Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Kamis, 06 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 234

KGK ke 234

ARTIKEL 2 : DALAM KEPENUHAN WAKTU

2598. Peristiwa doa diwahyukan sepenuhnya kepada kita dalam Sabda yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Mengerti doa Kristus, seperti yang diwartakan saksi-saksinya kepada kita di dalam Injil, berarti mendekatkan diri kepada Yesus, Tuhan, sebagai semak berduri yang menyala: Mula-mula kita merenungkan bagaimana Ia berdoa, lalu kita mendengar bagaimana Ia mengajar kita berdoa dan akhirnya kita memahami bagaimana Ia mendengarkan doa kita.

Yesus Berdoa

2599. Putera Allah yang menjadi Putera Perawan Maria, telah belajar berdoa dalam hati manusiawi-Nya. Ia belajar itu dari ibu-Nya, yang menyimpan segala perkara besar dari yang Mahakuasa dalam hatinya dan merenungkannya.1 Yesus mempelajari doa dengan kata-kata dan bentuk-bentuk, yang dengannya umat-Nya berdoa di dalam sinagoga di Nasaret dan di dalam kanisah. Tetapi doa-Nya muncul dari satu sumber yang lebih tersembunyi; Ia memperlihatkan ini dalam usia dua belas tahun: "Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah BapaKu?" (Luk 2:49). Di sinilah bentuk doa yang baru dalam kepenuhan waktu mulai menyatakan diri. Doa seorang anak, yang diharapkan Bapa dari anak-anak, akhirnya dihayati oleh Putera tunggal dalam kodrat manusiawi bersama manusia dan untuk mereka.

2600. Injil menurut Lukas menonjolkan pekerjaan Roh Kudus dan arti doa untuk tugas Yesus. Yesus selalu berdoa sebelum langkah-langkah yang menentukan dalam perutusan-Nya: sebelum Bapa memberi kesaksian tentang Dia waktu pembaptisan2 dan perubahan rupa3
1 Bdk. Luk 1:49;2:19;2:51.
2 Bdk. Luk 3:21.
3 Bdk. Luk 9:28.
serta sebelum Ia dengan sengsara-Nya memenuhi keputusan Bapa-Nya.1 Yesus juga berdoa sebelum langkah-langkah yang menentukan bagi perutusan para Rasul-Nya: sebelum Ia memilih dan memanggil keduabelasan:2 sebelum Petrus mengakui Dia sebagai "Mesias Allah"; 3 dan karena itu Ia akhirnya berdoa, supaya iman dari ketua para Rasul tidak goyah.4 Dalam doa-doa-Nya sebelum kejadian-kejadian keselamatan, yang Bapa tugaskan kepada-Nya untuk dilaksanakan, Tuhan menyerahkan kehendak manusiawi-Nya dengan rendah hati dan penuh kepercayaan kepada kehendak Bapa-Nya yang penuh cinta.

2601. Pernah Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa" (Luk 11:1). Bukankah murid Yesus pada tempat pertama sekali hendak berdoa, karena ia melihat Gurunya berdoa? Ia dapat belajar doa itu dari Gurunya: dalam memandang dan dalam mendengarkan, bagaimana Putera berdoa kepada Bapa, anak-anak juga mempelajarinya.

2602. Yesus sering menyingkir, terutama di malam hari, di atas sebuah gunung, dalam kesepian, untuk berdoa.5 Oleh karena dalam penjelmaan-Nya menjadi manusia Ia menerima kodrat manusia, Ia juga menopang manusia dalam doa-Nya dan memper-sembahkan mereka kepada Bapa, dengan menyerahkan diri sendiri. Ia, Sabda "yang menjadi manusia", mengambil bagian dalam doa manusiawi-Nya dalam segala sesuatu, yang dialami oleh "saudara-saudara-Nya" (Ibr 2:12); Ia turut merasakan Kelemahan mereka untuk membebaskan mereka darinya.6 Untuk itu Ia telah diutus oleh Bapa. Dengan demikian, sabda dan karya-Nya seakan-akan adalah ungkapan yang kelihatan dari doa yang Ia lakukan dalam kesunyian.

2603. Para penginjil melaporkan dua doa Kristus semasa karya-Nya secara eksplisit. Kedua-duanya mulai dengan ucapan terima kasih.
Dalam doa pertama7 Yesus mengakui dan memuji Bapa karena Ia menyembunyikan rahasia-rahasia Kerajaan Allah bagi mereka yang menganggap diri bijaksana, tetapi menyatakan-Nya kepada orang kecil - yang miskin dalam sabda bahagia. Dalam seruan kegembiraan-Nya "Ya Bapa", terbukalah kedalaman hati-Nya: kesesuaian dengan apa yang berkenan kepada Bapa. Itu merupakan gema dari "Fiat" ibu Yesus pada saat Ia dikandung. Seruan Kristus adalah satu antisipasi dari Ya, yang akan Ia sampaikan kepada Bapa-Nya sebelum kematian-Nya. Seluruh doa Yesus mendapat tempatnya di dalam persetujuan hati manusiawi-Nya yang penuh kasih terhadap Bapa dan "rahasia kehendak-Nya" (Ef 1:9).

2604. Doa kedua disampaikan oleh santo Yohanes. Dan ini diceritakan dalam hubungan dengan pembangkitan Lasarus.8 Ucapan terima kasih mendahului peristiwa itu: "Bapa, Aku berterima kasih kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku". Ini berarti bahwa Bapa selalu mengabulkan permohonan Yesus. Dan Yesus langsung menambahkan: "Aku mengetahui, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku". Ini menandakan bahwa Yesus selalu memohon. Doa Yesus yang didukung oleh ucapan terima kasih, mengatakan
1 Bdk. Luk 22:41-44.
2 Bdk. Luk 6:12.
3 Bdk. Luk 9:18-20.
4 Bdk. Luk22:32.
5 Bdk. Mrk l:35;6:46; Luk 5:16.
6 Bdk. Ibr 2:15;4:15.
7 Bdk. Mat 11:25-27; Luk 10:21-23.
8 Bdk. Yoh 11:41-42.
kepada kita bagaimana kita harus berdoa: malahan sebelum anugerah diberikan, Yesus menyetujui Allah yang memberi dan yang menganugerahkan Diri sendiri di dalam anugerah-Nya. Pemberi lebih bernilai daripada anugerah yang diberikan. Ia adalah "harta", dan hati putera-Nya ada pada-Nya. Anugerah itu sendiri "ditambahkan".1
Doa Yesus, "Imam Agung"2 mendapat tempat yang khusus dalam tata keselamatan. Itu direnung-direnungkan pada akhir seksi pertama. Ia menyatakan doa Imam Agung kita yang selalu hadir dan serentak mengandung apa yang Ia ajarkan kepada kita untuk doa kita kepada Bapa. Doa ini dibentangkan dalam seksi kedua.

2605. Ketika saat-Nya tiba, di mana Ia harus memenuhi keputusan cinta kasih Bapa-Nya, Yesus sebagai Putera membukakan kedalaman doa-Nya yang tidak terduga. Kedalaman ini dilihat tidak hanya sebelum Ia menyerahkan Diri secara sukarela ("Ya Bapa-Ku... bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu-lah yang terjadi"),3 tetapi malahan dalam kata-kata-Nya yang terakhir di kayu salib, di mana doa dan penyerahan Diri menjadi satu secara sempurna :
- "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk 23:34).
- "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan berada bersama-sama dengan Aku di dalam firdaus" (Luk 23:43).
- "Ibu, inilah anakmu!... inilah ibumu!" (Yoh 19:26-27).
- "Aku haus" (Yoh 19:28). - "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mrk 15:34)4.
- "Selesailah sudah" (Yoh 19:30).
- "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku" (Luk 23:46).
Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.4

2606. Dalam seruan Sabda yang menjadi manusia ini tersimpul segala kesusahan manusia dari segala zaman yang dikungkung oleh dosa dan kematian, dan setiap permohonan serta syafaat sejarah keselamatan. Bapa menerima semuanya dan mengabulkan-Nya dengan satu cara yang melampaui segala harapan manusia, melalui kebangkitan Putera-Nya. Di situ dipenuhi dan disempurnakan jalan doa di dalam tata ciptaan dan tata penebusan. Di dalam Kristus, buku Mazmur menyingkapkan arti doa bagi kita. Karena di dalam "kekinian" kebangkitan, Bapa berkata: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu" (Mzm 2:7-8).5
Surat Ibrani mengungkapkan secara dramatis, bagaimana doa Yesus memenangkan keselamatan: "Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekarang Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya" (Ibr 5:7-9).
1 Bdk. Mat 6:21.33.
2 Bdk. Yoh 17.
3 Luk 22:42
4 Bdk. Mrk 15:37; Yoh 19:30b
5 Bdk. Kis 13:33.

Yesus mengajar berdoa

2607. Kalau Yesus berdoa, Ia sudah mengajar kita berdoa. Cara doa kita yang berkenan kepada Allah adalah doa Yesus kepada Bapa-Nya. Tetapi di samping semuanya itu, Injil memberi kepada kita ajaran Yesus yang jelas mengenai doa. Sebagai pendidik yang bijaksana, Ia menjemput kita di tempat kita berada dan membimbing kita langkah demi langkah menuju Bapa. Dalam kata-kata-Nya kepada orang yang mengikuti-Nya, Yesus beranjak dari apa yang mereka sudah tahu mengenai doa dari Perjanjian Lama, dan membuka hati mereka untuk unsur baru dari Kerajaan yang akan datang. Lalu Ia menyatakan yang baru itu kepada khalayak dalam perumpamaan-perumpamaan. Akhirnya Ia berbicara kepada murid-murid-Nya, yang akan menjadi pembina doa di dalam Gereja-Nya, secara terbuka mengenai Bapa dan mengenai Roh Kudus.

2608. Sejak khotbah di bukit Yesus menekankan arti pertobatan hati. Sebelum kita membawa persembahan ke altar, kita harus berdamai dengan saudara kita.1 Kita harus mencintai musuh dan berdoa untuk penghambat kita.2 Kita harus berdoa kepada "Bapa yang ada di tempat tersembunyi" (Mat 6:6) dan jangan mengucapkan banyak kata,3 mengampuni dengan segenap hati di dalam doa,4 memiliki hati yang murni dan mencari Kerajaan Allah.5 Pertobatan ini sepenuhnya diarahkan kepada Bapa. Pertobatan berarti seorang anak mendekati Bapa-Nya.

2609. Kalau hati sudah bertekad untuk bertobat, ia lalu belajar berdoa dalam iman. Iman adalah persetujuan seorang anak dengan Allah, melebihi perasaan dan pemahaman kita. Penyerahan diri ini menjadi mungkin, karena Putera tercinta telah membuka jalan bagi kita menuju Bapa. Putera dapat menuntut dari kita untuk "mencari" dan "mengetuk", karena Ia sendiri adalah pintu dan jalan.6

2610. Dalam doa kepada Bapa, Yesus berterima kasih, sebelum Ia menerima anugerah-Nya. Dengan demikian Ia mengajar kita, supaya bertindak dalam keberanian yang sama sebagai seorang anak: "Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya" (Mrk 11:24). Ini merupakan kekuatan doa, karena "tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya" (Mrk 9:23) dan "tidak bimbang" (Mat 21:21) dalam iman ini. Yesus bersedih hati karena "ketidakpercayaan" (Mrk 6:6) sanak Keluarga dan "orang yang kurang percaya" di antara murid-inurid-Nya (Mat 8:26), dan Ia amat kagum akan "iman besar" dari perwira Roma (Mat 8:10) dan wanita Kanaan.7

2611. Doa iman tidak hanya berarti orang mengatakan "Tuhan, Tuhan", tetapi bahwa orang mempersiapkan hatinya untuk melakukan kehendak Bapa.8 Yesus mengajak murid-murid-Nya, supaya mendukung usaha ini untuk bekerja sama dengan rencana ilahi, di dalam doa.9

2612. Di dalam Yesus, Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus meminta supaya bertobat dan percaya, tetapi juga supaya berjaga-jaga. Dalam doa, murid menantikan dengan penuh
1 Bdk. Mat 5:23-24.
2 Bdk. Mat 5:44-45.
3 Bdk. Mat 6:7.
4 Bdk. Mat 6:14-15.
5 Bdk. Mat 6:21.25.33.
6 Bdk. Mat 7:7-11.13-14.
7 Bdk. Mat 15:28.
8 Bdk. Mat 7:21.
9 Bdk. Mat 9:38; Luk 10:2; Yoh 4:34.
perhatian Dia yang ada dan yang datang, sambil mengingat kedatangan pertama dalam kerendahan daging dan berharap akan kedatangan-Nya yang kedua dalam kemuliaan.1 Doa murid-murid adalah satu perjuangan, yang dimenangkan dalam persekutuan dengan Guru: siapa yang berkanjang dalam doa, tidak masuk ke dalam percobaan.2

2613. Santo Lukas menyampaikan kepada kita tiga perumpamaan penting mengenai doa:
Yang pertama berbicara mengenai sahabat yang tidak tahu malu3 dan meminta supaya berdoa dengan mendesak: "Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu". Bapa di surga akan memberikan kepada orang yang berdoa demikian, apa yang ia butuhkan, terutama Roh Kudus, rangkuman semua anugerah yang baik.
Yang kedua bercerita tentang janda yang selalu mendesak; 4 perumpaman ini mengarah kepada sifat doa yang lain: berdoa tanpa henti-hentinya dalam kesabaran beriman. "Tetapi apakah Anak Manusia masih menemukan iman di bumi ini kalau Ia datang?"
Perumpamaan ketiga tentang orang Farisi dan pemungut cukai5 menuntut kerendahan hati waktu berdoa. "Allah, kasihanilah aku orang berdosa". Gereja selalu menggunakan doa ini: "Kyrie eleison!"

2614. Ketika Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya rahasia doa kepada Bapa, Ia menyingkapkan kepada mereka, bagaimana seharusnya doa mereka - dan dengan demikian juga doa kita - setelah Ia kembali lagi kepada Bapa-Nya dalam kodrat manusia-Nya yang dimuliakan: yang baru ialah permohonan atas nama-Nya.6 Iman kepada Kristus mengantar para murid masuk ke dalam perkenalan Bapa, karena Yesus adalah "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Iman membuahkan cinta kasih: kita berpedoman kepada kata-kata dan perintah Yesus; kita tinggal di dalam Bapa yang mengasihi kita di dalam Kristus sedemikian, sehingga Ia tinggal di dalam kita. Di dalam Perjanjian Baru, ada kepastian bahwa doa-doa kita akan dikabulkan berdasarkan doa Kristus.7

2615. Lebih lagi: Kalau doa kita bersatu dengan doa Yesus, Ia memenuhi janji-Nya: "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya yaitu Roh Kebenaran" (Yoh 14:16-17). Dimensi doa yang baru ini menyata dalam wejangan perpisahan.8 Dalam Roh Kudus, doa Kristen adalah persatuan dalam cinta kasih dengan Bapa, bukan hanya melalui Kristus, melainkan juga di dalam Dia: "Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu" (Yoh 16:24).

Rabu, 05 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 232

KGK ke 232

Janji dan doa iman

2570. Ketika Allah memanggil Abraham, ia segera berangkat, "seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya" (Kej 12:4). Hatinya "sangat patuh terhadap sabda"; ia taat. Hati yang mendengarkan, yang memilih Tuhan, merupakan dasar setiap doa. Kata-kata melayani sikap mendengarkan ini. Tetapi doa Abraham, pada tempat pertama, dinyatakan dalam perbuatan: Ia adalah pria yang suka diam; di segala tempat di mana ia singgah, ia membangun altar untuk Tuhan. Baru kemudian in mengucapkan doanya dalam kata-kata: Doa itu merupakan suatu keluhan terselubung. Ia mengingatkan Allah akan janji-Nya, yang rasanya tidak dipenuhi.3 Langsung sejak awal Kelihatan satu ciri khas doa manusia: ujian iman akan kesetiaan Allah.

2571. Oleh karena bapa bangsa Abraham percaya kepada Allah4 dan menempuh jalannya dalam kehadiran dan dalam perjanjian dengan-Nya,5 maka ia bersedia menerima seorang tamu misterius di dalam kemahnya. Lawatan yang penuh keajaiban di Mamre ini adalah satu pengantar untuk pengumuman putera perjanjian yang benar.6 Sejak Allah memberitahukan keputusan-Nya kepada Abraham, hatinya turut serta dalam kerahiman Allah untuk manusia. Karena itu, ia berani dalam kepercayaan yang teguh, untuk memohon bagi mereka.7 494, 2635

2572. Sebagai pemurnian terakhir imannya diminta pula dari Abraham "yang telah menerima janji itu" (Ibr 11:17), agar mempersembahkan puteranya, yang telah Allah berikan kepadanya. Imannya tidak goyah: "Allah sendiri akan menyediakan anak domba itu" (Kej 22:8), demikian Abraham berkata, karena "ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang, sekalipun dari antara orang mati" (Ibr 11: 19). Demikian-lah bapa orang beriman serupa dengan Allah Bapa,8 yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya untuk semua orang.9 Doa membuat manusia serupa lagi dengan Allah dan membiarkan ia mengambil bagian dalam kekuasaan cinta kasih Allah yang membebaskan banyak orang.

2573. Allah memperbaharui janji-Nya terhadap Yakub, nenek moyang dua belas suku Israel.10 Sebelum Yakub menghadapi saudaranya Esau, semalam suntuk ia harus bergulat dengan seorang pria penuh rahasia. Orang ini menolak menyebut namanya, tetapi ia memberkati
1 Bdk. Kej 8:20-9:17.
2 Bdk. Kej 9:8-16.
3 Bdk. Kej 15:2-3.
4 Bdk. Kej 15:6.
5 Bdk. Kej 17:1-2.
6 Bdk. Kej 18:1-15; Luk 1: 26-38.
7 Bdk. Kej 18:16-33.
8 Bdk. Rm 4:16-21.
9 Bdk. Rm 8:32.
10 Bdk. Kej 28:10-22.
Yakub sebelum meninggalkannya di fajar pagi. Tradisi rohani Gereja melihat di dalamnya satu lambang doa, sejauh doa itu adalah satu perjuangan iman dan satu kemenangan karena ketabahan.1

Musa dan doa perantara

2574. Ketika janji-janji mulai terpenuhi - dalam Paskah, dalam keberangkatan dari Mesir, dalam pemberian hukum dan dalam pengikatan perjanjian, - doa Musa menjadi contoh yang mengharukan dari doa syafaat, yang akan terpenuhi di dalam satu-satunya "pengantara antara Allah dan manusia ... Kristus Yesus" (1 Tim 2:5).

2575. Juga di sini Allah mendahului manusia. Ia memanggil Musa dari dalam semak bernyala.2 Kejadian ini dipandang sebagai salah satu contoh utama bagi setiap doa, di dalam tradisi rohani Yahudi dan Kristen. Sebab, kalau "Allah Abraham, Ishak, dan Yakub" memanggil abdi-Nya Musa, maka itu disebabkan, karena Ia adalah Allah yang hidup, yang menghendaki kehidupan manusia. Ia menyatakan Diri untuk membebaskan mereka; tetapi Ia tidak mau membebaskan manusia melawan keinginannya atau tanpa bantuan manusia. Karena itu Ia memanggil Musa, supaya mengutus dia dan mengikutsertakan dia dalam kasih sayang-Nya dan dalam karya keselamatan-Nya. Pengutusan ini seakan-akan merupakan satu permohonan Allah, dan baru sesudah satu dialog yang agak lama, Musa menyesuaikan kehendaknya dengan kehendak Allah, Pembebas. Dalam percakapan ini, di mana Allah mempercayakan Diri kepada Musa, Musa belajar berdoa: ia mencari dalih, membuat keberatan, tetapi terutama menyampaikan pertanyaan. Tuhan menjawab dengan mempercayakan kepada Musa nama-Nya yang tak terungkapkan, yang akan menyata di dalam karya-karya-Nya yang agung.

2576. "Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka, seperti seorang berbicara kepada temannya" (Kel 33:11). Doa Musa adalah contoh doa kontemplatif, yang dengan bantuannya abdi Allah tetap setia kepada perutusannya. Musa "berbicara" dengan Tuhan sering kali dan lama. Ia mendaki gunung untuk mendengarkan Allah dan untuk memohon kepada-Nya lalu turun lagi kepada bangsanya untuk mengulangi kata-kata Allahnya dan untuk memimpinnya. "Hamba-Ku Musa adalah seorang yang setia dalam rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus-terang, bukan dengan teka-teki" (Bil 12:7-8), karena "Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi" (Bil 12:3).

2577. Dari pergaulan yang mesra dengan Allah yang setia, sabar, dan penuh cinta,3 Musa menimba kekuatan untuk doa syafaat yang tabah. Ia tidak berdoa untuk diri sendiri, tetapi untuk bangsanya, yang telah Allah pilih bagi diri-Nya. Sudah sejak peperangan melawan orang Amalekh4 dan minta penyembuhan Miryam,5 Musa menyampaikan doa syafaat. Tetapi terutama sesudah bangsa itu jatuh, Musa menjadi penengah, "ia mengetengahi di hadapan-Nya" (Mzm 106:23) untuk menyelamatkan bangsa Israel.6 Oleh karena itu, jelaslah bahwa doa syafaat juga satu pergulatan penuh rahasia. Argumen-argumen yang Musa sampaikan dalam doa; mengilhami keberanian hati pendoa besar bangsa Yahudi serta Gereja. Karena Allah itu cinta kasih dan dengan
1 Bdk. Kej 32:25-31; Luk 18:1-8.
2 Bdk. Kel 3:1-10.
3 Bdk. Kel 34:6.
4 Bdk. Kel 17:8-13.
5 Bdk. Bil 12-.13-14.
6 Bdk. Kel 32:1-34:9.
KGK – 475
demikian adil dan setia. Ia tidak dapat bertentangan dengan Diri sendiri. Ia harus mengingat akan karya-karya-Nya yang agung. Kehormatan-Nya menjadi taruhan: Ia tidak boleh meninggalkan bangsa yang memakai nama-Nya.

Daud dan doa seorang raja

2578. Doa Umat Allah berkembang di sekeliling tempat kediaman Allah; pada mulanya tempat ini adalah Tabut Perjanjian dan kemudian kanisah. Pada mulanya para imam dan para nabi sebagai pemimpin mengajar bangsa itu berdoa. Untuk anak Samuel sikap ibunya Hanna di hadirat Allah merupakan "satu sekolah doa".1 Ia belajar pada imam Eli, bagaimana orang harus mendengarkan perkataan Allah: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar" (1 Sam 3:9-10). Kemudian baru ia mengetahui nilai dan beban doa syafaat: "Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa pada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus" (1 Sam 12:23).

2579. Daud adalah sesungguhnya raja "menurut hati Allah", gembala yang berdoa bagi bangsanya dan atas namanya. Kepatuhannya kepada kehendak Allah, pujiannya kepada Allah dan penyesalannya menjadi contoh doa bagi bangsanya. Doanya, doa orang yang diurapi Allah, adalah memegang dengan setia kepada janji ilahi,2 kepercayaan penuh cinta dan gembira kepada satu-satunya Raja dan Tuhan. Diilhami oleh Roh Kudus, Daud membuktikan diri di dalam Mazmur sebagai nabi pertama dari doa Yahudi dan Kristen. Doa Kristus, Mesias dan Putera Daud yang benar, menyatakan dan memenuhi arti doa ini.

2580. Kanisah Yerusalem, rumah doa, yang hendak Daud dirikan, didirikan oleh puteranya Salomo. Doa waktu pemberkatan kanisah3 berdasarkan pada janji Allah dan pada perjanjian dengan Dia, pada kehadiran nama-Nya yang bekerja dalam bangsa-Nya dan pada peringatan akan karya-karya agung waktu keluar dari Mesir. Raja mengangkat tangan ke surga dan memohon kepada Tuhan untuk diri sendiri, untuk seluruh bangsa, dan untuk generasi mendatang, minta pengampunan dosa dan apa yang mereka butuhkan setiap hari. Karena semua bangsa hendaknya tahu bahwa Tuhan adalah Allah satu-satunya dan bahwa hati bangsa-Nya menjadi milik-Nya seutuhnya.

Elia, para nabi dan pertobatan hati

2581. Kanisah harus menjadi tempat latihan doa untuk Umat Allah. Ziarah, pesta--pesta dan kurban-kurban, kurban malam, kemenyan, dan "roti sajian" adalah tanda--tanda kekudusan dan kemuliaan Allah yang agung namun yang sangat dekat. Semuanya itu merupakan ajakan untuk doa dan jalan-jalan doa. Tetapi pelaksanaan lahiriah dari kegiatan religius sering kali menggoda umat untuk suatu ibadah yang hanya bersifat lahiriah. Ia membutuhkan pendidikan dalam iman dan pertobatan hati. Inilah tugas para nabi sebelum dan sesudah pembuangan.
2582. Elia adalah bapa para nabi, "orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub" (Mzm 24:6). Nama "Elia" - "Tuhan adalah Allahku" - menyatakan seruan bangsa yang bergaung sebagai jawaban atas doa sang nabi di gunung Karmel.1 Santo Yakobus menunjuk seruan ini, untuk menggerakkan kita supaya berdoa: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yak 5:16b).  
1 Bdk. 1 Sam 1:9-18.
2 Bdk. 2 Sam 7:18-29.
3 Bdk. 1 Raj 8:10-61.

2583. Setelah Elia mengalami kerahiman di tempat perlindungannya di sungai Kerit, ia lalu mengajar janda dari Sarepta, supaya percaya kepada Sabda Allah. Ia memperkuat iman ini dengan doanya yang tekun dan Allah mengembalikan kehidupan kepada anak janda itu.2
Kurban di gunung Karmel adalah satu ujian yang menentukan iman Umat Allah. Dalam kurban ini, api Tuhan menghanguskan kurban bakar atas permintaan Elia, "pada waktu... di mana biasanya dipersembahkan kurban pertama". Liturgi Gereja-gereja Timur mengambil alih seruan Elia "Dengarlah aku, Tuhan, dengarlah aku" dalam epiklese Ekaristi.3
Ketika Elia akhirnya pergi lagi ke padang gurun, ke tempat di mana Allah yang hidup dan benar menyatakan Diri kepada umat-Nya, ia duduk berjongkok, seperti Musa dulu, "di sebuah gua", sampai kehadiran Allah yang penuh rahasia itu "berjalan lewat".4 Tetapi baru di gunung kemuliaan,5 Allah yang wajah-Nya dicari manusia, akan menyatakan Diri. Pada wajah Kristus yang tersalib dan bangkit, mereka melihat kemuliaan Allah.6

2584. Dalam kesendirian dengan Allah, para nabi menerima terang dan kekuatan untuk perutusan mereka. Doa mereka bukanlah suatu pelarian dari dunia yang tidak berkepercayaan, melainkan suatu usaha mendengarkan Sabda Allah. Doa ini sering kali membuka hati atau mengeluh, tetapi selalu merupakan satu doa syafaat, yang mengharapkan dan mempersiapkan7 campur tangan Allah yang membebaskan, Tuhan sejarah.

Selasa, 04 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 231

KGK ke 231

BAGIAN EMPAT
DOA KRISTEN
Miniatur dari Biara Dionisius di atas gunung Athos (Kodex 587), dilukis di Konstantinopel sekitar tahun 1059.
Kristus mengarahkan pandangan-Nya dalam doa kepada Bapa (Bdk. 2599). Ia berdoa seorang diri di sebuah tempat sunyi; murid-murid-Nya memperhatikan-Nya dari kejauhan dengan penuh hormat. Seorang Rasul berpaling kepada yang lain dan menunjukkan kepada mereka Dia, yang adalah Guru dan Jalan doa Kristen (Bdk. 2607): "Tuhan, ajarlah kami berdoa" (Luk 11:1).

SEKSI SATU

DOA DALAM KEHIDUPAN KRISTEN

2558. Besarlah "rahasia iman". Gereja mengakuinya dalam simbolum para Rasul (Bagian I) dan merayakannya dalam liturgi Sakramen-Sakramen (Bagian II), supaya kehidupan umat beriman dalam Roh Kudus ditata menjadi serupa Kristus demi kehormatan Allah Bapa (Bagian III). Umat beriman harus percaya kepada rahasia ini, merayakannya dan hidup darinya dalam satu hubungan yang hidup dan pribadi dengan Allah yang hidup dan benar. Hubungan ini adalah doa.

APA ITU DOA?

"Bagiku doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah percobaan dan di tengah kegembiraan" (Teresia dari Anak Yesus, ms. autob. 25r).

Doa sebagai anugerah Allah

2559. "Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik" (Yohanes dari Damaskus, f.o.3, 24). Dari mana kita berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke bawah atau "dari jurang" (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? Siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan.1 Kerendahan hati adalah dasar doa, karena "kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa" (Rm 8:26). Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah, manusia adalah seorang pengemis.2 2613, 2736

2560. "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah" (Yoh 4:10). Mukjizat doa justru menunjukkan diri di sana, di pinggir sumur, tempat kita mengambil air. *Di sana Kristus
1 Bdk. Luk 18:9-14.
2 Bdk. Agustinus, serm. 56, 6, 9.
bertemu dengan setiap orang; Ia mencari kita, sebelum kita mencari Dia, dan Ia meminta: "Berilah Aku minum!" Yesus kehausan; permohonan-Nya datang dari kedalaman Allah yang merindukan kita. Entah kita tahu atau tidak, di dalam doa kehausan Allah menemui kehausan kita. Allah merasa haus akan kehausan kita akan Dia.1

2561. Niscaya engkau meminta kepada-Nya, dan Ia memberi kepadamu air hidup" (Yoh 4:10). Doa permohonan kita adalah satu jawaban atas cara yang penuh rahasia - jawaban atas Keluhan Allah yang hidup: "mereka meninggalkan Aku sumber air yang hidup untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air" (Yer 2:13). Doa permohonan adalah jawaban atas janji keselamatan yang cuma-cuma; 2 jawaban penuh cinta atas kehausan Putera yang tunggal.3

Doa sebagai Perjanjian

2562. Dari mana datangnya doa manusia? Bagaimanapun bentuk kegiatan dan kata-kata, dengannya doa mengungkapkan diri, yang berdoa itu selalu seluruh manusia. Tetapi untuk melukiskan tempat asalnya doa, Kitab Suci kadang-kadang berbicara tentang jiwa atau roh. Tetapi paling sering - lebih dari seribu kali - tentang hati. Hati berdoa. Jika hati itu jauh dari Allah, doa pun tidak mempunyai arti.

2563. Hati adalah rumah di mana aku berada dan tempat aku tinggal (dalam gaya bahasa semitis atau biblis: di mana aku "turun" [dari kendaraan]). Inilah pusat kita yang tersembunyi, yang tidak dapat dimengerti baik oleh akal budi kita maupun oleh orang lain. Hanya Roh Allah dapat menyelami dan mengetahuinya. Dalam kedalaman cita-cita kita, hati adalah tempat keputusan. Ia adalah tempat kebenaran, di mana kita memilih antara hidup dan mati. Ia adalah tempat pertemuan karena kita hidup dalam hubungan dengan citra Allah. 

Hati adalah tempat perjanjian.

2564. Doa Kristen adalah hubungan perjanjian antara Allah dan manusia di dalam Kristus. Ia adalah tindakan Allah dan tindakan manusia. Ia berasal dari Roh Kudus dan dari kita. Dalam persatuan dengan kehendak manusiawi Putera Allah terjelma, doa mengarahkan diri sepenuhnya kepada Bapa.

Doa sebagai persekutuan

2565. Dalam Perjanjian Baru, doa adalah hubungan yang hidup anak-anak Allah dengan Bapanya yang tidak terhingga baiknya, bersama Putera-Nya Yesus Kristus dan dengan Roh Kudus. Rahmat Kerajaan Allah adalah "persatuan seluruh Tritunggal Mahakudus dengan seluruh jiwa" manusia (Gregorius dari Nasiansa, or. 16, 9). Dengan demikian, kehidupan doa berarti bahwa kita selalu berada dalam hadirat Allah yang tiga kali kudus dan dalam persekutuan dengan Dia. Persekutuan hidup ini memang selalu mungkin, karena melalui Pembaptisan kita sudah menjadi satu dengan Kristus.4 Doa itu Kristen, sejauh ia merupakan persekutuan dengan Kristus dan menyebar luas di dalam Gereja, Tubuh Kristus. Ia merangkum segala sesuatu, sama seperti cinta kasih Kristus.5
1 Bdk. Agustinus, quaest. 64, 4.
2 Bdk. Yoh 7:37-39; Yes 12:3; 51:1.
3 Bdk. Yoh 19:28; Za 12:10; 13:1.
4 Bdk. Rm 6:5.
5 Bdk. Ef 3:18-21.

BAB SATU

PEWAHYUAN DOA

Panggilan umum untuk berdoa

2566. Manusia sedang mencari Tuhan. Melalui penciptaan, Tuhan memanggil setiap makhluk dari ketidakadaan ke dalam keberadaan. "Dimahkotai dengan keagungan dan kehormatan" (Mzm 8:6), sebagaimana malaikat sebelum dia, manusia mampu mengakui: "Tuhan, Allah kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi" (Mzm 8:2). Malahan sesudah manusia kehilangan keserupaannya dengan Allah karena dosanya, ia tetap diciptakan menurut citra Penciptanya. Ia memiliki kerinduan akan Allah, yang telah memanggil dia ke dalam keberadaan itu. [28, 2095-2109, 843] Semua agama memberi kesaksian tentang pencarian ini, yang sesuai dengan hakikat manusia.1

2567. Sebelum manusia memanggil Tuhan, Tuhan memanggil manusia. Juga apabila manusia melupakan Penciptanya atau menyembunyikan diri dari hadapan-Nya, juga apabila ia mengikuti berhalanya atau mempersalahkan Allah, bahwa Ia telah melupakannya, namun Allah yang hidup dan benar tanpa jemu-jemunya memanggil setiap manusia untuk suatu pertemuan penuh rahasia dengan-Nya di dalam doa. Dalam doa gerak cinta kasih Allah yang setia ini pertama-tama datang dari Dia; gerak manusia selalu merupakan jawaban. Sejauh Allah mewahyukan Diri dan menyanggupkan manusia mengenal dirinya sendiri, doa Kelihatan sebagai satu sapaan timbal balik, sebagai peristiwa perjanjian, yang melalui kata dan tindakan, mengikutsertakan hati. Ia menyata dalam perjalanan seluruh sejarah keselamatan. [ 30 ]

ARTIKEL 1 : DALAM PERJANJIAN LAMA

2568. Pewahyuan doa dalam Perjanjian Lama terjadi antara dosa awal dan pemulihan manusia, antara pertanyaan Allah yang sedih kepada anak-anak pertama-Nya: "Di manakah engkau?... Apakah yang telah kauperbuat ini?" (Kej 3:9.13) dan jawaban Putera-Nya yang tunggal pada saat kedatangan-Nya ke dunia: "Sungguh, Aku datang... untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah" (Ibr 10:7). Atas cara ini doa berhubungan dengan sejarah manusia; ia adalah hubungan dengan Allah dalam kejadian-kejadian sejarah.

Penciptaan - Sumber doa

2569. Pada tempat pertama, doa hidup dari kenyataan-kenyataan ciptaan. Sembilan bab pertama dari Kitab Kejadian menggambarkan hubungan ini dengan Allah, sebagai persembahan anak domba sulung oleh Abel,2 sebagai seruan nama ilahi pada zaman Enos,3 dan sebagai "perjalanan bersama Allah" (Kej 5:24). Persembahan Nuh berkenan kepada
1 Bdk. Kis 17:27.
2 Bdk. Kej 4:4.
3 Bdk. Kej 4:26.

Allah. Allah memberkati Nuh dan melalui dia seluruh ciptaan,1 karena ia mempunyai hati yang lurus dan tanpa cela; ia pun "hidup akrab dengan Allah" (Kej 6:9). Cara berdoa ini dilaksanakan oleh banyak orang jujur dari semua agama.
Di dalam perjanjian-Nya yang tak tergoyahkan dengan segala makhluk hidup,2 Allah selalu memanggil manusia untuk berdoa. Dengan cara khusus, doa diwahyukan dalam Perjanjian Lama sejak zaman bapa kita Abraham.

Senin, 03 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 230

KGK ke 230


IV. * Menghargai kebenaran


2488. Hak atas penyampaian kebenaran bukannya tanpa syarat. Kehidupan ini harus dihayati sesuai dengan hukum cinta kepada sesama menurut Injil. Cinta kasih ini menghendaki bahwa dalam situasi konkret orang menilai, apakah sesuai atau tidak, mengatakan kebenaran kepada orang yang ingin mengetahuinya.

2489. Satu permohonan untuk pengetahuan atau informasi, harus selalu dijawab dengan cinta kepada sesama dan penghormatan akan kebenaran. Keselamatan dan keamanan orang lain, penghormatan akan kehidupan pribadi, atau perhatian akan kepentingan umum adalah alasan-alasan yang cukup, untuk mendiamkan sesuatu yang tidak harus diumumkan, atau untuk mempergunakan bahasa yang sangat hati-hati. Kewajiban untuk menjauhkan syak wasangka, sering menuntut kebijaksanaan yang sungguh. Tidak ada seorang pun berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran kepada orang-orang, yang tidak mempunyai hak untuk mengetahuinya.1

2490. Rahasia Pengakuan itu kudus dan dengan alasan apa pun tidak boleh dilanggar. "Rahasia sakramental tidak dapat diganggu gugat; karena itu adalah durhaka jika bapa Pengakuan dengan kata-kata atau dengan salah satu cara lain serta atas dasar apa pun sedikit banyak mengkhianati peniten" (CIC, can. 983 ¡±1).

2491. Rahasia jabatan - yang harus diperhatikan oleh umpamanya politikus, anggota militer, dokter, dan hakim, - atau informasi pribadi, yang disampaikan di bawah meterai menyimpan rahasia, tidak boleh dibocorkan, kecuali apabila timbul satu keadaan khusus bahwa menjaga rahasia itu menyebabkan satu kerugian yang sangat besar bagi orang yang menyampaikannya, atau bagi orang ketiga, kerugian yang hanya dapat dicegah dengan menyebarluaskan kebenaran. Informasi pribadi, yang merugikan orang lain, tidak boleh disebarluaskan tanpa alasan yang memadai, juga apabila tidak disampaikan di bawah meterai menyimpan rahasia.

2492. Setiap orang harus dapat menahan diri secukupnya dalam hubungan dengan kehidupan pribadi orang lain. Mereka yang bertanggung jawab atas penyampaian informasi, harus memperhatikan nisbah yang baik antara kepentingan umum dan penghormatan akan hak-hak pribadi. Informasi mengenai kehidupan pribadi orang-orang yang melaksanakan kegiatan politik atau kegiatan umum, hanya dapat dicela, apabila mereka mencemari hal-hal pribadi dan kebebasan.
1 Bdk. Sir 27:16; Ams 25:9-10.

V. * Penggunaan media komunikasi

2493. Dalam masyarakat modem media komunikasi memainkan peranan penting dalam penyampaian informasi, penggalakan kebudayaan, dan dalam pembinaan. Sebagai akibat dari kemajuan teknik, luasnya dan aneka ragam isi yang harus disampaikan, demikian pula berdasarkan pengaruh atas pendapat umum, maka peranan ini akan menjadi semakin penting.

2494. Informasi melalui media komunikasi adalah demi kesejahteraan umum.1 Masyarakat mempunyai hak atas informasi, yang berdasarkan kebenaran, kebebasan, dan solidaritas.
"Tetapi cermatnya pelaksanaan hak itu meminta, supaya mengenai obyeknya komunikasi itu selalu benar dan - dengan mengindahkan keadilan serta cinta kasih - bersifat lengkap. Selain itu mengenai caranya, hendaklah berlangsung dengan jujur dan memenuhi syarat; maksudnya: hendaknya komunikasi itu mengindahkan sepenuhnya hukum-hukum moral, hak-hak manusia yang semestinya serta martabat pribadinya, dalam mengumpulkan maupun menyiarkan berita-berita" (Im 5:2).

2495. "Maka perlulah semua anggota masyarakat memenuhi tugas kewajiban keadilan dan cinta kasih, juga di bidang komunikasi sosial. Oleh karena itu hendaklah mereka, juga melalui media komunikasi itu, berusaha membentuk dan menyebarluaskan pandangan-pandangan umum yang sesuai dengan kebenaran" (Im 8). Solidaritas dibentuk oleh komunikasi yang benar dan jujur dan oleh penyebarluasan ide-ide, yang memajukan pengetahuan dan perhatian untuk orang-orang lain.

2496. Sarana-sarana komunikasi, terutama media massa, dapat membangkitkan pada pemakai jasa semacam fasifitas, apabila mereka menjadikan orang-orang ini konsumen kata-kata dan gambar yang kurang teliti. Para pemakai jasa harus mempergunakan media komunikasi dengan tahu batas dan membentuk bagi dirinya hati nurani yang jelas dan tepat, supaya lebih mudah dapat menentang pengarah-pengaruh yang buruk.

2497. Atas dasar tugas pekerjaan dalam bidang pers, para wartawan mempunyai kewajiban, supaya melayani kebenaran dalam menyebarluaskan informasi dan supaya tidak melecehkan hukum cinta kasih. Mereka harus berusaha juga, untuk mendapatkan fakta-fakta secara benar dan untuk memperhatikan batas-batas penilaian kritis mengenai pribadi-pribadi. Mereka harus menjauhkan diri dari fitnah.

2498. "Dalam hal komunikasi sosial pemerintah terikat kewajiban-kewajiban khas demi kesejahteraan umum, yang merupakan tujuan media itu. Sebab termasuk tugas pemerintah, sesuai dengan fungsinya, untuk membela dan melindungi kebebasan yang sejati dan sewajamya perihal informasi" (Im 12). Dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang memadai dan memperhatikan bahwa peraturan itu juga ditaati, para penguasa harus menjaga, bahwa penyalahgunaan media komunikasi jangan "menimbulkan bahaya-bahaya yang gawat bagi kesusilaan umum serta kemajuan masyarakat" (Im 12). Mereka harus menghukum pelecehan hak-hak setiap orang atas nama baiknya dan atas penghormatan kehidupan pribadinya. Mereka harus memberikan informasi pada waktunya dan dengan jujur, yang menyangkut kepentingan umum dan menjawab kegelisahan masyarakat yang beralasan. Penyebaran informasi yang salah untuk memanipulasi pendapat umum melalui media, tidak dapat dibenarkan oleh apa pun. Campur tangan penguasa tidak boleh membatasi kebebasan perorangan dan kelompok.

2499. Moral mengecam keadaan buruk di negara-negara totaliter, di mana kebenaran secara sistematis dipalsukan, para penguasa politik mengatur pendapat umum melalui media komunikasi, dalam pengadilan publik memanipulasi para terdakwa dan para saksi, dan di mana para penguasa mengira bahwa mereka dapat mengamankan tirani mereka dengan cara mematilemaskan dan menindas benih segala sesuatu yang mereka anggap sebagai "delik sikap".

VI. * Kebenaran, keindahan, dan kesenian sakral

2500. Melakukan yang baik berkaitan dengan kegembiraan rohani dan keindahan moral. Demikian pula kebenaran membawa kegembiraan dan kecemerlangan keindahan rohani.
1 Bdk. Im 11.

Kebenaran itu dari sendirinya sudah indah. Kebenaran perkataan adalah ungkapan rasional dari pengetahuan tentang kenyataan yang diciptakan dan tidak diciptakan. Ia perlu untuk manusia yang berakal budi. Tetapi kebenaran juga dapat mendapatkan bentuk ungkapan manusiawi lain yang bersifat melengkapi, terutama kalau harus mengungkapkan hal-hal yang tidak dapat dinyatakan dalam kata-kata: kedalaman hati manusia, kemuliaan jiwa, dan misteri Allah. Sebelum Tuhan menyatakan Diri kepada manusia dalam kata-kata kebenaran, ia menyatakan Diri kepadanya melalui bahasa ciptaan yang umum, karya Sabda-Nya dan, Kebijaksanaan-Nya, di dalam susunan dan harmoni seluruh kosmos, yang dapat ditemukan baik oleh seorang anak maupun oleh seorang cendekiawan. "Dengan membandingkan kebesaran dan keindahan segala ciptaan, orang dapat mengenal Penciptanya" (Keb 13:5), "sebab Bapa dari segala keindahan itulah yang menciptakannya" (Keb 13:3). [33, 1730, 1776, 1703, 366]
"Kebijaksanaan adalah pernapasan kekuatan Allah dan pancaran murni kemuliaan Yang Mahakuasa; karena itu tidak ada sesuatu pun yang bernoda masuk ke dalamnya. Karena kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda dari kegiatan Allah, dan gambar kebaikan-Nya" (Keb. 7:25-26). "Sebab ia adalah lebih indah daripada matahari dan mengalahkan setiap tempat bintang-bintang. Berbanding dengan siang terang dialah yang unggul, sebab siang diganti malam, sedangkan kejahatan tak sampai menggagahi kebijaksanaan" (Keb 7:29-30). "Aku ... jatuh cinta kepada kebijaksanaan" (Keb 8:2).

2501. Karena manusia diciptakan menurut citra Allah,1 ia menyatakan kebenaran tentang hubungannya dengan Allah, Pencipta, juga melalui keindahan karya seninya. Kesenian adalah satu bentuk ungkapan yang khas untuk manusia. Ia mengatasi usaha yang dimiliki segala makhluk hidup, yakni menjamin kebutuhan hidup; ia adalah luapan bebas dari kekayaan intern manusia. Berasal dari bakat yang diberikan oleh Pencipta dan dari usaha manusia, kesenian adalah bentuk kebijaksanaan praktis. Di dalamnya bersatulah pengetahuan dan kemampuan,2 untuk memberi kepada kebenaran suatu kenyataan dalam bentuk suatu bahasa yang dimengerti dengan melihat atau mendengar. Sejauh kesenian itu membiarkan diri diilhami oleh kebenaran makhluk ciptaan dan oleh cinta kepada mereka, ia menunjukkan semacam keserupaan dengan kegiatan Allah dalam mencipta-kan. Sebagaimana setiap kegiatan manusia yang lain, kesenian mempunyai tujuan absolut bukan dalam dirinya sendiri, melainkan menerima peraturannya dari tujuan akhir manusia dan dibudayakan olehnya.3

2502. Kesenian sakral itu benar dan indah, kalau ia - melalui bentuknya - menjawab panggilan-nya: dalam iman dan dalam penyembahan menyatakan dan memuliakan misteri Allah yang transenden - keindahan kebenaran dan cinta yang tidak kelihatan dan yang melampaui segala-galanya, yang telah tampak dalam Kristus, yang memancarkan "keagungan Allah yang gilang-gemilang, dan gambar yang nyata dari Diri Allah sendiri" (Ibr 1:3) dan di dalam-Nya "berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an" (Kol 2:9). Keindahan rohani ini terpantul dalam Bunda Perawan Maria, dalam para malaikat, dan para kudus. Kesenian sakral yang benar mengangkat manusia ke dalam penyembahan, dalam doa, dan cinta kepada Allah Pencipta dan Penebus, yang kudus dan yang menguduskan.

2503. Karena itu para Uskup sendiri - atau melalui petugas-harus berusaha bahwa kesenian sakral yang lama dan baru dalam segala bentuknya digalakkan. Dengan ketelitian religius yang sama mereka harus coba
1 Bdk. Kej 1:26.
2 Bdk. Keb 7:17.
3 Bdk. Pius XII, Wejangan 25 Desember 1955 dan 3 September 1950.
menjauhkan dari liturgi dan rumah ibadat segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaran iman dan keindahan kesenian sakral yang benar.1

TEKS-TEKS SINGKAT

2504. "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu (Kel 20:16). Murid-murid Kristus telah mengenakan manusia baru, "yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya" (Ef 4:24).

2505. Kebenaran atau kejujuran adalah kebajikan, yang berarti bahwa manusia bertingkah laku benar dalam perbuatannya dan mengatakan yang benar dalam kata-katanya dengan menjauhkan diri dari lidah bercabang, kepura-puraan, dan kemunafikan.

2506. Seorang Kristen "janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita" dengan kata dan perbuatan (2 Tim 1:8). Martirium adalah kesaksian yang teragung bagi kebenaran iman.

2507. Perhatian akan nama baik dan kehormatan manusia melarang fitnah dan umpatan dalam sikap dan kata-kata.

2508. Dusta berarti mengatakan yang tidak benar, dengan tujuan menipu sesama yang mempunyai hak atas kebenaran.

2509. Satu pelanggaran terhadap kebenaran menuntut pemulihan kembali.

2510. Kaidah emas membantu seseorang membeda-bedakan dalam situasi konkret, apakah kebenaran harus disampaikan atau tidak kepada orang yang menanyakannya.

2511. "Rahasia pengakuan tidak dapat diganggu gugat" (CIC, can. 983 ¡±1). Rahasia jabatan harus disimpan. Penyampaian yang intim, yang dapat merugikan orang lain, tidak boleh disebarluaskan.

2512. Masyarakat mempunyai hak atas informasi yang berdasar kebenaran, kebebasan dan keadilan. Dalam penggunaan media komunikasi, orang harus menjaga batas yang wajar.

2513. Kesenian-kesenian, terutama kesenian sakral, "pada hakikatnya dimaksudkan untuk dengan cara tertentu mengungkapkan keindahan Allah yang tak terperikan dalam karya manusia. Lagi pula semakin dikhususkan bagi Allah dan untuk memajukan puji syukur serta kemuliaan-Nya, karena tiada tujuannya yang lain, kecuali untuk dengan buah hasilnya membantu manusia sedapat mungkin mengangkat hatinya kepada Allah" (SC 122).

ARTIKEL 9 : PERINTAH KESEMBILAN

"Jangan mengingini rumahnya sesamamu. Jangan mengingini isterinya, atau hamba-hamba-nya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu" (Kel 20:17).
"Barang siapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzina dengan wanita itu dalam hatinya" (Mat 5: 28).
1 Bdk. SC 122-127.

2514. Santo Yohanes membeda-bedakan tiga macam hawa nafsu atau keinginan: keinginan daging, keinginan mata dan kesombongan dunia.1 Menurut tradisi katekese Katolik perintah kesembilan melarang keinginan daging, perintah kesepuluh melarang keinginan akan milik orang lain.

2515. Secara etimologis, kata "keinginan" dapat berarti setiap bentuk keinginan kuat manusia. Teologi Katolik mengartikannya dengan satu daya perasaan nafsu berahi yang kuat, yang melawan pikiran manusia. Rasul Paulus menggunakan kata itu untuk pemberontakan "daging" melawan "roh".2 Keinginan berasal dari ketidaktaatan dosa pertama.3 Juga apabila keinginan itu bukan suatu pelanggaran, namun ia mengganggu tata kekuatan manusia yang susila dan membuatnya cenderung untuk melakukan dosa.4

2516. Oleh karena manusia adalah makhluk yang terdiri dari roh dan badan, terdapatlah di dalamnya semacam ketegangan: kecenderungan roh dan badan berada dalam semacam perlawanan. Tetapi konflik ini adalah warisan dari dosa; ia berasal darinya dan serentak menyatakannya. Kita mengalaminya dalam perjuangan rohani sehari-hari.
"Bukanlah maksud Rasul untuk mendiskriminasikan badan dan mengecamnya, yang bersama dengan jiwa rohani membentuk kodrat manusia dan subyektivitas pribadinya; ia lebih banyak berbicara tentang pekerjaan-pekerjaan, atau lebih baik, tentang pola tingkah laku habitual - kebajikan dan kebiasaan buruk - yang secara susila baik atau buruk sebagai buah ketaatan (dalam kasus pertama) atau perlawanan (dalam kasus kedua) terhadap karya keselamatan Roh Kudus. Karena itu Rasul menulis: Roh Allah sudah memberikan kepada kita hidup yang baru; oleh sebab itu Dia jugalah harus menguasai hidup kita (Gal 5:25)" (DeV 55).

I. Pemurnian hati

2517. Hati adalah tempat kediaman kepribadian susila: "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, perzinaan, percabulan, pencurian, sumpah palsu, dan hujah" (Mat 15:19). Dalam perjuangan melawan keinginan daging dibutuhkan pembersihan hati dan pengekangan diri.
"Jagalah dirimu dalam kesederhanaan dan kemurnian, dan engkau akan seperti anak-anak yang tidak mengenal yang jahat, yang merusakkan kehidupan manusia" (Hermas, mand. 2, 1).

2518. Sabda bahagia keenam menyampaikan: "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah" (Mat 5:8). Yang mempunyai "hati murni" ialah mereka yang sudah menyesuaikan pikiran dan kehendaknya dengan tuntutan kekudusan Allah, terutama dalam tiga bidang: cinta kasih kristiani,5 kemurnian atau sikap tak bercela di bidang seks,6 dan cinta kepada kebenaran dan kepatuhan kepada agama.1 Kemurnian hati, badan, dan iman berhubungan satu sama lain.
Orang-orang Kristen harus mengimani artikel-artikel simbolum, "supaya sebagai orang beriman mereka taat kepada Allah; sebagai orang yang sangat taat, mereka harus hidup baik di bidang susila; sebagai orang yang hidup baik di bidang susila, mereka membersihkan hatinya, dan sebagai orang yang membersihkan hatinya mereka harus mengerti apa yang mereka imani" (Agustinus, fid. et symb. 10, 25).
1 Bdk. 1 Yoh 2:16.
2 Bdk. Gal 5:16.17.24; Ef 2:3.
3 Bdk. Kej 3:11.
4 Bdk. Konsili Trente: DS 1515.
5 Bdk. 1 Tim 4:3-9; 2 Tim 2:22.
6 Bdk. 1 Tes 4:7; Kol 13:5; Ef 4:19.

2519. Kepada orang-orang yang murni hatinya sudah dijanjikan bahwa mereka akan memandang Tuhan dari muka ke muka dan akan menjadi serupa dengan Dia.2 Hati yang murni adalah prasyarat untuk memandang Allah. Sudah dalam masa kini ia memungkin-kan kita untuk melihat kenyataan dalam terang Allah dan menerima orang lain sebagai "sesama". Ia menyanggupkan kita memandang tubuh manusia, tubuh kita sendiri, serta tubuh sesama sebagai kanisah Roh Kudus, jejak keindahan ilahi.

II. Perjuangan demi kemurnian

2520. Pembaptisan memberi kepada yang dibaptis rahmat pemurnian dari segala dosa. Tetapi selanjutnya orang yang dibaptis itu harus berjuang melawan keinginan daging dan hawa nafsu yang tidak teratur. Dengan rahmat Allah ia mampu untuk itu :
„h oleh kebajikan dan anugerah kemurnian, karena kemurnian memungkinkan untuk mencintai dengan hati yang jujur dan tidak terbagi;
„h oleh maksud yang jujur, yang melihat tujuan manusia yang sebenamya, karena yang sudah dibaptis mencari dengan mata yang bersahaja untuk mengetahui dan memenuhi kehendak Allah3 di dalam segala-galanya.
„h dengan cara melihat yang jujur secara lahir-batin, oleh pengendalian perasaan dan fantasi, oleh penolakan setiap kepuasan akan pikiran yang tidak senonoh, yang menyesatkan dari jalan hukum-hukum ilahi: "Pemandangan merangsang hawa nafsu pada orang bodoh" (Keb 15:5);
„h oleh doa:
"Dulu aku sangka bahwa pantang adalah masalah kekuatan pribadi... karena dalam kebodohanku aku tidak tahu apa yang tertulis: bahwa tidak ada seorang pun dapat berpantang, kecuali Tuhan memberikan itu kepadanya. Engkau rela menganugerahkan itu kepadaku, kalau andaikata aku dengan kerinduan batin menyerang telinga-Mu dan dengan kepercayaan yang kokoh menyerahkan kepentingan saya kepada-Mu" (Agustinus, conf. 6, 11, 20).

2521. Kemurnian menuntut sikap yang sopan. Ini adalah bagian hakiki dari pengekangan diri. Sikap yang sopan memelihara hal-hal pribadi manusia. Ia menolak membuka apa yang harus disembunyikan. Ia diarahkan kepada kemurnian yang perasaan halusnya ia nyatakan. Ia mengatur pandangan dan gerakan sesuai dengan martabat manusia dan hubungan di antara mereka.

2522. Sikap sopan melindungi rahasia pribadi dan cinta kasihnya. Ia mengundang untuk bersabar dan mengekang diri dalam hubungan cinta kasih; ia menuntut, bahwa prasyarat-prasyarat untuk ikatan definitif dan penyerahan timbal balik dari suami dan isteri dipenuhi. Dalam sikap sopan itu termasuk pula kerendahan hati. Ia mempengaruhi pemilihan busana. Di mana ia mengira bahwa ada bahaya sikap ingin tahu yang tidak sehat, di sana ia berdiam diri dan bersikap hati-hati. Ia menjaga keintiman orang lain.
1 Bdk. Tit 1:15; 1 Tim 1:34; 2 Tim 2:23-26.
2 Bdk. 1 Kor 13:12; 1 Yoh 3:2.
3 Bdk. Rm 12:2; Kol 1:10.

2523. Ada sifat sopan dalam perasaan dan terhadap badan. Ia umpamanya protes terhadap penyalahgunaan tubuh manusia yang "voyeuristik" dalam iklan tertentu atau terhadap tuntutan media-media tertentu, sehingga berlangkah terlampau jauh dalam membuka bagian-bagian yang sangat intim. Sikap sopan menggerakkan satu tata hidup, yang berlawanan dengan paksaan mode dan desakan dari ideologi yang berlaku.

2524. Bentuk ungkapan sikap sopan ini berbeda dari kultur ke kultur. Tetapi di mana-mana terkandung gagasan mengenai martabat rohani yang khas untuk manusia. Ia tumbuh melalui tumbuhnya kesadaran pribadi. Mendidik anak-anak dan kaum remaja dalam sikap sopan ini berarti membangkitkan hormat terhadap pribadi manusia.

2525. Kemurnian Kristen menuntut satu pemurnian lingkungan sosial. Ia menuntut dari media komunikasi cara ungkapan, yang menghargai kepentingan orang lain dan tahu batas. Kemurnian hati membebaskan dari tersebarnya erotisme dan menjauhkan tontonan yang menyuburkan voyeurisme dan khayalan.

2526. Yang dinamakan permisivitas moral adalah pandangan yang berdasar atas anggapan keliru mengenai kebebasan manusia. Perkembangan kebebasan membutuhkan pendidikan melalui hukum kesusilaan. Dari para pendidik, dituntut bahwa mereka menyampaikan kepada kaum muda satu pelajaran yang menghormati kebenaran, sifat-sifat hati, dan martabat manusia yang bersifat susila dan rohani.

2527. "Kabar baik tentang Kristus tiada hentinya memperbaharui kehidupan dan kebudayaan manusia yang jatuh berdosa, memerangi dan menyingkirkan kesesatan dan kejahatan, yang berasal dari godaan dosa yang selalu mengancam. Ia tak henti-hentinya memurni-kan dan mengangkat adat-istiadat para bangsa. Warta itu bagaikan dari dalam menyubur-kan harta semarak jiwa serta bakat pembawaan setiap bangsa dan setiap masa dengan kekayaan adikodrati, meneguhkannya, melengkapinya, dan membaharuinya dalam Kristus" (GS 58, 4).

TEKS-TEKS SINGKAT

2528. "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya" (Mat 5:28).

2529. Perintah kesembilan mewaspadakan keinginan daging dan hawa nafsu.

2530. Perjuangan melawan keinginan daging terjadi melalui pembersihan hati dan latihan menjaga batas dalam segala hal.

2531. Kemurnian hati akan memperlihatkan Tuhan kepada kita. Sejak sekarang ini ia sudah melihat segala-galanya dalam terang Tuhan.

2532. Untuk pembersihan hati dibutuhkan doa, kemurnian, kejujuran maksud, dan pandangan.

2533. Kemurnian hati menuntut sikap yang sopan, yang terdiri dari kesabaran, kerendahan hati, dan perasaan halus. Sikap yang sopan melindungi keintiman seseorang.

2554. Yang sudah dibaptis memerangi iri hati dengan kemurahan hati, kerendahan hati dan penyerahan kepada penyelenggaraan Allah.

2555. Yang beriman kepada Kristus "telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya" (Gal 5:24); mereka membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus dan berpegang pada kehendak-Nya.

2556. Untuk masuk ke dalam Kerajaan surga, orang harus membebaskan diri dari kekayaan. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah".

2557. Manusia dengan kerinduan berkata: "Aku ingin memandang Tuhan Kehausan akan Tuhan dipuaskan oleh air kehidupan kekal.1

Minggu, 02 Juni 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 229

KGK ke 229


ARTIKEL 8 : PERINTAH KEDELAPAN

"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu" (Kel 20:16).
"Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan" (Mat 5:33).

2464. Perintah kedelapan melarang memutarbaIikkan kebenaran dalam hubungan dengan orang lain. Peraturan moral ini dibuktikan juga dari panggilan bangsa kudus, untuk menjadi saksi Tuhannya, yang adalah kebenaran dan yang menghendaki kebenaran. Melanggar kebenaran dalam kata dan perbuatan berarti satu penolakan untuk mewajibkan diri pada kejujuran moral; itu adalah satu ketidaksetiaan yang mendalam terhadap Tuhan dan dengan demikian membahayakan dasar-dasar perjanjian.

I. * Hidup dalam kebenaran

2465. Perjanjian Lama memberikan kesaksian: Allah adalah sumber segala kebenaran. Perkataan-Nya adalah kebenaran.1 Hukum-Nya adalah kebenaran.2 "Kesetiaan-Mu bertahan sepanjang zaman" (Mzm 119:90).3 Karena Allah selalu benar (Rm 3:4), maka anggota-anggota bangsanya harus hidup dalam kebenaran.4

2466. Di dalam Yesus Kristus, kebenaran Allah menampilkan diri secara penuh dan sempurna. Karena "penuh rahmat dan kebenaran" (Yoh 1:14), Ia adalah "terang dunia" (Yoh 8:12), Kebenaran itu sendiri,5 "supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan" (Yoh 12:46). Siapa yang tinggal di dalam Sabda Yesus adalah murid Yesus yang sebenarnya; ia akan "mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan" (Yoh 8:32) dan menguduskan dia.6 Mengikuti Yesus berarti hidup dari "roh kebenaran" (Yoh 14:17), yang diutus Bapa dalam narna-Nya7 dan yang akan menghantar masuk ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Yesus mengajar kepada murid-murid-Nya cinta kepada kebenaran tanpa syarat: "Jika ya hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat" (Mat 5:37).

2467. Dari kodratnya manusia itu mencari kebenaran. Ia berkewajiban untuk menghormatinya dan memberikan kesaksian: "Menurut martabat mereka, semua orang - justru sebagai pribadi, artinya berakal budi dan berkehendak bebas, oleh karena itu mengemban tanggung jawab pribadi - berdasarkan kodrat mereka sendiri terdorong, dan karena kewajiban moral terikat untuk mencari kebenaran, terutama yang menyangkut agama. Mereka wajib juga berpegang pada kebenaran yang mereka kenal, dan mengatur seluruh hidup mereka menurut tuntutan kebenaran" (DH 2).  
1 Bdk. Ams 8:7; 2 Sam 7:28.
2 Bdk. Mzm 119:142.
3 Bdk. Luk 1:50.
4 Bdk. Mzm 119:30.
5 Bdk. Yoh 14:6.
6 Bdk. Yoh 17:17.
7 Bdk. Yoh 14:26.

2468. Kebenaran dalam arti bertindak dan berbicara secara jujur berarti kejujuran, ketulusan hati atau sikap berterus terang. Kebajikan ketulusan hati atau kejujuran menuntut bahwa orang nyata sebagai benar dalam perbuatannya, mengatakan kebenaran dalam kata-katanya dan menjauhkan diri dari lidah bercabang, kepura-puraan, penipuan, dan kemunafikan.

2469. "Manusia tidak dapat hidup bersama dalam suatu masyarakat, kalau mereka tidak saling mempercayai, sebagai orang yang menyatakan kebenaran satu kepada yang lain" (Tomas Aqu., s. th. 2-2, 109, 3 ad 1). Kebajikan kejujuran memberi kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Ia mempertahankan jalan tengah antara apa yang harus dikatakan dan rahasia yang harus dipegang. Untuk itu diperlukan kejujuran dan sikap memegang rahasia. "Seseorang berkewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain demi kejujuran" (Tomas Aqu., s.th. 2-2, 109, 3).

2470. Murid Kristus siap "hidup dalam kebenaran", artinya dalam kesederhanaan hidup menurut contoh Tuhan; dengan demikian ia tinggal dalam kebenaran. "Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran" (1 Yoh 1:6).

II. * Memberi kesaksian untuk kebenaran

2471. Di depan Pilatus Tuhan menyatakan: "Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran" (Yoh 18:37). Seorang Kristen tidak perlu malu memberikan kesaksian iman; ia harus menyatakan imannya dengan jelas, sebagaimana yang dilakukan santo Paulus di depan para hakimnya. Ia harus berusaha supaya "hati nurani bersih terhadap Allah dan bersih terhadap manusia" (Kis 24:16).

2472. Kewajiban orang Kristen untuk mengambil bagian dalam kehidupan Gereja, mendorongnya supaya bertindak sebagai saksi untuk Injil dan untuk segala kewajiban yang mengalir darinya. Kesaksian ini melanjutkan iman dalam kata dan perbuatan. Memberi kesaksian adalah satu perbuatan keadilan, yang memastikan kebenaran atau menjelaskannya.1
"Sebab segenap umat kristiani, di mana pun mereka hidup, melalui teladan hidup serta kesaksian lisan mereka wajib menampilkan manusia baru, yang telah mereka kenakan ketika dibaptis, maupun kekuatan Roh Kudus, yang telah men.eguhkan mereka melalui sakramen Krisma" (AG 11).

2473. Martirium adalah kesaksian teragung yang dapat diberikan orang untuk kebenaran iman; itulah kesaksian sampai mati. Seorang martir memberikan kesaksian untuk Kristus, yang telah wafat dan bangkit dan yang dengan-Nya ia terikat melalui kasih. Ia memberi kesaksian untuk kebenaran iman dan ajaran iman Kristen. Ia menerima kematian dalam kekuatan Kristen. "Biarlah aku menjadi makanan binatang-binatang buas, karena dengan  demikian mungkinlah bagi saya untuk sampai kepada Allah" (Ignasius dari Antiokia, Rom 4, 1). 
1 Bdk. Mat 18:16.

2474. Dengan amat cermat Gereja menghimpun dalam dokumen para martir, kenangan-kenangan akan mereka, yang dengan memberi kesaksian iman, telah melangkah sampai titik terakhir. Mereka merupakan dokumen kebenaran yang ditulis dengan darah.
"Segala ujung bumi dan segala kerajaan dunia ini tidak berguna sedikit pun bagi saya. Lebih baiklah bagi saya, mati untuk Kristus daripada hidup sebagai raja sampai ke ujung bumi. Saya mencari Dia yang sudah mati untuk kita; saya menghendaki Dia yang telah bangkit demi kepentingan kita. Saat kelahiran sudah di ambang pintu" (Ignasius dari Antiokia, Rom 6, 1-2).
"Tuhan, Allah yang mahakuasa... saya memuji Engkau, karena Engkau berkenan memasukkan saya ke dalam kelompok para saksi berdarah pada hari ini dan pada saat ini... Engkau memegang janji-Mu, Allah kesetiaan dan kebenaran. Untuk rahmat ini dan untuk segala sesuatu, saya memuji Engkau, saya memuliakan Engkau, dan meluhurkan Engkau dengan perantaraan Yesus Kristus, Imam Agung surgawi yang kekal, Putera-Mu yang kekasih. Dengan perantaraan Dia, yang hidup bersama Engkau dan Roh Kudus, terpujilah Engkau sekarang dan selama-lamanya. Amin" (Polikarpus, mart. 14, 2-3).

III. * Pelanggaran melawan kebenaran

2475. Murid-murid Kristus telah "mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya" (Ef 4:24). Darinya lahir nasihat-nasihat: "Jangan lagi berdusta" (Ef 4:24) dan: "Karena itu, buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat, dan segala macam kemunafikan, kedengkian, dan fitnah" (1 Ptr 2:1).

2476. Saksi dusta dan sumpah palsu. Satu pernyataan yang bertentangan dengan kebenaran terutama bersifat berat, apabila ia disampaikan secara resmi. Di depan pengadilan ia menjadi kesaksian palsu,1 dengan sumpah ia menjadi sumpah palsu. Tingkah laku ini dapat mengakibatkan bahwa yang tidak bersalah dihukum atau yang bersalah dibebaskan atau hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa,2 dipertajam. Ia merusakkan tata hukum dan keadilan keputusan yang diambil oleh para hakim.

2477. Sikap menghormati nama baik seseorang melarang setiap sikap dan perkataan yang dapat merusakkan nama baiknya secara tidak adil.3 Orang melakukan
- penilaian yang lancang, bila tanpa bukti yang memadai, dan walaupun hanya secara diam-diam, menerima tentang seseorang bahwa ia telah melakukan suatu kesalahan;
- fitnah, apabila seorang tanpa dasar yang obyektif dan sah, menyampaikan kesalahan dan pelanggaran seseorang kepada orang lain, yang tidak tahu-menahu mengenai hal itu; 4
- umpatan, apabila seseorang oleh ungkapan yang bertentangan dengan kebenaran merugikan nama baik orang lain dan menyebabkan keputusan yang salah mengenai mereka.

2478. Supaya tidak mengadili secara lancang, setiap orang harus memperhatikan agar sedapat mungkin menilai pikiran, perkataan, dan perbuatan sesama secara wajar.
"Setiap warga Kristen yang baik harus lebih terbuka, agar menerima ungkapan sesama sebagai hal yang dapat dipercaya, daripada mengecamnya. Kalau ia tidak mampu membenarkannya, ia patut
1 Bdk. Ams 19:9.
2 Bdk. Ams 18:5.
3 Bdk. CIC, can. 220.
4 Bdk. Sir 21:28.
menyelidiki, bagaimana orang itu mengartikannya, kalau diartikan dalam arti buruk, ia harus memperbaikinya dengan cinta kasih; dan kalau itu belum mencukupi, ia akan mencari segala cara yang memadai, supaya ia dapat sampai kepada suatu pengertian yang tepat dan dengan demikian menyelamatkan diri" (Ignasius, ex. spir. 2).

2479. Fitnah dan umpatan merusak nama baik dan kehormatan sesama. Padahal kehormatan adalah bukti sosial martabat seorang manusia, dan setiap orang mempunyai hak kodrati atas kehormatan namanya, atas nama baiknya, dan atas penghargaan. Fitnah dan umpatan, dengan demikian, merusak kebajikan-kebajikan keadilan dan cinta kasih.

2480. Sungguh jahat, melalui sanjungan, pujian yang berlebihan atau bantuan dalam perkataan atau perbuatan, memperkuat orang lain dalam tindakannya yang salah dan dalam sikapnya yang palsu. Pujian yang berlebihan adalah kesalahan berat, apabila ia menjadikan seorang teman dalam kebiasaan buruk atau dosa berat. Keinginan untuk memberi pelayanan, atau persahabatan, tidak membenarkan lidah bercabang. Pujian yang berlebihan adalah dosa ringan, apabila itu terjadi hanya dengan tujuan menyenangkan, menghalang-halangi satu kejahatan, mengatasi satu kesulitan, atau mencapai keuntungan yang halal.

2481. Bual atau cakap besar adalah satu kesalahan terhadap kebenaran. Demikian pula berlaku untuk ironi, yang hendak meremehkan seseorang, sejauh ia mengangkat salah satu segi kehidupannya untuk mewartakannya dengan maksud jahat.

2482. "Dusta berarti, bahwa orang mengatakan yang tidak benar dengan maksud untuk menyesatkan" (Agustinus, mend.4, 5). Tuhan mengecam dusta sebagai pekerjaan setan: "Iblislah bapamu ... Ia tidak pernah memihak kebenaran, sebab tidak ada kebenaran padanya. Kalau ia berdusta, itu sudah wajar, karena sudah begitu sifatnya. Ia pendusta dan asal segala dusta" (Yoh 8:44).

2483. Dusta adalah pelanggaran paling langsung terhadap kebenaran. Berdusta berarti berbicara atau berbuat melawan kebenaran untuk menyesatkan seseorang, yang mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran. Oleh karena dusta melukai hubungan manusia dengan kebenaran dan sesama, ia juga melanggar hubungan mendasar antara manusia dan perkataannya dengan Tuhan.

2484. Dusta itu lebih berat atau kurang berat bergantung pada kodrat kebenaran yang ia rusakkan, situasi, maksud orang melakukannya, dan kerugian yang muncul darinya untuk orang yang ditipu. Pada hakikatnya dusta hanyalah dosa kecil, namun dapat menjadi dosa berat, kalau ia melanggar kebajikan-kebajikan keadilan dan cinta kasih secara kasar.

2485. Dusta itu menurut kodratnya harus ditolak. Ia adalah satu pencemaran perkataan, yang diperuntukkan, untuk menyampaikan kebenaran yang orang tahu kepada orang lain. Maksud yang disengaja untuk menipu sesama melalui ungkapan yang bertentangan dengan kebenaran, melanggar kebenaran dan cinta kasih. Kesalahan itu menjadi lebih besar lagi, apabila terdapat bahaya bahwa penipuan itu membawa akibat-akibat yang buruk bagi yang ditipu.

2486. Sebagai pelanggaran kebenaran, dusta itu adalah semacam kekerasan terhadap sesama. Ia menghantamnya dalam kemampuannya untuk mengetahui, yang adalah satu prasyarat untuk setiap penilaian dan setiap keputusan. Pada dasarnya ia mengandung perpecahan antar manusia dan segala kejahatan muncul darinya. Dusta itu membawa kemalangan untuk setiap masyarakat; ia melumpuhkan kepercayaan antara manusia dan merobek-robek jaringan hubungan sosial.

2487. Setiap pelanggaran melawan keadilan dan kebenaran membawa serta kewajiban untuk pemulihan, juga apabila pengampunan sudah diberikan kepada pencetusnya. Seandainya tidak mungkin untuk memulihkan lagi suatu ketidakadilan secara resmi, orang harus melakukannya secara diam-diam; kalau yang dirugikan tidak langsung dapat diberikan ganti rugi, orang harus memberikan ganti rugi secara moral kepadanya atas nama cinta kasih. Kewajiban untuk memulihkan juga menyangkut pelanggaran terhadap nama baik bagi orang lain. Pemulihan moral sering kali juga pemulihan material ini diukur menurut besarnya kerugian yang disebabkan. Ini adalah kewajiban hati nurani.


Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 228

KGK ke 228


IV. * Kehidupan ekonomi dan keadilan sosial

2426. Pengembangan kehidupan ekonomi dan peningkatan produksi harus melayani kebutuhan manusia. Kehidupan ekonomi bukan hanya ada untuk melipatgandakan barang-barang produksi dan meningkatkan keuntungan atau kekuasaan; pada tempat pertama sekali ia
1 Bdk. CA 3.
2 Bdk. SRS 1; 41.
3 Bdk. CA 24.
4 Bdk. GS 63, 3; LE 7; CA 35.
5 Bdk. CA 10; 13;44.
harus melayani manusia: manusia seutuhnya dan seluruh persekutuan manusia. Kegiatan ekonomi harus - menurut metodenya sendiri - dilaksanakan dalam kerangka tata moral dan keadilan sosial sedemikian, sehingga ia sesuai dengan apa yang Allah maksudkan untuk manusia.1

2427. Karya manusia adalah tindakan langsung dari manusia yang diciptakan menurut citra Allah. Mereka ini dipanggil, supaya bersama-sama melanjutkan karya penciptaan, kalau mereka menguasai bumi.2 Dengan demikian pekerjaan adalah satu kewajiban: "Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan" (2 Tes 3:10).3 Pekerjaan menghargai anugerah-anugerah dan talenta-talenta yang diterima dari Pencipta. Tetapi ia juga dapat menyelamatkan. Apabila manusia dalam persatuan dengan Yesus, Tukang dari Nasaret dan Yang Tersalib di Golgota, menerima jerih payah pekerjaan,4 ia boleh dikatakan bekerja bersama dengan Putera Allah dalam karya penebusan-Nya. Ia membuktikan diri sebagai murid Kristus, kalau ia, dalam kegiatannya yang harus ia laksanakan hari demi hari, memikul salibnya.5 Pekerjaan dapat menjadi sarana pengudusan dan dapat meresapi kenyataan duniawi dengan semangat Kristus.

2428. Waktu bekerja, manusia melatih dan melaksanakan sebagian dari kemampuan kodrati-nya. Nilai utama dari pekerjaan itu datang dari manusia sendiri yang melaksanakannya dan untuk siapa pekerjaan itu ditentukan. Pekerjaan memang untuk manusia, dan bukan manusia untuk pekerjaan.6
Tiap orang harus dapat menghasilkan melalui pekerjaan itu harta milik secukupnya, supaya dapat memelihara diri sendiri dan orang-orangnya dan supaya ia dapat menyum-bang bagi persekutuan manusia.

2429. Tiap orang berhak atas usaha ekonomi; tiap orang dapat dan harus mempergunakan talenta-talentanya, supaya dapat memberi sumbangan kepada kesejahteraan yang berguna bagi semua orang, dan supaya dapat menuai hasil-hasil yang adil dari jerih payahnya. Ia harus selalu memperhatikan agar berpegang pada peraturan-peraturan, yang otoritas sah telah tetapkan demi kesejahteraan umum.7
2430. Dalam kehidupan ekonomi tercakup beberapa kepentingan yang sering kali bertentangan. Dari situlah timbul konflik-konflik, yang mewarnainya.8 Orang harus berikhtiar supaya menyelesaikannya dengan jalan musyawarah, yang memperhatikan hak dan kewajiban dari tiap pelaku sosial: majikan, buruh, dan wakil-wakilnya, umpamanya serikat buruh, dan jika perlu petugas pemerintah.

2431. Tanggung jawab negara. "Kegiatan ekonomi, terutama yang menyangkut ekonomi pasar, tidak dapat dikembangkan tanpa ketentuan-ketentuan hukum dan norma-norma yuridis maupun politik. Sebaliknya kegiatan itu mengandaikan jaminan yang sungguh andal terhadap kebebasan dan milik perorangan, begitu pula situasi moneter yang stabil dan pelayanan umum yang tepat guna. Maka dari itu, tugas utama negara ialah menjamin keamanan sehingga kaum pekerja maupun para produsen dapat menikmati hasil kerja mereka, dan dengan demikian didorong untuk bekerja secara efektif dan jujur ... Selanjutnya negara wajib juga mengawasi dan mengatur cara-cara merealisasikan hak-hak manusia di bidang perekonomian. Tetapi dalam hal itu tanggung jawab utama tidak ada pada negara, tetapi pada warga perorangan dan pelbagai serikat serta kelompok, yang semuanya membentuk masyarakat" (CA 48).
1 Bdk. GS 64.
2 Bdk. Kej 1:28; GS 34; CA 31.
3 Bdk. 1 Tes 4:11.
4 Bdk. Kej 3:14-19.
5 Bdk. LE 27.
6 Bdk. LE 6.
7 Bdk. CA 32; 34.
8 Bdk. LE 11.

2432. Para majikan bertanggung jawab kepada masyarakat untuk akibat-akibat perekonomian dan ekologi1 dari kegiatan mereka. Mereka berkewajiban supaya memperhatikan kesejahteraan manusia dan tidak hanya peningkatan keuntungan. Memang keuntungan itu penting. Keuntungan memungkinkan investasi yang menjamin masa depan perusahaan dan lapangan kerja.

2433. Tanpa diskriminasi yang tidak adil, semua orang, pria dan wanita yang sehat dan yang cacat, pribumi dan pekerja asing harus bisa mendapat pekerjaan dan profesi.2 Sesuai dengan situasi, masyarakat harus membantu para warga, supaya memperoleh pekerjaan dan tugas.3

2434. Upah yang adil adalah buah pekerjaan yang sah. Tidak memberikannya atau menahannya adalah ketidakadilan yang sangat besar.4 Untuk memperhitungkan pembayaran yang adil, adil, haruslah diperhatikan baik kebutuhan-kebutuhan maupun prestasi dari setiap orang. Pekerjaan harus "mendapat imbalannya sedemikian rupa, sehingga bagi manusia tersedialah kemungkinan untuk secara layak mengembangkan bagi dirinya maupun kaum kerabatnya kehidupan jasmani, sosial, budaya, dan rohani, dengan mempertimbangkan tugas serta produktivitas masing-masing, pun juga situasi perusahaan dan kesejahteraan umum" (GS 67, 2). Persetujuan dari pihak yang bersangkutan saja tidak cukup untuk membenarkan secara moral tingginya upah.

2435. Pemogokan dapat dibenarkan secara moral, apabila ia merupakan satu cara yang tidak dapat dihindarkan, malahan satu cara yang perlu demi satu manfaat yang seimbang. Ia tidak dapat diterima secara moral, kalau ia dibarengi dengan kekerasan atau kalau bersama itu orang mengejar tujuan-tujuan yang tidak langsung berkaitan dengan persyaratan pekerjaan yang bertentangan dengan kesejahteraan umum.

2436. Adalah tidak adil untuk tidak membayar kepada lembaga-lembaga asuransi yuran-yuran yang telah ditentukan oleh otoritas yang berwewenang.
Pengangguran hampir selalu menodai martabat orang yang ditimpanya dan dengan gampang dapat mengguncangkan kehidupannya. Di samping kerugian yang diterimanya secara pribadi, pengangguran itu juga mengakibatkan banyak bahaya untuk keluarga-nya.5

V. * Keadilan dan solidaritas antara bangsa-bangsa

2437. Di tingkat internasional sumber-sumber dan sarana ekonomi tidak dibagi secara merata sehingga terbukalah suatu jurang antara bangsa-bangsa (SRS 14). Di satu pihak terdapat  bangsa-bangsa yang memiliki dan memanfaatkan kemungkinan pengembangan, di lain pihak ada bangsa-bangsa yang semakin bertimbunan utang.
1 Bdk. CA 37.
2 Bdk. LE 19; 22-23.
3 Bdk. CA 48.
4 Bdk. Im 19:13; Ul 24:14-15; Yak 5:4.
5 Bdk. LE 18.

2438. Dewasa ini beberapa sebab-musabab yang bersifat religius, politik, ekonomi, dan financial menyebabkan masalah sosial sudah mencapai "dimensi seluas dunia" (SRS 9). Di antara bangsa-bangsa yang secara politik sudah saling bergantung, dibutuhkan solidaritas. Dan itu lebih mutlak lagi diperlukan, kalau yang dimaksudkan adalah untuk menghentikan "mekanisme buruk" yang menghalang-halangi perkembangan perekono-mian negara-negara lemah.1 Sistem keuangan2 yang disalahgunakan, dan malah bersifat riba, hubungan dagang yang tidak adil antara bangsa-bangsa dan perlombaan senjata harus diganti dengan usaha bersama, supaya dapat dimanfaatkan sumber-sumber untuk tujuan perkembangan moral, kultural, dan ekonomi: sementara itu orang harus menentukan secara baru prioritas-prioritas dan tata nilai-nilai" (CA 28).

2439. Negara-negara kaya mempunyai tanggung jawab moral yang besar terhadap negara-negara yang tidak dapat menghasilkan sendiri sarana-sarana untuk pengembangan atau dihalang-halangi oleh kejadian-kejadian sejarah yang tragis. Itu merupakan kewajiban solidaritas dan cinta kasih, tetapi juga kewajiban keadilan, kalau saja kemakmuran negara-negara maju berasal dari sumber-sumber yang dibayar secara tidak memadai.

2440. Bantuan langsung adalah satu reaksi yang-pantas atas kebutuhan langsung dan luar biasa, umpamanya yang disebabkan oleh bencana alam dan wabah. Tetapi itu tidak cukup untuk mengatasi kerugian-kerugian besar yang timbul karena kecelakaan itu, juga tidak untuk memenuhi kebutuhan secara tetap. Orang pun harus membaharui lembaga perekonomian dan keuangan internasional, supaya lebih giat lagi berusaha demi hubungan-hubungan yang adil terhadap negara negara yang kurang berkembang.3 Segala macam upaya dari negara-negara miskin yang mengusahakan pertumbuhan dan pembebasannya, harus dibantu.4 Ini berlaku paling utama untuk bidang pertanian. Para petani, terutama di dunia ketiga, merupakan kelompok kaum miskin yang terbesar.

2441. Dasar untuk memajukan perkembangan menyeluruh masyarakat manusia, ialah mengem-bangkan kesadaran mengenai Tuhan dan pengenalan diri sendiri. Perkembangan ini memperbanyak harta benda material dan menggunakannya untuk manusia dan kebebasannya. Ia mengurangi kemelaratan dan eksploitasi ekonomi. Ia menumbuhkan penghormatan untuk kekhasan kultural dan keterbukaan untuk yang transenden.5

2442. Bukanlah urusan gembala-gembala Gereja supaya secara langsung campur tangan di dalam struktur politik dan di dalam organisasi kehidupan sosial. Tugas ini termasuk dalam perutusan awam beriman, yang karena dorongan sendiri, bekerja sama dengan sesama warga negaranya. Ada aneka ragam jalan konkret terbuka bagi keterlibatan sosialnya. Ia selalu harus mengarah kepada kesejahteraan umum dan harus sesuai dengan pewartaan Injil dan ajaran Gereja. Adalah tugas awam beriman, "menjiwai kenyataan-kenyataan sementara dengan komitmen Kristen, yang olehnya mereka memperlihatkan bahwa mereka adalah saksi dan pelaku perdamaian dan keadilan" (SRS 47).6
1 Bdk. SRS 17; 45.
2 Bdk. CA 35.
3 Bdk. SRS 16.
4 Bdk. CA 26.
5 Bdk. SRS 32; CA 51.
6 Bdk. SRS 42.

VI * Cinta kasih terhadap orang miskin

2443. Tuhan memberkati mereka yang membantu orang-orang miskin dan mengecam mereka yang memalingkan diri dari mereka: "Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan jangan juga menolak orang yang mau meminjam dari padamu" (Mat 5:42). "Kalian sudah memperoleh semuanya itu dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma" (Mat 10:8). Menurut apa yang telah mereka lakukan kepada orang miskin, Yesus Kristus akan mengenai orang-orang pilihan-Nya.1 Apabila "kepada orang miskin diberitakan kabar baik" (Mat 11:5),2 maka itulah tanda kehadiran Kristus.

2444. Gereja dalam "cinta kasihnya terhadap kaum miskin, yang ... melekat pada pusaka tradisinya" (CA 57), membiarkan diri dibimbing oleh Injil sabda bahagia,3 oleh kemiskinan Yesus4 dan oleh perhatian-Nya kepada kaum miskin.5 Cinta kasih kepada kaum miskin untuk seorang Kristen malahan merupakan salah satu alasan untuk bekerja dan mendapat uang secukupnya, "supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan" (Ef 4:28). Ini tidak hanya menyangkut kemiskinan material, tetapi juga aneka ragam kemiskinan kultural dan religius.6

2445. Cinta kasih kepada kaum miskin tidak dapat berbarengan dengan cinta kepada kekayaan yang tidak terkendalikan dan dengan penggunaannya secara egois:
"Hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesunguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu" (Yak 5:1-6).

2446. Santo Yohanes Krisostomus mengingatkan kewajiban ini dengan kata-kata yang sangat tegas: "tidak membiarkan kaum miskin turut menikmati harta miliknya, berarti mencuri dari mereka dan membunuh mereka. Yang kita miliki, bukanlah harta milik kita, melainkan harta milik mereka" (Laz 1, 6). "Hendaknya tuntutan-tuntutan keadilan dipenuhi, supaya apa yang sudah harus diserahkan berdasarkan keadilan jangan diberikan sebagai hadiah cinta kasih" (AA 8:5).
"Kalau kita memberikan kepada kaum miskin apa yang sangat dibutuhkan, kita tidak memberi kepada mereka secara sukarela pemberian pribadi, tetapi kita mengembalikan kepada mereka, apa yang menjadi hak mereka. Dengan berbuat demikian, kita lebih banyak memenuhi kewajiban keadilan daripada melaksanakan perbuatan cinta kepada sesama" (Gregorius Agung, past. 3, 21).

2447. Karya-karya belas kasihan adalah perbuatan cinta kasih, yang dengannya kita membantu sesama kita dalam kebutuhan jasmani dan rohaninya.7 Mengajar, memberi nasihat, menghibur, membesarkan hati, Serta mengampuni dan menanggung dengan sabar hati adalah karya-karya belas kasihan di bidang rohani. Karya-karya belas kasihan di bidang
1 Bdk. Mat 25:31-36.
2 Bdk. Luk 4:18.
3 Luk 6:20-22.
4 Bdk. Mat 8:20.
5 Bdk. Mrk 12:41-44.
6 Bdk. CA 57.
7 Bdk. Yes 58:6-7; Ibr 13:3.
jasmani terutama: memberi makan kepada yang lapar, memberi tumpangan kepada tunawisma, mengenakan pakaian kepada yang telanjang, mengunjungi orang miskin dan orang tahanan dan menguburkan orang mati.1 Dari semua karya itu, memberi derma kepada orang miskin2 adalah satu dari kesaksian utama cinta kasih kepada sesama; ia juga merupakan satu perbuatan keadilan yang berkenan kepada Allah:3
"Barang siapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barang siapa mempunyai makanan, hendaklah ia juga berbuat demikan" (Luk 3:11). "Akan tetapi berikan isinya sebagai sedekah dan sesungguhnnya semuanya akan menjadi bersih bagimu" (Luk 11:41). "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?" (Yak 2:15-16).4

2448. "Dalam aneka ragam bentuknya - kekurangan material, ketidakadilan dan penindasan, penyakit jasmani dan rohani, dan akhirnya kematian - penderitaan manusiawi adalah bukti nyata tentang keadaan kelemahan bawaan dan perlunya keselamatan, di dalam mana manusia menemukan dirinya sebagai akibat dosa asal. Karena itu, ia menggerak-kan kerahiman Kristus, Penebus, yang hendak menanggung penderitaan ini dan mengidentikkan Diri dengan saudara-Nya yang paling hina. Karen itu, Gereja mengarah-kan pandangan kepada mereka semua, yang memprihatinkan itu, dengan cinta utama. Gereja, yang sejak awal, tanpa memperhitungkan kelemahan dari banyak anggotanya, bekerja tanpa henti-hentinya, supaya membantu, membela, dan membebaskan yang tertindas. Ia melakukan itu melalui karya amal yang tidak terhitung jumlahnya, yang masih dibutuhkan, selalu dan di mana-mana" (CDF, Instr. "Libertatis conscientia" 68).

2449. Di dalam Perjanjian Lama sudah dicanturnkan berbagai peraturan yuridis (tahun pengha-pusan utang, larangan mengambil riba dan memegang jaminan, kewajiban membayar sepersepuluh, pembayaran harian kepada buruh harian, hak atas panen sisa di kebun anggur dan di ladang buah-buahan) yang sesuai dengan nasihat dalam buku Ulangan: "orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu. Itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu" (Ul 15: 11). Yesus sendiri menegaskan kata-kata ini: "orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu" (Yoh 12:8). Dengan itu Ia tidak melemahkan tuduhan keras para nabi dahulu terhadap orang-orang yang mengatakan: kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut" (Am 8: 6), tetapi dengan itu Ia mengajak kita untuk melihat kehadiran-Nya di dalam saudara-Nya, para fakir miskin.5
Santa Rosa menjawab ibunya, ketika ia menegurnya, karena ia memberi tumpangan di rumah kepada orang miskin dan orang sakit: "Kalau kita melayani orang miskin dan orang sakit, kita melayani Yesus. Kita tidak boleh bosan membantu sesama kita, karena di dalam mereka kita melayani Yesus" (R Hansen, vita mirabilis, Louvain, 1968).

TEKS-TEKS SINGKAT

2450. "Jangan mencuri " (Ul 5:19). "Pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah " (1 Kor 6:10).
1 Bdk. Mat 25:31-46.
2 Bdk. Tob 4:5-11; Sir 17:22.
3 Bdk. Mat 6:2-4.
4 Bdk. 1 Yoh 3:17.
5 Bdk. Mat 25:40.
KGK – 454

2451. Firman ketujuh memerintahkan agar dalam menggunakan harta benda duniawi dan hasil-hasil usaha manusia, kita selalu memperhatikan keadilan dan cinta kepada sesama.

2452. Harta benda ciptaan ini diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Hak atas milik pribadi tidak menghilangkan kenyataan bahwa harta benda ini diperuntukkan bagi semua orang.

2453. Perintah ketujuh melarang pencurian. Pencurian berarti bahwa orang secara berten-tangan dengan hukum, mengambil sesuatu melawan kehendak wajar pemilik.

2454. Setiap cara, untuk mengambil dan menggunakan milik orang lain, melawan keadilan, melanggar perintah ketujuh. Ketidakadilan yang telah dilakukan menuntut gantinya. Keadilan komutatif menuntut agar benda yang dicuri itu dikembalikan.

2455. Hukum kesusilaan melarang memperhamba manusia dengan cara apa pun, karena ketamakan atau dengan tujuan totaliter, lalu membeli, menjual, atau menukar mereka bagaikan barang.

2456. Pencipta telah memberikan kepada manusia hak untuk menggunakan bahan-bahan mentah, flora, dan fauna dunia ini. Tetapi sementara itu manusia harus memperhatikan kewajiban-kewajiban susila, juga terhadap generasi yang akan datang.

2457. Binatang berada di bawah kuasa manusia, yang harus menunjukkan kemurahan hati terhadap mereka. Mereka dapat melayani kebutuhan yang wajar dari manusia.

2458. Gereja memberi penilaian dalam bidang ekonomi dan sosial, apabila hak asasi manusia atau kebahagiaan jiwa-jiwa menuntutnya. Ia memperhatikan kesejahteraan umum manusia di bidang duniawi, sejauh hal ini terarah kepada kebaikan tertinggi, tujuan terakhir kita.

2459. Manusia itu sendiri adalah pencetus, inti, dan tujuan seluruh kehidupan ekonomi dan kemasyarakatan. Sangat menentukan bagi masalah sosial bahwa benda-benda yang diciptakan Allah bagi semua orang, benar-benar sampai kepada semua orang sesuai dengan keadilan dan melalui cinta kasih.

2460. Nilai pekerjaan yang utama datang dari manusia itu sendiri yang melakukannya dan untuk siapa itu ditentukan. Dengan pekerjaannya manusia mengambil bagian dalam karya penciptaan. Bekerja dalam persatuan dengan Kristus, dapat menyelamatkan.

2461. Pembangunan yang benar menyangkut seluruh manusia. Karena itu yang penting adalah memajukan kemampuan setiap manusia untuk menjawab panggilannya, sebab itu panggilan Allah.1

2462. Memberi amal kepada orang miskin adalah bukti cinta kasih persaudaraan dan pekerja-an keadilan yang berkenan kepada Allah.

2463. Siapa tidak mengenal dalam sejumlah besar manusia tanpa makanan, atap, dan tempat bernaung, Lasarus, pengemis yang kelaparan dalam perumpamaan Yesus?2 Bagaimana  orang tidak dapat mendengar suara Yesus: "Kamu tidak melakukannya juga untuk Aku" (Mat 25:45)
1 Bdk. CA 29.
2 Bdk. Luk 16:19-31.