Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Kamis, 13 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 240

KGK ke 240

ARTIKEL 8 : PERJUANGAN DOA

2725. Doa adalah anugerah rahmat dan satu jawaban tegas dari pihak kita. Ia selalu menuntut satu usaha. Pendoa-pendoa dari Perjanjian Lama sebelum Kristus, demikian juga Bunda Allah dan para kudus serta Yesus sendiri mengajarkan kita bahwa berdoa berarti berjuang. Melawan siapa? Melawan kita sendiri dan melawan tipu muslihat penggoda yang melakukan segala-galanya untuk mencegah manusia dari doa, dari persatuan dengan Allah. Kita berdoa sebagaimana kita hidup, karena kita hidup sebagaimana kita berdoa. Siapa yang tidak selalu mau bertindak dalam semangat Kristus, ia juga tidak bisa terbiasa untuk berdoa dalam nama-Nya. "Perjuangan rohani" dari kehidupan baru seorang Kristen tidak bisa dipisahkan dari perjuangan doa.    
1 Bdk. Mat 26:40.

I. * Keberatan terhadap doa

2726. Dalam perjuangan doa kita perlu menanggapi pandangan-pandangan keliru mengenai doa, yang kita temukan di dalam diri kita sendiri dan di sekitar kita. Sejumlah orang melihat di dalam doa itu satu peristiwa psikologis semata-mata, yang lain lagi satu usaha konsentrasi untuk sampai kepada kekosongan batin. Ada pula yang membatasi doa pada sikap dan kata-kata ritual. Banyak orang Kristen melihat secara tidak sadar di dalam doa itu satu kesibukan yang tidak dapat disesuaikan dengan segala kesibukan lain yang harus mereka lakukan: mereka tidak mempunyai waktu. Dan mereka yang mencari Tuhan di dalam doa sangat cepat tawar hati, karena mereka tidak tahu bahwa doa juga datang dari Roh Kudus dan bukan hanya dari mereka sendiri.

2727. Kita juga harus menghadapi sikap-sikap mental "dunia ini". Kalau kita tidak berjaga-jaga, sikap-sikap itu akan merembes masuk ke dalam kita. Demikian umpamanya pendapat bahwa yang benar, hanyalah yang dapat diperiksa oleh akal budi dan ilmu pengetahuan. Berlawanan dengan itu, ada juga pandangan, bahwa doa itu merupakan satu misteri yang melampaui kesadaran dan ketidak sadaran kita. Satu pandangan lain hanya menghargai produksi dan keuntungan, lantas memandang doa sebagai tidak berguna, karena tidak produktif. Lebih jauh, satu pandangan lagi melihat kesenangan dan kenyamanan adalah takaran untuk yang benar, yang baik, dan yang indah. Tetapi berlawanan dengan itu, doa yang "adalah cinta kepada yang indah" [philokalia] hendak mencintai kemuliaan Allah yang hidup dan benar di atas segala-galanya. Akhirnya, doa digambarkan sebagai pelarian dari dunia, karena takut akan kesibukan. Tetapi doa Kristen itu bukan sikap mengundurkan diri dari sejarah; ia juga tidak memutuskan hubungan dengan kehidupan.

2728. Akhirnya kita harus berjuang pula melawan apa yang kita alami sebagai kegagalan dalam doa. Termasuk di antaranya: rasa tawar hati, karena kekeringan; rasa sedih, karena tidak bisa memberi segala-galanya kepada Allah, karena kita mempunyai "banyak harta";1 rasa kecewa, karena doa kita tidak dikabulkan sesuai dengan kehendak kita sendiri; rasa tersinggung dalam kesombongan yang berkeras hati dalam kemalangan seorang pendosa; dan merasa segan, karena harus menerima doa itu secara cuma-cuma. Bagaimanapun juga terdapat pertanyaan: untuk apa berdoa? Untuk mengatasi halangan-halangan ini, kita harus berjuang supaya rendah hati, percaya, dan tabah.

II. * Kewaspadaan yang rendah hati

Kesukaran dalam doa

2729. Sering kali doa dipersulit oleh pikiran melayang. Dalam doa lisan kesulitan ini dapat menyangkut kata-kata dan artinya. Tetapi lebih jauh, ia dapat juga menyangkut Dia yang kita dekati dalam meditasi, dalam doa batin, tetapi juga dalam doa liturgi dan doa yang diucapkan secara pribadi. Kalau kita andaikata hendak mengejar pikiran melayang, kita
1 Bdk. Mrk 10:22.
masuk dalam perangkapnya, sedangkan kita hanya perlu untuk kembali lagi kepada hati kita. Pikiran melayang menyatakan kepada kita, apa yang kita cintai. Dengan rendah hati, menjadi sadar akan hal itu di depan Allah, membangkitkan cinta kita yang mengutama-kan Dia di atas segalanya, kalau kita bertekad menyerahkan hati kita kepada-Nya, supaya Ia membersihkannya. Di sinilah tempat perjuangan yang menentukan, Tuhan mana yang hendak kita layani.1

2730. Perjuangan melawan ke-"aku"-an kita yang haus akan harta milik dan kekuasaan, terdiri atas kewaspadaan dan ketenangan. Kalau Yesus mendesak supaya waspada, maka itu selalu dihubungkan dengan pribadi-Nya dan kedatangan-Nya - pada hari terakhir dan setiap hari: "hari ini". Mempelai pria datang di tengah malam; iman adalah terang, yang tidak boleh padam: "hatiku mengikuti firmanMu: carilah wajah-Ku" (Mzm 27:8).

2731. Satu kesulitan lain, terutama untuk mereka yang hendak berdoa dengan khusyuk, ialah kekeringan. Yang ini termasuk dalam doa batin, kalau hati kita seakan-akan terpisah dari Allah dan tanpa kerinduan akan pikiran, kenangan, dan perasaan rohani. Inilah saat-saat iman murni, yang tabah setia bersama Yesus dalam sakratul maut dan dalam makam. Kalau biji gandum itu "mati, ia akan menghasilkan banyak buah" (Yoh 12:24). Kalau kekeringan itu disebabkan oleh ketiadaan akar, karena sabda jatuh ke atas batu wadas,2 itu berarti bahwa harus ada perjuangan demi pertobatan.

Godaan dalam doa

2732. Godaan yang paling sering dan paling tersembunyi ialah kekurangan iman dari pihak kita. Hal itu tidak menyatakan diri dalam ketidakpercayaan jelas, tetapi de fakto menonjolkan hal-hal lain. Kalau kita mulai berdoa, seribu satu pekerjaan dan kesusahan yang kita anggap sangat mendesak, menampilkan diri sebagai sangat penting. Inilah saatnya, di mana menjadi nyata, kepada apa hati kita memberikan prioritas. Suatu ketika kita menghadap Tuhan sebagai pertolongan kita yang terakhir, tetapi kita tidak selalu benar-benar yakin akan pertolongan-Nya. Pada waktu lain kita menjadikan Tuhan itu sekutu kita, namun hati kita tetap sombong. Dalam semua hal ini kekurangan kita dalam iman menyatakan bahwa kita belum cukup rendah hati: "Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yoh 15:5).

2733. Satu godaan lain, yang diberi peluang oleh kesombongan, ialah kejenuhan. Guru-guru kehidupan rohani menganggapnya semacam depresi. Itu disebabkan oleh berkurangnya askese, menghilangnya kewaspadaan dan berkurangnya ketelitian hati. "Roh memang penurut tetapi daging lemah" (Mat 26:41). Makin besar ketinggian dari mana orang jatuh, makin parah lukanya. Kekecewaan yang menyedihkan adalah sisi lain dari kesombongan. Yang rendah hati tidak merasa heran akan kemalangannya. Hal itu malahan mendorong dia, agar semakin percaya dan bertekun.

III. * Kepercayaan seorang anak

2734. Dalam kesusahan, kepercayaan diuji dan harus bertahan.3 Kesukaran terbesar terletak dalam doa permohonan yang kita ucapkan bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain.
1 Bdk. Mat 6:21.24.
2 Bdk. Luk 8:6.13.
3 Bdk. Rm 5:3-5.
KGK – 504
Beberapa orang malahan berhenti berdoa, karena mereka berpikir bahwa doa mereka tidak dikabulkan. Di sini muncul dua pertanyaan: Mengapa kita berpikir bahwa doa kita tidak dikabulkan? Bagaimana doa kita didengarkan dan "berdaya guna"?
Mengapa mengeluh, bahwa kita tidak didengarkan?

2735. Pertama-tama satu kenyataan dapat mengherankan kita. Kalau kita memuja Allah atau berterima kasih kepada-Nya untuk kebaikan-Nya secara umum, kita hampir-hampir tidak peduli, apakah doa itu berkenan kepada-Nya. Akan tetapi kita menuntut, agar melihat hasil doa permohonan kita. Citra Allah yang manakah menyebabkan kita berdoa? Apakah Allah itu bagi kita hanyalah satu sarana yang dapat dipakai, ataukah Ia adalah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus?

2736. Dapatkah kita berkata dengan keyakinan: "Kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa" (Rm 8:26)? Apakah kita mohon kepada Allah "untuk hal-hal yang wajar"? Bapa kita tahu baik sekali apa yang kita butuhkan, jauh sebelum kita meminta itu dari-Nya.1 Tetapi Ia menantikan permohonan kita, karena martabat anak-anak-Nya terletak dalam kebebasan mereka. Jadi, perlu sekali bahwa kita berdoa dengan kebebasan Roh Allah, supaya benar-benar dapat mengetahui apa yang dikehendaki-Nya.2

2737. "Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak 4:2-3).3 Kalau kita berdoa dengan hati terbagi seperti "orang-orang yang tidak setia" (Yak 4:4), Allah tidak bisa mendengarkan kita, karena Ia menghendaki kesejahteraan kita dan kehidupan kita. "Janganlah kamu menyangka bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: Roh yang di tempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu" (Yak 4:5). Allah kita itu "cemburu" kepada kita. Itu membuktikan bahwa Ia sungguh mencintai kita. Semoga kita membiarkan diri diikutsertakan dalam kerinduan Roh-Nya, maka kita akan didengarkan.
"Jangan bersedih hati, kalau kamu tidak segera menerima dari Allah, apa yang kamu minta. Karena Ia telah memberi lebih banyak kebaikan lagi dengan bantuan ketabahanmu, yang dengannya kamu tinggal di dalam-Nya waktu berdoa" (Evagrius, or. 34). "Ia menghendaki, agar kerinduan kita bertahan dalam doa. Dengan demikian Ia mempersiapkan kita untuk menerima apa yang ingin Ia berikan kepada kita" (Agustinus, ep. 130, 8, 17).

Bagaimana doa kita menjadi berdaya guna?

2738. Pewahyuan doa dalam tata keselamatan mengajarkan kita bahwa iman bersandar pada karya Allah dalam sejarah. Kepercayaari mendalam terutama dibangkitkan oleh karya-Nya dalam kesengsaraan dan kebangkitan Putera-Nya. Doa Kristen bekerja sama dalam penyelenggaraan-Nya, dalam rencana-Nya yang penuh kasih untuk manusia.

2739. Pada santo Paulus kepercayaan ini memang sangat berani,4 karena ia mendasarkannya atas doa Roh di dalam kita dan atas cinta Bapa yang setia, yang telah menganugerahkan
1 Bdk. Mat 6:8.
2 Bdk. Rm 8: 27.
3 Bdk. Seluruh konteks Yak 4:1-10; 1:5-8; 5:16.
4 Bdk. Rm 10:12-13.
kepada kita Putera tunggal-Nya.1 Perubahan hati yang berdoa adalah jawaban pertama atas permohonan kita.

2740. Doa Yesus membuat doa Kristen menjadi permohonan yang berdaya guna. Doa-Nya adalah contoh; Ia berdoa di dalam kita dan dengan kita. Bagaimana hati anak-anak angkat Allah dapat lebih melekat pada anugerah daripada kepada pemberi, kalau hati Putera-Nya hanya mencari apa yang berkenan kepada Bapa?

2741. Tambah lagi Yesus berdoa menggantikan kita dan untuk kita. Semua permohonan kita secara definitif sudah dimasukkan dalam seruan-Nya di kayu salib, dan dikabulkan oleh Bapa dalam kebangkitan-Nya. Karena itu Yesus tidak berhenti mendoakan kita di depan Bapa.2 Kalau doa kita, yang diucapkan dengan kepercayaan dan keberanian seorang anak, digabungkan dengan doa Yesus, kita menerima segala-galanya, yang kita minta dalam nama-Nya, dan lebih banyak lagi daripada hanya ini atau itu, yaitu Roh Kudus sendiri, yang menampung segala anugerah dalam diri-Nya.

Rabu, 12 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 239

KGK ke 239

BAB TIGA
KEHIDUPAN DOA

2697. Doa adalah kehidupan hati yang baru. Ia harus tetap menjiwai kita. Tetapi kita cenderung melupakan Dia, yang adalah kehidupan dan keseluruhan kita. Karena itu bapa-bapa rohani - dalam kaitan dengan buku Ulangan dan para nabi - menuntut doa sebagai "satu peringatan akan Allah", satu pembangkitan kembali "ingatan hati". "Kita harus lebih sering mengenangkan Allah, daripada bernapas" (Gregorius dari Nasianse, or. theol. 1, 4). Tetapi kita tidak dapat berdoa "setiap saat", kalau kita tidak berdoa dengan sadar pada waktu tertentu. Saat-saat ini merupakan puncak doa Kristen, karena kedalamannya dan lamanya.  
1 Bdk. Mat 6:6.
2 Bdk. PC 7.

2698. Tradisi Gereja menawarkan kepada umat beriman doa yang berulang secara berkala untuk menumbuhkan doa yang tetap. Beberapa darinya adalah doa-doa harian, seperti doa pagi dan doa malam, doa sebelum dan sesudah makan, dan ibadat harian. Hari Minggu yang berpusat pada Ekaristi secara khusus dikuduskan oleh doa. Tahun Gereja dengan pesta-pestanya yang besar adalah patokan waktu dalam kehidupan doa orang-orang Kristen.

2699. Tuhan membimbing semua manusia pada jalan dan dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Setiap warga beriman menjawabnya dengan keputusan hatinya dan dengan bentuk ungkapan doa pribadinya. Tetapi tradisi Kristen mempertahankan tiga bentuk pokok ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya mempunyai ciri khas yang sama ialah ketenangan hati. Kewaspadaan yang memelihara Sabda Allah dan membuat kita hidup di hadirat Allah, menjadikan ketiga bentuk ungkapan itu puncak-puncak kehidupan doa.

ARTIKEL 7 : BENTUK-BENTUK DOA

I. * Doa lisan

2700. Allah berbicara kepada manusia melalui Sabda-Nya. Doa kita berbentuk kata-kata, baik yang dipikirkan maupun yang diucapkan. Tetapi yang terpenting ialah bahwa hati selalu hadir di depan Dia, kepada Siapa kita berbicara dalam doa. "Apakah doa kita dikabulkan, tidak bergantung pada banyaknya kata-kata, tetapi pada kesungguhan jiwa kita" (Yohanes Krisostomus, ecl. 2).

2701. Doa lisan merupakan unsur hakiki dalam kehidupan Kristen. Kristus mengajar murid-murid-Nya yang merasa tertarik pada doa batin dari Gurunya, satu doa lisan: Bapa Kami. Yesus tidak hanya mendoakan doa-doa liturgi dalam sinagoga, tetapi - seperti yang ditunjukkan Injil kepada kita - Ia sendiri mengangkat suara, mengucapkan doa pribadi-Nya. Doa-doa-Nya terbentang dari memuji Bapa dengan penuh gembira1 sampai kepada permohonan dalam sakratul maut di taman Getsemani.2

2702. Kebutuhan untuk mengikutsertakan pancaindera lahiriah dalam doa batin sejalan dengan tuntutan kodrat manusiawi kita. Kita adalah tubuh dan roh, dan merasakan kebutuhan untuk menyatakan perasaan kita. Kita harus berdoa dengan seluruh diri kita, supaya sebanyak mungkin memberikan kekuatan kepada permohonan kita.

2703. Kebutuhan ini sesuai dengan tuntutan ilahi. Allah mencari penyembah dalam roh dan dalam kebenaran, yakni doa hidup yang keluar dari kedalaman jiwa. Tetapi Allah juga menghendaki ungkapan lahiriah yang menyatukan badan dengan doa batin, karena doa ini memberi kepada Allah, penghormatan sempurna yang merupakan hak-Nya.

2704. Karena doa lisan diarahkan ke luar, dan karenanya sangat manusiawi, maka pada tempat pertama, doa ini adalah doa rakyat. Tetapi juga doa batin tidak boleh mengabaikan doa
1 Bdk. Mat 11:25-26.
2 Bdk. Mrk 14:36.

lisan. Doa ini menjadi batin, sejauh kita menjadi sadar, "dengan Siapa kita berbicara" (Teresia dari Yesus, cam. 26). Dengan demikian doa lisan menjadi cara pertama dari doa batin.

II. Doa renung

2705. Doa renung, meditasi, pada dasamya adalah satu pencarian. Roh mencari agar mengerti alasan dan cara kehidupan Kristen, agar dapat menyetujui dan menjawab apa yang dikehendaki Tuhan. Untuk itu, ia membutuhkan perhatian yang sangat sulit dipertahan-kan. Biasanya kita mencari bantuan pada sebuah buku. Tradisi Kristen memberi satu pilihan yang sangat luas: Kitab Suci, terutama Injil, ikon, teks-teks liturgis untuk hari bersangkutan, tulisan-tulisan dari bapa-bapa rohani, kepustakaan rohani, buku besar yakni ciptaan dan sejarah, terutama halaman yang dibuka pada "hari ini".

2706. Merenungkan apa yang sudah kita baca, berarti kita bertemu dengannya dan menjadi-kannya milik kita. Dengan cara demikian buku kehidupan kita dibuka: inilah peralihan dari pikiran kepada kenyataan. Sesuai dengan kerendahan hati dan iman, kita menemukan dan menilai di dalam meditasi gerakan-gerakan hati. Kita harus melakukan kebenaran, supaya datang kepada terang. "Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki? Apakah yang harus aku lakukan?"

2707. Metode-metode meditasi sangat beragam seperti halnya guru-guru rohani. Seorang Kristen harus bermeditasi secara teratur. Kalau tidak, ia akan menyerupai jalan atau tanah yang berbatu-batu atau yang penuh dengan duri-duri, sebagaimana dikatakan dalam perumpamaan penabur. Tetapi satu metode hanyalah merupakan satu penuntun; yang terpenting ialah maju bersama Roh Kudus menuju Yesus Kristus, jalan doa satu-satunya.

2708. Meditasi memakai pikiran, daya khayal, gerak perasaan dan kerinduan. Usaha ini penting untuk memperdalam kebenaran iman, untuk menggerakkan pertobatan hati dan memperkuat kehendak guna mengikuti Kristus. Doa Kristen terutama berusaha untuk bermeditasi tentang "misteri Kristus", sebagaimana terjadi waktu pembacaan Kitab Suci, "lectio divina", dan pada doa rosario. Bentuk renungan doa ini mempunyai nilai yang besar; tetapi doa Kristen harus mengejar lebih lagi: perkenalan Yesus Kristus penuh cinta dan persatuan dengan Dia.

III. * Doa batin

2709. Apakah doa batin? Santa Teresia dari Yesus menjawab: "Menurut saya, doa batin itu tidak lain dari satu pergaulan yang sangat ramah, di mana kita sering kali berbicara seorang diri dengan Dia, tentang Siapa, kita tahu bahwa Ia mencintai kita" (vida 8, 5).
Doa batin mencari Dia, "yang jiwaku cintai" (Kid 1:7):1 Yesus, dan di dalam Dia, Bapa. Kita mencari Dia, karena kerinduan kepada-Nya adalah awal cinta kasih kepada-Nya. Kita mencari Dia dalam iman yang murni, dalam iman yang membuat kita dilahirkan dari Dia dan hidup di dalam Dia. Kita juga masih dapat bermeditasi dalam doa batin, tetapi pandangan sudah diarahkan kepada Tuhan.
1 Bdk. Kid 3:1-4.

2710. Waktu dan lamanya doa batin bergantung pada kehendak yang tegas, dalamnya terungkap rahasia-rahasia hati. Bukan kita berdoa kalau kita mempunyai waktu, melainkan kita meluangkan waktu, supaya hadir di hadirat Tuhan. Kita melakukannya dengan tekad bulat pantang menyerah, juga apabila kita menghadapi cobaan-cobaan dan kekeringan. Kita tidak selalu dapat bermeditasi. Namun selalu ada kemungkinan untuk masuk ke dalam doa batin, terlepas dari keadaan kesehatan, situasi kerja, dan keadaan perasaan. Hati adalah tempat pencarian dan pertemuan dalam kemiskinan dan iman.

2711. Langkah masuk ke dalam doa batin dapat dibandingkan dengan pembukaan perayaan Ekaristi: di bawah dorongan Roh Kudus, kita "mengarahkan" hati dan seluruh diri kita, hidup dengan sadar dalam kediaman Tuhan, yang adalah kita sendiri, dan menghidupkan iman untuk masuk ke hadirat Dia yang menantikan kita. Kita membuka topeng kita dan mengarahkan kembali hati kepada Tuhan yang mencintai kita, untuk menyerahkan diri kepada-Nya sebagai persembahan yang harus dimurnikan dan ditransformasi.

2712. Doa batin adalah doa seorang anak Allah, doa seorang pendosa yang sudah diampuni dan yang menghendaki agar menerima cinta kasih, dengannya ia dicintai dan membalasnya dengan cinta kasih yang lebih besar lagi.1 Tetapi ia mengetahui bahwa cinta kasih balasannya itu berasal dari Roh Kudus, yang mencurahkannya ke dalam hatinya. Karena segala-galanya adalah rahmat Allah. Doa batin adalah penyerahan yang rendah hati dan miskin kepada Bapa penuh cinta, dalam persatuan yang semakin dalam dengan Putera kekasih-Nya.

2713. Dengan demikian doa batin adalah ungkapan misteri doa yang paling sederhana. Ini adalah satu anugerah dan rahmat, yang hanya dapat diterima dalam kerendahan hati dan kemiskinan. Doa batin adalah hubungan perjanjian, yang Allah letakkan dalam dasar hakikat kita.2 Suatu persekutuan, di mana Tritunggal Mahakudus membentuk manusia, citra Allah, menjadi "serupa" dengan diri-Nya.

2714. Doa batin adalah puncak doa. Di dalamnya Allah melengkapi kita dengan kekuatan melalui Roh-Nya, supaya "manusia batin" diperkuat di dalam kita, dan Kristus tinggal di dalam hati kita oleh iman, dan kita "berakar serta berdasar di dalam kasih" (Ef 3:16-17).

2715. Kontemplasi ialah memandang Yesus dengan penuh iman. "Aku memandang Dia dan Dia memandang aku", demikian kata-kata seorang petani dari Ars, yang berdoa di depan tabernakel kepada pastornya yang saleh. Pandangan penuh perhatian kepada Yesus ini adalah penyangkalan "aku", karena pandangan Yesus membersihkan hati. Cahaya wajah-Nya menyinari mata hati kita dan membiarkan kita melihat segala-galanya dalam sinar kebenaran dan belas kasihan-Nya terhadap semua orang. Kontemplasi memandang misteri kehidupan Kristus dan dengan demikian memperoleh "pengertian batin mengenai Tuhan", untuk mencintai-Nya lebih sungguh dan mengikuti-Nya dengan lebih baik lagi.3

2716. Doa batin ialah mendengarkan Sabda Allah. Mendengarkan ini bukanlah pasif, melain-kan suatu ketaatan iman, dalamnya hamba menerima tugas tanpa syarat dan anak setuju dengan penuh cinta. Ia mengambil bagian dalam "Ya" Putera yang telah menjadi hamba, dan dalam "Fiat" hamba Tuhan yang rendah hati.

2717. Doa batin ialah berdiam diri. Ialah "lambang dunia yang akan datang" (Ishak dari Ninive, tract. myst.66) dan "cinta kasih yang tidak banyak kata" (Yohanes dari Salib). Dalam doa   batin tidak dibutuhkan kata-kata yang panjang lebar; kata-kata adalah seumpama ranting-ranting kering yang dimakan api cinta kasih. Dalam suasana diam yang tidak dapat ditahan manusia "lahiriah", Bapa menyampaikan kepada kita Sabda-Nya yang menjadi manusia, yang menderita untuk kita, yang mati dan bangkit lagi; Roh keputeraan memungkinkan kita mengambil bagian dalam doa Yesus.   
1 Bdk. Luk 7:36-50; 19:1-10.
2 Bdk. Yer 31:33.
3 Bdk. Ignasius, ex. spir. 104.

2718. Doa batin adalah persatuan dengan doa Yesus, sejauh doa itu membuat kita mengambil bagian dalam misteri Kristus. Misteri Kristus dirayakan oleh Gereja di dalam Ekaristi, dan Roh Kudus membuatnya menjadi hidup lagi dalam doa batin, sehingga ia dapat menyata dalam amal cinta.

2719. Doa batin ialah persekutuan cinta kasih. Ia memiliki kehidupan dalam dirinya untuk banyak orang, kalau ia menyetujui, untuk bertekun dalam malam iman. Malam kebangkitan dipersiapkan oleh malam sakratul maut dan malam makam. Ketiga malam itu menentukan "saat" Yesus. Roh Yesus, dan bukan "daging yang lemah", mendorong untuk melewati saat itu dalam doa batin. Kita harus berjaga selama "satu jam" bersama Dia.1

TEKS-TEKS SINGKAT

2720. Gereja mengundang umat beriman untuk berdoa secara teratur: dalam doa-doa harian, ibadat harian, Ekaristi mingguan, dan pada pesta-pesta dalam tahun Gereja.

2721. Tradisi Kristen mengenal tiga cara utama ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya menuntut ketenangan hati.

2722. Doa lisan, yang berdasarkan kesatuan badan dan jiwa dalam kodrat manusia, menghubungkan badan dengan doa hati menurut contoh Yesus, yang berdoa kepada Bapa-Nya, dan yang mengajar murid-murid-Nya doa Bapa Kami.

2723. Doa renung, meditasi adalah mencari dalam doa. Doa ini mencakup juga pikiran, daya khayal, gerak hati, dan kerinduan. Ia hendak menghubungkan pandangan penuh iman dari orang bermeditasi dengan kenyataan kehidupan kita.

2724. Doa batin adalah ungkapan sederhana tentang misteri doa. Ia memandang Yesus dengan penuh iman, mendengarkan sabda Allah, dan mencintai tanpa banyak kata. Ia mempersatukan kita dengan doa Kristus, sejauh ia mengikutsertakan kita dalam misteri-Nya.

Selasa, 11 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 238

KGK ke 238

ARTIKEL 6 : PEMBIMBING DOA
"Himpunan para saksi"

2683. Saksi-saksi yang sudah mendahului kita masuk Kerajaan Allah,1 terutama para "kudus" yang sudah diakui Gereja, turut serta dalam tradisi doa yang hidup dengan perantaraan contoh hidupnya, dengan menyumbangkan tulisan-tulisannya dan dengan doanya sekarang ini. Mereka memandang Allah, memuja Dia dan tanpa henti-hentinya memperhatikan mereka yang ditinggalkannya di dunia ini. Pada waktu masuk "ke dalam kegembiraan Tuhannya" kepada mereka "diberikan... tanggung jawab dalam perkara yang besar".2 Doa syafaatnya adalah pelayanan yang tertinggi bagi rencana Allah. Kita dapat dan harus memohon mereka, supaya membela kita dan seluruh dunia.

2684. Dalam persekutuan para kudus telah pula berkembang pelbagai spiritualitas [sikap hidup rohani] dalam peredaran sejarah Gereja-gereja. Karisma pribadi dari seorang saksi cinta kasih Allah kepada manusia dapat dialihkan, seperti "roh" Elia kepada Elisa3 dan kepada Yohanes Pembaptis,4 supaya murid-murid dapat mengambil bagian dalam roh ini.5 Satu spiritualitas bertumbuh dari berbagai aliran liturgi dan teologi. Ia memberi kesaksian mengenai berakarnya iman di dalam suatu konteks manusia dan sejarah tertentu. Berbagai spiritualitas Kristen mengambil bagian dalam tradisi doa yang hidup. Mereka adalah pembimbing-pembimbing yang mutlak perlu untuk kaum beriman. Keragaman kekayaan sikap hidup rohani memancarkan terang Roh Kudus yang jemih dan satu-satunya.
"Roh adalah benar-benar tempat para kudus, dan seorang kudus adalah tempat yang cocok untuk Roh, karena ia membiarkan Allah tinggal dalam dirinya dan ia disebut kanisah Roh Kudus" (Basilius, Spir. 26, 62).
1 Bdk. Ibr 12:2.
2 Bdk. Mat 25:21.
3 Bdk. 2 Raj 2:9.
4 Bdk. Luk 1:17.
5 Bdk. PC 2.

Pelayan doa

2685. Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan doa yang pertama. Atas dasar Sakramen Perkawinan, keluarga adalah "Gereja rumah tangga", di mana anak-anak Allah berdoa "sebagai Gereja" dan belajar bertekun dalam doa. Teristimewa untuk anak-anak kecil, doa sehari-hari dalam keluarga adalah kesaksian pertama untuk ingatan Gereja yang hidup, yang dibangkitkan dengan penuh kesabaran oleh Roh Kudus.

2686. Juga pejabat-pejabat yang tertahbis bertanggung jawab atas pembinaan bagi saudara-saudarinya di dalam Kristus. Sebagai pelayan Gembala yang baik, mereka ditahbiskan untuk membawa Umat Allah kepada sumber-sumber doa yang hidup: kepada Sabda Allah, liturgi, kehidupan ilahi, dan kepada pengertian akan kehadiran Allah dalam kenyataan-kenyataan kehidupan.1

2687. Banyak orang biara menahbiskan seluruh hidupnya kepada doa. Sejak zaman bapa-bapa rahib di padang gurun Mesir; orang-orang pertapa, biarawan dan biarawati mempersem-bahkan kehidupannya untuk pujaan kepada Allah dan syafaat bagi umat-Nya. Tanpa doa, kehidupan yang dibaktikan kepada Allah itu tidak akan bertahan dan tidak akan tersebar; doa adalah salah satu sumber yang hidup bagi renungan dan kehidupan rohani di dalam Gereja.

2688. Katekese untuk anak-anak, orang muda, dan dewasa bertujuan agar Sabda Allah direnungkan dalam doa pribadi, dihadirkan dalam doa liturgi dan diterima di dalam hati, supaya dapat menghasilkan buah dalam suatu kehidupan yang baru. Katekese juga dapat dipergunakan untuk menilai dan memajukan kesalehan rakyat.2 Menghafalkan doa-doa utama memberikan satu sokongan yang mutlak perlu kepada kehidupan doa; tetapi yang penting ialah belajar mengalami arti doa-doa ini.3

2689. Kelompok doa, ya "sekolah doa" dewasa ini adalah suatu tanda dan salah satu kekuatan demi pembaharuan doa di dalam Gereja, sejauh menimba dari sumber-sumber doa Kristen yang benar. Mengusahakan persekutuan adalah satu tanda untuk doa yang sungguh gerejani.

2690. Roh Kudus memberikan kepada warga beriman tertentu anugerah-anugerah kebijak-sanaan, iman, dan pembedaan roh-roh demi bimbingan rohani, artinya satu kegiatan demi doa sebagai milik bersama. Pria dan wanita yang memiliki anugerah-anugerah yang demikian itu, memberikan sumbangan berharga bagi tradisi doa yang hidup.
Karena itu, jiwa yang merindukan kesempurnaan harus menurut nasihat santo Yohanes dari Salib "memperhatikan dengan baik kepada siapa ia mempercayakan diri; karena sebagaimana guru, demikianlah murid, dan sebagaimana bapa, demikianlah anak". Pembimbing rohani "harus arif dan bijaksana, tetapi harus juga memiliki pengalaman dalam kehidupan rohani... Jika pembimbing rohani tidak mempunyai pengalaman akan kehidupan rohani, ia tidak dapat menangani bimbingan rohani bagi satu jiwa yang menerima dari Allah rahmat-rahmat khusus, dan ia tidak mempunyai pengertian untuk itu" (Ilama, Bait 3).
1 Bdk. PO 4-6.
2 Bdk. CT 54.
3 Bdk. CT 55.

Tempat cocok untuk doa

2691. Gereja, rumah Allah, adalah tempat doa liturgi yang sebenarnya untuk umat paroki. Ia juga merupakan tempat utama untuk menyembah Kristus yang hadir secara real di dalam Sakramen mahakudus. Memilih suatu tempat yang cocok, dapat mempengaruhi ketulus-an doa.
- Untuk doa pribadi, tempatnya bisa saja satu "sudut doa" dengan Kitab Suci dan ikon, supaya di sana, dalam "tempat yang tersembunyi",1 berada di hadirat Bapa kita. Di dalam satu keluarga Kristen, tempat doa yang demikian itu memudahkan doa bersama.
- Persekutuan biara terpanggil untuk memajukan keikutsertaan orang beriman pada ibadat harian dan untuk menyediakan kesunyian yang perlu untuk doa pribadi yang lebih mendalam.2
- Ziarah-ziarah mengingatkan bahwa kita di dunia ini sedang berada dalam perjalanan menuju surga. Sejak dahulu kala ziarah itu sangat tepat untuk pembaharuan doa. Tempat-tempat kudus bagi para penziarah adalah tempat yang sangat cocok untuk mencari sumber-sumber hidup, untuk menghidupkan bentuk-bentuk doa Kristen "sebagai Gereja".

TEKS-TEKS SINGKAT

2692. Gereja penziarah bersatu dalam doanya dengan doa para kudus, yang doa syafaatnya Gereja minta.

2693. Berbagai spiritualitas Kristen adalah bagian dari tradisi Gereja yang hidup dan merupakan pembimbing kehidupan rohani.

2694. Keluarga Kristen adalah tempat pendidikan doa yang pertama.

2695. Pejabat-pejabat yang ditahbiskan, hidup bakti kepada Allah, katekese, kelompok doa, dan "bimbingan rohani "di dalam Gereja memberi bantuan untuk mereka yang berdoa.

2696. Tempat-tempat doa yang sangat baik adalah tempat-tempat doa untuk perorangan atau keluarga, biara, dan tempat ziarah, tetapi untuk umat paroki, gereja adalah tempat utama doa liturgi yang sebenarnya dan tempat yang cocok untuk penyembahan Ekaristi.

Senin, 10 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 237

KGK ke 237

BAB DUA
TRADISI DOA

2650. Doa tidak terbatas pada pengungkapan spontan suatu dorongan batin; doa harus dikehendaki. Juga tidak cukup untuk mengetahui, apa yang Kitab Suci wahyukan tentang doa; doa harus dilatih. Roh Kudus mengajar anak-anak Allah berdoa dalam "Gereja yang beriman dan berdoa" (DV 8) melalui tradisi hidup, tradisi kudus.

2651. Tradisi doa Kristen adalah satu dari bentuk-bentuk, dalamnya pentradisian iman berlangsung. Ini terjadi terutama dengan studi dan renungan kaum beriman, yang menyimpan kejadian-kejadian dan kata-kata keselamatan dalam hatinya dan semakin mendalami kenyataan-kenyataan rohani yang mereka alami.1

ARTIKEL 4 : PADA SUMBER-SUMBER DOA

2652. Roh Kudus adalah "air yang hidup", yang dalam hati pendoa menjadi "sumber yang membual", "yang airnya memberi kehidupan kekal" (Yoh 4:14). Ia mengajar kepada kita, supaya menerima Kristus pada sumber ini. Dalam kehidupan Kristen terdapat sumber-sumber air, di mana Kristus menantikan kita, untuk memuaskan dahaga kita dengan Roh Kudus.
Sabda Allah

2653. Gereja menasihati semua umat beriman Kristen dengan sungguh-sungguh, "agar dengan sering membaca Kitab Suci, mereka sampai kepada suatu pengetahuan yang unggul mengenai Kristus". Mereka harus selalu ingat, "bahwa doa harus menyertai pembacaan Kitab Suci, supaya terwujudlah wawancara antara Allah dan manusia. Sebab kita berbicara dengan-Nya bila berdoa; kita mendengarkan-Nya bila membaca amanat-amanat ilahi (Ambrosius, off. 1, 88)" (DV 25).

2654. Bapa-bapa kehidupan rohani menyimpulkan dalam tafsirannya mengenai Matius 7:7 sikap-sikap hati, yang dalam doa dipelihara oleh Sabda Allah: "Kalau membaca, carilah dan kamu akan menemukan dalam renungan; kalau berdoa, ketuklah dan bagimu akan dibukakan melalui meditasi".2
Liturgi Gereja

2655. Perutusan Kristus dan Roh Kudus, yang mewartakan, menghadirkan dan menyampaikan misteri keselamatan di dalam liturgi sakramental Gereja, dilanjutkan dalam hati yang
1 Bdk. DV 8.
2 Bdk. Guigo Karthai, scala.
berdoa. Kadang-kadang bapa-bapa rohani membanding-bandingkan hati dengan sebuah altar. Doa menampung liturgi selama dan sesudah perayaan dalam dirinya dan menjadikannya miliknya sendiri. Juga apabila doa itu dilakukan "di tempat tersembunyi" (Mat 6:6), ia tetap doa Gereja dan persekutuan bersama Tritunggal Mahakudus.1

Kebajikan ilahi

2656. Kita masuk ke dalam doa seperti ke dalam liturgi: melalui pintu iman yang sempit. Dalam tanda-tanda kehadiran Tuhan kita mencari dan merindukan wajah-Nya. Di dalam tanda-tanda itu kita hendak mendengarkan Sabda-Nya dan menyimpannya.

2657. Roh Kudus mengajar kita, supaya merayakan liturgi dalam penantian akan kedatangan Kristus kembali; dengan demikian ia mendidik kita berdoa dalam harapan. Doa Gereja dan doa pribadi memperkuat harapan di dalam kita. Terutama mazmur-mazmur dengan bahasanya yang konkret dan kaya-raya mengajar kepada kita, supaya menaruh harapan kita kepada Allah: "Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong" (Mzm 40:2). "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan" (Rm 15:13).

2658. "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Rm 5:5). Doa, yang dibentuk oleh kehidupan liturgi, menimba segala-galanya dari cinta kasih, dengannya kita dicintai dalam Kristus. Ia membuat kita menjawab dengan mencinta, sebagaimana Ia mencintai kita. Cinta kasih adalah sumber utama bagi doa; siapa menimba darinya, mencapai puncak doa tertinggi:
"Aku mencintai Engkau, ya Allahku, dan kerinduanku satu-satunya ialah mencintai Engkau sampai hembusan napas terakhir hidupku. Aku mencintai Engkau, ya Allahku, yang patut dicintai tanpa batas, dan aku lebih suka mati dalam cinta kepada-Mu, daripada hidup tanpa cinta kepada-Mu. Aku mencintai Engkau, ya Tuhan, dan rahmat satu-satunya, yang aku mohon dari-Mu ialah rahmat supaya mencintai Engkau sampai kekal... Allahku, kalau lidahku tidak dapat mengatakan setiap saat bahwa aku mencintai Engkau, maka aku mau bahwa hatiku mengulanginya untuk-Mu sekian banyak kali, sebanyak aku bernapas" (Jean Marie Vianney, Doa).

"Hari ini"

2659. Kalau kita mendengar Sabda Tuhan dan mengambil bagian dalam misteri Paska, kita belajar berdoa pada waktu-waktu tertentu. Tetapi Roh-Nya dikaruniakan kepada kita setiap saat, dalam peristiwa-peristiwa setiap hari, sebagai sumber doa. Ajaran Yesus mengenai doa kepada Bapa kita dan mengenai penyelenggaraan2 mengikuti garis pemikiran yang sama: Waktu terletak dalam tangan Bapa; kita menjumpai Dia hari ini, bukan kemarin atau esok, melainkan: "Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu" (Mzm 95:7- 8).

2660. Satu dari rahasia-rahasia Kerajaan Allah yang dinyatakan kepada "orang-orang kecil", pelayan-pelayan Kristus, orang-orang miskin menurut sabda bahagia, ialah berdoa dalam
1 Bdk. IGLH 9.
2 Bdk. Mat 6:11.34.
peristiwa-peristiwa setiap hari dan setiap saat. Adalah baik dan layak berdoa agar Kerajaan kebenaran dan perdamaian mempengaruhi perjalanan sejarah; juga penting, meresapi situasi-situasi biasa dan sehari-hari dengan bantuan doa. Semua bentuk doa dapat menjadi ragi, yang dengannya Tuhan membanding-bandingkan Kerajaan Allah.1

TEKS-TEKS SINGKAT

2661. Melalui satu proses hidup, tradisi, Roh Kudus mengajar anak-anak Allah berdoa di dalam Gereja.

2662. Sabda Allah, liturgi Gereja, kebajikan-kebajikan iman, harapan, dan cinta kasih adalah sumber-sumber doa.

ARTIKEL 5 : JALAN DOA

2663. Dalam tradisi doa yang hidup, tiap Gereja mempersembahkan kepada umat berimannya, sesuai dengan wawasan sejarah, masyarakat, dan kultur, satu bahasa doa: kata-kata, madah, sikap doa, dan lukisan. Magisterium Gereja2 bertugas mencermati kesetiaan cara-cara doa ini pada iman apostolik asli; para pastor dan katekis harus menjelaskan artinya, yang selalu berhubungan dengan Yesus Kristus.

Doa kepada Bapa

2664. Tidak ada jalan bagi doa Kristen selain Kristus. Doa kita hanya mendapat kesempatan masuk menuju Bapa, apabila kita berdoa "dalam nama Yesus", bersama-sama atau sendiri, secara lisan atau dalam batin. Kemanusiaan Yesus yang kudus adalah jalan dan melalui jalan itu Roh Kudus mengajar kita berdoa kepada Allah, Bapa kita.

Doa kepada Yesus

2665. Doa Gereja yang hidup dari Sabda Allah dan perayaan liturgi, mengajarkan kita berdoa kepada Yesus, Tuhan kita. Meskipun doa itu terutama tertuju kepada Bapa, namun tercakup pula di dalam tradisi liturgi bentuk-bentuk doa yang menyapa Kristus. Banyak mazmur yang dipergunakan dalam doa Gereja dan Perjanjian Baru meletakkan seruan-seruan doa kepada Kristus ini di atas bibir kita dan menanamkannya dalam hati kita:
Putera Allah Putera Perawan
Sabda Allah Gembala yang baik
Tuhan kami Kehidupan Kami
Penyelamat kami Terang kami
Anak domba Allah Harapan kami
Raja kami Kebangkitan kami
Engkau, Putera tercinta Sahabat manusia ...
1 Bdk. Luk 13:20-21.
2 Bdk. DV 10.

2666. Tetapi nama yang mencakup segala-galanya adalah nama yang Putera Allah terima pada penjelmaan-Nya menjadi manusia, yaitu Yesus. Nama Allah tidak dapat diucapkan oleh lidah manusia,1 tetapi Sabda Allah menyatakannya kepada kita dalam penjelmaan menjadi manusia; sekarang kita dapat berseru kepada-Nya: "Yesus". "YHWH membe-baskan".2 Nama Yesus mencakup segala-galanya: Allah dan manusia dan seluruh tata ciptaan dan penebusan. Mengucapkan "Yesus" berarti berseru kepada-Nya, memanggil Dia masuk ke dalam kita. Hanya nama Yesus mengandung kehadiran Allah yang dinyatakannya. Yesus telah bangkit, dan siapa pun yang menyerukan nama-Nya, menerima Putera Allah yang mencintainya dan yang menyerahkan Diri untuk dia.3

2667. Seruan sangat sederhana yang keluar dari iman, dikembangkan dalam tradisi doa di Timur dan Barat dalam berbagai bentuk. Rumusan yang paling sering, yang dilanjutkan oleh bapa-bapa rohani di atas gunung Sinai, di Siria, dan di atas gunung Athos adalah seruan: "Yesus Kristus, Putera Allah, Tuhan, kasihanilah kami orang berdosa!" Ia menggabungkan himne kristosentris dari surat kepada umat di Filipi4 dengan permohonan pemungut cukai dan orang-orang buta.5 Olehnya hati diarahkan kepada kesusahan manusia dan kepada kerahiman Penyelamatnya.

2668. Menyerukan nama Yesus adalah jalan yang paling gampang untuk berdoa secara tetap. Kalau sering diulangi dengan rendah hati dan penuh perhatian, doa ini tidak tenggelam dalam "banyak kata-kata" (Mat 6:7), tetapi menyimpan Sabda itu dan dalam ketekunan menghasilkan buah.6 Doa ini mungkin "setiap waktu", karena berdoa bukanlah satu kegiatan di samping yang lain, melainkan suatu kegiatan yang unik untuk mencintai Allah yang menjiwai dan menyinari segala perbuatan dalam Kristus Yesus.

2669. Doa Gereja menghormati dan memuja Hati Yesus, sama seperti ia menyerukan nama-Nya yang kudus. Gereja menyembah Sabda yang sudah menjadi manusia dan hati-Nya, yang karena cinta kasih-Nya kepada manusia, membiarkan diri ditembus oleh dosa-dosa kita. Doa Kristen mengikuti Penebus dengan rela dalam jalan salib. Perhentian-perhentian, mulai dari balai pengadilan sampai ke Golgota dan sampai ke makam, melukiskan jalan Yesus yang telah menebus dunia dengan salib-Nya yang kudus.

"Datanglah, Roh Kudus"

2670. "Tidak ada seorang pun dapat mengakui Yesus adalah Tuhan selain oleh Roh Kudus" (1 Kor 12:3). Setiap kali kita mulai berdoa kepada Yesus, Roh Kudus menarik kita ke jalan doa, dengan perantaraan rahmat-Nya yang mendahului kita. Ia mengajar kita berdoa dengan mengingatkan kita akan Yesus; bagaimana mungkin kita tidak berdoa juga kepada-Nya sendiri? Karena itu Gereja mengundang kita berdoa setiap hari memohon Roh Kudus, terutama pada awal dan pada akhir setiap perbuatan yang penting:
"Kalau Roh tidak boleh disembah, bagaimana Ia dapat mengilahikan saya melalui Pembaptisan? Dan kalau Ia harus disembah, bukankah Ia harus merupakan tujuan penghormatan khusus?" (Gregorius dari Nasiansa, or. theol. 5, 28).
1 Bdk. Kel 3:14; 33:19-23.
2 Bdk. Mat 1:21.
3 Bdk. Rm 10:13; Kis 2:21; 3:15-16; Gal 2:20.
4 Bdk. Flp 2:6-11.
5 Bdk. Mrk 10:46-52; Luk 18:13.
6 Bdk. Luk 8:15.

2671. Bentuk permohonan biasa untuk mendapatkan Roh Kudus ialah seruan kepada Bapa melalui Kristus, Tuhan kita, supaya memberikan kita Roh Penghibur.1 Ketika Yesus menjanjikan Roh kebenaran,2 Ia menekankan perlunya kita memohon Roh Kudus dalam nama-Nya. Yang biasa juga ialah doa yang paling gampang dan langsung: "Datanglah, Roh Kudus!" Tiap tradisi liturgi mengembangkannya dalam antifon dan himnenya:
"Datanglah, Roh Kudus, penuhilah hati umat beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka!" 3
"Raja surgawi, Roh Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di mana-mana dan memenuhi segala-galanya, harta segala kebaikan dan sumber kehidupan, datanglah, tinggallah di dalam kami, bersihkanlah dan selamatkaniah kami, Engkau yang baik" (Liturgi Bisantin, Troparion Vesper Pentekosta).

2672. Roh Kudus, yang urapan-Nya memenuhi seluruh diri kita, adalah guru doa Kristen di dalam batin kita. Ialah sumber tradisi doa yang hidup. Banyaknya cara berdoa dapat ditemukan sebanyak manusia yang berdoa, namun Roh yang sama bekerja di dalam semua mereka dan dengan semua mereka. Di dalam persekutuan Ron Kudus, doa Kristen adalah doa di dalam Gereja.

Dalam persekutuan dengan Bunda Allah yang Kudus.

2673. Di dalam doa, Roh Kudus mempersatukan kita dengan pribadi Putera yang tunggal dalam kodrat manusia-Nya yang dimuliakan. Melalui Dia dan di dalam Dia doa kita, sebagai putera-puteri Allah di dalam Gereja, disatukan dengan Bunda Yesus .

2674. Sejak persetujuan yang ia berikan dengan penuh iman pada saat pewartaan dan yang ia pegang teguh di bawah salib, keibuan Maria menyangkut juga saudara dan saudari Puteranya, "yang kini masih mengembara di bumi dan masih diliputi oleh bahaya dan kesukaran" (LG 62). Yesus, Perantara satu-satunya, adalah jalan doa kita; Maria, ibu-Nya dan ibu kita, tidak menghalang-halangi kita. Sebaliknya sesuai dengan lukisan yang biasa di Timur dan Barat, ia adalah "penunjuk jalan" [Hodegetria] dan "rambu" Kristus.

2675. Bertitik tolak dari turut serta Maria yang unik dalam karya Roh Kudus, Gereja-gereja telah mengembangkan doa kepada Bunda Allah yang kudus. Mereka mengarahkan doa ini seluruhnya kepada Kristus, sebagaimana Ia menyatakan diri dalam misteri-misteri-Nya. Dalam himne dan antifon yang tidak terhitung jumlahnya, yang menyatakan doa ini, biasanya dua gerakan berganti-ganti: yang satu memuja Tuhan untuk "hal-hal besar" yang Ia lakukan kepada abdi-Nya yang rendah hati, dan melalui dia untuk semua manusia; 4 yang lain mempercayakan kepada Bunda Yesus, segala permohonan dan pujian anak-anak Allah, karena ia mengetahui kodrat manusia, yang dengannya Putera Allah telah bersatu di dalam dia.

2676. Gerakan ganda dari doa kepada Maria, terungkap secara bagus di dalam "Salam Maria":
Salam Maria. Secara harafiah: "Bergembiralah, Maria". Salam malaikat Gabriel membuka doa Ave. Allah sendiri memberi salam kepada Maria melalui malaikat-Nya. Doa kita berani mengambil alih salam kepada Maria, dengan memandang hamba yang hina, seakan-akan dengan mata Allah1 dan mengambil bagian dalam kegembiraan, yang Allah alami karena Maria.2
Penuh rahmat, Tuhan sertamu. Kedua bagian dari salam malaikat saling menjelaskan. Maria penuh rahmat, karena Tuhan ada sertanya. Rahmat yang memenuhi dia seluruhnya adalah kehadiran Dia yang merupakan sumber segala rahmat. "Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!... Tuhan Allahmu ada di antaramu" (Zef 3:14.17a). Maria, yang di dalamnya Tuhan sendiri tinggal, adalah puteri Sion secara pribadi, Tabut Perjanjian dan tempat di mana kemuliaan Tuhan bertakhta. Ia adalah "kemah Allah di tengah-tengah manusia" (Why 21:3). "Penuh rahmat", Maria menyerahkan diri sepenuhnya kepada Dia yang mengambil tempat tinggal di dalamnya dan hendak ia berikan kepada dunia.
Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Sesudah salam malaikat kita menggunakan sapaan Elisabet. "Dipenuhi oleh Roh Kudus" (Luk 1:41) Elisabet adalah orang pertama dari sederetan panjang angkatan-angkatan yang menyebut Maria bahagia:3 "Berbahagialah ia yang telah percaya" (Luk 1:45). Maria "diberkati di antara semua perempuan" (1:42), karena ia telah percaya bahwa Sabda Allah akan dipenuhi. Atas dasar iman, "semua bangsa [telah] mendapat berkat" melalui Abraham (Kej 12:2-3). Atas dasar iman, Maria telah menjadi Bunda kaum beriman. Karena jasa Maria, semua bangsa di dunia dapat menerima Dia, yang adalah berkat Allah sendiri: "Yesus, buah tubuhmu yang terpuji".  
1 Bdk. Luk 11:13.
2 Bdk. Yoh 14:17; 15:26; 16:13.
3 Bdk. Bait Pengantar Injil Pentekosta.
4 Bdk. Luk 1:46-55.

2677. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami... Bersama Elisabet kita merasa heran, "Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (Luk 1:43). Karena Maria hendak memberi kita Puteranya Yesus, maka ia yang adalah Bunda Allah, juga menjadi Bunda kita. Kita dapat menyampaikan kepadanya segala kesusahan dan permohonan kita. Ia berdoa bagi kita, sebagaimana ia berdoa untuk dirinya sendiri: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1:38). Kalau kita mempercayakan diri kepada doanya, kita menyerahkan diri bersama dia kepada kehendak Allah: "Jadilah kehendak-Mu".
Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Kalau kita memohon kepada Maria supaya mendoakan kita, kita mengakui diri sebagai orang berdosa dan berpaling kepada "Bunda kerahiman", yang kudus seutuhnya. Kita mempercayakan diri kepadanya "sekarang", dalam kehidupan kita hari ini. Dan kepercayaan kita itu meluas lagi, sehingga kita sekarang ini sudah mempercayakan "waktu kematian kita" kepadanya. Semoga ia sungguh hadir, seperti pada waktu kematian Puteranya di salib, dan semoga ia menerima kita pada waktu kematian kita sebagai ibu,4 agar mengiringi kita menuju Puteranya Yesus, masuk ke dalam Firdaus.

2678. Dalam kesalehan Barat selama Abad Pertengahan muncullah Doa Rosario sebagai pengganti populer untuk ibadat harian. Di dunia Timur, Litani Akathistos dan Paraklisis lebih mirip dengan ibadat harian dalam Gereja-gereja Bisantin, sementara tradisi Armenia, Koptik, dan Siria lebih mengutamakan himne dan lagu-lagu rakyat, untuk menghormati Bunda Allah. Tetapi tradisi doa pada hakikatnya tetap sama dalam Salam Maria, dalam theotokia, dalam himne santo Efraim, dan santo Gregorius dari Narek. 971, 1674

2679. Maria adalah pendoa sempurna dan citra Gereja. Kalau kita berdoa kepadanya, kita menyetujui bersama dia keputusan Bapa, yang mengutus Putera-Nya untuk menyelamat-kan semua manusia. Sebagaimana murid yang dicintai Yesus, kita juga menerima Bunda Yesus yang telah menjadi Bunda semua orang hidup, ke dalam rumah kita.5 Kita dapat berdoa dan memohon bersama dia. Doa Gereja seakan-akan didukung oleh doa Maria; ia disatukan dengan Maria dalam harapan.6
1 Bdk. Luk 1:48.
2 Bdk. Zef 3:17b.
3 Bdk. Luk 1:48.
4 Bdk. Yoh 19:27.
5 Bdk. Yoh 19:27.
6 Bdk. LG 68-69.

TEKS-TEKS SINGKAT

2680. Doa terutama ditujukan kepada Bapa dan juga kepada Yesus, teristimewa dengan menyerukan nama-Nya yang kudus: "Yesus, Kristus, Putera Allah, Tuhan, kasihanilah kami orang berdosa ".

2681. "Tidak ada seorang pun dapat berkata: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus " (1 Kor 12:3). Gereja mengundang kita untuk berseru kepada Roh Kudus, sebagai guru doa Kristen dalam batin kita.

2682. Berdasarkan turut serta yang unik dari Perawan Maria dalam karya Roh Kudus, Gereja suka berdoa dalam persatuan dengannya, supaya bersama dia memuji hal-hal besar yang telah dikerjakan Allah baginya, dan untuk mempercayakan kepada Maria permohonan dan pujian.

Minggu, 09 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 236

KGK ke 236

ARTIKEL 3 : PADA MASA GEREJA

2623. Pada hari Pentekosta dicurahkanlah atas para murid, Roh yang dijanjikan. Mereka "semua berkumpul di satu tempat" (Kis 2:1), "bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama" (Kis 1:14) dan menantikan Roh Kudus. Roh yang mengajarkan Gereja dan yang mengingatkan dia akan segala sesuatu yang telah dikatakan Yesus,1 serta mendidiknya menuju suatu kehidupan doa.
2624. Orang beriman dari umat perdana di Yerusalem "bertekun dalam pengajaran Rasul-Rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa" (Kis 2:42). Urutan ini sangat berarti: doa Gereja berdasarkan atas iman para Rasul, disahkan oleh cinta kasih, dan dipelihara dalam Ekaristi.

2625. Umat beriman pada mulanya mempertahankan doa-doa yang mereka dengar dan baca dalam Kitab Suci. Tetapi mereka menghubungkannya dengan waktu sekarang. Ini berlaku terutama untuk mazmur-mazmur yang sudah dipenuhi di dalam Kristus.2 Roh Kudus yang memperingatkan Gereja-Nya yang berdoa kepada Kristus, mengantar dia juga ke dalam seluruh kebenaran. Ia mengajak, agar mengungkapkan secara baru misteri Kristus yang tidak terduga, yang sedang bekerja dalam kehidupan, dalam Sakramen-Sakramen dan dalam perutusan Gereja. Cara ungkapan yang baru ini berkembang dalam tradisi-tradisi liturgis dan rohani yang besar. Bentuk-bentuk doa yang ditradisikan dalam buku-buku kanonis para Rasul menjadi patokan bagi doa Kristen.

I. * Berkat dan penyembahan

1 Bdk. Yoh 14:26.
2 Bdk. Luk 24:27.44.

2626. Berkat merupakan tindakan dasariah doa Kristen: pertemuan antara Allah dan manusia. Di dalam berkat itu, anugerah Allah dan penerimaannya oleh manusia bersatu dalam sapaan timbal balik. Doa yang memberkati adalah jawaban manusia atas anugerah-anugerah Allah. Karena Allah memberkati, maka hati manusia dapat memuja Dia yang adalah sumber segala berkat Perkataan Latin "benedicere" mempunyai arti ganda "memberkati" dan "memuji" (catatan penerjemah).

2627. Pertemuan ini pada hakikatnya mempunyai dua arah: pada satu pihak ia naik - dibawa oleh Roh Kudus - melalui Kristus kepada Bapa: kita memuja Dia, karena Ia memberkati kita.1 Di lain pihak, kita memohon rahmat Roh Kudus yang turun dari Bapa melalui Kristus: Allah memberkati kita.2

2628. Penyembahan adalah sikap pertama manusia, yang mengakui diri sebagai makhluk di depan Pencipta-Nya. Ia memuliakan kebesaran Tuhan yang menciptakan kita,3 dan kemahakuasaan Penyelamat yang membebaskan kita dari yang jahat. Dalam penyembahan, roh menundukkan diri di depan "Raja kemuliaan" (Mzm 24:9-10). Penyembahan Allah yang kudus dan yang harus dicintai di atas segala-galanya, memenuhi kita dengan kerendahan hati dan memberi kepercayaan teguh kepada permohonan kita.

II. * Doa permohonan

2629. Dalam Perjanjian Baru kita temukan pelbagai kata untuk permohonan: memohon, meminta, meminta dengan sangat, menyeru, menjerit, berteriak, malahan juga "bergumul dalam doa".4 Tetapi ungkapan yang paling biasa dan paling cocok adalah "memohon". Dalam doa permohonan terungkap kesadaran akan hubungan kita dengan Allah. Kita adalah makhluk, dan karena itu, bukan asal-usul kita sendiri, bukan tuan atas keberadaan kita, dan juga bukan tujuan kita yang terakhir. Sebagai orang berdosa, kita orang Kristen pun tahu bahwa kita selalu saja memalingkan diri dari Bapa kita. Permohonan itu sendiri sudah merupakan langkah berbalik kepada Allah.

2630. Perjanjian Baru hampir tidak mengenal doa keluhan, seperti yang sering ditemukan dalam Perjanjian Lama. Dalam Kristus yang bangkit, doa Gereja diwarnai oleh harapan, meskipun kita masih menanti dan masih harus menobatkan diri hari demi hari. Doa Kristen muncul dari kedalaman yang lebih besar. Santo Paulus menamakan asal doa ini "mengeluh"; yang ia maksudkan, ciptaan yang "mengeluh dan merasa sakit bersalin" (Rm 8:22). Ia juga maksudkan kita, karena kita "mengeluh dalam hati sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam harapan" (Rm 8:23-24). Akhirnya santo Paulus juga maksudkan Roh Kudus, yang, menggantikan kita "dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Rm 8:26).

2631. Mohon pengampunan adalah bentuk pertama dari doa permohonan. Itu ditemukan misalnya dalam doa pemungut cukai: "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini" (Luk 18:13). Doa itu merupakan prasyarat untuk doa yang baik dan jujur. Kerendahan hati yang penuh kepercayaan, menempatkan kembali kita dalam terang persekutuan dengan Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus, dan dengan demikian dalam persekutuan antara kita manusia.1 Lalu, "apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari-Nya" (1 Yoh 3:22). Doa mohon pengampunan harus mendahului perayaan Ekaristi dan doa pribadi.
1 Bdk. Ef 1:3-14; 2 Kor 1:3-7; 1 Ptr 1:3-9.
2 Bdk. 2 Kor 13:13; Rm 15:5-6.13; Ef 6:23-24.
3 Bdk. Mzm 95:1-6. 4 Bdk. Rm 15:30; Ko14:12.

2632. Menurut ajaran Yesus, dalam pusat doa Kristen terdapat kerinduan akan dan pencarian Kerajaan Allah.2 Untuk itu terdapat satu hierarki permohonan: pertama-tama kita memohon Kerajaan dan sesudah itu segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menerimanya dan untuk turut bekerja demi kedatangannya. Turut serta dalam perutusan Kristus dan Roh Kudus, yang kini meqiadi perutusan Gereja, adalah pokok doa umat apostolik.3 Doa santo Paulus menunjukkan kepada kita, bagaimana keprihatinan ilahi untuk semua Gereja harus menjiwai doa Kristen.4 Melalui doa, setiap orang yang dibaptis ikut bekerja demi kedatangan Kerajaan Allah.

2633. Setiap orang yang atas cara demikian mengambil bagian dalam cinta kasih Allah yang menyelamatkan, mengerti bahwa setiap kebutuhan dapat menjadi pokok doa. Kristus yang telah menerima segala sesuatu, menebus segala sesuatu, dimuliakan oleh permohonan yang kita ajukan kepada Bapa dalam nama-Nya.5 Untuk itu santo Yakobus6 dan santo Paulus7 mengajak kita, agar berdoa setiap waktu.

III. * Doa syafaat

2634. Doa syafaat adalah doa permohonan yang membuat doa kita serupa dengan doa Yesus. Ia adalah Perantara satu-satunya pada Bapa untuk semua manusia, terutama untuk orang berdosa.8 Ia sanggup "menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab, Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka" (Ibr 7:25). "Roh [Kudus sendiri] membantu kita dalam kelemahan kita; ... sesuai dengan kehendak Allah, Ia berdoa untuk orang-orang kudus" (Rm 8:26-27).

2635. Setiap hati yang sesuai dengan kerahiman Allah, sejak Abraham, dapat membantu orang-orang lain dan memohon bagi mereka. Pada masa Gereja, doa syafaat orang Kristen mengambil bagian dalam doa syafaat Kristus; ialah ungkapan persekutuan orang-orang kudus. Dalam doa syafaat setiap pendoa "tidak memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Flp 2:4) - ya, ia malahan berdoa bagi mereka yang berbuat jahat terhadapnya.9

2636. Umat Kristen pertama tetap saling mendoakan dengan tekun.10 Dengan cara ini Rasul santo Paulus mengikutsertakan mereka dalam pelayanan Injil,11 tetapi ia juga senantiasa berdoa untuk mereka.12 Doa syafaat warga Kristen tidak mengenal tapal batas: ia berlaku "untuk semua orang, untuk raja-raja, dan untuk semua pembesar" (1 Tim 2:1-2). Warga Kristen berdoa pula untuk para penghambat1 dan untuk keselamatan mereka yang menolak Injil.2
1 Bdk. 1 Yoh 1:7-2:2.
2 Bdk. Mat 6:10.33; Luk 11:2.13.
3 Bdk. Kis 6:6; 13.3.
4 Bdk. Rm 10:1; Ef 1:16-23; Flp 1:9-11; Kol 1:3-6; 4:3-4.12.
5 Bdk. Yoh 14:13.
6 Bdk. Yak 1:5-8. 7 Bdk. Ef 5:20; Flp 4:6-7; Ko13:16-17; 1 Tes 5:17-18.
8 Bdk. Rm 8:34; 1 Yoh 2:1; 1 Tim 2:5-8.
9 Bdk. St. Stefanus yang sama seperti Yesus mendoakan mereka yang menyiksanya: Kis 7:60; Luk 23:28.34.
10 Bdk. Kis 12:5; 20:36; 21:5; 2 Kor 9:14.
11 Bdk. Ef 6:18-20; Kol 4:3-4; 1 Tes 5:25.
12 Bdk. 2 Tes 1:11; Kol 1:3; Flp 1:3-4.

IV. * Doa syukur

2637. Ucapan syukur merupakan ciri khas doa di dalam Gereja, yang dalam perayaan Ekaristi [= ucapan syukur] menyatakan hakikatnya dan terbentuk menurut apa yang dinyatakan itu. Sesungguhnya melalui karya penyelamatan-Nya, Kristus membebaskan ciptaan dari dosa dan kematian, menahbiskannya secara baru dan mengembalikannya kepada Bapa, demi kemuliaan-Nya. Ucapan terima kasih anggota-anggota tubuh mengambil bagian dalam ucapan terima kasih Kepalanya.

2638. Tiap kejadian dan kebutuhan dapat menjadi kurban syukur, sama seperti mereka dapat menjadi pokok doa permohonan. Surat-surat santo Paulus sering kali mulai dan berakhir dengan ucapan terima kasih, yang selalu menunjuk kepada Yesus. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tes 5:18). "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur" (Kol 4:2).

V * Doa pujian

2639. Pujian adalah bentuk doa yang mengakui Allah secara paling langsung. Pujian mengagungkan Allah demi diri-Nya sendiri. Ia memberikan hormat kepada-Nya, bukan hanya karena perbuatan-perbuatan-Nya, melainkan karena Ia ada. Siapa memuji Allah, mengambil bagian dalam kebahagiaan mereka yang murni hatinya: ia mencintai Allah dalam iman, sebelum ia memandang-Nya dalam kemuliaan. Melalui doa pujian, Roh Kudus mempersatukan diri dengan roh kita, untuk menyaksikan bahwa kita adalah anak-anak Allah.3 Ia memberi kesaksian untuk Putera yang tunggal; di dalam Dia kita menjadi anak angkat dan oleh-Nya kita memuliakan Bapa. Pujian mencakup bentuk-bentuk doa yang lain dan membawanya menuju sumber dan tujuannya: "satu Allah yaitu Bapa. Dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan untuk Dialah kita hidup" (1 Kor 8:6).

2640. Santo Lukas sering menyinggung dalam Injilnya, keheranan dan pujian, yang disebabkan oleh mukjizat-mukjizat Kristus. Keheranan dan pujian itu disebabkan juga oleh perbuatan-perbuatan para Rasul, yang pada dasarnya merupakan perbuatan Roh Kudus: misalnya pembentukan umat di Yerusalem4 dan penyembuhan orang lumpuh oleh Petrus dan Yohanes.5 Kerumunan orang banyak memuliakan Allah karena penyembuhan ini.6 Ketika diwartakan kabar gembira kepada orang-orang kafir di Pisidia, "bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan" (Kis 13:48).

2641. "Berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian, dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati" (Ef 5:19).7 Sebagaimana pengarang Perjanjian Baru yang diilhami, demikian pula umat Kristen pertama membaca buku Mazmur secara baru:
1 Bdk. Rm 12:14.
2 Bdk. Rm 10: 1.
3 Bdk. Rm 8:16.
4 Bdk. Kis 2:47.
5 Bdk. Kis 3:9.
6 Bdk. Kis 4:21.
7 Bdk. Kol 3: 16.
dengan lagu-lagu ini mereka menyanyikan misteri Kristus. Dalam kekuatan Roh, mereka sendiri menyusun madah dan kidung pujian. Dalam pada itu mereka bertitik tolak dari kejadian unik, yang telah Allah selesaikan dalam penjelmaan Putera-Nya menjadi manusia, kematian-Nya yang mengalahkan maut, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sisi kanan Bapa.1 Dari "mukjizat segala mukjizat" dalam tata keselamatan ini, muncullah doksologi, pujian bagi Allah.2

2642. Pewahyuan tentang "peristiwa-peristiwa yang akan terjadi" (Why 1:1), buku Wahyu diwarnai oleh lagu-lagu liturgi surgawi3 dan oleh doa syafaat "para saksi" [Martir].4 Para nabi dan para kudus, semua orang yang karena kesaksian untuk Yesus telah dibunuh di atas bumi,5 himpunan orang yang tak terhitung jumlahnya, yang keluar dari kesulitan-kesulitan besar, sudah mendahului kita masuk ke dalam Kerajaan. Mereka mengagungkan kemuliaan dari Dia yang duduk di atas takhta, dan dari Anak Domba.6 Dalam persekutuan dengan mereka, Gereja di bumi juga menyanyikan lagu pujian dalam iman dan dalam percobaan. Dalam permohonan dan dalam syafaat, orang beriman berharap meskipun tidak ada dasar untuk berharap, dan berterima kasih kepada "Bapa segala terang", dari Siapa datang "setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna" (Yak 1:17). Dengan cara ini iman menjadi pujian murni.

2643. Ekaristi mencakup dan menyatakan semua bentuk doa ini: Ia adalah "persembahan murni" Tubuh Kristus paripurna, "demi kehormatan nama-Nya".7 Menurut tradisi Timur dan Barat, ia adalah benar-benar "kurban pujian".

TEKS-TEKS SINGKAT

2644. Roh Kudus yang mengajar Gereja dan mengingatkan segala sesuatu yang telah Yesus katakan, juga mendidiknya dalam kehidupan doa. Di dalam kerangka bentuk-bentuk yang tetap sama yakni berkat, permohonan, syafaat, ucapan terima kasih, dan pujian, Roh membangkitkan cara-cara ungkapan baru.

2645. Oleh karena Allah memberkati hati manusia, maka dari pihaknya, manusia juga dapat memberkati dan memuji Allah, yang adalah sumber segala berkat.
2646. Pengampunan, datangnya Kerajaan Allah, dan setiap kebutuhan yang benar adalah obyek doa permohonan.

2647. Doa syafaat merupakan permohonan untuk kepentingan orang lain. Ia tidak mengenal tapal batas dan mencakup pula musuh-musuh.

2648. Tiap kegembiraan dan tiap kesusahan, tiap kejadian dan kebutuhan, dapat menjadi pokok ucapan terima kasih, yang mengambil bagian dalam ucapan terima kasih Kristus dan yang harus memenuhi seluruh kehidupan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal " (1 Tes 5:18).

2649. Doa pujian sama sekali tidak ingat diri, ia secara murni terarah kepada Allah. Ia memu-ji-Nya karena diri-Nya sendiri; ia memuliakan-Nya, bukan hanya karena perbuatan-Nya, melainkan karena Ia ada.
1 Bdk. Flp 2:6-11; Kol 1:15-20; Ef 5:14; 1 Tim 3:16.
2 Bdk. Ef 1:3-14; Rm 16:25-27; Ef 3:20-21; Yud 24-25.
3 Bdk. Why 4:8-11; 5:9-14; 7:10-12.
4 Bdk. Why 6:12.
5 Bdk. Why 18:24.
6 Bdk. Why 19:1-8.
7 Bdk. Mal 1:11.

Sabtu, 08 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 235

KGK ke 235

Yesus mengabulkan doa

2616. Doa yang diarahkan kepada Yesus sudah dikabulkan-Nya sewaktu karya-Nya melalui tanda-tanda, yang mengantisipasi daya kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus mengabulkan doa yang beriman, yang diungkapkan lewat kata-kata (permohonan penderita kusta,9 Yairus,1 wanita Kanaan,2 dan penyamun yang baik),3 tetapi juga permohonan yang tidak diungkapkan (pengusung orang lumpuh; 4 wanita yang menderita pendarahan, yang menjamah jubah-Nya; 5 air mata dan minyak wangi dari wanita pendosa).6 Permohonan mendesak dari orang-orang buta: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud!" (Mat 9:27); "Anak Daud, kasihanilah aku!" (Mat 10:48) diambil dalam tradisi doa Yesus: "Tuhan Yesus Kristus, Putera Allah, kasihanilah aku orang berdosa!" Yesus selalu mengabulkan doa yang disampaikan kepada-Nya dengan penuh iman, demi penyembuhan penyakit-penyakit atau demi pengampunan dosa: "Pergilah dalam damai; imanmu telah menyelamatkan engkau".
Santo Agustinus menyimpulkan ketiga dimensi doa Yesus dengan sangat cemerlang: "Ia berdoa bagi kita sebagai Imam kita; Ia berdoa di dalam kita sebagai Kepala kita; kita berdoa kepada-Nya sebagai Allah kita. Jadi, hendaknya kita mendengarkan suara kita di dalam-Nya dan suara-Nya di dalam kita" (Psal. 85, 1).7  

1 Bdk. Mrk 13; Luk 21:34-36.
2 Bdk. Luk 22:40-46.
3 Bdk. Luk 11:5-13.
4 Bdk. Luk 18:1-8.
5 Bdk. Luk 18:9-14.
6 Bdk. Yoh 14:13-14.
7 Bdk. Yoh 14:13-14.
8 Bdk. Yoh 14:23-26; 15:7.16; 16:13-15; 16:23-27.
9 Bdk. Mrk 1:40-41.

Doa Perawan Maria

2617. Doa Maria dinyatakan kepada kita pada awal kepenuhan waktu. Sebelum penjelmaan Putera Allah menjadi manusia dan sebelum pencurahan Roh Kudus, doanya secara istimewa turut serta dalam rencana Bapa yang penuh rahmat: untuk mengandung Kristus pada saat pewartaan,8 dan untuk pendirian Gereja, Tubuh Kristus, pada hari Pentekosta.9 Dalam iman hamba-Nya yang rendah hati, anugerah Allah diterima atas cara yang ia nantikan sejak awal segala waktu. "Dipenuhi dengan rahmat" oleh Yang Mahakuasa, Maria menjawab melalui penyerahan seluruh dirinya: "Lihatlah, aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu". Fiat! - itulah doa Kristen: sepenuhnya menjadi milik-Nya, karena Ia sepenuhnya menjadi milik kita.

2618. Injil menyatakan kepada kita, bagaimana Maria berdoa dan menjadi perantara dalam iman: di Kana10 ibu Yesus meminta apa yang dibutuhkan untuk perjamuan perkawinan. Perjamuan ini adalah tanda bagi satu perjamuan lain: yakni perjamuan perkawinan Anak Domba, di mana Kristus, atas permohonan Gereja sebagai mempelai-Nya, menyerahkan tubuh dan darah-Nya. Pada saat Perjanjian Baru, Maria didengarkan pada kaki salib . Karena ia adalah wanita, Hawa baru, "ibu semua orang hidup", yang benar.

2619. Karena itu, madah pujian Maria11 (dalam bahasa Latin "Magnificat", dalam bahasa latin "Megalinarion") sekaligus merupakan - madah pujian Bunda Allah dan Gereja, madah pujian Puteri Sion dan Umat Allah yang baru. Ia adalah madah syukur atas kepenuhan rahmat yang diberikan dalam tata keselamatan, satu kidung "orang miskin", yang harapannya dipenuhi berlimpah ruah, karena janji-janji, yang diberikan "kepada Abraham. dan keturunannya untuk selama-lamanya", dipenuhi.
1 Bdk. Mrk 5:36.
2 Bdk. Mrk 7:29.
3 Bdk. Luk 23:39-43.
4 Bdk. Mrk 2:5.
5 Bdk. Mrk 5:28.
6 Bdk. Luk 7:37-38.
7 Bdk. IGLH 7.
8 Bdk. Luk 1:38.
9 Bdk. Kis 1:14.
10 Bdk. Yoh 2:1-12.
11 Bdk. Luk 1:46-55.

TEKS-TEKS SINGKAT

2620. Dalam Perjanjian Baru, doa Yesus, Putera Allah, adalah contoh sempurna bagi setiap doa. Doa Yesus - sering kali dalam kesunyian dan tersembunyi - merupakan persetujuan penuh cinta kepada kehendak Bapa sampai di salib dan dalam kepercayaan absolut bahwa Ia akan didengarkan.

2621. Di dalam ajaran-Nya, Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa dengan hati yang bersih, dengan iman yang hidup dan tabah, serta dengan keberanian seorang anak. Ia meminta dengan sangat, supaya berwaspada dan mengundang mereka untuk menyam-paikan permohonannya kepada Allah dalam nama-Nya. Yesus Kristus sendiri mengabulkan permohonan-permohonan yang disampaikan kepada-Nya.

2622. Doa Perawan Maria dalam "Fiat "nya dan dalam "Magnificat " ditandai dengan penye-rahan seluruh diri dalam iman.

Kamis, 06 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 233

KGK ke 233

Mazmur, doa jemaat

2585. Dari zaman antara Daud dan kedatangan Mesias terdapat teks-teks doa dalam buku-buku suci yang memberi kesaksian bahwa doa untuk diri sendiri dan untuk orang lain sudah mendalam.8 Mazmur-mazmur [madah pujian] tahap demi tahap disusun dalam sebuah himpunan dengan lima bagian. Buku Mazmur adalah satu bukti menonjol mengenai doa dalam Perjanjian Lama.

2586. Mazmur adalah makanan bagi dan ungkapan dari doa Umat Allah, yang pada hari raya besar berkumpul di Yerusalem dan setiap Sabat di sinagoga. Doa ini serentak pribadi dan umum: ia menyangkut mereka yang berdoa itu sendiri dan semua manusia. Ia dilambungkan dari tanah suci dan dari antara umat diaspora, namun merangkul seluruh ciptaan. Mazmur-mazmur mengingatkan kejadian-kejadian keselamatan di masa lampau dan mengarah kepada penyelesaian sejarah. Dalam doa mazmur umat mengenangkan janji-janji yang telah terpenuhi dan menantikan Mesias yang akan menyelesaikan itu
1 Bdk. 1 Raj 18:39.
2 Bdk. 1 Raj 17:7-24.
3 Bdk. 1 Raj 18:20-39.
4 Bdk. 1 Raj 19:1-14; Kel 33:19-23.
5 Bdk. Luk 9:30- 35.
6 Bdk. 2 Kor 4:6.
7 Bdk. Am 7:2.5; Yes 6:5.8.11; Yer 1:6; 15:15-18; 20:7-18.
8 Bdk. Ezr 9:6-15; Neh 1:4-11; Yun 2:3-10; Tob 3:11-16; Ydt 9:2-14.
secara definitif. Didoakan dan terpenuhi dalam Kristus, mazmur-mazmur mempunyai arti mendasar untuk doa Gereja.1

2587. Kitab Mazmur adalah buku, di mana Sabda Allah menjadi doa manusia. Di dalam buku-buku lain dari Perjanjian Lama kata-kata mewartakan karya Allah untak manusia dan "menerangkan rahasia yang tercantum di dalamnya" (DV 2). Dalam buku mazmur-mazmur kata-kata pemazmur menyatakan karya keselamatan Allah sebagai madah demi penghormatan kepada-Nya. Roh Kudus yang sama mengilhami baik karya Allah maupun jawaban manusia. Kristus mempersatukan kedua-duanya. Di dalam Dia mazmur-mazmur tak henti-hentinya mengajarkan kita berdoa.

2588. Keanekaan gaya mazmur terbentuk baik dalam liturgi umum di kanisah maupun dalam hati masing-masing pendoa. Entah madah pujian, ratapan atau lagu syukur, permohonan pribadi atau bersama, madah raja-raja atau lagu ziarah ataupun renungan mengenai kebijaksanaan, mazmur-mazmur itu mencerminkan karya-karya agung Allah dalam sejarah umat-Nya dan di dalam situasi manusiawi yang dialami oleh pemazmur sendiri. Kalau satu mazmur menceriterakan kembali kejadian di masa lampau, ia melakukannya dengan sangat sederhana, sehingga ia dapat didoakan oleh manusia dari setiap golongan dan segala zaman.

2589. Mazmur-mazmur itu sama dalam banyak hal: kesederhanaan dan spontanitas doa; kerinduan akan Allah, yang dimiliki pendoa bersama dengan segala sesuatu yang baik dalam ciptaan. Dalam doa mazmur diungkapkan situasi sulit orang beriman, yang karena cintanya kepada Tuhan harus berhadapan dengan musuh dan godaan, namun tetap menantikan apa yang dilakukan Allah yang setia, sambil berpegang teguh pada cinta kasih Tuhan dan menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Nada dasar doa mazmur adalah pujian, karenanya judul himpunan ini sesuai dengan isinya: "Madah Pujian". Disusun untuk ibadah umat, mazmur-mamur mengajak untuk berdoa dan serentak bernyanyi sebagai jawaban: Hallelu-Yah!, "Pujilah Tuhan".
"Apakah ada yang lebih baik dari sebuah mazmur? Karena itu Daud mengatakan dengan tepat: Pujilah Tuhan, sebab mazmur adalah sesuatu yang baik; berilah pujian yang mesra, yang indah! bagi Allah. Dan itu memang benar. Karena mazmur adalah satu pujian yang diucapkan oleh umat, satu pujian Allah oleh himpunan umat, sambutan baik dari semua, perkataan yang diucapkan bersama, suara Gereja, pernyataan iman yang merdu bunyinya ..." (Ambrosius, Psal. 1, 9).

TEKS-TEKS SINGKAT

2590. "Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Allah atau satu permohonan, yang ditujukan kepada Allah untuk memperoleh hal-hal yang benar (Yohanes Damaskus, f.o. 3, 24).

2591. Tanpa mengenal lelah, Allah memanggil setiap manzisia untuk pertemuan yang penuh rahasia dengan Dia. Doa menyertai sejarah keselamatan sebagai satu seruan Allah mencari manusia dan satu seruan manusia mencari Allah.

2592. Doa Abraham dan Yakub itu bagaikan satu perjuangan iman yang dilakukan dalam kepercayaan kepada kesetiaan Allah, dalam kepastian, kemenangan yang dijanjikan kepada orang yang tabah.

2593. Doa Musa menjawab campur tangan Allah yang hidup demi keselamatan umat-Nya. Ia adalah pralambang doa syafaat Yesus Kristus, Perantara satu-satunya.
1 Bdk. IGLH 100-109.

2594. Doa Umat Allah berkembang di seKeliling tempat tinggal Allah, yaitu Tabut Perjanjian dan kanisah; perkembangan itu terjadi di bawah bimbingan gembala-gembalanya, terutama raja Daud dan para nabi.

2595. Para nabi menyerukan pertobatan hati dan mengajukan permohonan untuk umat, sedangkan mereka sendiri - sebagaimana Elia - dengan semangat berapi-api mencari wajah Allah.

2596. Mazmur-mazmur adalah bukti doa yang menonjol dalam Perjanjian Lama. Mereka mempunyai dua unsur yang tidak terpisahkan: yang satu bersifat pribadi dan yang lain bersifat umum. Mazmur-mazmur menyangkut segala zaman sejarah: mereka menge-nangkan janji-janji Allah yang sudah terpenuhi dan mengharapkan kedatangan Mesias.

2597. Karena mazmur-mazmur itu didoakan dan dipenuhi di dalam Kristus, mereka lalu termasuk doa Gereja yang hakiki dan tetap. Mereka cocok bagi manusia dari segala golongan dan segala zaman.