Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Jumat, 06 Oktober 2017

RAPTURE ? Menurut Katolik

Beberapa hari lalu, ketika mendengarkan sebuah Radio, ada pembahasan mengenai Rapture juga, lalu saya ingat saya merasa pernah membacanya dari sisi ajaran katolik, saya ingin membagikannya dengan anda yang tertarik dan ingin tahu, pandangan gereja Katolik mengenai hal ini. Kita mempercayai adanya Rapture, tetapi kepercayaan itu isinya berbeda dengan yang non-katolik. Dikalangan Kristen lain juga ada yang sepandangan dengan katolik, ... walaupun tidak 100% sama. Ayo kita memperdalam pengetahuan kita, yang saya copas saja dari www.ekaristi.org yang dijerih payahi oleh Mas DeusVult yang saya kagumi. Selamat menikmati tulisan dan ulasan yang sangat bagus ini.

Part 1
Seminar John Martignoni tentang Rapture 

dibahasakan kembali oleh DeusVult (www.ekaristi.org)

PS: 
Aku belum sempat edit ini jadi mungkin banyak kesalahan tulis. Mungkin aku check nanti setelah selesaikan bagian kedua. Ini supaya yang pengin tahu bisa segera membaca. 

Malam ini aku akan berbicara mengenai Rapture, Rapture dan kitab suci. Aku akan berbicara apa itu rapture. Dimana tempat rapture di Theologi hal2 terakhir (Eskatalogi, akhir jaman) orang Protestant. Karena versi Rapture dari Protestant tidak sesuai dengan iman Katolik. Meskipun Katolik boleh percaya akan adanya suatu rapture, namun bukan seperti yang dimengerti oleh Protestant. Aku juga akan menunjukkan kalau Rapture Versi Protestant tidak sesuai dengan Alkitab. 

Dan untuk menunjukkan bagaimana, ada dua ayat di alkitab yang membuat orang yang percaya rapture untuk berhenti dan berpikir tentang apa yang mereka percayai akan rapture, dan ini adalah sesuatu yang bagus bagi mereka. Aku juga akan mengajarkan apa yang diajarkan gereja Katolik mengenai akhir jaman. Dan jika aku ada waktu, aku akan memberikan kalian sedikit sejarah tentang theologi rapture. Sepertinya Katolik sudah semakin dipengaruhi oleh pemikiran Protestant tentang Rapture dan akhir jaman. 

Kebanyakan dari kalian pasti sudah tahu tentang buku terkenal yang didasarkan atas Theology rapture Protestant, yaitu seri buku ?Left Behind?. Meskipun buku2 ini fiksi, tapi pengarang buku ini berkata kalo theologi dari buku ini diambil langsung dari Alkitab. Dan seri buku ini sekarang sudah terjual lebih dari 20,000,000 kopi. Dan ada beberapa Katolik juga membeli dan membaca buku2 ini. Baca bukunya sendiri tidak ada salahnya selama kita sadar kalo Buku2 ini merupakan fiksi/khayalan total. Tapi banyak Katolik yang menjadi kacau theologinya karena buku ini. Dan itulah masalahnya. 

Diskusi ini akan membahas theologi dibelakang seri ?Left Behind? dan diharap kalian bisa memberitahu kepada Katolik lain, ataupun Protestant, perspektif yang benar dan alkitabiah tentang akhir jaman. Sekarang, mari kita berbicara mengenai rapture. 

1 Tesalonika 4:15-17, Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika: 

Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 

Ini adalah ayat yang pertama kali akan diajukan orang yang antusias terhadap rapture untuk membuktikan teori mereka. Peristiwa ini, orang diangkat ke atas awan dan bertemu dengan Allah disana, dikenal sebagai rapture. Kata rapture berasal dari kata latin (note:rapreimur) yang berarti “diangkat”. Jadi inilah ayat dimana kita mendapatkan kata “rapture”. Ayat ini ditafsirkan bahwa Yesus Kristus, di masa depan yang tidak jauh, akan mengambil semua orang Kristen, semua umat yang percaya, semua yang menerima Yesus Kristus kedalam hati mereka (Note: “Accepting Jesus into their heart” kalimat yang disenangi para Protestant Amerika). Yesus akan membawa semua orang ini dari Planet Bumi ke surga bersama dengan Dia. Orang2 ini akan hilang dari muka Bumi. Makanya kalian bisa lihat stiker di bemper mobil yang berkata: “Jika ada Rapture maka mobil ini akan kosong” karena si pengemudi yakin kalo dia selamat, dia orang Kristen. Dan saat Rapture terjadi dia akan menghilang sebelum dia punya waktu untuk memarkirkan mobilnya. Stiker di bemper mobil memberi peringatan pada anda untuk berhati-hati. Di buku Left Behind, yang aku bicarakan beberapa menit yang laklu, digambarkan adanya kapal terbang yang jatuh, mobil yang bertabrakan, diseluruh dunia. Karena Pilot di raptured, pengemudi mobil dan bis di raptured dan banyak orang lain di raptured. Dengan kata lain, mereka menghilang begitu saja dari muka bumi. Dan pesawat-pesawat, tanpa Pilot, jatuh. Mobil ? mobil, tanpa pengemudi, bertabrakan. Kalo dipikir-pikir bila kalian bepergian dengan pesawat terbang, kalian tidak ingin pilot yang menjalankan pesawatnya seorang Kristen Smile. Kalau-kalau, dia di rapture pada ketinggian 10,440 meter dan kalian adalah termasuk orang-orang malang yang “tertinggal dibelakang” (Left Behind). 

Anyway, rapture adalah permulaan dari skenario akhir jaman. Di theologi rapture, rapture disebutkan sebagai tanda pertama yang memulai akhir jaman. Setelah rapture terjadi, setelah semua yang percaya diangkat, akan ada periode 7 tahun dimana terjadi masa pergulatan (Note: aku terjemahkan “tribulation” ke pergulatan). Inilah sebabnya orang Kristen akan di rapture, sehingga mereka tidak perlu mengalami masa pergulatan. Masa pergulatan ini akan ditandai dengan peperangan, rumor akan peperangan, kelaparan, epidemik, dan gempa bumi yang semuanya akan mengakibatkan kematian sejumlah besar orang. Akan ada sejumlah nabi palsu dan mesiah palsu. Dan, ditengah2 masa pergulatan, Antikrist akan menunjukkan dirinya dan dia akan memerintah seluruh bangsa di Bumi. Dan dengan adanya Anti-Kristus yang memerintah 3.5 tahun terakhir dari periode 7tahun akan terasa lebih buruk daripada 3.5 tahun pertama dari periode 7 tahun. Di akhir periode 7 tahun, Kristus akan kembali dan akan membantai Anti_kristus dan pengikutnya dalam perang besar Armageddon. Anti-Kristus kemudian dilempar ke sungai api/neraka. Setelah itu Yesus akan membangun kerajaan secara fisik dan akan memerintah selama 1000 tahun bersama para kudus disampingnya. 

Setelah 1000 tahun, setan akan dibebaskan dari jurang tak berdasar dimana dia dimaterai, dan dia tidak gembira Smile. Dia (setan) mengumpulkan tentara dari empat penjuru dunia dan memerangi para kudus. Tapi dia dan tentaranya akan dihancurkan oleh api dari surga. Dan setan akan dilempar ke sungai api. Setelah itu, akan ada kebangkitan orang mati dan penghakiman terakhir seperti yang kita tahu. 

Jadi ingat! Theologi rapture versi protestant adalah seperti ini: 

  1. 1.    Rapture bagi semua umat Kristen 
  2. 2.    Masa pergulatan 
  3. 3.    Munculnya Anti-Kristus 
  4. 4.    Masa pergulatan yang lebih parah 
  5. 5.    Kedatangan Kristus dan kalahnya Anti-Kristus 
  6. 6.    Masa 1,000 tahun pemerintahan Kristus dibumi 
  7. 7.    Setan dilepaskan dan memerangi para kudus. 
  8. 8.    Setan dikalahkan 
  9. 9.    Kebangkitan orang mati 
  10. 10. Penghakiman terakhir 
  11. 11. Akhir jaman 

Ini adalah versi yang paling umum dari para antusias rapture yang aku temukan. Aku bilang paling umum karena saat aku melakukan riset untuk seminar ini, aku menemukan berbagai macam versi yang membuat kepalaku pusing Smile. Kalau kalian ingin tahu kebingungan yang diakibatkan oleh doktrin Sola Scriptura (Hanya Alkitab), -doktrin yang mengatakan kita sendiri bisa membaca Alkitab dan mengartikan mana doktrin yang benar dan doktrin mana yang salah-, silahkan online di internet dan lakukan search atas kata “rapture”. Ada ribuan website yang mendiskusikan rapture. Aku hanya melihat sekitar lusinan dari website2 tersebut. Tapi aku tidak menemukan satu pasangpun website yang sama dalam hal kronologis terjadinya rapture. Tapi, tahukah anda? Tiap-tiap website tersebut berkata kalau mereka mendasarkan theologi mereka dari Alkitab dan meng-klaim bahwa mereka menginterpretasikan Alkitab dengan akurat. Bagaimana ini mungkin? Smile 

Sebagai contoh, seperti yang sudah aku ungkapkan, versi yang paling umum akhir jaman, yang aku lihat, dimulai dengan rapture sebelum masa pergulatan. Orang yang percaya hal ini disebut pre-trib (pre-tribulation = sebelum masa pergulatan). Namun ada yang percaya kalau rapture akan terjadi ditengah masa pergulatan, orang2 ini disebut mid-trib. Ada juga yang percaya kalau rapture terjadi di akhir masa pergulatan, orang2 ini disebut post-trib. Jadi kita punya orang yang percaya terhadap rapture sebelum masa pergulatan, yang lainnya percaya rapture ditengah masa pergulatan dan yang lain lagi percaya akan rapture di akhir masa pergulatan. Dan, mereka semua menunjukkan Alkitab sebagai satu-satunya sumber atas kepercayaan mereka. 

Dan ini menjadi lebih menarik. Tidak hanya ada perbedaan tentang KAPAN rapture akan terjadi, juga ada perbedaan tentang BERAPA KALI rapture akan terjadi. Aku menemukan site yang mengatakan bahwa akan ada dua, tiga, ataupun empat rapture. Website yang mengatakan kalau Yesus akan datang kembali sekali, dua kali, tiga kali atau bahkan 4 kali. Dan boleh ditebak, semua mengatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber atas theologi mereka. Bagaimana ini mungkin? 

Dibeberapa website aku menemukan orang2 yang dulunya percaya terhadap pre-trib rapture, tapi kemudian dia menemukan ayat alkitab yang menunjukkan mid-trib rapture ataupun post-trib rapture. Dan dia ingin berbagi kepada anda sekalian, sehingga anda bisa tahu bukti2 alkitabiah seperti yang ditemukan dia. Jadi, sebagaimana masuk akalkah semua ini? Mereka dulunya percaya pre-trib rapture, kenapa?, karena alkitab mengatakan demikian. Namun sekarang mereka percaya mid-trib ataupun post-trib, kenapa?, karena Alkitab mengajarkan demikian. Ada yang tidak beres disini Malaikat. 

Bagaimana mereka tahu kalo kepercayaan mereka sekarang ini tidak akan berubah dan diganti dengan penafsiran Alkitab lain yang baru? Apa yang kita lihat dari semua ini adalah kegagalan fatal theology rapture (aku terjemahkan flaw=gagal karena lebih cocok daripada flaw = salah) yaitu tidak adanya otoritas, selain interpretasi pribadi individual atas Alkitab, dari ajaran2 tersebut (ajaran rapture). Pertanyaannya, dimanakah ?Gereja? diantara semua ini? 

Gereja (Dalam bahasa Inggris Gereja juga berarti jemaat dan di Alkitab Inggris Jemaat disebut Gereja) yang dalam 1 Tim 3:15 disebut tiang penopang dan dasar kebenaran! Atau pembela dan penegak kebenaran, dimanakah gereja? Dimana? Well, dalam hal rapture, seperti doktrin2 sejati Protestant, tergantung dari masing2 individu. Lupakanlah para pastor, lupakan para theologian. Setiap orang yang bisa membaca Alkitab pada intinya adalah pastor dari diri mereka sendiri, theologian dari diri mereka sendiri. Dalam arti theologi Katolik kita bisa berkata mereka adalah Paus dan Gereja dari diri mereka sendiri. Dan sekali lagi, bila kalian ingin tahu kebingungan yang diakibatkan, silahkan online ke internet dan search kata “rapture”. 

Satu-satunya yang mereka setujui adalah adanya, paling tidak , satu rapture. Dan meskipun ada persetujuan tentang satu hal itu diantara para antusias rapture, ternyata tidak semua Protestant yang percaya Alkitab mempercayai adanya rapture. Contohnya: kebanyakan Lutheran, Episkopalian, Methodist, Presbyterian dan lain lain, yang menganut Sola Scriptura (Hanya Alkitab), tidak mempercayai adanya rapture. Kepercayaan akhir jaman mereka hampir sama dengan kepercayan akhir Jaman Katolik. 

Dan aku akan memberi tahu kalian apa yang dipercayai Katolik tentang akhir jaman, sebentar lagi, tapi sebelum aku lakukan itu aku akan merangkum apa yang telah dibicarakan. Dalam Protestantisme ada orang yang percaya rapture, ada orang yang tidak percaya rapture. Kelompok yang percaya pre-trib rapture, yang percaya mid-trib rapture dan yang percaya post-trib rapture. Yang percaya satu dan hanya satu kali rapture. Yang percaya dua atau lebih rapture. Yang percaya kedatangan kedua Kristus, tapi ada juga yang percaya kedatangan ketiga ataupun keempat Kristus. Dan semua skenario yang berbeda-beda ini dikatakan berasal dari Alkitab. 

Sekarang, apa yang diajarkan gereja Katolik mengenai akhir jaman. Dan Romo, kalau aku salah silahkan datang kedepan dan pukul aku Smile. Bagaimana ajaran Katolik berbeda dengan theologi rapture. Dua perbedaan besar. Katolik tidak percaya akan pengangkatan (rapture)) semua umat yang percaya di saat manapun selain kedatangan terakhir, kedatangan kedua dan terakhir atas Yesus yang terjadi di akhir jaman. Katolik tidak percaya akan terjadinya pengangkatan (rapture) semua umat yang percaya di waktu yang lain dari kedatangan terakhir, kedatangan terakhir Yesus yang merupakan kedatangan kedua Yesus yang terjadi di akhir jaman (note: jadi rapture hanya terjadi di kedatangan terakhir menurut Katolik). Kedua Katolik tidak percaya akan pengertian 1,000 tahun pemerintahan Kristus yang fisik dan literal di Bumi setelah masa pergulatan tribulation). 

Gereja Katolik pada dasarnya mengajarkan sebagai berikut; akan ada masa pergulatan yang dahsyat yang akan terjadi sebelum kedatangan Kristus. Di masa pergulatan ini UMAT KRISTUS akan mengalami percobaan yang parah dan penganiayaan dan dimana banyak orang akan dibujuk untuk mengikuti agama palsu dari Anti-Kristus. Dan Anti-Kristus akan benar2 ada. Semua ini dapat ditemukan di Katekismus Gereja Katolik paragraph 675-677. Juga Orang Yahudi akan bertobat Massal kembali ke Kristus, paragraph 674. Di akhir masa pergulatan, Kristus akan datang dan menang atas “pelepasan terakhir atas Setan”, paragraph 677. Jadi, saat Yesus kembali, yang merupakan kedatangan keduanya di dunia, yang pertama adalah inkarnasinya 2,000 tahun yang lalu. Saat Yesus kembali, setan akan dikalahkan untuk terakhir dan final kemudian dibuang. Dan, saat kedatangan Kristus, orang mati akan dibangkitkan dan semua tubuh kita akan dirubah menjadi tubuh yang tidak dapat busuk, Katekismus 988 dan 997-1001. Dan kemudian ada penghakiman terakhir. Dimana setelahnya orang yang baik akan masuk kekerajaan kekal dan yang jahat akan masuk neraka kekal, paragraph 678-679 dan 1038-1041. Bumi dan surga yang lama, akan diganti menjadi Bumi baru dan surga yang baru. Dan kerajaan Allah datang dalam kepenuhannya sebagai Jerusalem baru dan datang pemerintahan Kristus selamanya, Amin, paragraph 1043-1050. 


Jadi gereja mengajarkan: 
  1.     Masa pergulatan 
  2.     Pertobatan massal bangsa Yahudi 
  3.     Anti-Kristus 
  4.     Yesus kembali dalam kuasa dan kemuliaan mengalahkan Setan untuk terakhir kalinya 
  5.     Orang mati dibangkitkan dan tubuh kita yang dapat busuk menjadi tubuh yang tidak dapat busuk (mulia) 
  6.    Penghakiman terakhir 
  7.     Surga bagi yang baik dan Neraka bagi yang jahat. 
  8.    Alam semesta di rubah menjadi Surga baru dan Bumi baru bagi pemerintahan abadi Kristus bersama para kudus di Jerusalem. 


Baiklah, aku telah bicara tentang bagaimana akhir jaman terjadi menurut umat, secara individu, tentang rapture. Dan aku telah berbicara tentang akhir jaman menurut Gereja. Yang akan aku lakukan sekarang adalah memberikan waktu untuk melihat di Alkitab. Karena jika kalian akan berbicara dengan Kristen non-Katolik mereka tidak akan peduli apa yang diajrakan gerja, ataupun apa yang dikatakan Paus. Mereka ingin melihat buktinya di Alkitab. 

Jadi, apa yang dikatakan Alkitab tentang semua ini. Kita akan kembali ke ayat yang aku ucapkan pada awal 1 Thesalonika 4:15-17. 

Kita yang hidup YANG MASIH TINGGAL sampai kedatangan Tuhan, TIDAK AKAN mendahului orang yang telah meninggal Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan MEREKA YANG MATI dalam Kristus akan LEBIH DAHULU bangkit; SESUDAH ITU, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat BERSAMA-SAMA DENGAN MEREKA (orang yang sudah meninggal) dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa..

Inilah dia, rapture. Kita diangkat ke awan untuk bertemu dengan Yesus di awan. Amen dan Halleluya, kita cabut dari dunia Smile. Tidak ada masa pergulatan bagi kita, tidak sama sekali. 

Mungkin anda terkejut mendengar kalau Gereja Katolik ternyata tidak ada masalah dengan kepercayaan tentang orang yang akan diangkat ke atas untuk bertemu dengan Tuhan di angkasa, tapi sekali lagi, ini akan terjadi saat kedatangan Yesus kedua di akhir jaman, bukan sebelumnya. Ayat2 ini mendeskripsikan kebudayaan kuno. Di dunia kuno, saat seorang yang penting akan datang ke desa atau kota seperti seorang Raja atau Jendral, kebanyakan dari orang, atau paling tidak orang yang menanti kedatangan sang tamu, akan menyambut sang tamu diluar desa atau kota dan kemudian menemani sang tamu kembali ke desa. Akan merupakan hinaan untuk tidak keluar dan menyambut tamu penting tersebut. Dan ini masih berlaku sekarang. Bila Presiden terbang menuju pelabuhan udara, apa yang terjadi? Banyak orang pergi menyambutnya. Dan setelah mereka menyambutnya di pelabuhan udara, yang bisanya berada di luar kota, apa yang mereka lakukan? Mereka mengantarkan dia kembali ke kota. Bila Presiden datang ke pelabuhan udara dan tidak ada yang menyambutnya maka itu merupakan sebuah penghinaan. Dan inilah bagaimana beberapa Bapa Gereja, seperti St Agustinus, St John Chrysostom mengartikan ayat2 tersebut. Mereka mengajarkan bahwa orang yang merindukan datangnya kembali Kristus akan terangkat untuk bertemu denganNya di angkasa, seperti orang yang menyambut tamu penting diluar kota. Dan kemudian mereka akan diberikan hadiah, HADIAH, untuk mengantarkan kembalinya Dia (Kristus) ke Bumi. Ini adalah pembacaan yang paling masuk akal atas ayat2 tersebut, dan yang didukung oleh tulisan-tulisan dari beberapa Bapa Gereja. Ayat ini, dari 1 Tesalonika bab 4, tidak mengatakan sama sekali kalau orang2 akan menemui Yesus di angkasa, dan kemudian Yesus berputar balik bersama mereka dan kembali menuju ke Surga. Bagaimana kita tahu kalau bukan itu yang dimaksud Kitab Suci? Karena apa yang terjadi saat kedatangan terakhir Yesus? Kitab suci mengatakan di Wahyu 21:1-3: 

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru... aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah...Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di TENGAH-TENGAH manusia dan Ia akan DIAM bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.? 

Seperti Tuhan sendiri turun dari Surga, begitu juga Jerusalem yang baru, turun dari Surga. Dan alkitab TIDAK mengatakan tentang Jerusalam Baru KEMBALI ke Surga, seperti juga Alkitab TIDAK mengatakan kalau Yesus KEMBALI ke Surga. Karena Yesus, pada intinya, membawa Surga bersamaNya! Semua Malaikat dan para Kudus turun bersama dengan Dia. Jerusalem baru juga turun dari Surga, Jerusalem yang baru dimana kita akan berkemah dengan Tuhan! Seperti yang disebut Wahyu 11:15-18: 

"Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." 

Pemerintahan dunia sudah menjadi pemerintahan Tuhan kita! Yesus kembali dan Bumi dan Surga di transformasikan. Dan akan ada surga baru dan Bumi baru, dan lihatlah, kemah Tuhan ada ditengah manusia. 

Jadi, sebuah tafsiran atas 1 Tesalonika 4 yang menunjukkan Tuhan turun dari Surga, berhenti beberapa km, aku tidak tahu tapatnya, diatas Bumi, mengangkat “penumpang” dan kemudian berputar 180 derajat dan balik menuju ke Surga cumalah tafsiran. Tafsiran yang tidak didukung oleh bagian lain dari Kitab Suci. Dan tafsiran yang tidak didukung oleh satupun tulisan umat Kristen awal. 

Juga, hal yang penting dalam berargumen dengan tafsiran rapture dari ayat 1 Tesalonika 4, lihatlah siapa yang diangkat untuk menemui Tuhan? Bukan hanya mereka yang hidup tapi juga yang sudah meninggal dalam Kristus, ayat 1 Tesalonika 4:16, ?Karena Tuhan sendiri akan turun dari Surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit?. Disini ada kebangkitan yang mati. Jadi orang yang percaya rapture harus mempercayai bahwa tidak hanya yang hidup dalam Kristus yang akan hilang, tapi juga umat Kristus yang sudah meninggal, akan bangkit dari kubur dan juga menghilang. 

Tapi ada masalah disini. MASALAH YANG BESAR. Kita balik Injil Yohanes Bab 6, kita menemukan sesuatu yang sangat menarik. Yohanes 6:54 ?Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada AKHIR JAMAN.? Pada akhir jaman! ?Mereka yang makan dagingKu dan minum darahKu?, anda mau menganggap itu literal atau simbolis? Jesus berbicara mengenai orang yang MEMPERCAYAINYA, umat Kristus. Dan mereka akan dibangkitkan kapan? Pada akhir jaman! Pada akhir jaman sebelum masa pergulatan dimulai? Tidak, hal tersebut tidak disebutkan. Pada akhir jaman sebelum tampilnya Anti-Kristus? Tidak, hal tersebut tidak disebutkan. Pada akhir jaman sebelum Yesus memulai pemerintahan 1,000 tahun di Bumi? Tidak, hal tersebut tidak disebutkan juga. Yang disebutkan Cuma "pada akhir jaman" titik! Tidak ada lanjutannya 

Yohanes 6:39 ?Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman? Yohanes 11:24, ?Kata Marta kepada-Nya: ?Aku tahu bahwa ia [Lazarus] akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.? Kenapa Lazarus harus menunggu sampai akhir jaman? Kenapa dia tidak dibangkitkan pada saat rapture seperti umat lain yang percaya atas Kristus? Kenapa? Karena tidak ada rapture sebelum akhir jaman. Yohanes 6 menunjukkan lobang yang besar dalam theologi rapture. 


Jadi, kalau kamu menemui orang yang percaya akan rapture sebelum mendiskusikan 1 Tesalonika 4:15-17 atau ayat lain, carilah Yohanes bab 6. Tanyalah pada mereka, ?Apa yang dimaksud Yesus dengan AKHIR JAMAN?? Jika mereka berkata bahwa Dia berbicara mengenai akhir dunia, lalu tunjukkan mereka bahwa 1 Tesalonika 4 tidak mungkin berbicara mengenai Pre-trib rapture. Ataupun jenis rapture lain, selain yang akan terjadi di akhir dunia. Karena Yesus berbicara tentang orang mati yang akan dibangkitkan di akhir dunia, pada akhir jaman dari dunia di Yohanes bab 6. Dan 1 Tesalonika 4 berbicara mengenai orang mati yang dibangkitkan. Maka dari itu, karena orang yang mati tidak akan dibangkitkan sebelum akhir jaman/dunia, maka rapture yang berarti diangkat keatas untuk bertemu dengan Tuhan seperti yang dideskripsikan di 1 Tesalonika 4, akan terjadi di akhir dunia/jaman! Bukan sebelumnya. 

Sekarang, kalau mereka mencoba untuk berkata bahwa ketika Yesus berbicara mengenai akhir jaman di Yohanes bab 6 Dia sebenarnya berbicara tetnag akhir jaman SEBELUM masa pergulatan dimulai ataupun akhir jaman SEBELUM kerajaan milenial Yesus, Tanaylah kepada mereka dimanakah itu disebut didalam Alkitab. Mereka tidak akan bisa! Karena itu semua tidak disebut [didalam Alkitab]. Alkitab Cuma berkata ?Akhir Jaman?. Tidak dikatakan [dalam Alkitab] ?akhir jaman? sebelum ?akhir jaman dari periode 7 tahun?. Tidak dikatakan ?akhir jaman sebelum ?akhir jaman dari pemerintahan 1,000 tahun?. Yang dikatakan [dalam Alkitab] Cuma ?AKHIR JAMAN?. 

Lagipula di Yohanes 12:48 dikatakan dengan jelas bahwa ?akhir jaman? adalah akhir jaman dari dunia. 

Di lusinan skenario yang sudah aku lihat, aku tahu aku belum melihat semuanya, mengenai rapture, tidak pernah disebut penghakiman yang terjadi pada saat rapture! Umat yang percaya diangkat dari Planet, orang yang tidak percaya ditinggalkan.. Itu saja, tidak ada penghakiman buat mereka yang ditinggalkan. Disemua skenario yang aku lihat, penghakiman orang jahat, penghakiman orang yang tidak percaya ditempatkan pada akhir dunia. Sekarang kembali ke Yohanes 12:48, Yesus berkata, ?Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman?. Mereka yang menolak Yesus, orang jahat, akan dihakimi kapan? Di AKHIR JAMAN. Dan seperti yang aku katakan, di skenario rapture yang aku lihat, penghakiman orang2 jahat ini terjadi di akhir dunia. Jadi frase, ?akhir jaman? harus, HARUS, mengacu pada ?akhir dunia?. Dan bukan waktu yang lain. Bukan akhir jaman sebelum masa pergulatan dimulai. Bukan akhir jaman sebelum Anti-Kristus muncul. Bukan akhir jaman sebelum pemerintahan 1,000 tahun Kristus di Bumi. [Tapi] Akhir jaman dari dunia! Akhir jaman dari dunia ketika Yesus Kristus datang untuk kedua kali dan terakhir. Akhir dunia dimana yang mati akan dibangkitkan, Akhir dunia dimana pengikut Kristus, mati atau hidup, akan diangkat ke angkasa untuk bertemu Yesus saat kedatanganNya. Akhir dunia dimana penghakiman terakhir akan dilaksanakan. Akhir dunia diamana kerajaan Tuhan akan datang dalam kepenuhannya dan Surga lama dan Bumi lama akan digantikan dengan Surga baru dan Bumi baru dan Kristus memerintah selamanya di Yerusalem baru bersama dengan para kudus disisinya. SEMUANYA PADA WAKTU YANG SAMA, DI AKHIR JAMAN! Hari Tuhan. 
Jadi hanya dengan 2 ayat Yoh 6:54 dan 1 Tesalonika 4:16. kamu sudah membuat lobang yang besar di theologi rapture. Dan bila kamu menambah Yohanes 12:48 kamu akan mencabik-cabiknya mencadi potongan kecil tak berarti.

PART 2 


Sekarang, meskipun kamu bisa berhenti disitu, mari kita lihat ayat Alkitab lain yang digunakan orang untuk membuktikan theologi rapture mereka ataupun mengajarkan theologi rapture mereka. 


Matius 24:37-41: 

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.? 


Nah, dua orang di ladang, satu diambil satu ditinggalkan. Dua orang perempuan memutar batu kilangan, seorang dibawa seorang ditinggalkan, RAPTURE! Umat Kristen dibawa, orang non-Kristen ditinggalkan. Hmmm, kelihatannya sangat meyakinkan. Dan ada Ayat yang mirip di Lukas 17:26-36 

Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: ... Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, ... Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. ...Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) 

Satu dibawa, satu ditingglakan, rapture, betulkan? Hanya ada satu masalah kecil orang yang melihat adanya rapture di ayat ini tidak melihat satu detail kecil... Kedatangan anak manusia, dimana ada satu roang yang dibawa dan ada satu orang yang ditinggalkan, dibandingkan dengan jaman Nuh dan jaman Lot. Ok, mari kita pikirkan hal tersebut sebentar... Setelah banjir besar siapakah yang ditinggalkan (left behind)?.... Noah dan keluarganya. Orang-orang baiklah, yang ditinggalkan. Siapakah yang dibawa oleh banjir? Orang-orang jahat! Orang jahat diambil dan orang baik ditinggalkan (left behind)!! Setelah Sodom dihancurkan siapa yang ditinggalkan? Lot dan putri-putrinya, orang-orang baik. Orang-orang jahat dibawa, mereka dihancurkan. Orang yang baik ditinggalkan. Bahkan, di versi baru dari kitab King James, ayat dari Matius 24 berbunyi sebagai berikut: 

" Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan MEMBAWA mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.? 

Orang jahat dibawa. Mereka dibawa pergi. Orang yang baik ditinggalkan (left behind). Jadi, kalau ada rapture, seperti yang ditunjukkan oleh buku Left Behind, kalian tidak akan ingin menjadi orang yang dibawa pergi Smile. Jika kalian mau hidup, dalam arti kehidupan abadi, jika kalian ingin hidup seperti Nuh, Lot dan keluarga mereka, maka kalian akan ingin untuk ditinggalkan (left behind). Sekali lagi, peristiwa yang digunakan sebagai perbandingan saat datangnya Anak Manusia, di peristiwa tersebut, orang jahatlah yang dibawa pergi. Orang jahat dibawa pergi dan orang yang baik ditinggalkan. Jika kedatangan Anak Manusia MIRIP dengan hari-hari tersebut, maka bila Anak Manusia datang, orang jahat akan diambil dan orang baik akan ditinggalkan. Mungkin kita harus membuat stiker bemper yang berbunyi, ?Bila ada rapture, aku akan tetap disini? Smile 


Kenapa kamu ingin ditinggalkan (left Behind)? Ingat 1 Tesalonika 4:17? ?sesudah itu, kita yang hidup, YANG MASIH TINGGAL, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.? Mereka yang ditinggalkan (left behind) saat kedatangan Anak Manusia akan bersama dengan Yesus Kristus di Jerusalem baru yang turun dari Surga! Orang yang dibawa akan dilemparkan ke laut api, neraka, kematian kedua (seperti yang disebut Kitab Suci). 


Sekarang, lebih banyak ayat dari kitab suci, akan ada masa pergulatan yang hebat. Kepercayaan yang sama bagi Katolik maupun penganut teori rapture. Matius 24:21-24: 

Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan TETAPI OLEH KARENA ORANG-ORANG PILIHAN waktu itu akan dipersingkat. ... Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, ... 

Ayat yang sama ditemukan di Markus 13 dan Lukas 21. Apakah kalian sadar tadi? ?TETAPI OLEH KARENA ORANG-ORANG PILIHAN waktu itu akan dipersingkat?. Time out....... ?Orang-orang pilihan? apa yang dikatakan disini? Bukankah orang-orang pilihan sudah tidak ada? Bukankah mereka sudah di rapture? Kita akan membahasnya sebentar lagi... 


Akan ada Anti-Kristus, sekali lagi, ajaran yang sama-sama dianut oleh Katolik maupun penganut rapture. 2 Tesalonika 2:1-12 

?Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia .... Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah. ... pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali 


Daniel 8:17-25 
Lalu datanglah ia [malaikat Gabriel] ke tempat aku berdiri, ... lalu ia berkata kepadaku: "Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai AKHIR MASA!" maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu. Kekuatannya akan menjadi hebat.....dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, dan apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, juga umat orang kudus. ... dan dengan tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya; juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan. 

Dan dari Daniel 7:25 
Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; 

Ayat sama yang ditemukan di Wahyu 13. Seorang anti-Kristus yang mencoba menguasai dunia memproklamirkan diri sendiri sebagai Allah, dan kemudian di hancurkan oleh Kristus sendiri. Dan satu hal penting yang patut diketahui, disemua ayat2 ini, sang Anti-Kristus menganiaya ataupun menghancurkan para kudus, orang-orang pilihan, umat Kristus. Ayat-ayat ini adalah mengapa orang2 berpindah dari pre-trib menjadi mid-trib ataupun post-trib. Karena kitab suci sangat jelas mengatakan bahwa Anti-Kristus akan menganiaya dan membunuh umat Kristus. Tapi, kalo semua umat Kristus telah dirapture siapakah umat Kristyus yang dianiaya dan dihancurkan oleh Anti-Kristus? Dan karena ini kita mendapatkan orang yang berkata kalo rapture akan terjadi SETELAH Anti-Kristus menampakkan diri, seperti yang dikatakan 1 Tesalonika bab 2, dan mereka kemudian berpaling ke Mid-Trib dan Post-Trib. Meskipun begitu, Pre-Trib menyanggah dengan berkata: ?Tidak. Semua Umat Kristen akan dirapture dari muka Bumi sebelum masa pergulatan, tapi setelah masa pergulatan dimulai, akan ada Umat Kristus yang baru. Inilah umat yang akan dianiaya Anti-kristus.? Tapi dimana di Alkitab dikatakan kalau nanti ada Umat Kristus baru setelah semua umat Kristus yang lama menghilang? Tidak ada. Dan pertanyaan yang gamblang adalah, siapa yang akan mengajar semua orang ini kalau semua Umat Kristen sudah pergi? dan apakah orang-orang ini akan bersatu dalam satu konggregasi? Apakah mereka akan memiliki pastor? Apakah akan ada berbagai denominasi? Apakah umat Kristus baru ini akan berdebat tentang masalah apakah mereka akan diangkat saat ada post-tribulation rapture? 

Ayat mengenai Anti-Kristus yang memerangi para kudus adalah ayat argumen buat orang yang percaya akan adanya lebih dari satu rapture. Mereka percaya akan pre-trib rapture untuk umat Kristus yang lama, kemudian midtrib atau post-trib buat umat Kristus baru. Dan kalau ada lebih dari satu rapture maka akan ada lebih dari satu kebangkitan orang mati (orang yang mati dalam Kristus tentunya). Satu kali kebangkitan untuk tiap rapture. Dan itu ditambah kebangkitan badan terakhir saat akhir dunia. Dan dalam skenario multiple, hal-hal tersebut terjadi terus menerus. 


Ayat-ayat kitab suci tambahan 1 Korintus 15:20-24 
?Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya PADA WAKTU KEDATANGANNYA. Kemudian TIBA KESUDAHANNYA, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.? 

Lihatlah, orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan saat kedatangannya. Kedatangan berbentuk singular (coming) bukan jamak (comings), jadi hanya satu kali. Tidak dikatakan kalo orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan pada saat rapture dan akan ada lagi orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan saat akhir jaman, atau untuk rapture kedua, atau ketiga. Semua yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan di saat yang sama. Dan kemudian apa yang terjadi? The End, saat Kristus membawakan Kerejaan ke Allah Bapa, tidak ada waktu buat kerajaan seribu tahun. 

Sekarang, bagaimana mengenai pemerintahan Kristus selama 1,000 tahun di Bumi. Darimana ini berasal? Ini datang dari Wahyu bab 20. Setelah Kristus mengalahkan nabi palsu dan Anti-Kristus di Wahyu 19, Wahyu 20 dimulai dengan menyebutkan Setan yang ditangkap dimaterai dan dilemparkan kedalam jurang maut selama 1,000 tahun. Dimulai di ayat 4 kita melihat jiwa dari para kudus hidup kembali dan memerintah bersama Kristus selama 1,000 tahun. Dan setelah 1,000 tahun, setan dilepaskan dari penjaranya dan memerangi para kudus. Tapi di ayat 9 Setan dan pasukannya dihancurkan. Dan kita melihat Kristus muncul di tahta putih yang besar untuk penghakiman terakhir. 

Point pertama adalah, jika peristiwa di buku Wahyu dianggap berjalan di waktu yang linear, mulai dari awal buku sampai akhir buku, maka kamu akan berakhir di rumah sakit jiwa. Sebagai contoh di Wahyu 12 kita lihat ada wanita yang akan melahirkan anak, dan dia kemudian melahirkan anak laki-laki yang akan memerintah seluruh bangsa dengan gada besi. Siapakah yang dibicarakan di ayat tersebut? Yesus Kristus. Kalau begitu apakah kita harus menganggap bahwa Wahyu berjalanan dalam waktu linear dan kelahiran Kristus terjadi di masa depan? Mungkin kelahiran Kristus memang tidak terjadi di masa lalu Smile. Di bab yang sama ayat 7-8 (wah 12:7-8), ada peperangan di Surga dan Setan dan malaikatnya diusir dari Surga. Tidakkah ini sudah terjadi di waktu yang sangat lalu? Dan ada ayat di Lukas 10 :18 dimana Yesus berkata "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit?. Bila ini dimasukkan dalam garis waktu linear maka akan timbul pertanyaan, berapa kalikah Setan diusir dari Surga? Satu kali? Dua kali? Tiga kali? Lebih? Apa yang terjadi? Bagaimana Setan terus-terusan masuk ke Surga? Apakah tidak ada yang mengunci pintu belakang? Smile 

Buku Wahyu BUKANLAH cerita yang historis. Buku ini menggunakan banyak bahasa simbolis seperti yang digunakan di puisi-puisi daripada bahasa penceritaan historis yang kita lebih akrab. Ini tidak berarti bahwa Buku Wahyu tidak menggambarkan peristiwa historis yang nyata. Tapi peristiwa historis apa, peristiwa historis yang mana, dan kapan, sering sulit untuk dimengerti. Seperti ketika kita harus mencari makna dari sebuah puisi, dalam hal kitab suci, dan terutama Wahyu, kita harus mencari arti dari ayat2 tertentu. Dan untuk ayat2 tertentu, tidak peduli berapa kali kita mencari, maksudnya masih saja belum jelas. Atau kita mungkin menemukan beberapa tingkatan makna dari ayat2 yang sama. 

Yang menjadi aturan disini adalah perbedaan antara penafsiran literal dari kitab suci dan penafsiran [b]literalis dari kitab suci. Katolik menafsirkan Kitab Suci secara literal, yang aku maksudkan disni adalah, kita mencari makna yang ingin disampaikan oleh penulis dari ayat tertentu. Fundamentalis, yang banyak kalian tahu, dan juga para Evangelicals dan non-denominationalist mereka menafsirkan kitab suci secara literalis. Maksud ari literalis, mereka melihat apa yang ada di halaman dan mengatakan, ?itulah yang dikatakan, dan itulah yang dimaksud?. 

Ingat literal Vs Literalis 


Akan ditunjukkan contoh untuk membedakan keduanya. Jika kamu mengambil buku dan membaca ?It was raining cats and dogs? (maaf ini harus pake perkataan Inggris). Penafsiran literal, apa yang ingin disampaikan penulis adalah saat itu hujan sangat deras. Penafsiran literalis, kucing dan anjing berjatuhan dari angkasa seperti hujan. Itulah yang dikatakan, dan itulah yang dimaksudkan. Sekarang, kita tahu apa yang dimaksud dengan phrase ?raining cats and dogs?, tapi bagaimana orang yang membaca buku itu 2,000 tahun di masa depan? Apakah mereka akan menafsirkan frase itu dengan tepat? Tidak bila mereka tidak mencari tahu dahulu kebudayaan kita sekarang, tentang idiom kita, bahasa kita. Mereka harus mencari untuk mengerti makna yang benar makna yang ingin disampaikan pengarang. Bila mereka hanya melihat kata di halaman mereka akan mendapatkan kesulitan untuk mengerti buku tersebut. Ini adalah kesulitan yang kita temui dalam menafsirkan SEMUA ayat di kitab suci, tapi terutama dalam menginterpretasikan ayat seperti yang ditemukan di buku Wahyu. Kita tidak bisa hanya melihat kata2 di halaman Alkitab. Kita harus memperhatikan makna yang ingin disampaikan oleh penulis buku tersebut. 

Dengan kata lain, untuk membaca ayat2 mengenai pemerintahan 1,000 tahun Kristus dan mengartikannya sebagai pemerintahan 1,000 tahun Kristus dibumi, - setelah Anti-Kristus dikalahkan tapi sebelum Setan dilepaskan supaya Setan memerangi para kudus,- dalam arti nyata, maka akan timbul kesulitan. Terutama jika kita mempertimbangkan kitab suci secara keseluruhan. 


Sebagai contoh 1 Korintus 15:23-25: 
Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 

Paulus menyamakan kebangkitan orang mati, orang yang mati yang dihidupkan dalam Kristus, dengan kalahnya musuh yang terakhir, yaitu maut. Maut, musuh terakhir dikalahkan pada saat kebangkitan orang mati, yang terjadi saat kedatangan Yesus, yaitu akhiran (The End). Disini kita tidak bisa menempatkan rapture, dengan kebangkitan orang mati, sebelum ?Akhir? (the end). Pada saat orang dibangkitkan dari mati, maka musuh terakhir, yaitu maut, dikalahkan. Dan ini langsung diikuti oleh pemerintahan Allah yang abadi. BUKANNYA pemerintahan 1,000 tahun Allah. Kecuali, tentu saja, pemerintahan Tuhan selama 1,000 tahun adalah simbolis akan pemerintahan abadi dari Allah, dengan kata lain [yang dimaksud 1,000 tahun adalah] waktu yang sangat lama. 


Jadi apakah arti sesungguhnya dari pemerintahan 1,000 tahun Kristus ini? Aku tidak tahu. Aku tidak berada disini untuk memberitahu kalian tentang hal tersebut. TAPI, aku tahu dari 1 Yohanes bahwa roh dari Anti-Kristus sudah lepas di Bumi. Dan aku tahu bahwa kerajaan Yesus sudah ada di Bumi dalam bentuk GerejaNya, meskipun tidak dalam bentuk yang sempurna. Dan Dia memerintah dalam hati dan pikiran sebagai Raja bagi semua yang percaya kepadaNya. Di Gereja diminggu terakhir sebelum Advent tiap tahun, kita merayakan pesta Kristus Raja. Dan aku juga tahu bahwa para kudus disurga sudah memerintah bersama dengan Kristus di Surga. Aku tahu bahwa Setan telah dilemparkan satu kali dan ditahan supaya tidak malang melintang, dan telah dikalahkan oleh kematian Yesus di kayu salib. Mungkinkah ayat di Wahyu bab 20, kalo dipikir-pikir, mengacu pada hal-hal yang telah disebut tadi? 

Kebanyakan theologian Katolik dan Protestant di masa depan dan di masa lalu, melihat buku Wahyu sebagai sejenis ulangan dari semua peristiwa yang terjadi terhadap Gereja/jemaat, dari kebangkitan Kristus sampai akhir dunia. Dan Wahyu mendiskripsikan juga beberapa peristiwa lain dengan gaya bahasa yang sama. Ini adalah penjelasan yang sangat masuk akal bagi penafsiran buku Wahyu. 

Masih ada banyak ayat Alkitab yang aku bisa bicarakan mengenai akhir dunia dan kedatangan Kristus. Apa yang harus kamu lakukan bila kamu membaca ayat apapun adalah untuk menyadari kemiripannya. Semua ayat tersebut berbicara mengenai akhir jaman, hari Tuhan. Dia akan kembali satu kali lagi, hanya itu. Jika kamu ingin menempatkan rapture di pemerintahan 1,000 tahun Kristus di Bumi di ayat2 ini kamu akan merusak satu aatu lebih ayat lainnya. Dan inilah yang terjadi. Inilah sebab kita memiliki begitu banyak variasi dari theologi rapture. Seseorang memulai dengan premis akan rapture dan kemudian mereka mencoba mencocokkan Kitab Suci dengan premis tersebut. Dan ketika mereka menemukan ayat di Alkitab yang tidak cocok, mereka mengakalinya sampai cocok. Tapi hasil dari upaya itu adalah, timbulnya satu lagi theologi rapture. 


[Aku akan menjelaskan] dengan singkat, sejarah dari theologi rapture. Sejumlah kecil dari Bapa Gereja benar2 menulis mengenai pemerintahan 1,000 tahun di Bumi secara literal. Tapi, kerajaan Milenia ini tidak diikuti oleh rapture dari para umat Kristus yang terjadi sebelum akhir jaman. Dan, posisi ini tidak pernah diadopsi oleh Gereja. Dan ajaran mengenai pemerintahan Kristus di Bumi selama 1,000 tahun telah ditolak pada akhir abad ke 4. Ajaran tentang rapture sendiri mucnul disana sini di abad 18 dan abad 19 awal. Tapi baru mendapat pengaruh karena usaha dari seorang berkebangsaan Inggris bernama John Darby. Dia mengkhotbahkan doktrin tentang rapture di Inggris, USA dan Canada antara 1850-1870. Khotbah dia mempengaruhi ribuan Protestant dari berbagai denominasi. Jadi kebanyakan ajaran rapture saat ini bisa dilacak kembali ke 150 tahun yang lalu. 

Sebagai ringkasan, ingatlah, bila kamu dihadapkan pada berbagai variasi dari theologi rapture, gunakan Yohanes 6:54 dan 1 Tesalonika 4:16. Lalu berikan penjelasan konstektual yang benar dari ayat mengenai?satu dibawa satu ditinggal? dari Matius dan Lukas. Tunjukkan argumen yang kita bicarakan disini. Dan paling tidak kamu akan membuat beberapa orang berhenti dan berpikir. Dan itulah yang ingin kamu lakukan. Karena theologi rapture, terutama yang telah ditunjukkan dalam seri buku Left Behind. Tidaklah dapat dipertahankan secara logis, idak dapat dipertahankan secara Alkitabiah dan tidak dapat dipertahankan secara historis. Terima Kasih

Semua diatas adalah transcript dari seminar Jon Moartignoni yang bisa didengar disini 

Ini bagi yang mau download dulu kemudian dengar (bisa di download) Tapi ingat kalo download-an ini ada ijinnya copyrightnya. Jangan diperdagangkan. 


PS 
Ini software real player buat dengerin audio file tersebut.
Di tulis oleh DeusVult  www.ekaristi.org

Selasa, 29 Agustus 2017

SERUAN PATER ARNOLD DAMEN SJ, SEBUAH APOLOGETIKA

LAGI BUKA-BUKA FILE LAMA, saya copas dari APIK, selamat menikmati, dengan santai ....84.511

THE CHURCH OR THE BIBLE? / GEREJA ATAU ALKITAB ?

Sermon by / Khotbah Arnold Damen, S.J. [circa 1880 A.D.]

Dearly Beloved Christians: - When our Divine Savior sent His Apostles and His Disciples throughout the whole universe to preach the Gospel to every creature, He laid down the conditions of salvation thus: "He that believeth and is baptized," said the Son of the Living God, "shall be saved, but he that believeth not shall be condemned" (Mark 16:16). Here, then, Our Blessed Lord laid down the two conditions of salvation: Faith and Baptism. He that believeth and is baptized shall be saved, but he that believeth not shall be condemned - or is damned. Hence, then, two conditions of salvation: Faith and Baptism. I will speak this evening on the condition of Faith.
=====
Saudara2 Kristen yang tercinta: - Saat Penyelamat Ilahi kita mengutus Rasul-rasulNya dan Murid-muridNya keseluruh dunia untuk mewartakan Injil pada semua mahluk, Dia meletakkan kondisi persyaratan keselamatan sbb: "Siapa yang percaya dan dibaptis," kata Putra Allah-yang-Hidup, "akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Mrk. 16:16). Jadi disini Tuhan kita meletakkan dua kondisi penyelamatan: Iman dan Baptisan. Jadi, siapa yang percaya dan dibaptis akan selamat, tapi yang tidak percaya akan dihukum - atau binasa. Jadi, kedua syarat2 agar bisa selamat: Iman/percaya dan Baptisan. Malam ini saya akan berbicara soal syarat Iman.

We must have Faith in order to be saved, and we must have Divine Faith, not human faith. Human faith will not save a man, but only Divine Faith. What is Divine Faith? It is to believe, upon the authority of God, the truths that God has revealed; that is Divine Faith. To believe all that God has taught upon the authority of God, and to believe without doubting, without hesitating; for the moment you commence to doubt or hesitate, that moment you commence to mistrust the authority of God, and, therefore, insult God by doubting His word. Divine Faith, therefore, is to believe without doubting, without hesitating. Human faith is when we believe a thing upon the authority of men - on human authority. That is human faith. But Divine Faith is to believe without doubting, without hesitating, whatsoever God has revealed upon the authority of God, upon the word of God.
=====
Kita harus memiliki Iman agar bisa diselamatkan, dan kita harus punya Iman Ilahi, bukan iman manusia. Iman manusia tidak akan menyelamatkan, yang bisa cuma Iman Ilahi. Apa itu Iman Ilahi ? Itu ialah percaya dan meng-imani  otoritas Allah , kebenaran-kebenaran yang Allah ungkapkan: itulah Iman Ilahi. Untuk mempercayai segala yang telah Allah ajarkan berdasarkan otoritas Allah, dan percaya tanpa ragu-ragu, tanpa maju mundur; sebab begitu anda mulai ragu-ragu dan maju mundur, saat itu kau mulai tidak mempercayai otoritas Allah, dan, karenanya, berarti menghina Allah dengan meragukan Firman-Nya. Jadi, Iman Ilahi ialah mempercayai tanpa keraguan, tanpa maju maudur. Sebaliknya, iman manusia ialah apabila kita percaya berdasarkan otoritas manusia - wewenang dan kuasa manusia. Itulah iman manusia. Tapi Iman Ilahi ialah sepenuhnya percaya tanpa ada keraguan apapun juga, segala apa yang Allah wahyukan berdasarkan kuasa otoritas Allah, berdasarkan Firman atau Sabda Allah.

Therefore, my dear people, it is not a matter of indifference what religion a man professes, providing he be a good man.
=====
Karena itulah, saudara2 ku, ini bukan masalah tidak ada bedanya agama apa yang diimani seseorang, pokoknya asal ia orang baik.

You hear it said nowadays in this Nineteenth Century of little faith that it matters not what religion a man professes, providing he be a good man. That is heresy, my dear people and I will prove it to you to be such. If it be a matter of indifference what a man believes, providing he be a good man,
why then it is useless for God to make any revelation whatever. If a man is at liberty to reject what God revealeth, what use for Christ to send out His Apostles and disciples to teach all nations, if those nations are at liberty to believe or reject the teachings of the Apostles or disciples? You see at once that this would be insulting God.
=====
Hari2 ini kau dengar - diabad ke 19 dengan iman yang kecil – bahwa tidak jadi masalah agama apa yang dianut seseorang, pokoknya dan asal ia orang baik. Itu menyesatkan, dan akan kubuktikan demikian. Kalau memang tidak jadi soal apa yang diimani seseorang, asal dia orang baik, lalu kalau begitu kan tak ada gunanya Allah menyatakan pewahyuan apapun. Kalau seseorang bebas untuk menolak apa yang diwahyukan Allah, dimana manfaat dan apa gunanya Kristus mengirim Rasul2Nya dan para muridNya untuk mengajar semua bangsa, kalau bangsa2 itu merdeka dan boleh percaya atau menolak ajaran2 para Rasul atau murid2 itu? Langsung segera anda akan melihat bahwa ini akan menghina Allah.

If God reveals a thing or teaches a thing, He means to be believed. He  wants to be believed whenever He teaches or reveals a thing. Man is  bound to believe whatsoever God has revealed, for, my dear people, we are bound to worship God, both with our reason and intellect, as well as with our heart and will. God is master of the whole man. He claims his will, his heart, his reason, and his intellect.
=====
Bila Allah mewahyukan atau mengajarkan sesuatu, maksudNya ialah untuk diimani. Ia ingin dipercayai bilamana Ia mengajar atau mewahyukan sesuatu. Manusia sebenarnya ditakdirkan mengimani apapun yang Allah wahyukan, karena, saudara2 terkasihku, kita ini ditakdirkan untuk menyembah Allah, baik dengan alasan dan akal budi , maupun dengan hati dan kemauan kita. Allah adalah penguasa manusia seluruhnya, seutuhnya. Ia menuntut kemauan, hati, alasan2 maupun akal budi, kecerdasannya.

Where is the man in his reason, no matter what denomination, church, or religion he belongs to, that will deny that we are bound to believe what God has taught? I am sure there is not a Christian who will deny that we are bound to believe whatsoever God has revealed. Therefore, it is not a matter of indifference what religion a man professes. He must profess that true religion if he would be saved.
=====
Dimana ada orang yang berdalih, tak peduli dari denominasi apa, gereja, atau agama yang ia anut, yang akan menyangkal bahwa kita ini ditakdirkan untuk mempercayai apa yang Allah ajarkan? Aku yakin tak ada seorang Kristen pun yang akan menyangkal hal itu. Oleh karena itu, bukan persoalan tidak-ada-bedanya agama apa yang dianut seseorang. Ia harus menjalani agama yang benar itu bila ia mau diselamatkan.
But what is the true religion? To believe all that God has taught. I am sure that even my Protestant friends will admit this is right; for, if they do not, I would say they are no Christians at all.
=====
Tetapi apa agama yang benar? Yaitu mempercayai segala yang telah Allah ajarkan.. Saya begitu pasti, bahkan teman2 Protestan juga akan mengakui ini benar, sekiranya tidak, aku akan bilang mereka itu bukanlah orang2 Kristen sama sekali.

"But what is the true Faith?" "The true Faith," say Protestant friends, "is to believe in the Lord Jesus."
=====
"Tetapi, apakah Iman yang benar itu?" "Iman yang benar," kata teman2 Protestan, "ialah percaya Tuhan Yesus."

Agreed, Catholics believe in that. Tell me what you mean by believing in the Lord Jesus? "Why," says my Protestant friend, "you must believe that He is the Son of the Living God."
=====
Setuju, Katolik percaya hal itu. Coba terangkan apa yang kau maksudkan dengan percaya dalam Tuhan Yesus? "Lho...," kata teman Protestant saya, "anda harus percaya bahwa Dia adalah Putra Allah-yang-Hidup."

Agreed again. Thanks be to God, we can agree on something. We believe that Jesus Christ is the Son of the Living God, that He is God. To this we all agree, excepting the Unitarians and Socinians, but we will leave them alone tonight. If Christ be God, then we must believe all He teaches. Is this not so, my dearly beloved Protestant brethren and sisters? And that's the right Faith, isn't it?
=====
Setuju lagi. Puji Tuhan, syukurlah kita bisa saling sepakat pada sesuatu. Kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah-Hidup, bahwa Dia adalah Allah. Pada hal ini, kita semua sama2 setuju, kecuali orang2 Unitarian dan Socinian, tapi mereka tak kita singgung malam ini. Kalau Kristus Allah, maka kita harus mempercayai semua ajaranNya. Ini betul, kan, saudara saudari Protestan ku yang terkasih? Dan itulah iman yang benar, bukan?

"Well, yes," says my Protestant friend, "I guess that is the right Faith. To believe that Jesus is the Son of the Living God we must believe all that Christ has taught." We Catholics say the same, and here we agree again. Christ, then, we must believe, and that is the true Faith. We must believe all that Christ has taught - that God has revealed - and, without that Faith there is no salvation; without that Faith there is no hope of Heaven; without that Faith there is eternal damnation! We have the words of Christ for it: "He that believeth not shall be condemned," says Christ.
=====

"Ehhh, ya, betul," kata teman Protestan ku, "aku rasa itulah iman yang benar. Untuk mempercayai bahwa Yesus ialah Putra Allah- hidup, kita harus mempercayai segala yang Kristus ajarkan." Kami Katolik juga percaya itu, disini kita sama2 setuju dan sependapat lagi. Jadi, Kristus-lah yang harus kita percayai, dan itulah Iman yang benar. Kita harus mempercayai semua yang Kristus ajarkan – apa yang Allah wahyukan - dan, tanpa Iman itu tidak ada keselamatan; tanpa Iman itu tidak ada harapan akan Surga; tanpa Iman itu adalah hukuman yang kekal! Ada kata2 Kristus untuk itu: "Siapa yang tidak percaya akan dihukum."

But if Christ, my dearly beloved people, commands me under pain of eternal damnation to believe all that He has taught, He must give me the means to know what He has taught. If, therefore, Christ commands me upon pain of eternal damnation, He is bound to give me the means of knowing what He has taught. And the means Christ gives us of knowing this must have been at all times within the reach of all people.

=====
Tapi kalau Kristus, saudara2ku yang terkasih, memerintahku, demi penderitaan hukuman kekal, untuk mengimani semua apa yang Ia ajarkan, Ia pasti memberiku sarana untuk mengetahui apa yang Dia ajarkan. Jadi, kalau Kristus memberi perintah padaku, demi segala derita hukuman kekal, maka semestinya Dia terikat untuk memberiku sarana untuk mengetahui apa yang Dia ajarkan. Dan sarana2 yang Kristus berikan pada kita untuk bisa mengetahui ini haruslah sudah selamanya terjangkau oleh semua orang.

Secondly, the means that God gives us to know what He has taught must be a means adapted to the capacities of all intellects - even the dullest. For those of the dullest of understandings have a right to salvation, and consequently they have a right to the means whereby they shall learn the truths that God has taught, that they may believe them and be saved.
=====
Kedua, sarana yang Allah berikan pada kita untuk mengenal apa yang Ia ajarkan, haruslah cara2 yang sudah disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas semua akal budi - termasuk yang tertumpul. Sebab mereka yang sekalipun paling tumpul penalarannya, mempunyai hak keselamatan, jadi konsekwensinya mereka punya hak memperoleh sarana yang mengajarkan mereka kebenaran2 yang Allah ajarkan, sehingga mereka bisa percaya dan terselamatkan.

The means that God gives us to know what he has taught must be an infallible means. For if it be a means that can lead us astray, it can be no means at all. It must be an infallible means, so that if a man makes use of that means, he will infallibly, without fear of mistake or error, be brought to a knowledge of all the truths that God has taught.
=====
Sarana yang Allah berikan pada kita untuk mengenal apa yang Ia ajarkan, haruslah sarana atau cara2 yang pasti, tak-mungkin-salah. Sebab kalau itu bisa menyesatkan kita, itu bukanlah sarana sama sekali. Harusnya itu sarana yang tak-mungkin-salah, sehingga bila ada orang memakainya, ia tak mungkin salah, dan, bisa tanpa takut salah atau khilaf, dibawa pada suatu pengetahuan mengenai segala kebenaran2 yang Allah ajarkan.

I don't think there can be anyone present here - I care not what he is, a Christian or an unbeliever - who can object to my premises. And these premises are the groundwork of my discourse and of all my reasoning, and, therefore, I want you to bear them in mind. I will repeat them, for on these premises rests all the strength of my discourse and reasoning.
=====
Saya percaya tidak ada seorangpun yang hadir disini – terlepas dia seorang Kristen ataupun tidak - yang bisa menyanggah dasar pikiran saya ini. Dan dasar2 pikiran inilah landasan paradigma saya untuk uraian, khotbah dan alasan2 saya, dan, karena itu, saya ingin anda ingat. Saya ingin mengulangi, bahwa diatas landasan tonggak2 pikiran saya inilah bertumpu segala kekuatan khotbah dan alasan2ku.

If God commands me under pain of eternal damnation to believe all that He has taught, He is bound to give me the means to know what He has taught. And the means that God gives me must have been at all times within the reach of all people - must be adapted to the capacities of all intellects, must be an infallible means to us, so that if a man makes use of it he will be brought to a knowledge of all the truths that God has taught.
=====
Kalau Allah memerintahku, demi penderitaan hukuman kekal, untuk mengimani semua apa yang Ia ajarkan, Ia pasti semestinya memberiku sarana untuk mengetahui apa yang Dia ajarkan. Dan sarana2 yang Allah berikan pada aku untuk bisa mengetahui ini haruslah sudah selamanya dalam jangkauan semua orang - haruslah cara2 yang sudah disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas semua akal budi, harusnya itu sarana yang tak-mungkin-salah, jadi bila ada orang memakainya, ia bisa dibawa pada suatu pengetahuan mengenai segala kebenaran2 yang Allah ajarkan.

Has God given us such means? "Yes," say my Protestant friends, "He has." And so says the Catholic: God has given us such means. What is the means God has given us whereby we shall learn the truth that God has revealed? "The Bible," say my Protestant friends, "the Bible, the whole of the Bible, and nothing but the Bible." But we Catholics say, "No; not the Bible and its private interpretation, but the Church of the Living God."
=====
Adakah Allah memberikan kita sarana2 untuk itu? "Oh ya," kata teman2 Protestan saya, "Allah sudah kasih." Demikian juga kata orang2 Katolik: Allah sudah memberi kita sarana itu. Apa sarana yang telah Ia berikan pada kita yang daripadanya kita bisa belajar kebenaran2 yang Allah ungkapkan? "Alkitab," kata teman2 Protestan saya, "Alkitab, ya seluruh Alkitab seutuhnya, dan tidak ada lainnya kecuali Alkitab." Tapi kami Katolik berkata, "Tidak; bukan seluruh Alkitab dan penafsiran pribadi, melainkan Gereja Allah-yang-Hidup."

I will prove the facts, and I defy all my separated brethren - and all the preachers in the bargain - to disprove what I will say tonight. I say, then, it is not the private interpretation of the Bible that has been appointed by God to be the teacher of man, but the Church of the Living God.
=====
Akan saya buktikan fakta2, dan saya akan menantang saudara2ku yang terpisah - dan semua pengkhotbah2 yang ikut serta - untuk menolak apa yang akan kukatakan malam ini. Saya katakan, jadi, bukanlah cara2 penafsiran-Alkitab pribadi yang ditunjuk oleh Allah untuk menjadi guru manusia, melainkan Gereja Allah-yang-Hidup.

For, my dear people, if God has intended that man should learn His religion from a book - the Bible - surely God would have given that book to man; Christ would have given that book to man. Did He do it? He did not. Christ sent His Apostles throughout the whole universe and said: "Go ye, therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost; teaching them to observe all things whatsoever I have commanded you."
=====
Sebab, saudara2 terkasih, seandainya Allah memang berniat bahwa manusia harus belajar agamaNya dari sebuah buku - Alkitab - pastilah Ia sudah memberikan sebuah kitab pada manusia; Kristus mestinya memberikan sebuah buku pada manusia. Apa Dia lakukan itu? Tidak sama sekali. Kristus mengirim Rasul2Nya keseluruh ujung dunia and bersabda: "Pergilah, karena itu, dan ajarilah semua bangsa2, baptislah mereka didalam nama Bapak, dan Putera, dan dalam Roh Kudus; ajarilah mereka untuk memperhatikan dan melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan."

Christ did not say, "Sit down and write Bibles and scatter them over the earth, and let every man read his Bible and judge for himself." If Christ had said that, there would never have been a Christianity on the earth at all, but a Babylon and confusion instead, and never one Church, the union of one body. Hence, Christ never said to His Apostles, "Go and write Bibles and distribute them, and let everyone judge for himself." That injunction was reserved for the Sixteenth Century, and we have seen the result of it. Ever since the Sixteenth Century there have been springing up religion upon religion, and churches upon churches, all fighting and quarreling with one another. And all because of the private interpretation of the Bible.
=====
Kristus tidak bersabda, "Duduklah dan tulislah Alkitab dan sebarkan itu keseluruh dunia, dan biarkan setiap orang membaca Alkitabnya dan menafsir-nilaikan sendiri2." Seandainya Kristus berkata demikian, sama sekali tidak akan pernah ada Kristenitas didunia ini, melainkan ada suatu Babilonia dan kekacauan, dan tidak pernah ada suatu gereja, suatu persatuan satu tubuh. Jadi, Kristus tidak pernah menyuruh para RasulNya, "Pergi dan tulislah Alkitab dan bagi2kan itu, dan biarkan setiap orang menilainya sendiri." Perintah keras itu dicadangkan untuk abad ke 16, dan kita sudah melihat hasilnya. Sejak Abad Enambelas terus menerus bermunculan agama demi agama, dan gereja demi gereja, semuanya berkelahi dan saling bertengkar. Dan semuanya gara2 Alkitab ditafsirkan secara sendiri2.

Christ sent His Apostles with authority to teach all nations, and never gave them any command of writing the Bible. And the Apostles went forth and preached everywhere, and planted the Church of God throughout the earth, but never thought of writing.
=====
Kristus mengutus Rasul2Nya dengan kuasa untuk mengajar semua bangsa2, dan tidak pernah memberi perintah untuk menulis Alkitab. Dan semua Rasul2 itu pergi dan berkhotbah di-mana2, dan menanamkan Gereja Allah diseluruh dunia, tapi tidak pernah terpikir untuk menulis.

The first word written was by Saint Matthew, and he wrote for the benefit of a few individuals. He wrote the Gospel about seven years after Christ left this earth, so that the Church of God, established by Christ, existed seven years before a line was written of the New Testament.
=====
Kata2 pertama yang ditulis ialah oleh Santo Matius, dan ia menulis demi kemudahan beberapa pribadi. Ia menulis Injil itu sekitar tujuh tahun setelah Kristus meninggalkan dunia ini, sehingga Gereja Allah, yang dibangun oleh Kristus, sudah ada dan eksis tujuh tahun sebelum tertulisnya satu baris kalimat pun dari Perjanjian Baru.

Saint Mark wrote about ten years after Christ left this earth; Saint Luke about twenty-five years, and Saint John about sixty-three years after Christ had established the Church of God. Saint John wrote the last portion of the Bible - the Book of Revelation - about sixty-five years after Christ had left this earth and the Church of God had been established. The Catholic religion had existed sixty five years before the Bible was completed, before it was written.
=====
Santo Markus menulis sekitar sepuluh tahun setelah Kristus meninggalkan dunia ini; Santo Lukas sekitar duapuluhlima tahun, dan Santo Yohanes kirakira enampuluhtiga tahun kemudian sesudah Kristus mendirikan Gereja Allah. Santo Yohanes menulis bagian terakhir Alkitab - Kitab Wahyu - sekitar enampuluhlima tahun setelah Kristus meninggalkan dunia ini dan semenjak dibangunnya Gereja Allah. Jadi agama Katolik sudah ada dan hadir enampuluhlima tahun sebelum Alkitab terselesaikan, rampung, sebelum itu tertulis.

Now, I ask you, my dearly beloved separated brethren, were these people, who lived during the period between the establishment of the Church of Jesus and the finishing of the Bible, were they really Christians, good Christians enlightened Christians? Did they know the religion of Jesus? Where is the man that will dare to say that those who lived from the time that Christ went up to Heaven to the time that the Bible was completed were not Christians? It is admitted on all sides, by all denominations, that they were the very best of Christians, the first fruit of the Blood of Jesus Christ.
=====
Sekarang, saudara2 terkasihku yang terpisah, saya mau bertanya, apakah orang2 itu, yang hidup dizaman antara pembentukan Gereja Yesus dan perampungan penulisan Alkitab, apakah mereka benar2 orang2 Kristen, betul2 orang2 Kristen yang diterangi secara Kristen? Apakah mereka kenal agamaNya Yesus? Apa ada orang yang berani berkata, bahwa mereka yang hidup antara saat Yesus naik ke Sorga sampai saat Alkitab rampung ditulis, bukan orang2 Kristen? Oleh semua pihak, oleh semua denominasi, mereka diakui sebagai orang2 Kristen terbaik, buah pertama Darah Yesus Kristus.

But how did they know what they had to do to save their souls? Was it from the Bible that they learned it? No, because the Bible was not written. And would our Divine Saviour have left His Church for sixty-five years without a teacher, if the Bible is the teacher of man? Most assuredly not.
=====
Tapi bagaimanakah mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan jiwa mereka? Belajar dari Alkitab? Tidak, sebab Alkitab kan belum tertulis. Dan apakah Penyelamat Ilahi kita akan meninggalkan Gereja-Nya selama enampuluhlima tahun tanpa guru, seandainya Alkitab itu memang guru pengajar manusia? Hampir pastilah tidak.

Were the Apostles Christians, I ask you, my dear Protestant friends? You say, "Yes, sir; they were the very founders of Christianity." Now, my dear friends, none of the Apostles ever read the Bible; not one of them except, perhaps, Saint John. For all of them had died martyrs for the Faith of Jesus Christ and never saw the cover of a Bible. Every one of them died martyrs and heroes for the Church of Jesus before the Bible was completed.
=====
Saya tanya, teman2 Protestan saya, apakah para Rasul itu Kristen? Kalian bilang, "Oh ya, ya pasti; kan mereka justru malah pendiri Kristenitas." Baiklah, teman2ku, tapi tidak seorangpun dari para Rasul itu yang sempat pernah membaca Alkitab; tidak seorangpun kecuali, mungkin, Santo Yohanes. Karena mereka semua telah mati terbunuh sebagai martir demi ImanNya Yesus Kristus dan bahkan tidak pernah sekalipun melihat sampul Alkitab. Masing2 mereka itu mati sebagai martir dan pahlawan Gereja Yesus jauh sebelum rampungnya Alkitab.

How, then, did those Christians that lived in the first sixty-five years after Christ ascended - how did they know what they had to do to save their souls? They knew it precisely in the same way that you know it, my dear Catholic friends. You know it from the teaching of the Church of God, and so did the primitive Christians know it.
=====
Jadi, bagaimana caranya orang2 Kristen yang hidup dikurun waktu 65 tahun pertama setelah Yesus naik ke Sorga - bagaimana mereka tahu apa yang harus mereka kerjakan untuk menyelamatkan jiwa mereka? Mereka tahu dengan tepat dan pasti dengan cara dan jalan yang sama seperti yang kalian ketahui, kawan2 Katolik saya yang terkasih. Kalian tahu lewat pengajaran dari Gereja Allah, sama caranya seperti dulu para Kristen purba mengenalnya.

Not only sixty-five years did Christ leave the Church He had established without a Bible, but over three hundred years. The Church of God was established and went spreading itself over the whole globe without the Bible for more than three hundred years. In all that time the people did not know what constituted the Bible.
=====
Tidak hanya 65 tahun Kristus meninggalkan Gereja yang telah Dia dirikan tanpa sebuah Alkitab, melainkan lebih dari 300 tahun. Gereja Allah sudah dibangun dan menyebar sendiri keseluruh dunia, tanpa adanya Alkitab, melebihi 300 tahun. Selama masa itu, orang2 tidak tahu isi maupun komponen apa yang membentuk Alkitab.

In the days of the Apostles there were many false gospels. There was the Gospel of Simon, the Gospel of Nicodemus, of Mary, and the Gospel of the Infancy of Jesus. All of these gospels were spread among the people, and the people did not know which of these were inspired and which were false and spurious. Even the learned themselves were disputing whether preference should be given to the Gospel of Simon or that of Mathew - to the Gospel of Nicodemus or the Gospel of Mark, the Gospel of Mary or that of Luke, the Gospel of the Infancy of Jesus or the Gospel of Saint John the Evangelist.
=====
Dizamannya para Rasul ada banyak injil palsu. Ada yang disebut Injil Simon, Injil Nikodemus, Injil Maria, dan juga Injil Kanak2 Yesus. Semua injil ini tersebar diantara masyarakat, dan mereka tidak tahu mana yang diinspirasikan, mana yang palsu dan tidak otentik, tak asli. Bahkan yang terpelajar diantara mereka sendiri berdebat mana yang diutamakan lebih dulu, Injil Simon ataukah Injil Matius - kepada Injil Nikodemus atau Injil Markus, Injil Maria atau yang punya Lukas, Injil Kanak2 Yesus ataukah Injil Santo Yohanes Penginjil.

And so it was in regard to the epistles: Many spurious epistles were written, and the people were at a loss for over three hundred years to know which was false or spurious, or which inspired. And, therefore, they did not know what constituted the books of the Bible.
=====
Jadi begitulah keadaan sehubungan dengan surat surat itu: Banyak surat2 tidak asli yang ditulis, dan orang2 selama lebih dari 300 tahun bingung, tidak mampu mengetahui mana yang palsu dan tidak sejati, atau mana yang diwahyukan. Dan, karena itu, mereka tidak mengetahui apa saja yang menjadi komponen kitab2 dalam Alkitab.

It was not until the Fourth Century that the Pope of Rome, the Head of the Church, the successor of Saint Peter, assembled together the Bishops of the world in a council. And there in that council it was decided that the Bible, as we Catholics have it now, is the Word of God, and that the Gospels of Simon, Nicodemus, Mary, the Infancy of Jesus, and all those other epistles were spurious or, at least, unauthentic; at least, that there was no evidence of their inspiration, and that the Gospels of Saints Luke, Matthew, Mark and John, and the Book of Revelation, were inspired by the Holy Ghost.
=====
Barulah dalam Abad Empat, Paus dari Roma, Pemimpin Gereja, penerus pengganti Santo Petrus, mengumpulkan bersama para Uskup dunia dalam sebuah konsili. Dan disanalah, dalam konsili itu ditetapkan bahwa Alkitab, seperti apa yang kami Katolik miliki kini, adalah Sabda Allah, dan bahwa Injil-injil Simon, Nikodemus, Maria, masa Kanak2 Yesus, dan lain2 surat atau tulisan2 adalah tidak sejati, minimal, tidak otentik; dan, paling tidak, bahwa tiada bukti2 pendukung inspirasinya, dan bahwa Injil Santo Lukas, Matius, Markus dan Yohanes, dan Kitab Wahyu, adalah pewahyuan oleh Roh Kudus.

Up to that time the whole world for three hundred years did not know what the Bible was; hence, they could not take the Bible for their guide, for they did not know what constituted the Bible. Would our Divine Savior, if He intended man to learn his religion from a book, have left the Christian for three hundred years without that book? Most assuredly not.
=====
Sampai waktu itu, seluruh dunia selama 300 tahun tidak mengenal apa Alkitab; jadi, mereka tidak bisa mengambil Alkitab sebagai pedoman penuntun, sebab mereka tidak tahu apa yang menyusun isi Alkitab. Apakah Penyelamat Ilahi kita, kalau Ia memang berniat agar manusia belajar soal agamanya dari sebuah buku, akan meninggalkan umat Kristen selama 300 tahun tanpa kitab itu? Kemungkinan besar pastilah tidak.

Not only for three hundred years was the world left without the Bible, but for one thousand four hundred years the Christian world was left without the Sacred Book.
=====
Tidak hanya selama 300 tahun dunia itu tanpa Alkitab, tapi selama 1400 tahun lamanya dunia Kristen ditinggal tanpa Kitab Suci itu.

Before the art of printing was invented, Bibles were rare things; Bibles were costly things. Now, you must all be aware, if you have read history at all, that the art of printing was invented only a little more than four hundred years ago - about the middle of the Fifteenth Century - and about one hundred years before there was a Protestant in the world.
=====
Sebelum seni cetak ditemukan, Alkitab merupakan barang langka; Alkitab mahal sekali. Hendaknya kalian perhatikan, seandainya anda pernah membaca sejarah, bahwa ilmu atau seni cetak baru ditemukan sekitar 400 tahun-lebih-sedikit yang lalu - sekitar pertengahan Abad 15 - dan sekitar 100 tahun sebelum adanya satu orang Protestan didunia.

As I have said, before printing was invented books were rare and costly things. Historians tell us that in the Eleventh Century - eight hundred years ago - Bibles were so rare and costly that it took a fortune a considerable fortune, to buy oneself a copy of the Bible! Before the art of printing, everything had to be done with the pen upon parchment or sheepskin. It was, therefore, a tedious and slow operation - a costly operation.
=====
Seperti saya katakan tadi, sebelum ditemukannya ilmu seni cetak, buku2 sangat langka selain jadi barang mahal. Ahli sejarah menyatakan bahwa dalam Abad Sebelas - sekitar 800 tahun yang lalu - Alkitab amat langka sekali dan mahal, luar biasa mahal untuk membelinya! Sebelum adanya percetakan, segala sesuatu harus dikerjakan dengan pena diatas perkamen, kertas kulit, atau kulit domba. Karena itu, pekerjaan itu bukan main mahalnya - sebab lambat [harus teliti] dan membosankan.

Now, in order to arrive at the probable cost of a Bible at that time, let us suppose that a man should work ten years to make a copy of the Bible and earn a dollar a day. Well, then, the cost of that Bible would be 3,650! Now, let us suppose that a man should work at the copying of the Bible for twenty years, as historians say it would have taken him at that time, not having the conveniences and improvements to aid him that we have now. Then, at a dollar a day, for twenty years, the cost of a Bible would be nearly 8,000.
=====
Sekarang, mari kita berandai memperkirakan biaya sebuah Alkitab pada zaman itu, dengan perumpamaan seseorang harus bekerja sepuluh tahun lamanya untuk menyalin sebuah Alkitab dan dibayar satu dollar per harinya. Untuk ini saja maka biaya ongkos sebuah Alkitab sudah $3.650,--! Nah, seandainya ia membutuhkan 20 tahun untuk menyalin sebuah Alkitab, para sejarahwan bilang zaman itu kira2 bisa membutuh-kan waktu sekian lamanya, sebab tidak ada segala kemudahan dan kemajuan2 sarana yang menunjangnya seperti masa kini. Lalu, dengan $1,-- per hari saja, untuk masa 20 tahun, biaya sebuah Alkitab hampir $8000.

Suppose I came and said to you, "My dear people, save your soul, for if you lose your soul all is lost." You would ask, "What are we to do to save our souls?" The Protestant preacher would say to you, "You must get a Bible; you can get one at such-and-such a shop." You would ask the cost, and be told it was 8,000. You would exclaim: "The Lord save us! And can we not go to Heaven without that book?" The answer would be: "No; you must have the Bible and read it." You murmur at the price, but are asked, "is not your soul worth 8,000?" Yes, of course it is, but you say you do not have the money, and if you cannot get a Bible, and your salvation depends upon it, evidently you would have to remain outside the Kingdom of Heaven. This would be a hopeless condition, indeed. For fourteen hundred years the world was left without a Bible - not one in ten thousand, not one in twenty thousand, before the art of printing was invented, had the Bible. And would our Divine Lord have left the world without that book if it was necessary to man's salvation? Most assuredly not.
=====
Seandainya saya mendatangi kalian dan berkata, "Saudara2ku, selamatkanlah jiwamu, sebab kalau jiwamu sampai hilang maka segalanya ikut hilang." Kalian akan balik bertanya, "Apa yang harus kami lakukan untuk menyelamatkan jiwa2 kami?" Pengkhotbah Protestan akan bilang begini padamu, "Kalian harus pergi cari Alkitab, bisa dibeli ditoko ini atau itu." Kau bakal tanya berapa harganya, dan akan dijawab sekitar $8000,--. Kau bakal teriak kaget: " Tuhan selamatkanlah kami! Dan apakah kami tidak bisa masuk Sorga tanpa buku itu?" Jawabnya bakal begini: "Tidak; kalian harus punya Alkitab dan baca." Kalian mengomel soal harganya, tapi ditanya balik, "apakah jiwamu tak bernilai $8000,--?" Oh ya, tentu saja, tapi kalian bilang tidak punya uangnya, dan kalau kau tidak bisa mendapatkan sebuah Alkitab, padahal keselamatanmu bergantung padanya, jelaslah kau harus tinggal diluar Kerajaan Sorga. Situasi begini kan betul2 parah, membuat kondisi benar2 putus asa. Selama 14 abad, seribu empat ratus tahun, dunia ini tanpa Alkitab - sebelum penemuan seni pencetakan, tidak ada seorangpun dalam 10.000, bahkan tidak juga seorangpun dalam 20.000, yang memiliki Alkitab. Dan apakah Tuhan Ilahi kita bakal meninggalkan dunia ini tanpa kitab itu, kalau sekiranya itu perlu untuk keselamatan manusia? Pastilah tidak.

But let us suppose for a moment that all had Bibles, that Bibles were from the beginning, and that every man, woman, and child had a copy. What good would that book be to people who did not know how to read it? It is a blind thing to such persons.
=====
Tapi mari kita sekarang berandai sebentar, bahwa semua orang punya Alkitab, bahwa Alkitab sudah ada dulu sejak awal mulanya, dan setiap pria, wanita, dan setiap anakpun masing2 punya. Apa sih faedah dan manfaat baiknya bagi orang2 yang tidak tahu cara membacanya? Itu cuma menjadi barang buta, barang mati untuk orang2 begitu.

Even now one-half the inhabitants of the earth cannot read. Moreover, as the Bible was written in Greek and Hebrew, it would be necessary to know these languages in order to be able to read it.
=====
Sekarang ini saja separuh dari penduduk dunia buta huruf. Selain itu, karena Alkitab tertulis dalam bahasa Yunani dan Ibrani, mutlaklah harus belajar bahasa2 itu dulu agar supaya bisa membacanya.

But it is said that we have it translated now in French, English, and other languages of the day. Yes, but are you sure you have a faithful translation? If not, you have not the Word of God. If you have a false translation, it is the work of man. How shall you ascertain that? How shall you find out if you have a faithful translation from the Greek and Hebrew?
=====
Tapi ada dikatakan bahwa sekarang kita sudah punya terjemahan dalam bahasa Perancis, Inggris, atau bahasa2 populer lainnya. Ya benar, tapi apakah kau pasti dan yakin terjemahannya murni dan benar? Kalau tidak, kau tidak memiliki Firman Allah. Kalau terjemahannya salah, maka itu menjadi karya manusia. Bagaimana caramu untuk memastikannya? Bagaimana caramu menguji apakah anda memiliki terjemahan-benar dari bahasa Yunani dan Ibrani?

"I do not know Greek or Hebrew," says my separated friend; "for my translation I must depend upon the opinion of the learned."
=====
"Wah, aku tidak mengerti bahasa Yunani maupun Ibrani," kata temanku yang terpisah; "untuk terjemahannya ya saya harus bergantung pada opini dan pendapat yang terpelajar dan ahli."

Well, then, my dear friends, suppose the learned should be divided in their opinions, and some of them should say it is good, and some false? Then your faith is gone; you must commence doubting and hesitating, because you do not know if the translation is good.
=====
Nah, bagaimana sekarang, teman2ku, seandainya para ahli yang terpelajar ternyata saling berbeda pendapat, ada yang berkata ini baik, dan ada yang teriak itu salah? Maka imanmu hilanglah; kau mulai lagi meragukan, maju mundur, sebab tidak yakin terjemahannya benar.

Now with regard to the Protestant translators of the Bible, allow me to tell you that the most learned among Protestants tell you that your translation - the King James edition - is a very faulty translation and is full of errors. Your own learned divines, preachers, and bishops have written whole volumes to point out all the errors that are there in the King James translation, and Protestants of various denominations acknowledge it.
=====
Sehubungan dengan para penerjemah-Alkitab Protestan, izinkan saya mengatakan bahwa kebanyakan para ahli dikalangan Protestan berkata bahwa terjemahan kalian - edisi versi King James - adalah sebuah terjemahan yang sangat salah dan penuh dengan cacat kesalahan2. Dan para rohaniwan-ahli kalian, pengkhotbah maupun para uskupmu telah menulis ber-jilid2 untuk menunjuk pada semua kesalahan2 yang ada didalam terjemahan King James, dan Protestan berbagai denominasipun setuju.

Some years ago, when I lived in St. Louis, there was held in that city a convention of ministers. All denominations were invited, the object being to arrange for a new translation of the Bible, and give it to the world. The proceedings of the convention were published daily in the Missouri Republican. A very learned Presbyterian, I think it was, stood up, and, urging the necessity of giving a new translation of the Bible, said that in the present Protestant translation of the Bible there were no less than thirty thousand errors.
=====
Beberapa tahun yang lalu, waktu saya masih tinggal di St. Louis, dikota itu diadakan sebuah konvensi untuk para hamba Tuhan. Segala denominasi diundang, objeknya ialah mengatur penterjemahan-baru Alkitab, dan memberikannya pada dunia. Acara dan pelaksanaan konvensi itu dilaporkan tiap hari dikoran Missouri Republican. Seorang ahli dari gereja Presbyterian, aku rasa, berdiri, dan, sambil mendesak perlunya suatu terjemahan-baru Alkitab, mengatakan bahwa didalam terjemahan-Protestan sekarang ini ada tidak kurang dari tigapuluh ribu kesalahan.

And you say, my dear Protestant friends, that the Bible is your guide and teacher. What a teacher, with thirty thousand errors! The Lord save us from such a teacher! One error is bad enough, but thirty thousand is a little too much.
=====
Dan kalian bilang, teman2 Protestanku yang baik, bahwa Alkitab adalah penuntun dan pengajarmu. Pengajar luar biasa, dengan 30.000 kesalahan! Tuhan semoga selamatkan kita dari pengajar demikian! Satu kesalahan saja sudah cukup jelek, tapi tigapuluh ribu kesalahan2 kiranya sedikit terlalu banyak.....
Another preacher stood up in the convention - I think he was a Baptist - and, urging the necessity of giving a new translation of the Bible, said for thirty years past the world was without the Word of God, for the Bible we have is not the Word of God at all.
=====
Seorang pengkhotbah lain berdiri dikonvensi itu - saya pikir ia seorang Baptis - dan, sambil menekankan perlunya pemberian sebuah terjemahan-baru Alkitab, berujar bahwa selama tigapuluh tahun yang lewat ini dunia telah tanpa Sabda Allah, sebab katanya, Alkitab yang kita miliki sama sekali bukanlah Firman Allah.

Here are your own preachers for you. You all read the newspapers, no doubt, my friends, and must know what happened in England a few years ago. A petition was sent to Parliament for an allowance of a few thousand pounds sterling for the purpose of getting up a new translation of the Bible. And that movement was heaed and carried on by Protestant bishops and clergymen.
=====
Disinilah para pengkhotbahmu sendiri, berbicara untuk kalian. Anda semua membaca surat kabar, dan teman2, tentunya pasti tahu apa yang terjadi diInggris beberapa tahun yang silam. Sebuah petisi telah dikirimkan ke Parlemen untuk menyetujui permohonan dana subsidi sebanyak beberapa ribu poundsterling untuk pembiayaan sebuah terjemahan-baru Alkitab. Dan gerakan itu dipimpin dan dilaksanakan oleh uskup2 Protestan maupun para rohaniwan.

But, my dear people, how can you be sure of your faith? You say the Bible is your guide, but you do not know if you have it. Let us suppose for a moment that all should have a Bible. Should all read it and have a faithful translation, even then it cannot be the guide of man, because the private interpretation of the Bible is not infallible, but, on the contrary, most fallible. It is the source and fountain of all kinds of errors and heresies, and all kinds of blasphemous doctrines. Do not be shocked, my dear friends; just be calm and listen to my arguments.
=====
Tapi, saudara2ku terkasih, bagaimana anda bisa meyakini imanmu? Kalian bilang Alkitab ialah penuntunmu, namun sebaliknya kalian tidak tahu anda memilikinya atau tidak. Marilah untuk sejenak kita mengandaikan bahwa semuanya harus punya Alkitab. Biarpun seandainya semua membacanya dan memiliki terjemahan yang benar murni, itupun tetap tak bisa menuntun manusia, sebab interpretasi-pribadi Alkitab tidak mungkin bisa tanpa-salah, tapi, malah sebaliknya, kemungkinan besar bisa salah. Itu menjadi sumber dan berawalnya mata air segala macam kesalahan2 dan bidat2, dan juga segala macam doktrin2 hujatan. Janganlah kaget, teman temanku; tenang tenang saja dan dengarkan argumen2 ku.

There are now throughout the world three hundred and fifty different denominations or churches, and all of them say the Bible is their guide and teacher. And I suppose they are all sincere. Are all of them true churches? This is an impossibility. Truth is one as God is one, and there can be no contradiction. Every man in his senses sees that every one of them cannot be true, for they differ and contradict one another, and cannot, therefore, be all true. The Protestants say the man that reads the Bible right and prayerfully has truth, and they all say that they read it right.
=====
Sekarang ini saja sudah ada sekitar 350 denominasi atau gereja2, dan semuanya berkata Alkitab adalah penuntun dan pengajarnya. Dan saya percaya mereka semuanya tulus. Apakah mereka semuanya gereja yang sejati? Ini kan mustahil. Kebenaran adalah tunggal, sama halnya seperti Allah yang Esa, dan tidak boleh ada pertentangan. Pada dasarnya setiap orang pada hakikinya melihat tidak setiap sesamanya bisa benar, sebab mereka saling berbeda dan saling kontradiksi, karena itu maka tidak semuanya bisa benar. Kaum Protestan berkata bahwa orang pendoa yang membaca Alkitab dengan benar memiliki kebenaran, dan mereka semuanya bilang mereka sudah betul benar bacanya.

Let us suppose that here is an Episcopal minister. He is a sincere, an honest, a well-meaning and prayerful man. He reads his Bible in a prayerful spirit, and from the word of the Bible, he says it is clear that there must be bishops. For without bishops there can be no priests, without priests no Sacraments, and without Sacraments no Church. The Presbyterian is a sincere and well-meaning man. He reads the Bible also, and deduces that there should be no bishops, but only presbyters. "Here is the Bible," says the Episcopalian; and "here is the Bible to give you the lie," says the Presbyterian. Yet both of them are prayerful and well-meaning men.
=====
Coba kita andaikan disini ada seorang pendeta Episkopal. Dia amat tulus, seorang yang jujur, penuh maksud-baik dan pendoa setia. Ia membaca Alkitabnya secara sangat rohani, dan dari kata2 Alkitab, ia bilang sangatlah jelas sekali bahwa harus ada para uskup. Sebab tanpa uskup mana bisa ada imam, dan tanpa imam berarti tidak ada Sakramen, dan kalau tidak ada Sakramen ya tidak ada Gereja. Ada juga seorang Presbyterian yang juga tulus dan berniat baik. Iapun juga membaca Alkitab, dan berkesimpulan bahwa tidak harus ada uskup, perlunya cuma penatua penatua saja. "Lho, ini ada diAlkitab," berujar pendeta Episcopal itu; dan, "ya ini ada juga di Alkitab untuk menunjukkan omong kosongmu itu," kata orang Presbyterian itu. Dan, keduanya sama2 pendoa soleh dan berkehendak baik.....

Then the Baptist comes in. He is a well-meaning, honest man, and prayerful also. "Well," says the Baptist, "have you ever been baptized?" "I was," says the Episcopalian, "when I was a baby."
"And so was I," says the Presbyterian, "when I was a baby." "But," says the Baptist, "you are going to Hell as sure as you live."
=====
Lalu masuklah seorang umat Baptis. Diapun juga bertujuan baik, orang jujur selain juga pendoa yang tekun. "Nah," katanya, "kalian apa sudah dibaptis?" "Saya sudah," kata orang Episkopal, "waktu saya masih bayi." "Iya, saya juga sama," kata yang Presbyterian, "waktu bayi." "Tapi," sambung orang Baptis itu, "kalian pasti masuk Neraka sepasti kamu hidup ini."

Next comes the Unitarian, well-meaning, honest, and sincere. "Well," says the Unitarian, "allow me to tell you that you are a pack of idolaters. You worship a man for a God who is no God at all." And he gives several texts from the Bible to prove it, while the others are stopping their ears that they may not hear the blasphemies of the Unitarian. And they all contend that they have the true meaning of the Bible.
=====
Selanjutnya masuklah seorang Unitarian, sama juga jujurnya, tulus dan berkehendak baik. "Begini loh...," ujarnya, "izinkan saya berkata, kalian semua ini sekelompok penyembah berhala. Kalian menyembah seorang manusia yang dianggap Allah, padahal bukan Allah sama sekali." Dan mulailah ia memberikan beberapa teks dari Alkitab untuk memberi bukti, sedang sementara itu yang lain2nya menyumbat kupingnya agar tidak harus mendengar hujatan orang Unitarian ini. Dan, semuanya berpegang dan ngotot mereka memiliki pengertian-Alkitab yang benar.

Next comes the Methodist, and he says, "My friends, have you got any religion at all?" "Of course we have," they say. "Did you ever feel religion," says the Methodist, "the Spirit of God moving within you?" "Nonsense," says the Presbyterian, "we are guided by our reason and judgment." "Well," says the Methodist, "if you never felt religion, you never had it, and will go to Hell for eternity."
=====
Setelah itu, masuklah seorang Metodis, dan ia berujar, "Sahabatku, apakah kalian betul2 sudah punya agama?" "Ya jelas kami punya," kata mereka balik. "Apakah kalian pernah merasakan agama," sambungnya, "Roh Allah yang bergerak gerak dalam dirimu?" ”Ah, omong kosong," sanggah orang Presbyterian, "kami dituntun oleh pertimbangan akal sehat dan penilaian." "Well," orang Metodis itu meneruskan, "kalau kalian belum pernah merasakan agama, kalian belum pernah menerimanya, dan akan masuk Neraka selamanya.

The Universalist next comes in, and hears them threatening one another with eternal hellfire. "Why," says he, "you are a strange set of people. Do you not understand the Word of God? There is no Hell at all. That idea is enough to scare old women and children," and he proves it from the Bible.
=====
Kemudian masuklah seorang Universalis, ia mendengar mereka yang saling mengancam saling bakal dimasukkan keapi neraka. Katanya penuh keheranan, "Waduhh, kalian ini benar2 semua orang aneh. Masak tidak mengerti Sabda Allah? Tidak ada sama sekali Neraka itu. Pikiran itu kan cukup untuk menakuti para ibu-ibu tua dan anak2," dan ia lalu membuktikan dari Alkitab.

Now comes in the Quaker. He urges them not to quarrel, and advises that they do not baptize at all. He is the sincerest of men, and gives the Bible far his faith.
=====
Sekarang masuklah seorang Quaker. Ia melerai dan memohon agar mereka tidak bertengkar, dan menyarankan agar mereka sama sekali jangan membaptis. Ia benar2 seorang yang sangat polos dan tulus, dan mengimani benar2 Alkitab.

Another comes in and says: "Baptize the men and let the women alone. For the Bible says, unless a man be born again of water and the Holy Ghost, he cannot enter the Kingdom of Heaven. So," says he, "the women are all right, but baptize the men."
=====
Ada lagi orang lain yang masuk dan berseru: "Baptislah yang pria saja dan biarkan saja semua wanita. Sebab Alkitab berkata, kecuali bila seorang [man=manusia) lakilaki dilahirkan kembali oleh air dan Roh Kudus, dia tidak akan bisa masuk ke Kerajaan Sorga. Jadi," ujarnya, "para wanita sudah baik, tapi baptislah para pria."

Next comes in the Shaker, and says he "You are a presumptuous people. Do you not know that the Bible tells you that you must work out your salvation fear and trembling, and you do not tremble at all. My brethren, if you want to go to Heaven shake, my brethren, shake!"
=====
Setelah itu masuklah "Shaker", dan ia berkata, "Kalian semuanya kok lancang dan begitu congkak. Tidakkah kalian tahu bahwa Alkitab bilang kalian harus bekerja keras untuk memperoleh keselamatanmu dan harus dengan penuh ketakutan serta bergemetaran, dan kalian ini kok sama sekali tidak gemetar. Saudara2ku, kalau kalian ingin masuk Sorga, ayo, gemetarlah, shake, shake, saudara2ku, shake!"

I have here brought together seven or eight denominations, differing one from another, or understanding the Bible in different ways, illustrative of the fruits of private interpretation. What, then, if I brought together the three hundred and fifty different denominations, all taking the Bible for their guide and teaching, and all differing from one another? Are they all right? One says there is a Hell, and another says there is no Hell. Are both right? One says Christ is God; another says He is not. One says they are unessential. One says Baptism is a requisite, and another says it is not. Are both true? This is an impossibility, my friends; all cannot be true.
=====
Tadi ini telah kubawa sekitar tujuh atau delapan denominasi sebagai contoh, satu sama lain saling berbeda, atau pengertiannya mengenai Alkitab berlainan caranya, semua itu ilustrasi buah2 yang dihasilkan interpretasi pribadi masing2. Bagaimanakah ribut ramainya, kalau saya kumpulkan yang 350 denominasi yang saling berbeda, semuanya memegang Alkitab sebagai pedoman pengajarannya, dan semuanya berbeda satu sama lainnya? Apakah mereka semuanya benar? Yang satu bilang ada Neraka, dan lainnya lagi ngotot teriak tidak ada Neraka. Apakah keduanya benar? Yang satu berkata Kristus itu Allah, yang satunya lagi bilang Dia bukan! Seseorang lalu berkata mereka itu tidak penting. Seorang lagi bilang baptisan itu merupakan persyaratan, dibantah langsung oleh lainnya yang bilang itu tidak benar. Apakah keduanya benar? Ini hal yang mustahil, teman2ku, "semuanya" tidak mungkin bisa benar.

Who, then, is true? He that has the true meaning of the Bible, you say. But the Bible does not tell us who that is - the Bible never settles the quarrel. It is not the teacher.
=====
Siapa, jadinya, yang benar? Dia yang memiliki pengertian yang benar dari Alkitab, begitu katamu. Tetapi Alkitab ternyata tidaklah memberitakan siapa itu - Alkitab tidak pernah menyelesaikan pertikaian itu. Alkitab bukanlah guru pengajar.

The Bible, my dear people, is a good book. We Catholics allow that the Bible is the Word of God, the language of inspiration, and every Catholic is exhorted to read the Bible. But good as it is, the Bible, my dear friends, does not explain itself. It is a good book, the Word of God, the language of inspiration, but your explanation of the Bible is not the language of inspiration. Your understanding of the Bible is not inspired - for surely you do not pretend to be inspired!
=====
Alkitab itu, saudara2ku, adalah sebuah kitab yang baik. Kami kaum Katolik menghargai itu sebagai Sabda Allah, bahasa inspirasi, dan setiap Katolik diperingatkan untuk membaca Alkitab. Akan tetapi, se-baik2nya Alkitab itu, teman2ku, Alkitab tidak menerangkan diri sendiri. Itu sebuah buku yang baik, kitab Sabda Allah, bahasa penuh ilham dan pewahyuan, namun pengertian penafsiranmu mengenai Alkitab bukanlah bahasa wahyu. Pengertianmu mengenai Alkitab tidaklah diilhami, bukan wahyu – karena pastilah anda tidak menganggap diri anda telah diilhami dengan wahyu!

Now, then, what is the teaching of the Church on the subject? The Catholic Church says the Bible is the Word of God, and that God has appointed an authority to give us the true meaning.
=====
Baiklah, jadi apa dan bagaimana ajaran Gereja mengenai subjek ini? Gereja Katolik berkata bahwa Alkitab adalah Sabda Allah, dan bahwa Allah telah menunjuk satu otoritas untuk memberi arti benar.

It is with the Bible as it is with the Constitution of the United States. When Washington and his associates established the Constitution and the Supreme Law of the United States, they did not say to the people of the States: "Let every man read the Constitution and make a government unto himself; let every man make his own explanation of the Constitution." If Washington had
done that, there never would have been a United States. The people would all have been divided among themselves, and the country would have been cut up into a thousand different divisions or governments.
=====
Hal ihwal Alkitab bisa disamakan sama seperti Konstitusi Amerika Serikat. Waktu Washington dan kelompoknya menetapkan Konstitusi dan sistim Tata Hukum Amerika Serikat, mereka tidak berkata kepada rakyat Amerika Serikat: "Biarlah setiap orang membaca Konstitusi kemudian pergi bentuklah sebuah pemerintah bagi dirinya sendiri; biarlah setiap orang masing masing membuat penafsirannya sendiri2 mengenai Konstitusi ." Seandainya Washington melakukan itu, maka hampir dipastikan tidak pernah akan ada pembentukan Amerika Serikat. Orang2 semuanya akan ter-bagi2 antara mereka sendiri, dan negara ini akan terpecah belah menjadi seribu divisi, seribu bagian-bagian atau pemerintahan-pemerintahan.

What did Washington do? He gave the people the Constitution and the Supreme Law, and appointed his Supreme Court and Supreme Judge of the Constitution. And these are to give the true explanation of the Constitution to all the American citizens - all without exception, from the President to the beggar. All are bound to go by the decisions of the Supreme Court, and it is this and this alone that can keep the people together and reserve the Union of the United States. The moment the people take the interpretation of the Constitution into their own hands, that moment there is an end of union.
=====
Apa yang telah Washington kerjakan? Ia memberikan Konstitusi dan Tata Hukum, dan menunjuk Mahkamah Agung dan Hakim Agung bagi Konstitusi. Dan mereka ini yang harus memberikan penerangan yang benar mengenai Konstitusi kepada setiap warga negara Amerika - semua, tanpa pengecualian, dari Presiden sampai pengemis. Semuanya terikat untuk mematuhi keputusan Mahkamah Agung, dan inilah sebabnya, hanya sebab satu2nya ini, maka seluruh rakyat bisa disatukan bersama dan juga bisa mempertahankan Kebersatuan Amerika Serikat. Pada saat rakyat membuat penafsiran-sendiri mengenai Konstitusi, saat itu pula Kebersatuan berakhir.

And so it is in every government - so it is here and everywhere. There is a Constitution, a Supreme Court or Law, a Supreme Judge of that Constitution, and that Supreme Court is to give us the meaning of the Constitution and the Law.
=====
Jadi begitulah halnya dalam setiap pemerintahan - begitulah disini, diAmerika Serikat, dan di-mana2. Ada Konstitusi, ada Mahkamah Agung atau hukumnya, ada Hakim Agung dari Konstitusi, dan Mahkamah Agung itu tugasnya memberi kita pengertian2 Konstitusi dan Tata Hukum.

In every well-ruled country there must be such a thing as this - a Supreme Law, Supreme Court, Supreme Judge, that all the people abide by. There is in every country a Supreme Law, Supreme Court, Supreme Judge; and all are bound by decisions, and without that no government condition of affairs exists. How are they kept together? By their chief, who is their dictator.
=====
Dalam setiap negara yang terperintah-baik seharusnya ada sebuah susunan seperti ini - Undang2 Dasar, Mahkamah Agung, Hakim Agung, yang dipatuhi oleh semua orang. Disetiap negara ada susunan itu; dan semuanya terikat dan tunduk pada keputusan, dan tanpa itu tak ada kondisi, suasana ataupun urusan2 pemerintahan yang eksis. Bagaimana mereka bisa terus dipersatukan? Oleh pemimpinnya, yaitu diktator mereka.

So our Divine Savior also has established His Supreme Court - His Supreme Judge - to give us the true meaning of the Scriptures, and to give us the true revelation and doctrines of the Word of Jesus. The Son of the Living God has pledged His Word that this Supreme Court is infallible, and, therefore, the true Catholic never doubts.
=====
Begitulah, Penyelamat Ilahi kita juga telah membentuk Mahkamah Agung-Nya - Hakim Agung-Nya - untuk memberi kita arti yang benar dan tepat dari Tulisan2 Suci, dan memberikan kita pewahyuan yang benar dan doktrin-doktrin Sabda Yesus. Putra Allah-yang-Hidup berjanji bahwa Mahkamah Agung ini tidak mungkin salah, dan, karena itu, para Katolik sejati tidak akan pernah ragu2.

"I believe," says the Catholic, "because the Church teaches me so. I believe the Church because God has commanded me to believe her. He said: 'Tell the church. And if he will not hear the church, let him be to thee as the heathen and publican."
=====
"Aku percaya," kata yang Katolik, "sebab Gereja mengajariku begitu. Aku percaya pada Gereja sebab Allah memberi perintah padaku untuk percaya pada Gereja.. Dia berkata: 'Sampaikanlah pada gereja. Dan kalau dia tidak mau mendengarkan gereja, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai."  (Mat 18:17)

Didapat dari mailing list Api Katolik