamat email. Nanti sy kirimkan πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    BalasHapus