Mengasihi Sesama

Mengasihi Sesama
Ibu Theresa dari Calcuta

Sabtu, 06 April 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 174

KGK ke 174


Buah-buah komuni 

1391. Komuni memperdalam persatuan kita dengan Kristus. Buah utama dari penerimaan Ekaristi di dalam komuni ialah persatuan yang erat dengan Yesus Kristus. Tuhan berkata: "Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia" (Yoh 6:56). Kehidupan di dalam Kristus mempunyai dasarnya di
1 Bdk. Mat 8:8.
2 Bdk. CIC, can. 919.
3 Bdk. CIC, can. 920.
dalam perjamuan Ekaristi: "Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barang siapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku" (Yoh 6:57).
"Kalau pada hari raya Tuhan umat beriman menerima tubuh Tuhan, mereka saling mengumumkan warta gembira bahwa anugerah-anugerah sudah diberikan, seperti dahulu ketika malaikat mengatakan kepada Maria Magdalena: "Kristus telah bangkit". Juga sekarang kehidupan dan kebangkitan itu dianugerahkan kepada orang yang menerima Kristus" (Fanqith, Ofisi Siria dari Antiokia, jilid 1, Commune, hal. 237 a-b). {460}

1392. Apa yang dihasilkan makanan jasmani dalam kehidupan jasmani kita, itu yang dicapai komuni dalam kehidupan rohani kita atas cara yang mengagumkan. Komuni dengan tubuh Kritus yang telah bangkit, suatu daging "yang berkat Roh Kudus dihidupkan dan menghidupkan" (PO 5), melindungi, menambah, dan membaharui pertumbuhan kehidupan rahmat yang diterima dalam Pembaptisan. Pertumbuhan ini dalam kehidupan Kristen membutuhkan makanan komuni Ekaristi, roti penziarahan kita, sampai kepada saat kematian kita, di mana ia diberikan kepada kita sebagai bekal perjalanan. {1212, 1524} 

1393. Komuni memisahkan kita dari dosa. Tubuh Kristus yang kita terima dalam komuni, telah "diserahkan untuk kita" dan darah yang kita minum, telah "dicurahkan untuk banyak orang demi pengampunan dosa". Karena itu Ekaristi tidak dapat menyatukan kita dengan Kristus, tanpa serentak membersihkan kita dari dosa yang, telah dilakukan dan melindungi kita terhadap dosa-dosa baru. {613}
"Setiap kali kita menerimanya, kita menyatakan kematian Tuhan.1 Kalau kita menyatakan kematian Tuhan, kita menyatakan pengampunan dosa. Andai kata setiap kali bila darah-Nya dicurahkan, itu dicurahkan demi pengampunan dosa, aku harus selalu menerimanya, supaya ia selalu menyembuhkan dosa-dosaku. Aku yang selalu berbuat dosa, harus selalu mempunyai sarana penyembuhan" (Ambrosius, sacr. 4, 28). 

1394. Seperti halnya makanan jasmani perlu untuk mengembalikan lagi kekuatan yang sudah terpakai, demikianlah Ekaristi memperkuat cinta yang terancam menjadi lumpuh dalam kehidupan sehari-hari. Cinta yang dihidupkan kembali ini menghapus dosa ringan.2 Kalau Kristus menyerahkan Diri kepada kita, Ia menghidupkan cinta kita dan memberi kita kekuatan, supaya memutuskan hubungan dengan kecenderungan yang tidak teratur kepada makhluk-makhluk dan membuat kita berakar di dalam Dia.
"Karena Kristus telah wafat untuk kita karena cinta, maka setiap kali kita merayakan peringatan akan kematian-Nya, kita mohon pada saat persembahan, agar cinta itu diberi kepada kita oleh kedatangan Roh Kudus. Kita mohon dengan rendah hati, supaya berkat cinta, yang dengannya Kristus rela wafat untuk kita, kita pun setelah menerima rahmat Roh Kudus, memandang dunia sebagai disalibkan untuk kita dan kita sebagai disalibkan untuk dunia.... Marilah kita, karena kita telah menerima cinta itu secara cuma-cuma, mati untuk dosa dan hidup untuk Allah" (Fulgensius dari Ruspe, Fab. 28, 16-19). {1863, 1436}

1395. Oleh cinta yang disulut Ekaristi di dalam kita, ia menjauhkan kita dari dosa berat pada masa mendatang. Semakin kita ambil bagian dalam hidup Kristus dan semakin kita bergerak maju dalam persahabatan dengan-Nya, semakin kurang pula bahaya bahwa kita memisahkan diri dari-Nya oleh dosa besar. Tetapi bukan Ekaristi, melainkan Sakramen pengampunan ditetapkan untuk mengampuni dosa berat. Ekaristi adalah Sakramen bagi mereka, yang hidup dalam persekutuan penuh dengan Gereja. {1855, 1446}

1396. Kesatuan Tubuh Mistik: Ekaristi membangun Gereja. Siapa yang menerima Ekaristi, disatukan lebih erat dengan Kristus. Olehnya Kristus menyatukan dia dengan semua
1 Bdk. 1 Kor 11:26.
2 Bdk. Konsili Trente: DS 1638.
umat beriman yang lain menjadi satu tubuh: Gereja. Komuni membaharui, memperkuat, dan memperdalam penggabungan ke dalam Gereja, yang telah dimulai dengan Pembaptisan. Di dalam Pembaptisan kita dipanggil untuk membentuk satu tubuh1. Ekaristi melaksanakan panggilan ini: "Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu" (1 Kor 10:16-17):
"Kalau kamu Tubuh Kristus dan anggota-anggota-Nya, maka Sakramen yang adalah kamu sendiri, diletakkan di atas meja Tuhan; kamu menerima Sakramen, yang adalah kamu sendiri. Kamu menjawab atas apa yang kamu terima, dengan "Amin" [Ya, demikianlah] dan kamu menandatanganinya, dengan memberi jawaban atasnya. Kamu mendengar perkataan "Tubuh Kristus", dan kamu menjawab "Amin". Jadilah anggota Kristus, supaya Aminmu itu benar" (Agustinus, serm. 272). {1118, 1267, 790, 1064}

1397. Ekaristi mewajibkan kita terhadap kaum miskin. Supaya dengan ketulusan hati menerima tubuh dan darah Kristus yang diserahkan untuk kita, kita juga harus mengakui Kristus di dalam orang-orang termiskin, saudara-saudara-Nya.2
"Kamu telah minum darah Kristus, namun tidak mengenal saudaramu. Kamu mencemarkan meja ini, karena kamu menganggapnya tidak layak membagi-bagi makananmu kepada orang-orang, yang telah dilayakkan, untuk mengambil bagian dalam meja ini. Allah telah membebaskan kamu dari semua dosamu dan telah mengundang kamu untuk itu. Dan kamu sama sekali tidak menjadi lebih berbelas kasihan" (Yohanes Krisostomus, hom. in 1 Cor 27, 4). {2449} 

1398. Ekaristi dan kesatuan umat beriman. Karena keagungan misteri ini, santo Augustinus berseru: "O Sakramen kasih sayang, tanda kesatuan, ikatan cinta" (ev. Jo 26, 6, 13).3 Dengan demikian orang merasa lebih sedih lagi karena perpecahan Gereja yang memutuskan keikutsertaan bersama pada meja Tuhan; dengan demikian lebih mendesaklah doa-doa kepada Tuhan, supaya saat kesatuan sempurna semua orang yang percaya kepada-Nya, pulih kembali. {817}

1399. Gereja-gereja Timur, yang tidak berada dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, merayakan Ekaristi dengan cinta yang besar. "Sungguhpun terpisah, Gereja-gereja Timur mempunyai Sakramen-Sakramen yang sejati, terutama berdasarkan suksesi apostolik, imamat dan Ekaristi. Melalui Sakramen-Sakramen itu mereka masih berhubungan erat sekali dengan kita". Dengan demikian semacam persekutuan "in sacris", jadi dalam Ekaristi, "bila situasi memang menguntungkan dan dengan persetujuan pimpinan Gerejani, bukan hanya mungkin, melainkan juga dianjurkan" (UR 15).4 {838}

1400. Persekutuan-persekutuan Gereja yang muncul dari Reformasi, yang terpisah dari Gereja Katolik, "terutama karena tidak memiliki Sakramen Tahbisan, sudah kehilangan hakikat misteri Ekaristi yang otentik dan sepenuhnya" (UR 22). Karena alasan ini, maka bagi Gereja Katolik tidak mungkin ada interkomuni Ekaristi dengan persekutuan-persekutuan ini. "Kendati begitu, bila dalam Perjamuan Kudus mereka mengenangkan wafat dan kebangkitan Tuhan, mereka mengimani, bahwa kehidupan terdapat dalam persekutuan dengan Kristus, dan mereka mendambakan kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan" (UR 22). {1536}

1401. Jika menurut pandangan Uskup diosesan ada situasi darurat yang mendesak, imam-imam Katolik boleh menerimakan Sakramen-Sakramen Pengakuan, Ekaristi, dan Urapan Orang Sakit juga kepada orang-orang Kristen lain yang tidak mempunyai kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, bila mereka sendiri secara
1 Bdk. 1 Kor 12:13.
2 Bdk. Mat 25:40.
3 Bdk. SC 47.
4 Bdk. CIC, can. 844 §3.
sukarela memintanya, asalkan mengerti Sakramen-Sakramen itu mereka memperlihatkan iman Katolik serta berada dalam disposisi yang baik.1 {1483, 1385}

VII. * Ekaristi - "Jaminan kemuliaan yang akan datang"

1402. Di dalam satu doa tua Gereja memuji misteri Ekaristi: "O perjamuan kudus, di mana Kristus adalah santapan kita; kenangan akan sengsara-Nya, kepenuhan rahmat, jaminan kemuliaan yang akan datang". Karena Ekaristi adalah upacara peringatan Paska Tuhan, dan karena kita, oleh "keikutsertaan kita pada altar... dipenuhi dengan semua rahmat dan berkat surgawi" (MR, Doa Syukur Agung Romawi 96), maka Ekaristi adalah juga antisipasi kemuliaan surgawi. {1323, 1130}

1403. Pada perjamuan malam terakhir Tuhan mengarahkan perhatian murid-murid-Nya kepada penyempurnaan Paska dalam Kerajaan Allah: "Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku" (Mat 26:29).2 Setiap kali, apabila Gereja merayakan Ekaristi, ia ingat akan perjanjian ini dan mengarahkan pandangannya kepada Dia, "yang akan datang" (Why 1:4). Dalam doanya ia memohon kedatangan-Nya: "Marana tha" (1 Kor 16:22). "Datanglah, Tuhan Yesus" (Why 22:20). "Datanglah rahmat-Mu dan lenyaplah dunia ini" (Didache 10, 6). {671}

1404. Gereja tahu bahwa dalam Ekaristi, Tuhan sekarang ini sudah datang dan berada di tengah kita. Tetapi kehadiran-Nya ini terselubung. Karena itu kita merayakan Ekaristi, sambil "mengharapkan kedatangan penyelamat kita Yesus Kristus" (MR, Embolisme sesudah Bapa kami),3 dan berdoa: "biarkanlah kami juga, seperti yang Engkau janjikan, duduk di meja dalam kerajaan-Mu. Pada waktu itulah Engkau akan menghapus setiap tetes air mata kesedihan. Karena dengan memandang Dikau, ya Bapa, kami pun akan menyerupai Engkau sepanjang masa. Dan tak henti-hentinya kami memuji Dikau bersama Kristus, Tuhan kami" (MR Doa Syukur Agung III, 116: doa untuk orang yang mati). {1041, 1028}

1405. Ekaristi adalah jaminan yang paling aman dan tanda yang paling jelas bahwa harapan besar akan surga baru dan dunia baru, di mana terdapat keadilan,4 akan terpenuhi. Setiap kali misteri ini dirayakan, "terlaksanalah karya penebusan kita" (LG 3) dan kita memecahkan "satu roti..., obat kebakaan, penangkal racun, sehingga orang tidak mati, tetapi hidup selama-lamanya dalam Yesus Kristus" (Ignasius dari Antiokia, Eph. 20, 2). {1042, 1000}

TEKS-TEKS SINGKAT 

1406. Yesus bersabda: "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya... Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal... ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia " (Yoh 6:51. 54. 56).
1 Bdk. CIC, can. 844 §4
2 Bdk. Luk 22:18; Mrk 14:25.
3 Bdk. Tit 2:13.
4 Bdk. 2 Ptr 3:13.

1407. Ekaristi adalah pusat dan puncak kehidupan Gereja. Lewat Ekaristi Kristus mengikut-sertakan Gereja-Nya dan semua anggota-Nya di dalam kurban pujian dan syukur yang Ia persembahkan di salib kepada Bapa-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Melalui kurban ini Ia mengalirkan rahmat keselamatan kepada tubuh-Nya yaitu Gereja.

1408. Dalam perayaan Ekaristi selalu termasuk: pewartaan Sabda Allah, ucapan syukur kepada Allah Bapa untuk segala kebaikan-Nya terutama bahwa Ia menyerahkan Putera-Nya; perubahan roti dan anggur dan keikutsertaan dalam perjamuan liturgi oleh penerimaan tubuh dan darah Tuhan. Unsur-unsur ini membentuk satu perayaan ibadat yang integral. 

1409. Ekaristi adalah upacara peringatan akan Paska Kristus, artinya karya penyelamatan yang telah dilaksanakan oleh kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Karya ini dihadirkan di dalam kegiatan liturgi.

1410. Kristus sendiri, Imam Agung abadi Perjanjian Baru, mempersembahkan kurban Ekaristi melalui pelayanan imam. Demikian juga Kristus sendirilah menjadi bahan persembahan dalam kurban Ekaristi. Ia sendiri sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur. 

1411. Hanya para imam yang ditahbiskan secara sah, dapat memimpin upacara Ekaristi dan mengkonsekrir roti dan anggur supaya menjadi tubuh dan darah Kristus. 

1412. Tanda-tanda hakiki Sakramen Ekaristi adalah roti dari gandum dun anggur dari buah anggur. Berkat Roh Kudus dimohonkan ke atasnya dan imam mengucapkan kata-kata konsekrasi, yang Yesus ucapkan dalam perjamuan malam terakhir "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.... Inilah piala darah-Ku. ..." 

1413. Oleh konsekrasi terjadilah perubahan [transsubstansiasi] roti dan anggur ke dalam tubuh dan darah Kristus. Di dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrir itu Kristus sendiri, Dia yang hidup dan dimuliakan, hadir sungguh, nyata, dan secara substansial dengan tubuh-Nya, darah-Nya, jiwa-Nya, dan kodrat ilahi-Nya.1 

1414. Sebagai kurban, Ekaristi itu dipersembahkan juga untuk pengampunan dosa orang-orang hidup dan mati dan untuk memperoleh karunia rohani dan jasmani dari Tuhan. 

1415. Siapa yang hendak menerima Kristus dalam komuni Ekaristi, harus berada dalam keadaan rahmat. Kalau seorang sadar bahwa ia melakukan dosa berat, ia tidak boleh menerima Ekaristi tanpa sebelumnya menerima pengampunan di dalam Sakramen Pengakuan. 

1416. Penerimaan tubuh dan darah Kristus yang kudus mempererat hubungan antara yang menerima komuni dengan Tuhan, mengampuni dosa-dosanya yang ringan, dan melin-dunginya dari dosa-dosa berat. Oleh karena ikatan cinta antara yang menerima komuni dan Kristus diperkuat, maka penerimaan Sakramen ini meneguhkan kesatuan Gereja, Tubuh Mistik Kristus.

1417. Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya setiap kali mereka mengambil bagian dalam acara Ekaristi, mereka menerima komuni; ia mewajibkan mereka, supaya paling kurang menerimanya satu kali dalam setahun.
1 Bdk. Konsili Trente: DS 1640; 1651.

1418. Oleh karena Kristus sendiri hadir di dalam Sakramen altar, maka patutlah Ia dihormati dengan penyembahan. "Kunjungan Sakramen mahakudus adalah bukti syukur terima kasih, tanda cinta, dan pemenuhan kewajiban untuk menyembah Kristus Tuhan kita" (MF).

1419. Oleh karena Kristus telah pergi dari dunia ini kepada Bapa-Nya, maka dalam Ekaristi, Ia memberi kepada kita jaminan akan kemuliaan-Nya yang akan datang. Keikutsertaan dalam kurban kudus membuat hati kita menyerupai hati-Nya, menopang kekuatan kita dalam penziarahan hidup ini, membuat kita merindukan kehidupan abadi, serta menyatukan kita sekarang ini dengan Gereja surgawi, Perawan Maria yang kudus, dan dengan semua orang kudus.

Jumat, 05 April 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 173

KGK ke 173


Kehadiran Kristus oleh kekuatan Sabda-Nya dan kekuatan Roh Kudus

1373. "Yesus Kristus yang telah mati, bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, Ia duduk di sebelah kanan Allah, malah menjadi Pembela bagi kita" (Rm 8:34). Dalam pelbagai cara Ia hadir di dalam Gereja-Nya; 1 di dalam Sabda-Nya, di dalam doa Gereja-Nya, "di dalam dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama-Ku" (Mat 18:20), dalam orang miskin, orang sakit, orang tahanan,2 dalam Sakramen-Sakramen-Nya yang Ia ciptakan, dalam kurban misa, dan dalam pribadi orang yang melaksanakan pelayanan imami, "tetapi Ia hadir ... terutama dalam kedua rupa Ekaristi" (SC 7). {1088} 

1374. Cara kehadiran Kristus dalam rupa Ekaristi bersifat khas. Kehadiran itu meninggikan Ekaristi di atas semua Sakramen, sehingga ia "seakan-akan sebagai penyempurnaan kehidupan rohani dan tujuan semua Sakramen" (Tomas Aqu., s.th. 3, 73, 3). Dalam Sakramen Ekaristi mahakudus, tercakuplah "dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan ke-Allahan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus" (Konsili Trente: DS 1651). "Bukan secara eksklusif kehadiran ini disebut "real", seakan-akan yang lain tidak "real", melainkan secara komparatif ia diutamakan, karena ia bersifat substansial; karena di dalamnya hadirlah Kristus yang utuh, Allah dan manusia" ( MF 39). {1211}

1375. Kristus hadir di dalam Sakramen ini oleh perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah-Nya. Bapa-bapa Gereja menekankan dengan tegas iman Gereja, bahwa Sabda Kristus dan kuasa Roh Kudus bekerja begitu kuat, sehingga mereka dapat melaksanakan perubahan ini. Santo Yohanes Krisostomus menjelaskan:
"Bukan manusia yang menyebabkan bahwa bahan persembahan menjadi tubuh dan darah Kristus, melainkan Kristus sendiri yang telah disalibkan untuk kita. Imam yang mewakili Kristus, mengucapkan kata-kata ini, tetapi daya kerjanya dan rahmat datang dari Allah. Inilah tubuh-Ku, demikian ia berkata. Kata-kata ini mengubah bahan persembahan itu" (prod. Jud. 1, 6). {1105}
1 Bdk. LG48.
2 Bdk. Mat 25:31-46.

Dan santo Ambrosius mengatakan tentang perubahan ini: "Di sini terdapat sesuatu yang tidak dibentuk alam, tetapi yang dikonsekrir dengan berkat, dan daya guna berkat itu melampaui kodrat, malahan kodrat itu sendiri diubah melalui berkat... Bukankah Kristus, yang dapat menciptakan yang belum ada dari ketidakadaan, dapat mengubah yang ada ke dalam sesuatu, yang sebelumnya tidak ada? Menciptakan hal baru, tidak lebih gampang daripada mengubah kodrat" (myst. 9,50,52). {1128} 

1376. Konsili Trente menyimpulkan iman Katolik, dengan menjelaskan: "Karena Kristus Penebus kita mengatakan bahwa apa yang Ia persembahkan dalam rupa roti adalah benar-benar tubuh-Nya, maka di dalam Gereja Allah selalu dipegang teguh keyakinan ini, dan konsili suci ini menjelaskannya kembali: oleh konsekrasi roti dan anggur terjadilah perubahan seluruh substansi roti ke dalam substansi tubuh Kristus, Tuhan kita, dan seluruh substansi anggur ke dalam substansi darah-Nya. Perubahan ini oleh Gereja Katolik dinamakan secara tepat dan dalam arti yang sesungguhnya perubahan hakiki [transsubstansiasi]" (DS: 1642). 

1377. Kehadiran Kristus dalam Ekaristi mulai dari saat konsekrasi dan berlangsung selama rupa Ekaristi ada. Di dalam setiap rupa dan di dalam setiap bagiannya tercakup seluruh Kristus, sehingga pemecahan roti tidak membagi Kristus.1

1378. Penghormatan kepada Ekaristi. Di dalam liturgi misa kita menyatakan iman kita bahwa Kristus sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur, antara lain dengan berlutut atau menundukkan diri sebagai tanda penyembahan Tuhan. "Gereja Katolik menyembah Ekaristi kudus tidak hanya selama misa kudus, tetapi juga di luar perayaan misa, kalau ia menyimpan hosti yang telah dikonsekrir dengan perhatian besar, mentakhtakannya untuk disembah oleh umat beriman secara meriah dan membawanya dalam prosesi" (MF 56). {1178, 103, 2628}

1379. "Cadangan kudus" (tabernakel) pada mulanya dimaksudkan untuk menyimpan Ekaristi secara layak, supaya di luar perayaan misa dapat dihantarkan kepada orang sakit dan mereka yang tidak hadir. Oleh iman yang mendalam akan kehadiran real Kristus di dalam Ekaristi-Nya, Gereja menjadi sadar bahwa sangatlah berarti menyembah Kristus yang hadir di dalam rupa Ekaristi. Karena itu tabernakel harus di tempatkan di suatu tempat yang sangat layak di dalam gereja dan harus dibuat sedemikian, sehingga ia menunjukkan dan menampilkan kebenaran tentang kehadiran Kristus di dalam Sakramen mahakudus. {1183, 2691}

1380. Ada arti yang mendalam bahwa Kristus hendak hadir di dalam Gereja-Nya atas cara yang khas ini. Karena Kristus dalam rupa yang kelihatan meninggalkan orang-orang-Nya, maka Ia hendak memberi kepada kita kehadiran sakramenal-Nya; karena Ia menyerahkan diri di salib untuk menyelamatkan kita, Ia menghendaki bahwa kita memiliki tanda kenangan cinta-Nya terhadap kita, yang dengannya mengasihi kita "sampai kesudahannya" (Yoh 13:1), sampai kepada penyerahan kehidupan-Nya. Di dalam kehadiran Ekaristi, Ia tinggal atas cara yang penuh rahasia di tengah kita sebagai Dia, yang telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri untuk kita,2 dan Ia hadir di dalam tanda-tanda yang menyatakan dan menyampaikan cinta kasih ini. "Gereja dan dunia sangat membutuhkan penghormatan kepada Ekaristi. Di dalam Sakramen cinta ini Yesus sendiri menantikan kita. Karena itu, tidak ada waktu yang lebih berharga daripada menemui Dia di sana: dalam penyembahan, dalam kontemplasi dengan penuh iman, dan siap untuk memberi silih bagi kesalahan besar dan ketidakadilan yang ada di dunia. Penyembahan kita tidak boleh berhenti" (Yohanes Paulus II, surat "Dominicae "cenae" 3). {669, 478, 2715}
1 Bdk. Konsili Trente: DS 1641.
2 Bdk. Gal 2:20.

1381. Tomas Aquinas mengatakan: "Bahwa tubuh Kristus yang sebenarnya dan darah Kristus yang sebenarnya hadir dalam Sakramen ini, tidak dapat ditangkap oleh indera ..., tetapi hanya oleh iman, yang bersandar pada otoritas ilahi. Karena itu berkatalah Sirilus tentang kalimat Kitab Suci "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu" (Luk 22:19): jangan ragu-ragu apakah itu benar, melainkan terimalah kata-kata Penebus itu dalam iman. Karena Ia adalah kebenaran, jadi Ia tidak menipu" (s.th. 3, 75, 1; dikutip oleh Paulus VI, MF 18).
Aku sembah sujud di hadapan-Mu Tuhan yang tersamar hadir di sini
Hanya rupa roti tertampak kini
Namun aku yakin akan Sabda-Mu
Pancainderaku tak menangkapnya Namun aku yakin akan Sabda-Mu
Sebab hanya Sabda Allah Putera
Kebenaran mutlak tak tersangkalkan.
(Tomas Aquinas, Himne "Adoro te devote"). {156, 215}

VI. * Perjamuan Paska

1382. Misa adalah serentak, dan tidak terpisahkan, kenangan kurban di mana kurban salib hidup terus untuk selama-lamanya perjamuan komuni kudus dengan tubuh dan darah Tuhan. Upacara kurban Ekaristi diarahkan seluruhnya kepada persatuan erat dengan Kristus melalui komuni. Menerima komuni berarti menerima Kristus sendiri, yang telah menyerahkan diri untuk kita. {950}

1383. Altar, di sekitarnya Gereja berhimpun untuk merayakan Ekaristi, menampilkan kedua aspek dari misteri yang satu dan sama: altar kurban dan meja Tuhan. Altar Kristen adalah lambang Kristus sendiri, yang hadir di tengah perhimpunan umat beriman sebagai kurban yang dibawakan untuk penyilihan kita dan sekaligus sebagai makanan surgawi yang diserahkan kepada kita. "Altar Kristus itu tidak lain dari citra tubuh Kristus" demikian santo Ambrosius (sacr. 5, 7) dan di tempat lain". Altar melambangkan tubuh [Kristus] dan tubuh Kristus ada di atas altar" (sacr. 4, 7). Liturgi menyatakan kesatuan kurban dan komuni ini dalam sejumlah besar doa-doa. Misalnya Gereja Roma berdoa dalam Doa Syukur Agungnya: "Allah yang mahakuasa, utuslah malaikat-Mu yang kudus menghantar persembahan ke hadirat-Mu [ke atas altar-Mu di surga] agar kami yang mengambil bagian dalam kurban perjamuan ini dengan menyambut tubuh dan darah Putera-Mu, dipenuhi dengan rahmat dan berkat." 1182

"Ambillah dan makanlah": komuni

1384. Tuhan menyampaikan kepada kita suatu undangan yang sangat mendesak supaya menyambut Dia dalam Sakramen Ekaristi. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu" (Yoh 6:53). {2835} 

1385. Untuk menjawab undangan ini, kita harus mempersiapkan diri untuk saat yang begitu agung dan kudus. Santo Paulus mengajak supaya mengadakan pemeriksaan batin: "barang siapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya" (1 Kor 11:27-29) Siapa yang sadar akan sebuah dosa besar, harus menerima Sakramen Pengakuan sebelum ia menerima komuni. {1457}

1386. Mengingat keagungan Sakramen ini, warga beriman harus dengan rendah hati dan dengan iman teguh mengambil hikmah dari perkataan sang perwira:1 "Tuhan, aku tidak layak menerima Tuhan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka jiwaku akan sembuh." Dalam liturgi ilahi dari Santo Yohanes Krisostomus umat beriman berdoa dalam roh yang sama: "Izinkanlah aku hari ini mengambil bagian dalam perjamuan mistik-Mu, ya Putera Allah, Aku tidak akan mengkhianati rahasia ini kepada musuh-musuh-Mu, dan juga tidak memberi ciuman seperti Yudas, tetapi seperti penyamun itu aku berseru kepada-Mu: Tuhan ingatlah aku dalam Kerajaan-Mu!" {732}

1387. Supaya mempersiapkan diri secara wajar untuk menerima Sakramen ini, umat beriman perlu memperhatikan pantang2 yang diwajibkan Gereja. Di dalam sikap (gerak-gerik, pakaian) akan terungkap penghormatan, kekhidmatan, dan kegembiraan yang sesuai dengan saat di mana Kristus menjadi tamu kita. {2043}

1388. Sangat sesuai dengan arti Ekaristi yang sesungguhnya bahwa umat beriman, apabila mereka memenuhi semua prasyarat, menerima komuni setiap kali mereka mengambil bagian dalam misa: "dianjurkan dengan sangat partisipasi umat yang lebih sempurna dalam misa, dengan menerima tubuh Tuhan dari kurban itu juga sesudah imam menyambut komuni" (SC 55).

1389. Gereja mewajibkan umat beriman, "menghadiri ibadat ilahi pada hari Minggu dan hari raya" (OE 15) dan sesudah mempersiapkan diri melalui Sakramen Pengakuan, sekurang-kurangnya satu kali setahun menerima komuni suci, sedapat mungkin dalam masa Paska.3 Tetapi Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya menerima komuni suci pada hari Minggu dan hari raya atau lebih sering lagi, malahan setiap hari. {2042, 2837} 1390. Karena Kristus hadir secara sakramental dalam setiap rupa itu, maka seluruh buah rahmat Ekaristi dapat diterima, walaupun komuni hanya diterima dalam rupa Roti saja. Karena alasan-alasan pastoral, maka cara menerima komuni inilah yang paling biasa di dalam ritus Latin. Tetapi "arti perlambangan komuni dinyatakan secara lebih penuh, apabila ia diberikan dalam dua rupa. Dalam bentuk ini lambang perjamuan Ekaristi dinyatakan atas cara yang lebih sempurna" (IGMR 240). Di dalam ritus Gereja-gereja Timur cara menerima komuni macam inilah yang biasa dipergunakan.

Kamis, 04 April 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 172

KGK ke 172


Buah-buah komuni 

1391. Komuni memperdalam persatuan kita dengan Kristus. Buah utama dari penerimaan Ekaristi di dalam komuni ialah persatuan yang erat dengan Yesus Kristus. Tuhan berkata: "Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia" (Yoh 6:56). Kehidupan di dalam Kristus mempunyai dasarnya di
1 Bdk. Mat 8:8.
2 Bdk. CIC, can. 919.
3 Bdk. CIC, can. 920.

dalam perjamuan Ekaristi: "Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barang siapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku" (Yoh 6:57).
"Kalau pada hari raya Tuhan umat beriman menerima tubuh Tuhan, mereka saling mengumumkan warta gembira bahwa anugerah-anugerah sudah diberikan, seperti dahulu ketika malaikat mengatakan kepada Maria Magdalena: "Kristus telah bangkit". Juga sekarang kehidupan dan kebangkitan itu dianugerahkan kepada orang yang menerima Kristus" (Fanqith, Ofisi Siria dari Antiokia, jilid 1, Commune, hal. 237 a-b). {460}

1392. Apa yang dihasilkan makanan jasmani dalam kehidupan jasmani kita, itu yang dicapai komuni dalam kehidupan rohani kita atas cara yang mengagumkan. Komuni dengan tubuh Kritus yang telah bangkit, suatu daging "yang berkat Roh Kudus dihidupkan dan menghidupkan" (PO 5), melindungi, menambah, dan membaharui pertumbuhan kehidupan rahmat yang diterima dalam Pembaptisan. Pertumbuhan ini dalam kehidupan Kristen membutuhkan makanan komuni Ekaristi, roti penziarahan kita, sampai kepada saat kematian kita, di mana ia diberikan kepada kita sebagai bekal perjalanan. {1212, 1524} 

1393. Komuni memisahkan kita dari dosa. Tubuh Kristus yang kita terima dalam komuni, telah "diserahkan untuk kita" dan darah yang kita minum, telah "dicurahkan untuk banyak orang demi pengampunan dosa". Karena itu Ekaristi tidak dapat menyatukan kita dengan Kristus, tanpa serentak membersihkan kita dari dosa yang, telah dilakukan dan melindungi kita terhadap dosa-dosa baru. {613}
"Setiap kali kita menerimanya, kita menyatakan kematian Tuhan.1 Kalau kita menyatakan kematian Tuhan, kita menyatakan pengampunan dosa. Andai kata setiap kali bila darah-Nya dicurahkan, itu dicurahkan demi pengampunan dosa, aku harus selalu menerimanya, supaya ia selalu menyembuhkan dosa-dosaku. Aku yang selalu berbuat dosa, harus selalu mempunyai sarana penyembuhan" (Ambrosius, sacr. 4, 28). 

1394. Seperti halnya makanan jasmani perlu untuk mengembalikan lagi kekuatan yang sudah terpakai, demikianlah Ekaristi memperkuat cinta yang terancam menjadi lumpuh dalam kehidupan sehari-hari. Cinta yang dihidupkan kembali ini menghapus dosa ringan.2 Kalau Kristus menyerahkan Diri kepada kita, Ia menghidupkan cinta kita dan memberi kita kekuatan, supaya memutuskan hubungan dengan kecenderungan yang tidak teratur kepada makhluk-makhluk dan membuat kita berakar di dalam Dia.
"Karena Kristus telah wafat untuk kita karena cinta, maka setiap kali kita merayakan peringatan akan kematian-Nya, kita mohon pada saat persembahan, agar cinta itu diberi kepada kita oleh kedatangan Roh Kudus. Kita mohon dengan rendah hati, supaya berkat cinta, yang dengannya Kristus rela wafat untuk kita, kita pun setelah menerima rahmat Roh Kudus, memandang dunia sebagai disalibkan untuk kita dan kita sebagai disalibkan untuk dunia.... Marilah kita, karena kita telah menerima cinta itu secara cuma-cuma, mati untuk dosa dan hidup untuk Allah" (Fulgensius dari Ruspe, Fab. 28, 16-19). {1863, 1436}

1395. Oleh cinta yang disulut Ekaristi di dalam kita, ia menjauhkan kita dari dosa berat pada masa mendatang. Semakin kita ambil bagian dalam hidup Kristus dan semakin kita bergerak maju dalam persahabatan dengan-Nya, semakin kurang pula bahaya bahwa kita memisahkan diri dari-Nya oleh dosa besar. Tetapi bukan Ekaristi, melainkan Sakramen pengampunan ditetapkan untuk mengampuni dosa berat. Ekaristi adalah Sakramen bagi mereka, yang hidup dalam persekutuan penuh dengan Gereja. {1855, 1446} 

1396. Kesatuan Tubuh Mistik: Ekaristi membangun Gereja. Siapa yang menerima Ekaristi, disatukan lebih erat dengan Kristus. Olehnya Kristus menyatukan dia dengan semua
1 Bdk. 1 Kor 11:26.
2 Bdk. Konsili Trente: DS 1638.

umat beriman yang lain menjadi satu tubuh: Gereja. Komuni membaharui, memperkuat, dan memperdalam penggabungan ke dalam Gereja, yang telah dimulai dengan Pembaptisan. Di dalam Pembaptisan kita dipanggil untuk membentuk satu tubuh1. Ekaristi melaksanakan panggilan ini: "Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu" (1 Kor 10:16-17):
"Kalau kamu Tubuh Kristus dan anggota-anggota-Nya, maka Sakramen yang adalah kamu sendiri, diletakkan di atas meja Tuhan; kamu menerima Sakramen, yang adalah kamu sendiri. Kamu menjawab atas apa yang kamu terima, dengan "Amin" [Ya, demikianlah] dan kamu menandatanganinya, dengan memberi jawaban atasnya. Kamu mendengar perkataan "Tubuh Kristus", dan kamu menjawab "Amin". Jadilah anggota Kristus, supaya Aminmu itu benar" (Agustinus, serm. 272). {1118, 1267, 790, 1064}

1397. Ekaristi mewajibkan kita terhadap kaum miskin. Supaya dengan ketulusan hati menerima tubuh dan darah Kristus yang diserahkan untuk kita, kita juga harus mengakui Kristus di dalam orang-orang termiskin, saudara-saudara-Nya.2
"Kamu telah minum darah Kristus, namun tidak mengenal saudaramu. Kamu mencemarkan meja ini, karena kamu menganggapnya tidak layak membagi-bagi makananmu kepada orang-orang, yang telah dilayakkan, untuk mengambil bagian dalam meja ini. Allah telah membebaskan kamu dari semua dosamu dan telah mengundang kamu untuk itu. Dan kamu sama sekali tidak menjadi lebih berbelas kasihan" (Yohanes Krisostomus, hom. in 1 Cor 27, 4). {2449} 

1398. Ekaristi dan kesatuan umat beriman. Karena keagungan misteri ini, santo Augustinus berseru: "O Sakramen kasih sayang, tanda kesatuan, ikatan cinta" (ev. Jo 26, 6, 13).3 Dengan demikian orang merasa lebih sedih lagi karena perpecahan Gereja yang memutuskan keikutsertaan bersama pada meja Tuhan; dengan demikian lebih mendesaklah doa-doa kepada Tuhan, supaya saat kesatuan sempurna semua orang yang percaya kepada-Nya, pulih kembali. {817}

1399. Gereja-gereja Timur, yang tidak berada dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, merayakan Ekaristi dengan cinta yang besar. "Sungguhpun terpisah, Gereja-gereja Timur mempunyai Sakramen-Sakramen yang sejati, terutama berdasarkan suksesi apostolik, imamat dan Ekaristi. Melalui Sakramen-Sakramen itu mereka masih berhubungan erat sekali dengan kita". Dengan demikian semacam persekutuan "in sacris", jadi dalam Ekaristi, "bila situasi memang menguntungkan dan dengan persetujuan pimpinan Gerejani, bukan hanya mungkin, melainkan juga dianjurkan" (UR 15).4 {838}

1400. Persekutuan-persekutuan Gereja yang muncul dari Reformasi, yang terpisah dari Gereja Katolik, "terutama karena tidak memiliki Sakramen Tahbisan, sudah kehilangan hakikat misteri Ekaristi yang otentik dan sepenuhnya" (UR 22). Karena alasan ini, maka bagi Gereja Katolik tidak mungkin ada interkomuni Ekaristi dengan persekutuan-persekutuan ini. "Kendati begitu, bila dalam Perjamuan Kudus mereka mengenangkan wafat dan kebangkitan Tuhan, mereka mengimani, bahwa kehidupan terdapat dalam persekutuan dengan Kristus, dan mereka mendambakan kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan" (UR 22). {1536}

1401. Jika menurut pandangan Uskup diosesan ada situasi darurat yang mendesak, imam-imam Katolik boleh menerimakan Sakramen-Sakramen Pengakuan, Ekaristi, dan Urapan Orang Sakit juga kepada orang-orang Kristen lain yang tidak mempunyai kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, bila mereka sendiri secara
1 Bdk. 1 Kor 12:13.
2 Bdk. Mat 25:40.
3 Bdk. SC 47.
4 Bdk. CIC, can. 844 §3.

sukarela memintanya, asalkan mengerti Sakramen-Sakramen itu mereka memperlihatkan iman Katolik serta berada dalam disposisi yang baik.1 {1483, 1385}

VII. * Ekaristi - "Jaminan kemuliaan yang akan datang"

1402. Di dalam satu doa tua Gereja memuji misteri Ekaristi: "O perjamuan kudus, di mana Kristus adalah santapan kita; kenangan akan sengsara-Nya, kepenuhan rahmat, jaminan kemuliaan yang akan datang". Karena Ekaristi adalah upacara peringatan Paska Tuhan, dan karena kita, oleh "keikutsertaan kita pada altar... dipenuhi dengan semua rahmat dan berkat surgawi" (MR, Doa Syukur Agung Romawi 96), maka Ekaristi adalah juga antisipasi kemuliaan surgawi. {1323, 1130}

1403. Pada perjamuan malam terakhir Tuhan mengarahkan perhatian murid-murid-Nya kepada penyempurnaan Paska dalam Kerajaan Allah: "Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku" (Mat 26:29).2 Setiap kali, apabila Gereja merayakan Ekaristi, ia ingat akan perjanjian ini dan mengarahkan pandangannya kepada Dia, "yang akan datang" (Why 1:4). Dalam doanya ia memohon kedatangan-Nya: "Marana tha" (1 Kor 16:22). "Datanglah, Tuhan Yesus" (Why 22:20). "Datanglah rahmat-Mu dan lenyaplah dunia ini" (Didache 10, 6). {671}

1404. Gereja tahu bahwa dalam Ekaristi, Tuhan sekarang ini sudah datang dan berada di tengah kita. Tetapi kehadiran-Nya ini terselubung. Karena itu kita merayakan Ekaristi, sambil "mengharapkan kedatangan penyelamat kita Yesus Kristus" (MR, Embolisme sesudah Bapa kami),3 dan berdoa: "biarkanlah kami juga, seperti yang Engkau janjikan, duduk di meja dalam kerajaan-Mu. Pada waktu itulah Engkau akan menghapus setiap tetes air mata kesedihan. Karena dengan memandang Dikau, ya Bapa, kami pun akan menyerupai Engkau sepanjang masa. Dan tak henti-hentinya kami memuji Dikau bersama Kristus, Tuhan kami" (MR Doa Syukur Agung III, 116: doa untuk orang yang mati). {1041, 1028}

1405. Ekaristi adalah jaminan yang paling aman dan tanda yang paling jelas bahwa harapan besar akan surga baru dan dunia baru, di mana terdapat keadilan,4 akan terpenuhi. Setiap kali misteri ini dirayakan, "terlaksanalah karya penebusan kita" (LG 3) dan kita memecahkan "satu roti..., obat kebakaan, penangkal racun, sehingga orang tidak mati, tetapi hidup selama-lamanya dalam Yesus Kristus" (Ignasius dari Antiokia, Eph. 20, 2). {1042, 1000}

TEKS-TEKS SINGKAT 

1406. Yesus bersabda: "Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya... Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal... ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia " (Yoh 6:51. 54. 56).
1 Bdk. CIC, can. 844 §4
2 Bdk. Luk 22:18; Mrk 14:25.
3 Bdk. Tit 2:13.
4 Bdk. 2 Ptr 3:13.

1407. Ekaristi adalah pusat dan puncak kehidupan Gereja. Lewat Ekaristi Kristus mengikut-sertakan Gereja-Nya dan semua anggota-Nya di dalam kurban pujian dan syukur yang Ia persembahkan di salib kepada Bapa-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Melalui kurban ini Ia mengalirkan rahmat keselamatan kepada tubuh-Nya yaitu Gereja.
1408. Dalam perayaan Ekaristi selalu termasuk: pewartaan Sabda Allah, ucapan syukur kepada Allah Bapa untuk segala kebaikan-Nya terutama bahwa Ia menyerahkan Putera-Nya; perubahan roti dan anggur dan keikutsertaan dalam perjamuan liturgi oleh penerimaan tubuh dan darah Tuhan. Unsur-unsur ini membentuk satu perayaan ibadat yang integral. 

1409. Ekaristi adalah upacara peringatan akan Paska Kristus, artinya karya penyelamatan yang telah dilaksanakan oleh kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Karya ini dihadirkan di dalam kegiatan liturgi.

1410. Kristus sendiri, Imam Agung abadi Perjanjian Baru, mempersembahkan kurban Ekaristi melalui pelayanan imam. Demikian juga Kristus sendirilah menjadi bahan persembahan dalam kurban Ekaristi. Ia sendiri sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur. 

1411. Hanya para imam yang ditahbiskan secara sah, dapat memimpin upacara Ekaristi dan mengkonsekrir roti dan anggur supaya menjadi tubuh dan darah Kristus. 

1412. Tanda-tanda hakiki Sakramen Ekaristi adalah roti dari gandum dun anggur dari buah anggur. Berkat Roh Kudus dimohonkan ke atasnya dan imam mengucapkan kata-kata konsekrasi, yang Yesus ucapkan dalam perjamuan malam terakhir "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.... Inilah piala darah-Ku. ..." 

1413. Oleh konsekrasi terjadilah perubahan [transsubstansiasi] roti dan anggur ke dalam tubuh dan darah Kristus. Di dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrir itu Kristus sendiri, Dia yang hidup dan dimuliakan, hadir sungguh, nyata, dan secara substansial dengan tubuh-Nya, darah-Nya, jiwa-Nya, dan kodrat ilahi-Nya.1 

1414. Sebagai kurban, Ekaristi itu dipersembahkan juga untuk pengampunan dosa orang-orang hidup dan mati dan untuk memperoleh karunia rohani dan jasmani dari Tuhan. 

1415. Siapa yang hendak menerima Kristus dalam komuni Ekaristi, harus berada dalam keadaan rahmat. Kalau seorang sadar bahwa ia melakukan dosa berat, ia tidak boleh menerima Ekaristi tanpa sebelumnya menerima pengampunan di dalam Sakramen Pengakuan. 

1416. Penerimaan tubuh dan darah Kristus yang kudus mempererat hubungan antara yang menerima komuni dengan Tuhan, mengampuni dosa-dosanya yang ringan, dan melin-dunginya dari dosa-dosa berat. Oleh karena ikatan cinta antara yang menerima komuni dan Kristus diperkuat, maka penerimaan Sakramen ini meneguhkan kesatuan Gereja, Tubuh Mistik Kristus.

1417. Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya setiap kali mereka mengambil bagian dalam acara Ekaristi, mereka menerima komuni; ia mewajibkan mereka, supaya paling kurang menerimanya satu kali dalam setahun.
1 Bdk. Konsili Trente: DS 1640; 1651.

1418. Oleh karena Kristus sendiri hadir di dalam Sakramen altar, maka patutlah Ia dihormati dengan penyembahan. "Kunjungan Sakramen mahakudus adalah bukti syukur terima kasih, tanda cinta, dan pemenuhan kewajiban untuk menyembah Kristus Tuhan kita" (MF).

1419. Oleh karena Kristus telah pergi dari dunia ini kepada Bapa-Nya, maka dalam Ekaristi, Ia memberi kepada kita jaminan akan kemuliaan-Nya yang akan datang. Keikutsertaan dalam kurban kudus membuat hati kita menyerupai hati-Nya, menopang kekuatan kita dalam penziarahan hidup ini, membuat kita merindukan kehidupan abadi, serta menyatukan kita sekarang ini dengan Gereja surgawi, Perawan Maria yang kudus, dan dengan semua orang kudus.

Rabu, 03 April 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 171

KGK ke 171


Kehadiran Kristus oleh kekuatan Sabda-Nya dan kekuatan Roh Kudus

1373. "Yesus Kristus yang telah mati, bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, Ia duduk di sebelah kanan Allah, malah menjadi Pembela bagi kita" (Rm 8:34). Dalam pelbagai cara Ia hadir di dalam Gereja-Nya; 1 di dalam Sabda-Nya, di dalam doa Gereja-Nya, "di dalam dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama-Ku" (Mat 18:20), dalam orang miskin, orang sakit, orang tahanan,2 dalam Sakramen-Sakramen-Nya yang Ia ciptakan, dalam kurban misa, dan dalam pribadi orang yang melaksanakan pelayanan imami, "tetapi Ia hadir ... terutama dalam kedua rupa Ekaristi" (SC 7). {1088}

1374. Cara kehadiran Kristus dalam rupa Ekaristi bersifat khas. Kehadiran itu meninggikan Ekaristi di atas semua Sakramen, sehingga ia "seakan-akan sebagai penyempurnaan kehidupan rohani dan tujuan semua Sakramen" (Tomas Aqu., s.th. 3, 73, 3). Dalam Sakramen Ekaristi mahakudus, tercakuplah "dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan ke-Allahan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus" (Konsili Trente: DS 1651). "Bukan secara eksklusif kehadiran ini disebut "real", seakan-akan yang lain tidak "real", melainkan secara komparatif ia diutamakan, karena ia bersifat substansial; karena di dalamnya hadirlah Kristus yang utuh, Allah dan manusia" ( MF 39). {1211}

1375. Kristus hadir di dalam Sakramen ini oleh perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah-Nya. Bapa-bapa Gereja menekankan dengan tegas iman Gereja, bahwa Sabda Kristus dan kuasa Roh Kudus bekerja begitu kuat, sehingga mereka dapat melaksanakan perubahan ini. Santo Yohanes Krisostomus menjelaskan:
"Bukan manusia yang menyebabkan bahwa bahan persembahan menjadi tubuh dan darah Kristus, melainkan Kristus sendiri yang telah disalibkan untuk kita. Imam yang mewakili Kristus, mengucapkan kata-kata ini, tetapi daya kerjanya dan rahmat datang dari Allah. Inilah tubuh-Ku, demikian ia berkata. Kata-kata ini mengubah bahan persembahan itu" (prod. Jud. 1, 6). {1105}
1 Bdk. LG48.
2 Bdk. Mat 25:31-46.

Dan santo Ambrosius mengatakan tentang perubahan ini: "Di sini terdapat sesuatu yang tidak dibentuk alam, tetapi yang dikonsekrir dengan berkat, dan daya guna berkat itu melampaui kodrat, malahan kodrat itu sendiri diubah melalui berkat... Bukankah Kristus, yang dapat menciptakan yang belum ada dari ketidakadaan, dapat mengubah yang ada ke dalam sesuatu, yang sebelumnya tidak ada? Menciptakan hal baru, tidak lebih gampang daripada mengubah kodrat" (myst. 9,50,52). {1128}

1376. Konsili Trente menyimpulkan iman Katolik, dengan menjelaskan: "Karena Kristus Penebus kita mengatakan bahwa apa yang Ia persembahkan dalam rupa roti adalah benar-benar tubuh-Nya, maka di dalam Gereja Allah selalu dipegang teguh keyakinan ini, dan konsili suci ini menjelaskannya kembali: oleh konsekrasi roti dan anggur terjadilah perubahan seluruh substansi roti ke dalam substansi tubuh Kristus, Tuhan kita, dan seluruh substansi anggur ke dalam substansi darah-Nya. Perubahan ini oleh Gereja Katolik dinamakan secara tepat dan dalam arti yang sesungguhnya perubahan hakiki [transsubstansiasi]" (DS: 1642).

1377. Kehadiran Kristus dalam Ekaristi mulai dari saat konsekrasi dan berlangsung selama rupa Ekaristi ada. Di dalam setiap rupa dan di dalam setiap bagiannya tercakup seluruh Kristus, sehingga pemecahan roti tidak membagi Kristus.1

1378. Penghormatan kepada Ekaristi. Di dalam liturgi misa kita menyatakan iman kita bahwa Kristus sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur, antara lain dengan berlutut atau menundukkan diri sebagai tanda penyembahan Tuhan. "Gereja Katolik menyembah Ekaristi kudus tidak hanya selama misa kudus, tetapi juga di luar perayaan misa, kalau ia menyimpan hosti yang telah dikonsekrir dengan perhatian besar, mentakhtakannya untuk disembah oleh umat beriman secara meriah dan membawanya dalam prosesi" (MF 56). {1178, 103, 2628}

1379. "Cadangan kudus" (tabernakel) pada mulanya dimaksudkan untuk menyimpan Ekaristi secara layak, supaya di luar perayaan misa dapat dihantarkan kepada orang sakit dan mereka yang tidak hadir. Oleh iman yang mendalam akan kehadiran real Kristus di dalam Ekaristi-Nya, Gereja menjadi sadar bahwa sangatlah berarti menyembah Kristus yang hadir di dalam rupa Ekaristi. Karena itu tabernakel harus di tempatkan di suatu tempat yang sangat layak di dalam gereja dan harus dibuat sedemikian, sehingga ia menunjukkan dan menampilkan kebenaran tentang kehadiran Kristus di dalam Sakramen mahakudus. {1183, 2691}

1380. Ada arti yang mendalam bahwa Kristus hendak hadir di dalam Gereja-Nya atas cara yang khas ini. Karena Kristus dalam rupa yang kelihatan meninggalkan orang-orang-Nya, maka Ia hendak memberi kepada kita kehadiran sakramenal-Nya; karena Ia menyerahkan diri di salib untuk menyelamatkan kita, Ia menghendaki bahwa kita memiliki tanda kenangan cinta-Nya terhadap kita, yang dengannya mengasihi kita "sampai kesudahannya" (Yoh 13:1), sampai kepada penyerahan kehidupan-Nya. Di dalam kehadiran Ekaristi, Ia tinggal atas cara yang penuh rahasia di tengah kita sebagai Dia, yang telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri untuk kita,2 dan Ia hadir di dalam tanda-tanda yang menyatakan dan menyampaikan cinta kasih ini. "Gereja dan dunia sangat membutuhkan penghormatan kepada Ekaristi. Di dalam Sakramen cinta ini Yesus sendiri menantikan kita. Karena itu, tidak ada waktu yang lebih berharga daripada menemui Dia di sana: dalam penyembahan, dalam kontemplasi dengan penuh iman, dan siap untuk memberi silih bagi kesalahan besar dan ketidakadilan yang ada di dunia. Penyembahan kita tidak boleh berhenti" (Yohanes Paulus II, surat "Dominicae "cenae" 3). {669, 478, 2715}
1 Bdk. Konsili Trente: DS 1641.
2 Bdk. Gal 2:20.

1381. Tomas Aquinas mengatakan: "Bahwa tubuh Kristus yang sebenarnya dan darah Kristus yang sebenarnya hadir dalam Sakramen ini, tidak dapat ditangkap oleh indera ..., tetapi hanya oleh iman, yang bersandar pada otoritas ilahi. Karena itu berkatalah Sirilus tentang kalimat Kitab Suci "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu" (Luk 22:19): jangan ragu-ragu apakah itu benar, melainkan terimalah kata-kata Penebus itu dalam iman. Karena Ia adalah kebenaran, jadi Ia tidak menipu" (s.th. 3, 75, 1; dikutip oleh Paulus VI, MF 18).
Aku sembah sujud di hadapan-Mu Tuhan yang tersamar hadir di sini
Hanya rupa roti tertampak kini
Namun aku yakin akan Sabda-Mu
Pancainderaku tak menangkapnya Namun aku yakin akan Sabda-Mu
Sebab hanya Sabda Allah Putera
Kebenaran mutlak tak tersangkalkan.
(Tomas Aquinas, Himne "Adoro te devote"). {156, 215}

VI. * Perjamuan Paska

1382. Misa adalah serentak, dan tidak terpisahkan, kenangan kurban di mana kurban salib hidup terus untuk selama-lamanya perjamuan komuni kudus dengan tubuh dan darah Tuhan. Upacara kurban Ekaristi diarahkan seluruhnya kepada persatuan erat dengan Kristus melalui komuni. Menerima komuni berarti menerima Kristus sendiri, yang telah menyerahkan diri untuk kita. {950}

1383. Altar, di sekitarnya Gereja berhimpun untuk merayakan Ekaristi, menampilkan kedua aspek dari misteri yang satu dan sama: altar kurban dan meja Tuhan. Altar Kristen adalah lambang Kristus sendiri, yang hadir di tengah perhimpunan umat beriman sebagai kurban yang dibawakan untuk penyilihan kita dan sekaligus sebagai makanan surgawi yang diserahkan kepada kita. "Altar Kristus itu tidak lain dari citra tubuh Kristus" demikian santo Ambrosius (sacr. 5, 7) dan di tempat lain". Altar melambangkan tubuh [Kristus] dan tubuh Kristus ada di atas altar" (sacr. 4, 7). Liturgi menyatakan kesatuan kurban dan komuni ini dalam sejumlah besar doa-doa. Misalnya Gereja Roma berdoa dalam Doa Syukur Agungnya: "Allah yang mahakuasa, utuslah malaikat-Mu yang kudus menghantar persembahan ke hadirat-Mu [ke atas altar-Mu di surga] agar kami yang mengambil bagian dalam kurban perjamuan ini dengan menyambut tubuh dan darah Putera-Mu, dipenuhi dengan rahmat dan berkat." 1182

"Ambillah dan makanlah": komuni

1384. Tuhan menyampaikan kepada kita suatu undangan yang sangat mendesak supaya menyambut Dia dalam Sakramen Ekaristi. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu" (Yoh 6:53). {2835}

1385. Untuk menjawab undangan ini, kita harus mempersiapkan diri untuk saat yang begitu agung dan kudus. Santo Paulus mengajak supaya mengadakan pemeriksaan batin: "barang siapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya" (1 Kor 11:27-29) Siapa yang sadar akan sebuah dosa besar, harus menerima Sakramen Pengakuan sebelum ia menerima komuni. {1457}

1386. Mengingat keagungan Sakramen ini, warga beriman harus dengan rendah hati dan dengan iman teguh mengambil hikmah dari perkataan sang perwira:1 "Tuhan, aku tidak layak menerima Tuhan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka jiwaku akan sembuh." Dalam liturgi ilahi dari Santo Yohanes Krisostomus umat beriman berdoa dalam roh yang sama: "Izinkanlah aku hari ini mengambil bagian dalam perjamuan mistik-Mu, ya Putera Allah, Aku tidak akan mengkhianati rahasia ini kepada musuh-musuh-Mu, dan juga tidak memberi ciuman seperti Yudas, tetapi seperti penyamun itu aku berseru kepada-Mu: Tuhan ingatlah aku dalam Kerajaan-Mu!" {732}

1387. Supaya mempersiapkan diri secara wajar untuk menerima Sakramen ini, umat beriman perlu memperhatikan pantang2 yang diwajibkan Gereja. Di dalam sikap (gerak-gerik, pakaian) akan terungkap penghormatan, kekhidmatan, dan kegembiraan yang sesuai dengan saat di mana Kristus menjadi tamu kita. {2043}

1388. Sangat sesuai dengan arti Ekaristi yang sesungguhnya bahwa umat beriman, apabila mereka memenuhi semua prasyarat, menerima komuni setiap kali mereka mengambil bagian dalam misa: "dianjurkan dengan sangat partisipasi umat yang lebih sempurna dalam misa, dengan menerima tubuh Tuhan dari kurban itu juga sesudah imam menyambut komuni" (SC 55).

1389. Gereja mewajibkan umat beriman, "menghadiri ibadat ilahi pada hari Minggu dan hari raya" (OE 15) dan sesudah mempersiapkan diri melalui Sakramen Pengakuan, sekurang-kurangnya satu kali setahun menerima komuni suci, sedapat mungkin dalam masa Paska.3 Tetapi Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya menerima komuni suci pada hari Minggu dan hari raya atau lebih sering lagi, malahan setiap hari. {2042, 2837}

1390. Karena Kristus hadir secara sakramental dalam setiap rupa itu, maka seluruh buah rahmat Ekaristi dapat diterima, walaupun komuni hanya diterima dalam rupa Roti saja. Karena alasan-alasan pastoral, maka cara menerima komuni inilah yang paling biasa di dalam ritus Latin. Tetapi "arti perlambangan komuni dinyatakan secara lebih penuh, apabila ia diberikan dalam dua rupa. Dalam bentuk ini lambang perjamuan Ekaristi dinyatakan atas cara yang lebih sempurna" (IGMR 240). Di dalam ritus Gereja-gereja Timur cara menerima komuni macam inilah yang biasa dipergunakan.

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 170

KGK ke 170


V. * Kurban sakramental: syukuran, kenangan, kehadiran

1356. Sejak awal, orang-orang Kristen merayakan Ekaristi di dalam satu bentuk yang tidak berubah dalam inti sarinya, walaupun zaman dan liturgi-liturgi beraneka ragam. Mereka merayakannya, karena merasa diwajibkan oleh perintah yang diberikan Tuhan pada malam sebelum sengsara-Nya: "Perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku" (1 Kor 11:24-25).

1357. Kita memenuhi perintah Tuhan ini, kalau kita merayakan kenangan akan kurban-Nya. Dengan itu kita mempersembahkan kepada Bapa, apa yang Ia sendiri telah berikan: anugerah ciptaan-Nya, roti dan anggur, yang oleh perkataan Kristus dan oleh kekuatan Roh Kudus menjadi tubuh dan darah Kristus. Dengan demikian Kristus hadir atas cara yang penuh rahasia dan nyata.

1358. Dengan demikian kita harus memandang Ekaristi
 sebagai syukuran dan pujian kepada Bapa;
 sebagai kenangan akan kurban Kristus dan tubuh-Nya;
 sebagai kehadiran Kristus oleh kekuatan perkataan-Nya dan Roh-Nya.
Syukuran dan pujian kepada Bapa

1359. Ekaristi, Sakramen keselamatan kita yang dilaksanakan Kristus di salib, adalah juga kurban pujian untuk berterima kasih bagi karya penciptaan. Dalam kurban Ekaristi dipersembahkan seluruh ciptaan yang dikasihi Allah kepada Bapa melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Oleh Kristus, Gereja dapat mempersembahkan kurban pujian
1 Bdk. MR, Doa Syukur Agung Romawi 90.

sebagai terima kasih untuk semua yang baik, yang indah dan yang benar, yang telah Allah laksanakan dalam ciptaan dan dalam umat manusia.

1360. Ekaristi adalah kurban syukur kepada Bapa. Ia adalah pujian, yang olehnya Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah untuk segala kebaikan-Nya: untuk segala sesuatu, yang Ia laksanakan dalam penciptaan, penebusan, dan pengudusan. Jadi, Ekaristi pertama-tama merupakan ucapan syukur.

1361. Ekaristi juga kurban pujian, olehnya Gereja memuliakan Allah atas nama seluruh ciptaan. Kurban pujian ini hanya mungkin melalui Kristus: Ia mempersatukan umat beriman dengan Diri-Nya, pujian-Nya, dan doa syafaat-Nya, sehingga kurban pujian kepada Bapa dipersembahkan oleh Kristus dan bersama Dia, untuk diterima di dalam Dia.

Kenangan kurban dari pihak Kristus dan Tubuh-Nya, Gereja 

1362. Ekaristi adalah kenangan akan Paska Kristus, yang menghadirkan dan mempersembah-kan secara sakramental kurban satu-satunya dalam liturgi Tubuh-Nya, yaitu Gereja. Dalam semua Doa Syukur Agung, sesudah kata-kata penetapan, kita temukan sebuah doa yang dinamakan anamnese atau kenangan.

1363. Menurut pengertian Kitab Suci kenangan itu tidak hanya berarti mengenangkan peristiwa-peristiwa di masa lampau, tetapi mewartakan karya-karya agung yang telah dilakukan Allah untuk umat manusia.1 Dalam perayaan liturgi peristiwa-peristiwa itu dihadirkan dan menjadi hidup lagi. Dengan cara ini umat Israel mengerti pembebasannya dari Mesir: Setiap kali apabila Paska dirayakan, peristiwa-peristiwa keluaran dihadirkan kembali dalam kenangan umat beriman, supaya mereka menata kehidupannya sesuai dengan peristiwa-peristiwa itu.

1364. Dalam Perjanjian Baru kenangan itu mendapat arti baru. Apabila Gereja merayakan Ekaristi, ia mengenangkan Paska Kristus; Paska ini dihadirkan. Kurban yang dibawakan Kristus di salib satu kali untuk selama-lamanya, selalu tinggal berhasil guna:2 "Setiap kali korban salib yang di dalamnya dipersembahkan Kristus, Anak Domba Paska, dirayakan di altar, terlaksanalah karya penebusan kita" (LG 3). 611, 1085

1365. Ekaristi juga satu kurban, karena ia suatu kenangan akan Paska Kristus. Sifat kurban ini sudah nyata dalam kata-kata Tuhan: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu", dan "cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu" (Luk 22:19-20). Dalam Ekaristi, Kristus mengaruniakan tubuh ini, yang telah Ia serahkan di kayu salib untuk kita, dan darah ini, "yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa" (Mat 26:28).

1366. Jadi, Ekaristi adalah satu kurban, karena ia meragakan kurban salib (dan karena itu menghadirkannya), Ekaristi adalah kenangan akan kurban itu dan memberikan buah-buahnya: Kristus "memang hendak mengurbankan diri kepada Allah Bapa, satu kali untuk selama-lamanya di altar salib melalui kematian yang datang menjemput-Nya,3 untuk memperoleh penebusan abadi bagi
1 Bdk. Kel 13:3.
2 Bdk. Ibr 7:25-27.
3 Bdk. Ibr 7:27.

mereka [manusia]; tetapi karena imamat-Nya tidak dihapuskan oleh kematian-Nya,1 maka dalam perjamuan malam terakhir, pada malam waktu Ia diserahkan (1 Kor 11:23), Ia meninggalkan bagi mempelai kekasih-Nya, Gereja, satu kurban yang kelihatan (seperti yang dibutuhkan kodrat manusia), yang olehnya, [kurban] berdarah itu, yang dibawakan di salib satu kali untuk selama-lamanya, dikenang sampai akhir zaman dan kekuatannya yang menyelamatkan dipergunakan untuk pengampunan dosa, yang kita lakukan setiap hari" (Konsili Trente: DS 1740).

1367. Kurban Kristus dan kurban Ekaristi hanya satu kurban: "karena bahan persembahan adalah satu dan sama; yang sama, yang dulu mengurbankan diri di salib, sekarang membawakan kurban oleh pelayanan imam; hanya cara berkurban yang berbeda". "Dalam kurban ilahi ini, yang dilaksanakan di dalam misa, Kristus yang sama itu hadir dan dikurbankan secara tidak berdarah... yang mengurbankan diri sendiri di kayu salib secara berdarah satu kali untuk selama-lamanya" (Konsili Trente: DS 1743).

1368. Ekaristi adalah juga kurban Gereja. Gereja, Tubuh Kristus, mengambil bagian dalam kurban Kepalanya. Bersama Dia ia sendiri dipersembahkan seluruhnya. Ia mempersatu-kan diri dengan doa syafaat-Nya kepada Bapa untuk semua manusia. Di dalam Ekaristi, kurban Kristus juga menjadi kurban anggota-anggota tubuh-Nya. Kehidupan umat beriman, pujian, kesengsaraan, doa dan karyanya dipersatukan dengan yang dimiliki Kristus dan dengan penyerahan diri-Nya secara menyeluruh, sehingga mendapat satu nilai baru. Kurban Kristus yang hadir di atas altar memberi kemungkinan kepada semua generasi Kristen, untuk bersatu dengan kurban-Nya. 618, 2031, 1109 Di dalam katakombe, Gereja sering digambarkan seperti wanita yang sedang berdoa, dengan Lengan terbuka lebar, dalam sikap seorang Orante [sikap seorang berdoa]. Ia mengurbankan diri seperti Kristus, yang merentangkan tangan di salib, oleh Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, dan mendoakan kepentingan semua manusia.

1369. Seluruh Gereja dipersatukan dengan kurban dan doa syafaat Kristus. Karena kepada Paus diserahkan pelayanan Petrus di dalam Gereja, maka ia diikutsertakan dalam setiap perayaan Ekaristi, di mana ia disebut sebagai tanda dan pelayan kesatuan seluruh Gereja. Uskup setempat selalu bertanggung jawab atas perayaan Ekaristi, juga apabila seorang imam yang memimpin; namanya disebut, untuk menunjukkan bahwa ia berada di tengah para imamnya dan dengan bantuan para diaken, memimpin Gereja lokal. Umat juga mendoakan kepentingan semua yang berkecimpung dalam pelayanan Gereja, yang membawa kurban Ekaristi ini untuk dia dan bersama dia. "Perayaan Ekaristi dapat diandalkan, apabila ia dipersembahkan oleh Uskup atau oleh seorang yang ditugaskannya" (Ignasius dari Antiokia, Smyrn. 8, 1). "Melalui pelayanan para imam kurban rohani kaum beriman mencapai kepenuhannya dalam persatuan dengan kurban Kristus Pengantara tunggal, melalui tangan para imam, atas nama seluruh Gereja, dipersembahkan secara tak berdarah dan sakramental dalam Ekaristi, sampai kedatangan Tuhan sendiri" (PO 2).

1370. Bukan hanya anggota-anggota Tubuh Kristus yang masih hidup di dunia ini bersatu dengan kurban Kristus, melainkan juga mereka, yang sudah berada dalam kemuliaan surga. Gereja membawa kurban Ekaristi dalam persatuan dengan Perawan Maria tersuci, demikian juga dalam kenangan akan dia dan akan semua orang kudus. Di dalam Ekaristi, Gereja seakan-akan berdiri bersama Maria di kaki salib, dipersatukan dengan kurban dan doa syafaat Kristus.

1371. Kurban Ekaristi juga dipersembahkan untuk umat beriman yang mati di dalam Kristus, "yang belum disucikan seluruhnya" (Konsili Trente: DS 1743), supaya mereka dapat masuk ke dalam Kerajaan Kristus, Kerajaan terang dan damai:
1 Bdk. Ibr 7:24.

"Kuburkanlah badan ini di mana saja ia berada: kamu tidak perlu peduli dengannya. Hanya satu yang saya minta kepada kamu: Di mana pun kamu berada, kenangkan saya pada altar Tuhan" (Santa Monika sebelum wafatnya, kepada santo Augustinus dan saudaranya: Agustinus, conf. 9, 11, 27).
"Lalu kita berdoa [dalam anafora] untuk Paus dan Uskup yang telah meninggal, dan untuk semua orang yang telah meninggal pada umumnya. Karena kita percaya bahwa jiwa-jiwa yang didoakan dalam kurban yang kudus dan agung ini, akan mendapat keuntungan yang besar darinya... Kita menyampaikan kepada Allah doa-doa kita untuk orang-orang yang telah meninggal, walaupun mereka adalah orang-orang berdosa... Kita mengurbankan Kristus yang dikurbankan untuk dosa kita. Olehnya kita mendamaikan Allah yang penuh kasih sayang kepada manusia dengan mereka dan dengan kita" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst. 5, 9, 10).

1372. Ajaran ini mendorong kita untuk semakin sempurna ikut serta dalam kurban Penebus kita, yang kita rayakan dalam Ekaristi. Dan itu disimpulkan dengan bagus oleh santo Agustinus : "Seluruh jemaat yang tertebus, yaitu persatuan dan persekutuan para kudus, dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban yang merangkum segala sesuatu oleh Imam Agung, yang dalam rupa hamba menyerahkan diri kepada kita dalam sengsara-Nya, supaya kita menjadi tubuh dari Kepala yang begitu agung... Itulah kurban orang-orang Kristen: walaupun banyak, satu tubuh di dalam Kristus (Rm 12:5). Gereja mempersembahkan kurban ini melalui Sakramen altar yang dikenal umat beriman, di mana dinyatakan kepadanya, bahwa ia sendiri dipersembahkan dalam apa yang ia persembahkan" (civ. 10, 6).

Selasa, 02 April 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 169

KGK ke 169


Penetapan Ekaristi

1337. Karena Tuhan mengasihi murid-murid-Nya, Ia mengasihi mereka sampai kesudahannya. Karena Yesus tahu bahwa saat-Nya telah tiba untuk beralih dari dunia ini dan kembali kepada Bapa, maka pada waktu makan Ia membasuh kaki murid-murid-Nya dan memberi kepada mereka perintah cinta kasih.5 Untuk meninggalkan bagi mereka suatu jaminan cinta kasih ini, dan mengundang mereka mengambil bagian dalam Paska-Nya, Ia menetapkan Ekaristi sebagai kenangan akan kematian dan kebangkitan-Nya dan menugaskan Rasul-rasul-Nya, waktu itu Ia tahbiskan sebagai imam-imam Perjanjian Baru" (Konsili Trente: DS 1740), untuk merayakannya sampai Ia datang kembali.

1338. Ketiga Injil sinoptik dan santo Paulus telah menyampaikan kepada kita berita tentang penetapan Ekaristi, sedangkan Yohanes mengisahkan kembali kata-kata Yesus di sinagoga Kapernaum, yang mempersiapkan penetapan Ekaristi: Kristus menamakan diri roti kehidupan yang turun dari surga.6
1 Bdk. Ul 8:3.
2 Bdk. Mat 14:13-21; 15:32-39.
3 Bdk. Yoh 2:11.
4 Bdk. Mrk 14:25.
5 Bdk. Yoh 13:1-17.
6 Bdk. Yoh 6.

1339. Yesus telah memilih waktu Paska untuk melakukan apa yang telah Ia maklumkan di Kapernaum: memberikan tubuh dan darah-Nya kepada murid-murid-Nya:
"Maka tibalah hari raya Roti Tak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paska. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paska bagi kita, supaya kita makan... Maka berangkatlah mereka... lalu mereka mempersiapkan Paska. Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan Rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka: Aku sangat rindu makan Paska ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah... Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka kata-Nya: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu" (Luk 22:7-8. 13-16. 19-20).1

1340. Dengan merayakan perjamuan malam terakhir bersama murid-murid-Nya dalam rangka perjamuan Paska, Yesus memberi arti yang definitif kepada paska Yahudi, Kepergian Yesus kepada Bapa-Nya dalam kematian dan kebangkitan - Paska baru - diantisipasi dalam perjamuan malam. Dan itu dirayakan dalam Ekaristi. Ini menyempurnakan paska Yahudi dan mengantisipasi paska abadi Gereja dalam kemuliaan Kerajaan.

"Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Aku"

1341. Perintah Yesus untuk mengulangi perbuatan dan perkataan-Nya, "sampai Ia datang kembali" (1 Kor 11:26) menghendaki tidak hanya mengenangkan Yesus dan apa yang telah Ia lakukan. Perintah itu bertujuan agar para Rasul dan para penggantinya meraya-kan secara liturgis kenangan akan Kristus, hidup-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan akan pembelaan-Nya bagi kita di depan Bapa.

1342. Gereja tetap setia kepada perintah Tuhan sejak awal. Tentang Gereja di Yerusalem diberitakan:
"Mereka bertekun dalam pengajaran Rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa... Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati" (Kis 2:42.46).

1343. Warga Kristen biasanya berkumpul "pada hari pertama dalam minggu", artinya pada hari Minggu, hari kebangkitan Yesus, "untuk memecahkan roti" (Kis 20:7). Sampai sekarang perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan cara yang sama, sehingga dewasa ini ia ditemukan di mana-mana di dalam Gereja dengan kerangka dasar yang sama. Ia tetap merupakan inti kehidupan Gereja.

1344. Dari perayaan ke perayaan umat Allah yang sedang berziarah mewartakan misteri Paska, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26), dan "menempuh jalan salib yang sempit" (AG 1) menuju perjamuan pesta surgawi, di mana semua orang terpilih akan duduk di meja dalam Kerajaan Allah.

IV. * Perayaan liturgi Ekaristi

1 Bdk. Mat 26:17-29; Mrk 14:12-25; 1 Kor 11:23-26.

Misa segala abad

1345. Dari abad kedua kita miliki kesaksian martir santo Yustinus mengenai unsur-unsur hakiki dalam pelaksanaan perayaan Ekaristi. Sampai sekarang hal yang sama itu dipertahankan dalam semua rumpun liturgi yang besar. Untuk menjelaskan kepada kaisar kafir Antoninus Pius (138 - 161), apa yang umat Kristen lakukan, Yustinus menulis sekitar tahun 155:
"Pada hari yang dinamakan hari matahari, semua orang yang tinggal di kota-kota atau daerah sekitarnya berkumpul di satu tempat yang sama.
Tulisan-tulisan para Rasul dan kitab-kitab para nabi dibacakan, sejauh waktu memungkinkannya.
Setelah pembaca berhenti, pemimpin memberi satu wejangan, di mana ia menasihati dan, mendorong, supaya mengikuti ajaran dan contoh yang baik ini.
Sesudah itu kami semua berdiri bersama-sama dan melambungkan doa ke surga * untuk kami sendiri... dan untuk semua orang lain di seluruh dunia, supaya kami menjadi layak juga dalam pekerjaan kami sebagai... manusia yang baik dan supaya menjadi layak sebagat pengamat perintah-perintah, supaya dengan demikian mendapat keselamatan abadi.
Sesudah kami menyelesaikan doa-doa, kami saling memberi salam dengan ciuman.
Lalu kepada pemimpin saudara-saudara, dibawakan roti dan satu cawan dengan campuran air dan anggur.
Ia mengambilnya, melambungkan pujian dan syukur kepada Bapa semesta alam atas nama Putera dan Roh Kudus dan menyampaikan ucapan terima kasih [Yn. "eukharistia"] karena kami dianggap layak menerima anugerah-anugerah ini dari-Nya.
Sesudah doa dan ucapan terima kasih itu selesai, seluruh umat yang hadir lalu mengatakan: Amin.
Setelah pemimpin menyelesaikan ucapan terima kasih dan seluruh umat menerimanya dengan suara bulat, para diaken, sebagaimana mereka disebut oleh kami, membagi-bagikan kepada setiap orang yang hadir, roti yang telah diberkati dengan penuh syukur [di-ekaristi-kan] dan anggur yang telah dicampur dengan air untuk dinikmati dan membawakannya juga untuk mereka yang tidak hadir."
(apol. 1, 65; teks sebelum tanda * dari 1, 67)

1346. Perayaan Ekaristi berlangsung sesuai dengan kerangka dasar yang sepanjang sejarah tetap sama hingga sekarang. Ia terbentuk dari dua bagian besar, yang pada hakikatnya merupakan satu kesatuan:
 Perkumpulan ibadat Sabda dengan bacaan-bacaan, homili, dan doa umat;
 Upacara Ekaristi dengan persembahan roti dan anggur, yang konsekrasinya terjadi dalam ucapan terima kasih (ekaristi), dan komuni.
Ibadat Sabda dan upacara Ekaristi merupakan "satu tindakan ibadat" (SC 56). Meja, yang disiapkan untuk kita dalam Ekaristi adalah sekaligus meja Sabda Allah dan meja tubuh Kristus.1

1347. Bukankah ini sesuai dengan acara perjamuan paska, yang dilakukan Yesus yang telah bangkit dengan murid-murid-Nya? Sementara mereka berjalan-jalan, Ia menjelaskan Kitab Suci kepada mereka lalu duduk makan dengan mereka. "Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka" (Luk 24:30).2
1 Bdk. DV 21.
2 Bdk. Luk 24:13-35.

Jalannya perayaan

1348. Semua orang datang berkumpul. Warga Kristen datang berkumpul di suatu tempat untuk merayakan Ekaristi. Kristus sendiri mengetuainya; Ia adalah pelaku utama Ekaristi. Ia adalah Imam Agung Perjanjian Baru. Secara tidak kelihatan Ia sendiri memimpin tiap upacara Ekaristi. Sebagai wakil-Nya, Uskup atau imam (yang bertindak "atas nama Kristus, Kepala") memimpin umat, mengangkat bicara sesudah bacaan, menerima bahan persembahan dan mengucapkan doa syukur agung. Semua orang ikut mengambil bagian secara aktif dalam perayaan itu, tiap orang menurut caranya sendiri-sendiri: para lektor, mereka yang membawa bahan persembahan, pembagi komuni, dan seluruh umat yang menyatakan keikutsertaannya dengan perkataan "amin". 

1349. Ibadat Sabda mencakup bacaan-bacaan dari "Kitab para nabi", artinya dari Perjanjian Lama, dan dari "tulisan-tulisan para Rasul", yaitu dari surat-suratnya dan dari Injil. Satu homili mengajak, supaya menerima kata-kata ini, yang benar-benar adalah Sabda Allah,1 dan melaksanakannya. Lalu menyusul doa-doa untuk semua orang, sesuai dengan perkataan Rasul: "Pertama-tama aku menasihatkan: naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan" (1 Tim 2:1-2). 

1350. Persiapan persembahan [offertorium]. Orang membawa, kadang-kadang dalam satu prosesi, roti dan anggur ke altar, untuk dipersembahkan imam atas nama Kristus dalam kurban Ekaristi, di mana mereka berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Inilah tindakan Kristus sendiri, yang dalam perjamuan malam terakhir "mengambil roti dan piala". "Hanya Gereja yang dengan rasa syukur mempersembahkan kepada Pencipta kurban yang murni ini, yang diambil dari ciptaan-Nya" (Ireneus, haer. 4, 18, 4).2 Penyampaian bahan persembahan di altar mengangkat ke permukaan tindakan Melkisedek dan meletakkan pemberian Pencipta itu ke dalam tangan Kristus. Di dalam kurban-Nya, Yesus menyempurnakan segala usaha manusiawi untuk membawa kurban.

1351. Sejak awal, umat Kristen membawa, di samping roti dan anggur untuk Ekaristi, juga sumbangan untuk membantu orang yang memerlukannya. Kebiasaan kolekte3 ini digerakkan oleh contoh Kristus, yang menjadi miskin untuk menjadikan kita kaya.4 "Siapa yang mempunyai milik dan kehendak baik, memberi sesuai dengan kemampuannya, apa yang ia kehendaki, dan apa yang dikumpulkan, diserahkan kepada pemimpin. Dengan itu ia membantu yatim piatu dan janda, atau mereka yang karena sakit atau karena salah satu alasan, membutuhkannya, para narapidana dan orang asing yang ada dalam jemaat; singkatnya, ia adalah pemelihara untuk semua orang yang berada dalam kesusahan" (Yustinus, apol. 1, 67, 6).

1352. Anafora. Dengan Doa Syukur Agung, - doa syukur dan doa konsekrasi - kita sampai kepada jantung hati dan puncak perayaan. Di dalam prefasi Gereja berterima kasih kepada Bapa melalui Kristus dalam Roh Kudus untuk segala karya-Nya, untuk penciptaan, penebusan dan pengudusan. Seluruh jemaat menggabungkan diri dalam pujian yang tak henti-hentinya dinyanyikan oleh Gereja surgawi para malaikat dan orang kudus bagi Allah yang tiga kali "kudus".
1 Bdk. 1 Tes 2:13.
2 Bdk. Mal 1:11.
3 Bdk. 1 Kor 16:1.
4 Bdk. 2 Kor 8:9.

1353. Dalam epiklese Gereja memohon kepada Bapa, untuk mengirimkan Roh Kudus-Nya (atau "berkat sepenuh-penuhnya")1 atas roti dan anggur, supaya mereka dengan kekuatan-Nya menjadi tubuh dan darah Yesus Kristus, sehingga mereka yang mengambil bagian dalam Ekaristi menjadi satu tubuh dan satu roh (beberapa liturgi menempatkan epiklese sesudah anamnese). Dalam kata-kata penetapan, kekuatan kata-kata dan tindakan Kristus dan kekuatan Roh Kudus menghadirkan tubuh dan darah Kristus, kurban-Nya di salib yang dipersembahkan-Nya satu kali untuk selamanya, di dalam rupa roti dan anggur. 

1354. Dalam anamnese yang menyusul sesudah itu, Gereja mengenangkan sengsara, kebangkitan, dan kedatangan kembali Yesus Kristus dalam kemuliaan; ia menyampaikan kepada Bapa kurban Putera-Nya, yang mendamaikan kita dengan Dia.
Dalam doa umat Gereja menyatakan bahwa Ekaristi dirayakan dalam persekutuan dengan seluruh Gereja di surga dan di bumi, Gereja orang hidup dan orang mati, dan dalam persekutuan dengan para pemimpin Gereja, Paus, Uskup diosesan, para imamnya, dan diaken, dan dalam persekutuan dengan semua Uskup di seluruh dunia dan Gereja-gerejanya. 

1355. Dalam komuni, yang didahului oleh doa Tuhan dan pemecahan roti, umat beriman menerima "roti surgawi" dan "piala keselamatan", tubuh dan darah Kristus, yang telah menyerahkan diri "untuk kehidupan dunia" (Yoh 6:51).
Karena roti dan anggur ini - sesuai dengan satu ungkapan lama - di"ekaristi"kan, kita "menamakan makanan ini ekaristi. Seorang pun tidak boleh mengambil bagian dalamnya, kecuali orang yang mengakui ajaran kita sebagai yang benar, telah menerima Pembaptisan untuk pengampunan dosa dan kelahiran kembali dan hidup sesuai dengan petunjuk Kristus" (Yustinus, apol. 1, 66, 1-2).

Senin, 01 April 2013

Katekismus Gereja Katolik Dalam Setahun - 168

KGK ke 168


ARTIKEL 3 : SAKRAMEN EKARISTI

1322. Ekaristi kudus menyempurnakan inisiasi Kristen. Oleh Pembaptisan orang diangkat ke martabat imamat rajawi dan oleh Penguatan makin dijadikan serupa dengan Kristus, oleh Ekaristi ia mengambil bagian dalam kurban Tuhan bersama seluruh jemaat. 1212

1323. "Pada perjamuan terakhir, pada malam Ia diserahkan, Penyelamat kita mengadakan kurban Ekaristi tubuh dan darah-Nya. Dengan demikian Ia mengabadikan kurban salib untuk selamanya, dan mempercayakan kepada Gereja. mempelai-Nya yang terkasih, kenangan wafat dan kebangkitan-Nya: Sakramen cinta kasih, lambang kesatuan, ikatan cinta kasih, perjamuan Paska. Dalam perjamuan itu Kristus disambut, jiwa dipenuhi rahmat, dan kita dikaruniai jaminan kemuliaan.

I.* Ekaristi – sumber dan puncak kehidupan Gereja

1324. Ekaristi adalah "sumber dan puncak seluruh hidup kristiani" (LG 11).
"Sakramen-Sakramen lainnya, begitu pula semua pelayanan gerejani serta karya kerasulan, berhubungan erat dengan Ekaristi suci dan terarahkan kepadanya. Sebab dalam Ekaristi suci tercakuplah seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Paska kita" (PO 5).

1325. "Keikutsertaan dalam kehidupan ilahi dan kesatuan umat Allah membuat Gereja menjadi Gereja; keduanya ditandai dengan penuh arti dan dihasilkan secara mengagumkan oleh Ekaristi. Di dalamnya memuncak tindakan, yang olehnya Allah telah menguduskan dunia di dalam Kristus, demikian pula penghormatan, yang manusia sampaikan kepada Kristus dan bersama Dia kepada Bapa dalam Roh Kudus" (Kongregasi untuk Ibadat, Instr. "Eucharisticum mysterium" 6).

1326. Oleh perayaan Ekaristi kita sudah menyatukan diri sekarang ini dengan liturgi surgawi dan mengenyam lebih dahulu kehidupan abadi, di mana Allah akan menjadi semua untuk semua.1

1327. Jadi, Ekaristi adalah hakikat dan rangkuman iman kita: "Cara pikir kita sesuai dengan Ekaristi, dan sebaliknya Ekaristi memperkuat cara pikir kita" Ireneus haer. 4, 18, 5.

II. * Bagaimana Sakramen ini dinamakan?

1328. Kekayaan isi Sakramen ini menyata dalam aneka ragam nama. Tiap-tiapnya menunjuk kepada aspek tertentu. Orang menamakannya:
Ekaristi, karena ia adalah ucapan terima kasih kepada Allah. Kata-kata "eucharistein"2 dan "eulogein"3 mengingatkan pujian bangsa Yahudi, yang - terutama waktu makan - memuliakan karya Allah: penciptaan, penebusan, dan pengudusan.

1329. Perjamuan Tuhan,4 karena ia menyangkut perjamuan malam, yang Tuhan adakan bersama murid-murid-Nya pada malam sebelum sengsara-Nya. Tetapi ia juga menyangkut antisipasi perjamuan pernikahan Anak Domba5 dalam Yerusalem surgawi.
Pemecahan roti, karena ritus yang khas pada perjamuan Yahudi ini, dipergunakan oleh Yesus: pada waktu makan - sebagai kepala persekutuan - Ia memberkati roti dan membagi-bagikan-Nya; 6 Ia melakukan ini terutama dalam perjamuan malam terakhir.7 Dari tindakan ini para murid mengenal-Nya kembali sesudah kebangkitan.8 Dengan istilah "memecahkan roti" orang Kristen pertama menggambarkan perkumpulan Ekaristi mereka.9 Dengan itu, mereka hendak menyatakan bahwa semua orang yang makan satu roti yang dipecahkan - dari Kristus itu - masuk ke dalam persekutuan-Nya dan membentuk di dalam-Nya satu tubuh.10
1 Bdk. 1 Kor 15:28.
2 Bdk. Luk 22:19; 1 Kor 11:24.
3 Bdk. Mat 26:26; Mrk 14:22.
4 Bdk. 1 Kor 11:20.
5 Bdk. Why 19:9.
6 Bdk. Mat 14:19; 15:36; Mrk 8:6.19.
7 Bdk. Mat 26:26; 1 Kor 11:24.
8 Bdk. Luk 24:13-35.
9 Bdk. Kis 2:42.46; 20:7.11.
10 Bdk. 1 Kor 10:16-17.

Perhimpunan Ekaristi (synaxis), karena Ekaristi dirayakan dalam perhimpunan umat beriman, di mana Gereja dinyatakan secara kelihatn.1

1330. Kenangan akan kesengsaraan dan kebangkitan Tuhan.
Kurban kudus, karena ia menghadirkan kurban tunggal Kristus, Penebus dan mencakup pula penyerahan diri Gereja. Atau juga kurban misa kudus, "Kurban Syukur" (Ibr 13:15),2 persembahan rohani,3 kurban murni4 dan kudus, karena ia menyempumakan dan melebihi segala kurban Perjanjian Lama.
Liturgi kudus dan ilahi, karena seluruh liturgi Gereja berpusat dalam perayaan Sakramen ini dan paling jelas terungkap di dalamnya. Dalam arti yang sama orang juga menamakannya perayaan misteri kudus. Juga orang mengatakan Sakramen mahakudus, karena Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen. Disimpan dalam rupa Ekaristi di dalam tabernakel, orang menamakan tubuh Kristus itu Yang Maha Kudus.

1331. Komuni, karena di dalam Sakramen ini kita menyatukan diri dengan Kristus yang mengundang kita mengambil bagian dalam tubuh dan darah-Nya, supaya kita membentuk satu tubuh.5 Orang juga menamakan Ekaristi hal-hal kudus [ta hagia; sancta] (const. ap. 8, 13, 12; Didache 9, 5; 10, 6) - ini sejajar dengan arti pertama ungkapan "persekutuan para kudus" dalam syahadat apostolik. Nama-nama yang lain adalah: roti malaikat, roti surgawi, "obat kebakaan" (Ignasius dari Antiokia, Eph. 20, 2) dan bekal perjalanan.

1332. Misa kudus, karena liturgi, di mana misteri keselamatan dirayakan, berakhir dengan pengutusan umat beriman [missio], supaya mereka melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupannya sehari-hari.

III. * Ekaristi dalam tata keselamatan

Tanda-tanda roti dan anggur

1333. Di dalam perayaan Ekaristi, roti dan anggur diubah melalui perkataan Kristus dan seruan kepada Roh Kudus, menjadi tubuh dan darah Kristus. Sesuai dengan petunjuk Tuhan, demi kenangan akan Dia, Gereja melanjutkan apa yang telah Ia lakukan pada malam sebelum sengsara-Nya sampai kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan: "Ia mengambil roti.....” "Ia mengambil piala yang berisi air anggur".
Roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus atas cara yang penuh rahasia, tetapi tinggal tanda-tanda tentang kebaikan ciptaan. Karena itu, dalam mempersiapkan persembahan kita berterima kasih kepada Pencipta untuk roti dan anggur,6 hasil dari usaha manusia", tetapi pertama-tama "hasil dari bumi" dan "pokok anggur", anugerah Pencipta. Gereja melihat di dalam tindakan Melkisedek, raja dan imam yang membawa "roti dan anggur" (Kej 14:18), satu pratanda bahan persembahannya sendiri.7
1 Bdk. 1 Kor 11:17-34.
2 Bdk. Mzm 116:13.17.
3 Bdk. 1 Ptr 2:5.
4 Bdk. Mal 1:11.
5 Bdk. 1 Kor 10:16-17.
6 Bdk. Mzm 104:13-15.
7 Bdk. MR, Doa Syukur Agung Romawi 95: "Supra quae".

1334. Di dalam Perjanjian Lama roti dan anggur dipersembahkan di antara buah-buah sulung, sebagai tanda terima kasih kepada Pencipta. Tetapi dalam hubungan dengan keluaran dari Mesir ia memiliki lagi satu arti baru... Roti yang tak beragi, yang umat Israel makan dalam perayaan Paska setiap tahun, mengingatkan pada ketergesahan keluaran dari Mesir yang membebaskan; kenangan akan manna di padang gurun selalu mengingatkan Israel bahwa ia hidup dari roti Sabda Allah.1 Dan roti sehari-hari adalah buah tanah terjanji, satu jaminan bahwa Allah tetap setia kepada janji-janji-Nya. "Piala pengucapan syukur" (1 Kor 10:16) pada akhir perjamuan Paska Yahudi menambahkan arti eskatologis pada kegembiraan pesta anggur: penantian mesianis akan pembangunan kembali Yerusalem. Yesus telah menciptakan Ekaristi-Nya dengan memberikan satu arti baru dan definitif kepada pemberkatan roti dan anggur.

1335. Mukjizat perbanyakan roti menunjukkan lebih dahulu kelimpahan roti istimewa dari Ekaristi-Nya:2 Tuhan mengucapkan syukur, memecahkan roti dan membiarkan murid-murid-Nya membagi-bagikannya, untuk memberi makan kepada orang banyak. Tanda perubahan air menjadi anggur di Kana3 telah memaklumkan saat kemuliaan Yesus. Ia menyampaikan penyempurnaan perjamuan pernikahan dalam Kerajaan Bapa, di mana umat beriman akan minum4 anggur baru, yang telah menjadi darah Kristus.

1336. Pernyataan pertama mengenai Ekaristi, memisahkan murid-murid-Nya dalam dua kelompok, sebagaimana juga penyampaian mengenai sengsara-Nya menimbulkan reaksi menolak pada mereka: "Perkataan ini keras, siapakah sanggup mendengarkannya?" (Yoh 6:60). Ekaristi dan salib adalah batu-batu sandungan. Keduanya membentuk misteri yang sama, yang tidak berhenti menjadi sebab perpecahan. "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" (Yoh 6:67). Pertanyaan Tuhan ini bergema sepanjang masa; melalui pertanyaan ini cinta-Nya mengundang kita, supaya mengakui bahwa hanya Dialah memiliki "perkataan hidup kekal" (Yoh 6:68) dan bahwa siapa yang menerima anugerah Ekaristi-Nya dengan penuh iman, menerima Dia sendiri.