Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Selasa, 07 Juni 2011

Bahan Kursus Kitab Suci-Scott Hahn Seri 04 oleh Yohanes Paulus Tjia Swan Tjay

Nah, kita sudah menuju ke yang ke 04. Selamat belajar ....

Pelajaran 4 : Anak sulung Allah
Tujuan :

1.Membaca kitab2 keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan dengan pengertian
2.Mengerti Covenant Allah dengan Israel di Sinai dan melihat bagaimana Covenant Ini melihat ke masa depan menjadi digenapi dalam Covenant baru dalam Yesus
3.Menghargai figur2 dan kejadian2 penting – Musa, Paskah , dan Israel sebagai Kerajaan imam – seperti yg diinterpretasikan dalam tradisi gereja.

I. Review.

a. Satu selesai, 72 menanti.

Ini yang kita telah kita peroleh selama 3 pelajaran – setengah dari kursus ini – membaca kitab awal kitab suci, satu selesai, 72 menanti

Ini saat yg baik untuk mengulang tujuan kita dalam kursus ini. Kita telah mengidentifikasi sejumlah Covenant yang dibuat Allah dalam Kitab Suci dan kunci master untuk membuka arti kitab suci. Ingat kitab suci menceritakan kisah tentang cinta Allah Bapa kepada anak2Nya dan rencanaNya membentuk sebuah keluarga kudus. Allah membuka rencana penyelamatan ini memlaui sejumlah Covenant yang telah kita identifikasi – Covenant penciptaan dengan Adam, air bah dan Covenant dengan Nuh, Covenant dengan Abraham, Covenant dengan Musa, Covenant dengan Daud, dan Covenant baru yang dibawa Yesus Kristus.

Jika kita mengerti dengan baik Covenant2 ini kita telah mempunyai pandangan yh luas ke dalam dunia alkitab. Yang pada gilirannya akan membantu kita melihat bagaimana semua kitab yg ber macam2 ini bergabung membentuk satu “kitab” tinggal. Itulah sebabnya mengapa kita menghabiskan banyak waktu pada kitab kejadian dan itupula sebabnya mengapa kita akan memfokuskan pelajaran ini ke dalam pengalaman bangsa Israel seperti yg diuraikan kembali dalam Keluaran. Imamat, Bilangan, dan Ulangan.

Namun jika kita kembali melihat 3 pelajaran sebelumnya – kita akan memperhatikan sesuatu yg mungkin tidak kita perhatikan pada saat pertamakali. Kita telah menjelajah seluruh kitab suci membantu kita untuk mengerti apa yg telah kita baca. Kitatelah ditunjukkan bagaimana bermacam-macam kisah di kitab kejadian telah dimengerti dan diinterpretasikan dalam paling sedikitnya selusin kitab2 lain dalam perjanjian lama, dalam masing2 injil , dalam surat2 pada perjanjian baru dan kitab Wahyu.

Yakinkan untuk melihat kutipan2 dan referensi2 yg kami buat pada kitab2 lain dalam kitab suci. Pertama ini akan membuat anda lebih mengenal dengan seluruh kitab suci. Kedua dan lebih penting, hal ini akan membuat anda lebih mendalami, dan membantu anda membaca perjanjian lama dalam terang perjanjian baru dan perjanjian baru dalam perjanjian lama.

Pada pelajaran ini juga, lihatlah macam2 hubungan atau keterkaitan, terutama pada kitab keluaran, di mana kita akan menemukan gambaran dan ide2 yg kembali lagi – kembali lagi dalam perjanjian lama dan baru. Tokoh Musa , ide tentang “Anak Domba Allah” , Paskah, dan lebih banyak lagi.

b. Kisah yg terjadi sejauh ini.

Baiklah kita rangkum kembali kisah yg sudah terjadi sejauh ini secara ringkas.

Allah menciptakan dunia dan menciptakan laki – laki dan perempuan “ yang serupa dan segambar denganNya” sebagai anaj-anakNya, untuk memerintah kerajaan kudusNYa di dunia. Allah membuat Covenant dengan mereka dan berjanji melimpahkan rahmatNYa ke atas mereka, dan melalui mereka duniapun akan terberkati.

Namun Adam dan Hawa memutuskan Covenant tsb dan menolak hak “kerajaan” sebagai anak sulung Allah. Kemudian berkembang dipengasingan dari taman Eden, keturunan mereka mengisi dunia dengan darah dan berbagai macam kejahatan.

Sehingga Allah menciptakan dunia kembali, dengan menghancurkan kejahatan, dan menyelamatkan orang benar melalui air bah. Allah mulai dengan keluarga manusiaNya lagi dengan keluarga Nuh. Namun Nuh jatuh ke dalam dosa juga, dan kesulian kembali mengisi bumi, yang disimbolkan dengan usaha segala bangsa untuk membangun menara Babil menuju surga untuk memuliakan nama mereka, bukan nama Allah.

Di Babel, Allah menceraiberaikan bangsa2 ke-4 penjuru bumi, memecah “satu keluarga” kedalam berbagai macam bahasa dan kebudayaan, sehingga membingungkan pembicaraan mereka sehingga tidak memungkinkan mereka untuk saling mengerti, bersatu dan bekerja sama.


Sekali lagi Allah mengangkat orang benar, melalui id Allah berharap membangun keluarga Allah seperti yang Allah inginkan dari awal mula. Dia membuat Covenant dengan Abraham dan berjanji kepada Abraham dan keturunannya untuk selamanya, dari garis keturunannya Allah akan melimpahkan berkatNYa kepada seluruh keluarga, bangasa, dan dunia.

Pada akhir kitab kejadian, pohon keluarga Abraham menjadi yg paling besar, terdiri atas 12 suku, masing2 dikepalai anak Yakub, yg merupakan anak kesayangan putra terkasih Abraham, yaitu Ishak. Melalui perjalanan berliku, bangsa pilihan Allah, anak Abraham, yg sekarang dikenal sebagai anak Israel ( Nama baru yg diberikan Allah kepada Yakub ) sampailah mereka di Mesir.

Pada pelajaran ini, kita akan melihat bagaimana keluarga Allah tumbuh, dari kumpulan suku-suku menjadi calon sebuah bangsa, dibawah kepemimpinan Musa, penyelamat kudus yang diangkat dan pencipta hukum.

II. Keluar dari Mesir, anakKu.

a. Musa dan Yesus.

Awal dari kitab keluaran kelihatannya sangat dikenal bagi anda. Tokoh lain dari kitab suci lahir di bawah ancaman kematian, berhadapan dengan pemerintahan tirani yg memerintahkan membunuh semua anak sulung laki-laki Yahudi.

Pada kisah Natal, kita melihat Herodes mengirim tentaranya ke Bethlehem untuk membunuh semua anak sulung laki2 yahudi ( Mat 2 : 16 ). Dalam kitab Keluaran Firaun merencanakan skenario yg lebih halus membunuh bayi – bayi orang yahudi melalui dukun beranak ( Kel 1 : 15 – 16 )

Musa, diselamatkan dengan cara ditempatkan dalam sebuah keranjang papirus yg diterjemahkan menjadi “ark” seperti dalam Kel 2 : 3, suatu kata yang sama yg digunakan untuk bahtera Nuh ( Kej 6 : 14 )

Masa kecil Musa dan Yesus adalah sama, yaitu diselamatkan anggota keluarga – Musa oleh ibu dan kakak perempuannya ( Kel 2 : 1 – 10 ) dan Yesus oleh Ibu dan AyahNya. ( Mat2 : 13 – 15; Kel 2 : 5 – 10 ) dan keduanya tetap tinggal dalam pengasingan sampai orang yang ingin membunuh mereka meninggal ( Mat 2 : 20; Kel 4 : 19 ).

Banyak kisah pararel yg bisa kita telusuri antara Musa dan Yesus – sebagai contoh , Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam di padang gurun, demikian juga Musa ( Mat 4 : 2; Kel 34 : 28 ) dan seperti Musa, Yesus pergi ke gunungdan memberikan sebuah hukum Covenant kepada umatNya ( Mat 5 – 7; UL 5 : 1 – 21 )

Musa adalah contah bagi semua manusia utusan Allah yg kita baca dalam sisa perjanjian lama dan menuju perjanjian baru. Penulis injil, terutama Matius, menggambarkan Yesus sebagai Musa baru, seorang pemimpin baru dan raja, penyelamat, utusan, guru, pembuat mujizat, dan Nabi yg menderita.

Dan kisah Musa – terutama Paskah, pada saat melalui laut merah, pengembaraan di padang gurun, roti harian dari surga Manna – sebagai simbol yg mempunayi arti yang mendalam bagi orang katolik yg membaca kitab suci.

b. Anak sulung Allah.

Musa dipanggila Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan mereka di Mesir.

Apa motivasi Allah untuk bertindak ? Allah sadar akan CovenantNya dengan Abraham. Ishak, dan Yakub ( Kel 2 : 24 ; Maz 105 : 8 – 11 ) Itulah sebabnya Allah memperkenalkan diriNya kepada Musa sebagai “ Akulah Allah Ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub …” ( Kel 3 : 6, 13, 15; 6 : 2 – 8 ).

Allah telah memperingatkan Abraham dalam suatu mimpi bahwa keturunannya akan menjadi budak dan mengalami penindasan selama ratusan tahun,, namun Allah akan membebaskan mereka ( Kej 15 : 13 – 15 ). Sekarang bangsa Israel sudah berada 430 th di Mesir – 30 th pertama sebagai tamu istimewa, sebagai keluarga dari perdana menteri Yusuf, dan 400 th terakhir sebagai budak ( Kel 12 : 40 ).

Ini saatnya bagi Allah untuk menggenapi janjiNya kepada Abraham – untuk membuat keturunannya menjadi sebuah bangsa yang besar dan memberikan mereka sebuah tanah perjanjian yang indah dan penuh rahmat menjadi milik mereka( Kej 28 : 13 – 15 )

Allah mengirim Musa kepada Firaun dan berkata “ Israel adalah anakKu, anak sulungKU “ ( Kel 4 : 22; Sir 36 : 11 ). Kita melihat sekali lagi Allah mencoba membangun keluarga kudusNya. Kita melihat hal ini pada saat Dia memperbaharui janjiNya kepada Musa “ Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah Tuhan“(Kej 6 : 7). Ini adalah antisipasi terhadap Covenant dengan mereka di Sinai ( Kel 19 : 5 )

Perhatikan karakter Allah melalui kitab Keluaran – Apa yang Dia katakan dan lakukan. Dia tidak terpisah sebagai “ Pencipta”

Allah pada kitab Keluaran adalah benar – benar menyatakan DiriNya sebagai Bapa yang Kudus dari bangsa Israel ( Ul 32 : 6 ). Dia menyelamatkan anakNya (Kel 12 : 29 – 31 ) mendandani mereka ( Kel 12 : 35 – 36 ), menuntun mereka ( ( Kel 13 : 21 – 22 ), memberi makan mereka (Kel 16:1 – 17:7), melindungi mereka ( Kel 14 : 10 – 29 ); 17 : 8 – 16 ), mengajar mereka (Kel 20 : 1 – 17; 21 : 1 – 23 : 3 ) dan tinggal ,bersama mereka ( Kel 25 : 8 ; 40 : 34 – 38 ).

Singkatnya, Allah menjadi Bapa bagi mereka ( Hos 11 : 1 )

Ini tidak hanya Allah sebagai Bapa bagi bangsa Israel, bangsa israel adalah anak sulung Allah, bukan hanya anak Allah. Allah adalah Allah bagi semua bangsa – dan Ia ingin menjadi Bapa bagi semua bangsa lain juga. Namun Israel adalah anak sulungNYa, kebanggaan dan kegembiraanNya, Israel dipanggil ke luar dari Mesir untuk menunjukkan ke bangsa lain cara hidup sebagai anakNya.

Namun Israel – sebagai pemimpin - harus bersikap benar sebelum mereka mampu menyebarkan kebenaran kepada bangsa - bangsa lain. Itulah apa yang terjadi dalam kisah yg agak aneh sebelum kejatuhan Firaun – dimana Allah mencoba membunuh Musa ( Kel 4 : 24 – 26 ).

Allah serius terhadap CovenantNya, tidak ada seorangpun dapat dibebaskan dari ketetapannya. Musa melakukan pelanggaran terhadap Covenant Abraham. Anaknya Gershom, belum disunat seperti yang diperintahkan Allah ( Kej 17 : 9 – 14 ). Istri Musa, Zipora, melakukan penyunatan sendiri sehingga hidup Musa diselamatkan lagi.

c. Tulah Firaun.

Firaun dihukum, bangsanya dihakimi, karena gagal menghormati hak dari anak sulung Allah.

Firaun membuat kesalahan besar dengan menghina kekuasaan dari Allah Musa ( Kel 5 : 2 ). Dalam 10 tulah Allah mengunjungi Firaun, Allah menghukum Firaun dan melaksanakan hukuman pada banyak dewa2 mesir ( Kel 12 : 12 ; Ul 33 : 4 )

Dewa nil mesir, Hapi, dimarahi dengan tulah air sungi nil menjadi darah ( Kel 7 : 14 – 25 )

Heket, dewa katak, dihina melalui tulah katak ( Kel 8 : 1 – 15 )

Dewa kerbau, Apis, dan dewa sapi Hathor, dihina melalui tulah penyakit sampar ( Kel 9 : 1 – 7 )

Dan tulah kegelapan digunakan untuk menghina dewa matahari mesir, Ra ( Kel 10 : 21 – 23 )

Para ahli percaya tiap masing2 tulah dapat dihubungkan secara khusus dengan dewa- dewa mesir. Bahkan tulah terakhir yg menyerang anak sulung mesir dapat juga dilihat sebagai sebuah serangan pada dewa2 politik mesir, karena Firaun disembah sebagai kudus dan anaknya sudah dikuduskan dalam sebuah upacara istimewa.

Melalui hal ini, tindakan kudus bekerja melalui Musa, Allah telah menunjukkan kekuatanNya – Allah Israel lebih besar daro ,pada dewa – dewa lainnya ( Kel 18 : 11 ’ 9 : 16; 11 : 9 )

d. Paskah dan anak domba Paskah kita.

Anak sulung Israel dilewatkan pada tulah terakhir, sebagai pengganti takdir anak sulung Mesir.

Kita harus membaca kisah paskah secara hati – hati. Kisah ini mempunyai pengaruh yg besar terhadap bentuk dan arti dari seluruh sisa perjanjian lama. Hal ini sangat penting untuk memahami kepercayaan katolik tentang arti dari salib, keselamatan dimenangkan untuk kita memalui salib, dan peringatan penyelamatan kita yg kita rayakan pada misa.

Kisah Paskah satu diantara drama dalam perjanjian lama yang menentukan. Namun lebih dari itu peristiwa itu sendiri menunjukkan kepada kita di masa depan pada seluruh drama sejarah p- pengorbanan Yesus kristus di atas salib.

Sejak awal mula, Gereja telah mengerti peristiwa penyaliban dan kebangita Yesus sebagai ” Paskah Tuhan” ( Kat 557 – 559, 1174, 1337, 1364, 1402 ). Ekaristi pada gilirannya adalah peringatan Paskah Tuhan.

Itulah sebabnya selama misa, imam menghadirkan, mengkonsekrasikan hosti kepada kita, dan mengatakan : ” Inilah anak domba Allah .... berbahagialah kita yang diundang keperjamuaNya” Liturginya adalah kuk bersama 2 bagian perjanjian baru ( Yoh 1 : 29; Wah 19 : 9 )Namun apa yg membuat penulis kitab suci berbicara tentang Yesus dengan cara seperti ini sebagai yang paling penting ? jawabannya kisah Paskah.

Gereja perdana percaya berdasarkan interpretasi kisah kitab keluaran dimulai dengan Yesus dan para penulis perjanjian baru.

Mari kita baca uraian injil Yohanes tentang penyaliban ( Yoh 19 ) Pada saat Yesus dihukum, Yohanes mencatat bahwa saat itu adalah ” hari persiapan untuk Paskah, kira – kira jam 12. Mengapa hal ini begitu mendetail ? Karena saat itu merupakan saat imam – imam israel menyembelih anak domba untuk makan Paskah ( Yoh 19 : 14 )

Kemudian para serdadu mengejek Yesus dengan memberikan sebatang hisop yg telah dicelupkan ke dalam anggur asam. Mereka mengarahkannya kepada Yesus dengan jenis hisop yang sama dengan yang digunakan bangsa israel untuk mengoleskan darah anak domba Paskah pada tiang pintu. ( Yoh 19 : 29; Kel 12 : 22 )

Dan mengapa para serdadu tidak mematahkan kaki Yesus ( Yoh 19 : 33,36 ) ? Yohanes menerangkan hal tsb dengan mengutip dari kitab keluaran, menceritakan kepada kita karena kaki anak domba Paskah tidak boleh dipatahkan ( Kel 12 : 46; Bil 9 : 12; Maz 34 : 21 )

Banyak sekali kisah2 paralel yg dapat kita gambarkan dalam injil Yohanes dan dalam uraian injil2 lainnya. Penyaliban yang dihadirkan dalam perjanjian baru sebagai sebuah kuraban Paskah – yang mana Yesus sebagai Imam agung yg mempersembahkan kurban anak domba dan sekaligus sebagai anak domba Paskah yang tidak bernoda. Bagi para penulis perjanjian baru, apa yang kita baca dalam kitab keluaran sebagai tanda yang mengarahkan kita kepada Yesus.

Dalam Paskah, bangsa israel diganti dengan darah anak domba yang tidak bernoda yang dioleskan pada tiang pintu mereka. Bahkan kematian Anak domba disebabkan oleh anak sulung, Anak domba dikurbankan supaya manusia dapat hidup ( Kel 12 : 1 – 23, 27 ). Ini juga sama dengan Paskah Tuhan, penyaliban, dan kebangkitan. Anak domba Allah mati agar umat Allah beroleh kehidupan, diselamatkan oleh darah Anak domba ( Wah 7 : 14; 12 : 11; 5 : 12 )

Untuk domba Paskah kita, Kristus telah disalibkan, kata St Paulus ( 1 Kor 5 : 7 ). Dari ats salib, kata St Petrus kepada kita, Yesus adalah ”Anak Domba yang tidak bercacat dan bernoda” Melalui darahNya yang mulia, kita ditebus dari tawanan dosa dan kematian ( 1 Pet : 18 – 19 ).

Itulah yang terjadi dalam kitab Keluaran. Anak sulung, Putra dan Putri Allah telah ditebus – membeli kita dari tawanan dan perbudakan ( Kel 6 : 6; 15 : 13; 15 : 13, Maz 69 : 18; Yes 44 : 24; Kej 48 : 10 ).

Bangsa Israel diperintahkan untuk mengingat Paskah pertama ini setiap tahun dengan makan anak domba Paskah ” Daging yg dibakar dengan roti tidak beragi” . Dan pada perjamuan malam terakhir, selama makan Paskah, Yesus memerintahkan pengikutNya untuk memperingati PaskahNya dalam Ekaristi, di mana kita makan dagingNya dan minum darahNya ( Yoh 6 : 53 – 58 ).

III. Pembuatan dari Covenant lama.
a. Gambaran dari Keluaran baru

Tindakan Allah yg besar dengan membebaskan bangsa Israel dalam Keluaran membentuk identitas dan bayangan dari bangsa Israel. Kita akan menemukan referensi kepada kitab Keluaran bagi seluruh sisa perjanjian lama.

Kitab keluaran adalah satu tanda kudus di atas semua kitab lainnya yg menyakinkan bangsa Israel bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah. Bangsa mana lagi yg dapat menyombongkan diri bahwa Allah sendiri yg membebaskan mereka pada saat mereka menghadapi percobaan ?

Kita mendengar iman ini dalam lagu yg Musa nyanyikan pada saat mereka mencapai seberang laut merah ” Siapakah yang seperti Engkau , diantara para allahya Tuhan ? Dengan kasih setiaMu Engkau menuntun umat yang Kau tebus ..... bangsa2 lain mendengar dan gemetar ..... sampai bangsa kepunyaanMu menyeberang ( Kel 15 : 11,13, 14, 16 )

Ingatan akan perbuatan Allah yang perkasa di dalam kitab keluaran ini menjadi dasar dari identitas bangsa Israel sebagai suatu bangsa dan dasar dari seluruh harapan pada masa depan.

Kemudian di dalam perjanjian lama, pada saat Israel karena dosanya jatuh menjadi tawanan dan mengalami pembuangan, Nabi2 akan meramalkan terjadinya ” Keluaran baru ”, dipimpin oleh Mesias, seorang Musa baru, bahkan akan membawa penebusan dan pembebasan umat Allah yg lebih besar lagi. ( Yes 10 : 25 – 27; 11 : 15 – 16; 43 : 2, 16 – 19; 51 : 9 – 11 ). Inilah Exodus baru, yang diramalakn Nabi Yeremia yang menjadi tanda mulainya Covenant baru ( Yer 23 : 7 – 8;31 : 31 – 35 )

Dalam perjanjian baru, Yesus adalah Musa baru, pemimpin Exodus baru.Membebaskan umat Allah dari musuh terakhir – dosa dan kematian. Kita akan melihat semua ini pada pelajaran terakhir kita, pada saat kita melihat perjanjian baru secara terperinci.

Seperti yg kita baca kisah penyebrangan laut merah dan ujian bangsa Israel di padang gurun, kita harus tetap mengingat hal ini bagaimana peristiwa ini dimengerti dalam perjanjian baru. Disini dan diseluruh tradisi Gereja, kejadian bersejarah ini digambarkan sebagai simbol sakramen pembaptisan dan Ekaristi.

Seperti bangsa Israel melalui laut merah masuk ke dalam kemerdekaan dan identitas baru sebagai bangsa pilihan Allah, demikian juga orang kristen dalam pembaptisan dibebaskan dari dosa dan membuatnya menjadi Anak Allah. Dan seperti bangsa Israel menerima manna dari surga dan air dari batu karang, orang kristen diberi roti surgawi dan minuman spiritual pada Ekaristi.

” Nenek moyang kita ..... telah dibaptis Musa dalam awan dan dalam laut,” Paulus menulis.” Semua makan makanan spiritual yang sama, karena mereka minum dari batu karang yang sama, dan batu karang itu adalah Kristus. ( 1 Kor 10 : 1 – 3 )

b. Ujian di padang Gurun.
Paulus juga berkata kita harus membaca uraian tentang ujian bangsa Israel di padang gurun ” sebagai contoh ... sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita, yg hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba”. ( 1 Kor 10 : 11 )
Meskipun, semua tanda dan keajaiban telah dikerjakan Allah, kisah perjalanan bangsa Israel ke Sinai setelah ke luar dari Mesir adalah sebuah kisah kekeraskepalaan dan pandangan dangkal dari sebuah bangsa ya tidak punya kemampuan untuk percaya bahwa Allah bersama mereka, bahwa Alllah yg membebaskan mereka akan tetap menjaga mereka sepanjang perjalanan mereka.

Dengan segera merke menggerutu di Mara bahwa rasa air terlalu pahit untuk diminum dan Allah menjawabnya dengan memberi Musa kekuasaan untuk membuat air jadi manis. ( Kel 15 : 22, 25 )

Satu bulan kemudian, mereka menggerutu mengenai makanan di padang gurun Sin. Allah memberi makan mereka dengan manna dari surga, memberi mereka roti harian setiap hari selama 40 th ( Kel 16 ) Ini adalah manna yang dikatakan Yesus sebagai simbol Ekaristi. ( Yoh 6 : 30 – 59)

Namun semua ini bukti yang tidak cukup bagi mereka. Pada saat merka haus di Meribah dan Masa dan menguji Allah ; ” adakah Allah ditengah-tengah kita ? ( Kel 17 : 2,7 ). Sehingga Musa memukul batu, seperti yang Allah perintahkan, dan air keluar sehingga bangsa Israel dapat minum.

40 th kemudian, dalam kitab Ulangan, Musa menerangkan kepada bangsa Israel bahwa Allah melakukan hal ini ” untuk menguji mu dengan penderitaan dan menemukan apakah menjaga perintahNya menjadi perhatian bangsa Israel atau tidak ?... Kamu harus menyadari bahwa Tuhan Allah mu, mendisiplinkanmu, seperti seseorang yg mendisiplinkan anaknya ( Ul 8 : 2 – 5 )

Mengapa Allah menguji Israel jika Allah sudah tahu segala sesuatu ? Kuncinya ditemukan pada ucapan Musa - UjianNya adalah suatu bentuk dari kedisiplinan seorang Ayah, yang membuat anakNya semakin kuat.

Allah tidak menguji bangsa Israel untuk belajar sesuatu yang Allah sendiri belum tahu. Dia menguji agar bangsa Israel semakin kuat, untuk mengajar mererka apa yg tidak diketahui mereka – seberapa jauh mereka membutuhkan Allah, tanpa Allah mereka bukan apa-apa.

Musa berkata, Allah menguji mereka, agar mereka tidak menganggap kebebasan dan kemakmuran mereka sebagai hasil kerja berdasarkan kekuatan mereka.

Kemudian ingatlah, kata Musa kepada mereka ” Adalah Tuhan Allah mu, yang memberimu kekuatan untuk mendapatkan kekayaan, sebagai pemenuhan, seperti sekarang yang telah Allah lakukan, pemenuhan terhadap Covenant yang Dia telah bersumpah kepada nenek moyang kita. ( Ul 8 : 17 – 18 )

c. Sebuah Kerajaan Imam, sebuah bangsa yang kudus.

Di Sinai, Allah menyatakan seluruh tujuanNya untuk bangsa terpilih, mengapa Ia membawa bangsa Israel ke luar dari Mesir di atas sayap rajawali dan membawa mereka pada DiriNya ( Kel 19 : 4 ). Allah ingin Anak sulungNya, bangsa pilihanNya menjadi sebuah Kerajaan Imam, sebuah bangsa yang kudus ( Kel 19 : 6 ).

Pada Covenant di Sinai ,kita mencapai titik balik dalam sejarak penyelamatan. Ingat apa yang telah kita katakan sejauh ini : Pada saat Allah membuat sebuah Covenant, Dia membuat sebuah keluarga, Dia membuat manusia menjadi sanak familiNya, Putra dan PutriNya.

Ingat juga, perumpamaan dalam Perjanjian Lama berakar dalam gambaran kuno sebuah keluarga. Dalam keluarga awal, Bapa adalah”Raja”, pengatur, pemberi hukum, dan pelindung keluarga mereka, Bapa juga ”Imam” , memimpin keluarga dalam memuja dan memberikan kurban. ”Anak sulung” adalah keturunan dari sifat ”Raja” dan ”Imam” peran seorang Bapa.

Sejak Adam, Allah telah mencari seorang anak sulung yg menghargai panggilanNya – untuk menjaga dan memelihara ciptaan, menawarkan Allah persembahan kurban dan memuji serta bersyukur, menjadi terang bagi semua bangsa, untuk tinggal dengan mesra bersamaNya.

Adam adalah bapa pendiri, menjadi tuan bagi ciptaan dan memberikan sifat keimaman yang berfungsi menjaga dan memlihara ciptaan Allah ( Kej 1 : 26; 2 : 15 ). Nuh juga, adalah seorang bapa keluarga, dan keluarganya menjadi ”anak sulung” yang akan mendiami bumi baru setelah air bah. Allah kemudian memilih Abram, yang namanya berarti ”bapa perkasa” dan menjadikannya Abraham – sebuah nama yang berarti ”bapa bagi semua orang”.

Namun, melalui seluruh sejarah ini, kita melihat bahwa Allah terpaksa mengabaikan anak sulungnya dalam banyak hal karena mereka terlalu sombong, terlalu tidak adil, terlalu jahat. Kita lihat hal ini pada kasus Kain,Ismail, Esau. Sungguh di antara anak sulung dalam kitab Kejadian, hanya garis keturunan Shem yang beriman.

Namun Allah tetap setia pada rencanaNya – dan janjiNya dengan Israel, anak sulungNya. Dia sekali lagi memulai yang baru. Mereka akan menjadi keluargaNya, keturunan kerajaanNya. Musa telah diperintahkan bahwa bangsa Israel akan ditahbiskan kepada Allah, didedikasikan kepada pelayanan keimamanNya ( Kel 13 : 2, 15; 24 : 5 )

Di sini di Sinai, Allah menyatakan bahwa Dia menginginkan Israel menjadi keluarga bangsa seperti dalam sistem keluarga kuno, Imam dan Raja.

Dia membuat keluargaNya menjadi sebuah bangsa – namun bukan sebuah bangsa seperti bangsa-bangsa lain. Israel akan menjadi ”sebuah bangsa yang kudus”, terpisah dari bangsa – bangsa lain, menjadi sebuah contoh kekudusan dan kehidupan yang benar, menjadi sebuah alat bagi Allah untuk memperluas penyelamatanNya kepada seluruh Bangsa.

CovenantNya di Sinai, seperti yang kita lihat, dimaksudkan untuk memenuhi janjiNya melalui keturunan Abraham, Allah akan memberkati seluruh bangsa dan dunia. Jadi bangsa Israel ditahbiskan disini di Sinai sebagai ”sebuah cahaya bagi bangsa – bangsa” dan memimpin mereka dalam perjalanan menuju kekekudusan ( Yes 42 : 6; 49 : 6).

Namun jangan melupakan kata ”jika” di dalam semua sabda Allah di Sinai : ” Jika kamu sungguh – sungguh mendengarkan firmanKu dan berpegang pada CovenantKu, maka kamu akan menjadi harta kesayanganKu sendiri di antara para bangsa ..... sebuah kerajaan Imam ” ( Kel 19 : 5 )

Covenant Allah mempunyai persyaratan. Agar mengalami berkatNya Israel harus berpegang pada CovenantNya, menuruti isi Covenant ( yang dinyatakan dalam Kel 20 – 23 ).Jika mereka tidak memegang CovenantNya, mereka juga bukan bangsa pilihan lagi, jumlah mereka akan ditelan dari permukaan bumi ( Ul 32 : 21; Hos 1 : 9; 1 Pet 2 : 10 )

Bacalah 10 perintah Allah sebagai sebuah hukum Covenant keluarga, sebuah aturan rummah tangga. Hukum – hukum ini terutama diberikan untuk mengatur hubungan dalam rumah tangga bangsa Israel.

Mereka mengatur bagaimana menyelesaikan sebuah perselisihan, bagaimana mengadakan perjanjian dengan budak, bagaimana menghukum kejahatan, bagaimana mengatur ganti rugi atas kehilangan atau kerusakan harta miliknya, dan bagaimana berrelasi dengan Allah dan otoritas atas manusia.

Setelah mendengar sabda Allah, Israel bersumpah untuk berpegang pada Covenant ( Kel 19 : 8, 24 : 3,7 ). Dan Musa membangun sebuah altar dengan 12 tiang, yg melambangkan seluruh suku Israel yang telah menyetujui Covenant ( Kel 24 : 4 )

Kemudian Musa mengambil darah dari binatang yang dikurbankan dan memercikinya kepada bangsa Israel, dan berkata ” Inilah darah perjanjian yang diadakan Tuhan dengan kamu ” ( Kel 24 : 8 ). Darah adalah simbol dari hubungan manusia. Itulah Covenant yang terjadi yang menjadikan Israel sebagai putra dan putri Allah.

Yesus menggunakan kata – kata yang sama pada saat perjamuan terakhir, namun menambahkan kata ”baru” – yang mengatakan kepada kita bahwa malaui DarahNya yang dicurahkan dari atas Salib untuk semua orang, Allah sedang membuat sebuah Covenant baru ( Mark 14 : 24; Mat 26 : 28 )

Ini adalah sebuah tanda bagi kita bahwa apa yang telah kita baca dalam kitab Keluaran ini merupakan ramalan / gambaran masa depan Perjanjian Baru – ini adalah sebagian penggenapan dari rencana Allah. Puncak penggenapan akan datang bersama Yesus.

Covenant baru ini untuk semua orang. Di dalam Covenant baru ini Yesus berjanji, 12 Rasulnya akan duduk dan menghakimi 12 suku Israel ( Luk 22 : 30 ) dan seperti sebuah altar di Sinai yang dibangun di atas tiang – tiang 12 suku Israel, Gereja Yesus akan dibangun di atas ”12 Rasul anak domba” ( Wah 21 : 12, 14 ). Semua Covenant disegel dengan sebuah ritual ”makan” , itulah mengapa Musa dan 70 orang para tua – tua Israel duduk untuk makan dalam hadirat Allah ( Kel 24 : 9 – 11 )

Kemudian, pada saat Israel dalam pengungsian sebagain akibat mematahkan Covenant, para Nabi akan mengingat keakraban dengan Allah – makan dan minum dalam kehadiranNya – dan mengajar bangsa Israel untuk tetap berharap akan hari perjamuan baru, pada saat itulah mereka sekali lagi makan dalam hadirat Allah dan di atas gunung kudusNya. ( Yes 55 : 1 – 3 ; Ams 9 : 1 – 6 )

Harapan ini juga digenapi dalam kedatangan Yesus, yang berbicara tentang Bapa yang mngundang pesta perjamuan pernikahan AnakNya ( Mat 22 : 1 – 14 ) dan menggambarkan Kerajaan Allah sebagai sebuah pesta yang besar ( Luk 14 : 12 – 24 )

d. Skandal anak sapi emas.

Tidak lama setelah Israel meratifikasi Covenant dengan Allah, bangsa Israel jatuh ke dalam penyembahan berhala. Musa naik ke atas gunung untuk menerima petunjuk lebih terperinci tentang bentuk bangun tabut perjanjian dan alat perlengkapannya, sebagai tempat tinggal Allah ( Kel 25 – 31 )dan bangsa Israel di bawah menciptakan anak lembu mas dan mulai menyembahnya.

Para rabi jaman dulu biasa mengatakan buah terlarang adalah untuk Adam, anak lembu emas adalah untuk Israel. Ini adalah kejatuhan dari rahmat Allah untuk ke-2 kali. Anak lembu emas adalah gambaran Apis, dewa kesuburan Mesir dan Israel menyembahnya ini merupakan ejekan terhadap Covenant di Sinai. Seperti yang Musa lakukan, mereka membangun sebuah altar mempersembahkan kurban, makan dan minum dalam sebuah ritual makan. Seperti Kitab suci katakan, mereka juga ” bangkit dan bersuka ria ” yang dengan cara yg sopan mengatakan bahwa mereka ikut serta dalam pesta pora gila-gilaan bergabung dengan memuja Apis. ( Kel 32 : 1 – 6 )

Allah tidak mengakui Israel. Perhatikan dalam perubahan bahasa. Tidak lama sesudah allah berbicara bahwa Israel sebagai umat istimewaNya ( Kel 3 : 10, 5 : 1, 6 : 7 ). Dia berkata kepada Musa bahwa Israel ”bangsamu, yang kau bawa ke luar dari tanah Mesir telah rusak tingkah lakunya” ( Kel 32 : 7 ). Musa menengahi untuk bangsanya, bahkan menawarkan untuk memikul kutukan yang akan diterima bangsa Israel – yaitu dihapuskan dari kitab yang ditulis Allah ( Kel 32 : 31 – 32 )

Meskipun mereka pantas mati untuk kejahatan melanggar Covenant – dan 3000 orang telah dibunuh oleh kaum Lewi – bangsa ini menomorduakan dan mengabaikan Covenant Allah. Namun kondisi Israel telah berubah selamanya. Dalam perjanjian lama tidak pernah lagi Israel dikatakan sebagai ”Kerajaan imam dan bangsa yang kudus” . Sampai rencana Allah kedatangan gereja sebagai kerajaan Imam terwujud. ( 1 Pet 2 : 5,9 ; Wah 1 : 6 )

4 bab pertama dari kitab bilangan menceritakan kepada kita apa yang terjadi segera setelah skandal anak lembu emas Musa menghitung secara terperinci ( yang mana bukunya diberi nama Kitab bilangan ) dan membangun otoritas kaum Lewi.


Suku Lewi, adalah satu-satunya suku yang tidak menyembah anak lembu emas dan hanya satu – satunya yang menjawab panggilan Musa ( Kel 32 : 36 ) yang mengabdi atau ditahbiskan sebagai imam bangsa Israel ( Kel 32 : 26 – 29 ). Tidak akan ada lagi anak sulung dalam setiap keluarga yg mewarisi peran bapa sebagai imam. Suku Lewi dipilih dan ditempatkan sebagai anak sulung ( Ul 3 : 11 – 13; 45 )

Untuk pertama kali, sebuah perbedaan dibuat antara Imam dan umat kebanyakan, dimana dengan segera setiap anak sulung adalah seorang Imam ( Kel 13 : 2, 15 : 24 : 5 ) Sekarang banyak yang bukan suku Lewi yg menjalankan fungsi keimaman ” ( akan mati ). Bil 3 : 10.

IV. Setelah anak sapi emas.

a. Membaca kitab Imamat.

Seluruh karakter dari hubungan Allah dengan umat pilihanNya telah berubah. Allah tidak dapat tinggal ditengah umatNya. Kaum Lewi harus berdiri di antara Allah dan umatNya. Hal ini membawa kita kepada bagian akhir dari Kitab Keluaran dan masuk ke kitab Imamat.

Kaum Lewi adalah bagian dari Covenant yang diperbaharui yang perlu dibuat setelah pemberontakan anak sapi emas. Dosa bangsa Israel sangat berat sehingga dibutuhkan sejumlah peraturan kedua.

10 perintah Allah telah menjadi hukum moral, namun hukum ke-2 ini adalah pengadilan dan upacara, yang berisi hukuman bagi para kriminal dan aturan untuk menyiapkan binatang kurban. Peraturan ke-2 diberlakukan kepada bangsa Israel yang dalam kondisi terpuruk setelah skandal anak sapi emas. Hal ini yg menghabiskan sisa kitab Keluaran ( pasal 33 – 40 ),seluruh kitab Imamat dan 10 pasal pertama kitab Bilangan dalam membahanya.

Kita harus selalu ingat pada saat membaca pasal – pasal kitab Imamat. Ini merupakan buku pegangan bagi para imam Lewi, sebelum skandal anak sapi emas kaum Lewi tidak dibutuhkan. Setelah skandal tsb kaum Lewi menjadi dibutuhkan. Seperti yang kita baca pada kitab Imamat, jangan berhenti pada gambaran seluruh ritual dan menolak buku ini karena, sebagai orang katolik, kita tidak akan memerinci aturan – aturan tsb. Ingat juga, kitab Imamat merupakan kelanjutan dari kisah dari keluarnya keluarga Allah dari Mesir.

Ingat pada saat kita membaca tentang ginjal dan bagian dalam isi perut serta semua detil yg mengerikan pada persiapan kurban – Allah sebenarnya tidak menginginkan hewan kurban. Dia tidak membutuhkan jutaan sapi dan domba untuk disembelih. Malahan Allah menginginkan jiwa yang penuh penyesalan dan rendah hati, dan berjalan dalam jalanNya ( Maz 50 : 8 – 14, Maz 51 : 18 – 19 )

Sistem pengurbanan diadakan sebagai jenis dari cara penebusan dosa atas seluruh bangsa. Tiga hewan yang dikurbankan bangsa israel kepada Allah – sapi, domba,dan kambing – merupakan hewan yang dimuliakan oleh bangsa Mesir.

Allah telah berjanji dengan bangsa Israel jika bangsa Israel ketagihan penyembahan berhala. Seperti yang kita telah lihat. Lebih mudah mengeluarkan bangsa Israel keluar dari Mesir dari pada mengeluarkan budaya Mesir keluar dari bangsa Israel.

Pengurbanan hewan kurban diminta perhari sebagai pengingat kemurtadan mereka dengan anak sapi emas. Setiap hari mereka dipaksa untuk mengingat dosa mereka dan melakukan penebusan, upacara penyembelihan ”dewa - dewa” yang pernah disembah mereka. Dengan cara ini, Allah berharap membebaskan hati bangsa Israel dari perbudakan penyembahan berhala. ( Yos 24 : 14; Yeh 20 : 7 – 8; Kis 7 : 39 – 41 ).

b. Menghitung generasi kedua.

Kaum Lewi bertujuan membantu bangsa Israel generasi ke-2, mengajar mereka hidup kudus, agar generasi ini tidak jatuh seperti generasi pertama. Namun generasi kedua tidak belajar. Kita melihat hal tsb dalam kisah yang diuraikan pada kitab Bilangan, dimulai dengan keberangkatan bangsa Israel dari Sinai ( Bil 10 : 11 )

Kitab Bilangan mengisahkan kisah generasi ke-2 Israel dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. Pada saat keluar dari Mesir merekan yang masih anak – anak sekarang lebih beriman dari pada orang tua mereka. Akhirnya mereka dihukum untuk mengembara selama 40 tahun , ” penderitaan karena ketidak berimanan mereka ” ( Bil 14 : 33 – 34 )

Bahkan ditengah perjalanan mereka melakukan kesalahan yang sama, Allah telah memberi tanda penebusan kepada kita,suatu hari Dia memerintahkan Musa untuk mengangkat ular perunggu untuk menyembuhkan ketidak berimanan bangsa Israel, yang merupakan tanda dari Salib (Bil 21:4–9,Yoh 3:14)

Nabi bayaran, Bileamdikirim untuk menipu bangsa Israel, digunakan Allah untuk memberikan sebuah ramalan bahwa sebuah bintang akan naik atas Yakub dan tongkat kerajaan akan muncul dari Israel. Kita ingat ramalan ini dalam liturgi selama masa Natal, seperti asosiasi kita bintang Bileam diikuti oleh orang Majus ( Mat 2 : 1 – 12 )

Ketidakberimanan generasi kedua mencapai puncaknya di perbatasan Timur tanah perjanjian, di dataran Moab. Bangsa Israel tergoda, dan menyembah Baal Peor, dewa bangsa Moab. ( Bil 25 )

Catat persamaan antara kisah ini dengan kisah anak sapi emas ( Kel 34 ). Pemujaan terhadap dewa yang salah melalui ritual yang tidak bermoral dan ini dihukum dengan membunuh sejumlah besar orang Israel. Pada skandal anak sapi emas, Kaum Lewi membedakan diri mereka dengan pedang dan zeal. Disini seorang Lewi, Pinehas, juga mengambil pedangdai zealnya, menyembelih pasangan yang menyembah berhala. Dia adalah garis keturunan imam tinggi – Harun – ” Sebuah janji keimaman selama-lamanya ” (Bil 25 : 13)

c. Kitab Ulangan.

Skandal anak sapi emas terjadi pada generasi pertama, dan skandal Baal Peor terjadi pada generasi kedua di dataran Moab.

Kitab Bilangan menggambarkan mengapa Kitab Ulangan diperlukan. Ditulis 40 th setelah Kitab Keluaran, Kitab ulangan secara harafiah berarti ” Hukum kedua ” – bermaksud untuk memerintah 12 suku. Kitab ini ditulis segera setelah pemurtadan dan dosa penyembahan berhala Baal Peor.

Perhatikan hukum ini diberikan Musa, bukan Allah. Ini merupakan perbedaan besar antara hukum yang diberikan di Sinai yang dihadirkan berdasarkan Kata-kata Allah sendiri, diberikan Allah secara langsung. Kitab Ulangan adalah Hukum Musa, dan seperti yang Yesus akan jelaskan, hukum ini diberikan kepada bangsa yang berhati kerasx ( Mat 19 : 8 )

Berdasarkan jajak rekam nereka sejak keluar dari Mesir, Musa mengetahui bangsa ini tidak mungkin diharapkan hidup berdasarkan hukum Sinai, dan membiarkan kaum Lewi menyusun standar kekudusan. Kitab Ulangan adalah hukum untuk anak yang suka melawan. Ini yang menjelaskan mengapa pada kitab Ulangan, Musa memberi ijin yang dapat ditemukan pada bagian lain alkitab.

Diantaranya, Musa memberi ijin perceraian dan menikah lagi ( Ul 24 : 1 – 4 ); mengambil budak sebagai istri ( Ul 21 : 10 – 14 ) dan pemusnahan secara teratur dalam perang melawan keturunan Kanaan ( Ul 20:16 – 17). Dalam setiap kasus kelonggaran ini adalah ” kurang jahat ”. Sebagai contoh bangsa Israel diinstuksikan untuk tinggal di daerah Kanaan karena jika tidak mereka akan jatuh kembali menyembah dewa – dewa orang Kanaan.

Ini bukan hukum Allah yang kudus, ini adalah aturan kelonggaran dari Musa, komprominya dengan bangsa yang keras hati. Seperti Allah akan menjelaskan melalui Nabi Yehezkiel, ” Aku memberikan mereka ketetapan – ketetapan yang tidak baik dan peraturan – peraturan yang karenanya mereka tidak dapat hidup ” (Yeh 20 : 25 ).

Hal ini bukan berarti Allah telah melepaskan ide bahwa bangsa ini tidak akan pernah kudus. Melalui permintaan kepada Israel untuk mengurbankan segala yang sulung jantan dari ternak mereka bagi Allah (Ul 15 : 19 – 20). Musa berharap untuk mengingatkan bangsa Israel akan panggilan kepada kekudusan. Namun standar untuk bangsa Israel jauh dibawah dari pada yang diminta kepada Kaum Lewi.

Para ahli memberi catatan sementara Covenant pada Kitab Keluaran mirip dengan ”Covenant keluarga” pada jaman dulu, kitab Ulangan mirip dengan jenis Covenant bahwa kerajaan akan mempunyai pengikut setelah menaklukan dan memperbudak mereka. Dan Kitab Ulangan adalah kuk yang berat yang diletakkan di atas pundak bangsa Israel, yang bertujuan mematahkan hati bangsa yang keras. Namun Musa meramalkan hukum ini tidak akan menyelamatkan mereka dari godaan dan gagal menghargai Covenant.

Pada kenyataanya, ia meramalkan bahwa semua kutukan terhadap Covenant suatu hari akan menjatuhkan bangsa Israel ( Ul 30 : 1 – 10; 31 : 16 – 29 )

Pertama, Musa menasihatkan bahwa kutukan – kutukan merupakan suatu syarat : ” Jika kamu tidak mendengar firman Tuhan” (Ul 28 :15) dan menggambarkan dengan seram dan mendetail hukuman yg diberikan pada pengasingan. ( Ul 28 : 18 – 68 )

Namun 2 pasal kemudian Musa memberi jaminan bahwa semua kutukan ini akan jatuh di atas bangsa Israel. Namun jika mereka berbalik kepada Tuhan, Musa berjanji Allah akan seakli lagi menyelamatkan mereka, sekali lagi memberikan pengampunan ” Jika kamu dan anak-anakmu berbalik kepada Tuhan Allahmu, dan mendengarkan suaraNya, sesuai dengan segala yg Kuperintahkan ” ( Ul 30 : 1 – 2 )

Kutukan pada bangsa Israel akan terjadi, seperti yang diramalkan Musa, yang akhirnya akan memnawa mereka kepada penyesalan. Dan pada titik tsb, Musa meramalkan ” Tuhan, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati dari keturunanmu, sehingga engkau mengasihi Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup. ( Ul 30 : 6 )

Perhatikan ! sebelumnya, Musa telah memerintahkan bangsa Israel untuk menyunat hati mereka(Ul 10:1) Namun sekarang, pada akhir Kitab Ulangan ia tahu bangsa Israel tidak mampu melakukan hal tsb – hanya rahmat dari Allah yg dapat mengubah hati bangsa tsb.

Inilah janji yang diajarkan para Nabi kepada Israel untuk berharap selama tahun – tahun pengucilan dan perbudakan.

Yehezkiel berjanji bahwa Allah akan memberikan bangsa Israel hati yang baru, dan menjauhkan hati mereka yang keras ( Yeh 36 : 22 – 28 ). Yeremia, dalam ayat – ayat perjanjian lama berbicara secara khusus tentang ” Covenant baru ”, berkata bahwa Allah akan menulis hukumNya dalam hati dari bangsa Israel ( Yer 31 : 31 – 33 )

Janji – janji ini dinanti sampai kedatangan Yesus sebagai penggenapan janji – janji tsb. Musa telah meramalkan kedatangan Nabi seperti dirinya ( Ul 18 : 15 ). Yesuslah yang akan menjadi Nabi tsb ( Yoh 6 : 14; 7 : 40; Kis 3 : 22; 7 : 37 )

Namun kitab Ulangan ditutup dengan Musa yang meningggal pada usia 120 th di puncak gunung Nebo. Tanah yang dijanjikan kepada Abraham, Isak, dan Yakub ada di depan matanya, namun tidak dapat dimasukinya.

V. Pertanyaan – pertanyaan.

1.Apa yang menjadi persamaan antara kehidupan Musa dengan kehidupan Kristus ?
2.Covenant apa yang diingat Allah pada saat membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir ?
3.Bagaimana Allah digambarkan pada Kitab Keluaran sebagai Bapa yg mencintai anak sulungNya, israel ?
4.Mengapa penyaliban dan kebangkitan Yesus disebut ” Paskah Tuhan” ?Mengapa Paskah Tuhan seperti paskah Israel dan Kitab Keluaran?

Untuk doa dan renungan : Baca percakapan Yesus tentang roti yang hidup ( Yoh 6 : 27 - 59 ) dan baca kembali kitab Keluaran kisah tentang Manna ( Kel 16 : 1 – 5; 9 – 15 ). Mintalah dalam doamu untuk lebih mengerti tentang kata – kata Yesus : ”Tidak seperti nenek moyang muyang makan dan tetap mati, siapa yang makan roti ini akan tetap hidup selamanya”

Selasa, 31 Mei 2011

Bahan Kursus Kitab Suci-Scott Hahn Seri 03 oleh Yohanes Paulus Tjia Swan Tjay

kita sambung lagi ya ...


Pelajaran 3 : Bapa Kita Abraham

Tujuan :

1.Membaca kitab kejadian 12 – 50 dengan penuh pengertian
2.Mengerti Covenant Allah dengan Abraham dan melihat bagaimana Covenant itu Dipenuhi dalam Covenant baru pada Yesus
3.Menghargai gambaran kunci dalam kisah Abraham : Melkisedek, penyunatan, Pengorbanan Isak dan bagaiman Gereja menginterpestasikannya.

I. Review

Marilah kita mulai pelajaran dgn mengingat lagi beberapa hal : Kita sedang mempelajari sejarah keselamatan - kisah yg diceritakan Kitab Suci – degan cara mempelajari Covenant yang menjadi “tulang belakang” atau struktur rangka dari Kitab suci.

Pd jaman dulu, Covenant2 membangun hubungan kekeluargaan. Melalui CovenantNya Allah membangun hubungan kekeluargaan dengan ciptaanNya. Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Melalui CovenantNya Allah telah – dan tetap memimpin sebagai Bapa keluarga. Melalui Covenant2 di Kitab suci, Allah melimpahkan berkatNya – membagikan kehidupan dan rahmat yang kudus – ke atas umatNya. Melalui berkatNya, Allah menjadikan kita lebih dari ciptaan yang lainnnya. Dia menjadikan kita Ahli waris dan keturunanNya, putra dan putri Allah.

Kita sedang mempelajari sejarah ini untuk mengerti lebih baik dan hidup lebih baik, Covenant baru yang diberikan Allah dalam pribadi Yesus yang kita masuki melalui pembaptisan. Dan seluruh Covenant yang kita baca di dalam sejarah perjanjian lama Kitab suci dimaksudkan sebagai tanda, dalam menantikan Covenant baru.

Mengambil kisah dalam Kitab Suci : sebagai dosa awal dari Adam dan Hawa, keluarga yang Allah inginkan telah pecah dan tercerai berai. Sekarang ada ketegangan yang tetap antara orang yang meragukan janji-janji Allah dengan yang mencari kemuliaan nama mereka, yaitu mereka yang dihidup di luar keluarga Allah dengan mereka yang “ menyerukan nama Tuhan “, mereka yang ingin hidup sebagai anak-anakNya ( kej 4 : 26 )

Ketegangan ini semakin memuncak pada kisah menara Babil pada pelajaran yang lalu – dimana bangsa-bangsa di dunia mencoba “ membuat nama untuk diri mereka “. Seperti Adam dan Hawa mencari hidup tanpa Allah, sekarang laki-laki dan perempuan bertindak bersama sebagai satu bangsa untuk berbuat hal yang sama.

Namun dalam ayat-ayat setelah peristiwa tsb, kita diperkenalkan kepada Abram atau Abraham ( untuk selanjutnya kita akan sebut Abraham dalam pelajaran ini, meskipun Ia dipanggil Abram sampai Allah mengganti namanya ( kej 17 : 5 ).

Abraham dipanggil untuk menolak cara hidup yang mengagungkan diri sendiri. Jika ia mengikuti Allah dengan Iman dan taat, Allah berjanji akan mengagungkan Abraham – membuat namanya Besar ( kej 12 : 2 ).

Dengan Abraham, sejarah manusia menjadi sejarah keselamatan. Sampai sekarang sejarah kita dihadapkan dan menuju ke kematian, kembali menjadi debu seperti penciptaan manusia pertama. (kej 1 : 19 ; katekismus No 1079 – 1080 ). Oleh karena kepenuhan imannya, Abraham menjadi bapa generasi baru dari laki2 & perempuan, generasi yang hidup dengan iman kepada janji-janji Allah, seperti kepercayaan anak laki2 dan perempuan. Allah menjanjikan Abraham akan menjadi “ bapa dari bangsa – bangsa yang besar ( kej 17 : 5 ). Melalui keturunannya, ia akan membawa berkat kudus kepada seluruh bangsa di dunia ( kej 12 : 3 ). Berkat apa yang ingin Allah limpahkan ? Memberikan relasi sebagai anak yang kudus. Inilah janji Allah, yang menjadi pusat perhatian kita dalam pelajaran ini , janji tsb dipenuhi dalam Yesus, seperti yang kita baca pada kalimat pertama pada perjanjian baru, “ Anak Abraham” ( Mat 1 : 1 )

II. Bapa kita Abraham.

a. Janji Besar.

Covenant Allah dengan Abraham terdiri atas 3 bagian, dan dimulai dengan 3 janji :

1.Membuat Abraham dan keturunannya menjadi bangsa yang besar ( 12 : 1 )
2.Memberi Abraham nama yang besar (12 : 2 )
3.Membuat Abraham menjadi sumber berkat untuk seluruh dunia ( 12 : 3 )

Kemudian Allah meningkatkan 3 janji tsb – memasukkan mereka ke dalam Covenant kudus – Allah tidak hanya berjanji membuat abraham menjadi bangsa besar. Allah membuat Covenant dengan janji akan membebaskan keturunan Abraham dari penindasan di tanah asing dan memberikan mereka daerah teritorial ( kej 15 : 7 – 21 ) Tidak hanya namaya menjadi besar, tapi Allah melalui CovenantNya bersumpah akan menjadikan Abraham “bapa dari bangsa yang besar” sebuah kerajaan “ raja-raja akan muncul dari keturunanmu “ ( kej 17 : 1 – 21 )

Allah meninggikan ke-3 janjiNya dengan berjanji membuat keturunan Abraham seperti bintang di langit yang tdk terhitung serta pasir dipantai. Melalui keturunannya semua bangsa di dunia akan menemukan berkat. ( kej 22 : 16 – 18 ). Melalui sumpah pada ke-3 janji tsb, Allah menuntun mata kita kepada masa depan sejarah penyelamatan.

Abraham membuat bangsa yang besar di dalam kitab keluaran, pada saat Allah membuat Covenant dengan Musa, Allah membuat keturunan Abraham menjadi bangsa yang memiliki tanah perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham ( kej 46 : 3 – 4 ). Kita akan membacanya pada pelajaran selanjutnya, pada saat kita melihat kitab keluaran melalui kitab ulangan.

Janji ke-2 Allah dipenuhi pada saat daud menjadi raja dengan nama yang besar ( 2 Sam 7 : 9 ) dan sebuah tahta abadi ( Maz 89 : 3 – 4; 132 : 11 – 12 ),

Dan akhirnya Covenant2 ini mengarahkan kita kepada Yesus. Yesus adalah kepenuhan dari Covenant baru yang dijanjikan untuk membuat keturunan Abraham menjadi sumber berkat bagi seluruh bangsa. Itulah sebabnya pada kalimat pertama pada perjanjian baru kita menemukan kalimat “ Yesus …. Anak Abraham “ ( Mat 1 : 1 )

b. Anak terkasih.

Pada kidung Maria dan Zakaria yang terkenal, diceritakan kepada kita bahwa kedatangan yesus merupakan pemenuhan dari janji-janji Allah kepada Abraham ( Luk 1 : 55, 72 – 73 dan kej 12 : 3; 13 : 15; 22 : 16 – 18 )

Yesus adalah keturunan Abraham yang kepadaNya berkat divine sonship akan mengalir kepada seluruh bangsa di dunia. Yesus sendiri mengajarkan kita untuk melihat simbol kedatanganNYa dalam kelahiran Ishak : “ Abraham bapamu, gembira melihat hari kedatanganKu, ia melihat dengan bahagia “ tentu saja secara teks Abraham tidak melihat kelahiran Yesus. Abraham bergembira pada saat kelahiran dari keturunannya. Ishak ( kej 17 : 7 ). Namun Yesusberkata kepada kita bahwa di dalam Ishak kita akan melihat tanda dari kelahiran Yesus.

Diawali teks Kitab suci dan kemudian dipenuhi oleh bunga dari tulisan para Bapa Gereja seperti St Agustinus, banyak yang terlihat hubungan yang dalam antara kehidupan Ishak dan kehidupan Yesus. Kelahiran Ishak merupakan keajaiban yang terjadi pada saat Abraham berusia 100 th dan dari istri yang mandul. Demikian juga Yesus dilahirkan melalui kehamilan kudus. Seperti Ishak disunat untuk menjadi anggota bangsa pilihan Allah, emikian juga Yesus ( Luk 2 : 21 )

Ini bahkan lebih dalam dari hanya simbol, dalam test yang mengerikan yang diberikan Allah kepada Abraham – menyerahkan anak tercintanya, Ishak, sebagai kurban persembahan. Kisah ini sudah sejak lama diinterpretasikan sebagai ramalan / tanda penyerahan Anak Allah tercinta untuk disalibkan di kalvari.

Pertama, perhatikan dalam kisah ini berapa kali kata “bapa” dan “anak” digunakan ( kej 22 ). Ishak digambarkan sebagai hanya anak terkasih dari Abraham ( Kej 22 : 2, 12, 16 ). Dihalaman depan perjanjian baru kita akan menemukan Allah menggunakan kata yang sama – “ AnakKU terkasih “ – ditujukan kepada Yesus pada 2 kejadian penting dalam hidupNya, pada saat Yesus dibaptis, dan perubahan rupa Yesus ( Mat 3 : 17; 17 : 5 )

Bahasa ini bukan kebetulan , ini adalah petunjuk apa yang akan terjadi dalam kisah Abraham, yang merupakan salah satu yang paling sulit dimengerti di seluruh Kitab suci. Tanpa petunjuk ini kita dapat berkesimpulan yg kejam : bagaimana mungkin Allah meminta seseorang untuk mengorbankan anaknya terkasih atau anak-anaknya ? Allah semacam apa yang akan meminta test kesetian seperti itu ?

Namun test ini, seperti banyak hal yang tertulis dalam perjanjian lama, telah ditulis sebagai bentuk cara untuk mengajar kita tentang rencana cinta Allah ( 1 Kor : 11; Rom 4 : 23 – 24 ). Pengarang perjanjian baru, mengerti dengan jelas bahwa kisah ini bukan tentang Allah yg kejam yg meminta pengikutnya untuk melakukan sesuatu yg mengerikan dalam melayaniNya.
Mereka mengetahui dalam kisah Abraham dan Ishak, Allah menyatakan kepada kita suatu misteri dari sifat keBapaanNya yang kudus.

Allah 2x memuji Abraham sebagai orang yang penuh iman – “Kamu tidak menyembunyikan anakmu terkasih dari Ku” ( Kej 22 : 12,15 ). St Paulus menyebutkan terjemahan bahasa Yunani dari kata-kata ini pada saat ia berbicara mengenai penyaliban Yesus : Dia yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri namun menyerahkannya bagi kita … ( Rom 8 : 32 ). Kita juga dapat mendengar gaung dari pujian Allah dalam teks yang terkenal dai Injil Yohanes : “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah menyerahkan …. “ ( Yoh 3 : 16 )

Dan di Kitab Suci ada yang lebih halus, kesejajajran ke-2 cerita tsb seperti, gunung di mana Allah berfirman kepada abraham untuk melakukan kurban : Gunung Muria, adalah tempat yang sama dengan tempat asal Melkisedek yang datang dari Salem. Pada kenyataannya tradisi Yahudi yang dipegang bahwa Gunung Muria adalah puncak tempat Salomo membangun bait Allah ( 2 taw 3 : 1 ), juga memegang tradisi bahwa nama Yerusalem berasal dari Kata – kata iman Abraham – “ Allah akan menyediakan “ ( Kej 2 : 8, dalam bahasa Ibrani = Yir’eh atau jira ) untuk kata Salem.

Kalvari, tempat di mana Yesus disalibkan adalah salah satu bukit dari Gunung Muria. Dan seperti Ishak, membawa kayu untuk pegurbanan dirinya, dan memohon untk diikat pada kayu. Demikian juga Yesus membawa salibNya dan membiarkan orang memakunya pada salib tsb. Tradisi yahudi mempercayai bahwa Ishak berusia antara 27 – 35 tahun pada saat kejadian tsb dan ia mengijinkan dirinya diikat dan dikurbankan Abraham. Hal ini akan memberi kesan lebih jauh mengeani kesejajajran ke-2 kisah ini antara Ishak dengan Yesus, keduanya menyerahkan diri mereka, secara bebas menerima kematian mereka sebagai tawaran kurban bagi Allah.

Abraham berkata kepada pelayannya : “ Kami akan memuja dan kemudian akan kembali kepadamu “ ( Kej 22 : 5 ) dapat didengar sebagai janji dari kebangkitan. Mengapa ia berkata kami, “ jika ia berharap Ishak akan dibunuh ? dalam surat Ibrani diterangkan karena Abraham memiliki iman dalam kebangkitan : “ Dia beralasan bahwa Allah dapat membangkitkan bahkan dari kematian , dan ia akan menerima kembali Ishak ( Ibr 11 : 17 – 19 ). Pada kenyataannya Ishak diselamatkan, seperti juga Yesus akan diselamatkan pada hari ke-3. ( Kej 22 : 4 )

c. Tanda dari daging dan roh.

Abraham percaya bahwa Allah akan memberikan kembali anaknya terkasih kepadanya, dan dengan iman ini, ia melaksanakan kewajibannya kepada Covenant Allah dengannya.

Allah membuat iman dalam janjiNya sebagai syarat dari CovenantNya dengan Abraham. Iman yang seperti ini yang menjadi syarat bagi mereka yang akan memasuki Covenant baru dalam Yesus.

Kita lihat karya ini dalam surat-surat Rasul Paulus, khususnya dalam suratnya kepada umat di Roma dan Galatia. Abraham kata Paulus adalah “ Bapa bagi seluruh ….. yang percaya (Rom 4 : 11 – 12 ). Apa yang dikatakan teks Kitab Suci tentang Abraham-“ Iman sudah diperhitungkan kepada Abraham sebagai suatu kebajikan “ – hal ini juga merupakan syarat yang diminta dari kita, Kita juga harus percaya akan janji Allah, “ Percaya kepada Yesus Tuhan kita yang telah bangkit dari kematian ) (Rom 4 : 9, 23 – 24 )

Berkat yang Allah janjikan akan dilimpahkan ke atas dunia melalui keturunan Abraham, datang kepada kita melalui iman kita pada salib dan kebangkitan Yesus. Pengorbanan Yesus membawa kita kepada “ Berkat dari Abraham ” ( Gal 3 : 14 ). Berkat-berkat Abraham ini, membawa kita kepada pembaptisan, yang menjadi tanda dari Covenant baru, seperti penyunatan yang menjadi tanda dari Covenant Allah dengan Abraham.

Allah membuat penyunatan sebagai tanda dari sumpah CovenantNya untuk membuat keturunan Abraham menjadi sebuah dinasti kerajaan : “Maka dalam dagingmu lah CovenantKu menjadi Covenant yang kekal “ ( Kej 17 : 1 – 4 ). Namun seperti St Paulus ajarkan, tanda Covenant ini dalam daging juga berarti untuk melambangkan tanda spiritual dan sakramental yang dengan mana kita memasukiCovenant baru, keluarga Kerajaan Allah.

Di dalam kitab para nabi “ penyunatan hati “ telah menjadi tanda dedikasi seseorang kepada Allah ( Ul 10 : 16; Yer 4 : 4; Rom 2 : 25 – 29; 1 Kor 7 : 18 – 19 ). Nabi Yeremia berkata bahwa hukum dari Covenant yg baru akan dituliskan dalam hati. ( Yer 31 : 31 – 34 )

Dan hal ini terjadi pada pembaptisan yg merupakan sunat kristus ( Kol 2 : 11 ) dan melalui penyunatan yg benar ( Fil 3 : 3 ). Seperti penyunatan merupakan tanda dari keanggotaan dalam umat Abraham, “ Penyunatan baru “ - pembaptisan – adalah tanda keanggotaan Gereja, Umat Allah yang baru.

Di dalam pembaptisan di Gereja , janji kepada Abraham digenapi. Itu merupakan jumlah yg besar, tidak seorangpun mampu menghitung, dari setiap bangsa, ras, orang dan setiap bahasa akan menemukan berkat dan keselamatan dalam Allah Abraham (Bdk Kej15:5 dgn Wah7:9–10 ).

d. Berkat dari Shem.

Allah berjanji memberkati Abraham, dan kita tahu bahwa berkat tsb untuk keturunannya, terutama dalam Yesus. Namun selama kursus kitab kejadian, berkat yg nyata bahwa Abraham menerima berkat tsb dari Imam-raja yg misterius, Melkisedek ( Kej 14 : 18 – 20 )

Jika kita perhatikan, pada kitab kejadian Allah mempunyai banyak masala dengan “anak sulungNya” - dimulai dengan Adam, yg melakukan dosa asal , anak sulung Adam, Kain pada gilirannya menkadi pembunuh. Pada masa nenek moyang, menjadi anak sulung adalah menjadi pewaris tunggal seluruh asset, hak istimewa dan kekuasaan dari ayah. Menerima berkat dari ayahnya adalah tujuan setiap anak sulung, dalam Kitab Suci ini merupakan pola alamiah .

Allah bermaksud melimpahkan berkatNya pada dunia melalui “Anak SulungNya”-Adam- namun karena ketidakpatuhannya gagal berbuat sesuai dengan kewajiban hak asasinya. Jadi Allah, mengangkat seorang anak sulung baru, Nuh , yg membuktikan diri sebagai orang benar dan tidak bersalah pada masanya. ( Kej 6 : 9 ).

Melalui kesetiaan Nuh, Allah memperbahaui CovenantNya terhadap ciptaanNya dan keluarga manusia. ( Kej 9 : 1 – 17 ). Namun anak sulung Nuh, seperti Adam, jatuh ke dalam dosa ( Kej 9 : 20 – 22 ). Meskipun manusia tidak setia namun Allah tetap selalu setia terhadap janji CovenantNya. Sehingga Allah berbalik kepada Shem, anak sulung Nuh yang benar menjadi anak sulung yang baru.

Shem menerima berkat dari Nuh - “Terpujilah Allah Shem “ – yang menjadi pertama kalinya dalam teks Kitab Suci bahwa Allah diidentifijasikan dengan seseorang ( Kej 9 : 26 – 27 ). Allah disebutkan dengan “ Allah Shem “ – sebuah tanda bahwa Shem seorang yang benar dan tinggi di hadapan Allah.

Namun kemudian Shem menghilang, tidak seperti anak sulung lainnya – Adam, Kain, Nuh – kita tidak melihat Shem jatuh ke dalam dosa. Pada kenyataannya, kuta tidak mendengar apapun lagi tentangnya – kecuali bahwa ia memiliki anak2 laki2 dan 10 generasi keturunan berikutnya adalah Abraham ( Kej 11 : 26 – 27 ). Ini merupakan sesatu yg ingin kita ketahui, meskipun kita tidak pernah melihat Shem – kemashurannya sebagai orang paling benar sejak air bah – memberkahi anak sulungnya atau kepada setiap anaknya.

Sekarang saatnya bermatematika : menjumlahkan angka2 yg diberikan oleh uraian Kitab Suci dari garis keturunan Shem ( Kej 11 : 10 – 26 ) : Abraham dilahirkan 290 th setelah anak sulung Shem – Arpakhsad - dilahirkan. Jika Shem berusia 100 th pada saat Arpakhsad dilahirkan, out artinya Shem berusia 390 th pada saat Abraham dilahirkan. Dan jika Shem hidup 500 th setelah jelahiran Arpakhsad, dan Abraham hidup selama 175 th ( Kej 25 : 7 ), hal itu berarti bahwa Shem tetap hidup 35 th lagi setelah Abraham meningggal.

Siapa yang peduli ? Mengapa ini jadi masalah ? Memang, bagi para rabbi pada masa nenek moyang dan selama berabad-abad menurut ahli tafsir Kristen pertama , kemungkinan termasuk pengarang surat kepada orang Ibrani, ini masalah kesepakatan yang juga merupakan kunci untuk memperhitungkan apa yang terjadi antara Abraham dengan Melkisedek dalam Kej 14.

Menurut tradisi lama – Yahudi dan Kristen – Melkosedek yg misterius, Kepala suku yg besar, pewaris dari janji berkat dari Allah setelah air Bah.

Mari kita lihat beberapa tanda pada teks Kitab suci. Perhatikan dengan hati2 kerajaan yg dihadirkan pada awal kej 14, terutama bagaimana mereka dapat ditelusuri sebagai silsilah dari anak2 laki2 Nuh – Ham, Yafet, dan Shem.

Sodom, Gomorah, Admah dan Zeboliim adalah kerajaan2 yg diturunkan dari Kanaan, keturunan anak laki2 Nuh yang jahat. Ham ( Kej 10 : 6, 19 ) Sinear adalah kerajaan lain keturunan Ham (kej 10 : 6, 10). Elam ditampilkan sebagai keturunan dari Shem ( kej 10 : 22 ). Dan kerajaan Goyim ( dalam huruf Ibrani = bangsa2 ) ditampilkan sebagai keturuna yafet, bapa dari bangsa2 maritim ( kej 10 : 5 )

Garis pertempuran digambarkan pada kej 14 sangat berbelit, namun inilah yg terjadi : Raja Elam bersekutu dengan 3 kerajaan lainnya mengalahkan aliansi dati kerajaan Sosdom, Gomora, Adma, Zeboim dan Zoar, dan dijadikan budak ( kej 14 : 17 ). Abraham, pada gilirannya mengalahkan aliansi yg dipimpin Raja Elam, dalam rangka menyelamatkan keponakan laki2 nya, Lut , yang telah ditangkap sebagai tawanan perang pada pertempuran terdahulu.

Sebagai hasilnya, keturunan Shem, Abraham , sekarang memerintah seluruh keturunan Ham dan Yafet – seperti yg diramalkan Nuh akan terjadi. ( Kej 9 : 25 – 27 ). Tepat pada kejadian ini, Melkisedek muncul, dan apa yang ia lakukan ? Dia mengumumkan berkat atas Abraham yg bunyinya mirip seperti berkat yang Nuh umumkan atas Shem ( Kej 14 : 19 – 20 ).

e. Anak sulung imam agung.

Apa arti semua ini ?

Jika Melkisedek, sebuah nama yang berarti “ Raja kebenaran “ ( Ibr 7 : 2 ), adalah benar-benar Shem, “Anak besar” dari Nuh, yg berarti bahwa berkat Allah diberikan kepada Nuh, dan Nuh memberikannya kepada Shem yang sekarang diteruskan kepada Abraham . Berkat kebenaran dari anak sulung akan diteruskan kepd Ishak ( kej 25 : 5 ) dan Yakub ( Kej 27 : 27 – 29 ).

Namun melalui Melkisedek berkat anak sulung ini menjadi sesuatu yang bersifat kerajaan dan keimaman. Hal ini menjadi penting untuk alur cerita dan arti dari sisa kitab suci.

Melkisedek adalah seorang Imam Agung dan seorang raja. Jika ia putra sulung dari Nuh, kemudian berkatnya atas Abraham adalah semacam pentahbisan, yang melalui sebuah pentahbisan Abrahamjuga tidak hanya menjadi anak sulung yg benar namun juga imam Allah yg paling agung.

Setelah kitab kejadian, kita melihat Abraham membangun altar dan menyerukan nama Tuhan ( Kej 12 : 8; 13 : 4 ). Namun dengan berkat ini tugas keimaman menjadi bagian yg paling menunjukkan identitasnya dan bagian dari warisan dan keturunan raja yg telah dijanjikan Allah kepadanya. Kita akan melihat Ishak mengikuti langkah ayahnya. ( Kej 26 : 25 ).

Dipelajaran selanjutnya, pada saat kita membaca Covenant dengan Musa, kita akan melihat bahwa bangsa Israel direncanakan menjadi “anak sulung Allah” ( Kel 4 : 22 ) dan sebuah kerajaan Imam. ( Kel 19 : 6 )

Pada saat kita membaca Covenant dengan Daud, kita akan melihat bahwa Daud dan anaknya Salomo dianggap sebagai “anak - anak sulung” ( Maz 89 : 6 )yang ke-2nya merupakan raja dan imam ( 2 sam 6 : 12 – 19; 1 Raj 3 : 15; 8 : 62 – 63 ). Sangat menarik, dalam perjanjian lama, Melkisedek diinterpretasikan sebagai seorang figur yg menjadi tanda bagi Daud, yang mendeklarasikan “ Sorang imam selamanya menurut Melkisedek “ ( Maz 76 : 2 )

Perhatikan Melkisedek muncul dimanapun juga. Dia tidak punya silsilah dan ibu kota kerajaannya, Salem tidak disebutkan lebih dulu dalam kitab suci. Namun Salem seperti nanti yg akan kita lihat dalam kitab suci adalah kependekan dari Yerusalem, ibukota kerajaan imam dari bangsa terpilih. ( Maz 76 : 2 )

Akhirnya, dalam perjanjian baru, Yesus dilihat sebgai “anak sulung” , Imam Agung dan Raja ( Ibr 1 : 2 – 13; 5 : 5 – 6 )dan Dia, juga dilihat sebagai Imam dari garis keturunan Melkisedek ( Ibr 7 )
Perhatikan bahwa Melkisedek mengeluarkan roti dan anggur pada saat mengucapkan syukur sebelum mengumumkan berkat atas Abraham, teks tsb menunjukkan tindakannya sebagai “ seorang Imam Allah yang paling tinggi “ ( Kej 14 : 18 )

Yesus juga mengeluarkan roti dan anggur kita sebagai simbol dari Covenant baru. Bapa2 Gereja, dengan mudah melihat tindakan Melkisedek memberi tanda tentang Ekaristi. Dan liturgi Gereja mencerminkan tradisi ini dalam doa ekeristi I , yg menyerahkan” Roti dan anggur yg ditawarkan imam Melkisedek ( Kat No 1333 )

Saudara2 dari Yesus dalam Gereja, “jemaat – jemaat anak sulung” ( Ibr 12 : 23 ) juga sebuah bangsa yg terpilih, imamat yg suci, bangsa yg kudus, umat kepunyaan Allah (1 Pet 2:9; Wah1: 6 )

Semua ini, pada gilirannya, merujuk kembali ke taman Eden, awal sejarah manusia. Ini merupakan hal yg sangat menarik untuk mengamati bahwa Adam ditempatkan di taman untuk “mengolah dan menjaganya” ( Kej 2 : 15 ) sesuatu yg penting menjadi hilang pd saat menterjemahkan kata2 tsb.

Pada teks yahudi asli, kata yg digunakan adalah abodah dan shamar. Dan kata2 tsb diasosiasikan dengan tugas pelayanan keimaman. Pada kenyataannya ke-2 kata tsb dibagian lain kitab suci terdapat pada kitab bilangan, dan diterjemahkan sebagai “pelayanan” dan “tanggung jawab”, dan digunakan untuk menggambarkan tugas-tugas kaum Lewi, yg diangkat sebagai imam bangsa Israel. (Bil 3 : 7 – 8; 8 : 26; 18 : 5 – 6).

Adam, muncul, digambarkan sebagai seorang imam anak sulung. Perintah untuk beranak-cucu dan bertambah banyak ( Kej 1 : 28 ) tidak lain bermaksud agar Adam menjadi seorang bapa dari sebuah bangsa imam. Ini adalah tujuan dari manusia. Sebuah tujuan yg akhirnya dicapai dalam Yesus –“Putra Sulung” Kerajaan dan Imam.

III. Masa kesukuan.

a. Yakub yang lebih muda.

Dengan kisah Abraham, kita kembali pada sejarah penyelamatan. Sisa dari kitab kejadian ( pasal 12 – 50 )menceritakan kisah kesukuan yg didirikan oleh bapa bangsa terpilih. Di kej 12 - 25 :18, kita akan membaca tentang Abraham dengan 2 anaknya, Ismail dan Ishak. Dalam kej 25 : 19 – 36 : 43 , kitamendengar kisah Ishak dengan 2 anak laki2nya, Esau dan Yakub, dan kitab Kejadian ditutup, kej 37 – 50, dengan kisah dari 12 anak Yakub, pendiri suku2 di Israel, terutama anak Yakub, yaitu Yusuf.

Ishak tumbuh dewasa dan menikahi Rebeka. Seperti ibunya Sarah, Rebeka seorang wanita mandul, namun Ishak, seperti bapanya Abraham sebelum memilikinya, memohon kepada Alllah untuk memberikan mereka anak – anak ( kej 25 : 21; 15 : 3 ). Semetara ke-2 anak kembarnya berkelahi dalam rahimnya, Allah berfirman kepada Rebeka bahwa ke-2 anak tsb masing2 akan menjadi sebuah bangsa ,namun yang lebih muda, Yakub, akan memerintah yang lebih tua, Esau ( kej 25 : 23 )

Ini adalah suatu bagian alur cerita yg lain, dihubungkan dgn apa yg telah kita bicarakan tentang “anak sulung”. Perhatikan setelah kegagalan dari anak sulungNya di Eden, Allah nampaknya lebih menyukai anak laki2 yg lebih muda. Persembahan Habil lebih disukai dibandingkan Kain. Ishak lebih dipilih dibandingkan Ismail. Anak laki2 Yakub yang paling kecil, Yusuf, menjadi pahlawan pada bagian akhir kitab kejadian. Sementara Ruben anak sulung Yakub, gagal melindungi Yusuf dari saudara – saudaranya ( kej 37 ).

Mengapa Allah melakukan hak ini ? Dia memilih yg muda, yg lemah dan penuh dosa untuk menunjukkan bahwa sejarah keselamatan ditentukan oleh kebebasan rahmatNya dan cintaNya.

St Paulus memberi kita prinsip umum pada saat ia mengatakan bahwa Allah memilih Ishak dari pada Esau “ Supaya rencana Allah tentang pemilihanNya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilanNya …Jadi tidak bergantung kepada keinginan seseorang, namun bergantung Allah. ( Rom 9 : 11 – 13 )

Jangan bingung dengan drama dan penipuan bagaiman Yakub mengunci berkat Ishak. Esau sudah membuktikan dirinya tidak berharga untuk menerima berkat, dgn menjual hak anak sulungnya kepada Yakub untuk semangkuk makanan rebusan. Seperti kata teks kitab suci : “Esau memandang ringan hak kesulungannya” ( kej 29 : 25 ). Kemudian pada saat anaknya Yusuf dijual menjadi budak, anak laki2 lainnya akan menipunya dengan membasahi mantel Yusuf dengan darah kambing. Tentu saja ironi tdk hilang pada pencerita kitab kejadian – Kecurangan Yakub kepada bapanya juga dengan menggunakan kulit domba. (kej 27 : 15-16; 37 : 31 – 35 ).

Namun kebohongan Yakub melayani tujuan Allah. Allah memilih Ishak dari pada Esau ( Mal 3 : 1 ; Roma 9 : 13 ). Melalui Yakub Allah akan memperpanjang berkat yg diberikan kepada Abraham ( Kej 28 : 3 – 4 ) Allah menegaskan dirinya dengan menunjukkan kepada Yakub tangga ke surga ( Kej 28 : 10 – 15 ). Kemudian Yesus akan menggunakan mimpi Yakub ini, dgn menyatakan bahwa dalam diriNya surga dan bumi bersentuhan. Manusia dan Tuhan bertemu. Dia adalah yang dilihat Yakub sebagai pintu gerbang surga.( Yoh 1 : 51; kej 28 : 17 )

Allah mengubah nama Yakub menjadi Israel setelah pergumulan yg misterius sepanjang malam. Nama Israek berarti “ Dia yg berjuang bersama Allah “ ( Kej 35 : 10; Hos 12 : 5 ).

b. Yusuf dan Yudea.

12 Anak Yakub dilahirkan dari 2 istri, Lea dan Rachel – membentuk12 suku Israel (Kej 47:27; Ul 1:1) dan di dalam kisah Yusuf dan saudara – saudaranya, sekali lagi kita melihat Allah memilih yg paling muda untuk melaksanakan rencana penyelamatanNya.

Yusuf setipe dengan Yesus. Apa yg terjadi padanya merupakan tanda tidak hanya apa yg akan terjadi kepada anak Israel, tetapi juga penderitaan dan keselamatan dimenangkan bagi kita oleh Yesus.

Yusuf merupakan korban keirihatian dan penolakan oleh saudara2nya, anak2 Israel.,ia dijual dengan harga seorang budak ( Bdk kej 37 : 28 dgn Mat 26 : 14 – 15 ) Bandingkan perkataan saudara2 Yusuf dengan perkataan dari penyewa2 tanah garapan yg jahat dalam perumpamaan Yesus ( kej 37 : 20; Mat 21 : 38 ).

Keduanya Yusuf dan Yesus, tetap mengampuni saudara2 mereka dan menyelamatkan mereka dari kematian. Firaun memerintahkan kepada para pelayan Mesirnya untuk melakukan apapun yg diperintahkan Yusuf kepada mereka. Dan Maria akan mengulangi perintah ini, menyuruh para pelayan pada sebuah pesta pernikahan untuk melakukan apapun yang Yesus perintahkan kepada mereka ( Bdk kej 41 : 55 dgn Yoh 2 : 5 ).

Selanjutnya Yusuf menjelaskan kepada saudara2nya, kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa sekalipun manusia merencanakan kejahatan, Allah dapat menggunakanNya untuk tujuan rencana penyelamatanNya ( Kej 50 : 19 – 21 ).

Kitab pertama perjanjian lama sudah selesai denngan Israel di atas menjanjikan sebuah dinasti kerajaan yg akan abadi ( Kej 49 : 9 – 12 ). Dia akan memerintah seluruh bangsa di dunia – teks Kitab Suci yg diinterpretasikan Gereja sebagai sebuah janji tentang Yesus, Raja dan Mesias. Garis keturunan Yudea adalah garis keturunan raja Daud dan Salomo ( 2 Sam 8 : 1 – 14; 1 Raj 4 : 20 – 21 ). Yesus akan datang sebagai putra raja Daud (Mat 1:1 – 16) dan singa Yudea (Wah 5:5)

Dalam pelajaran selanjutnya, kita akan melihat bagaimana Allah menggenapi janjiNya pada Abraham, Janji bhawa cucunya, Yakub, menulangi pada saar ia berkata jepd Yusuf : Allah akan menyertaimu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek moyangmu” ( Kej 48 : 21 ).

Namun ini penting untuk diingat, “negeri” yg sering sekali kita bahas dalam Covenant2 awal ini bukan semata-mata dalam pengewrtian geografis dunia ini, seperti yg diungkapkan Paus Yohannes Paulus II dalam kotbah luar biasanya. Commemoration of Abraham.

Pada saat kita membaca kisah Abraham dan kisah2 yg mengikutinya kita selalu perlu menyadari, seperti yang Paus katakana “ Abraham, seorang yg percaya yg menerima undangan Allah, adalah seseorang yg menuju negeri terjanji yg bukan di dunia ini … di dalam iman Abraham, Allah yg maha kuasa benar2 membuat sebuah Covenant yg abadi dgn umat manusia, dan penggenapannya secara pasti adalah Yesus Kristus. Yang melalui salib dan kebangkitanNya memimpin kita masuk ke dalam tanah keselamatan yg Allah, penuh pengampunan, telah janjikan kepada manusia sejak awal mula.

IV. Pertanyaan2

1 Apa 3 bagian dari Covenant yang dibuat Allah dengan Abraham ?
2 Bagaimana , menurut tradisi Gereja awal, apalah pengirbanan Ishak sama dengan Pengorbanan Yesus di salib ?
3 Mengapa konsep “anak sulung laki2” dan “Imam” penting untuk mengerti alur cerita dan Arti kitab Suci ?
4 Untuk doa dan renungan : Liturgi dari jam ke jam Gereja selalu memasukkan kidung Zakaria (Luk 1 : 68 – 79) dalam doa pagi dan Magnificat (Luk 1 : 46 – 55) da;am doa malam. Ke-2 kidung tsb melihat kedatangan Yesus sebagai penggenapan dari Covenant Allah dgn Abraham & minta bantuan Tuhan utk lebih mengerti Covenant tsb.

Akan di lanjutkan ke seri 04

Minggu, 22 Mei 2011

Bahan Kursus Kitab Suci-Scott Hahn Seri 02 oleh Yohanes Paulus Tjia Swan Tjay

Nah kali ini saya akan meneruskan Bahan Kursus dari Scott Hahn yang lalu, seri 02 nyagitulah kira-kira, mudah-mudahan berguna ...

Pelajaran ke-2
Materi :
1.membaca kitab kejadian 1 – 12 dengan penuh pengertian
2.mempelajari dua Covenant pertama dari sejarah penyelamatan : hari sabat & Covenant dengan Nuh
3.Mulai mengerti pola dari sejarah alkitab

I. Tinjauan.

Pada pelajaran yang terakhir, kita diperkenalkan pada konsep inti dari Covenant. Sekarang teori tsb akan digunakan pada saat membaca 11 pasal pertama dari “ buku tentang perjanjian” yaitu Kitab Suci.

II. Bagaimana cara membaca kitab kejadian ?

Bagaimana cara membaca kitab kejadian yang benar sebagai orang katolik modern ? Kita harus membaca kitab kejadian denagn cara yang tepat yatiu sebagai kitab religious bukan sebagai buku sains atau buku sejarah, sekuler. Kitab kejadian tidak ditulis untuk ditempat Tuhan sebagai textbook untuk kelas sains atau kelas anthropologi

Beginilah cara kitab perjanjian lama ditulis.

Jika kita membaca pasal ke-7 dari kitab Daniel : Dia menggambarkan400 tahun sejarah bangsa Israel dalam bentuk 4 binatang buas yang menindas umat Allah secara bergiliran. Sekarang melalui penelitian, kita dapat melihat bahwa ke-4 binatang tsb masing-masing mewakili bangasa-bangsa : Babilon, Medo Persia, Yunani, dan Romawi, yang menindas Israel. Daniel memberi kita sejarah yang kuat, namun ia memberikan kepada kita dalam bentuk symbol.

Jadi kita tidak akan membahas apakah Allah menciptakan dunia dalam waktu 6 x 24 jam ? atau apakah uraian Kitab suci mendukung teori evolusi . disini kita akan mendekati kitab kejadian sebagai cerita yahudi kuno yang menceritakan sejarah dalam perspektif religious. Ini sejarah keluarga bukan sejarah bangsa-bangsa. Ini meripakan sejarah dengan perspektif Allah.

III. Penciptaan Covenant kasih.

a. Kisah kasih dari Allah dan kemanusiaan.

Inti dari 3 pasal pertama kitab kejadian adalah untuk menunjukkan kepada kita bahwa peristiwa penciptaan itu disengaja dengan maksud tertentu sebagai karya cinta kasih Allah. Dunia tidak begitu saja terjadi, Allah menginginkan dunia bukan karena Ia kesepian bukan karena Ia kekurangan atau butuh sesuatu.

Allah menciptakan dunia karena Allah adalah kasih ( I Yohanes 4 : 18 ) dan kasih itu memiliki daya cipta. Allah membuat dunia sebagai pemberian murni dari kasihNya. Dia menciptakan dunia sebagai rumahNya, yang merupakan sebuah bait Allah dengan Surga sebagai langit2nya dan bumi sebagai lantainya. Dunia dibuat untuk dijadikan sebagai Bait Allah dimana Allah tinggal bersama dengan keturunan manusia yang merupakan mahkota ciptaanNya. Itulah tujuan dari hari sabat hari ke-7. ( Kej 2 : 1 – 3 )

Hari ke-7 sebagai tanda penyelesaian karya cipta Allah yaitu membangaun tempat tinggalNya. Inilah hari Allah membuat Covenant dengan manusia ciptaanNya. Seperti yang telah kita pelajari Covenant adalah cara Allah untuk membuat umatNya menjadi suatu keluarga. Pada hari ke-7 Allah membuat Adam dan Hawa sebagai bagian dari keluargaNya.

Covenant dari penciptaan adalah tanda pertama dari perhatian Allah kepada dunia dan manusia. Memang benar kata Covenant tidak disebut dalam kitab kejadian, namun spirit dari Covenant dapat kita temukan.

Beberapa ahli percaya bahwa catatan kitab kejadian tentang 7 hari penciptaan berasal dari akar kata Ibrani untuk “Janji Sumpah Covenant” yaitu Sheba akar dari kata tujuh. Kemudian Allah menyatakan kepada Musa bahwa sabatharus dipelihara dengan merayakannya turun temurun dan menjadi perjanjian kekal ( kel 31 : 16 – 17 ). Sabat menjadi hari pemujaan, yaitu saat Allah dan umat yang diciptakannya sesuai dengan gambaran diriNya, beristirahat bersama dalam kasihNya. ( lihat kel 20: 8 – 11; 31: 12 – 17; ul 5 : 15; 12 : 9; Yehz 20 : 12 )


Dalam katekismus dikatakan kisah penciptaan merupakan langkah pertama dalam menekankan Covenantdari satu Allah dengan umatNya … yang pertama dan saksi universal dari kekuatan Cinta Allah. ( no 288 ). Itulah sebabnya Yesus berkata : sabat dibuat untuk manusia; bukan manusia untuk sabat “ ( lihat Mark 2 : 27 – 28 )

Oleh sebab itu menjadi sangat penting bagi kita untuk mengertiCpvenant dari penciptaan ini. Karena ini merupakan pola dase yg menjadi sumber model untuk semua Covenant yang akan kita pelajari nanti. Setiap orang dari Covenant2 yad seperti : Nuh, Abraham, Musa, daud, dan Covenant baru dengan Yesus adalah peringatan dan pembaharuan dari Covenant pertama.

Dengan kata lain, pada Covenant yad kita akan menemukan bahwa Akkah selalu menginat kembali, mengabdikan kembali, berjanji kembali kepada DiriNya. Covenant2 berikutnya digambarkan sebagai pembaharuan dari Covenant penciptaan, Covenant yang baru – yg terakhir dan selamanya – digambarkan membawa ciotaan yang baru.

Yesus , anak sulung dari seluruh ciptaan menjadi anak sulung yang bangkit dari kematian dan buah sulung dari kelahiran kembali manusia ( kol 1 : 15 – 20; 1 kor 15 : 20). Jadi siapa yang masuk melalui Covenant baru melalui pembaptisan menjadi ciptaan baru. ( 2 kor 5 : 17; Gal 6 : 15). Akhirnya pada surat kepada orang Ibrani mengatakan kepada kita : Jadi masih tersedia suatu hari penghentian hari ketujuh, bagi umat Allah (Ibr 4 : 9 )

Apa yang kita bicarakan disini telah disimpulkan dengan indah oleh Kardinal Joseph Ratzinger. Ketua kongregasi Vatican untuk doktrin dan Iman, kepala teolog untuk Paus Yohannes Paulus II : “ Ciptaan bergerak maju kea rag sabat…. Sabat adalah tanda dari covenant antara Allah dengan manusia; disimpulkan sebagi inti sari batin dari Covenant…. Keberadaan ciptaan menjadi tempat untuk Covenant yang Allaingin buat dengan manusia. Tujuan dari penciptaan adalah Covenant, kisah cinta Allah terhadap manusia. ( The spirit of liturgy hal 25 – 27 )

Ingat alur berikut ini : Tujuan dan alas an Allah membuat dunia pada awalnya adalah Covenant, persatuan cinta yang Allah inginkan dengan manusia.

b. Pernikahan di dalam taman.

Tanda dari Covenant ciptaan Allah adalag pernikahan.
Jadi pada bagian ini dimulai dengan Allah melembagakan hari sabat, memberkatinya dan menjadikannya kudus ( Kej 2 : 1 – 3 ) berakhir dengan Allah melembagakan pernikahan di mana laki-laki dan perempuan menjadi 1 daging ( Kej 2 : 23 – 24 ). Sekali lagi agar kita mengerti apa yg sedang kita baca sekarang, kita perlu membaca kitab suci sebagai kitab tunggal dengan satu isi. Kita perlu membaca perjanjian lama dalam terang perjanjian baru.

Kita memang tdk menemukan teks yg menunjukkan Allah “melembagakan pernikahan” dan membuatnya tetap, tidak dapat diceraikan antara suami dan istri. Demikain juga teks tentang Covenant pernikahan antara Adam dan Hawa disimbolkan kekekalan dengan Allah , Covenant dengan manusia tidak dapat dibatalkan. Namun pada saat kita membaca pasal ini dalam terang perjanjian baru dan terang dari para Nabi, kota mengerti dengan tepat bahwa memanglah demikian.

Inilah cara kerja Allah dalam kitab suci. Ini adalah cara Ia mengajar kita – cara mengajarNya kudus. Dia membuka sesuatu secara perlahan, sering Allah mula2 memberikan “tanda” DiriNya , untuk kemudian menyatakan kepada kita keseluruhan arti dari “tanda” tsb pada waktunya. ( katekismus 53; 122; 1145 )

Itulah apa yang Allah kerjakan pada kitab kejadian, dia memberi kita “tanda” pernikahan. Baru kemudian di dalam teks kitab xuci akan dinyatakan bahwa pernikahan tidak hanya hubungan suami dengan istri. Allah mengharapkan pernikahan juga menjadi “tanda” dari hubungan Yang Allah ungunkan dengan manusia.

Kata “pernikahan” tidak digunakan pada kitab kejadian. Kita tahu bahwa ini tentang pernikahan, karena Yesus berkata seperti itu ( Mark 10: 2 – 16). Yesus berkataTeks ini mencerminkan keinginan Allah dari awal mula penciptaan & apa yang disatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.

Sekarang, lebih lanjut dengan perjanjian baru, Allah menunjukkan kepada kita lebih jelas lagi tentang maksud teks tsb. Pada surat rasul Paulus kepada umat di Efesus, ia mengutip yeks ini dan menjelaskan bahwa Covenant pernikahan di taman adalah sebuah referensi kepada Civenent antara Kristus dengan gerejaNya. ( Ef 5 : 21 – 33 )

Paulus tidak berkata bahwa teks kitab kejadian bukan tentang suami dan istri. Pada kenyataannya ia ,e,berikan pengajaran yang indah tentang pembagian cinta suami dan istri, namun ia juga mengajarkan bahwa pernikahan merupakan sombol dari cinta yang jauh lebih besar – cinta Kristus untuk pengantin wanita yaitu GerejaNya. Cinta bahwa Allah untuk umatNya. Akhirnya kita kembalo ke kitab Wahyu. Apa yang kita temukan pada ayat-ayat terakhir dari kitab suci ? PERNIKAHAN SEPERTI YANG TERDAPAT PADA AWAL KITAB SUCI. Apakah kebetulan ? Hampir pasti bukan kebetulan !

Kitab Wahyu menyatakan penyempurnaan pernikahan, pernikahan antara Kristus dengan pengantin wanitanya ( Wah 19 : 9; 21 : 9; 22 : 17 ) Dan apa lagi ? Sebuah ciptaan baru – sebuah langit dan bumi baru. ( Wah 21 : 1 )

Para Nabi selalu mengajar bangsa Israel berharap tentang Covenant yang diperbaharui, membentuk kembali hidup mereka menurut Covenant. Dan satu gambaran favorit mereka adalah Allah atau Mesias dating sebagai pengantin pria yang mengambil umatNya sebagai pengantin wanita. ( Hos 2 : 16 – 24; Yer 2 : 2; yes 54 : 4 – 8 ). Itulah sebabnya pada saat Yesus datang. Dia menggambarkan DiriNya sebagai pengantin pria dan siapa yang bersatu denganNya dalam pembaptisan dipanggil sebagai sahabat mempelai pria. ( Yoh 3 : 29; Mark 2 : 19 ; Mat 22 : 1 – 14; 25:1-13; 1 Kor 6 : 15 – 17; 2 Kor 11 : 2; katekismus no 796 )

Kita akan membahas ini lebih kauh pada bagian akhir kursus. Namu kita perlu melihat sekarang - kebenaran pada awal mula – bahwa pernikahan di Eden, bersama sabat adalah lembaga yang dibuat Allah, sebagai tanda petunjuk bagi kita untuk hal yang lebih besar.

Paus Yohannes Paulus II berkata bahwa kisah sabat menyingkap sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan sebagai bentuk hubungan yang ingin Allah bangun dengan ciptaanNya dan memanggil ciptaanNya masuk ke perjanjian cinta ( surat apostolic “ On keeping The Lord’s Day” no 11 – 12 )

c. Gambaran manusia sebagai anak.

Gambaran pernikahan tentang pengantin pria dan suami istri adalah hanyalah salah satu gambaran kitab suci yang melukiskan hubungan Allah dengan umatNya. Gambaran lainnya adalah seorang Bapa kepada anakNya. Kita juga menemukan uraian tsb dalam kitab kejadian. Inilah yg sering dikatakan bahwa di dalam kitab suci sendiri mempunyai kontradiksi dengan adanya 2 uraian yang nampaknya berbeda pada 2 pasal pertama kejadian. Namun sebenarnya bukan kontradiksi melainkan saling melengkapi.

Pada kejadian 1, kita mempunyai Allah pencipta membawa keberadaan alam semesta – membuat “rumah” untuk DiriNya. Pada saat akhir penciptaan kita melohat Allah menciptakan manusia yang segambar dengan Allah, laki-laki dan perempuan.

Pada kejadian 2, kita melihat Allah bekerja secara pribadi, sebagai Bapa, dengan cinta membentuk manusia dari sebu, menciptakan taman firdaus untuk manusia dan akhirnya menciptakan pasangan yang sepadan dengan manusia dari rusuknya. Ini bukan 2 Allah yang bekerja atau 2 kisah yang saling bertentangan. Bukan hanya Allah pencipta yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dia juga seorang Bapa yang mencintai umatNYa setulus hati, sebagai orang tua yang kudus.

Dalam bahasa kitabsuci dialhirkan segambar dan serupa berarti menjadi anak dari pribadi tsb. Ekspresi segambar dan serupa menunjukkan hubungan Bapa-anak dari Tuhan dengan umatNya. ( kej 5 : 1 – 3; Luk 3 : 38 ). Dari awal mula, kita melihat bahwa Allah bermaksud agar manusia menjadi anakNya, keturunanNya yang kudus.

Kita sedang mempelajari halaman2 awal kitab suci, pelajaran paling penting adalah KETERBATASAN BAHASA MANUSIA UNTUK MENGGAMBARKAN CINTA AllAH KEPADA KITA OLEH SEBAB ITU PADA HALAMAN AWAL KITA DIBERI DUA GAMBARAN YG PALING PAS TENTANG KEKUATAN CINTA YAITU ORANG TUA DAN SUAMI ISTRI. ( katekismus no 219)

Dalam pengertian ini, kita dapat berkata bahwa kitab suci yg kit abaca dari awal sampai akhir, menceritakan Allah yang membentuk keluargaNya dari bayi sampai dewasa. Dia mempersiapkan manusia sedikit demi sedikit sampai siap untuk perjamuan makan malam pernikahan Anak Domba di surga, untuk persatuan kudus denganNya yang hanya dilambangkan dengan Pernikahan, hubungan manusia yang paling luar biasa dan intim.

IV. Sebuah Ciptaan baru, sebuah Covenant baru.

a. Jatuh ke arah air bah.

Bagian berikutnya di dalam kejadian (kej 3 – 5) menunjukkan kepada kita kejatuhan dari nenek moyang manusia dari kekudusan yang dibuat anak laki2 perempuan di taman eden, Anak yang menolak kebijakan Bapa mereka dan mensia-siakan hak asasi mereka, sehingga kehilangan rumah mereka.

Iblis, dalambentuk ular, mencobai mereka dan membimbing mereka ke arah kesesatan (katekismus no 391 – 395), dan dosa yg menolak kebapaan dari Allah – memasuki generasi manusia berdosa. Namun sebagai anak-anakNYa yg telh diasingkan dari taman Eden karena dosa, Allah menjanjikanbpenebusan, sebuah peristiwa “pulang ke rumah”. Allah berjanji bahwa seluruh sejarah manusia akan ada permusuhan antara ular, setan dengan wanita,”Ibu dari semua kehidupan” dan antara keturunan mereka. (kej 3 : 15,20)

Disini mulai ada ketegangan yang akan membangun sisa kitab kejadian dan sisa kitab suci- antara benih yang buruk dengan benih kebenaran. Anak sulung dari dosa asal, Kain menjadi pembunuh pertama di dunia. Seperti Adam dan hawa, anak pertama dari Allah, menolak keBapaan Allah, anak-anak Adam dan Hawa menolak ikatan kasih sesama manusia. Yang disimpulkan melalui perkataan Kain yang iri hati kepada Allah : “Apakah Aku penjaga adikku ?” ( kej 4 : 9 ).

Namun disanapun ada benih yang bagus dari Adam dan Hawa yaitu Seth Adalah anak Seth bernama Enos, yang menjadi orang pertama yang menyembah Allah, dan meminta kepada Allah melalui nama ( kej 4 : 26 ). Nama Allah dalam bahasa Ibrani adalah Shem. Ingatlah mulai sekarang, karena hal ini akan menjadi penting di masa yad.

Kekerasan dan pelanggaran hukum serta pelanggaran susila mulai muncul di muka bumi dan akhirnya menulari “anak-anak surga” yaitu anak-anak Seth. ( kej 6 : 1 – 4 ). Ap yang terjadi pada kejadian 6 adalah keturunan Seth tergoda olah kecantikan dari anak-anak perempuan Kain, dan mengambil mereka sebagai istri – istrinya. Lebih buruk lagi mereka memperistri lebih dari satu orang, sebanyak mungkin mereka dapat memilih. Anak2 Seth melangggar kesucian dari Covenant pernikahan yang dibentuk Allah di taman Eden.

Buah dari hubungan badan antara anak2 laki2 Seth dengan anak2 perempuan Kain bahkan lebih kajam dan jahat, seperti yang manusia ketahui melalui tulisan yg berbunyi : Raksasa sombaong …. Ahli berperang ( kebijk 14 : 6, barukh 3 : 26-27 ). Akhirnya Allah menjadi sdih dan menyesal melihat bagaimana kejahatan di bumi, karena semua mahluk hidup menuju kepada kerusakan ahlak. ( kej 6 : 5,7,12 )

b. Dimulai dengan hujan

Panggung sudah disiapkan Allah untuk Covenant ke-2 dengan ciptaanNya - Covenant dengan Nuh. Pada saat menurunkan air bah, Allah digambarkan seperti yang ingin memulai dengan dunia baru yang diisi dengan uraian kisah penciptaan. Dunia baru muncul dari air bah ( bandingkan kej 1 : 2 dan 7 : 11 )

Kita juga memperhatikan banyak kata tujuh pada kisah Nuh: pasangan hewan yg halal ( kej 7 : 2 ), 7 hari sebelum air bah terjadi ( kej 7 : 10 ); 7 bulan bahtera terdampar di gunung Ararat ( kej 8 : 4 ); Nuh mengirim merpati setiap 7 hari sampai salah satu membawa cabang pohon zaitun. ( kej 8 : 10 – 12 ).
Nuh digambarkan sebagai manusia pertama seperti Adam, Nuh diberi kekuasaan atas binatang2 ( kej 9 : 2 . Ia juga diberi perintah yang sama , seperti perintah Allah kepada Adam. Beranak cuculah dan bertambah banyaklah dan penuhilah bumi ( kej 9 : 1 )
Akhirnya seperti dengan Adam, Allah membuat Covenant dengan Nuh dan melalui dia dengan seluruh mahluk hidup ( kej 9 : 13 ).
Dengan Covenant ini, Allah memperbaharui CovenantNya dengan ciptaanNya. Melalui Covenant ini, Allah juga memperluas struktur keluarga Allah dari suami – istri menjadi satu keluarga. Keluarga Nuh - istri dan 3 anaknya serta istri2nya – termasuk kedalam berkat dari Covenant ini.
c. Kisah dari dua nama.
Teks kitab suci juga mengambarkan Nuh, seperti Adam, jatuh dari rahmat. Disini juga kita mendengar gaung dari kisah Adam dalam kisah Nuh. Seperti Adam ( nama dalam bahasa Ibrani yang berarti tanah ) telah diberikan taman untuk bercocok tanam. Nuh membuat kebun anggur dan menjadi petani ( kej 2 : 15; 9 : 20 ) dan seperti buah terlarang yang membuat Adam jatuh, semikian juga kebun anggur Nuhm membuat Nuh terjatuh seperti Adam.Nuh menunjukkan dosanya dan keyelanjangannya ( kej 3 : 6 – 7; 9 : 21 ) yang menghasilkan kutukan ( kej 3 : 14 – 19 ); 9 : 25 )/ Apa artinya bagi Ham, satu diantara 3 anak laki2 Nuh melihat ayahnya “telanjang” ? Di dalam bahasa Ibrani hak itu merupakan ungkapan yang menggambarkan perzinahan ( Im 20 : 17;18 : 6 – 18 ). Sbg catatan Di Alkitab amerika terbaru diterjemahkan dengan kata bersetubuh. Membuka ketelanjangan ayah mu berarti berzinah dengan ibumu.
Agar menjadi jelas- sementara Nuh mabuk, Ham tidur dengan ibunya. Kita hanya dapat menduga-duga motif dari Ham. Hal ini menjadi masuk akal, jika kita melihat pada kitab lainnya, Ham ingin merampas kekuasaan ayahnya. Tidur dengan ibunya merupakan penghinaan terbesar dan tanda tidak hormat ( kej 29 : 32; 35 : 22; 49 : 3 – 4; 2 Sam 16 : 21-22). Anak yang lahir dari perzinahan bernama Kanaan. Dia akan tumbuh sebagai bapa suku bangsa dan dicaci maki atas sifatnya yang buruk ( Im 8:6 – 18;Kel 23:23 – 24 ). Namun seperti Adam yang mempunyai anak Kain, pembunuh saudaranya, dan Seth benih yg baik, Nuh juga mempunyai benuh yg bagus : anak sulungnya Shem yang berusaha menutupi, ketelanjangan ayahnya.(kej 9 : 23 )
Kejadian pasal 10 menceritakan asal – usul suku bangsa beserta silsilah konflik antara 2 keturunan Nuh. Keturunan Ham menjadi musuh besar umat Allah : Mesir, Kanaan, Filistin, Asyur, dan babilon. Bapa besar bangsa Abraham, yang akan kita baca pada pelajaran selanjutnya merupakan garis keturunan dari Shem.
Dari garis leturunan ini menjadi bangsa-bangsa yg mencoba membangun menara Babil yang bertujuan “ mencari nama” ( Bhs Ibr = Shem ) untuk mereka. ( kej 11 : 1 – 9 ), dengan kata lainmereka mencoba membangun sejenis “kerajaan tandingan” untuk berdiri melawan nama Allah. Allah mengalahkan mereka dan menyebarkan mereka melaui bahasa-bahsa yang tidak dimengerti. Ingat apa yang tertulis di atas L Shem adalah kata ibrani untuk Nama. Dan dari keturunan Shem, Allah membangun umat pilihanNya.
Orang Yahudi adalah “Shemit” yang dimasa sekarang muncul kata “anti semit”. Yahudi merupakan keturunan dari Shem, cucu dari Abraham yang “besar” ( kej 11 : 10 – 26 ), yang kepadanya Allah berjanji “ Aku akan memberkati mu, Aku akan membuat namamu ( dalam Ibr = Shem ) besar. Baiklah kita akan mempelajari Bapa Abraham pada pelajaran selanjutnya.
V. Pertanyaan – pertanyaan.
1.Apa arti dari kitab suci mengajar kita kebenaran religius ?
2.Apa tujuan dan bentuk penciptaan, menurut Kardinal Ratzinger ?
3.Apa yang dimaksud dengan cara mengajar Allah yang kudus ?
4.Apa 2 gambaran dalam kitab suci yang melukiskan kasih Allah dan hubungan yang Allah inginkan dengan manusia ?
5.Untuk doa dan refleksi : Kel 9 : 8 – 15; Maz 25 : 4 – 9; 1 Petrus 3 : 18 – 22; Mark 1 : 12 – 15.
Bacalah secara berurutan, dan berdoalah mohon bantuan Allah agar kita mengerti bahwa Gereja mengkaitkan antara air bah dengan pembaptisan.

Rabu, 18 Mei 2011

Komuni Lidah - buah Pena JB Susanto-03

[ApiK] PB XVI
"Menganjurkan" : Menyambut Ekaristi Langsung Ke Lidah ! (Bukan Keharusan)
Vatican City, Jun 25, 2008 / 04:51 pm (CNA).

Pope prefers Communion on the tongue, Msgr. Marini says
In interview published in the Wednesday edition of L'Osservatore Romano, Pope Benedict's new Master of Pontifical Liturgical Celebrations, Monsignor Guido Marini, says he believes that people receiving Communion kneeling and on the tongue will become common practice at the Vatican.

Msgr. Marini's comments were made during an interview with Gianluca Biccini on some of Pope Benedict XVI's recent liturgical decisions and their meaning.

Biccini noted in the exchange that Pope Benedict distributed Holy Communion to people who knelt and received the host on their tongues during his visit to Brindisi (Southern Italy) last week. 

When he was asked if this would become a common practice at the Vatican, Marini responded, "I believe so." 

"In this regard it is necessary not to forget the fact that the distribution of Communion on the hand remains, up to now, from the juridical standpoint, an exception (indult) to the universal law, conceded by the Holy See to those bishops' conferences who requested it," the liturgical master of ceremonies reminded. 

Canada, Mexico, the Philippines and the United States are all countries that have been granted an exception from the universal practice of receiving Communion on the tongue. It seems though that the Pope wants to provide an example for the Church, according to Msgr. Marini, "The form adopted by Benedict XVI is meant to highlight the force of this valid norm for the whole Church." 

"It could also be noted that the (Pope's) preference for such form of distribution which, without taking anything away from the other one, better highlights the truth of the real presence in the Eucharist, helps the devotion of the faithful, and introduces more easily to the sense of mystery. Aspects which, in our times, pastorally speaking, it is urgent to highlight and recover."


KOMENTAR  PARA KUDUS  DIDALAM MENYAMBUT KOMUNI KUDUS DI LIDAH SAMBIL BERLUTUT :

Santo Agustinus, 430
"…namun tidak seorang pun makan daging ini sebelum dia menyembah-Nya…., Kita berdosa jika kita tidak menyembah-Nya."

Santo Fransiskus, 1226
"Dan ketika Ia dipersembahkan oleh imam di altar dan dibawa ke tempat lain, maka semua orang harus berlutut dan memberikan kepada Tuhan, Allah yang hidup dan sejati, segala pujian, kemuliaan dan bakti."

Santo Thomas Aquino, 1274
Ia menekankan bahwa Yang Maha Kudus hanya dapat disentuh oleh tangan-tangan yang Telah diurapi, kecuali untuk "saat-saat darurat"

(Yesus kepada….) Santa Brigitta dari Swedia, 1373
"Lihatlah, puteri-Ku, Aku meninggalkan lima karunia kepada para imam-Ku,….dan yang Kelima adalah hak istimewa untuk menyentuh Daging-Ku Yang Maha Kudus dengan tangan mereka."

Santa Katarina dari Sienna, 1380
Ia menerima Komuni Kudus dari Yesus sendiri di dalam mulutnya.

Santo Kardinal Yohanes Fisher, Martir, 1535
"Saat-saat kejayaan atau kehancuran dalam sejarah Gereja selalu berhubungan dengan cara memberlakukan Ekaristi Kudus."

Santo Johanes Maria Vianney, Pastor dari Ars, 1859
Sebuah hosti yang telah dikonsekrasikan terbang dengan sendirinya meninggalkan jari-jarinya dan masuk kedalam mulut seseorang penerima Komuni Pertama. Seorang yang tidak percaya, menyaksikan peristiwa ini, saat itu ia bertobat dan pada akhirnya  ia menjadi IMAM.

Santo Padre Pio Komuni Kudus merupakan satu-satunya hal yang tanpa-Nya dunia menjadi tidak ada !

Paus Yohanes Paulus II
"Namun saya katakan bahwa saya tidak setuju dengan cara komuni ditangan, dan juga tidak dapat merekomendasikan hal itu"
(Sumber : Harta Ilahi, menyambut Komuni Kudus di lidah sambil berlutut, dibandingkan  dengan menyambut Komuni di tangan sambil berdiri)

Menerima komuni dg tangan
Monday, March 21, 2011 1:32 AM
From: "karnadi@cbn.net.id"
To: "J.B Soesanto"

Santo, artikel yg bagus. Memang aturan liturgi skrg ini banyak yg aneh, sbg contoh pd saat konsekrasi dan berkat penutup umat berdiri. Setahuku berkat sambil berdiri itu tradisi kelompok sola scriptura.  Salam saya - steve k

Powered by Telkomsel BlackBerry®

MENYAMBUT KOMUNI DI TANGAN VS MENYAMBUT KOMUNI DI LIDAH
Monday, March 21, 2011 12:08 AM
From: "Frans Yayang"
 
Terima kasih pak JB utk kiriman artikel yg memang sangat menarik dan menantang. Apakah kita bisa dan mau menerima kenyataan ini melebihi aturan main dari Vatikan yg sudah berakar sd sekarang. Artikel ini saya usulkan utk di muat di Sesawi.net sebagai bagian dari informasi dan masukan informasi spiritual yang diperlukan kita semua.

Lanjutkan dengan info lain pak JB!!
Salam,
yyg


MENYAMBUT KOMUNI DI TANGAN VS MENYAMBUT KOMUNI DI LIDAH
Monday, March 21, 2011 8:30 AM
From: "yohanes pudyo"
To: sesawi@yahoogroups.com
 
Mengenai beberapa alasan dilakukannya komuni di tangan saya pernah mendengarnya sekitar th 70-an, antara lain : 
  • penerimaan komuni di lidah dan dengan berlutut akan memakan waktu yang bukan main untuk melayani umat yang begitu banyak, kalau di Eropa yang umatnya tinggal beberapa gelintir saja masih sangat dimungkinkan.
  • Lidah tidak selalu lebih bersih dari tangan, bahkan bisa lebih kotor (caci-maki, menghakimi, merendahkan dll.)
  • Dengan sikap berdiri menunjukkan kesiap-siagaan untuk menerima tugas perutusan memberikan kesaksian hidup (ada yang mengaitkan dengan sikap bangsa Israel sewaktu  akan meninggalkan Mesir)
  • Sikap berlutut maupun berdiri menunjukkan bentuk kedekatan kita dengan Tuhan Yesus, 
  • sebagai sesembahan kita (= jauh) atau sebagai sahabat (= dekat) yang kita tunggu 
‘perintah’Nya. Ada saat-saat untuk berlutut (Adorasi) dan ada saat untuk berdiri (tentative)  sebelum perutusan. Kalau ada keraguan katanya harus kembali ke Kitab Suci dan Tradisi gereja perdana (= komuninya sambil duduk mengelilingi meja perjamuan ?) sebagai batu uji iman kita. Wah…ternyata tidak sederhana ya masalah ini.
Pudyo
"adinto@gmail.com"
To: sesawi@yahoogroups.com

Dear sesawi,
Saya yakin menyambut komuni dengan tangan sangat baik, dan saya tidak pernah ragu melakukannya, karena saya menyambutnya dgn khidmat. Menurut saya, tdk relevan juga, menyalahkan lidah atau tangan. Atas dasar apa? Toh, semua organ dicipta oleh Dia. Baik adanya. Tdk perlu terjebak pada sarana2 seperti itu rasanya.

Sekadar berbagi, but thanks for the informtns.
From: "H. h. Tan"
Sender: sesawi@yahoogroups.com
Date: Mon, 21 Mar 2011 08:13:25 -0700 (PDT)
Subject: Re: [SESAWI] MENYAMBUT KOMUNI DI TANGAN VS MENYAMBUT KOMUNI DI LIDAH
Sahabat saya JB Susanto, saya sampaikan salam dan hormat saya atas studinya tentang "MENYAMBUT KOMUNI DI TANGAN VS MENYAMBUT KOMUNI DI LIDAH" ... sampai2 memberikan kesan bahwa "menyambut komuni di tangan" itu perbuatan yang tidak dibenarkan didasari begitu banyak kutipan detail dari dalam a.l. pesan2 Bunda Maria (Our Lady of Roses 1976 ... apakah tidak salah interpretasi? ) sampai begitu banyak tulisan otoritas "klerikal" Gereja Katolik kelompok tertentu yang sampai-sampai ada yang menyatakan berdosa besarlah penerimaan komuni di tangan ....( ."the admittance that Communion in the hand is truly an abuse. and, by the way, is still objectively and grievously sinful at this time"..... ) Saya terkesimak dan terus terang tidak bisa mengikuti pandangan-pandangan dalam tulisan/kutipan tersebut ...... Maaf, dalam hal ini saya merasa terbelakang dan apa yang salah dalam pendidikan saya tentang Gereja Katolik yang selama ini pernah saya nikmati ( dari Mertoyudan - Giri Sonta - Berchmanianium sampai Katholieke Theologische Hogeschool ... ) dan baru pertama kali saya ketahui ada pandangan2 yang begitu lugas tentang cara-cara menyambut Komuni yang "salah/disalahkan" .... 

Namun demikian, saya ingin menyampaikan suatu artikel dari internet yang barangkali kurang "ilmiah" seperti di atas, tapi, menurut saya lebih masuk akal dan lebih dapat diterima akal sehat dan wajar ... y.i Holy Communion in the Hand: The True Story (terlampir) mudah-mudahan bisa dibaca dengan relax. Ini mengenai praktik-prakrik penerimaan Tubuh Kristus di tangan sejak zaman murid-murid Yesus dan pada waktu Gereja Perdana sampai ke perkembangannya di abad-abad berikutnya.

Selain itu, saya lampirkan pula tentang gerakan satanistik dan diabolik Freemasonry .... yang dikutuk oleh hampir semua gereja Kristen termasuk Katolik .... Kalau di-pikir2, agak aneh gerakan ini sampai bisa-bisanya mempengaruhi orang-orang Katolik "menerima komuni di tangan" sebagai hasil pekerjaan syaitan Freemasonry ....

Syalom,
Tan

Subject:    Freemanson
From:    JB Susanto
Date:        22/03/2011 01:04
Mas Bambang yth,
'Freemanson' adalah kelompok uskup dan Kardinal yang tidak mau taat pada Paus dan ingin menguasai Vatican. Disebut juga dalam film 'Davinci Code' dan' Yesus dan Maria Magdalena yang punya keturunan'
AMDG
J.B. Susanto

"Bambang Andianto"
To: "JB Susanto"
Terima kasih pak Santo atas penjelasannya
AMDG
bambang






MENYAMBUT KOMUNI DI TANGAN VS MENYAMBUT KOMUNI DI LIDAH
Monday, March 21, 2011 10:47 PM
From: "mazmurin@yahoo.com"
To: sesawi@yahoogroups.com

Keberatan menerimakan hosti suci ke lidah adalah jari bisa kena lidah dan menjadi media menularkan segala macam penyakit yang diderita si penerima hosti suci.
 
Keberatan menerimakan hosti ke tangan kiri karena katanya tidak sopan, tapi yang berat adalah ada kesempatan bim salabim, dan hosti itu tidak disantap tapi dimasukkan kantong.
Ada ibu yang ditanya katanya untuk orang di rumah. Ada ibu yang secara begitu saja memecah roti/ dicuil dan mendulangkan ke anak balitanya yg selalu merengek minta dibagiin roti yang diterima ibunya.
Ada orang yang bukan katolik juga bisa menerima dengan tangan dan membawa pergi dengan mengantonginya. Ada prodiakon yang kejar orang yang menerima hosti tapi tidak disantap segera setelah menerimanya.
 
Ada bagusnya karena bisa mendeteksi langsung orang yang gamblang terlihat sebagai bukan katolik karena cara menerima hosti aneh diluar kebiasaan yang ada, kalau sudah melet dan masuk mulut kan lebih berabe karena tidak bisa disita kembali.

Bagiku begini, Yesus bukan bodoh. Kalau yang menerima orang kagak bener ya mosok Yesus tidak segera pergi dari Hosti Suci dan membiarkanNya menjadi roti biasa lagi?

MENYAMBUT KOMUNI DI TANGAN VS MENYAMBUT KOMUNI DI LIDAH
Monday, March 21, 2011 11:58 PM
From: "Augustinus Widyaputranto"
To: sesawi@yahoogroups.com
 
Dalam General Instruction of the Roman Missal (GIRM), art.160, disebutkan bahwa penerimaan komuni boleh dilakukan baik lewat lidah maupun dengan tangan. Saya tidak melihat adanya masalah dengan penerimaan komuni di tangan kalau mendasarkan informasi pada GIRM yang masih berlaku dan valid ini.

When receiving Holy Communion, the communicant bows his or her head before the Sacrament as a gesture of reverence and receives the Body of the Lord from the minister. The consecrated host may be received either on the tongue or in the hand, at the discretion of each communicant. 

Dan saya sungguh tidak tertarik dengan klaim  "dosa besar" bila menerima komuni di tangan....kok ini terdengar aneh sekali dan malah kurang "kristiani" ya??
Saya yakin GIRM sedang tidak bermaksud untuk membuat orang berdosa berat :)
membaca artikel ini saya malah teringat kalau di kalangan muslim indonesia  selalu santer apa yang namanya "arabisasi", nah kalau di kalangan katolik indonesia (bahkan juga di Amerika dan gereja katolik global) ada gerakan "latinisasi".....sebagai contoh adalah penterjemahan versi roman missal bahasa inggris yang baru yang sekarang sedang menimbulkan gonjang ganjing gereja amerika sana karena kualitas terjemahan yang orientasinya hanya mendekatkan pada teks latin daripada "simple and noble" dan dimengerti umat setempat sebagaimana menjadi amanat dokumen liturgi dalam Konsili Vatikan II. Bukankah kasus yang sama juga terjadi dengan TPE kita yang beberapa tahun lalu diperbaharui......(atau malah diper-usang-kan ya??...karena menurut beberapa teolog, terjemahan yang melulu mendekatkan pada text latin adalah sebuah kemunduran)...masih ingat dengan "dan bersama roh mu" dll...??? maka akan tidak mengherankan kalau sekarang ada orang katolik indonesia yang ke"latin-latinan" (hahaha)..merasa lebih "marem" dan mantap kalau misa dengan bahasa latin dan nyanyi-nya gregorian......mungkin hampir sama dengan golongan habaib yang kearab-araban....mungkin saja besok-besok kita bertemu orang dengan tonsura dan satunya dengan jenggot lebat.....(hahahaha)

salam Wid

Nah , selesai juga. Catatan : Jika kita mempelajari dengan tekun, juga dari www.ekaristi.org maka, komuni di tangan pun tetap bisa di jalankan, gereja merestuinya, dan ada bukti-bukti di sana (EDO) maksud saya, jadi silakan belajar yang lengkap ya, sebagaimana kita tidak boleh asal kutip tanpa menunjukkan sumbernya yang dapat di percayai (Saranku Lho)

Salam

Saulus